Penulis: Sorban Santri

  • 1 TAHUN LEBIH GIAT BAKSOS DILAKUKAN GP ANSOR RANTING PUNGGING

    1 TAHUN LEBIH GIAT BAKSOS DILAKUKAN GP ANSOR RANTING PUNGGING

    SORBANSANTRI.COM
    Relawan BAKSOS GP Ansor Ranting Pungging

    SORBAN SANTRI- Minggu, 20 September 2020, GP Ansor Ranting Pungging mengadakan giat sosial yang berupa BAKSOS untuk kesekian kalinya. Yang mana dalam kegiatan itu adalah merupakan agenda acara kegiatan yang dilaksanakan rutinan setiap 1 bulan sekali, “alhamdulillah kegiatan baksos dari masjid dan musholla sudah 1 Tahun berjalan” Kata Moh.sulaiman afandi, selaku koordinator dalam setiap kegiatan baksos GP Ansor Ranting Pungging.

    SORBANSANTRI.COM
    Moh. Sulaiman Afandi Koordinator Baksos GP Ansor Ranting Pungging

    Pada kegiatan kali ini GP Ansor Ranting Pungging melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial di Masjid Baitunnajah Dusun Gebang Desa Pungging yang dimulai Pukul 07.30 wib – selesai. Ada puluhan personil dalam kegiatan tersebut dengan membawa peralatan masing-masing seperti sapu, timba, sabun, dll yang diperlukan dalam kegiatan BAKSOS tersebut.

    Kegiatan ini berjalan sangat bagus karena selalu ada koordinasi dalam setiap melakukan kegiatan. Dengan harapan agar dengan adanya giat BAKSOS yang diadakan oleh GP Ansor Ranting Pungging ini, memberikan manfaat dan memberikan tauladan buat para remaja, kader-kader tentang betapa pentingnya kerukunan, kenyamanan, dan kebersamaan.

    Uniknya dalam setiap selesai kegiatan BAKSOS oleh GP Ansor Ranting Pungging, selalu memberikan kenang-kenangan berupa Jam Dinding buat Masjid dan Musholla dengan harapan agar bermanfaat bagi jama’ah masjid dan musholla setempat.

    Mudah-mudahan kegiatan yang diadakan oleh GP Ansor Ranting Pungging memberikan inspirasi buat GP Ansor Ranting lainnya sehingga kekompakan, kebersamaan, dalam satu wadah organisasi Nahdlatul Ulama’dan terasa sampai pada tingkat bawah. (abi SORBAN)

  • BAHAS PROBLEMATIKA PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 DI TENGAH PANDEMI, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA GELAR WEBINAR NASIONAL

    BAHAS PROBLEMATIKA PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 DI TENGAH PANDEMI, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA GELAR WEBINAR NASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada Hari Sabtu, 19 September 2020 Puskohis IAIN Surakarta seminarkan urgensi Pilkada Serentak 2020. Seminar nasional tersebut dilakukan secara virtual karena keadaan masih belum kondusif.
    Dengan menghadirkan tiga narasumber andal, pusat studi yang baru diresmikan bulan lalu suskes menggelar seminar kali ini dengan tema “Urgensi Pilkada Serentak 2020 dalam Bingkai Demokrasi Konstitusional”.
    Pilkada Serentak 2020 ini memang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, baik di dunia nyata maupun dunia maya (red. media sosial).

    Acara diawali sambutan Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam IAIN Surakarta oleh R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H. Dalam sambutannya beliau mengutip pendapat Carl J. Friedrich dalam bukunya: “Constitutional Government and Democracy Theory and Practice in Europe and America” yang mendefinisikan konstitusi dalam 5 konsep: Filosofis (Philosophical), Struktural (Structural), Legal (Legal),)Dokumentarian (Documentarian), dan Prosedural (Procedural). Beliau menegaskan bahwa 5 Konsep ini menjadi Fokus Utama PUSKOHIS IAIN Surakarta. Sesuai Visi dan Misi PUSKOHIS pungkasnya. PUSKOHIS akan selalu berkomitmen memberikan kontribusi untuk Bangsa dan Negara dalam urusan Konstitusi dan Hukum Islam. Beliau berharap Negara senantiasa berjalan pada jalur konstitusional, Menjunjung tinggi tegaknya HAM dan Demokrasi.

