Tag: tahlil

  • Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    SORBANSANTRI.COM

    FASYA-Sabtu, 16/04/2022. Di pertengahan bulan Ramadhan 1443 H ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan acara Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun yang mengangkat tema “Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian Kitab Qurrotul ‘Uyun”. Acara ini merupakan kegiatan kesekian kalinya yang termasuk salah satu program kerja keilmuan dari kepengurusan HMPS HKI tahun 2022 ini. Acara Ngaji Kitab ini bisa dikatakan perdana, dikarenakan dari tahun-tahun sebelumnya memang belum pernah mengadakan kegiatan Ngaji Kitab seperti ini. Maka dari itu, antusias dari jamaah yaitu yang terdiri dari para mahasiswa HKI ini sangat luar biasa, dalam mengikuti Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini.

    Sebenarnya, kitab Qurrotul ‘Uyun ini biasanya sering di konsumsi oleh kalangan pondok pesantren, yang mana pembahasannya mengenai ruang lingkup keluarga yang sesuai tuntunan agama Islam, mulai dari rukun dan syarat nikah sampai dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam hubungan pernikahan. Hal ini tentu menjadi penting sekali untuk dikuasai oleh para mahasiswa fakultas Syariah terutama mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang notabene nya menggeluti dibidang Hukum Keluarga. Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini diisi oleh Direktur Pusat Konstitusi & Hukum Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Gus A.M. Mustain Nasoha S.H., M.H. 

    Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi HKI dan ketua umum HMPS HKI 2022 yang di wakili oleh ketua panitia pelaksana yaitu Dilva Nahida. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh tim hadroh Jamuna Al Mubarok dari Fakultas Syariah. Selanjutnya pembacaan tahlil yang dipimpin oleh saudara Ahmad Makruf. Tepat pada pukul 09.00 WIB, penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun oleh Gus A.M. Mustain Nasoha mulai berlangsung.

    SORBANSANTRI.COM

    Di dalam Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.: “Barang siapa mempunyai istri dua dan dia berlaku tidak adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan pecah tubuhnya dan jatuh. Riwayat lain mengatakan: pecah dan bungkuk/miring tubuhnya”. Ujar Gus A.M. Mustain Nasoha dalam penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun. Kemudian ketika ada pertanyaan, “Lebih penting ibadah atau nikah terlebih dahulu? Nah, di dalam kitab Qurrotul ‘Uyun ini dijelaskan bahwasanya keduanya harus seimbang, tetap melaksanakan ibadah dan juga melaksanakan pernikahan”. Gus A.M Mustain Nasoha juga menyampaikan kiat-kiat dalam menjalin hubungan suami istri, mulai dari status hukumnya sampai dengan tata cara melaksanakannya. Semuanya di kupas tuntas oleh beliau.

    Di pengujung acara, Gus A.M Mustain Nasoha menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir, agar selalu menundukan pandangan terhadap lawan jenis dan selalu berusaha untuk senantiasa menutup aurat. Kemudian, acara diakhiri dengan pembacaan do’a oleh saudara Ahmad Makruf. Harapan dari panitia kepada acara ini adalah semoga dengan dilaksanakannya Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini dapat membawakan ilmu yang bermanfaat dan barokah bagi seluruh jamaah maupun panitia, untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupan berkeluarga kelak.

    (Ahmad Makruf/Divisi Keilmuan/Ed:afz)

  • KELUARGA MAYIT MEMBERIKAN HIDANGAN

    KELUARGA MAYIT MEMBERIKAN HIDANGAN

    SORBANSANTRI.COM

    asnuter, wp.sorbansantri.com – Diantara perkara yang sudah menjadi tradisi atau kebiasan dikalangan masyarakat kita adalah memberikan  hidangan ketika ada keluarga yang meninggal dunia.

    Apakah hal semacam ini bias dibenarkan menurut tinjauan syariat agama ?

    عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا كَانَتْ إِذَا مَاتَ الْمَيِّتُ مِنْ أَهْلِهَا فَاجْتَمَعَ لِذَلِكَ النِّسَاءُ ثمَّ تَفَرَّقْنَ إِلاَّ أَهْلَهَا وَخَاصَّتَهَا أَمَرَتْ بِبُرْمَةٍ مِنْ تَلْبِيْنَةٍ فَطُبِخَتْ ثُمَّ صُنِعَ ثَرِيْد فَصُبَّتِ التَّلْبِيْنَةُ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَتْ كُلْنَ مِنْهَا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ التَّلْبِيْنَةُ مَجَمَّة لِفُؤَادِ الْمَرِيْضِ تَذْهَبُ بِبَعْضِ الْحُزْنِ    (رواه البخاري رقم 5417 ورقم 5689 ومسلم رقم 2216)

    “Diriwayatkan bahwa ketika keluarga Aisyah ada yang wafat maka wanita-wanita berkumpul, kemudian mereka pulang kecuali keluarga dan orang-orang tertentu saja. Aisyah memerintahkan untuk memasak semacam makanan adonan yang disebut Talbinah. Aisyah berkata: Makanlah! Karena saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Talbinah dapat memperteguh hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian kesusahannya” (HR al-Bukhari No 5417, No 5689 dan Muslim No 2216)

    فَهَذَا يَدُلُّ عَلَى إِبَاحَةِ صُنْعِ أَهْلِ الْمَيِّتِ الطَّعَامَ وَالدَّعْوَةِ إِلَيْهِ بَلْ ذُكِرَ فِي الْبَزَّازِيَّةِ أَيْضًا مِنْ كِتَابِ اْلاِسْتِحْسَانِ وَإِنِ اتَّخَذَ طَعَامًا لِلْفُقَرَاءِ كَانَ حَسَنًا ا هـ

     (حاشية الطحطاوي على مراقي الفلاح شرح نور الإيضاح 1 / 410)

    “Hadis ini (riwayat ‘Ashim bin Kulaib) menunjukkan diperbolehkannya bagi keluarga yang meninggal untuk membuat makanan dan mengundang orang lain. Bahkan disebutkan dalam kitab al-Bazzaziyah juga secara metode Istihsan, yaitu bila membuatkan makanan untuk orang-orang fakir maka hukumnya bagus” (Hasyiyah al-Thahthawi I/410)

    وَعَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: حِيْنَ طُعِنَ عُمَرُ أَمَرَ صُهَيْبًا أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثَلَاثًا, وَأَمَرَ بِأَنْ يَجْعَلَ لِلنَاسِ طَعَامًا,

    (ذكر الحافظ ابن حجر في كتابه “المطالب العالية في زوائد المسانيد الثمانية” (1/199), وقال إسناده حسن )

    “ Dari al-Ahnaf bin Qais dia berkata: ketika sayyidina Umar RA menjelang wafat (karena ditikam dengan pisau oleh Abu lu’lu’ah al-Majusi) beliau menugas Suhaib untuk melaksanakan shalat dengan orang banyak tiga kali dan memerintahkan agar menyuguhkan makanan untuk mereka. (dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab al-Mathalib al-’Aliyah, Juz I, hal. 199, dengan sanad yang hasan).

    Kesimpulan :

    Melihat beberapa dalil diatas,bahwa tradisi memberikan hidangan kepada orang yang bertakziyah,hukumnya diperbolehkan,sebagaimana yang sudah berlaku dimasyarakat kita, bahkan hal tersebut sudah dilaksanakan sejak zaman generasi sahabat dan dicontohkan sendiri oleh Ummil Mukminin Siti Aisyah RA, dan juga anjuran salah satu Khulafatur Rasyidin yakni Umar Bin Khattab . (gus khotib – asnuter)

  • GIAT RUTINAN GP ANSOR RANTING SEDATI NGORO MOJOKERTO

    GIAT RUTINAN GP ANSOR RANTING SEDATI NGORO MOJOKERTO

    wp.sorbansantri.com – Untuk memupuk jalinan silaturrahmi antar anggota maka Gp ansor ranting sedati mengadakan agenda rutinan di tiap bulannya dengan di isi pembacaan tahlil, rotibul haddad, sholawat maqom dan menyanyikan lagu mars ansor, mars banser jg yahlal wathon, juga ada rapat anggota.

