Penulis: Sorban Santri

  • PC TURBA di PAC GP ANSOR Kec.Pungging

    PC TURBA di PAC GP ANSOR Kec.Pungging

    Infokom NU Mojokerto. Agenda TURBA PC GP ANSOR Kab.Mojokerto yang ke-5 adalah di PAC GP ANSOR Kec.Pungging pada tanggal 16 Februari 2020 pukul 20.00wib-selesai di kantor mwcNU Kec.Pungging

    Yang mana dalam turba tersebut bertujuan untuk silaturrohmi dan untuk mempererat hubungan antara PC dan PAC ANSOR di jajaran Kab.Mojokerto. dalam agenda TURBA tersebut dihadiri ketua PC GP ANSOR,Sekertaris PC GP ANSOR,dan Kasatkorcab Banser Kab.Mojokerto beserta jajarannya.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto bersama ketua PC GP ANSOR Gus Ali

    Dalam acara tersebut ketua PAC GP ANSOR Kec.Pungging Adam Moh Hatta memberikan sambutan. ” Agenda Giat di PAC sangat banyak dan padat yang diadakan juga di masing2 Ranting. Dan agendan/even besar yang akan diadakan oleh PAC Pungging yaitu:di bulan Maret berupa Sholawatan Akbar dan di bulan April berupa pengajian Gus Muafik”

    SORBANSANTRI.COM
    Sambutan ketua PAC Adam Moh Hatta

    #Infokom NU Mojokerto 17/02/2020

    #By IRUL

  • Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Sorbansantri.com — LAZISNU MWCNU JETIS pada tahun 2020 sudah mulai bergerak memberikan kemanfaatan kepada masyarakat sekitar, lembaga amil zakat infaq dan shodaqohnya NU yang di ketua bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag ini awalnya bekerja sama dengan PC LAZISNU kab Mojokerto dengan menyantuni 105 yatim piatu dan dhuafa di desa canggu, mlirib, penompo dan sidorejo pada bulan juli

    SORBANSANTRI.COM
    Pengurus lazisnu mwcnu jetis bersama pc lazisnu mojokerto saat menyalurkan bantuan di desa canggu

    Menurut keterangan dari bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua menjelaskan MWC LAZISNU JETIS setiap bulan sudah menyantuni dan membagikan sembako kepada yatim piatu dhuafa, setelah bulan juli di 4 desa yaitu canggu, mlirib, penompo, sidorejo bulan agustus kita gerak di lakardowo, bulan semtember di desa jetis, bulan oktober kita menyantuni di desa bendung, november kita bekerja sama dengan yayasan KOPI GLADAK menyantuni di desa ngabar, bulan desember di desa parengan, bahkan pada bulan agustus ada rumah warga yang terbakar habis dan MWC LAZISNU JETIS juga berperan paling depan untuk membangunkan rumah sampai selesai

    SORBANSANTRI.COM
    Lazisnu mwcnu jetis dan pcnu kab mojokerto saat menyerahkan bantuan kepada korban rumah kebakaran

    Senada dengan ketuanya bapak ALIM SODIKIN selaku sekertaris menginfokan dari 16 desa di kecamatan Jetis sudah kami datangi 9 desa dan akan kami lanjutkan pada tahun ini, dana yang masuk pada tahun 2020 yang kita mulai dari bulan juli sekitar 60jt, ini sudah termasuk bantuan pembangunan rumah bu SAYUTI yang terkena bencana kebakaran di desa bendung, yang mana kami berkerja sama dengan PC LAZISNU Mojokerto, PW LAZISNU JATIM, BAZNAS, dan warga sekitar, semua dana yang masuk sudah kami salurkan.

    Mudah mudahan tahun 2021, kami bisa meningkatkan gerakan kami yang lebih bermanfaat kepada warga sekitar, dan mohon bantuan kepada semua banom dan lembaga untuk mendukung gerakan kami serta kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan zakat,infaq, shodakohnya kepada kami” kata bapak ALIM SODIKIN

    By: dikin sorban

  • Kisah Tulisan Tangan Syaikhona Kholil Yang Berusia 122 Tahun

    Kisah Tulisan Tangan Syaikhona Kholil Yang Berusia 122 Tahun

    InfokomBanserNU –

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Moh. Rowi Mancengan Modung Bangkalan adalah salah satu santri Syaichona Moh. Cholil yang beruntung mendapatkan kitab Alfiyah dari Sang Guru. Moh. Rowi muda awalnya mondok di Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo. Kesehariannya beliau sibukkan dengan mengaji berbagai macam kitab. Selain itu, beliau juga sering bertapa di waktu malam. Tempat pertapaannya agak aneh karena beliau selalu berendam di sungai yang ada di samping pondok, sambil berdzikir secara terus-menerus sampai Subuh menjelang.

