Tag: walisongo

  • Syaikh Jumadil Kubro. Istikamah Lebih Hebat dari 1.000 Karomah,

    Syaikh Jumadil Kubro. Istikamah Lebih Hebat dari 1.000 Karomah,

    Syaikh Jumadil Kubro menjelaskan kepada murid muridnya tentang siapa orang yang sakti. “Tuanku, Engkau bisa berjalan di atas air….” Murid-muridnya berkata dengan kekaguman kepada Syaikh Jumadil Kubra.

    “Itu bukan apa-apa. Sepotong kayu juga bisa ” Syaikh Jumadil Kubro menjawab pertanyaan muridnya.

    Murid : “Tetapi engkau juga bisa terbang ke angkasa.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Demikian juga burung-burung itu bisa terbang.”

    Murid : “Engkau juga bisa bepergian ke Ka’bah dalam sedetik.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Setiap Jin yang kuat pun akan mampu pergi dari india ke Demavand dalam sedetik.”

    Murid : “Engkau juga kebal senjata dan kebal api.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Batu karang di pantaipun bisa kebal seperti itu.”

    “Kalau begitu. Apa kehebatan seorang manusia sakti yang sebenarnya? ” Murid-muridnya ingin tahu.

    Syaikh Jumadil Kubro tersenyum lalu menjawab :

    “Manusia sakti ialah mereka yang bisa menjaga hatinya agar tidak berpaling kepada sesuatupun selain Allah. Hatinya selalu Dzikrullah dalam keadaan apapun, sehingga bisa bersabar ketika di uji dan bisa bersyukur ketika diberi rezeki. Dengan dzikirnya maka rasanya rata datar seperti air sehingga tidak senang ketika dipuji dan tidak sakit hati ketika dihina. Dengan dzikrullah maka ia bisa terbang hijrah dari kegelapan perbuatan dosa kejalan ketakwaan penuh cahaya. Dan kebal dari segala godaan syetan. “

    Istikamah lebih hebat dari 1.000 Karomah

    Maka Istikamah itu lebih hebat dari 1.000 Karomah.

    Pada zaman Sayyid Jumadil Kubro beliau dijuluki (Pandita Ratu) karena mempunyai ilmu rahasia kaysaf laduni yang langsung dari Allah, Seperti Nabi Khidir a.s. yang mengetahui hal gaib dan ilmu-ilmu rahasia yang tidak diketahui oleh umum, Syaikh Sayyid Jumadil Qubra merupakan tokoh kunci proses islamisasi di pulau tanah Jawa yang hidup sebelum Walisongo.

    Seorang Qutubul Alimin wali mursyid Agung Sultan Aulia terbesar di zamannya. Penyebar Islam pertama yang mampu menembus dinding kebesaran kerajaan Majapahit. Syaikh Sayyid Jumadil Kubro adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad Saw. dari garis Sayidah Fatimah Az-Zahra.

    Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu berdzikir kepada Allah, selalu mendapat ridha dari Allah Swt. Aamiin….!!!

    Semoga ada hikmahnya, dan menjadikan kita semua istiqomah di jalan yang diridhai Allah SWT. Amin, amin, amin ya Rabbal ‘alamin, dengan rahasia Asrari Al-Fatihah…

  • PCINU Jepang, Kenalkan Islam Melalui Puisi dan Seni Musik Hadrah Berbahasa Jepang, pada Festival Seni Internasional di Tokyo

    PCINU Jepang, Kenalkan Islam Melalui Puisi dan Seni Musik Hadrah Berbahasa Jepang, pada Festival Seni Internasional di Tokyo

    Sorbansantri.com – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang bekerjasama dengan tim Hadrah Nusantara menampilkan Seni Musik Hadrah dan Puisi berbahasa Jepang, dalam acara Festival Seni Internasional, Design Festa Volume 55, di Tokyo Big Sight, Minggu (22/5).

    Design Festa, merupakan salah satu festival seni internasional terbesar di Asia, yang mengumpulkan ribuan seniman yang tertarik dengan kreativitas dan ekspresi artistik dari seluruh Jepang dan berbagai negara lainnya.

