Tag: virus

  • Khutbah Jum’at: Kabar Gembira Bagi Orang yang Sabar dalam Menerima Musibah

    Khutbah Jum’at: Kabar Gembira Bagi Orang yang Sabar dalam Menerima Musibah

    SORBANSANTRI.COM

    اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah.

    Alhamdulillah. Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah azza wajalla dzul Jalali wal ikram yang telah memberikan kita nikmat yang tiada batas. Nikmat hidup, nikmat sehat dan utamanya nikmat Iman dan Islam. Dengan nikmat iman dan Islam, kita kuat dalam melaksanakan ketaatan pada Allah SWT. Marilah kita gunakan nikmat ini dengan melaksanakan ketaatan dan ketakwaan sampai akhir hayat kita.

    Jama’ah yang dikasihi Allah

    Ujian, musibah atau bencana tak henti-hentinya kita saksikan. Baik itu penyakit, kematian, kelaparan, virus pandemi, banjir, gempa atau aktivitas gunung berapi. Bencana alam melanda diberbagai wilayah. Hal ini adalah bagian dari sunnatullah atau hukum-hukum Allah sebagai ujian bagi kaum yang beriman sehingga Allah memberikan mereka rahmat dan ampunan.

    Allah berfirman:

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

    Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S Al-Baqarah 155-157)

    Allah memberikan musibah dalam rangka untuk menebus dosa bagi kaum yang beriman.

    وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (الشورى: ٣٠)

    “Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan dosa kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian)” (QS asy-syura: 30)

    Musibah bagi kaum beriman adalah ujian atau teguran. Bukanlah adzab apalagi laknat. Musibah yang melanda kaum beriman adalah tanda kasih sayang Allah. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan memberikannya musibah untuk mengangkat derajat mereka pada derajat yang lebih tinggi.

    إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ)

    “Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui musibah yang besar pula. Apabila Allah ta’ala mencintai suatu kaum maka Allah akan menimpakan musibah kepada mereka. Barangsiapa yang ridha maka Allah meridhainya. Dan barangsiapa yang tidak ridha maka Allah murka kepadanya (HR at-Tirmidzi).

    مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)

    “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya” (HR al-Bukhari).

    Karenanya, semakin tinggi derajat seseorang maka semakin berat musibah yang Allah kenakan kepadanya.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَحْمَدُ وَابْنُ حِبَّانَ)

    “Orang yang paling berat bala’ dan musibahnya adalah para nabi, lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka, seseorang diuji dengan bala’ sesuai dengan kadar kekuatannya memegangteguh agama” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban).

    Sebagai sesama muslim, tugas kita bersama adalah memberikan hal yang positif bagi saudara kita yang terkena musibah. Memberikan bantuan dalam bentuk doa atau materi. Yang wafat agar mendapat ampunan dari Allah sehingga Husnul Khatimah mendapat tempat yang mulia disisi Allah. Yang terkena musibah agar diberikan kesabaran dan keteguhan iman. Kondisi pulih sedia kala dan dalam senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Yang tidak terkena bencana hendaknya selalu waspada bahwa musibah akan menemuinya kapan saja.

    Tidak ada hamba yang luput dari musibah. Semua akan diuji oleh Allah sesuai dengan kadar kesanggupannya. Musibah atau ujian atau cobaan beragam bentuknya tak sebatas hanya bencana alam atau kematian saja. Kemiskinan, ekonomi yang sulit, maraknya pencurian, anak-anak yang sulit dinasihati hingga keretakan rumah tangga adalah bagian dari ujian yang Allah berikan untuk menguji hamba-Nya yang bertakwa.

    Sebagai sesama muslim, tidak sepatutnya berprasangka buruk pada Allah dan manusia sehingga mengkaitkan musibah sebagai adzab dan laknat. Tugas kita untuk selalu berprasangka baik kepada Allah dan manusia. Bukan untuk menghakimi. Adzab dan laknat hanya Allah berikan kepada hamba-Nya yang kufur, yang ingkar atau tidak melaksanakan syariat Islam.