    Suatu ketika di malam yang gelap dan dingin, beliau turun ke sungai seperti biasanya, berendam sambil berdzikir tiada henti. Dalam ke-khusyu’an-nya, tiba-tiba beliau tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu, beliau bertemu dengan seseorang berpakaian putih serta berwibawa, di atas sebuah bukit orang itu berkata, “Kalau kamu ingin alim ilmu Nahwu, datanglah ke pondok Demangan, belajarlah kepadaku!”.

    Moh. Rowi terbangun dari tidurnya, sekujur tubuhnya yang dingin kemudian terasa hangat dan gemetar. Segeralah beliau naik ke darat dan kembali ke kamarnya di pondok, sampai menjelang Subuh, Moh. Rowi sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena mimpi yang baru dialaminya terus membuatnya berpikir apa yang harus dilakukannya. Setelah berpikir lama, beliau akhirnya memutuskan untuk memenuhi perintah orang berwibawa itu yang dilihatnya dalam mimpi.

    Keesokan harinya, Moh. Rowi segera sowan kepada KH. Ya’qub (Pengasuh Pondok Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo saat itu) dan menceritakan mimpi yang dialaminya. Mendengar penuturan santri yang disayanginya itu, KH. Ya’qub langsung memerintahkan untuk segera melaksanakan petunjuk dalam mimpi itu. Setelah mendapatkan izin dari gurunya, Moh. Rowi segera menuju ke Demangan Bangkalan, tanpa pulang dulu ke rumahnya di Mancengan Modung. Sebelum ke pondok Demangan, dia mampir dulu ke rumah familinya yang ada di Bangkalan, untuk sekadar membersihkan tubuhnya dan melakukan persiapan untuk berangkat menuju Pondok Demangan.

    Setelah sampai di pondok Demangan, Moh. Rowi segera sowan kepada Syaichona Moh. Cholil. Namun belum sempat menyampaikan tujuannya untuk mondok, tiba-tiba Syaichona Moh. Cholil langsung mengusirnya, sehingga membuat Moh. Rowi langsung keluar karena ketakutan yang luar biasa. Tetapi dia sadar, bahwa ini adalah cara Syaichona Moh. Cholil untuk menguji kesungguhannya untuk mengaji dalam menuntut ilmu. Keesokan harinya dia kembali sowan lagi, namun Syaichona Moh. Cholil kembali mengusirnya, begitu seterusnya sampai beberapa hari.

    Moh. Rowi dengan sabar menerima ujian ini, sehingga dia tidak berani lagi untuk sowan ke Rowi segera sowan kepada Syaichona Moh. Cholil. Moh. Rowi bingung dan hanya bisa menunggu dan menunggu di luar komplek pesantren Demangan.

    Tibalah di hari keempat, Syaichona Moh. Cholil memerintahkan salah satu santri untuk mencari Moh. Rowi dan membawanya ke ndalem beliau. Bukan main gembiranya Moh. Rowi, segera saja dia langsung sowan kepada Syaichona Moh. Cholil. Sesampainya di ndalem, Syaichona menanyakan maksud kedatangannya ke pondok Demangan dan dengan penuh ta’dzhim Moh. Rowi menyampaikan keinginannya untuk mengaji kepada beliau.

    Syaichona Moh. Cholil kemudian berkata, “Saya menulis kitab Alfiyah dan akan saya jual sama kamu, ayo tawar harganya.” Tentu saja Moh. Rowi gembira luar biasa, tapi dia bingung mau menawar berapa karena Syaichona Moh. Cholil tidak menyebutkan berapa harganya. Namun karena diperintah oleh beliau, Moh. Rowi akhirnya berani mengajukan tawaran 100 duit sen. “Itu terlalu mahal, turunkan lagi,” dawuh Syaichona Moh. Cholil. Kemudian diturunkan 20, namun ditolak, diturunkan lagi 20-20, sampai akhirnya tinggal 20 duit sen dan disetujui oleh Syaichona Moh. Cholil.

