
Tag: sosmed
-

Menakar Militansi NU di Medsos
wp.sorbansantri.com – Dalam beberapa tahun terakhir ini, militansi NU di medsos terus meningkat. Hal ini sebagai bentuk perlawanan gelombang radikalisme yang kian tumbuh dinegeri ini. Mulai dari radikalisme Wahabi hingga radikalisme eks-HTI.Dulu medsos dikuasai oleh golongan minhum. Baik situs online, channel youtube hingga fanspage. Setiap kita mencari konten Islam pasti muncul media milik mereka, sangat sulit untuk mencari website NU hingga channel youtube. Tak jarang warga NU yang awam tentang Islam bisa dipastikan nyasar kemedia mereka. Selain masih sangat minimnya jumlah dan konten milik NU juga masih kalah canggih dengan media kelompok radikal.Kini, hal itu tidak berlaku lagi. Dakwah NU bisa menjadi penyeimbang bahkan melesat pesat. Warga NU tak kesulitan lagi mencari media dakwah kaum Nahdliyin. Warga NU bisa mudah mengakses media dakwah sesuai dengan minat mereka. Ketika kita mencari konten Islam dengan menyertakan kata kunci NU atau Aswaja, insyaAllah media NU akan muncul atau kita bisa langsung berkunjung kemedia NU yang sudah kita kenal.Facebook dan WA grup juga menjadi media dakwah yang penting bagi kaum nahdliyin. Menjadi media berbagi ilmu dari para pakar Aswaja atau media silaturahim menjaga militansi NU dari bani minhum sehingga konten yang menyesatkan dapat segera ditepis. Konten yang provokatif dapat segera tumpas.Peranan kader muda NU menjadi kata kunci bagi kemajuan dakwah NU dimedsos. Ada kekuatan dahsyat yang dimiliki generasi muda Nahdliyin sehinggga bangkit menguasai media sosial. Tumbuh subur akun-akun dakwah baru, channel youtube yang kian pesat dengan teknologi kekinian hingga tak kalah pentingnya, dukungan dari tokoh sepuh dan ulama senior NU. Beliau-beliau terus memacu semangat agar generasi NU terus bangkit dan bangkit menguasai media demi menjaga akidah Aswaja di bumi Nusantara dan menjaga kedaulatan NKRI.Solidnya militansi NU di medsos, menjadi kekuatan besar menghadang kelompok radikal. Konten Wahabi yang menyesatkan penuh tuduhan-tuduhan ngawur dapat langsung dijawab dengan hujjah Aswaja yang kokoh. Konten kaum Khilafah yang penuh provokasi, narasi hoax anti NKRI dan berita palsu dapat langsung dilayani dengan klarifikasi dan dalil-dalil yang gamblang.Dengan kekuatan seperti itu, kaum Wahabi tak akan bisa mewahabikan Nusantara dan kaum Khilafah tak akan bisa menumbangkan NKRI. Proyek mereka akan selalu gagal. Kekuatan kaum Khilafah kian lumpuh dengan ditetapkannya sebagai ormas terlarang seperti PKI dan kekuatan Wahabi kian surut dengan tampilnya para pakar Aswaja muda yang gigih dengan semangat membara. Namun tentunya, kedua kelompok ini tetap diwaspadai karena mereka akan terus menyebarkan ajarannya kepada kaum awam.Tanda akan bangkitnya generasi muda ini telah diisyarakatkan oleh Gus Dur pada tahun 2005 bahwa anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi. Kita akan panen. Mereka akan kalah dengan anak muda kita. Isyarat wali Gus Dur benar-benar nyata. NU menguasai dunia.Saya merekomendasikan untuk sahabat yang ingin mendalami ajaran Aswaja-NU secara kaffah dan tidak tersesat dalam belantara fesbuk, bisa mengikuti akun fesbuk atau fanspage tokoh-tokoh dan ulama muda NU. Kita akan mendapatkan pengetahuan yang luas tentang NU. Ini hanya beberapa saja, tokoh muda NU yang saya kenal sangat aktif dimedsos (fesbuk) menghadang kelompok Wahabi dan HTI. Beliau-beliau ini selain aktif menulis di fesbuk juga aktif menulis buku dan kitab. Diantaranya:1. Kiai Ahmad Ishomuddin, dosen dan Rois Syuriyah PBNU. Alamat Prov. Lampung.2. Kiai Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja Center Jatim dan penulis buku produktif tentang dalil-dalil dan hujjah Aswaja.3. Kiai Yusuf Suharto, tokoh senior Aswaja juga penulis buku produktif. Jatim.4. Kiai Nadirsyah Hosen, dosen dan penulis buku produktif, Ketua PCINU Australia dan New Zealand.5. Kiai Rijal Mumazziq Z, aktif menulis tentang sejarah dan pemikiran NU. Rektor INAIFAS, Jember.5. Kiai Ulil Albab Djalaluddin, Pakar Aswaja. Ketua Aswaja Center Jateng.6. Kiai Ainur Rofiq Al Amin, dosen. Mantan pengurus HTI. Aktif menulis kelemahan narasi HTI baik dimedsos maupun buku.7. Kiai Ajengan Ayik Heriansyah, Mantan HTI. Aktif membela NKRI dan membongkar narasi bobrok HTI. Ketua LDNU Jabar.8. Kiai Abdulloh Faizin. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Balagh, Lamongan. Juga penulis produktif buku hujjah Aswaja-NU.9. Kiai Muhammad Syamsudin, penulis produktif diwebsite NU. Pengasuh PP. Hasan Jufri, Jatim.10. Kiai Asnawi Ridwan, tokoh Aswaja Jatim.11. Kiai Ach Dhofir Zuhry, Pakar filsafat Islam. Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Al-Farabi. Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah, dan Pendiri Madzhab Kepanjen Malang. Juga produktif menulis buku.12. Kiai Taha Ahmadmun (Ahmad Muntaha), Tokoh dan pakar Aswaja Muda Magelang.13. Ustdz Brama Kumbara (UBK), Pendakwah yang getol menyuarakan perjuangan NU. Bogor.14. Kang Sumanto Al Qurtuby, Aktif menulis Antropologi dan Sejarah. Dosen Antropologi Islam di King Fahd, Saudi. Pengikut aliran NU Garis Lucu karena tulisan-tulisannya yang kocak namun cerdas.Dan masih banyak lagi tokoh atau ulama NU yang aktif dimedsos, para gus, para ning yang belum saya tulis tak terhitung jumlahnya yang punya andil besar dan ikhlas mengabdi, militansinya tak diragukan lagi dalam memperjuangkan NU.Diperkuat lagi komunitas-komunitas muda NU yang aktif dimedsos diantaranya komunitas HWMI (Hubbul Wathon Minal Iman), GMNU (Generasi Muda NU), GMNU-CT (Generasi Muda NU Cyber Team), PIN (Pejuang Islam Nusantara), BIN (Balayudha Islam Nusantara) dan lain-lain. Komunitas muda NU ini juga punya andil besar dalam membela NU dan NKRI.Marilah kita jaga persatuan demi kejayaan NU dan NKRI. Saling mendukung dan mengisi untuk kemenangan NU. Ikut andil menjadi bagian dari santri NU, santri Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Jayalah terus NU, Jayalah NKRI.(Ditulis oleh Suryono Zakka, Aswaja Sumsel) -