    Perintah untuk selalu berprasangka baik dan larangan berprasangka buruk terhadap manusia diantaranya:

    إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ۚ
    ”Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apa pun.” (Yunus: 36)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ

    ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.” (Al-Hujurat: 12)

    إياكم والظنَّ فإنَّ الظن أكذَبُ الحديثِ

    ”Takutlah kalian berprasangka, karena ia merupakan sedusta-dusta perkataan.” (HR. Tirmidzi).

    أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

    Khutbah 2

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

    (abi sorban)

  • KHUTBAH JUM’AT: HUKUM VAKSINASI

    KHUTBAH JUM’AT: HUKUM VAKSINASI

    SORBANSANTRI.COM

    اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

    Jamaah masjid Nurul Iman rahimakumullah

    Puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga. Nikmat yang dengannya kita bisa merasakan kebahagiaan, kesejahteraan, kehormatan dan kemuliaan. Marilah kita gunakan segala kenikmatan yang Allah berikan itu sebagai bekal ibadah karena hakikatnya Allah menciptakan manusia semata-mata agar menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Jangan sampai nikmat yang Allah berikan itu membuat kita lalai, takabbur atau sombong sehingga nikmat yang kita miliki menjadi fitnah bahkan musibah sehingga menjauhkan kita dari Allah hingga mendatangkan murka-Nya.

    Jamaah shalat jum’at yang kami muliakan

    Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program vaksinasi nasional Covid-19. Ikhtiar menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum mereda ini, secara resmi dimulai pada Rabu (13/1) 2021. Presiden RI Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin, diikuti para pejabat dan tokoh masyarakat pada peluncuran program ini di Istana Merdeka Jakarta. Salah seorang Jajaran Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomudin menjadi peserta vaksinasi tahap pertama di Istana Negara.

    Peserta dari PBNU merupakan orang keempat yang disuntik vaksin Sinovac setelah Presiden Joko Widodo, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih dan Sekretaris Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan.

    Vaksinasi merupakan ikhtiar dan upaya untuk melindungi jiwa kita. Karena tujuan diturunkannya agama adalah hifdzu nafs, menjaga jiwa kita.

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tanggal 23 Januari 2016 (13 Rabi’ul Akhir 1437 H) di Bogor, memutuskan/menetapkan bahwa imunisasi pada dasarnya “dibolehkan” (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

    Dalil Vaksin atau Imunisasi diantaranya:

    وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ [البقرة، 2: 195]

    “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, …” [QS. al-Baqarah (2): 195]

    عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَتَدَاوَوْا بِحَرَامٍ . [رواه أبو داوود]

    “Diriwayatkan dari Abu Darda’, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat. dan menjadikan bagi setiap penyakit akan obatnya. Maka hendaklah kamu berobat, tetapi janganlah kamu berobat dengan sesuatu yang haram.” [HR. Abu Dawud]

    Hukum Vaksin dengan Barang yang Haram dan Najis

    Vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram, tidak dibolehkan kecuali pada kondisi “darurat” (keterpaksaan jika tidak dilakukan mengancam jiwa) atau “hajat” (keterdesakan, jika tidak dilakukan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang), atau belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci, dan ada keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

    Al-Qur’an menyampaikan:

    إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ ٱللَّهِۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
    Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 173)

    Mengenai pengobatan dengan barang yang najis, khususnya yang sering disebut dalam vaksin, Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menyampaikan:

    وَأَمَّا التَّدَاوِي بِالنَّجَاسَاتِ غَيْرِ الْخَمْرِ فَهُوَ جَائِزٌ سَوَاءٌ فِيهِ جَمِيعُ النَّجَاسَاتِ غَيْرُ الْمُسْكِرِ

    “Adapun berobat dengan benda najis selain khamr itu dibolehkan, untuk seluruh jenis najis, yang tidak memabukkan.”