    Setelah mendapatkan kitab Alfiyah tulisan tangan sang guru, Moh. Rowi gembira tiada tara, tiap waktu kitab itu selalu dibaca dan dipelajarinya, sampai menghafal seluruh isinya. Mengetahui hal tersebut, teman-teman santrinya berebutan untuk meminjamnya, sehingga kitab itu kemudian berpindah dari satu tangan santri ke tangan santri lainnya. Hal ini ternyata diketahui oleh Syaichona Moh. Cholil, sehingga suatu ketika beliau mendatangi kamar Moh. Rowi dan menanyakan tantang kitab Alfiyahnya. Dengan badan gemetar Moh. Rowi menyampaikan bahwa kitab itu dipinjam oleh teman-teman santri yang lain. Syaichona Moh. Cholil marah dan menyuruh Moh. Rowi untuk segera mengambil kembali kitabnya. Setelah kitab itu diambil dari temannya, segera kitab Alfiyah itu dihaturkan oleh Moh. Rowi kepada sang guru dan kemudian Syaichona Moh. Cholil menulis di bagian sampul kitab Alfiyah itu:

    الا يا مستعير الكتب دعني فان اعارتي للكتب عار
    فمحبوبي من الدنيا كتابي فهل ابصرت محبوبا يعار

    Ketika di kitab itu terdapat tulisan tangan oleh Syaichona Moh. Cholil, para santri tidak ada lagi yang berani meminjamnya.

    Setelah mengaji kepada Syaichona Moh. Cholil dengan kitab Alfiyahnya, Moh. Rowi menjadi seorang yang alim ilmu nahwu, hafal seluruh isinya dari awal sampai akhir, bahkan konon beliau juga bisa menghafal sekalipun dibalik dari bagian belakang ke bagian depan, persis seperti mimpi yang dialaminya waktu bertapa berendam di sungai Panji.

    Setelah KH. Moh. Rowi wafat, kitab Alfiyah tersebut diwariskan kepada putra tertuanya, KH. Tolhah Rowi yang juga merupakan santri Syaichona Moh. Cholil. KH. Tholhah inilah yang mendampingi Syaichona Moh. Cholil ketika menjelang detik-detik wafatnya beliau. Dari KH. Tholhah, kitab tersebut diwariskan kepada putranya KH. A. Shidiq Muslim dan kini diwariskan kepada Lora Ahmad Rowi Shidiq Muslim.

    Kitab tersebut sudah berusia 122 tahun lebih yang (terhitung dari tahun yang ditulis dibagian belakang kitab) dan kondisinya masih utuh dan tersimpan rapi di pondok Pesantren At-Tholhawiyyah Sumur Nangka Modung Bangkalan.

    Narasumber: Majelis Keluarga PP. At-Tholhawiyyah Sumur Nangka Ust. Toyyib Fawwas. Disarikan dari Majalah Aschal edisi 20.

    Wallahu A’lam

    (red. Abi Infokom)

  • Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Infokom NU Mojokerto. Semangat dan perjuangan ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging untuk menghadiri DIBA’ KUBRO dan PELANTIKAN PENGURUS RANTING FATAYAT NU se-Kec.Pungging pada hari Minggu pukul 08.00-selesai bertempat di Balai desa Balongmasin Kec.Pungging.patut dan harus kita acungkan 2 jempol kepada mereka.

    SORBANSANTRI.COM
    Semangat yang luar biasa dari ibu ibu Fatayat Kec.Pungging
    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara tersebut Hadir. Ibu Pungkasiadi (istri Bupati Mojokerto),Ketua Fatayat NU Kab.Mojokerto,Bapak Bambang W ( kepala desa Balongmasin) dan ribuan ibu2 Fatayat di seluruh Kec.Pungging.

