Tag: surat

  • PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan sebagai upaya untuk mengantisipasi eskalasi politik yang makin meningkat jelang tahun politik 2024. Surat instruksi tersebut, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas dan Sekretaris Jenderal Abdul Rochman, tertanggal 8 September 2023, menekankan pentingnya memegang teguh Khittah dan pedoman berpolitik warga NU.

    @beritasorban

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024 Baca selengkapnya https://wp.sorbansantri.com/pp-gp-ansor-keluarkan-instruksi-jelang-tahun-politik-2024/ #gpansor #politiktiktok

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

    Dalam surat instruksi tersebut, PP GP Ansor mengingatkan seluruh kader dan pengurus untuk mematuhi sembilan pedoman berpolitik warga NU. Pedoman tersebut bertujuan agar kader Ansor menjadi teladan dalam menjalankan politik, dengan norma dan etika selalu dikedepankan.

    Berikut adalah empat poin instruksi yang dikeluarkan PP GP Ansor untuk seluruh kadernya:

    1. Dilarang Penggunaan Aset GP Ansor untuk Keperluan Politik:
      • Kader Ansor dilarang menggunakan lambang, lagu, seragam, dan atribut lainnya, serta aset dan kantor GP Ansor untuk kepentingan politik praktis atau kampanye calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun.
    2. Dilarang Mengatasnamakan GP Ansor dalam Pernyataan Dukungan Politik:
      • Kader Ansor dilarang membuat pernyataan dan/atau surat dukungan kepada calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun dengan mengatasnamakan GP Ansor.
    3. Memegang Teguh Khittah NU dan Pedoman Berpolitik:
      • Kader Ansor diinstruksikan untuk tetap memegang teguh Khittah NU 1926 dan 9 Pedoman Berpolitik Bagi Warga NU sesuai Keputusan Muktamar NU Ke-28 tahun 1989 di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.
    4. Menjaga Kondusivitas, Ketertiban, dan Keamanan di Wilayah Masing-Masing:
      • Kader Ansor diminta untuk menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawabnya.

    Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya situasi politik menjelang tahun politik 2024. PP GP Ansor berharap dengan mengikuti instruksi ini, kader Ansor dapat berperan sebagai agen perubahan yang menjunjung tinggi norma dan etika dalam berpolitik, serta menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. (AI Sorban)

  • Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Islam adalah agama terlengkap dan semua teratur, termasuk dalam bertamu. Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya adab bertamu dalam kehidupan sehari-hari. Adab tersebut telah tertulis jelas dalam hadits-hadits, lalu diajarkan pada tiap generasi muslimin.

    Berikut adab bertamu berdasar hadits Rasulullah SAW, itu artinya begitulah Rasulullah mengajarkannya kepada kita:

    1. Tidak Berdiri Tepat di Depan Pintu

    Seorang tamu hendaknya berdiri di sisi kanan pintu, bukan tepat di depannya. Mengapa demikian? Karena jika pintu telah dibuka oleh tuan rumah, maka tamu tidak dapat melihat seluruh isi rumah. Selain itu, tamu tidak akan dapat melihat hal-hal yang tidak dibenarkan untuk dilihat.

    Adab ini tertulis dalam hadits berikut:

    كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

    Artinya: Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”

  • KHUTBAH JUM’AT: Berpegang Teguh pada Ajaran ASWAJA

    KHUTBAH JUM’AT: Berpegang Teguh pada Ajaran ASWAJA

    SORBANSANTRI.COM

    Khutbah 1

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ. أما بعد فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى
    Jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan Allah

    Alhamdulillah dengan memuji syukur kehadirat Allah SWT kita bisa merasakan nikmatnya iman dan Islam. Nikmat yang melebihi apapun dan tidak dapat ditukar dengan apapun. Dengan nikmat Iman dan Islam, kita bisa merasakan kebahagiaan dalam semua hal. Marilah kita gunakan nikmat yang telah Allah limpahkan itu dengan menjaga keimanan dan ketakwaan.