    Lebih lanjut, Imam an-Nawawi menyebutkan tentang pentingnya memercayai pendapat tenaga kesehatan:

    قَالَ أَصْحَابُنَا وَإِنَّمَا يَجُوزُ ذَلِكَ إذَا كَانَ الْمُتَدَاوِي عَارِفًا بِالطِّبِّ يَعْرِفُ أَنَّهُ لَا يَقُومُ غَيْرُ هَذَا مَقَامَهُ أَوْ أَخْبَرَهُ بِذَلِكَ طَبِيبٌ مُسْلِمٌ عَدْلٌ

    “Para ulama menyebutkan kebolehan berobat dengan bahan najis jika sang pengobat memahami betul tentang ilmu kedokteran, dan mengetahui bahwa tidak ada pengganti dari hal najis tersebut. Atau, pengobatan tersebut disampaikan oleh dokter yang beragama Islam lagi bijaksana.”

    Dari keterangan di atas, setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita garis bawahi.

    Pertama, kebolehan menggunakan bahan najis dalam substansi pengobatan, jika belum didapatkan barang yang berasal dari senyawa halal. Kedua, kebolehan berobat jika tenaga kesehatan sudah menyebutkan keamanan penggunaan obat tersebut. Informasi tentang vaksin sudah banyak disebarkan dan disosialisasikan melalui media-media terpercaya dari dinas, lembaga, atau kementerian terkait. Ilmu kedokteran dan pengobatan, sudah sangat canggih dan pesat perkembangannya. Setiap obat yang dirilis dan dilegalkan pemerintah, tentu sudah melalui pengecekan komposisi, uji klinis dan uji efek samping yang ketat.

    Hukum Vaksin Covid 19

    Vaksinasi Covid-19 termasuk fardlu ain. Menjadi kewajiban yang harus dijalankan umat Islam mengingat belum ada obat yang dapat mengendalikan Covid-19 selain vaksin dan protokol kesehatan. Tidak ada alasan menolak vaksinasi sebab vaksin Covid-19 halal dan aman digunakan.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) pun sudah memastikan, vaksin Covid-19 yang digunakan telah diuji coba tahap ketiga dan telah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin dengan mempertimbangkan proses hasil audit dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Makanan (LPPOM) MUI.

    Program vaksinasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah sekaligus meyakinkan masyarakat tentang pentingnya vaksin bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Mulai awal pelaksanaan vaksinasi, masyarakat juga tidak akan dikenai biaya alias gratis dan tidak ada keharusan untuk menjadi peserta BPJS.

    Dalam Buku Saku #InfoVaksin yang diterbitkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dijelaskan bahwa pembentukan kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit infeksi secara aktif bisa dilakukan secara alamiah melalui penderita langsung atau secara buatan melalui imunisasi dalam hal ini vaksinasi.

    Vaksin bukanlah obat. Vaksin akan membuat tubuh seseorang mengenali bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu sehingga bila terpapar bakteri atau virus tersebut, akan menjadi lebih kebal. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga dapat mencegah penularan maupun keparahan suatu penyakit.

    باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

    (Abi Sorban)