    SORBANSANTRI.COM
    Kehadiran ibu Pungkasiadi

    Acara tersebut mulai awal hingga akhir berjalan dengan aman dan nyaman, dengan adanya BANSER sebagai Garda terdepan NU mengamankan daalam kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER yang selalu siap sedia untuk NU

    #Infokom PAC Pungging

    #BY. Amirul M/irul

  • Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    InfokomBanserNU- Jum’at 14 Februari 2020, Kegiatan TURBA yang diadakan di TPQ An-Nur Pacet Utara Mojokerto Kasatkorcab Kab Mojokerto sangat bersyukur karena di Mojokerto sekarang sudah ada ± 2500 Banser dan 19 kali pengadaan DTD serta 1 kali Susbalan pada masa khidmad tahun 2017-2021 yang bertujuan untuk kaderisasi.

    Kaderisasi itu sangat penting untuk kesinambungan antar generasi dan menghidupkan organisasi, dan beliau lebih bersyukur lagi karena di Mojokerto sekarang sudah ada 5 SATSUS yang sudah berjalan dengan sangat bagus dan insyaalloh akan ditambah lagi Satsus Balakar kata Kasatkorcab Kab. Mojokerto H. MOH YUNUS dalam kegiatan turba di PAC GP Ansor Pacet Mojokerto.

    H. Moh Yunus berpesan untuk masing-masing satkoryon banser agar bisa menghadirkan minimal 2 orang untuk tiap-tiap 3 satsus yang sebentar lagi akan diadakan pelatihan di Mojokerto.

    Beliau juga bercerita, dengan Basada telah sowan dan Ada pesan yang sangat penting dari KH. Khusain Ilyas tersebut yang disampaikan oleh Kasatkorcab H. Moh. Yunus untuk diteruskan kepada Banser khususnya di Mojokerto bahwa, ” Agar Banser ditakuti musuh yang menentang ASWAJA, Banser Harus berwibawa “. Dari kata- tersebut seharusnya para Banser harus lebih menjaga sikap islami dan belajar menghargai perbedaan.
    (red. Abi Infokom)

  • SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    Sorbansantri.com -Untuk meningkatkan perekonomian warga Nahdliyyin kabupaten Mojokerto,Sahabat Boom Motoris (SBM) membuka peluang bisnis baru di gedung Nusantara Mart badan usaha milik MWC NU Kecamatan Ngoro Mojokerto yang bekerjasama dengan Ansor Ritail yang dipelopori oleh ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali Moh Nasih.

              Dalam louncing kali ini Senin (15-2-21) secara resmi dibuka untuk umum dengan ditandai pelepasan balon ke udara yang dipimpin oleh ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Adhim,dalam acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU serta Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Ngoro (KH. Marzuki,Ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro (Ahmad Saufi S.kom), seluruh ketua PAC GP Ansor se-kabupaten Mojokerto,perwakilan tokoh masyarakat NU,banom-banom NU dan hadir juga perwakilan dari PP GP Ansor (Sahabat Hasan Taufik) serta CEO Boom Motoris (Koko Shiong) beserta jajaran pengurus SBM Pusat.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

              Menurut keterangan dari Koko Shiong yang kami temui saat selesai acara, "<em>Maksud dan tujuan dibukanya SBM ini adalah untuk meningkatkan perekonomian kepada anggota Ansor - Banser dan untuk membuka peluang lapangan pekerjaan baru"</em>  menurutnya lagi dalam sambutannya "<em>saya berharap agar warga Ansor se-kabupaten Mojokerto bisa berkontribusi dan bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian kepada warga NU dengan cara membeli atau menyuplai barang yang ada di NUsantara mart ini</em>"
    
              Kabupaten Mojokerto menjadi SBM Yang ke-11 sebelumnya Yang Pertama dan ke-6 dinamakan Boom Motoris (BM), baru dinamakan Sahabat Boom Motoris (SBM) setelah kolaborasi dan bekerja sama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor yang dipelopori oleh Gus Hasan Taufik, setelah berinteraksi dan berdiskusi
    

    baru terbentuklah SBM pertama yg ada di wilayah Magetan menempati urutan ke-7, SBM ke-8 Tulungagung, SBM 9 Jombang, SBM 10 Batang Jawa Tengah,dan rencananya akan di kembangkan lagi ke seluruh wilayah Jawa lebih lebih bisa ke seluruh Nusantara.

