Tag: teroris

  • 1.000 Milisi Hamas Dirawat di RS Turki, Erdogan: Sebut Hamas Teroris itu Kejam!

    1.000 Milisi Hamas Dirawat di RS Turki, Erdogan: Sebut Hamas Teroris itu Kejam!

    wp.sorbansantri.com – Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 anggota Hamas sedang dirawat di rumah sakit di seluruh Turki. Anggota kelompok militan Palestina ini mendapatkan perawatan medis di tengah konflik yang berkecamuk di Jalur Gaza. Erdogan dengan tegas menyatakan bahwa Hamas bukanlah organisasi teroris, melainkan sebuah “gerakan perlawanan.”

    Pernyataan ini muncul setelah Yunani menganggap Hamas sebagai organisasi teroris. Erdogan menunjukkan keprihatinannya terhadap pandangan tersebut dan menegaskan bahwa banyak anggota Hamas yang telah tewas dalam serangan oleh negara-negara Barat yang menggunakan berbagai senjata dan amunisi. Menurutnya, Hamas adalah gerakan perlawanan yang dibentuk untuk melawan pendudukan dan penindasan terhadap rakyat Palestina.

    Turki, yang memiliki hubungan erat dengan Palestina, menjadi tempat bagi lebih dari 1.000 anggota Hamas yang sedang menjalani perawatan medis. Erdogan menegaskan bahwa Turki melihat Hamas sebagai gerakan perlawanan yang berjuang untuk hak-hak rakyat Palestina, bukan sebagai organisasi teroris.

    Konflik di Jalur Gaza telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka di pihak Palestina. Meski Barat, termasuk Yunani, sering menganggap Hamas sebagai organisasi teroris, Erdogan menolak pandangan ini dan mendukung perjuangan Hamas. Dukungan Turki terhadap Hamas dan perawatan medis bagi anggotanya menunjukkan solidaritas Turki dengan rakyat Palestina. Meski pandangan internasional terhadap Hamas masih kontroversial, Turki tetap mendukung hak-hak rakyat Palestina dan perlawanan mereka terhadap pendudukan dan penindasan. (AI Sorban)

    Sorban Santri TV
  • Sistem Khilafah itu Gimana sih? Cocok Nggak dengan Indonesia?

    Sistem Khilafah itu Gimana sih? Cocok Nggak dengan Indonesia?

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sistem pemerintahan Khilafah mungkin tidak terlalu asing di telinga kita karena belakangan ini ada beberapa pihak yang menuntut ditegakkannya sistem pemerintahan Khilafah untuk menggantikan pancasila. Khilafah sendiri adalah sebuah gerakan keagamaan yang berdasarkan syariat Islam dengan pemimpin seorang Khalifah.

    Khilafah sendiri secara terminologi diartikan dengan pergantian kepemimpinan dari Nabi Muhammad kepada para sahabat dan seterusnya. Kendati demikian Khilafah sebenarnya tidak cocok disebut sistem pemerintahan, lebih cocok disebut sebagai prinsip atau sistem. Khilafah menggunakan syariat Islam sebagai ideologi dan karena itulah Khilafah tidak memiliki detail tentang tatakelola negara maupun hubungan antar negara.

  • DOKTRIN EKSTRIMIS RADIKALIS TERORIS MENGHANCURKAN ORANG BODOH DAN MELUMPUHKAN ORANG JENIUS

    DOKTRIN EKSTRIMIS RADIKALIS TERORIS MENGHANCURKAN ORANG BODOH DAN MELUMPUHKAN ORANG JENIUS

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Untuk menjadi ekstrimis radikalis teroris tidak butuh orang orang pinter, hanya berbekal dengan semangat takbir dan semangat jihad serta mengepalkan tangan dengan emosi hujatan kebencian dengan membangun klimaks tempramental serta memusuhi orang Yang tidak sepandangan.serta semangat mengkafirkan semua orang.