     

    Menurut sahabat Bagus selaku ketua Gp Ansor ranting sedati mengatakan, agenda ini kita laksanakan rutin setiap bulan, guna untuk memupuk jalinan tali silaturrahmi juga untuk pengkaderan para generasi muda agar tidak terjerumus ke hal hal negatif maka kita rangkul dikit demi sedikit untuk mengikuti kegiatan Gp ansor, awalnya sih agak berat tapi lama kelamaan alhamdulillah banyak pemuda yang ikut gabung menjadi anggota, kemarin sempat juga mengirimkan delegasi anggota untuk mengikuti DIKLATSAR BANSER yang di adakan PAC GP ANSOR NGORO, alhamdulillah ranting sedati bisa mengikut sertakan sebanyak 14 peserta dan yang lebih membahagiakan lagi dari 14 peserta tersebut ada 3 peserta yang menjadi peserta terbaik, peserta terbaik 123 semua di raih oleh ranting sedati (ghufron,bahrul, hasan bisri) dr total 125 peserta se kec ngoro bahkan ada yg dari kabupaten lain yang ikut serta DIKLATSAR BANSER kmrn,.

    kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para sang juara terbaik 123 yang telah mengharumkan nama baik ranting sedati di tingkat kecamatan ngoro bahkan sampai tingkat pimpinan cabang mojokerto, lanjut kata Bagus kami mengapresiasi yang setinggi tingginya kepada ke tiga peserta terbaik tersebut agar bisa menjadi motifasi kepada anggota anggota yang lain, tetapi jangan di lihat juara atau tidaknya akan tetapi yang kita harapkan loyalitas anggota kepada organisasi yang sangat penting dengan mengikuti di setiap setiap kegiatan agar kita semua mendapat barokae mbah hasyim asr’ary dengan semboyan santri pokok gelem gandol sarunge kyai insya allah hidup menjadi tentram.

     

    Kegiatan kali ini bertempat di musholla AL MUHSININ RT01 RW02 DESA SEDATI, kebetulan yang punyak musholla itu pak ketua RT setempat jd pak RT menyambut dengan tangan terbuka atas ditempatinya untuk kegiatan GP ANSOR ranting sedati, bahkan pak RT berpesan agar kegiatan ini bisa istiqomah dari musholla 1 ke musholla yang lainnya dan mudah mudahan bisa berjalan lancar ila yaumil qiyamah.. aamiin.
    (Hasan-sorbansantri)

  • Kader NU se-Kab. Mojokerto Gelar Tiryaqul Mujarrob Secara Akbar 

    Kader NU se-Kab. Mojokerto Gelar Tiryaqul Mujarrob Secara Akbar 

    wp.sorbansantri.com- Minggu, 03 Januari 2021, Semua kader NU se Kab. Mojokerto mulai dari Kiai, Ulama’, ansor,banser, fatayat, muslimat, IPNU IPPNU, dan lembaga-lembaga dibawah naungan NU melakukan pembacaan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob. Acara Besar ini dimulai dari pukul 19.00 wib – selesai di Pondok Pesantren Jolotundo (mbah kyai Mansyur) trawas.

    Persiapan sudah dilakukan 2 Minggu sebelum pelaksanaan kegiatan oleh pengurus LSS ( Laskar Semut Sulaiman) untuk acara pembacaan Tiryaqul Mujarob skala Kabupaten. Dalam acara tersebut diawali dari pembacaan Sholawat Nabi, Yasin, Tahlil dilanjut dengan acara inti pembacaan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob, Mahalul Qiyam, Tausiyah dan Doa.