               Menurut Gus Hasan Taufik dalam sambutannya mengatakan "<em>Sahabat-sahabat yang mempunyai produk bisa menjual atau menitipkan ke SBM ini, nanti ketika jaringan distribusi sudah terbentuk maka produk dari sahabat akan kita distribusikan ke seluruh wilayah Mojokerto, dan bagi para sahabat yang tidak mempunyai tujuan ke rana usaha bisa menjadi karyawan marketing, nanti disana akan diajari dan di bimbing bagaimana cara pemasaran dan sebagainya</em>
    
                 Berdirinya SBM di kabupaten Mojokerto ini disambut dengan senang hati oleh semua masyarakat terutama yang hadir dalam acara tersebut,dengan harapan adanya SBM ini sebagai langkah awal  menuju kebangkitan perekonomian masyarakat Mojokerto umumnya dan Masyarakat Ngoro khususnya.
    
                 Acara terahir ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH SHOLEH Selaku dewan penasehat MWC NU kec ngoro.
    
                  Mudah-mudahan dengan adanya SBM ini bisa menjadikan perekonomian usaha yang amanah, di samping harganya yang lebih murah dibawah harga pasaran juga bisa menjadikan peluang bisnis baru bagi warga Nahdliyyin di wilayah kabupaten Mojokerto. (<strong><em>hasan-sorban</em></strong>)
    
  • IPNU-IPPNU Jepara Siap Tancap Gas, Setelah Terima Kendaraan Operasional,

    IPNU-IPPNU Jepara Siap Tancap Gas, Setelah Terima Kendaraan Operasional,

    SORBANSANTRI.COM
    IPNU-IPPNU Jepara terima bantuan mobil operasional dari PCNU setempatipnu,ippnu,jateng,

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatakan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara menerima bantuan kendaraan mobil operasional dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara pada Sabtu (13/2) malam di SMK Hadziqiyyah Nalumsari Jepara.

    Penyerahan dilakukan oleh Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq kepada ketua PC IPNU Jepara Nurus Salam dan ketua PC IPPNU Jepara Wiwik Widayati. Momen penyerahan tersebut bersamaan dengan kegiatan Latin-Latpel PC IPNU-IPPNU Jepara.

    Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah mengucapkan selamat dan mengapresiasi perkembangan IPNU-IPPNU di Kabupaten Jepara yang dinilainya semakin maju. “Dalam lima tahun terakhir ini, IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara banyak mengalami kemajuan yang positif baik dari segi keorganisasian maupun kegiatannya,” terangnya.

    Maka dari itu, kami selaku pengurus NU Jepara mengapresiasi para pelajar NU Jepara ini agar ke depannya lebih baik dan maju. “Dengan bantuan mobil ini kita harapkan laju organisasi IPNU-IPPNU di Jepara semakin maju dan dapat bermanfaat untuk organisasi,” tambahnya.

    Ketua PC IPNU Jepara Nurus Salam berterima kasih kepada PCNU Jepara yang selama ini mendukung penuh segala kegiatan IPNU-IPPNU di Jepara. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada orang tua kami PCNU Jepara yang sudah memberikan bantuan kendaraan operasional, semoga ini menjadi spirit baru kepada kami untuk lebih cepat dan mudah dalam pergerakan organisasi,” katanya.

    Hal yang sama juga dikatakan Ketua PC IPPNU Jepara Wiwik Widayati, Ia mengaku senang dan akan memanfaatkan penuh kendaraan operasional ini untuk kepentingan organisasi. “Dengan bantuan kendaraan operasional ini, kami akan lebih mudah dalam menjalankan organisasi IPNU-IPPNU. Apalagi di Jepara ini termasuk wilayah yang luas, terdapat enam belas kecamatan, puluhan komisariat, dan ratusan ranting,” tandasnya.

    Kontributor: Wafa
    Editor: M Ngisom Al-Barony

  • DATUK KALAMPAYAN, ULAMA BANJAR YANG PALING KOMPLIT PENCAPAIANNYA

    DATUK KALAMPAYAN, ULAMA BANJAR YANG PALING KOMPLIT PENCAPAIANNYA

    InfokomBanserNU– Syekh M. Arsyad Al Banjari atau masyhurnya di kenal dengan sebutan Datuk Kalampayan. Banyak sekali pencapaian beliau yang mungkin jarang sekali dapat di capai oleh generasi selanjutnya, diantaranya:

    1. Akhlaqnya

    Salah satu Akhlaq Mulia beliau adalah mengarang Kitab Sabilal Muhtadin atas dasar Ilmunya menghargai warga Kalimantan yang bermazhab Syafi’i. Dimana bumi dipijak disitu langit di junjung.

