Penulis: Sorban Santri

  • Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    SORBANSANTRI.COM
    Sumber : Muhammad aun
    Dirosatul Ula di Sulang – Rembang
    Sabtu, 16/02/2019
    wp.sorbansantri.com- Pada suatu ketika diadakannya Diklatsar Banser di suatu daerah luar Jawa
    Ada ratusan yg mengikuti kegiatan Diklatsar yg di laksanakan oleh GP Ansor yg selalu di awali di hari Jumat setelah sholat Jumatan sampai pembaiatan di Ahad malam.
    Namun yg menarik disini adalah ada salah satu calon peserta Diklatsar tsb yg datangnya telat yaitu pada sabtu paginya dia naik sepedah motor butut miliknya, dia berangkat dari rumah pada hari Jumat setelah jumatan karena jarak dari rumah kelokasi Diklatsar sangat jauh harus melintasi hutan belantara yg luas dan perjalanan yg panjang
    Waktu sudah sore setelah melaksanakan sholat ashar sebelum perjalanan memasuki hutan. Diapun melanjutkan perjalanannya dgn sepedah motor bututnya, Ditengah2 hutan belantara sepedah motornya masuk tergelincir di selokan pinggir jalan.
    Dia seorang diri tidak bisa mengangkat sepedah motornya yg masuk selokan tadi. Akhirnya diapun menunggu pengguna jalan yg lewat. Sampai fajar tiba dia menunggu orang yg lewat melintasi jalanan tersebut untuk dimintai tolong membantu mengangkat sepedah motornya.
    Namun yg aneh tiba2 ada seorang laki2 sepuh berjalan kaki dgn tongkat ditangannya datang menghampirinya
    Laki2 sepuh tadi bertanya :
    Kakek : Kamu mau pergi kemana Nak?
    Pemuda : Saya mau pergi mengikuti kegiatan Diklatsar Kek…
    Kakek : Diklatsar itu apa?
    Pemuda : Diklatsar itu pelatihan prajurit NU kek…
    Kakek : Sepedah kamu kenapa?
    Pemuda : Terperosok ke selokan kek…
    Kakek : Baik saya bantu
    Tiba2 kakek tersebut membantu mengangkat dan menarik sepedah motor pemuda itu dan akhirnya sepedah motornya sudah berada dijalanan. Lalu Kakek itu berpesan :
    Kakek : Nak, silahkan lanjutkan perjalananmu menjadi Banser NU. Dengan begitu kamu akan menjadi Santri para Ulama’ pendiri NU. Jadilah Santri yg patuh dan taat pada kyai2mu
    Pemuda : Insyallah Kek, Terima kasih sudah dibantu
    Setelah kejadian fajar itu, sampailah pemuda itu ditempat Diklatsar Banser. Dia mengikuti disetiap semua Materi yg di berikan oleh para Instruktur dan Senior2nya
    Tibalah materi Rihlah (Silaturrohmi ke rumah Kyai daerah tsb), Pemuda itu dan ratusan peserta lainnya masuk ke dalam Rumah sang kyai
    Pemuda itu melihat Photo berukuran besar di dinding ruang tamu sang kyai itu. Dia bertanya kepada salah satu Instruktur.
    Pemuda : Wajah laki2 sepuh di photo itu siapa?
    Instruktur : Dia adalah KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU)
    Pemuda : Masyallah…!!!
    Seketika pemuda itu bercucuran meneteskan air mata karena Haru, Bangga dan Heran
    Pemuda : Masyallah, Laki2 sepuh itulah yg menolong saya ketika Sepedah motor saya tergelincir di selokan jalanan tengah hutan belantara saat perjalanan saya mengikuti Diklatsar ini
    Instruktur : Masyallah, benarkah
    Pemuda : Benar, ternyata beliau adalah Mbah Hasyim yg menolong saya Masyaallah
    Instruktur : Alhamdulillah, kamu ternyata salah satu dari kami yg mendapatkan Karomah Beliau
    Akhirnya pemuda tersebut semakin mantab dalam mengikuti Diklatsar dan menjadi Banser yg tangguh militansinya
    Semoga kita semua tetap tangguh untuk menjadi Santri NU dan kian MANTAB menjadi BANSER .
    Kepada Beliau para Pendiri dan Ulama’ NU Alfatihah … Aamiin
  • Aqidah, Syariah, Fikih dan Akhlah/Tasawuf. dalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