    Direktur PUSKOHIS yang akrab dipanggil Gus Mustain ini juga mengutip pendapat pakar Hans Kelsen dalam bukunya “General Theory of Law and State” yang mengatakan: “konstitusi adalah dasar dari tata hukum nasional”. Dengan demikian apapun yang berlaku di Negara Indonesia haruslah sesuai jalur hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Beliau berharap dengan adanya diskusi ilmiah membahas problematika Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi ini PUSKOHIS akan mampu merekomendasikan usulan solutif kepada Pemerintah baik Presiden, KPU, maupun lembaga yang berkepentingan dengan Pilkada Serentak dimasa pandemi ini.
    Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. KH. Mudhofir S. Ag, M.Pd. melalui Direktur PUSKOHIS juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggranya acara ini. Beliau berharap agar diskusi ilmiah seperti ini berlanjut untuk tema-tema berikutnya.

    SORBANSANTRI.COM

    Menurut narasumber Pertama, Z. Saifudin, S.H.,M.H., tema yang diangkat oleh Puskohis sangat menarik dan terkini karena memang sedang menjadi trending topic. Direktur Institut Pemantau dan Pengawas Pemerintahan Daerah (IP3D) itu menyebutkan bahwa dari 3 opsi usulan KPU akhirnya disetujui pada tanggal 9 Desember Tahun 2020 sebagai opsi paling realistis untuk dilaksanakan Pemilukada. Keputusan tersebut diambil dalam forum rapat bersama dengan DPR dan pemerintah (Kemendagri) pada akhir maret 2020. Dengan ditindak lanjuti dikeluarkan Perppu tanggal 4 Mei 2020. Anggaran dana yang disetujui sekitar 2,6 T.

    Beliau juga menjabarkan tentang pertaruhan Konstitusi dalam Bab VI tentang Pemerintahan Daerah khususnya Pasal 18 ayat (4). Aturan UU Pemilukada bahkan sampai aturan teknis PKPU No.5, 6 dan 10. Dikupas secara tuntas. Juga mengkritisi banyak persoalan dan dinamika sebelum proses penetapan calon tanggal 23 September 2020. Termasuk tentang 25 daerah yang masih terdapat calon tunggal. Dijelaskan juga jika ada potensi kotak kosong menang atas calon tunggal. Ada juga tentang tarik ulur dukungan Parpol dan mahar politik yang sulit pembuktiannya.

    Dalam kutipannya “Ada hal menarik pada Pemilukada tahun ini, yaitu adanya 25 calon tunggal. Selain itu, ada tarik ulur dukungan Parpol yang menjadikan sengketa, contohnya di Kota Kutai Kartanegara. calon lawan tidak jadi maju sehingga terjadi calon tunggal masih ada walau sudah masa perpanjagan pendaftaran,” papar beliau lebih lanjut.

    Tidak lupa dijelaskan potensi adanya gugatan hukum. Beliau membagi dalam 3 domain. Sebelum penetapan, pasca kampaye dan setelah penetapan dari KPU. Gugatan dapat dilakukan di PTUN, PN, DKPP dan MK sebagai hasil akhirnya.
    Beliau juga memberikan jalan solutif dan alternatif agar Pemilukada dapat berjalan lancar. Komisi II DPR dan Pemerintah (Kemendagri) agar aktif komunikasi. Mengevaluasi KPU sebagai penyelenggara teknis. Mendorong agar ada koordinasi berkala dalam Forkompimda. Termasuk pelibatan penegak hukum. Dia juga menyinggung soal Keppres No.12 Tahun 2020 bahwa Kepala Daerah sebagai Ketua Gugas Pandemi. Agar pemerintah pusat tidak terlalu intervensi. Agar kepala daerah sekarang fokus dalam pandemi.

