Tag: whatsapp

  • WhatsApp Akan Luncurkan Fitur AI untuk Membuat Foto Profil

    WhatsApp Akan Luncurkan Fitur AI untuk Membuat Foto Profil

    wp.sorbansantri.com – WhatsApp sedang mengembangkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna membuat foto profil unik dan dipersonalisasi. Laporan dari WABetaInfo menyebutkan bahwa fitur ini akan hadir dalam pembaruan beta terbaru untuk Android, versi 2.24.11.17.

    “WhatsApp berkomitmen meluncurkan kemampuan AI tambahan yang dapat memperkaya interaksi pengguna dan menawarkan pengalaman yang lebih disesuaikan,” demikian bunyi laporan tersebut.

    Fitur baru ini akan meningkatkan personalisasi dalam aplikasi, memungkinkan pengguna mengekspresikan kreativitas mereka dengan menghasilkan gambar profil yang mencerminkan kepribadian, minat, atau suasana hati mereka. Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan, pengguna akan memasukkan perintah teks ke dalam generator gambar AI, yang kemudian menghasilkan foto profil yang dipersonalisasi berdasarkan detail yang diberikan.

    “Daripada menghabiskan waktu mencari atau mengambil gambar yang sempurna, pengguna cukup menghasilkan gambar dengan memberikan perintah,” jelas laporan itu.

    Namun, belum ada jadwal pasti kapan WhatsApp akan meluncurkan fitur AI ini karena masih dalam pengembangan dan mungkin akan dirilis dalam pembaruan mendatang. Fitur ini menarik bagi pengguna yang enggan membagikan foto pribadi di media sosial atau WhatsApp karena alasan privasi, seperti potensi penyalahgunaan gambar.

    Gambar profil yang dihasilkan AI menawarkan solusi dengan memungkinkan pengguna membuat representasi digital khas dari diri mereka sendiri. WhatsApp juga sudah menyertakan fitur keamanan yang mencegah kontak mengambil tangkapan layar foto profil, sehingga semakin menjamin privasi pengguna. (AI Sorban)

  • HUKUM KIRIM FATIHAH LEWAT STIKER/COPY PASTE?

    HUKUM KIRIM FATIHAH LEWAT STIKER/COPY PASTE?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Sebagai Bahan Muhasabah dan Pengingat Bagi Kita Semua.
    Hadirnya media sosial sebagai sebuah media dalam memudahkan berbagai aktifitas, sudah menjadi hal lumrah.

    Hal ini juga berlaku bagi orang yang hendak kirim fatihah atau doa. Biasanya kalau ada kabar duka orang meninggal dunia di grup whatsapp. Dalam hitungan detik setelah kabar duka muncul, langsung disambut balasan doa dan fatihah dalam bentuk stiker atau teks yang sepertinya sudah di-save dan tinggal copy-past saja.

    Anehnya kadang hanya mengirim stiker atau teks doa tersebut. Lupa melafalkannya.
    Lantas, cukupkah dengan cara demikian? Tanpa mengucapkannya lagi.
    .

    Jawab:
    Sebagaimana lazim diketahui bahwa doa yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal adalah bisa sampai. Tapi jika hanya bentuk stiker atau teks tanpa diucapkan, maka tidak dikatakan doa. Harus dilafadzkan (diucapakan).

    Referensi:
    Al-Adzkar li-Syaikhil Islam al-Imam an-Nawawi hal. 150:

    ﺑﺎﺏُ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻊُ ﺍﻟﻤﻴّﺖَ ﻣﻦ ﻗَﻮْﻝ ﻏﻴﺮﻩ : ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻸﻣﻮﺍﺕ ﻳﻨﻔﻌﻬﻢ ﻭﻳَﺼﻠُﻬﻢ . ﻭﺍﺣﺘﺠّﻮﺍﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠّﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :
    } ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺟﺎﺅﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻤْﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺭَﺑَّﻨﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨﺎ ﻭﻹِﺧْﻮَﺍﻧِﻨﺎ ﺍﻟَّﺬﻳﻦ ﺳَﺒَﻘُﻮﻧﺎﺑﺎﻹِﻱﻣَﺎﻥِ { ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻵﻳﺎﺕ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭﺓ ﺑﻤﻌﻨﺎﻫﺎ،ﻭﻓﻲ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭﺓ ﻛﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻬﻮﺳﻠﻢ : ” ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻷﻫْﻞِ ﺑَﻘِﻴﻊِ ﺍﻟﻐَﺮْﻗَﺪِ ” ﻭﻛﻘﻮﻟﻬﺼﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ” ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﺤَﻴِّﻨﺎ ﻭَﻣَﻴِّﺘِﻨَﺎ ” ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ .
    “Bab perkataan dan hal-hal lain yang bermanfaat bagi mayyit : ‘Ulama telah ber-ijma’ (bersepakat ) bahwa do’a untuk orang meninggal dunia bermanfaat dan pahalanya sampai kepada mereka. Dan ‘Ulama’ berhujjah dengan firman Allah : {“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami (59:10)”}, dan ayat-ayat lainnya yang maknanya masyhur, serta dengan hadits-hadits masyhur seperti do’a Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam “ya Allah berikanlah ampunan kepada ahli pekuburan Baqi al-Gharqad”, juga do’a : “ya Allah berikanlah Ampunan kepada yang masih hidup dan sudah meninggal diantara kami”, dan hadits- yang lainnya.”