    Aqidah, Syariah, Fikih dan Akhlah/Tasawuf. dalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Jika dakwah terlalu mengedepankan Aqidah dengan mengabaikan yang lain maka kecenderungan bagi da’i tersebut adalah mengafir-kafirkan. Jika Fikihnya yang terlalu menonjol maka akan menyesat-sesatkan. Jika terlalu dominan pada Tasawuf akan memiliki kecenderungan pembiaran sambil mengira akan ada perubahan.
    Maka yang tepat adalah keseimbangan 3 hal tersebut. Jika ada penyimpangan dari umat maka akan dibimbing dengan kesantunan, kasih sayang, etika dan sebagainya.
    Kita lihat saat Allah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mendatangi Fir’aun -Raja yang mengaku Tuhan-, maka Allah berfirman:
    ‎فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
    “Maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Ţāhā: 44).
    Imam Al-Qurthubi menyelaraskan dengan keadaan kita saat ini dalam berdakwah:
    ‎ﻓﺎﻟﻘﺎﺋﻞ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻫﺎﺭﻭﻥ، ﻭاﻟﻔﺎﺟﺮ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﺧﺒﺚ ﻣﻦ ﻓﺮﻋﻮﻥ، ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮﻫﻤﺎ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺎﻟﻠﻴﻦ ﻣﻌﻪ.
    Kita tidak lebih mulia dari pada Nabi Musa dan Nabi Harun. Orang yang kita dakwahi tidak lebih buruk dari pada Fir’aun, padahal Allah memerintahkan kepada kedua Nabi tersebut untuk berkata lembut kepada Fir’aun.
    ‎ﻭﻗﺎﻝ ﻃﻠﺤﺔ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ: ﻗﻠﺖ ﻟﻌﻄﺎء ﺇﻧﻚ ﺭﺟﻞ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻙ ﻧﺎﺱ ﺫﻭﻭ ﺃﻫﻮاء ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ، ﻭﺃﻧﺎ ﺭﺟﻞ ﻓﻲ ﺣﺪﺓ ﻓﺄﻗﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﺑﻌﺾ اﻟﻘﻮﻝ اﻟﻐﻠﻴﻆ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻻ ﺗﻔﻌﻞ! ﻳﻘﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ:” ﻭﻗﻮﻟﻮا ﻟﻠﻨﺎﺱ ﺣﺴﻨﺎ”. ﻓﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻵﻳﺔ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭاﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺎﻟﺤﻨﻴﻔﻲ
    Talhah bin Umar berkata kepada Atha’: “Kamu dikelilingi banyak orang yang berbeda keinginan. Sementara saya orang yang tegas. Saya berkata kepada mereka dengan kata-kata yang kasar”. Atha’ berkata: “Jangan lakukan itu! Allah berfirman: “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (Al-Baqarah 83). Dalam ayat ini diperintah berkata yang baik kepada Yahudi dan Nasrani, apalagi sesama Muslim (Tafsir al-Qurtubi 2/16)
  • Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

    Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

     

    SORBANSANTRI.COM

    Pamekasan, NU Online Jatim

    wp.sorbansantri.com- Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video sekelompok massa yang menggeruduk kediaman ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa siang (01/12/2020).

    Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, nampak massa yang berbusana muslim berteriak memanggil nama Mahfud MD.Nampak juga di antara mereka ada yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Sedangkan narasi suara dalam video yang beredar, terdengar “Rumahnya Mahfud MD yang di Madura Pamekasan, dikepung Massa”.

    Massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan itu telah mempersekusi rumah nenek tua berusia hampir 100 tahun, Siti Khotijah. Persekusi itu dilakukan pasca aksi massa menyatakan sikap tidak terima di Mapolres Pamekasan. Mereka mengaku tidak terima atas diperiksanya Rizieq Sihab oleh Polda Metro Jaya.

    Meski aksi tidak berlangsung lama, ratusan massa yang mengendarai kendaraan bak terbuka dan kendaraan pribadi seperti dilansir kompas.com tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin.

    Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat islam Pamekasan tersebut. Kekecawaan tersebut karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh.

    “Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ungkapnya.

    Pria yang biasa dipanggil Syafi’ ini menganggap massa aksi tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.

    Lebih lanjut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. “Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” ujarnya.

    Syafi’ juga mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi. “Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” pungkasnya.

    Sementara itu, Jamaluddin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan seperti yang dilansir dari website pcnu pamekasan, menyatakan kesiapannya melakukan pengamanan di kediaman orang tua Mahfud MD. “Karena itu instruksi pimpinan, dan juga sebagai bentuk solidaritas, serta keprihatinan kami, maka kami siap mengerahkan pasukan Banser untuk berjaga di sana,” ucap Jamal, sapaan akrabnya.

  • Nama Gus Dur Diabadikan oleh Al-Azhar Kairo Mesir

    Nama Gus Dur Diabadikan oleh Al-Azhar Kairo Mesir

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), lahir di Jawa tahun 1360 H./1941, berasal dari keluarga yang taat beragama dan menjaga tradisi keislaman, setelah menyempurnakan pendidikan awalnya di Indonesia, pernah kuliah di Universitas al-Azhar, lalu kuliah lagi di Irak, kemudian ke Canada, amat mahir berbahasa Inggris dan Arab (bahkan lancar berbahasa Perancis), telah menjadi pribadi yang religius dan menjadi tokoh masyarakat terkemuka di Indonesia. Beliau dihormati oleh berjuta-juta rakyat Indonesia, menjadi pemimpin gerakan NU, sebuah organisasi sosial Islam terbesar di Indonesia.
    Saat saya baca Kitab Jamharatu A’lam al-Azhar al-Syarif yang terdiri dari 10 jilid tebal, saya menemukan nama dan riwayat amat singkat dari KH. Abdurrahman Wahid pada jilid 9 kitab tersebut. Namanya dicantumkan bersama dengan ratusan nama ulama besar (bukan “imam besar” ) alumni Universitas al-Azhar yang berasal dari seluruh dunia.
    Gus Dur jelas orang hebat dan amat berpengaruh, dan saya tidak pernah percaya jika ada “imam besar” Islam di Indonesia menghinanya sebagai orang yang buta mata buta hati. (Ahmad Ishomuddin)
  • Lafadz dan bacaan Adzan Arab, latin, artinya

    Lafadz dan bacaan Adzan Arab, latin, artinya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Adzan merupakan panggilan bagi umat muslim sebagai penanda waktunya untuk menunaikan kewajiban salat fardu. adzan dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat lima waktu.

    Ketika seorang muslim mendengarkan adzan maka disunahkan untuk menjawab adzan tersebut sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kecuali apabila muazin mengucapkan: “Hayya alash-shalah”, “Hayya alal-falah”, dan “Ashsalatu khairum minan-naum”.

    Di Indonesia sendiri hampir setiap tempat hanya berjarak beberapa kilometer sudah ada masjid atau mushola, bahkan adzan bisa dikumandangkan secara bersamaan.

    Ada hal yang menarik di Indonesia mengenai adzan, dimana, adzan adalah sebuah kumandang yang tidak akan pernah berhenti. Setiap daerah memiliki waktu adzan yang berbeda-beda. Sehingga suara ini akan terus berderu selama 24 jam tanpa henti.

    “Wa anum minallhi wa raslih ilan-nsi yaumal-ajjil-akbari annallha bar`um minal-musyrikna wa rasluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa’lam annakum gairu mu’jizillh, wa basysyirillana kafar bi’abin alm.”