    Pembacaan Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorob yang diadakan secara masal se-kab. Mojokerto ini bertujuan sebagai ajang silaturrakhim antar kader NU serta penguatan ideologi yang dirasa sangat penting untuk semua kader yang ada di bawah naungan NU. Apalagi waktu dimulainya rutinitas pembacaan Tiryaqul Mujarrob ini bersamaan dengan masa menjelang PILKADA serentak 2020 kemarin, tentunya masih banyak kader-kader NU yang menganggap bahwa rutinitas tiryaq ini adalah Timses salah satu calon dalam pilkada kemarin.

    Dan harapan besar bagi kiai Mansyur sendiri adalah sebagai gerakan untuk menasionalkan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob ini yang dikarang oleh syeikh Mahmud Mukhtar dari cirebon (penulis tarjamah jurumiyah). Agar diamalkan secara jama’ah oleh semua kader di berbagai daerah yang ada di Jama’ah Annnahdliyah. (abi sorban)

  • IJAZAH DARI SYEKH ‘AUN BIN MUIN AL QODDUMIY

    IJAZAH DARI SYEKH ‘AUN BIN MUIN AL QODDUMIY

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Istighfar mendatangkan berbagai macam karunia dari ALLAH SWT. Para Habaib dan sholihin terdahulu terbiasa melazimkan istighfar tdk kurang dari 12.000 X dlm 1 hari, dari mereka ada yg memiliki tingkatan lebih sehingga mampu membaca istighfar sebanyak 70.000 X / hari, maka akan mendapatkan rahasia istighfar, bersih jiwanya, tidak ada lagi hijab / penghalang antara hamba tsb dengan Robb Nya.
    Syech ‘Aun menjabarkan jika mereka berdoa, maka sebelum mereka meminta ini itu, maka ALLAH sdh menjawab LABBAIK, apa yg ada dibenak kalian dan apa yg tidak kalian bayangkan akan diqobulkan oleh ALLAH SWT.
    ALLAH akan menurunkan Rahmat Nya sampai bertubi-tubi. Di Al Qur’an di sebutkan, bukan hanya harta (Maal) akan tetapi harta-harta (Amwaal), yg berarti bukan hanya menginginkan harta, tetapi menginginkan anak, rumah, keluarga yg sakinah, mawaddah, rohmah, dilapangkan dadanya, bersih jiwanya dari segala dosa, akan dihilangkan rasa takut / khawatir dlm diri kita, menjadi org yg tegar, hilang kegelisahan nya, dan akan diberikan rezeki dari arah yg tdk di sangka”.
    Kemudian lebih lanjut Syech ‘Aun menjelaskan jika turun bala’ (musibah) maka mereka akan terhindar sesuai dgn firman ALLAH : “Allah tidak akan menurunkan bala’ kepada orang2 yg ber istighfar”. (QS. HUD)
    Lalu Beliau Syech ‘Aun mengajarkan agar kita hiasi diri kita setiap saat dgn bersholawat kpd Rasulullah SAW, maka ALLAH SWT akan mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya, kehidupan menjadi bahagia, tenang, bertambah nur dalam hati.
    Kemudian meningkat kepada TAJALLI, yaitu dgn memperbanyak membaca Tahlil, maka akan merontokkan lintasan2 jelek yg sering terbersit dihati kita. Tahlil sebagaimana untuk charge nya hati, dan nanti di Mahsyar akan keluar cahaya dari orang2 yg melazimkan bacaan tahlil ini.
    Di akhir ceramahnya Beliau bertanya kepada jamaah yg hadir, “apakah kalian siap, untuk dikerjakan setiap hari?”. Lalu Beliau Syech ‘Aun memberi ijazah, agar melazimkan setiap hari yaitu:

    1. Istighfar 100X (Astaghfirullah)

    2. Sholawat 100X (Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad)

    3. Tahlil 100X (Laa ilaha illalloh)

    Ini untuk awalnya, jika nanti sdh terbiasa maka bisa ditambah sendiri menjadi 200, 300 dst semampunya tak terbatas. Insyaallah akan merubah keadaan antum semua menjadi lebih baik, akan antum lihat keajaiban hati yg akan terjadi, pintu2 menuju Allah yg tertutup akan terbuka lebar.
    Kemudian Syech ‘Aun bin Muin Al Qoddumiy mengucapkan : “lakumul ijazah”
    Silahkan jawab qobiltu / qobilna ijazah
    Wallahu a’lam insyaallah bermanfaat.
    (Dikutip dari ceramah Beliau Syech ‘Aun dan diterjemahkan oleh Habib Alwi bin Ali Al Habsyi di masjid Jami Assegaf Solo).
    Allahuma sholii ‘alaa sayyidina muhammad wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa salim (abi sorban)
  • Dusta Klaim “Ijma’ Ulama Ahlussunah Tahlilan Haram” (Bagian I)

    Dusta Klaim “Ijma’ Ulama Ahlussunah Tahlilan Haram” (Bagian I)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ada seorang Imam bernama Ibnu Al-Mundzir yang mengarang sebuah kitab bernama Al-Ijma’ (kumpulan konsensus para ulama). Beliau mendata beberapa kesepakatan ulama, mulai dari yang wajib sampai yang haram, sejak masa Sahabat hingga masa ijtihad para ulama. Saya belum menemukan dalam kitab tersebut dakwaan atau tuduhan yang mengharamkan Tahlilan sejak masa awal Islam hingga sekarang.

    Dalam kitab Al-Ijma’ tersebut Ibnu Mundzir menulis 8 tema Ijma’ Ulama dalam Bab Jenazah. Tidak ada satupun seperti yang dituduhkan oleh Ustadz Salafi ini. Sebab hampir semua kitab Fikih mencantumkan Bab kirim pahala dan berkumpul di rumah duka diletakkan di Bab Jenazah. Maka sudah dipastikan bukan masalah Ijma’ tetapi ranah khilafiyah, perbedaan pendapat di kalangan ulama.

    Lalu dapat dari mana Ustadz Salafi ini mengklaim bahwa Tahlilan adalah haram? Maka saya jawab itu adalah klaim bohong, dusta atas nama Ijma’ ulama.

    Mari kita buktikan. Setidaknya ada 2 yang beliau jadikan alasan tentang haramnya Tahlilan, yakni seputar kirim pahala Al-Quran dan acara perkumpulan di rumah duka. Karena sanggahan ini sifatnya panjang maka saya tulis berseri seperti Drakor (derita korban) kabar dusta.

    1. Soal Kirim Pahala Al-Qur’an

    Kirim pahala Al-Quran memang dibaca saat Tahlilan. Saya tidak perlu jauh-jauh mengutip pendapat ulama dari kalangan 4 madzhab. Cukup ulama / Mufti dari sesama mereka sendiri:

    A. Syekh Utsaimin

    Syekh Utsaimin ditanya tentang masalah kirim pahala Al-Qur’an kepada orang yang sudah wafat. Beliau menjawab dengan 2 pendapat ulama. Diantara kutipan dari tulisan beliau adalah:

    اﻟﻘﻮﻝ اﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻹﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﻨﻴﺔ ﺃﻧﻪ ﻟﻔﻼﻥ ﺃﻭ ﻓﻼﻧﺔ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﺳﻮاء ﻛﺎﻥ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﻗﺮﻳﺐ.

    Kedua, bahwa mayit menerima manfaat dengan bacaan Al-Qur’an. Dan boleh bagi seseorang untuk membaca Al-Qur’an dengan niat agar pahalanya diberikan kepada Fulan atau fulanah dari umat Islam, baik kerabat atau bukan kerabat.

