Penulis: Sorban Santri

  • RAKERCAB GERAKAN PEMUDA ANSOR KECAMATAN DLANGGU

    RAKERCAB GERAKAN PEMUDA ANSOR KECAMATAN DLANGGU

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto melaksanakan Pelantikan Pengurus Badan Semi Otonomnya yaitu Lembaga Majelis Dzikir Dan Sholawat Rijalul Ansor, Jajaran Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser, Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah Ansor (LKMSA), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Serta Rapat Kerja.

    Pada agenda tersebut dilaksanakan dimulai hari Sabtu – Ahad 7-8 Desember 2019 bertempat di Padepokan Sawung Nalar Jl.Semeru Patok Picis Kecamatan Klakah Kabupaten Malang, di area Padepokan atau Pondokan model panggung kayu dengan suasana yang dingin sejuk tersebut juga tempat untuk rehabilitasi pemuda narkoba. Di pembukaan Pelantikan dan Rapat Kerja tersebut Sambutan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dlanggu Sahabat Ach. Charis menyampaikan bahwa Ruhnya sebuah kepengurusan organisasi adalah merencanakan dan menjalankan program kerja, kepada sahabat-sahabat pengurus yang baru saja saya dilantik dan sudah mengucapkan sumpah janji maka harus kita kerjakan apapun nantinya yang kita rencanakan dan diputuskan dipermusyawaratan ini, dihadiri juga dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kab.Mojokerto Sahabat Mokhamad Yunus pada sambutannya berpesan kita datang dengan berharap barokah dari para muassis Nahdlatul Ulama muassis GP Ansor yg mendirikan organisasi ini adalah dengan riyadloh ikhtiar tentunya tidak dengan asal-asalan sehingga sejarah membuktikan dari organisasi ini bisa kita sebut organisasi yang keramat. juga kita hadir disini ditempat yang mubarokah ini, maka berangkat kita berharap barokah ditempat yg barokah dengan menghasilkan yang barokah.

    Hasil dari beberapa rencana program kerja unggulan adalah Majelis dzikir dan kajian dan diskusi kitab kuning dengan kemasan Ngaji-Kaji sambil ngopi bareng bersama Rijalul Ansor dengan mendiskusikan peristiwa atau permasalahan terupdate yg terjadi disekitar kita dan ramai diperbincangkan di medsos dengan diskusi tanya jawab yang diurai atau dijawab dengan mengkaji dari kitab kuning dan sanad yang jelas. punpula dari lembaga perekonomian dan pelatihan memunculkan program iuran donatur dan dari anggota untuk dikumpulkan sebagai awal untuk modal usaha organisasi serta pelatihan budidaya ulat sutra yang tentu hasilnya nanti untuk pengembagan kewirausahaan anggota dan organisasi.
    Harapan besar bagi seluruh pengurus untuk masa khidmat PAC GP Ansor Kecamatan Dlanggu Kab.Mojokerto agar kegiatan dan rancangan program kerja ini bisa membawa manfaat khususnya untuk seluruh anggota GP Ansor , warga NU dan umumnya masyarakat. dan pada akhir kegiatan tersebut ditutup dengan doa oleh Gus Najib selaku Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Dlanggu.

    SORBANSANTRI.COM

  • Ajak ke Sorga dengan cara Neraka

    Ajak ke Sorga dengan cara Neraka

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – “Hari-hari ini kita menyaksikan banyak sekali orang-orang yang ingin mengajak ke surga tapi dengan cara neraka,” kata Gus Mus.

    Padahal jika mengikuti teladan Rasulullah SAW, amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan berlandaskan kasih sayang. Menurut Gus Mus, amar ma’ruf nahi munkar adalah manifestasi dari kasih sayang.

    “Orang tidak akan beramar makruf nahi munkar terhadap sesama kalau dia tidak menyayangi sesama itu. Tapi akhir-akhir ini lalu amar makruf nahi munkar tidak berlandas kasih sayang tapi banyak berlandas kebencian, dan itu salah memahami perilaku Rasulullah SAW,” kata pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu.