    2. Ilmunya

    Datuk Kalampayan belajar ilmu di Makkah selama 30 tahun lebih. Berguru dengan Syekh Sulaiman Al Kurdi dan Syekh Samman Al Madani yang merupakan dua Tokoh Ulama di zamannya.

    3. Karyanya

    Karya Datuk Kalampayan yang begitu Masyhur adalah Kitab Fiqih Sabilal Muhtadin. Kitab ini begitu terkenal di Nusantara bahkan pernah dicetak ulang di Makkah, Istambul dan Mesir.

    4. Keturunannya

    Keturunan Datuk Kalampayan pun begitu banyak yang Masyhur menjadi Ulama besar. Seperti Syekh Husein Kedah Al Banjari (Malaysia), Syekh Syarwani Abdan Al Banjari (Bangil, Jatim), Syekh M. Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), Syekh Surgi Mufti (Banjarmasin), dan banyak lagi keturunan beliau yang menjadi Ulama besar.

    (red. Abi InfokomBanserNU)

  • Ansor Retail Diharapkan Bisa Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kendal

    Ansor Retail Diharapkan Bisa Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kendal

    wp.sorbansantri.com – Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kendal, Misbachul Munir atau yang akrab disapa Gus Misbach berencana kembali memberdayakan program perekonomian di PC GP Ansor Kendal, yang selama ini secara organisasi belum terstruktur dengan baik.

    Rencana ini disampaikan Gus Misbach, saat diskusi santai di sebuah kedai kopi Jalan Tembus Kendal, bersama Dirut Retail Ansor, Gus Hasan Taufik, Ketua Bidang Perekonomian PC GP Ansor Kendal, Mashuri dan Ketua PAC GP Ansor Boja, Kasan As’ari.

    Gus Misbach mengatakan, beberapa bisnis retail yang telah berjalan dan memiliki peluang pasar besar akan segera ditata kembali. Seperti pertanian jagung di Kaliwungu Selatan, Ansormart di Rowosari, koperasi di Boja, budi daya udang panami di Kendal, dan budi daya kambing etawa di Cepiring.

    “Rencananya itu semua nanti akan kami tata, kemudian kami kelola melalui manajemen retail Ansor agar lebih tertata rapi,” ucapnya.

    Penataan dan pemberdayaan usaha yang dimaksud, agar Ansor Kendal memiliki kemandirian ekonomi. Menurutnya, kemandirian ekonomi organisasi sangatlah penting untuk menggerakkan roda organisasi.

    “Pemberdayaan ini sengaja kami lakukan melihat adanya sebuah peluang. Informasi dari teman di wilayah, Kementerian Perekonomian memberikan 10 kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha yang usahanya sudah berjalan,” terangnya.

    Gus Misbach berharap, dengan adanya KUR tersebut dapat meningkatkan usaha yang digeluti para kader Ansor dan bisa merangkul pelaku UMKM di Kabupaten Kendal.

    Ditegaskan, orientasi pengurus periode 2020-2024 sesuai dengan amanah dari ketua yang lama adalah pemberdayaan ekonomi kader. Pasalnya, pada periode yang lalu orientasinya banyak bergerak dalam bidang ideologi.

    “Untuk sosialisasi penataan perekonomian PC GP Ansor Kendal akan dilakukan setelah pelantikan pengurus PC GP Ansor Kendal, yang rencananya akan digelar Minggu (26/7/2020) besok,” jelas Gus Misbach.

    Sementara itu, Ketua Bidang Perekonomian PC GP Ansor Kendal, Mashuri mengatakan, untuk mensukseskan upaya pemberdayaan perekonomian, dirinya akan segera berkoordinasi dengan beberapa pengurus kecamatan.

    “Kami berharap progam ini dapat berjalan sukses dan didukung semua pihak termasuk pelaku UMKM, demi peningkatan kesejahteran kader dan masyarakat umum,” ucapnya.

