Mojokerto. Cyberaswaja.online – Kaderisasi kembali dilakukan GP Ansor, kali ini dilaksanakan di Desa Sumber Agung, Kec.Jatirejo Kab. Mojokerto oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor dengan DTD Banser. (20/12)
Berada dihalaman balai Desa Sumberagung pembukaan DTD Banser dilaksanakan.
Dari beberapa desa dan utusan mendaftar peserta, dengan seleksi dari kepanitiaan yang standby di Kesekretariatan.
“Kaderisasi Banser Melalui DTD (Diklat Terpadu Dasar) ini, merupakan program kerja yang dijadwalkanAnsor”, tegas Sahabat Farid Selaku Ketua PAC GP Ansor Jatirejo.
Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.
Doc.PC GP Ansor Sidoarjo
SIDOARJO — Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sedang berkumpul di Sidoarjo. Tepatnya, dengan titel acara Banser Bersholawat Bersama TNI-Polri untuk Kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di GOR Sidoarjo, Sabtu 14 Desember 2019, malam ini.
“Mencintai Indonesia lahir batin, menyejukkan dengan Sholawat Nabi,” tulis akun resmi Banser Jawa Timur.
Banser sebagai elemen penting dalam Gerakan Pemuda Ansor belakangan cukup banyak mendapat tantangan. Namun, dinamika eksistensi Banser di tengah masyarakat selalu mendapat perhatian.
Bahkan, Habib Ali Al Jufri berpesan khsusu kepada Banser NU: “Kalian Sekarang Sedang Jihad di Jalan Allah”.
Habib Ali Al-Jufri dalam ceramahnya pada acara Ramah Tamah dan Bedah Buku “‘Al-Insaniyyah Qabla Tadayun’ karya Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri, di UIN Walisongo Semarang, menyampaiakan rasa terima kasih kepada Banser NU yang telah menjaga keamamanan.
Habib Ali Al Jufri, ulama asal Uni Emirat Arab ini, menyampaikan:
“Terima kasih yang menjaga keamanan, yang berdiri di sini (Banser NU). Ini bukan cuma basa-basi saja. Apa yang niatnya jujur dari hati, yang kalian niatkan di dalam hati kalian, dan Allah mengetahui apa yang di hati. Di dalam pekerjaan yang kalian lagi lakukan sekarang ini, (yaitu) mengamankan manusia, menjaga bangsa dan negara, mencari ridhonya Allah, maka kalau niat seperti itu kamu sekarang sedang jihad di jalan Allah”.
Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.
ANSOR MOJOKERTO KOTA, Kamis, 20/08/2020, Momen tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1442 H, yang bertepatan pada hari Kamis, 20 Agustus 2020 diperingati oleh PC GP Ansor Kota Mojokerto dengan menggelar acara GOWES KEBANGSAAN.
Selain diikuti oleh pengurus dan anggota Banser dari masing-masing PAC & Satkoryon, juga diikuti oleh beberapa klub gowes yang ada di Mojokerto. Pemberangkatan dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto, Sahabat Ahmad Saifulloh. Terang Mahrul Utomo selalu korlap GOWES KEBANGSAAN.
Dengan rute tujuan makam para Muassis NU di Mojokerto ini menempuh jarak sekitar 10km. Diantaranya ziarah ke Makam KH. Zainul Alim (Ketua PCNU Mojokerto pertama), makam KH. Nawawi (Laskar Hizbulloh), makam KH. Mudzakkir, juga ke makam KH. Ahyat Chalimi.
Finish gowes kebangsaan ini diakhiri dengan ziarah ke makam sahabat Alm. Riyanto (Anggota Banser yang meninggal akibat bom yang meledak saat perayaan Natal tahun 2000. Tambahnya
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, ditengah kondisi pendemi covid-19 yang belum kelihatan akan usai, dan masih terbatasnya aktifitas organisasi secara normal, sahabat-sahabat Ansor Banser masih memiliki keinginan yang kuat untuk mencari cara agar tetap bisa menghidupkan kordinasi organisasi. Selain itu, ini juga menjadi media syiar Ansor Banser kepada Masyarakat. Karena disaat gowes sabahat-sahabat Anaor Banser terus menyanyikan mars Ansor dan Mar Banser juga Ya lal Wathan. Kata Ahmad Saifulloh (Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto). (RED SORBAN)
Jatirejo, Cyberaswaja.online- Banser Jatirejo bertugas Jaga Kelancaran di Pengkaderan yang ada di Desa Gading, sudah tugas Banser untuk mengawal kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh NU, agar berjalan aman dan tertib serta kondusif.