  • CORONA(PAGEBLUG) DAN RADEN ARYA KEMUNING

    CORONA(PAGEBLUG) DAN RADEN ARYA KEMUNING

    SORBAN Infokom–Kaisar Ming mengirim utusan kepada Nusantara, meminta bantuan untuk mengatasi wabah penyakit di China.
    Wabah penyakit dulu di sebut “PAGEBLUG” artinya berjatuhan. Yaitu wabah yang menyebabkan banyak korban berjatuhan.Konon pada masa Majapahit juga pernah terjadi PAGEBLUG akibat ambisi membuat pusaka tak tertandingi yang menggegerkan dunia siluman. Tujuannya adalah untuk menyatukan Nusantara (kisah di balik Sumpah Palapa). Efeknya energi – energi negatif menyerang warga, namun dapat di redam dengan keris pusaka sabuk inten.SORBANSANTRI.COMCORONA juga disinyalir dari efek pembuatan senjata nuklir pemusnah masal.Jika memang benar adanya, dua kasus di atas memiliki akar masalah yang sama yaitu KESEIMBANGAN ALAM.Sunan Ampel menerima utusan khusus dari Kaisar Ming – China.
    Oleh karena permintaan dari raja (Kaisar Ming) Wali Songo bermusyawarah dan hasil keputusannya adalah mengirim Syekh Syarif Hidayatullah. Karena beliau adalah seorang wali sekaligus seorang raja, yaitu Raja Cirebon. Karena seorang raja mesti mengerti etika kerajaan.Raja Syarif Hidayatullah yang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati berangkat ke Cina sendirian tanpa pengawalan. Beliau langsung terjun ke masyarakat karena kondisi darurat wabah dan langsung mengatasi pageblug dengan metode doa, air, syahadat dan rempah rempah seadanya.Kaisar Ming mendengar kabar bahwa ada tabib sakti yang dapat mengobati segala penyakit hanya dengan doa dan rempah – rempah seadanya. Padahal di China gudangnya tabib.Kaisar Ming mengundang tabib Syarif Hidayatullah ke kerajaan. Kaisar menyiapkan siasat dan pertanyaan jebakan untuk menguji beliau. Syekh Syarif Hidayatullah tidak diperlakukan sebagai mana seorang Raja melainkan seorang tabib, karena Kaisar Ming belum mengetahui bahwa Syekh Syarif Hidayatullah adalah Raja Cirebon.Kaisar Ming mendandani putrinya bernama Ong Tien sebagai mana orang hamil, perutnya diganjal dengan bokor kuningan (semacam bejana berbahan kuningan)Di depan para petinggi kerajaan Kaisar Ming bertanya kepada Syekh Syarif Hidayatullah. Jika benar kamu orang hebat, coba tebak kandungan putriku apakah anaknya laki -laki atau perempuan?
    Syekh Syarif Hidayatullah yang ilmunya sudah “Kun fayakun” menunjuk perut putri Ong Tien dan menjawab “laki – laki”.
    Sontak Syekh Syarif di tertawakan dan dipermalukan karena seisi kerajaan tau bahwa putri Ong Tien masih gadis hanya saja di dandani seperti orang hamil. Syekh Syarif dipersilahkan pulangSyekh Syarif bertolak ke Cirebon di antar oleh orang yang bersimpati kepadanya karena melihat kinerjanya di masyarakat dalam mengentaskan wabah. Dalam perjalanan pulang Perahu Syekh Syarif tiba tiba disergap bajak laut Mongol di pimpin Patih Keling. Mongol saat itu memang terkenal angkatan lautnya. Patih Keling yang dikalahkan Syekh Syarif bersumpah bahwa dirinya dan anak keturunannya akan mengabdi kepada Syekh Syarif dan keturunannya.
    Di cirebon, abdi dalem keturunan Patih Keling dikenal dengan sebutan “Elang”Di China Kaisar Ming mengadakan pesta seakan akan baru memenangkan sebuah permainan, tapi tiba-tiba Kaisar Ming kebingungan karena ternyata putri Ong Tien benar – benar hamil. Kaisar Ming rapat dengan para petinggi kerajaan akan nasib putrinya dan siapa yang harus jadi suaminya.
    Sementara itu utusan Kaisar Ming tiba membawa surat balasan dari Indonesia yang isinya bahwa Indonesia telah mengirim Raja Cirebon, bernama Syarif Hidayatullah untuk mengatasi pageblug di China.AAMMBYAARRR… kowe Miiiingg… Ming!!!Penyesalan dan rasa malu tak terkira yang ada di benak Kaisar Ming. Bagaimana tidak?
    Syekh Syarif telah mengatasi wabah namun Kaisar tidak berterima kasih. Tidak menghormatinya sebagaimana seorang raja, Bahkan ia mempermalukan dan menjebaknya dalam permainan tebak tebakan yang imbasnya putri Ong Tien benar – benar hamil. Lalu siapa yang harus jadi suaminya? Siapa ayah dari cucunya?
    Ah… Andai saja Syekh Syarif bukan seorang Raja….Kaisar Ming mengirim Putri Ong Tin beserta para pasukan dengan 500 perahu yang berisi perbekalan, pakaian, perabotan, perhiasan dsb. sebagai permohonan maaf sekaligus permohonan agar Syekh Syarif Hidayatullah sudi menikahi Ong Tien putrinya. Akhirnya Putri Ong Tien menikah dengan Syekh Syarif Hidayatullah dan anaknya dikenal dengan nama Raden Arya Kemuning.Pada jaman kenabian “Kun Fayakun” terjadi melibatkan Roh Kudus (Jibril) kemudian lahirlah Isa Al Masih putra Maryam.
    Pada jaman Wali Songo “Kun Fayakun” terjadi melibatkan Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) kemudian lahirlah Raden Arya Kemuning.Segala fasilitas dan kenikmatan kita sekarang ini tidak lepas dari doa dan jasa para leluhur kita. Maka selipkanlah doa dalam tawasul kepada leluhur kita sebagai rasa syukur.Untuk para leluhur IndonesiaLahum, al fatihah…..Rahayu kamulyaning Djagad 🙏🙏🙏