    Tak lupa, Gus Mus berpesan agar para kiai dan ulama memberikan contoh dan teladan seperti Rasulullah SAW. Harapannya, hal ini bisa meluruskan kesalahan yang terjadi di masyarakat selama ini. Jika tidak bisa persis meniru perilaku Rasulullah paling tidak bisa mendekati.

    “Persis atau mendekati saja sulit, mendekati perilaku Rasulullah. Tapi, sedikit banyak kita berusaha, misalnya dari kasih sayang, kasih sayang ini saya kira mestinya semuanya bisa, kalau mempunyai hati dan sanubari,” kata Gus Mus

    (abi sorban)

  • Langkah Fraksi PKS terkait Pembunuhan 6 Anggota FPI

    Langkah Fraksi PKS terkait Pembunuhan 6 Anggota FPI

     

    SORBANSANTRI.COM

    jpnn.com, JAKARTA – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyesalkan adanya enam anggota FPI yang meninggal ditembak polisi. Fraksi PKS akan meminta DPR memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mendapatkan keterangan dan klarifikasi yang sejelas-jelasnya.

    Selain itu, Fraksi PKS juga meminta pemerintah untuk membentuk Tim Pencari Fakta Independen guna menjawab keraguan publik secara luas dan menjamin keadilan, transparansi, dan akuntabilitas penanganan kasus yang memprihatinkan semua pihak.

    “Korban jiwa dari anak bangsa adalah kerugian besar bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan dan tidak mencerminkan budaya hukum yang tertib dan damai,” kata Jazuli dalam keterangannya, Selasa (8/12).

    Menurut anggota Komisi I DPR ini, semua pihak harus menahan diri, terlebih aparat keamanan dituntut melakukan langkah-langkah sesuai hukum apalagi dalam penggunaan senjata harus benar-benar sesuai aturan dan SOP. Dalam perkembangannya, kasus ini menyimpan tanda tanya publik secara luas apalagi muncul dua versi informasi yang bertolak belakang antara versi kepolisian dan FPI.

    Ada simpang siur dan potensi pelanggaran seputar peristiwa tersebut hingga menyebabkan kematian enam orang anggota Laskar FPI. “Fraksi PKS mendapat banyak pertanyaan dan dorongan dari publik untuk mengawal kasus ini sehingga berjalan dalam koridor hukum yang transparan, adil dan akuntabel,” katanya.

    Dalam konteks ini, lanjut Jazuli, Fraksi PKS menyambut baik langkah FPI melaporkan kasus ini ke Komnas HAM.

    Fraksi PKS juga menyambut baik langkah Komnas HAM yang akan menginvestigasi kasus ini secara transparan dan objektif. Fraksi PKS sangat memahami munculnya sikap dan pandangan kritis dan objektif sejumlah lembaga masyarakat sipil yang turut mengawal kasus ini.

    “Kasus ini harus mendapatkan perhatian serius semua pihak karena juga mendapat sorotan internasional seperti dari lembaga Amnesty Internasional dan media-media internasional. Hal ini dinilai bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, kebebasan sipil dan hak asasi manusia di Indonesia,” tekan Jazuli.

    Karena itu, seluruh upaya untuk menghadirkan transparansi dan akuntabilitas penanganan kasus ini harus disambut baik oleh semua pihak. Khususnya aparat kepolisian yang memang dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum dengan pembuktian yang kuat. “Ini adalah ujian profesionalisme Polri dalam menangani suatu perkara sesuai dengan slogannya profesional, modern, dan terpercaya (promoter). Negara kita adalah negara hukum maka semua pihak harus tunduk dan patuh pada koridor hukum,” pungkas Jazuli.(tan/jpnn)