    Jamaah shalat Jum’at yang diberkahi Allah
    Pada kesempatan ini, khatib akan menyampaikan tentang khutbah yang berjudul “Berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah”.

    Ada tiga kata yang membentuk istilah Ahlussunnah wal Jamaah yaitu:

    1. Ahl, berarti keluarga, golongan, atau pengikut. 2. Al-Sunnah, secara bahasa bermakna al-thariqah (jalan).
    2. Al-Jama’ah, berasal dari kata jama’ah artinya mengumpulkan sesuatu, dengan mendekatkan sebagian ke sebagian lain. Jama’ah berasal dari kata ijtima’ (perkumpulan), lawan kata dari tafarruq(perceraian), dan furqah(perpecahan). Jama’ah adalah sekelompok orang banyak dan dikatakan sekelompok manusia yang berkumpul berdasarkan satu tujuan. Menurut istilah “sunnah” adalah suatu cara untuk nama yang diridhai dalam agama, yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW atau selainnya dari kalangan orang yang mengerti tentang Islam seperti para sahabat Rasulullah. Secara istilah, aswaja atau Ahlusunnah wal jama’ah golongan yang mengikuti ajaran rasulullah dan para sahabat-sahabatnya.

    Dalam kajian akidah/ilmu kalam, istilah Ahlussunnah wal Jama’ah dinisbatkan pada paham yang diusung oleh Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, yang menentang paham Khawarij dan Jabariyah (yang cenderung tekstual atau ekstrim) dan paham Qadariyah dan Mu’tazilah (yang cenderung liberal).

    Dalam kajian fikih, istilah Ahlussunnah wal Jama’ah dinisbatkan pada paham Sunni yaitu merujuk pada fikih 4 (empat) madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) yang berbeda dengan paham fikih Syi’ah.

    Kemudian, pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah dalam bidang tashawwuf, NU mengikuti Imam al-Junaidi al-Bagdadi dan Imam al-Ghazali at-Thusi.

    Tentang Wajibnya kita sebagai umat Islam untuk ikut dalam kelompok mayoritas umat Islam sebagaimana Sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam:

    ﺇِﻥَّ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻟَﺎ ﺗَﺠْﺘَﻤِﻊُ ﻋَﻠَﻰ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٍ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻓًﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟﺴَّﻮَﺍﺩِ ﺍﻟْﺄَﻋْﻈَﻢِ

    “Sesungguhnya Umatku tidak akan bersepakat atas kesesatan. Sekiranya kamu lihat perselisihan, maka hendaklah kamu ambil ‘As-Sawad Al-‘Adzom’ yakni kelompok mayoritas” {Ibnu Majah : 3940}

    Tiga Ciri Utama Kelompok mayoritas umat Islam atau Aswaja

    1. Sebagai kelompok mayoritas pada setiap masa atau setiap zaman
    2. Mereka berpegang teguh kepada ajaran Rasul dan para sahabatnya dan ulama setelahnya
    3. Mereka tidak suka mengkafirkan sesama muslim.

    Pendapat paling jelas dalam mengidentifikasi Jamaah dan As-Sawad al-A’dzam adalah kitab Al-Yawaqit wal Jawahir karya Abdul Wahhab al-Sya’rani;

    وَاعْلَمْ يَا أَخِيْ أَنَّ الْمُرَادَ بِأَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ فِيْ عُرْفِ النَّاسِ الْيَوْمَ الشَّيْخُ أَبُوْ الْحَسَنِ اْلاَشْعَرِيّ وَمَنْ سَبَقَهُ بِالزَّمَانِ كَالشَّيْخِ أَبُوْ مَنْصُوْرِ الْمَاتُوْرِيْدِيّ

    Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa yang dimaksud dengan Ahlussunnah wal Jamaah dalam pemahaman orang-orang sekarang ini adalah, Syaikh Abul Hasan Ali al-Asy’ari dan imam sebelumnya seperti Syaikh Abu Manshur al-Maturidi.