    Al-Adzkar li-Syaikhil Islam al-Imam an-Nawawi hal. 16:
    ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻷﺫﻛﺎﺭ ﺍﻟﻤﺸﺮﻭﻋﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭﺍﺟﺒﺔً ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻭ ﻣﺴﺘﺤﺒﺔً ﻻ ﻳُﺤﺴﺐُ ﺷﻲﺀٌ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻻ ﻳُﻌﺘﺪّ ﺑﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻠﻔَّﻆَ ﺑﻪ ﺑﺤﻴﺚُ ﻳُﺴﻤﻊ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺴﻤﻊ ﻻ ﻋﺎﺭﺽ ﻟﻪ

    “Ketahuilah bahwa zikir yang disyariatkan dalam salat dan selainnya, baik yang wajib ataupun sunnah tidak dihitung dan tidak dianggap kecuali diucapkan, sekiranya ia dapat mendengar yang diucapkannya sendiri apabila pendengarannya sehat dan dalam keadaan normal (tidak sedang bising dan sebagainya)”.

    Al Mausu’ah al-Fiqhiyah (21/249):
    ” ﻻ ﻳﻌﺘﺪُّ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻤﺎ ﺭﺗَّﺐ ﺍﻟﺸﺎﺭﻉ ﺍﻷﺟﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺗﻴﺎﻥ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﺫﻛﺎﺭ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻠﻔﻆ ﺑﻪ ﺍﻟﺬﺍﻛﺮ ﻭﻳُﺴﻤﻊ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺴﻤﻊ؛

    “Dzikir yang wajib atau sunah, di dalam shalat atau bukan, tidak bisa memdapatkan pahala kecuali dilafalkan oleh orang yang berdzikir tersebut dan (suaranya) terdengar oleh dirinya jika memang pendengarannya normal”. (ANSOR BALI)

    Wallahua’lam, semoga bermanfaat.

    (Pena Aswaja)

  • WASPADAI SHARE-SHARE KEAGAMAAN YANG BEREDAR DI GROUP WHATSAPP

    WASPADAI SHARE-SHARE KEAGAMAAN YANG BEREDAR DI GROUP WHATSAPP

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Berikut adalah sebagian masalah yang banyak beredar di group whatsapp telegram dll, kami tidak tahu ini keluhan atau apalah yang jelas dalam permasalahan seperti ini wajib REDAKSI Sorban Santri luruskan. Inilah pentingnya mondok, belajar langsung dari kiayi sampai khatam. bukannya dari Group Komunitas.

    Banyak orang yang hidup dengan gaya hidup barat.. Tapi ingin mati seperti matinya para sahabat Nabi shalallahu alaihi wasallam

    Saya gak tau hidup gaya barat itu seperti apa? yg saya tau, saya hidup di Indonesia Pulau Jawa tepatnya. Dimana adab sopan santun dengan budi pekerti yang luhur menjadi rahmad serta amalan dan kebanggaan tersendiri ada di Indonesia. Dan semua sifat” karakter tersebut ada pada diri Rosululloh SAW.
    panjang cerita……

    Banyak orang yang hidupnya tidak ingin dengan Islam, meski hanya penampilan lahirnya.. Tapi kalau mati, ingin dengan Islam lahir batin.

    Tuduhan TIDAK INGIN DENGAN ISLAM itu terserah mereka bilangnya apa, syi’ah,bid’ah,sesat,kafir, silahkan, tidak apa-apa. Yang saya tahu islam tidak punya tampilan, seperti pakaian islami, baju syar’i, dll. Itu adalah budaya pakaian orang arab, bukan orang islam. Dan di islam hanya di perintahkan menutup Aurat, terserah ditutupi pakai daun lah, kertas lah, sesuaikan dengan adat setempat yang penting menutup aurat. Tetap kami hormati asal masih dalam standart fiqh yang telah diajarkan kyai dan ulama’ kami.
    Ingat!! dalam surah Al Hujurat ayat 13, disitu Allah berfirman: “Wahai manusia, sesungguhnya Aku menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. … Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Q.S Al-Hujurat:13).

    Alhamdulillah kami ada di Indonesia dan di Rahmati Alloh SWT karena Indonesia punya banyak bangsa, ribuan suku yang bersatu dalam cengkraman Kaki Burung Garuda “Bhineka Tunggal Ika” yang terlahir dari ijtihad dan Istikhoroh para kiai-kiai NU, para ulama” NU, dengan nama PANCASILA. semuanya hidup rukun. Lain cerita dengan Kawasan Arab yang hanya punya 2 suku al-‘Aribah dan Musta’rabah
    panjang cerita……

    Banyak orang melihat bahwa mati di jalan Allah adalah sesuatu yang hebat dan mulia.. Tapi mengapa jika ada orang yang hidup di jalan Allah, dilihat ekstrim, sok suci, dan sok-sok yang lainnya.