Foto: Banser Jatirejo pos PAM
Tepat di Desa Gading Kecamatan Jatirejo Kab.Mojokerto, terlihat Banser sigap dalam jalanya acara tersebut, dengan pembagian POS PAM masing-masing, merupakan instruksi yang harus dilaksanakan oleh kader militan Ansor tersebut.
Foto: Pos PAM Banser Jatirejo di YPI DARUN Najah
Berada di YPI DARUN NAJAH desa Gading, acara yang dilaksanakan selama tiga hari dua mala ini, PAM Banser mendapatkan giliran tugas Jaga selama pelaksanaan acara berlangsung, Peran kehadiran Banser suksesnya acara tersebut peran pelaksanaan tugas dalam bingkai “Satu Komando”.29/12/2019
Foto: dari Kanan Ketua PAC GP Ansor Jatirejo
“NU yang ada di sini kan dominan kultural, adanya Pengkaderan semacam ini kita terpanggil walaupun selama ini amalaiyah-amaliyah NU sudah dilakukan tiap hari, pemantapan mengikuti pengkaderan untuk organisasi akan semakin kuat sampai ke akar akarnya” tegas, Sahabat Sholikhudin Tokoh sekaligus Mantan Ketua PAC GP Ansor Jatirejo ini. (WG/Infokom)
Mojokerto.Cyberaswajaonline – Gerakan Untuk kemandirian Organisasi NU beserta Banomnya berlahan membawa angin segar, optimis harapan kedepan baik serta dukungan Pemerintahan Desa Pohjejer.
Tepat di Pendopo Balai Desa Pohjejer, kegiatan awal yang di gagas dari kader PKPNU ini berjalan baik, dengan kehadiran BANOM NU IPPNU, FATAYAT, serta MUSLIMAT, untuk bergerak bersama demi kemandirian Organisasi khususnya di wilayah Desa Pohjejer kec.Gondang Kab.Mojokerto. 22/12
Doc.Jamaah KOIN NU
Kehadiran Bapak Kepala Desa bapak Tri Pallira Alviansyah, beserta tokoh masyarakat Desa Pohjejer, dengan duduk beralaskan karpet, diantaranya; H. Ma’shun Arif, H. Ma’hum, Ketua Ranting NU (bapak Tobi’in) Pokja Koin NU (bapak Ahmad Kholis), Ketua FATAYAT, serta Ketua MUSLIMAT Ranting Pohjejer.
Doc.Santunan oleh Ketua Ranting NU“Pemerintahan Desa Pohjejer, memberikan support berkaitan kegiatan ini, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif serta memberikan ketentraman Rohani, selalu bergerak dengan kegiatan yang positif guna memberikan berkah kepada Desa” ungkap Kepala Desa Pohjejer, Bpk. Tri Palira.
Foto: Tiga kari kanan Kepdes Pohjejer
Acara yang sejak pagi pukul 08:00 s/d 12:00 WIB ini di hadiri kurang lebih 100 (seratus) jamaah, degan Santunan Kaum Dhuafa yang kemudian di isi Mauidhoh Khasanah oleh Bapak. H. Ma’shun Arif begitu seksama didengarkan jamaah. “Adanya Gerak KOIN NU ini kita bersama sama, untuk menuju kemandirian Organisasi, setidaknya kegiatan NU dan Banom di ambil dari hasil KOIN NU ini, sesuai judul “dari jam’iyah (organisasi) untuk jamaah” tegas beliau.