WAHABI KUASAI PEMERINTAHAN INDONESIA DAN BUBARKAN NU
InfokomBanserNU-
Saat Ini Media Sosial Salah Satu Tempat Paling Efektif Menyebarkan Paham Yang Cukup Mudah,Murah & Efisien.
Jika Para Pemuda NU Ingin Membuat Satu Acara Pengajian Memerlukan Proses Panjang, Mulai Dari Membentuk Panitia, Mencari Dana, Mencari Event Organizer, Membangun Panggung, Menyebarkan Pamflet Atau Undangan Belum Tentu Ramai Dan Memberikan Sebuah Paham Pada Masyarakat Di Zaman Sekarang Yang Super Sibuk, Tapi Jika Para Nahdliyin Membentuk Komunitas, Untuk Membuat Chanel Dan Jaringan Dakwah Khususnya di Dunia Digital, Medsos Dan YouTube Dan Lainnya, Masyarakat Yang Mungkin Awalnya Tidak Terlalu Paham NU, Kapan Waktu Akan Mengerti Sebuah Pemahaman ISLAM Yang Moderat, Sejuk Dan Penuh Rahmat Yang NU Bawa.
NU Harus Menjadi Pelopor Persaudaraan, Penggerak Perdamaian, Untuk Semua Golongan, Jangan Sampai Kelompok-kelompok Yang Tidak Jelas Menyuarakan Suara Umat Islam Indonesia, Menyebarkan Paham Yang Menimbulkan Kegaduhan, Perpecahan Dan Kehancuran.
Maka Dari Itu. Saat Ini Sudah Saatnya Para Pemuda NU, Menyuarakan Islam Yang Ramah, Sejuk Dan Moderat Ala Aswaja An-Nahdliyah.
Perlu Di Catat Perekrutan Calon-calon lSlS itu 75-80% Melalui Media Sosial.Dan Itu Kesalahan Kita Semua Yang Selama Ini Diam Dan Membiarkan Orang-orang Yang Dangkal Pemahamannya Tentang Islam Tapi Berani Menyuarakan Islam.
Channel-channel Hijrah Mereka Dengan Ratusan Ribu Hingga Jutaan Folowernya Siap Menjelma Menjadi Agen Kampanye Politik Dadakan Demi Ambisi Khilafah Palsunya, Siapa Yang Tidak Sejalan Dengan Mereka Akan Di Fitnah Habis-habisan, Dengan Propaganda Anti Islam & Isu-isu Yang Untuk Menjatuhkan & Membunuh Karakter Lawan Politiknya.
Militansi Mereka Sangat Solid. Sangat Terstruktur Di Bidang Media, Satu Artikel Hanya Butuh Waktu Satu Dua Jam Untuk Viral & Menyebar Di Seluruh Beranda Medsos,
Seperti Fanspage Tere Liye, Yang Menjadi Agen Kampanye Dadakan Padahal Tema Fanspagenya Adalah Kata-kata Motivasi, Hijrah, Saya Pernah Mencoba Diskusi Dengan Tere Liye, Agar Tidak Terlibat Di Panggung Politik Menggunakan Fanspagenya, Hanya Saja Dia Menghindar Dan Memilih Memblokir Saya, Padahal Saya Cukup Dekat & Mengenal Dia Dari Awal Perjuangan Di Komunitas Hijrah & Komunitas Penulis.
sumber
• Haddi VJB
Eks Pengurus Komunitas Hijrah
Yang Kini Berkhidmah Bersama NUNahdliyin Online
-