    Ruang dan potensi para selebritis yang baru hijrah ditahbiskan menjadi ustadz ustadzah tanpa dasar dengan menugasi mengendorsmen produk produk di setigmakan islami dan syar,i dengan sejumlah iklan iklan uang menampakkan dengan balutan ayat dan hadist Nabi Yang dianggap penguat manfaat dan produk tersebut semisal madu kurma habbatussauda dan lain untuk masalah brand pakaian harus memakai katanya ala Nabi,semisal celana cingkrang gamis dll. Padahal tidak semua di Amini Nabi.
    Sedangkan orang orang bodoh yang tak tahu apa apa di manfaatkan sebagai aneksasi agen agen keras pengebombaman dan hujatan serta pembidahan danitu sangat efektif. Karna otaknnya sudah dicuci mereka yang belum paham Agama ditiupkan ditelinganya dengan tidak akan masuk surga tanpa perang melawan orang kafir dengan kebiadapan jargon. Hidup hanya sekali harus berjuang perang yakin melawan kedhaliman bahkan bila perlu syahid bunuh diri.
    Untuk orang orang pinter dilumpuhkan otaknya dengan cara meyakinkan dengan menjadikanya sebagai ketua dan pemimpin lasykar untuk membebaskan umat dari kebodohan dan kejumudan. Kebodohan Yang di maksud adalah tali rantai nasionalisme negara dan bangsa menuju negara islam kaffah dan khilafah.
    Selain itu orang orang pinter baik dari Akademisi praktisi yang cerdas menjadi tumpul karena derasnya doktrinasi dengan iming-iming kenikmatan sek dan poligami yang dikemas Islami. Bukan hanya itu mereka diajak makar mengkritik dan menyerang pemerintah membabi buta dengan alasa kafir thaghut dan dzolim serta memunculkan distrust terhadap Pancasila lalu membuat provokasi dimana-mana terutama di dunia maya.
    Untuk anak kecil mulai paud TK akan di ajari mars dan nyayi dan semangat jihad dan mengibarkan bendera bendera dari negara timur tengah Yang digambarkan masih kemelut dan belum damai bunga benci pada negara dan bangsa sendiri.
    Fenomena fenomena diatas sepertinya tidak kentara dan terlihat jelas namun konsep pembalutan agama dan pengutamaan simbol dan lambang itu nantinya yang akan menjadikan Islam dhahiran sebagaimana Agama formalitas tanpa substansi yang jelas, yakni toleransi kasihnya sayang dan menghargai sesama akan hilang dan munculan intoleran lalu meletupkan gejala radikalitas.
    Yang paling mengerikan ketika hasil doktrinasi itu telah mengerak membuncah pada hati dan pikiran orang bodoh dan orang pinter serta anak anak kecil Yang polos tanpa siraman rohani dari guru dan masyayih. Maka mereka akan menjadi monster monster pembunuh mengatas-namakan jihad dan surga dan memusuhi orang tuanya yang tidak sama dengan pikirannya. (abdulloh faizin)
  • HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    InfokomBanserNU- Pasca jatuhnya ISIS di Suriah, gelombang pengungsi semakin banyak yang memasuki wilayah sekitar Suriah, seperti Turki. Perlahan keluarga yang dulunya hidup dalam naungan khilafah ISIS mencari tempat perlindungan baru.

    Tak terkecuali warga negara Indonesia yang sempat berdatangan ke Suriah dengan dalih jihad. Berdasarkan data ICSR sejak kejayaan hingga kejatuhan ISIS, mengungkapkan dari total 700-an sampai 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah, sekitar 113 orang adalah perempuan dan 100 orang adalah anak-anak.

    Dari angka itu, sekitar 54 perempuan dan 60 anak terdeteksi telah kembali ke Indonesia. Total yang kembali pulang ke Indonesia (returnee) antara 183 hingga 300 orang. Hampir di setiap kamp pengungsian, terdapat warga negara Indoensia, seperti wilayah pengungsian al-Hol. Di sana, sebanyak 50 WNI mengungsi menunggu nasib yang belum jelas.

    Namun keberadaan para WNI di ISIS tidak jarang membuat mereka menyesal. Ternyata system khilafah tidak seindah jualannya. Kata syair lagu dangdut, “Surga yang engkau Janjikan, Neraka yang kau berikan”.
    Betapa tidak, hidup di wilayah perang tidak ada enaknya. Tiap hari yang terdengar hanya desingan peluru dan bom. Hidup pun tidak menentu, apakah hari ini nyawa melayang atau masih bertahan.

    Makanya, penyesalan WNI yang ada di Suriah tidak terbendung lagi. Pilihan satu satunya mereka saat ini adalah bagaimana bisa kembali ke Indonesia. Tapi nampaknya Pemerintah Indoensia tidak semudah itu akan mengembalikan dan menerima eks kombatan ISIS beserta keluarga.