Kegiatan awal ini semoga menjadikan titik bergerak dan kemauan besar jamaah untuk diberikan kepada NU, yang kemudian ditutup dengan Do’a oleh H.Ma’shum. (wakgenk/Infokom)
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و من والاه
Dewan Pimpinan Majelis Ulama (MUI) Provinsi Sumatera Barat menyampaikan maklumat kepada Kaum Muslimin dan Muslimat serta seluruh lapisan masyarakat, sebagai berikut :
Toleransi dalam ajaran Islam merupakan bagian dari petunjuk Allah swt dalam hubungan dengan umat lain. (QS. al-Mumtahanah 60 : 8-9).
Konsep toleransi dalam Islam adalah membiarkan umat lain beribadah sesuai dengan keyakinan mereka bukan melibatkan diri dalam kegiatan ibadah mereka atau memakai simbol-simbol yang menjadi bagian dari ibadah mereka atau mengikuti ciri khas mereka sebagai umat berdasarkan firman Allah swt dalam (QS. al-Kafirun 109 : 1-6) dan hadits Rasulullah saw: “Siapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka” (HR.Abu Daud, dari Ibn Umar).
Untuk menghindari timbulnya rasa tertuduh di kalangan umat Islam maka di tengah mayoritas umat Islam, tidak perlu ada himbauan “dilarang sweeping” dari pihak aparat penegak hukum karena memang pada prinsipnya selama masing-masing umat saling menjaga, tidak akan ada kegiatan itu sama sekali. Karena itu, kami menghimbau aparat penegak hukum untuk mengantisipasi berbagai tindakan yang melibatkan apalagi sampai memaksa umat Islam untuk mengikuti kegiatan ibadah agama lain atau memakai simbol-simbol khusus mereka.
Kepada seluruh kaum muslimin agar menjaga aqidah serta kepribadian sebagai umat Islam dan menjauhkan diri dari mengikuti kegiatan ibadah umat lain dan jangan meniru ciri khas mereka.
Mengucapkan selamat natal, mengikuti natal bersama, memakai topi santa dan penggunaan atribut keagamaan lainnya yang menjadi bagian aqidah, ibadah dan ciri khas kaum kafir adalah haram bagi kaum muslimin. Adapun keharaman penggunaan atribut non muslim oleh kaum muslimin, ataupun keharaman ajakan/ perintah menggunakan atribut dimaksud telah ditegaskan dalam Fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016.
Kegiatan-kegiatan agama lain atau ciri khas mereka seperti natal, nyepi waisak, cap gomeh, tahun baru miladiyyah, valentine day dan lainnya bukanlah bagian dari ajaran Islam, dan umat Islam tidak dibenarkan (haram) untuk mengikutinya karena di dalamnya terdapat kekufuran, kesyirikan dan pengagungan syi’ar agama yang tidak bersesuaian dengan ajaran Islam.
Kepada kaum muslimin untuk tidak mengistimewakan malam pergantian tahun baru miladiyah dengan berbagai kegiatan, walaupun dengan ibadah seperti shalawat, dzikir dan lainnya karena memang tidak ada dalil yang bisa dijadikan hujjah syar’iyyah untuk mengkhususkan malam itu dengan ibadah tertentu.
Kepada seluruh kaum muslimin dihimbau untuk tulus (ikhlas) menerima ajaran Islam dan masuk ke dalam Islam secara utuh agar terhindar dari kesesatan dan penyesatan yang akan membuat umat kehilangan kepribadian yang Islami (syakhshiiyyah Islamiyyah).
Demikianlah maklumat ini kami sampaikan semoga menjadi perhatian.
Mojokerto. cyberaswaja.online– Pengkaderan Banser yang terus dilakukan sebagai salah satu bentuk Perjuagan GP Ansor dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab terus dilakukan di bumi mojopahit.
Dihadiri dari beberapa Unsur undangan, Diantaranya terlihat Ketua PC NU Kab.Mojokerto, KH. Adzim, DPRD dari Fraksi PKB ibu IKA, Muspika dan tamu undangan dari Banom Banom NU. (20/12)
Doc.Ketua PC GP Ansor Kab.Mojokerto Gus Ali
Ketua PC GP Ansor memberikan sambutan sekaligus arahan yang jelas berkaitan pentingnya agenda DTD Banser di wilayahnya.