    Wakil Ketua I Tanfidziyah PCINU Jepang, K.A Arianto, mengatakan bahwa keikutsertaan Lesbumi PCINU Jepang di festival tersebut, merupakan suatu keistimewaan, karena mengenalkan seni Indonesia sekaligus berdakwah dengan Bahasa Jepang melalui puisi dan hadrah. “ Suatu kebanggaan Diaspora Nahdliyyin dapat tampil di depan ribuan pengunjung, yang mayoritas merupakan kaum muda mudi pecinta seni di Jepang“, kata Arianto yang hadir mendampingi tim Hadrah.

    Ketua Lesbumi PCINU Jepang, Yuliana Nur Arifin memaparkan bahwa festival seni tersebut memfasilitasi misi Lesbumi PCINU Jepang yang ingin mengenalkan dan mensyiarkan Islam dengan indah melalui seni seperti Walisongo. “Harapannya, warga Jepang ataupun pengunjung lainnya yang masih awam tentang Islam dapat mengenal Islam melalui hadrah, selain itu sebagai bukti bahwa hadrah juga siap bersaing dalam permusikan internasional“, sahut Yuliana Nur Arifin yang juga merupakan salah satu vokalis tim Hadrah.

    Pada festival tersebut, tim hadrah menampilkan shalawat dan puisi berbahasa Jepang berjudul “Anata ni Aitai “, yang berkisah tentang Nabi Muhammad SAW, lirik lagu dan puisi diterjemahkan langsung oleh Masae San, anggota PCINU Jepang yang merupakan warga asli Jepang. Menurut Ketua tim Hadrah Nusantara, Irwan Setiawan, melalui puisi dan shalawat tersebut, tim hadrah berharap dapat mengenalkan islam dan mengenalkan betapa spesialnya Nabi Muhammad SAW.Sejumlah pengunjung dari berbagai negara seperti Jepang, Italia, Brazil, Malaysia, termasuk warga Indonesia yang berdomisili di Jepang merasa terkesan, menikmati pertunjukan tim hadrah nusantara, bahkan meminta foto bersama dengan tim hadrah Nusantara. Ako San, yang merupakan warga asli Jepang mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan penampilan tim hadrah nusantara. “Saya suka Indonesia, sayang sekali selama pandemi ini tidak bisa wisata ke lndonesia, setelah mendengar Hadroh, saya terhibur sekali seperti wisata ke indonesia secara virtual“, kata Ako San.

    Kontributor lapangan : Masae San dan Avin , Dokumentasi PCINU Jepang

    #Anwar Sorban

  • BIJI DURIAN JUMADIL KUBRO

    BIJI DURIAN JUMADIL KUBRO

    SORBANSANTRI.COM

    Kisah tentang Sjech Jumadil Kubro sebagai penyebar Islam generasi awal tidaklah banyak. Tentu tidaklah mungkin tokoh sebesar beliau tidak memiliki cerita sejenis mitos yang banyak kita jumpai ada disekitar para wali. Tetapi jejak kewaliannya malah ada di negeri China.

    Alkisah, seorang muslim mendarat di negeri China. Tokoh itu ikut kapal dagang dari negeri Gujarat di tanah India. Perahu dagang China dan India memang telah memiliki jalur laut untuk melakukan niaga, selain ada jalur darat yang dikenal sebagai jalur sutera. Para pedagang muslim memang menjadikan Gujarat sebagai pangkalan dagang ke berbagai penjuru.

    Diketahui orang muslim itu bernama Sjech Jumadil Akbar atau Jumadil Kubro. Dia telah banyak berkelana di daerah India untuk menyebarkan risalah Islam pada penduduk negeri yang belum mengenal Islam. Sebagai tokoh yang namanya sudah kondang maka Jumadil Kubro memiliki banyak relasi dari kalangan atas, baik pejabat maupun saudagar. Salah seorang saudagar kenalannya bersedia memberi tumpangan ke negeri China. Bahkan saudagar tersebut tidak berkeberatan mengenalkannya dengan penguasa negeri China.