    Upaya pemberdayaan perekonomian ini mendapat support langsung dari Direktur Utama Ansor Retail, Hasan Taufik. Dikatakan, support yang diberikan lebih ke arah pembenahan sistem manajemen.

    “Jadi ada tiga hal yang kita berikan, yakni penataan sistem manajemen, pelatihan dan pengembangan SDM dan pembangunan struktur modal,” ujarnya.

    Dalam hal teknis, menurut Gus Hasan, ke depan akan dibuatkan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk mencari berbagai bahan kebutuhan yang ditawarkan oleh Ansor Retail.

    “Kami berharap usaha ini berjalan dengan baik, sehingga roda perekonomian khususnya pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Kendal bisa terbantukan oleh kader GP Ansor,” pungkasnya.(HS)

  • Cinta Kiai Hamid Pasuruan Kepada Banser NU.

    Cinta Kiai Hamid Pasuruan Kepada Banser NU.

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Kyai dan Habib sangat mencintai Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Dari segi ‎namanya, Barisan Ansor Serbaguna, sangat identik dengan sahabat Ansor Madinah. Karakteristik ‎dari sahabat Ansor itu “menolong sesama tanpa pamrih”. Ansor berarti “menolong Rasulullah ‎SAW dan sahabat yang datang dari Makkah”. Kaum Ansor sangat mencintai Rasulullah SAW, ‎sehingga apa-pun akan dilakukan untuk baginda Rasulullah SAW.‎
    Nah, begitulah kira-kira ulama-ulama NU ketika mendirikan Barisan Ansor Serbaguna ‎‎(Banser). Para ulama NU, mendirikan Banser karena isyarat-isyarat langit hasil dari istikharah. ‎Bukan gagah-gagahan, walaipun memang terlihat gagah beneran. Tentu saja konteks nya ke-‎Indonesiaan. Banser, satu-satunya aset penjaga NKRI yang harus tetap dirawat dan dijaga. ‎Semua tahu, berdirinya NKRI, tidak lepas dari peran Kyai Hasyim Asy’ari, KH Wahab ‎Hasbullah, KH Siddiq Jember, KH Ahmad Dahlan dan juga para ulama lainnya. ‎
    Apalagi, saat ini salah satu tokoh terkemuka Barisan Ansor Serbaguna (Banser) adalah ‎‎“Maulana Habib Lutfi Pekalongan” seorang ulama dari kalangan Durriyah Rasulullah SAW. ‎Sang Habib tanpa sungkan-sungkan memakai busana Banser, begitu juga dengan Habib Zainal ‎Abidin. Bahkan, Habib Saikhan yang terkenal Habib Jaddab. ‎
    Jangan pernah khawatir, jika ada yang tidak suka terhadap Banser. Itu sudah wajar. ‎Karena memang tugasnya Banser menjaga marwah Kyai dan Habaib di Indonesia. Sebab, ‎sampai saat ini (2020) banyak Habaib dan Kyai NU, tetap setia dan mencintai Banser. Orang ‎yang mencibir Banser, kadang suatu saat tetap membutuhkannya.‎
    Berdirinya Banser sudah direstuai oleh pendiri NU, Hadratusysyaikh KH Muhammad ‎Hasyim Asy’ari serta ratusan Kyai dan Durriyah Rasulullah. Banser berdiri mengawal Ulama ‎dan NKRI yang ber Pancasila. Banser akan terdepan membela Ulama dan Habaib, serta NKRI ‎dari perongrong Pancasila.‎
    Seorang kekasih Allah Sayyid Ali Kwitang datang dari Jakarta ke meluncur menuju ‎Banyuwangi karena melihat dengan Bashirah (mata batin) seorang ketua PCNU KH Muhammad ‎Ali Manshur Shiddiq Basyaiban Banyuwangi sedang menulis bait-bair syair memuji Rasulullah ‎SAW dan sahabatnya karena ingin membandingi gerakan Gerwani di Banyuwangi. Kemudian bait-‎bait syair itu dikenal dengan “sholawat badar”. Kedatangan Habib Ali Kwitang, karena arahan ‎dari Rasulullah SAW melalui mimpinya.‎