“Kita Hari ini tidak berhenti dalam kaderisasi, totalitas dan loyalitas kepada Organisasi menjaga Marwah Nama Organisasi serta tetap Taat pada Kyai, sikap kita harus jelas, bendera kita harus jelas dalam perjuangan dan kaderisasi ke depan”, ungkap Gus Ali Nasikh selaku ketua PC GP Ansor Kab.Mojokerto
Doc.Ketua PC.GP.Ansor Kab.Mojokerto
Diklat Terpadu Dasar di Desa Sumber Agung Kec.Jatirejo ini diikuti sebanyak 90 peserta yang prosesi pelaksanaanya sampai 3 (tiga) hari 2(dua) malam.
Cyberaswaja.online, Mojokerto – Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, tudingan persekusi yang dialami etnis muslim Uighur di Xinjiang tersebut diduga berlatar belakang ekonomi.
Menurut Yaqut, berdasar data yang diperoleh pihaknya dan kemudian diolah, kasus yang menimpa etnis Uighur di Xinjiang ini tak lain soal penguasaan lahan saja. Isu agama, budaya dan lainnya, lanjut Yaqut, membuat motif aslinya tampak kabur, dan membuat kasus menjadi semakin rumit.
“Dari data yang kita peroleh, di Xinjiang itu ada beberapa blok migas, sumur gas, dan pipa gas. Bahkan dalam catatan kita pernah ditawarkan 30 blok migas di tahun 2017. Semua bloknya onshore (di daratan). Jadi, berita tentang etnis muslim Uighur dengan segala bumbunya seperti ditulis The Wall Street Journal, saya kira perlu ada klarifikasi. Jangan-jangan ini hanya soal ingin menguasai lahan di Xinjiang yang kaya akan sumber daya alam saja,” tandas Gus Yaqut, sapaan akrab Ketum GP Ansor ini, Senin (16/12/2019).
Sebab itu, kata Gus Yaqut, GP Ansor memilih bersikap hati-hati. Namun demikian dia mendesak adanya klarifikasi yang cepat sekaligus tepat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok. Begitu juga Kementerian Luar Negeri RI mengenai hal ini. Lalu sama-sama mendiskusikan apa yang bisa dan sebaiknya Indonesia lakukan untuk menciptakan perdamaian dunia, termasuk di Xinjiang.
Dijelaskan, kasus etnis muslim Uighur tersebut adalah masalah geopolitik. Politisasi terhadap kasus ini, yakni Islam vs Tiongkok, ujarnya, justru membuat komplikasi dari kasus yang sudah rumit tersebut. Ditambah dengan konstelasi politik hari ini yang cenderung berwujud sebagai “neo cold war geopolitics di mana ada benturan politik ekonomi dan ideologi antara Barat (Amerika) dan Timur (Tiongkok).
Di sisi lain, kata Gus Yaqut, GP Ansor memahami bahwa Tiongkok memiliki kepentingan untuk mengundang dan memperkuat hubungan (engagement) dengan para stakeholders dan key opinion leaders dari seluruh negara di dunia. Tujuannya untuk melihat masalah Uighur, termasuk tokoh NU, Muhammadiyah, akademisi, dan lainnya.
“Ansor juga dapat memahami bagaimana Amerika dan aliansinya melalui semua kanalnya bersuara untuk kepentingan dan keuntungan mereka, termasuk Wall Street Journal (WSJ) yang membeberkan laporan terkait hal ini, tapi di saat bersamaan mempromosikan layanan subscribe untuk jadi pembacanya,” tutup ketum PP GP Ansor ini.
sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/243342/kasus-uighur-pp-gp-ansor-minta-klarifikasi-atas-lahan-minyak-dan-gas-di-xinjiang
#PP GP ANSOR #UIGHUR #XINJIANG
Khidmatnya acara tersebut juga menghadirkan Ibu Nyai Sholihatin, dari kecamatan Jatirejo untuk mengisi Siraman Rohani kepada kader kader Banom NU ini. Kegiatan terebut jugaDihadiri ibu ketua tim penggerak PKK Kecamatan serta bpk Zainal mewakili Kepala desa kalikatir.(15/12)