    Seperti lazimnya, rombongan saudagar segera menghadap penguasa pelabuhan untuk mendapat ijin kapalnya bersandar. Setelah itu dia akan sowan pada penguasa guna menyerahkan upeti demi mendapatkan ijin menjual barang dan membeli komoditi untuk dibawa pulang. Saat menyerahkan upeti itulah Jumadil Kubro ikut serta.

    Singkat cerita, Jumadil Kubro menyampaikan maksudnya untuk menyampaikan tentang Agama Islam yang akan disyiarkannya ke penduduk Kota Raja. Pada akhirnya Jumadil Kubro juga mengajak agar Kaisar menjadi pemeluk Islam.

    Kaisar China terperanjat karena ada orang yang berani menyebut bila raja China adalah orang biasa seperti manusia lainnya. Kaisar China mempercayai bila dirinya adalah penguasa keturunan langsung dari para dewa. Kekuasaan yang ada di tangannya adalah kekuasaan turunan yang harus disembah seperti rakyat menyembah dewa. Dalam pikirannya akan kehilangan martabat bila dirinya ikut menjadi muslim. Agama Islam memandang semua manusia sama dengan pembeda pada nilai ketaqwaannya.

    Situasi memanas karena Kaisar seolah merasa ditantang oleh tamunya itu. Bila orang itu diijinkan berkeliaran di negaranya tentu akan menjadi api yang jika membesar akan membakar kekuasaannya. Pun demikian pula dengan Jumadil Kubro yang berpikir jika sudah tidak mungkin menjalankan dakwah saat penguasa sudah ada kecurigaan. Firasatnya, Kaisar China akan menghalangi dirinya dengan berbagai cara.

    Untuk menunjukkan siapa yang benar apakah Kaisar sebagai putra dewa ataukah Jumadil Kubro yang membawa kebenaran agama, maka Kaisar membuat uji kesaktian. Dia memiliki biji buah durian yang disebutnya sebagai buah paling nikmat di dunia. Kaisar ingin sekali memiliki tanaman durian di istananya. Tetapi biji durian itu tidak pernah bisa tumbuh karena memang habitatnya di daerah panas atau tropis.

    “Jika tuan bisa menanam biji durian ini hingga tumbuh di sini, saya akan ijinkan tuan menyebarkan Agama Islam di negeri China. Bahkan saya tidak berkeberatan ikut Agama tuan”. Tantang Kaisar China.

    “Baiklah, saya bersedia menanam biji durian itu. Saya akan berdoa pada Allah agar biji itu segera tumbuh di istana tuan Kaisar”. Balas Jumadil Kubro.

    “Ingat selama biji itu belum tumbuh tuan dilarang keluar dari wilayah pelabuhan”, ujar Kaisar mengingatkan.

    Dengan disaksikan oleh para petinggi kerajaan, Jumadil Kubro menuju alun-alun depan Istana Kaisar. Tangannya menggali tanah dan meletakkan biji durian yang dia terima dari Kaisar. Saat biji ditimbuni serta disiram air, saat itulah Jumadil Kubro memanjatkan doa agar biji durian menjadi jalan turunnya hidayah bagi rakyat negeri China.

    Sesuai kesepakatan, Jumadil Kubro hanya boleh tinggal di sekitar pelabuhan saja. Namun Jumadil Kubro tidak menunggu hingga biji durian itu tumbuh. Dia tahu jika Kaisar tidak akan pernah mau menerima ajaran Islam yang akan menurunkan derajatnya dihadapan rakyat yang bertahun-tahun memuliakan Kaisar seperti dewa. Jumadil Kubro memilih keluar dari negeri China.

    Beberapa hari kemudian, Istana Kaisar menjadi gempar. Di alun-alun ada pohon durian tumbuh. Pertumbuhan pohon baru itu juga cepat membesar. Kaisar menjadi bimbang, dalam hatinya mengakui kebenaran ajaran agama yang di dengarnya dari Jumadil Kubro. Biji durian itu menjadi bukti betapa doa Jumadil Kubro lebih didengar dari pada doanya. Walaupun pengalaman dan logika sulit biji durian itu hidup di tanah China yang memiliki iklim dingin, tetapi Kaisar kuatir bila dirinya kalah bertaruh dengan Jumadil Kubro.