Abu Janda, Indonesia Membutuhkannya
sorbanpeduli.com – Permadi Arya atau yang akrab disapa dengan Abu Janda adalah sosok pegiat media sosial yang telah mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia ini dalam melawan dan membasmi intoleran dan radikalisme di media sosial.Ancaman bunuh, pemenggalan kepala, hingga bullyan sudah menjadi sarapan sehari-hari baginya. Ia yang memilih zona tak nyaman dalam kehidupannya, itu yang membuat salut saya dan semua pejuang yang menghendaki Indonesia ini tetap merah putih, tetap Pancasila dan tetap dalam kebhinekaan.Eksistensi Abu Janda dalam proteksinya untuk bangsa Indonesia tidak kita ragukan. Dia punya khas dalam melawan segala bentuk intoleran dan radikalisme. Tentunya ada upaya melemahkannya. Dia harus tetap ada laksana benteng penyelamat. Dari banyak pernyataannya ia telah banyak membantu bangsa Indonesia ini bangkit, mengajak untuk bersemangat menjaga NKRI hingga menetralisir akun-akun sosial yang melakukan propaganda untuk memecah belah Indonesia.Apa yang terjadi dalam 2 hal tentang dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai adalah hal yang dipaksakan belaka. Kata evolusi tidaklah bermaksud pada teori Darwin, tapi evolusi yang mencakup perubahan. Adapun perubahan itu maknanya luas. Abu Janda sendiri telah menjelaskan bahwa evolusi di sini artinya perubahan pada pemikiran. Ya sebagaimana kita ketahui bahwa Natalius terkadang juga berlebihan dalam status-statusnya di media sosial.Kemudian masalah penyebutan Islam adalah agama arogan dalam satu statementnya bukanlah merujuk pada ajarannya atau entitas Islam itu sendiri. Tapi sejatinya adalah fokus memfilterisasikan sikap keberagamaan seorang muslim yang intoleran. Karena lanjutan dari pernyataannya adalah ada orang Islam yang mengharamkan kebaya, mengharamkan sedekah laut dll.Nah, apa yang disebutkan oleh Permadi Arya ini sangat bagus dan alhamdulillah viral pula. Yang ia katakan benar ada pola Islam yang dibawa itu sampai mengharamkan wayang, keris, beduk, marhabanan, maulid, Isra’ Mi’raj dsb. Bahkan mengkafirkan yang tak sepaham dengan mereka yang merasa Islamnya paling benar. Itulah sebabnya ia katakan tidak ramah jadinya.Di Alquran pun sendiri disebutkan misalnya dalam surat Al-Adiyat ayat 6, “Sesungguhnya manusia itu ingkar.” Ayat tersebut mengindikasikan bahwa kata manusia itu disebutkan secara umum tapi dimaknai khusus, artinya tidak semua manusia yang ingkar. Begitu pula ketika disebutkan Islam Arogan bukanlah keseluruhan Islam yang ajarannya rahmatan lil ‘alamin tapi Islam yang telah terpolarisasi di tangan muslim yang tidak menempatkan makna Islam sebagai agama damai sesuai definisi etimologinya. Seperti cara beragama wahabi dll.Ini merupakan kritik konstruktif sejatinya supaya jangan hiperbolik beragama sehingga membutakan nurani dan menghambat kecerdasan. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat An-Nisa’ ayat 171, “Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam beragama.”Saya sampaikan teruslah berjuang mas Permadi Arya seperti pahlawan yang terus mempertahankan benteng NKRI ini dari kadrun, intoleran dan radikalisme. (kang salim) -

