Tag: sunan giri

  • Sunan Giri Raden Paku

    Sunan Giri Raden Paku

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishak dan ibunya bernama Dewi Sekardadu putra Menak Samboja. Kebesaran Sunan Giri terlihat antara lain sebagai anggota dewan Walisongo. Nama Sunan Giri tidak bisa dilepaskan dari proses pendirian kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Ia adalah wali yang secara aktif ikut merencanakan berdirinya negara itu serta terlibat dalam penyerangan ke Majapahit sebagai penasihat militer.

    Sunan Giri atau Raden Paku dikenal sangat dermawan, yaitu dengan membagikan barang dagangan kepada rakyat Banjar yang sedang dilanda musibah. Beliau pernah bertafakkur di goa sunyi selama 40 hari 40 malam untuk bermunajat kepada Allah. Usai bertafakkur ia teringat pada pesan ayahnya sewaktu belajar di Pasai untuk mencari daerah yang tanahnya mirip dengan yang dibawahi dari negeri Pasai melalui desa Margonoto sampailah Raden Paku di daerah perbatasan yang hawanya sejuk, lalu dia mendirikan pondok pesantren yang dinamakan pesantren Giri. Tidak berselang lama hanya dalam waktu tiga tahun pesantren tersebut terkenaldi seluruh Nusantara. Sunan Giri sangat berjasa dalam penyebaran Islam baik di Jawa atau nusantara baik dilakukannya sendiri waktu muda melalui berdagang tau bersama muridnya. Beliau juga menciptakan tembang-tembang dolanan anak kecil yang bernafas Islami, seperti jemuran, cublak suweng dan lain-lain. (ABI SORBAN)

  • MAKAM MBAH BUYUT BITING

    MAKAM MBAH BUYUT BITING

    SORBANSANTRI.COM

    Pada suatu malam, ada seorang warga desa karangpoh yang bermimpi disuruh membersihkan tempat pembuangan sampah, keesokan harinya, warga itupun membersihkan sampah dan menebangi suket / rumput. Warga tersebut menemukan makam kuno tidak hanya satu, tapi 9 makam yang selama ini tertimbun dlm tumpukan sampah. Salah satu makam itulah yang kemudian dipercaya warga setempat sebagai makam Mbah Buyut Biting.

    Ada yang mengatakan bahwa Buyut Biting ini satu generasi dengan Sunan Giri VI dan Buyut Senggulu di Desa Terate atau pada saat pemerintahan Panembahan Mas Witono. Beliau mengabdi pada Sunan Giri VI, bahkan ketika Sunan Giri sedang tidur, Beliau selalu menjaga agar jangan sampai ada nyamuk yang mengganggu tidurnya. Beliau menjaga Panembahan Mas Witono dalam tidurnya dengan cara membawa biting untuk menghalau nyamuk yang mengganggu. Karena hal itulah, Beliau disebut sebagai Buyut Biting.

    Memang banyak versi yang beredar di masyarakat sekitar karangpoh tentang Buyut Biting. Meski demikian mereka tetap mengangap bahwa makam aulia yang berada di sekitar kampung harus dijaga dan dirawat demi menjaga kearifan budaya lokal.

    Lokasi makam yang terletak di Jl. Abdul Karim Gang 9, RT 07, RW 01, Desa Karangpoh, kecamatan Gresik itu juga termasuk makam aulia? Lantas, siapakah Buyut Biting itu? Memang data tertulis mengenai makam Mbah Buyut Biting belum diketemukan sehingga kita masih terus mencari data2 pendukung. (M.Ha)

    Wlahu’alam bhisawab…