    Biji Durian itu bukan hanya persoalan siapa yang benar, lebih jauh lagi biji durian itu menyangkut kepercayaan. Jika rakyat tahu Kaisar kalah tentu akibatnya bisa melunturkan kepercayaan pada dirinya selaku putra dewa. Kaisar China lalu melakukan ritual agar dewa tidak memberi kehidupan pada biji durian tersebut. Namun kini dia melihat sendiri ada pohon durian dekat istananya.

    Kaisar segera memerintahkan patih agar mencari Jumadil Kubro di pelabuhan. Tentu saja Patih tidak menemukannya karena orang di pelabuhan bilang jika Jumadil Kubro sudah pergi meninggalkan China. Dia ikut menumpang kapal dagang milik orang Jawa. (Red. M.Ha)

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • TANBIH atau Wasiat Dari Mbah Sholeh

    TANBIH atau Wasiat Dari Mbah Sholeh

    InfokomBanserNU- “ojo mbok kiro uwong – uwong sing ngurusi NU iku dudu wong pilihan, iso ugo leluhure, mbah – mbahe jaman dhisik iku ya tokoh, Pejuang Islam”.

    “Jangan kamu kira orang-orang yang melestarikan (memperjuangkan) NU itu bukan orang pilihan, bisa juga para leluhurnya, kakek moyangnya jaman dulu itu ya tokoh, pejuang Islam.”

    Sekelumit dawuh itu membuat pikiranku berkecamuk gundah. Andai kalimat pesan beliau itu diambil mafhum mukholafahnya (hukum kebalikan), maka dapat disimpulkan begini :

    Jangan dikira orang-orang yang merusak (memusuhi) NU itu orang sembarangan, bisa juga para leluhurnya, kakek moyangnya jaman dulu itu ya pentolan, musuh Islam. Astaghfirulloh… Huusshhh.. Mbok ya jangan su’udzon to bro..

    Intinya begono bri.. Eh, begini bro..
    NU itu organisasi Islam yang didirikan oleh para Wali atas petunjuk dari Sang Maha Suci, semata² berniat melanjutkan estafet dakwah Sang Nabi yang santun, luwes, lentur dan rahmatan lil ‘alamin. Pola yang diterapkan NU itu ya pola yang telah diwariskan Sang Nabi, tidak memaksa dengan kekerasan.. Tapi meluluhkan hati melalui akhlak mulia dan ketulusan. Sampai sini faham kan?

    Kalau ada yang ngajakin jihad islam, bela agama, bela nabi dll tapi caranya kaku, hobi menghujat, suka tebar fitnah dan hoax, perilakunya tidak mencerminkan akhlaq Nabi, sedikit² bid’ah.. sedikit² haram.. maka jauhi… tinggalkan sejauh jauhnya…

  • Sunan Muria Raden Umar Said

    Sunan Muria Raden Umar Said

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Salah seorang Walisongo yang banyak berjasa dalam menyiarkan agama Islam di pedesaaan Pulau Jawa adalah Sunan Muria. Beliau lebih terkenal dengan nama Sunan Muria karena pusat kegiatan dakwahnya dan makamnya terletak di Gunung Muria (18 km di sebelah utara Kota Kudus sekarang).

    Beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya Raden Umar Said, dalam berdakwah ia seperti ayahnya yaitu menggunakan cara halus, ibarat menganbil ikan tidak sampai keruh airnya. Muria dalam menyebarkan agama Islam. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan dan rakyat jelata. Beliau adalah satu-satunya wali yang mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah dan beliau pulalah yang menciptakan tembang Sinom dan kinanthi. Beliau banyak mengisi tradisi Jawa dengan nuansa Islami seperti nelung dino, mitung dino, ngatus dino dan sebagainya.

    Lewat tembang-tembang yang diciptakannya, sunan Muria mengajak umatnya untuk mengamalkan ajaran Islam. Karena itulan sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata daripada kaum bangsawan. Cara dakwah inilah yang menyebabkan suna Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwak tapa ngeli yaitu menghanyutkan diri dalam masyarakat. (abi sorban)

  • Sunan Kalijaga Raden Sahid

    Sunan Kalijaga Raden Sahid

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman. Beliau merupakan putra Raden Sahur putra Temanggung Wilatika Adipati Tuban. Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.

    Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam ‘kungkum’ di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan. Raden Sahid sebenarnya anak muda yang patuh dan kuat kepada agama dan orang tua, tapi tidak bisa menerima keadaan sekelilingnya yang terjadi banyak ketimpangan, hingga dia mencari makanan dari gudang kadipaten dan dibagikan kepada rakyatnya. Tapi ketahuan ayahnya, hingga dihukum yaitu tangannya dicampuk 100 kali sampai banyak darahnya dan diusir.

    Setelah diusir selain mengembara, ia bertemu orang berjubah putih, dia adalah Sunan Bonang. Lalu Raden Sahid diangkat menjadi murid, lalu disuruh menunggui tongkatnya di depan kali sampai berbulan-bulan sampai seluruh tubuhnya berlumut. Maka Raden Sahid disebut Sunan Kalijaga.

    Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dalam rangka penyebaran Islam, antara lain dengan wayang, sastra dan berbagai kesenian lainnya. Pendekatan jalur kesenian dilakukan oleh para penyebar Islam seperti Walisongo untuk menarik perhatian di kalangan mereka, sehingga dengan tanpa terasa mereka telah tertarik pada ajaran-ajaran Islam sekalipun, karena pada awalnya mereka tertarik dikarenakan media kesenian itu. Misalnya, Sunan Kalijaga adalah tokoh seniman wayang. Ia tidak pernah meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian wayang masih dipetik dari cerita Mahabarata dan Ramayana, tetapi di dalam cerita itu disisipkan ajaran agama dan nama-nama pahlawan Islam. (abi sorban)

  • Sunan Giri Raden Paku

    Sunan Giri Raden Paku

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishak dan ibunya bernama Dewi Sekardadu putra Menak Samboja. Kebesaran Sunan Giri terlihat antara lain sebagai anggota dewan Walisongo. Nama Sunan Giri tidak bisa dilepaskan dari proses pendirian kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Ia adalah wali yang secara aktif ikut merencanakan berdirinya negara itu serta terlibat dalam penyerangan ke Majapahit sebagai penasihat militer.

    Sunan Giri atau Raden Paku dikenal sangat dermawan, yaitu dengan membagikan barang dagangan kepada rakyat Banjar yang sedang dilanda musibah. Beliau pernah bertafakkur di goa sunyi selama 40 hari 40 malam untuk bermunajat kepada Allah. Usai bertafakkur ia teringat pada pesan ayahnya sewaktu belajar di Pasai untuk mencari daerah yang tanahnya mirip dengan yang dibawahi dari negeri Pasai melalui desa Margonoto sampailah Raden Paku di daerah perbatasan yang hawanya sejuk, lalu dia mendirikan pondok pesantren yang dinamakan pesantren Giri. Tidak berselang lama hanya dalam waktu tiga tahun pesantren tersebut terkenaldi seluruh Nusantara. Sunan Giri sangat berjasa dalam penyebaran Islam baik di Jawa atau nusantara baik dilakukannya sendiri waktu muda melalui berdagang tau bersama muridnya. Beliau juga menciptakan tembang-tembang dolanan anak kecil yang bernafas Islami, seperti jemuran, cublak suweng dan lain-lain. (ABI SORBAN)

  • Kenapa Walisongo Tidak Mensyariatkan Cadar Dan Jubah Di Bumi Nusantara

    Kenapa Walisongo Tidak Mensyariatkan Cadar Dan Jubah Di Bumi Nusantara

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRIKisahnya begini, ketika itu, Sunan Ampel sangat memprihatinkan keadaan adat istiadat serta kebudayaan masyarakat Jawa yang nilai-nilainya jauh dari ajaran Islam. Sunan Ampel kemudian menghubungi sahabat beliau di Makkah, yaitu Syaikh Abdul Qayyim supaya mengirim seseorang ke tanah Jawa yang ahli di bidang kebudayaan serta menata adat istiadat agar dari yang kurang bersifat Islami menjadi tidak jauh dari tuntutan agama Islam.