    Artinya: “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.

    Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah.

    Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

    Berikut ini lafadz adzan:

    Arab:

    (٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

    (٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

    (٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    (٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

    (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

    (١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

    (١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

     

    Latin:

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

    Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)

    Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)

    Hayya ‘alashshalaah (2x)

    Hayya ‘alalfalaah. (2x)

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

    Laa ilaaha illallaah (1x)

    Artinya :

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah

    Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

    Marilah Sholat

    Marilah menuju kepada kejayaan

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Tiada Tuhan selain Allah

    Kemudian, untuk lafadz adzan subuh ada kalimat yang ditambahkan, yakni

    Arab: اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

    Latin: Ash-shalaatu khairum minan-nauum

    Artinya: Sholat itu lebih baik dari pada tidur

    dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya ‘alalfalaah

    (abi sorban)

     

  • Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Kalimat Azan sudah pakem diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Kalau pun ada Sahabat Bilal menambah Azan saat Subuh itupun karena Nabi masih hidup dan menyetujui.
    ﻳﻜﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ اﻷﺫاﻥ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ ﺧﻴﺮ اﻟﻌﻤﻞ
    Makruh mengucapkan dalam azan “Mari menuju pada amal terbaik”
    ﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻟﻢ ﺗﺜﺒﺖ ﻫﺬﻩ اﻟﻠﻔﻈﺔ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﻜﺮﻩ اﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ اﻻﺫاﻥ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
    Al-Baihaqi berkata: “Tidak ada riwayat Sahih redaksi ini dari Nabi shalallahu alaihi wasallam. Kami tidak suka dengan tambahan dalam azan” (Al-Majmu’ 3/98)

    Di zaman Nabi sudah ada jihad, apa Nabi pernah memasukkan kata Jihad dalam Azan? Kalau mau Jihad mbok ya dibekali dengan ilmu dulu… (abi sorban).
    sumber KH. Mafruf Khozin
  • ANSOR, MELALUI PASUKAN BANSERNYA KEMBALI HADIR UNTUK KEUTUHAN NKRI MELALUI APEL KEBANGSAAN VIRTUAL

    ANSOR, MELALUI PASUKAN BANSERNYA KEMBALI HADIR UNTUK KEUTUHAN NKRI MELALUI APEL KEBANGSAAN VIRTUAL

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Dalam rangka meneguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa, Ansor sebagai bagian dari generasi muda yang mau tidak mau akan menjadi pewaris sejarah bangsa, sudah selayaknya hadir untuk ikut menata keutuhan negeri. Akan sangat menyebalkan bukan,, bila nanti warisan yang mesti dipegang itu berupa kerusakan yang butuh banyak membuang sumberdaya untuk memperbaikinya?
    Dalam kondisi mental dan fisik yang sedang di tempa berbagai kenyataan seperti saat ini, masyarakat mesti cerdas mengambil sikap, bukan diam pasrah terhadap tantangan pandemi maupun gonjang-ganjing politik yang makin membingungkan, ya membingungkan bagi yang tidak punya pegangan yang kuat, diam pasrah tergerus-bergerak berlebih bakal terberangus.
    Apel virtual cara terbaik mewakili kebersamaan, toh di jaman kekinian ruang dan waktu mestinya memang bukan lagi jadi halangan untuk terus bersama-sama berjuang. Ilmu dan teknologi telah memberi kemudahan, jangankan untuk hal-hal baik, untuk Kenakalan-kenakalan dan kejahatan saja sudah beralih model menjadi kenakalan virtual.
    Pembatasan dan jaga jarak mesti dilaksanakan, karena sejauh ini, hanya hal itu yang paling mudah untuk kita lakukan untuk melawan Covid-19, selebihnya percayakan kepada para ahli untuk menjalankan amanah yang semoga mereka senantiasa bisa dipercaya. Disisi lain pembatasan yang berakibat pada tergantikannya model komunikasi antar warga dari komunikasi nyata ke komunikasi maya, bukan tidak mungkin mengakibatkan distorsi informasi yang makin meningkat.
    Keringanan jari dan kemudahan menangkap informasi, akan jadi hal yang salah kaprah bila pada jalurnya terdapat oknum-oknum yang pandai menari, bukan di atas luka saja, tetapi juga menari untuk mengorek menyayat agar melahirkan luka. Menjaga garis komando secara penuh semoga menjadi cara terbaik untuk menghindari salah kaprah, bilapun nanti ada komando bergerak telah diturunkan, semua telah terbiasa siaga satu komando. (banser banyumas)
  • Pulang dari Apel Kebangsaan, 2 Banser Cirebon Tangkap Jambret