    Beragam suara penolakan dari masyarakat tanah air. Bagi yang menolak, kombatan ISIS yang balik ke Indonesia akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.
    Tidak ada jaminan mereka akan menyebarkan faham khilafah ISIS yang akan membahayakan masyarakat Indonesia. Katanya, Mereka telah memilih untuk hengkang dari NKRI artinya sudah siap untuk melepas warga negaranya dan bergabung ke ISIS sebagai system hidupnya.
    Kelompok afiliasi ISIS di Indonesia saja sudah cukup meresahkan, apatah lagi jika kombatan tersebut kembali.

    Sementara Pemerintah sendiri masih pikir-pikir untuk memulangkan mereka. Kendati ada semacam lampu hijau dari para pengambil kebijakan. Kepala BNPT, Suhardi Alius berpendapat bahwa tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua kepada anak-anak simpatisan ISIS yang ingin kembali ke Indonesia.

    Demikian juga Mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa negara siap mengembalikan mereka asal berjanji untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Salah satu alasan atau pembenaran negara dalam menerima kembali WNI yang terlunta-lunta di Suriah adalah adanya pergeseran pola pikir dari mereka. Pengalaman derita yang telah mereka dapatkan selama di Suriah cukup menjadi pembelajaran untuk sadar bahwa hidup di Indonesia sangat damai dan nyaman.

    Namun apa pun itu, kita berharap agar Pemerintah Indoensia cermat dalam mengambil keputusan. Sebab dua hal yang harus dipastikan oleh negara jika memutuskan untuk memulangkan WNI dari Suriah.
    Pertama, bagaimana memastikan ideology mereka untuk bisa kembali ke pangkuan Pancasila dan NKRI.
    Kedua, memberikan skema penerimaan dari masyarakat. Sebab, masyarakat tentu akan sulit menerima mereka. Stigma sebagai teroris akan selalu melekat.
    Yang kasihan adalah keluarga para kombatan, anak dan istri mereka yang masih punya masa depan dan cita-cita.

    KESIMPULAN

    1. ISIS adalah pecahan dari kelompok al-Qaeda, yang jauh lebih ekstrim dan sadis dalam melakukan  pembunuhan dari kelompok al-Qaeda lainnya.
    2. Mereka lebih tepat untuk disebut sebagai Khawarij kontemporer yang harus dicegah dan diantipasi perkembangannya.
    3. ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara doktrin maupun prilaku.
    4. Segala sikap dan prilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.
    5. Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh doktrin dan gerakan ISIS. Wallahu mustaan

    (SANTRI NU INDONESIA)

    #GMNUCyberTeam

  • KEHANCURAN AKIBAT ADA ORANG ISLAM BERFIKIR TERTUTUP

    KEHANCURAN AKIBAT ADA ORANG ISLAM BERFIKIR TERTUTUP

    wp.sorbansantri.com – Masjid megah ini, mulai dibangun tahun 705 M, era dinasti Umayyah, pada masa kekuasaan Al-Walid bin Abdul Malik.
    Ia mendatangkan arsitek kenamaan dari Persia dan India, 200 seniman didatangkan dengan bantuan Bizantium dari Yunani untuk memperindah bagungan.

    Masjid yang dikenal dengan Masjid Umawi ini dipuji banyak kalangan atas keindahannya. Masjid ini hasil dari cara berfikir umat Islam yang terbuka, inklusi,
    وقد حشد له صنّاعاً من الفرس والهنود، وأوفد إمبراطور بيزنطة مئة فنان يوناني للمشاركة في التزيين
    Karya monumental lintas budaya antar bedua, dari ragam kepercayaan dan tradisi. Keindahan itu terjaga hingga beberapa tahun lalu, atau berusia tidak kurang hampir 13.5 Abad lamanya.
    Siapa yang menghancurkan? Orang Islam yang mempunyai cara berfikir tertutup, Ekslusif.
    Sekarang ada sekelompok orang, dari banyak fraksi dogmatis (Islam puritan, Islam fundameltis, teroris dll) berusaha membangun cara berfikir umat yang ekslusif.
    Dan kita harus melawan itu, kita tidak ingin masjid bersejarah, bangunan bersejarah, kubah-kubar orang wali yang kita muliakan, candi dan prasasti bersejarah bangsa ini hancur akibat umat Islam yang ekslusif ini semakin banyak dan semakin berkuasa. Kita tidak ingin tanah air kita seperti Aleppo.  (Ahmad Tsauri)
  • ANAK KORBAN DOKTRINASI TERORIS DAN PEMBODOHAN YANG LUAR BIASA.