    Permintaan Sunan Ampel ini kemudian dituruti oleh Syaikh Abdul Qayyim. Oleh beliau dikirimlah putra beliau sendiri, yaitu Syaikh Khazin yang memang ahli di bidang tersebut. Semenjak itulah berangkat Syaikh Khazin ke tanah Jawa.

    Sesampainya beliau di Jawa, beliau kemudian mendampingi Sunan Kalijaga, karena Sunan Kalijaga adalah seorang tokoh muballigh yang berasal dari keluarga terpandang dalam struktur sosial masyarakat Jawa. Beliau adalah putra dari Adipati Tumenggung (setara dengan bupati sekarang) di Tuban. Harapan dari Syaikh Khazin al-Makki, masyakarat Jawa akan lebih mudah menerima dakwah dengan pola pendekatan adat istiadat serta budaya Jawa apabila yang menyampaikan dakwah tersebut adalah seorang putra dari tokoh terpandang di masyarakat Jawa itu sendiri.

    Pertimbangan ini diyakini oleh Syaikh Khazin al-Makki tepat, karena sebagai seorang yang lahir dan dibesarkan oleh kehidupan yang berbasis serta mengelola tradisi, kebudayaan, serta adat istiadat Jawa, tentu Sunan Kalijaga lebih mampu menjiwai dalam khayal (cipta), dzauq (rasa), dan ‘adah (karsa) dibanding dengan muballigh lain yang tidak berlatar belakang serta adat istiadat Jawa. Sehingga, untuk bermusyawarah hampir dipastikan Sunan Kalijaga tidaklah mengalami kesulitan menangkap apa yang diinginkan oleh Syaikh Khazin al-Makki.

    Seiring dengan perkembangan waktu, Sunan Kalijaga merasakan bahwa Syaikh Khazin al-Makki ini memang benar-benar orang yang mampu serta mengerti dan menguasai ilmu dakwah yang cocok untuk diterapkan dalam ruang lingkup masyarakat Jawa. Pelurusan pelurusan agar tidak jauh dari ajaran Islam dirasakan oleh Sunan Kalijaga mudah dipraktekkan dalam dakwah dan aplikasinya di ruang lingkup masyarakat. Oleh karenanya, Sunan Kalijaga kemudian memberikan julukan pada Syaikh Khazin al-Makki dengan lawan “Bagus Maulana”. Maksudnya adalah seorang pengelana yang ahli memperhalus serta memperbaiki budaya serta adat istiadat Jawa.

    Figur Bagus Maulana pada saat sekarang ini kurang banyak dikenal orang. Akan tetapi, dahulu adalah sosok figur yang dikenal oleh para ulama di zamannya sebagai tokoh muballigh yang senantiasa mendampingi Sunan Kalijaga dalam hal olah pelurusan seni budaya serta tradisi masyarakat agar tidak jauh dari ajaran Islam.

    Sebagai seorang waliyullah, Bagus Maulana mempunyai banyak karamah. Di antara karamah beliau yang sempat masyhur waktu itu ialah:
    1. Mempunyai tongkat yang jika ditancapkan di tanah gersang maka dari tanah tersebut akan dapat memancar air.
    2. Mampu mengubah air asin menjadi air tawar.
    3. Merubah pohon yang kering langsung menjadi basah (hidup) subur dan berbuah.

    Syaikh Khazin mempunyai nama Khazin bin ‘Abdul Qayyim bin Yasir bin Nu’man bin Ma’mun bin Yasin bin Malik al-Makki asy-Syafi’i. Disebut al-Makki asy-Syafi’i karena beliau, ayah dan kakek-kakeknya semua berasal dari Makkah serta bermadzhabkan Syafi’i dalam fiqh ‘ubudiyahnya. Lahir di kota Makkah sekitar tahun 842 H/ 1439 M.

    Syaikh Khazin al-Makki wafat kurang lebih satu tahun setelah kesultanan Demak pindah ke Pajang atau sekitar tahun 957 H/ 1550 M dalam usia 111 tahun. Jasad beliau dimakamkan di area komplek makam Kadilangu Demak.
    (abi sorban)