    sumber

  • HAUL ke 25 SESEPUH di Daerah GONDANG

    SORBANSANTRI.COMGondang, Tradisi dan Amaliyah Amaliyah NU yang Harus tetap dijaga dan di amalkan, seperti kegiatan Haul pendiri TPQ Nurul Huda ke 25 dan Haul Sesepuh Desa Kemasan Tani yang diketahui sudah menjadi agenda Tahunan diadakannyaDiketahui pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 Agenda Haul di Isi Dengan Seni Hadrah ISHARI, meriahnya kegiatan dengan Mengundang ISHARI Se Kecamatan Gondang.Adapun pada hari Minggu, 8 Desember 2019 dilanjutkan pada pagi hari ada acara Khotmil Qur’an, kemudian setelah Maghrib diisi acara Tahlil Bersama Masyarakat sekitar. Pada saat memasuki waktu isya’ pentas seni oleh santri TPQ Nurul Huda.SORBANSANTRI.COMAcara inti dari Haul yaitu Pengajian atau ceramah agama Yang di isi oleh, Ulama Ulama NU, diantaranya:1. Oleh Hj. Li’izzah Diana ahmad dari Trawas2. KH. Agus Ali Mashuri dari Sidoarjo, Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat.SORBANSANTRI.COMKegiatan yang penuh makna dan sakral tersebut, dengan kehadiran undangan umum yang hadir, Peran Keamanan sangat Penting, dan Alhamdulillah berjalan lancar didukung keamanan dari Banom NU yaitu BANSER SE Kecamatan Gondang, yang berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.Kegiatan kegiatan seperti ini yang kemudian perlu kita jaga, kaderisasi kepada generasi penerus sebagai Perjuangan Kecintaan Kepada Mbah KH. Hasyim Asy’ari.(WakGenk/Infokom) If documentation for kegiatan or agenda tahunan ever involves digital tools, protocols on learn more can clarify software activation and licensing.

  • BANSER TANAM POHON

    BANSER TANAM POHON

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, Cyber Aswaja.online Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Anak Cabang Gondang Mengikuti Agenda menanam sebanyak 200 pohon jenis beringin, Pinus dan Akasiya. Bersama Pemerintahan dan Karangtaruna Desa Ngembat, beserta Para Relawan Pecinta Alam. Mereka menempatkan pohon yang dibawah oleh Pemerintahan Desa Ngembat itu di Sepanjang Lereng Gunung Buthok Dusun Blentreng Desa Ngembat Kecamatan Gondang, Mojokerto, Ahad (8/12).

    SORBANSANTRI.COMPenanaman pohon dilakukan guna Menghijaukan kembali lahan kritis dan lahan bekas kebakaran hutan. Meminalisir terjadinya Longsor serta melakukan upaya aset Masyarakat untuk Generasi Penerus.
    Pengurus GP Ansor Kecamatan Gondang, Menugaskan Satuan Kordinasi Rayon Banser nya untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Bibit pohon yang dberikan Perangkat Desa dan Karangtaruna tersebut sebanyak 400 pohon, yang akan ditanam. “Diberikan 400 pohon bibit, namun yang ditanam 200 pohon, sisanya nanti setelah musim hujan 200 pohon tersebut akan kembali ditanam,” kata Satkorkel Banser sahabat Sanusi.

    Dipilihnya kegiatan tersebut, merupakan bentuk Salah satu Kecintaan Banser Terhadap alam semesta ini, kegiatan yang di mulai pukul 07:00-11:00 WIB, mendapatkan respon yang positif dan Harapan masyarakat semoga generasi Penerus bisa memelihara dan selalu menjaganya.

    (WakGenk/Infokom)

  • BANSER 2.500 HADIR RAKORNAS

    BANSER 2.500 HADIR RAKORNAS

    SUKOHARJO — Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (Banser GP Ansor NU) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 di Kartasura, Sukoharjo, Sabtu-Minggu (7-8/12/2019).

    Rakornas ini tetap berjalan sesuai jadwal kendati sempat muncul kericuhan antara dua kelompok massa di depan Kantor PCNU Solo pada Jumat (6/12/2019).

    Acara tersebut bakal diikuti 300 peserta yang terdiri atas Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Kasat Korwil) se-Indonesia dan Kasat Koordinator Cabang (Korcab) se-Jawa.

    Setiap Kasat Korwil akan membawa delapan satuan khusus Banser yang meliputi Datasemen Khusus 99 (Densus 99) Asmaul Husna, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser penanggulangan Kebakaran (Balakar), Banser Lalu Lintas (Balantas), Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada), Banser Maritim (Baritim), Banser Provost, dan Banser Protokoler.