    Banyak orang melihat bahwa mati di jalan Allah adalah sesuatu yang hebat dan mulia.. ia memang benar, Surat Al-Baqarah Ayat 154-155 sudah mengatakan itu. Tapi mengapa jika ada orang yang hidup di jalan Allah, dilihat ekstrim, sok suci, dan sok-sok yang lainnya.
    Bagaimana gak ekstrim??! heloo!!
    Kalian syiarkan Budaya arab dan kalian paksa memakai budaya Arab, yang gak mau ikut kalian tuduh syirik,bid’ah,khurofat,kafir. Tetapi kalian licik dengan memakai atasnama Agama, tapi kalian tidak menghormati keberagaman yang telah Alloh ciptakan, malah kalian rusak dengan memakai tabir agama. Itulah mengapa bangsa Timur tengah gak pernah damai, banyak kerusakan dan kehancuran yang tidak terasa kalian ciptakan sendiri dengan perilaku kalian seperti ini…. Apa kalian mau Indonesia Hancur??!!
    Makanya kami sebagai Pemuda yang cinta Akan Nabi, Memegang Aqidah Islami, dan cinta pada NKRI. akan berubah beringas dengan dengan kelakuan kalian seperti itu.
    Kami masih bangga dengan budaya sopansantun….. Tapi tidak untuk mereka!!!
    Kami masih hormat pada perbedaan… Tapi tidak untuk mereka!!!
    Kami cinta pada Nabi dan Rosul…
    Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad SAW

    (abi sorban)

  • MUI HOAX BEREDAR DI BERITA BERANTAI WHATSAPP

    MUI HOAX BEREDAR DI BERITA BERANTAI WHATSAPP

    SORBANSANTRI.COM

    * TEMPO.CO: “Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tak pernah mengeluarkan seruan yang meminta ulama, kiai, dan ustaz di Indonesia untuk menolak rapid test.

    Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Informasi dan Komunikasi, Amirsyah Tambunan mengatakan seruan itu adalah hoaks. “Itu berita hoaks yang sangat tidak masuk akal,” kata Amirsyah kepada Tempo, Ahad malam, 24 Mei 2020.”

    Selengkapnya di “MUI Tak Pernah Keluarkan Surat Agar Ulama Tolak Rapid Test” https://bit.ly/3bWCAo3 / http://archive.md/HeOFU (arsip cadangan).

    * Merdeka.com: “Tim cek fakta merdeka.com menelusuri sekaligus mengkonfirmasi kepada MUI.

    Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menegaskan seruan tersebut ialah hoaks atau berita bohong. Dia menjelaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman tersebut.

    “Itu pasti hoaks, karena MUI tdk pernah mengeluarkan pemberitahuan seperti itu,” kata Zainut saat dihubungi merdekacom, Minggu (24/5).

    Dia juga menjelaskan surat tersebut tidak sesuai dengan kop standar MUI. Serta tutur bahasanya pun tidak sesuai standar MUI.

    “Dari kop surat dan isi pemberitahuannya tidak sesuai standar MUI,” tegas Zainut.”

    Selengkapnya di “CEK FAKTA: Hoaks Surat MUI Agar Ulama Hati-hati dan Melawan Saat Rapid Test” https://bit.ly/2WWdfGO / http://archive.md/eUH6s (arsip cadangan).

    * REPUBLIKA.CO.ID: “Wakil Sekretaris Jenderal bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, menyebarkan berita bohong haram hukumnya bagi umat Islam. Dia kemudian mengingatkan tentang fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalat dalam media sosial.”

    Selengkapnya di “MUI tak Pernah Keluarkan Seruan Ulama Lawan Rapid Test Covid” https://bit.ly/3ghjqNa / http://archive.md/eBY16.

    * detikNews: “Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja mengeluarkan fatwa terkait hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Fatwa ini mengatur banyak hal, mulai dari cara membuat postingan media sosial sampai cara memverifikasi.

    Berikut isi lengkap fatwa tersebut yang dibacakan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, Senin (5/6/2017):”

    Selengkapnya di “Isi Lengkap Fatwa MUI Soal Hukum dan Pedoman Bermedia Sosial” https://bit.ly/3d2CJHW / http://archive.md/1uAK4 (arsip cadangan).

    * mui.or.id: “HUKUM DAN PEDOMAN
    BERMUAMALAH MELALUI MEDIA SOSIAL
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْمِ
    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, setelah :

    Menimbang : a. bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi di tengah masyarakat;”

    Selengkapnya di “FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor : 24 Tahun 2017” https://bit.ly/3gkx0PO / http://archive.md/dHNO2 (arsip cadangan).