Tag: tamu

  • Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Islam adalah agama terlengkap dan semua teratur, termasuk dalam bertamu. Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya adab bertamu dalam kehidupan sehari-hari. Adab tersebut telah tertulis jelas dalam hadits-hadits, lalu diajarkan pada tiap generasi muslimin.

    Berikut adab bertamu berdasar hadits Rasulullah SAW, itu artinya begitulah Rasulullah mengajarkannya kepada kita:

    1. Tidak Berdiri Tepat di Depan Pintu

    Seorang tamu hendaknya berdiri di sisi kanan pintu, bukan tepat di depannya. Mengapa demikian? Karena jika pintu telah dibuka oleh tuan rumah, maka tamu tidak dapat melihat seluruh isi rumah. Selain itu, tamu tidak akan dapat melihat hal-hal yang tidak dibenarkan untuk dilihat.

    Adab ini tertulis dalam hadits berikut:

    كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

    Artinya: Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”

  • MAKAN DARI SISA TAMU

    MAKAN DARI SISA TAMU

    SORBANSANTRI.COM
    Ket Foto : Kesedihan tersirat pada wajah beliau, pasca wafatnya Hubabah Sakinah.
    SORBAN SANTRI- Jangan heran, jika ada orang bertamu ke rumah Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Hampir pasti akan disuguhi yg enak-enak, karna Abuya (panggilan khusus dari santri beliau) sangat menghormati tamunya (ikrom dluyuf).
    Suatu ketika, beberapa ustadz dari Indonesia sedang ada rauhah (semacam pertemuan sederhana) di rumah Abuya Habib Abdullah, dan biasanya diakhiri dengan makan-makan. Setelah selesai makan, ada beberapa ustadz yg membantu bersih-bersih sisa-sisa makanan (karna biasanya para putra Abuya sendiri yg bersih-bersih).
    Dikumpulkanlah nampan-nampan bekas makan, begitu juga sisa-sisa makanan ditaruh dalam satu plastik, ketika hendak dibuang ke tempat sampah, tiba-tiba ada putra Abuya yg berseloroh :
    “La tarmihi, al-walid ba yaz’al” (Jangan dibuang! Abi nanti bakal marah).
    “Leh?” (Loh, kenapa?) Tanya salah satu ustadz.
    “Nanti akan kami kumpulkan sisa-sisa makanan itu, kami taruh di kulkas, dan besok dipanaskan kembali untuk kami makan.” Jawab putra Abuya santai.
    Seketika ustadz tersebut termenung, sontak malu dan mau menangis. Bagaiamana tidak? Bekas sisa-sisa makan, yg biasa dibuang, tapi disimpan dan dimakan kembali oleh keluarga Abuya?
    Allaaaah, bagaimana kehidupan kita kawan?😭
    Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Rektor dengan puluhan ribu mahasiswa, yang tak pernah mengambil gaji. Semua harta beliau diinfakkan untuk kampus, rumah sempit masih menyewa dan berpindah-pindah, bahkan terakhir ini-pun rumah hanya dipinjami, tak punya mobil pribadi, karena jika punya kendaraan, beliau selalu jual untuk keperluan kampus.
    Seluruh hidup beliau diwakafkan untuk dakwah di jalan Allah.
    Oleh Kyai Noor Salikin Al-Farouq