Simpatisan FPI berhasil diCiduk Polisi Karena Hina Guru Sekumpul di Media Sosial
jakarta, wp.sorbansantri.com- Tim Direktorat Reserse KrIminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah membekuk salah satu simpatisan Front Pembela Islam (FPI) berinisial FA (30) pada Selasa (22/12).
FA ditangkap karena diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian di media sosial.
Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, FA ditangkap di Jalan Bukit Tinggi Kelurahan Beriwit Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Kalteng.
“Pelaku ditangkap karena melakukan tindak pidana di bidang ITE dan memenuhi unsur SARA,” ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu (23/12).
Adapun pelanggaran ITE ini dilakukan pelaku melalui postingan melalui akun Instagram sry_mutmut_zee.
Sementara itu, Dirreskrimsus Kombes Pasma Royce mengatakan pihaknya banyak menemukan postingan yang mengandung kebencian kepada pemerintah, masyarakat, bahkan salah satu ulama terkenal yaitu Abah Guru Sekumpul.
“Dari hasil interograsi yang kami lakukan, diperoleh informasi bahwa FA ini adalah seorang simpatisan dari Front Pembela Islam (FPI). Tidak hanya foto tetapi dalam bentuk video berikut captionnya mengandung kata-kata kebencian,” terangnya.
Lanjut Pasma menerangkan, pelaku merupakan seorang warga yang tidak pernah bersosialisasi kelingkungan masyarakat tetapi media sosial merupakan tempatnya berkomunikasi selama ini.
“Terbukti, dari seorang FA kami telah menemukan 35 akun dari sejumlah handphone yang dimilikinya,” terang dia.
Atas perbuatannya, pelaku kini ditangkap dan dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.
“Ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun atau denda maksimal berjumlah Rp1 Miliar,” tandas dia.
(sumber) -

akun fb atas nama Aris Arisyiu Putra telah Menghina Ansor Banser dengan kata-kata kotor
Infokom Ansor Banser – Sebuah akun dengan nama Aris Arisyiu Putra => https://www.facebook.com/aris.arisyiuputra telah melecehkan Ansor Banser dengan kata-kata kotor, yang diduga telah melanggar Pasal 45A ayat 2, pasal ini mengatur soal sebaran informasi yang bernada kebencian pada individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA. Pasal ini berbunyi:
Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Ujaran Kebencian oleh pengguna Facebook akun tersebut benar-benar menantang dengan kata-kata Choirul Anwar,kcm,grobokan,masuk dari pertigaan gendingan desa boloh 100 mtr lewat rel sepur,OKE bos banser?
Diharapkan kepada seluruh Ansor Banser untuk segera klarifikasi dan tanggap dengan kejadian tersebut.
Record data sudah sebagian kami simpan. Beberapa cuplikan ujaran kebencian dapat dilihat di Fans Page Infokom Ansor Banser
-