  • MENYIKAPI CORONA Do’a Gus Baha’ yang disampaikan di PP Al Hikam Depok

    MENYIKAPI CORONA Do’a Gus Baha’ yang disampaikan di PP Al Hikam Depok

    SORBAN Infokom | 15 Maret 2020

    “Yang ada adalah nasib-nasiban”
    Kalau pas Allah pakai Ghafur-Nya, ya aman.
    Kalau pas Allah pakai ………-Nya, ya tidak aman.
    *Makanya di sini pentingnya doa :

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Ya Allah,
    Saya berlindung semoga dengan ridha-Mu saya terbebas dari benci-Mu, dan semoga dengan ampunan-Mu saya berlindung dari siksa-Mu, dan saya berlindung dengan dzat-Mu dari dzat-Mu (juga). (kita hanya bisa berlindung dari Allah dengan kekuatan Allah sendiri), Saya tidak bisa menghitung pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu sendiri.

    Itulah potongan pengajian yang diadakan di PP Al-Hikam Depok dalam menyikapi virus tersebut.

    (semoga kita semua dihindari dari virus tersebut… Aamiin Ya Rob’al’alamiin)

    (lebih…)

  • VIRUS ANSOR MEWABAH KE SEKOLAH

    VIRUS ANSOR MEWABAH KE SEKOLAH

    InfokomBanserNU- Belajar berorganisasi pada saat sekarang ini memang sangat diperlukan, terutama untuk generasi2 muda yang kelak menjadi penerus bangsa. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa saat ini banyak organisasi yang justru menjerumuskan generasi muda kita kedalam lembah kesesatan.
    Menyikapi hal tersebut, MA Al Hidayah PUrwojati mengadakan kegiatan Penguatan Keorganisasian untuk Pengurus OSIS yang baru dilantik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Januari s/d 1 Februari 2020 dan diikuti oleh 30 siswa MA Al Hidayah Purwojati.

    SORBANSANTRI.COM
    Menurut Kepala Madrasah, Bapak Panggih Widodo, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan untuk memantapkan para Pengurus OSIS agar dapat menjadi organisator yang baik, dan tidak bertentangan dengan Pancasila.
    Dalam kegiatan ini, pihak MA Al Hidayah Purwojati mempercayakan pada PAC Ansor Purwojati untuk menghandle untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa.