    Pulang dari Apel Kebangsaan, 2 Banser Cirebon Tangkap Jambret

     

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Agus dan Jakfar menangkap jambret daerah sumber
    wp.sorbansantri.com- Minggu, 29 November 2020. Ketangkasan banser kabupaten cirebon , patut diacungi jempol. Pasalnya Dua banser bernama agus dan jakfar dari satkoryon Plered kabupaten cirebon ini membantu kepolisian menangkap seorang jambret di daerah Sumber.(29/11)
    Dalam suasana hujan, keduanyanya sahabat agus dan jakfar pulang dari acara APEL KEBANGSAAN SECARA VIRTUAL di gedung PCNU kab. Cirebon, saat hendak pulang dari APEL KEBANGSAAN sahabat AGUS dan JAKFAR melihat polisi sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penjambretan. Dan spontan sahabat banser melakukan pengejaran dan berhasil ditangkapnya jambret tersebut.  Saat ini pelaku jambret sudah berhasil diamankan dan di bawa ke POLSEK setempat. (abi sorban)
  • BULLSHIT PARA “PEMBELA” ISLAM

    BULLSHIT PARA “PEMBELA” ISLAM

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para “pembela” Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. Mereka semakin radikal. Radikalisme dalam hal ini dalam konteks pemikiran dan tindakan politik yang berlatar belakang agama. Karena itu potensi radikalisme ada di semua agama, bukan monopoli salah satu agama tertentu. Bahkan potensial pada setiap individu manusia.
    Pada kenyataannya, aksi-aksi bela Islam yang mereka gelar bullshit semata. Bullshit artinya omong kosong, tahi (kotoran) dan tipuan. Harry G Frankfurt pertama kali menyajikan bullshit sebagai sebuah teori pada artikelnya di jurnal Raritan Quaterly Review tahun 1986.
    Kemudian diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul On Bullshit pada tahun 2005. Menurutnya, bullshit adalah pembicaraan yang dimaksud untuk membujuk tanpa memperhatikan kebenaran. Berbeda dengan pembohong, yang peduli dengan kebenaran tapi menyembunyikannya.
    Bullshit yang paling Nampak di depan mata, adalah akhlak dan tutur kata mereka yang jauh dari ajaran Islam. Caci maki, umpat dan sumpah serapah meluncur dengan ringan dari mulut mereka. Sangat bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah Muhammad saw.
    Mereka menjadikan Islam sebagai alasan dalam bertindak radikal. Akibatnya nama Islam menjadi “fitnah” bagi Islam dan umatnya. Sedangkan hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan substansi dan tujuan Islam itu sendiri. Tentu saja merugikan dan memecah belah umat Islam, serta merusak citra baik Islam yang justru memicu lahirnya sikap islamofobhia.
    Mereka adalah bullshiter, tidak peduli apakah yang dikatakannya itu benar atau salah, dia hanya peduli, apakah pendengarnya bisa dibujuk atau tidak. Bullshitter tidak peduli apakah hal-hal yang dikatakannya itu menggambarkan realitas yang benar atau tidak. Dia hanya mengambilnya, membuatnya, sesuai dengan tujuannya.
    Aksi bela Islam mereka tidak ada hubungannya dengan kedalaman iman seseorang. Karena kedalaman iman seseorang terkait dengan kedekatan hatinya dengan Allah swt. Kedalaman iman ada dalam diri seseorang, ia bersifat imanen. Dari kedalaman iman memancar kesalehan pribadi.