    Sekretaris Panitia Rakornas lokal, Gangga Bagus Bagaswara, mengatakan acara pembukaan Rakornas bakal dibuka langsung Ketua Umum PP GP Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas, atau yang sering dikenal Gus Tutut, pada Sabtu (7/12/2019) pukul 13.00 WIB.

    “Pada acara pembukaan akan dihadiri oleh para kiai se-Soloraya dan anggota Banser se-Soloraya sebanyak 2.500 anggota. Selain itu juga akan dihadiri pengurus PP GP Ansor,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Pucangan, Kartasura, Jumat (6/12/2019).

    Menurutnya, acara pembukaan Rakornas akan dilaksanakan di Gedung PKP Desa Ngabeyan, Kartasura. Sementara itu untuk kegiatan selama dua hari diadakan di Pondok Pesantren Al-Istiqomah.

    “Pada Rakornas kali ini mengusung tema Solid Satu Komando. Pada intinya Rakornas ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Banser di seluruh Indonesia,” kata Gangga

  • Belajar dari Akhlak dan Strategi Dakwah Nabi

    Belajar dari Akhlak dan Strategi Dakwah Nabi

    Ahmad saefuddin _Belakangan kita sering melihat di berbagai media massa, orang yang mengaku berjuang menegakkan agamanya dengan cara yang cenderung mengancam dan menakut-nakuti kelompok lain yang berbeda.
    Mereka melakukannya karena merasa itu bagian dari dakwah.
    Apakah dakwah dengan cara-cara seperti ini dianjurkan dan sesuai dengan strategi dakwah Nabi?
    Cara paling mudah untuk menjawabnya adalah dengan membandingkan dengan akhlak Nabi Muhammad selama ia hidup.

    Jauh sebelum mendapat wahyu kenabian dari langit, masyarakat Mekah sudah mengenal Nabi Muhammad sebagai pribadi yang mengesankan.
    Salah satu buktinya adalah gelar Alamin (orang yang dipercaya) yang disematkan kepadanya. Gelar ini didapatkannya ketika berhasil meredakan sebuah perselisihan di kalangan kaum Quraisy.

    Akhlak terpuji secara konsisten dicontohkan Nabi ketika sudah menjadi rasul, bahkan sampai akhir hayat.
    Terkait hal ini bahkan dengan gamblang ia katakan, “aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

    Banyak contoh yang bisa kita dapatkan dari kisah hidup Nabi sehari-hari.
    Mulai dari caranya bersikap kepada para sahabat, sikap kepada orang yang berbeda agama, bahkan sikap kepada para pembencinya.
    Bekal kepribadian yang memikat inilah yang secara natural menjadi bagian dari strategi dakwah Nabi.

    Ada sebuah cerita populer tentang seseorang yang begitu membenci Nabi Muhammad, sampai setiap hari ia melempari Nabi dengan kotoran.
    Tapi ketika orang itu sakit, Nabi adalah orang pertama yang menjenguknya.
    Karena perlakuan Nabi yang begitu manusiawi, orang itu memutuskan untuk memeluk Islam.

    Kepada para sahabatnya Nabi dikenal sebagai sosok yang bersahabat, bisa berkelakar di saat-saat tertentu, dan tak ingin lebih dihormati lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya.
    Tapi pada saat yang diperlukan, ia bisa bersikap tegas pada sahabatnya, seperti pada kasus Mu’adz bin Jabal.

    Mu’adz ditegur Nabi karena membaca surat yang panjang (Albaqarah) saat mengimami shalat Isya, sementara di antara makmum ada yang tidak punya banyak waktu dan ada juga yang kelelahan.
    Nabi menganjurkan agar melihat kondisi para makmum lebih dulu sebelum memilih ayat yang dibaca.

    Ada juga kisah tentang pengemis buta yang selalu menghina Nabi Muhammad setiap hari. Ia tidak tahu bahwa Nabi yang selalu dihinanya adalah orang yang menyuapi setiap hari. Sampai ketika Nabi wafat dan kebiasaan menyuapi ini diteruskan Abu Bakar Shidiq, pengemis itu baru tahu bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Nabi.