    Menurut Ketua PAC Ansor Purwojati, sahabat Yuslihudin, kegiatan semacam ini bernilai sangat positif bagi siswa2 ataupun generasi muda. Terlebih lagi, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk menguatkan aqidah aswaja An-Nahdliyah serta menangkal radikalisme yang sekarang marak di Indonesia.
    Lebih lanjut, sahabat Yuslih menyampaikan bahwa kegiatan ini hendaknya bisa dilaksanakan oleh sekolah2 lain, agar nantinya tercipta generasi muda yang unggul, bukan hanya dalam bidang akademik, tp juga bisa meneruskan perjuangan generasi sebelumya yang beraqidah ahlussunnah wal jamaah anNahdliyah dan tidak bertentangan dengab Pancasila Dan UUD ’45. (ansor pejogol)
    #PCNUbanyumas
    #PCAnsorbanyumas
    #PACAnsorpurwojati
    #ACMbanyumas
    #ACMcikalpurba
    #Ansormedia

  • Operasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Kawasan Pacet

    Operasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Kawasan Pacet

    SORBAN SANTRI- Operasi tersebut dilakukan karena melaksanakan PSBB dan mencegah penyebaran covid-19 khususnya Kecamatan Pacet, yang dinilai merupakan magnet wisata bagi wisatawan Jawa Timur. dan diharapkan sebagai percontohan wilayah lain. Mengingat Jawa Timur dapat nilai tertinggi di Indonesia dalam penyebaran virus covid-19 tersebut.

    Kegiatan ini melibatkan beberapa element pemerintahan  yaitu Polsek Pacet, Koramil Pacet, dan organisasi Relawan Banser, Banser Lalu Lintas (balantas), LPBI NU, Welirank Komuniti dan Pramuka,  apel dimulai di depan Polsek Pacet sekitar pukul 19.00 wib, Sabtu, 30 Mei 2020.

    SORBANSANTRI.COM
    Pelaksanaan Apel Operasi Protokol Kesehatan covid-19

    Skenario dimulainya operasi

    Mengingat area pacet adalah kawasan perbukitan dan luas, maka operasi tersebut dibagi 2 kelompok yaitu barat dan timur dengan zona tengah berada di jl. Raya Pacet (polsek pacet). Operasi tersebut bertujuan untuk mencegah menularnya covid-19 dengan cara Menghimbau pada warga dan titik rawan penyebaran virus corona  serta memberi semangat pada warga yang melakukan penjagaan posko di tiap-tiap kampung.

     

    Dan bersyukur desa-desa dan zona titik penyebaran covid-19 ( warung tempat nongkrong, dll) sebagaian besar sudah memenuhi standart protokol kesehatan seperti penjagaan wilayah, Pemakaian masker, dan adanya tempat cuci tangan dititik berkumpulnya orang. Ironisnya malah pusat centralnya Pacet, masih banyak pelanggaran mulai dari datangnya pengunjung luar wilayah yang bergerombol dan tidak memakai masker, tidak adanya tempat cuci tangan, bahkan acuh setelah kedatangan tim operasi protokol kesehatan covid-19. Sehingga sempat adanya pengusiran dan bersitegang untuk meninggalkan zona tersebut. Dan rata-rata kendaraan yang mereka pakai itu bodong (tanpa stnk dan sim), kata salah satu petugas operasi yang kebetulan dari Polsek Pacet.

    [su_youtube url=”https://youtu.be/-dXEjUnQLzU”]

    Titik tersebut antara lain waduk (tempat nongkrongnya anak bermain game online dan semuanya tidak memakai masker), Pasar Pacet dan pasar wisata pacet ( banyaknya pengunjung dari luar pacet yang sangat penuh dan sesak, rawan penyebaran wabah).

    Padahal sebelumnya sudah ada himbauan dari aparat setempat agar setiap pukul 21.00 wib tutup dan selalu pakai masker, tapi masih saja banyak masyarakat yang mengabaikan.(abi sorban)