    Pada hakekatnya tujuan beragama (Islam) hanyalah untuk mencari ridho Allah SWT, maka mutlak harus berangkat dari hati yang ridho atau ikhlas, guna mengenal dan mencintai, serta dicintai-Nya (makrifat).
    Kedalaman iman yang memancarkan kesalehan pribadi sesuai dengan substansi Islam tertuang dalam visi, “Menjadi rahmat bagi alam semesta” (Wama arsalnaka illa rahamatan lil’alamin), dan misi berupa tiga pilar agama, yaitu enam rukun iman (tauhid-aqidah), lima rukun Islam (syariat fiqih), dan puncaknya adalah rukun ihsan yaitu akhlaqul karimah.
    Ciri seseorang berakhlak karimah, memberi manfaat kepada orang lain. Orang merasa aman, nyaman dan damai bersamanya. Dari kesalehan pribadi menjadi kesalehan sosial.
    Menurut Evan Davis, bullshit sebagai ketidakpedulian atau tidak adanya perhatian terhadap kebenaran. Bullshit merupakan salah satu fitur dan kunci masuk ke budaya kontemporer yang merasuk segala aspek kehidupan sehari-hari dan politik.
    Bullshit adalah isi dan esensi post-truth, dimana emosi dianggap lebih penting ketimbang bukti dan fakta. Bullshit menjadi sarana komunikasi yang efektif.
    Sedangkan radikalisme bersifat politis. Motif dasar kaum radikal sesungguhnya adalah kekuasaan. Islam menjadi alat melegitimasi motif tersebut. Dalam paradigma kaum radikal, Islam akan tegak dengan kekuasaan politik. Sebab itu puncak kekuasaan harus diraih. Tanpa memegang tampuk kekuasaan, syariah Islam tidak bisa diterapkan.
    Karena itu pemaksaan keyakinan pada level ini akan mengganggu ketertiban masyarakat, keamanan dan ketahanan negara.
    Oleh Ayik Heriansyah
  • PRESIDEN PERTAMA NU : KH HASAN GIPO

    PRESIDEN PERTAMA NU : KH HASAN GIPO

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com-Sebagian besar dari kita saat ditanya, siapa Presiden atau Ketua Tanfidziyah NU Pertama, maka biasanya akan menyebut nama Hadlrotussyaikh KH. Hasyim Asy’arie. Padahal, sebenarnya Ketua Tanfidziyah NU Pertama adalah Guru Mulia KH Hasan Gipo Surabaya.
    Adapun Hadlrotussyaikh Mbah Hasyim Asy’arie berkedudukan sebagai Rois Akbar, pemimpin tertinggi NU. KH. Hasan Gipo adalah Ketua Pelaksana sesuai dengan arahan maupun fatwa Hadlrotussyaikh.
    KH. Hasan Gipo adalah seorang saudagar kaya raya yang masih merupakan dzuriyah dari Kanjeng Sunan Ampel. Beliaulah yang mendanai Komite Hijaz hingga bisa menembus jazirah Arab.
    Beliau pulalah sponsor terbesar dalam hal harta pribadi kepada NU, sehingga atas wasilah harta beliau, kabar berdirinya NU segera tersebar luas hingga ke seantero Tanah Jawa dari ujung paling timur hingga baratnya, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan tak ketinggalan Singapura.
    Mendapat kabar berdirinya Jam’iyyah Nahdlatul ‘Ulama, mayoritas Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah Al Muktabaroh di seantero Nusantara segera merapatkan barisan, “bermakmum” di belakang Hadlrotussyaikh.
    Ila hadlroti ruhi Guru Mulia KH Hasan Gipo wa zawjatihi wa dzurriyatihi wa furu’ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi syai-un lillahi lana walahum Al Fatihah …
    oleh : Shuniyya Ruhama