    Memang kita juga tahu Nabi berkali-kali terlibat peperangan dengan kelompok Quraisy.
    Tapi ini dilakukan untuk mempertahankan diri saat tak ada pilihan lain, bukan sebagai praktik dakwah.
    Peperangan terjadi biasanya karena kelompok lawan lebih dulu menyerang, atau menyudutkan posisi kelompok muslim. Misalnya saat kaum Quraisy memberlakukan embargo perdagangan pada kelompok muslim.

    Salah satu kemenangan Nabi yang paling dihormati justru adalah peristiwa pembebasan kota Mekah (Fathu Makkah) yang dilakukan tanpa pertempuran.
    Saat itu Nabi memutuskan kembali ke Mekah setelah 10 tahun di Madinah dan sudah memiliki kekuatan yang besar.
    Mekah ditaklukkan dengan damai, tanpa setetes darah pun tumpah.

    Kunci keberhasilan Nabi Muhammad dalam berdakwah adalah akhlaq terpuji.
    Kita melihat pribadi Nabi Muhammad yang ramah dan bukan pendendam.
    Dia tidak berdakwah dengan kekuatan fisik, atau dengan menakut-nakuti orang, baik di saat masih menjadi minoritas, maupun ketika sudah menjadi mayoritas.

    Untuk belajar cara berdakwah, mari kita ingat lagi akhlak mulia dan strategi dakwah Nabi Muhammad.

  • RIYANTO BANSER NU

    RIYANTO BANSER NU

    Sederhana namanya mudah di ingat. Seorang banser nu yg rela berkorban nyawa demi menyelamatkan ratusan jemaah gereja yg sedang melaksanakan misa natal. Banyak orang bertanya kenapa seorang RIANTO mau berkorban nyawa demi jemaah gereja tersebut. Tapi yg jelas RIANTO adalah sosok yg pantas di banggakan bukan karena aksi heroiknya membawa lari bom dari dalam gereja tapi demi berjalannya ibadah jemaah gereja. Memang tidak salah kalo dia diberi predikat pahlawan toleransi. Semoga pengorbananmu menjadi contoh bagi kami generasi muda.

    SORBANSANTRI.COM

    19 tahun RIANTO. Kami akan selalu mengingat jasamu. #riyanto_bansernu

    #riyanto_pahlawan_toleransi

  • POLDA JATIM  “Himbauan”  Melihat Ormas Sweping??? Mendengar Ormas Anarkhis??? Laporan kepada kami :

    POLDA JATIM “Himbauan” Melihat Ormas Sweping??? Mendengar Ormas Anarkhis??? Laporan kepada kami :

    Call Center Polda Jatim : 110
    Ditreskrimum/CIC : 031-82518263
    Ditlantas/RTMC : 031-8292333
    Bidhumas : 081359238929
    Ditlantas/RTMC/WA : 082140060000

    Polres/Ta/Tabes
    Restabes Surabaya SPKT : 031-3539481
    Res Pel Tj Perak : 031-70975110
    Resta Sidoarjo : 031-8955556
    Res Gresik : 031-3974110
    Res Malang : 0341-398656/0341-395300
    Res Malang Kota : 0341-325555
    Res Pasuruan : 0343-742721
    Res Pasuruan Kota : 0343-424256
    Res Probolinggo : 0335-842413
    Res Probolinggo Kota : 0335-435827
    Res Lumajang : 0334-881110
    Res Batu : 0341-599045
    Res Bondowoso : 081 23584235
    Res Situbondo : 0338-676534
    Res Banyuwangi : 0333-421110
    Res Jember : 0331-424699
    Res Kediri : 0354-396872
    Res Kediri Kota : 0354-773650
    Res Tulunggagung : 0355-3211334
    Res Nganjuk : 0358-786777
    Res Trenggalek : 0355-791110
    Res Blitar Kota : 0342-801110
    Res Blitar : 0342-693074
    Res Madiun : 0351-498905
    Res Madiun Kota : 0351-454771
    Res Ngawi : 0351-748173
    Res Magetan : 0351-891587
    Res Ponorogo : 0352-481110/0352-481010
    Res Pacitan : 0357-881110
    Res Bojonegoro : 0353-8810601
    Res Lamongan : 0322-321110
    Res Tuban : 0356-321290
    Res Mojokerto : 0321-392258/0321-322059
    Res Mojokerto Kota : 0321-330400
    Res Jombang : 0321-861184
    Res Pamekasan : 0324-328142
    Res Bangkalan : 031-3095007
    Res Sampang : 0323-21510
    Res Sumenep : 0328-662110