    Menurut Syekh Hasyim Asy’ari dalam Zidayat Ta’liyat, Ahlussunnah wal Jamaah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadits dan ahli fiqih. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi SAW dan sunnah Khulafaur Rasyidin setelahnya. Mereka adalah kelompok yang selamat (al-Firqah an-Najiyah). Saat ini, kelompok tersebut terhimpun dalam mazhab yang empat, yaitu mazhab Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hambali.

    Jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah

    Ditengah maraknya berbagai aliran-aliran Islam, marilah kita semua berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Istiqamah mengamalkan ajaran Aswaja sebagai kelompok mayoritas umat Islam yang telah diamalkan oleh ulama-ulama kita, guru-guru kita sejak dulu. Jangan sekali-kali menyempal atau mengikuti kelompok minoritas yang cenderung tekstual atau ekstrim dan sebaliknya yakni liberal. Ikut dalam kelompok mayoritas adalah sebagai jalan kita dalam mengamalkan firman Allah dalam surat An-Nisa’: 59

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

    Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

    أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
    Khutbah 2

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذيْ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

    Oleh Suryono Zakka, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Fuadah, Sumsel

  • OPM (Organisasi Papua Merdeka) KEMBALI KEPANGKUAN NKRI

    OPM (Organisasi Papua Merdeka) KEMBALI KEPANGKUAN NKRI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- SURAT TERBUKA Organisasi Papua Merdeka (OPM), Buat Presiden RI. JOKO WIDODO.
    “Kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya memberontak ingin berpisah dari NKRI, kini kami memutuskan kembali kepangkuan NKRI…..”
    “Setelah bertahun-tahun lamanya kekayaan alam kami dirampas, dikuras, dan diperas oleh Perusahaan-perusahaan tambang. Dampak tambang tersebut ekosistem alam kami jadi rusak sedemikian hebat. Otomatis kami protes dan memberontak, karena kami mencintai tanah warisan leluhur kami dimana jiwa kami telah menyatu dengan alam.

    Rusaknya alam kami, berarti rusak jiwa raga kami.
    Kami memberontak namun tidak berdaya melawan “senjata penguasa.”
    Kami hanya bisa melihat dari jauh, kami hanya bisa menangis menyaksikan Surga Kecil yang dianugrahkan Tuhan untuk kami jaga dan rawat, dirusak dan diperkosa oleh penguasa yang tamak.
    Tanah yang telah turun-temurun kami diami, dikotori dan diporak-porandakan oleh tangan besi.
    Penguasa menghunuskan senjatanya, membunuh saudara-saudara kami yang memberontak karena mempertahankan tanah warisan nenek moyang kami.

    Entah kepada siapa lagi kami mengadu, tak ada yang peduli.
    Melalui surat terbuka ini kami nyatakan, bahwa telah lama kami berDoa supaya lahir seorang Pemimpin yang mempedulikan kami, peduli terhadap tanah kami, nasib kami, penderitaan kami, dan masa depan kami. Kami percaya Tuhan tidak tidur…..
    Ketika kekayaan alam kami diambil, tanah kami dirusak, apa yang kami dapat? Nothing…
    Kami seperti “sapi perah” bagi penguasa. Susu kami diperas dan kami ditinggalkan.

    Tidak ada kompensasi nyata dari Penguasa membangun tanah kami yang katanya juga “Indonesia”.
    Semua janji-janji pembangunan, janji-janji kesejahtraan, hanyalah janji-janji kosong. Buktinya nihil.
    Kami sadar kalau kami sudah diperdaya oleh Penguasa yang kami harapkan, yang kami jadikan tempat mengadu dan bernaung. Sehingga kami yang dianak tirikan inipun putus asa, lalu kami berinisiatif melakukan perlawanan terhadap Penguasa dengan apapun yang kami punya, dan apapun yang kami tahu. Walaupun dengan senjata seadanya, tapi kami punya kekompakan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

    Tekad kami hanya satu, “Papua harus pisah dari NKRI”! Kami menyebut diri kami Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebagai kelompok pemberontak. Dan kamilah yang menulis surat terbuka ini supaya bisa sampai kepada Bapak Jokowi. Tanah kami yang subur, yang berlimpah kekayaan alamnya, harus kami perjuangkan meskipun dengan menyabung nyawa.