    ANAK KORBAN DOKTRINASI TERORIS DAN PEMBODOHAN YANG LUAR BIASA.

    wp.sorbansantri.com – Teroris adalah sebuah kebodohan karena para pelaku taat dengan kejahatan manusia dan nafsunya untuk membunuh sesama, artinya tidak cerdas dalam memahami hal yang berbahaya bagi dirinya. dan pantaslah ternisbat menjadi bodoh. dan jika ini terjadi pada anak kita lalu bagaimana ajaran Islam ? resapi pernyataan kunci dibawah:

    ومن ترك ولده جاهلا كان كل ذنب عمله عليه
    “Dan barang siapa membiarkan anak dalam keadaan bodoh, maka semua perbuatan dosa yang dilakukan anak, ikut ditanggung oleh orangtuanya.’”

    Anak anak kecil yang seharusya memandang masa depannya menjadi panorama indah, ternyata hanya dihadapkan dan di doktrinasi kata darah. otaknya dibonsai menjadi kerdil dan dicekoi kata bunuh dengan pekikan takbir. seperti meneguk bir dengan suara dan urat membesar leher dan mulut bergetar serta otot leher dan mulut melebar.

    Bagaimana bisa bangsa indonesia ini menjadi nyaman, kalau teriakan teriakan generasinya seperti kelompok bar dengan slogan slogan membakar dengan tangan tangan seperti mencakar kerukunan dan mengoyak kedamaian lalu dengan sesama anak negeri membenci dan menampar dengan dalih ayat ayat suci dicemarkan.

    Anda anda sekalian tahu mengapa fenomena gelagat radikalis terorist ini terlihat mengejawantah pada aksi dan reaksi sebagian anak Indonesia? yah karena ada pendoktrin dan pengarah pembimbingan yang menyuplai nutrisi otaknya dengan sejuta doktrinasi kebencian mengajari mudah mengkafirkan melawan pemerintah pemimpin dan dengan tega membunuh walaupun sesama ummat Islam. melalui mindset jihad dan jahatnya

    Lalu siapa yang mendoktrinasi anak anak kecil akar generasi kita ini menjadi buas ? tidak lain yang menjadi pion pion yang mempengaruhi alur suci fikiran sang anak menjadi keruh kotor dan beringas, hingga terasa hawa darahnya menjadi bergolak dan panas adalah para ustad ustad liar radikal dimimbar bebas yang memang terbina dan membina dan nemoengaruhi pemahaman dan jiwa ansk kita menjadi ekstrim dsn radikal.

    Mereka adalah eksodan gelap timur tengah yang membangun konspirasi gerakan gerakan HTI ISIS Ikhwanul Muslim yang bermasalah di Negaranya. Di sisi lain sebagian sempalan Wahabi dengan paham puritanisme ekstrim kanan, salafi Wahabi dengan gerakan Islam garis keras juga mencoba mencoba menjelma menjadi ormas penggerak demo melawan Negara dan juga menjadi bagian dari menebarkan paham bunuh dan penghalalan jihad yang terinspirasi dan terimplementasi dari ayat perang maupun ayat pedang yang sering kali dipahami mereka.

    Dalam hal ini saya mengajak anda sekalian berfikir kembali memapah ke generasi menuju bimbingan dan pendidikan pemahaman Islam yang benar Islam wasatiyah moderat tentunya rahmatal lilalamin. yakni mengikuti pemahaman para Masyayih Ulama safasshalihin dengan mengedepankan dakwah bijak lemah lembut dengan konsep Tasamuh tawasuth tawazun dan itidal menghargai perbedaan pandangan membangun kebhenekaan dan menyelamatkan bangsa.

    Alhasil jika generasi kita telah berbeda pemahaman dengan kita bahkan menjadi keras berfikir ekstrim bengis, ia tidak segan segan melawan kita menggorok leher kita sendiri atas nama jihad dan kita hanya menangis kerena penyesalan yang menumpuk pada memory perasaan kita. maka mulai hari ini jauhkan mereka dari provokasi dan agitasi kebencian dari siappun dan dari pihak manapun baik dari alam maya google YouTube dan sejenisnya maupun nyata karena jika sudah terindikasi itu maka tidak mudah di renovasi kembali karena kebengisan doktrin anak kita telah mendarah mendaging dalam persada kehidupanya sulit diterapy kembali dan kita benar benar telah berdosa. Naudzu Billah.(Abdulloh Faizin)