Selamat datang di Website-Anda.com. Sebagai platform yang berkomitmen untuk menyajikan konten yang bermanfaat dan berintegritas kepada pengguna kami, kami memiliki Kode Etik yang kami pegang teguh. Kode Etik ini membimbing perilaku dan praktik kami dalam menyediakan layanan kepada pengguna kami. Berikut adalah prinsip-prinsip utama dari Kode Etik kami:
1. Kualitas Konten:
Kami berkomitmen untuk menyajikan konten yang akurat, informatif, dan bermanfaat kepada pengguna kami.
Setiap konten yang kami publikasikan melalui website kami akan melalui proses editorial yang cermat dan teliti.
2. Keberagaman dan Inklusivitas:
Kami menghargai keberagaman pendapat dan perspektif. Kami akan menciptakan lingkungan yang inklusif di mana semua orang merasa didengar dan dihormati.
Kami akan berupaya untuk merefleksikan keragaman masyarakat dalam konten kami dan mempromosikan pengertian yang lebih baik antara berbagai kelompok.
3. Keterbukaan dan Transparansi:
Kami akan beroperasi dengan keterbukaan dan transparansi yang tinggi. Informasi tentang proses editorial, sumber informasi, dan kepentingan apa pun yang mempengaruhi konten kami akan diberikan dengan jelas kepada pengguna kami.
Kami akan merespons dengan cepat atas masukan, saran, dan keluhan dari pengguna kami.
4. Keamanan Data:
Kami akan melindungi informasi pribadi pengguna kami dengan menggunakan praktik keamanan data terbaik.
Kami akan menghormati privasi pengguna kami dan tidak akan menyebarkan informasi pribadi tanpa izin mereka.
5. Ketertanggungjawaban:
Kami akan bertanggung jawab atas setiap konten yang kami publikasikan dan akan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki setiap kesalahan yang kami buat.
Kami akan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku serta menjunjung tinggi etika jurnalisme dalam setiap kegiatan kami.
6. Netralitas dan Keterlepasan:
Kami akan tetap netral dan independen dalam melaporkan berita dan menyajikan opini. Kami tidak akan memihak kepada pihak manapun dan akan berusaha untuk menghindari konflik kepentingan.
7. Komunitas dan Partisipasi:
Kami akan membangun dan memelihara komunitas yang sehat di sekitar website kami, mendorong diskusi yang beradab dan konstruktif.
Kami akan memberikan kesempatan bagi pengguna kami untuk berpartisipasi aktif dalam konten kami melalui fitur komentar, forum, atau platform interaktif lainnya.
Dengan mematuhi Kode Etik ini, kami berharap dapat menjaga kepercayaan pengguna kami dan terus menyediakan layanan yang bernilai bagi komunitas kami. Terima kasih atas dukungan Anda dan kesediaan untuk menjadi bagian dari website-anda.com.
wp.sorbansantri.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, sedang menjalankan serangkaian kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah mendengarkan masukan dan pandangan dari para sesepuh serta tokoh masyarakat terkait sikap PKB pasca Pilpres 2024.
Dalam diskusi daring “Demokrasi Tanpa Oposisi” yang diselenggarakan oleh Polemik Trijaya dan disiarkan di kanal YouTube Trijaya FM pada Sabtu (4/5/2024), Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengungkapkan bahwa Cak Imin sedang aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas.
“Belum ada perdebatan, justru itu yang harus kami cari yang terbaik,” ujar Daniel, merujuk pada posisi PKB yang belum memutuskan sikap terkait kemungkinan merapat ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Daniel, masukan yang diterima dari berbagai elemen masyarakat akan disambut dengan baik dan menjadi pertimbangan serius bagi PKB. Dia menekankan bahwa PKB memahami bahwa baik berada di dalam maupun di luar pemerintahan memiliki konsekuensi yang perlu diperhitungkan secara matang.