    Katanya “Indonesia” tapi kami tidak diperhatikan. Katanya “Indonesia” tapi kami dianak tirikan. Katanya “Indonesia” tapi tanah kami dijarah dan kami diabaikan.
    Yang kami tahu Indonesia itu ada dipulau Jawa, bukan tanah Papua atau “Sabang sampai Meraoke seperti nyanyian Lagu Kebangsaan itu”. Bukan…! Buktinya dipulau Jawa saja yang lengkap fasilitasnya, lengkap pembangunannya, dan lengkap segala-galanya.

    Harga BBM mencapai Rp120 ribu, kami tidak pernah Demo. Harga kebutuhan pokok tingginya selangit, kami tidak pernah Demo. Kami tidak diajarkan untuk mengeluh dan menggerutu, kami ditempa menjadi pribadi yang tangguh untuk mampu manghadapi kerasnya kehidupan. Hingga kami terbiasa hidup dihutan, bangunan rumah hanya gubuk tanpa penerangan. Kami terbiasa hidup seadanya, kami terbisa hidup menderita, ya,, kami sudah terbiasa….
    Kami tidak kenal bangunan rumah yang terbuat dari tembok semen, karena harga semen mencapai Rp 2 juta per shak. Tapi bukan berarti kami ingin terus menerus hidup seperti ini, kami juga ingin maju seperti yang lainnya.

    Kami juga ingin anak-anak kami kelak bisa merasakan kehidupan yang lebih layak dan lebih baik dari kehidupan kami yang sekarang. Itu Doa kami….. Ternyata Tuhan jawab Doa kami.
    “Doa kami supaya lahir seorang pemimpin yang peduli dan mengerti dengan penderitaan rakyatnya yang nyaris putus asa itu, terjawab didiri Bapak Jokowi…” Kehadiran Bapak Jokowi merupakan jawaban Tuhan atas Doa kami.
    Pemimpin yang jujur dan adil ialah Bapak Jokowi.

    Berkat kehadiran Bapak Jokowi, tanah kami dihargai, alam kami diperhatikan, kesejahteraan kami diperjuangkan, segala keluh-kesah kami, pergumulan kami, harapan kami, dan Doa-doa kami, semuanya terjawab.
    Bukti nyata pembangunan dan infrastructure, juga program-program lainnya yang memajukan Papua, menumbuhkan harapan masa depan dan kesejahteraan bagi kami dan anak-cucu kami.
    Kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya memberontak ingin berpisah dari NKRI, kini kami memutuskan kembali kepangkuan NKRI…..

    Bapak Jokowi adalah anugrah terbesar bagi kami masyarakat Papua.
    Bapak sudah membangun tanah kami, dan kami akan membesarkan anak-anak kami dengan sehat. Kami akan memberitahukan kepada mereka (anak-anak kami) bahwa Papua juga bagian dari NKRI.
    Dan yang lebih penting adalah, kami dengan bangga hati akan menceritakan kepada anak-cucu kami bahwa dulu ada seorang Presiden yang jujur, adil, dan berjasa besar bagi pembangunan ditanah Papua. Namanya Joko Widodo.
    Sejarah ini akan menjadi legenda abadi dan tak terlupakan dibumi Cendrawasih……

    Kami berjanji: Sepenuh hati, jiwa dan raga, mendukung Kepememimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, untuk Indonesia lebih maju dan disegani oleh dunia internasional….
    Terima kasih Bapak jokowi, kami anak-anak Papua menyatakan: Kau adalah “Bapak Papua”
    GOD BLESS YOU Godfather Joko Widodo. (post syafif hidayatulloh)
    Salam Hormat…..