    TARJIH Syekh Utsaimin:

    ﻭاﻟﺮاﺟﺢ: اﻟﻘﻮﻝ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻷﻧﻪ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﺟﻨﺲ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﺟﻮاﺯ ﺻﺮﻓﻬﺎ ﻟﻠﻤﻴﺖ

    Pendapat yang kuat adalah pendapat kedua, sebab terdapat dalil sahih dalam jenis ibadah yang dapat diperuntukkan bagi mayit (Majmu’ Fatawa Wa Rasail 2/305-306)

    B. Syekh Albani

    Syekh Albani yang sering dijadikan rujukan para pengikutnya di Indonesia khususnya di bidang hadis dan beberapa fatwa fikihnya, ternyata memiliki pendapat sendiri soal kirim pahala Al-Quran:

    وَخُلَاصَةُ ذَلِكَ أَنَّ لِلْوَلَدِ أَنْ يَتَصَدَّقَ وَيَصُوْمَ وَيَحُجَّ وَيَعْتَمِرَ وَيَقْرَأَ الْقُرْآنَ عَنْ وَالِدَيْهِ لِأَنَّهُ مِنْ سَعْيِهِمَا ، وَلَيْسَ لَهُ ذَلِكَ عَنْ غَيْرِهِمَا إِلَّا مَا خَصَّهُ الدَّلِيْلُ مِمَّا سَبَقَتِ الْإِشَارَةُ إِلَيْهِ . و الله أعلم . (السلسلة الصحيحة – ج 1 / ص 483)

    “Kesimpulannya, bahwa anak boleh bersedekah, berpuasa, berhaji, berumrah dan MEMBACA AL-QURAN untuk kedua orag tuanya. Sebab anak merupakan usaha orang tua (Najm 39). Dan anak tersebut tidak bisa melakukan itu semua untuk selain orang tuanya, kecuali yang dikhususkan oleh dalil, yang telah dijelaskan” (al-Silsilah al-Sahihah, 1/483)

    C. Syekh Ibnu Taimiyah

    Secara khusus membaca Tahlil dan dzikir lainnya yang dihadiahkan pahalanya untuk orang yang sudah wafat difatwakan oleh panutan Salafi yang mereka sebut dengan Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah:

    ﻭﺳﺌﻞ: ﻋﻦ ﻗﺮاءﺓ ﺃﻫﻞ اﻟﻤﻴﺖ ﺗﺼﻞ ﺇﻟﻴﻪ؟ ﻭاﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻭاﻟﺘﺤﻤﻴﺪ ﻭاﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭاﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﺇﺫا ﺃﻫﺪاﻩ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺛﻮاﺑﻬﺎ ﺃﻡ ﻻ؟

    Ibnu Taimiyah ditanya tentang bacaan keluarga mayit apakah sampai kepada mayit? Berupa bacaan Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir, jika dihadiahkan kepada mayit apakah pahalanya sampai?

    ﻓﺄﺟﺎﺏ: ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻗﺮاءﺓ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﻬﻢ ﻭﺗﻜﺒﻴﺮﻫﻢ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺫﻛﺮﻫﻢ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺫا ﺃﻫﺪﻭﻩ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻭﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ.

    Ibnu Taimiyah menjawab: “Bacaan keluarga mereka bisa sampai kepada mayit, baik tasbih, takbir dan dzikir mereka karena Allah. Bila mereka menghadiahkan bacaan itu kepada mayit maka akan sampai. Wallahu A’lam” (Majmu’ Fatawa 24/324)

    Jika Ustadz Salafi ini mengklaim bahwa ulama Ahlussunah telah melakukan Ijma’ / sepakat bahwa kirim pahala Al-Quran dan Tahlil tidak sampai kepada almarhum berarti sudah jelas menurut teorinya bahwa Syekh Utsaimin, Syekh Albani bahkan Syaikhul Islam mereka bukan Ahlussunah, betul begitu?

    KH. Ma’ruf Khozin