    Bila masyarakat menemukan atau memperoleh informasi tentang ormas yang akan maupun sedang melakukan sweeping maupun aksi anarkhis silahkan melapor melalui no telepon diatas.

  • KHOWARIJ JAMAN NOW

    KHOWARIJ JAMAN NOW

    Saat Sayidina Ali bin Abi Thalib ,
    mendengar kelompok Khawarij meneriakkan slogan “Tidak ada hukum kecuali dari Allah”, beliau langsung berkata, “Kalimatnya benar, tetapi tujuannya batil (buruk).”

    Bahkan, tak lama berselang
    beliau pun dibunuh oleh kaum Khawarij
    dengan mengatasnamakan slogan tersebut.

    Dari peristiwa ini setidaknya bisa
    diambil hikmah bahwa ada orang-orang
    yang tulus menghormati kalimat suci dan ada
    pula orang-orang yg hanya mempolitisasinya.

    Politisasi agama semacam ini
    juga pernah disinggung oleh Gustave
    Le Bon dalam bukunya “The Crowd” (1895).
    Ia mengungkap bahwa massa kerumunan bisa dibentuk oleh figur agamawan, di mana mereka dipersatukan oleh ide2sederhana dan dangkal Sang agamawan menganggap dirinya dewa, sedangkan para pengikutnya tunduk dalam ketaatan buta.

    Mereka laksana zombie yg dengan mudah digiring menuju intoleransi dan kekerasan.

    Hizbut Tahrir (HTI) jelas
    bukan organisasi kemarin sore.
    Mereka tahu betul bagaimana mempolitisasi simbol-simbol agama, demi menciptakan massa dan opini publik.

    Pada peristiwa Garut misalnya,
    HTI seketika menggorengnya menjadi
    isu pembakaran bendera tauhid. Umat Islam
    di negeri ini sejenak dibuat kaget oleh stigma tersebut yang semakin dikobarkan oleh kubu oposisi.

    Massa pun dikerahkan untuk berdemonstrasi dengan tajuk “Aksi Bela Tauhid” dan sekaligus menyisipkan pesan politik “Ganti Presiden”.

    Banser NU selama ini,
    Memang dianggap penghalang besar
    bagi kelompok-kelompok radikal intoleran di negeri ini dalam mewujudkan agenda khilafah mereka.

    Karena itu, cara yang paling ampuh untuk melumpuhkan Banser adalah membunuh karakternya dan membenturkannya dengan umat Islam. Oleh sebab itu, provokasi sistematis kerap dilakukan oleh HTI di acara-acara NU, seperti acara pengajian Habib Lutfi bin Yahya sebulan yang lalu dan puncaknya di momen besar Hari Santri Nasional.

    Saya rasa, Banser adalah langkah awal,
    tujuan utamanya adalah pelumpuhan NU.

    Dengan demikian, para kader
    Banser dan NU mesti bermain cantik
    dan cerdik dalam menghadapi provokasi tersebut. Jangan sampai terjerat emosi dan masuk kedalam jebakan HTI dan kroni-kroninya

    Namun demikian,
    Terlepas dari itu semua, ada
    hikmah lain di balik peristiwa Garut tersebut.

    Para pentolan dan kader HTI
    beserta kelompok-kelompok sejawatnya,
    yang selama ini aman bersembunyi, kini menjadi terbongkar identitasnya melalui aksi-aksi mereka sendiri. Foto dan video mereka telah tersebar dalam media sosial.

    Ini tentu memudahkan pihak Kepolisian
    untuk mengawasi dan menindak mereka.

    Wallahu A’lam.