Penghinaan pada kiai Terjadi lagi di sosial media facebook
Infokom Banser NU– Kembali lagi penyalahgunaan sosial terjadi. kali ini akun Facebook atas nama Suda Wirat (kilongso) https://www.facebook.com/masprabowo.mas telah melakukan penghinaan terhadap Gus Muwafiq ULAMA NU PAKAR SEJARAH “BIOGRAFI KYAI MUDA JAWA TENGAH” .


Facebook atasnama Suda Wirat memposting gambar tentang Gus Muwafiq dengan kata-kata kotor, penuh dengan umpatan. https://www.facebook.com/photo.php?fbid=743829212780287&set=a.100869350409613&type=3&theater
Kali ini sahabat Infokom Banser NU Mojokerto akan segera mengambil tindakan sesuai proses Hukum yang berkaitan dengan Undang-undang ITE yaitu perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ialah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Infokom Ansor Banser Mr
-

Ngaji dan Menyebarkan Ilmu Tidak Harus Disatu Waktu


SORBAN SANTRI- Sejak ngaji online bisa dilakukan oleh setiap Ustadz dan caranya juga gampang, cukup pakai hp, tripod dan headset, langsung bisa ngaji. Tidak perlu tim dakwah, tidak usah pakai jasa profesional dan sebagainya. Di satu sisi ada nilai positifnya.
Di sisi lain ada semangat yang berlebih sehingga ingin ngaji terus di akun Medsosnya. Ngaji dan menyebarkan ilmu memang baik. Tapi kita lihat dulu bagaimana dahulu para Sahabat yang ngaji kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺒْﺪُ اﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺬَﻛِّﺮُ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺧَﻤِﻴﺲٍ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺟُﻞٌ: ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻋَﺒْﺪِ اﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻟَﻮَﺩِﺩْﺕُ ﺃَﻧَّﻚَ ﺫَﻛَّﺮْﺗَﻨَﺎ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ؟
Abdullah bin Mas’ud mengajarkan ilmu setiap hari Kamis (seminggu sekali). Ada yang bertanya: “Wahai Abu Abdirrahman, saya senang jika kamu mengajar kami tiap hari”
ﻗَﺎﻝَ: ﺃَﻣَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻳَﻤْﻨَﻌُﻨِﻲ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﻧِّﻲ ﺃَﻛْﺮَﻩُ ﺃَﻥْ ﺃُﻣِﻠَّﻜُﻢْ، ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺗَﺨَﻮَّﻟُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ، ﻛَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺘَﺨَﻮَّﻟُﻨَﺎ ﺑِﻬَﺎ، ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ اﻟﺴﺂﻣﺔ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ”
Ibnu Mas’ud menjawab: “Bukan aku tak mau. Tapi aku takut kalian jadi bosan. Saya carikan waktu ceramah untuk kalian seperti yang dilakukan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam kepada kami, karena takut kami jadi bosan” (HR Bukhari)
ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ، ﻗَﺎﻝَ: «ﺣَﺪِّﺙِ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﻛﻞ ﺟﻤﻌﺔ ﻣَﺮَّﺓً، ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﺑَﻴْﺖَ ﻓَﻤَﺮَّﺗَﻴْﻦِ، ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﻛْﺜَﺮْﺕَ ﻓَﺜَﻼَﺙَ ﻣِﺮَاﺭٍ، ﻭَﻻَ ﺗُﻤِﻞَّ اﻟﻨَّﺎﺱَ ﻫَﺬَا اﻟﻘُﺮْﺁﻥَ … »
Ibnu Abbas berkata: “Ajari ilmu kepada umat setiap Jum’at sekali. Jika tidak, boleh 2 kali. Jika ingin menambah maka 3 kali (dalam sepekan). Jangan jadikan umat Islam bosan terhadap Al-Qur’an” (Sahih Bukhari)
Alam Medsos tidak sama dengan Santri yang menetap di pondok. Tiap hari ngaji kitab, bahas ilmu dan seterusnya, karena memang dunianya bergelut dengan ilmu. Di alam Medsos terlalu banyak jenis manusia.
Jangan-jangan saya yang menulis tiap hari di FB ini juga cepat membosankan netizen? ” kata KH. Ma’ruf Khozin di beranda FB”
(red)
-