Dengan kunjungan ini, PKB berharap dapat memperoleh perspektif yang lebih komprehensif dalam menyusun strategi politiknya ke depan, terutama mengenai keterlibatan partai dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. (AI Sorban)
wp.sorbansantri.com – Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi tantangan besar saat bertemu dengan Uzbekistan di babak semifinal Piala Asia U-23. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi kedua tim untuk memperebutkan tempat di final turnamen bergengsi ini.
Uzbekistan mencapai babak semifinal setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 2-0 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, pada Jumat (26/4) malam WIB. Mereka menunjukkan dominasi yang impresif selama turnamen ini dengan mencatatkan rekor tanpa kebobolan dan menjadi tim paling produktif dengan 12 gol.
Sementara itu, Timnas Indonesia U-23 berhasil memastikan tempat di babak semifinal setelah melalui pertarungan dramatis melawan Korea Selatan dalam adu penalti dengan skor akhir 11-10. Mereka finis sebagai runner-up Grup A setelah mengalahkan Australia 1-0 dan Yordania 4-1, menunjukkan performa yang menjanjikan di turnamen ini.
Timnas Indonesia U-23, yang debut di Piala Asia U-23, berhasil menonjol berkat bimbingan Shin Tae-yong. Mereka akan menjadi satu-satunya wakil ASEAN setelah Vietnam kalah dari Irak di perempat final.
Pemain Indonesia seperti Rizky Ridho, Justin Hubner, Komang Teguh, Jeam Kelly Sroyer, dan Ivar Jenner telah mendapatkan pemutihan kartu kuning sehingga dapat tampil tanpa hukuman kartu di semifinal ini.
Prediksi dari Hard Gumay mengenai pertandingan ini memberikan optimisme bagi Timnas Indonesia, dengan harapan bahwa mereka akan melaju ke final Piala Asia U-23 2024. Antusiasme dan dukungan dari masyarakat Indonesia juga menjadi faktor penting dalam menginspirasi para pemain untuk meraih kemenangan di lapangan.
Pertandingan antara Timnas Indonesia U-23 dan Uzbekistan U-23 di babak semifinal akan menjadi sorotan utama bagi pecinta sepak bola Indonesia. Semoga Timnas Indonesia dapat memberikan performa terbaik dan meraih hasil positif untuk mencapai final yang membanggakan. (AI Sorban)
Mahardika Car Wash, layanan cuci mobil dan motor terkemuka, kini hadir dengan promosi istimewa untuk membantu Anda merawat kendaraan dengan lebih mudah dan hemat. Dengan tarif hanya 15 ribu untuk motor dan 40 ribu untuk mobil, serta waktu pengerjaan yang cepat untuk keduanya, yaitu 20 menit untuk motor dan 1 jam untuk mobil (tergantung kondisi kotor), Mahardika Car Wash memastikan kendaraan Anda bersih dan kinclong dalam waktu singkat.
Menawarkan cuci salju sistem hidrolik yang efektif, Mahardika Car Wash buka setiap hari mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Berdiri sejak tahun 2018, Mahardika Car Wash telah dikenal dengan pelayanan yang baik dan profesional, serta fasilitas tambahan berupa free WiFi untuk kenyamanan Anda selama menunggu.
Tidak hanya itu, Mahardika Car Wash juga memberikan sentuhan akhir dengan poles silicon untuk hasil kilap yang tahan lama dan anti debu. Terletak strategis di pinggir Jalan Raya Pacet Mojokerto, depan Indomaret, lokasi Mahardika Car Wash mudah dijangkau untuk keluar masuk kendaraan Anda. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, hubungi +62 822-4408-6622. Jadi, jangan ragu untuk kunjungi Mahardika Car Wash dan rasakan kepuasan merawat kendaraan Anda dengan yang terbaik. (AI Sorban)
ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)
wp.sorbansantri.com– Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)
Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.
—000—
Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi- sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”. Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.
—ooo—
Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.
Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.
Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.
Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)
wp.sorbansantri.com – Apakah ada yang pernah mengira kalau di belahan bumi kita ada tempat yang memiliki waktu malam dan siang yang unik? Uniknya bagaimana? Uniknya adalah waktu malam bisa mencapai 20 jam dan bahkan 24 jam. Begitu juga dengan waktu siangnya, bisa mencapai 20 jam bahkan 24 jam penuh tanpa ada gelap sama sekali. Dalam artian, matahari tidak tenggelam seperti yang biasa kita nikmati di Indonesia.
Fenomena siang yang lebih lama daripada malam itu disebut ‘Midnight Sun‘. Sedangkan fenomena malam yan glebih lama dripada siang disebut dengan ‘Polar Night‘.
Fenomena ini jelas bukan suatu masalah jika dialami oleh penduduk sekitar sana yang sudah terbiasa. Namun, akan jadi masalah jika penduduk sana namun memeluk agama Islam. Sebenarnya bukan masalah sih, namun hanya perlu melihat sudut pandang yang baru saja.
sorban santri.com – “Jika suatu Amal tidak dilandasi keikhlasan, maka tidak akan tambah kecuali kegelapan di dalam Hati….”
~”Barang siapa yang berserah diri pada Allah, maka Allah akan memihak kepadanya…. ”“`
“Bersyukurlah dengan menebarkan Kebaikan, Kemaslahatan serta Kedamaian semampumu dengan disertai Niat yang baik dan benar juga menggunakan cara yang Terbaik dan elegan.
Cukuplah Ridho Allah yang kita cari supaya kita tidak terbelenggu oleh penilaian makhluk.
Saat kau mau dan mampu untuk terus berbuat baik, maka alam ini akan merespon perbuatan baikmu dan kemudian rasakanlah betapa Ajaibnya Kebaikan Kebaikan yang akan mendatangimu untuk membantumu Berbuat Baik.
Dan Ingatlah selalu… Jangan lenturkan semangatmu untuk terus Berbuat Baik meski kondisimu sedang terhimpit , dan juga jangan sampai engkau terlena dengan kondisi lapangmu .
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. DAN BERBUAT BAIKLAH, KARENA SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK”“`
*(Q.S. Al Baqarah : 195)
Teruslah Berbuat Baik dengan cinta & kasih sayang supaya engkau dicintai ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” . (Abi Sorban)
sorbansatri.com – Sejak munculnya lirik lagu tentang istri Baginda Rasulullah , Sayyidah Aisyah, banyak orang kemudian mencari sosoknya. Mereka menemukan berbagai tulisan antara yang mengkritik dan yang memuji kehidupan Sayyidah.
Beliau memang sosok yang banyak ditulis dalam berbagai kitab. Penulis temukan misalnya, Ad-Durru al-Stamin min Sirah Sayyidah ‘Aisyah Umm al-Mu’minin Radhiallah ‘Anha, dari Markaz Buhust wa Dirasat. As-Sirah al-Mu’atharah fi Manaqib Ummi al-Mu’minin Aisyah, karya Turki bin Hasan. Qoshirah al-Waidh al-Andalusi fi Manaqib umm al-Mu’minin Al-Ashdiqah al-Aisyah, karya Abi Imran Musa. Dan banyak sekali kitab yang menceritakan beliau.
Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku yang ditulis oleh seorang al-mustasyriq (orientalis), saya lupa judul bukunya. Ia banyak tuduhan yang kurang baik, bahkan sangat tidak pantas kepada Nabiyuna dan Ummahatul Mu’minin, terutama kepada Sayyidah Aisyah, terkait dengan umur pernikahannya, umur Nabi dan lainnya. Mengapa anggapan ini muncul, karena penulis ini, membaca dan membandingkan dengan perempuan zamannya (modern, zaman ini), tidak melihat bagaimana kondisi perempuan pada masa Sayyidah Aisyah lahir, juga perempuan sebelum kelahiran beliau, dan juga mungkin beberapa tahun setelah beliau tiada.