    KH Siddiq, merupakan sosok ulama ahli hadis yang nasabanya nyambung dengan ‎‎“Basyaiban” yang diyakini masih durriyah Rasulullah SAW. KH Siddiq Jember salah satu ‎murid seorang pakar hadis Makkah yaitu Syekh Muhammad Mahfudz Al-Turmusi Makkah. ‎Kemudian Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani Makkah menyebutkan nama-nama gurunya di ‎Indonesia, salah satunya adalah “Syekh Siddiq Jember”. Hampir semua putra-putra Syekh ‎Siddiq jember menjadi ulama besar, seperti’ KH Ahmad Siddiq, KH Abdullah Siddiq, KH ‎Mahfudz Siddiq, dan KH Muhammad Ali Manshur yang pengubah Saolawat Badar.‎
    Awal berdirinya Banser, yang tidak suka adalah PKI, NII, DII. Banser dengan semangat ‎Sholawat Badar tidak pernah surut menyuarakan kebenaran. Mendatangi siapa-pun orang yang ‎meng-ganggu dan merongrong NKRI. Bahkan, saat seorang Habaib di sakiti di Solo, Banser ikut ‎serta menjaga. Kalau-pun ada oknum Banser yang kurang terpuji, tetap harus di berikan ‎pembinaan. Para ulama dan Habaib adalah orang-orang yang mendidik dan membina Banser di ‎seluruh Nusantara.‎
    Sebuah kisah menarik dari Mbah Hamid Pasuruan. Sosok waliyullah besar. KH Maemun ‎Zuber mengatakan “beliau menjadi wali besar antaranya karena biirul walidaian”. Suatu ‎ketika salah satu anggota Ansor yang sudah lulus dari Latihan Kader Lanjutan (LKL). Namun, ‎dia melakukan tindakan tidak terpuji yang bisa mencoreng nama Ansor. Maka, komandan atau ‎ketua Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Gus Zaki Ubed akan mengeluarkan surat pemecatan ‎kepada Anggota Ansor. ‎
    Selanjutnya, Gus Zaki sowan kepada Syekh KH Hamid, dengan harapan apa yang ‎dilakukan itu disetujui. Ternyata, KH Hamid tidak setuju. Beliau malah mengatakan “jadi bapak ‎itu harus bijaksana. Kemudian KH Hamid memberikan contoh. Seorang Bapak yang membawa ‎anaknya ke resepsi. Anak itu diberi pakaian yang bagus. Tiba-tiba ketika resepsi berlangsung, ‎sang anak buang air besar, mengotori pakaiannya sendiri dan bapaknya yang menggendong.‎
    ‎“Iku anak ojok kuen buwak (itu anak jangan engkau buang)”. Wong saiki akeh sing ‎butuh anak, dipek wong anak itu” (Jaman sekarang banyak orang butuh anak, nanti kalau ‎dibuang bisa diambil orang”. Jadi Bapak harus berani korban perasaan dam menderita demi ‎kepentingan anak-anaknya. ‎
    Kemudian Gus Zaki bertanya “jadi bagaimana?‎
    Mbah Hamid menjawab “Yo, cewokono maneh, (ya ceboki, lalu gendong lagi dia”. KH ‎Hamid sangat bijaksana di dalam melihat setiap masalah yang terjadi. Begitulah cara pandang ‎kekasih Allah SWT. Teringat Nabi Ibrahim as, walaupun banyak orang yang mengingkari nya ‎beliau berkata “siapa yang ikut aku termasuk golonganku, siapa yang durhaka kepada Allah, ‎maka sesungguhnya Allah maha pengampun”.‎
    Barisan Ansor Serbaguna sudah di jalur yang benar. Menjaga eksistensi NKRI dan ‎Pancasila. Dan setia kepada ulama dan Kyai. Wataknya seperti sahabat Ansor Madinah, ‎menolong tidak ada pamrih. Ketika ada seorang Kyai di hina, Banser datang, ketika ada yang ‎ingin merusak NKRI, Banser juga siap-siapa membela. Termasuk sikap terhadap HT (Hizbu ‎Tahrir) juga sudah benar, karena HT menghina Durriyah Rasulullah SAW yaitu Habib Lutfi ‎Pekalongan. ( ‎Penulis: Dr Abdul Adzim Irsad, Malang )