Pesan Al-Habib Umar Bin Hafidz Tentang Sosmed

cyberaswaja.online- “Gunakan sosial-media untuk hal-hal yang bermanfaat.
Jadikanlah televisi, handphone, internet, dan alat-alat lainnya sebagai pelayan dan pembantu untuk agamamu.
Jika tidak, alat-alat itu akan menghancurkan dirimu, sedangkan engkau malah tertawa (karena tidak menyadarinya,) ia akan merusak hatimu, akalmu, akhlakmu, dan fikiranmu tanpa kau sadari.
Engkau tertawa bahagia padahal alat-alat itu telah merusak hal-hal yang paling berharga yang kau miliki.”
Al-Habib Umar Bin Hafidz
يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق
Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh.
Aamiin.
.Credit: Ulama Nusantara
-

TAKFIRI SELALU MEMBENCI NU

SORBAN SANTRI – Masih pada suasana lebaran, ketika hati yang seharusnya kembali bersih, ucapan yang seharusnya semakin santun, masih ada saja orang-orang yang tampilannya islami tapi justru ucapannya jauh dari sikap umat islam itu sendiri, Naudzubillah…
Di media sosial semua berhak menyampaikan apa saja, akan tetapi seharusnya itu di sampaikan dengan lisan yang baik, jauh dari rasisme yang tentunya akan melukai perasaan orang lain,
beberapa jam setelah menunaikan ibadah sholat ied, kami menemukan sebuah komentar yang sungguh menyakitkan hati, dimana guru bangsa, wali Allah, presiden RI ke-4 Alm.Gusdur (Allah yarham) yang semasa hidupnya di hibahkan kepada kemanusiaan dengan bakti dan bukti sejarah yang nyata, di rendahkan sebegitu rendahnya oleh salah satu akun bernama Inah Nada, setelah kami cek profil akun tersebut sudah bisa di pastikan pemilik akun tersebut dari kalangan pendukung politik yang kecewa/ sakit hati, tampilannya yang tertutup bercadar menambah daftar hitam dimana banyak oknum-oknum bercadar namun lisannya begitu hina, seperti tidak berpendidikan, tidak mencerminkan wajah islam yang sejuk, santun dan menghargai sesama manusia,
Akun tersebut masih aktif, jika ada yang berkenan dari teman-teman kami baik dari Ansor, banser, Gusdurian, maupun lembaga pemuda NU lainnya bersedia untuk tabayyun sebaiknya melalui proses hukum agar tidak terjadi main hakim sendiri
Akun pelaku: https://www.facebook.com/inah.nanda.3
Semoga kita semua dalam Lindungan Allah, semoga kita di jauhkan dari sifat benci,dengki, dendam juga lisan-lisan yang di benci Allah SWT.
– Haddi VJB
-

Cara menghadapi tanggapan buruk mengenai status di sosmed
InfokomBanserNU-Jangan mudah terprovokasi dengan tanggapan diinternet seperti gambar ini. karena hal seperti ini bisa terindex mesin pencarian, akibatnya bisa terindex jelek di internet.
Kita manfaatin hastag (#) untuk identifikasi dan memasukkan mereka pada database hastag tersebut.
salah satu contoh tanggapan buruk tentang banser
Tujuannya jika ada orang yang terkena hastag, akan lebih mudah pengelompokan data buat zona hastag tersebut.
catatan : BUKANKAH TAG ADALAH YANG PALING PENTING BUAT SEO AGAR MUDAH DI IDENTIFIKASI MESIN PENCARIAN? CONTOHNYA GOOGLE