    Beliau juga mengutip dari Herbert Mclosly berkata “Partisipasi politik merupakan kekuatan warga negara ketika mengambil bagian pada proses pemilihan penguasa dan kebijakan umum” (Andi Faisal Bakti, 2012: 119). Agar 107 juta voters ikut berpartisipasi. Demi terciptanya kepemimpinan politik yang ideal. Dia mengutip pendapat dari T.B. Bottomore berkata “Kepemimpinan politik merupakan perpaduan semua kelompok kekuatan politik dan pengaruh politik” (Michael Rush dkk, 2011: 249). Kepemimpinan lokal merupakan grass root sebagai embrio kepemimpinan nasional.

    Sebagai rekomendasi beliau, juga memberikan arahan agar Pilkada ini tetap dilanjut dengan catatan dan benang merahnya. Termasuk pengetatan protokol kesehatan. Alasan lain adalah demi menjaga tetap lanjut roda pemerintahan daerah dalam kerangka good governance dan clean goverment serta kepastian hukum terjaga. Dia juga mengingatkan agar tidak terjadi politik pecah belah. Idealnya mengedepankan proses demokrasi dengan menghilangkan sifa egosentris golongan dan/atau kelompok pribadi saja.
    Narasumber kedua, Lisma, M.H. menyampaikan sejarah kali pertama pemilu dilaksanakan dan urgensi Pilkada Serentak 2020.

    “Indonesia pertama kali melakukan pemilu pada tahun 1955 untuk memilih anggota DPR dan DPRD yang diikuti oleh 118 partai politik, organisasi, golongan, dan perorangan. Era orde baru pada tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1999 untuk memilih anggota DPR dan DPRD. Pemilihan wakil-wakil rakyat yakni presiden, gubernur, bupati dan walikota disebut dengan istilah demokrasi perwakilan. Era reformasi, pemilu dilaksankan pada tahun 2004, 2008, dan 2014 untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD, Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten.”
    Salah satu dosen Hukum Tata Negara IAIN Surakarta ini juga menuturkan bahaya pilkada apabila tidak jadi dilangsungkan pada tahun ini.

    “Hal ini dapat menyebabkan potensi konflik vertikal antara pemerintah daerah dan masyarakat maupun konflik horizontal antara kelompok masyarakat pendukung pemerintah dan kelompok masyarakat oposan pemerintah di daerah. Tema konfliknya sudah tentu limitasi kepemimpinan yang tercantum dalam undang-undang dan suksesi kepemimpinan daerah di periode 2020 – 2024,” tutur Lisma.

    “Apabila pilkada dilaksanakan tanpa perppu, hasilnya akan dinilai inkonstitusional dan pemimpin daerah yang terpilih berstatus illegal karena tidak sesuai dengan bulan penetapan pelaksanaan pilkada di dalam UU No. 10 Tahun 2016. Kedua hal ini akan menyebabkan ramainya gugatan hukum secara vertikal dan konflik secara horizontal (antara dua kubu pendukung paslon),” imbuh beliau di sela-sela pemaparan materi.
    “Kita tidak bisa menutup mata dengan adanya Pilkada Serentak 2020. Sebagai warga negara, kita harus ikut berpartisipasi meski banyak polemik,” tutup Lisma.

    Dalam seminar ini juga dibahas problematika pilkada dan analisis hukumnya oleh narasumber ketiga, yaitu Suciyani, S.H.I., M.Sos.Dosen Hukum Pidana Islam IAIN Surakarta itu menjelaskan banyak masalah yang biasa muncul pada pelaksanaan pilkada. Menurutnya, masalah-masalah tersebut menjadi masalah yang tidak terselesaikan karena perlu pengawalan dari penegak hukum dan masyarakat.

    Kasus atau masalah yang dilaporkan memerlukan barang bukti agar bisa diproses oleh apparat penegak hukum.
    “Setiap pilkada harus dilihat potensi-potensi pelanggrannya. Koordinasi Bawaslu, penegak hukum, masyarakat sebagai pelapor sangat dibutuhkan. Pencegahan adanya potensi pelanggaran juga perlu dilakukan. Selama ini, yang dilakukan hanya penyelesaian masalah, tanpa pencegahan,” terang beliau di akhir pemaparannya.

    Peserta tampak antusias dalam webinar tersebt. Meliputi hampir perwakilan provinsi ada. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, di antaranya pencalonan independen tanpa Parpol, politik dinasti, sengketa pilkada, mahar politik. Pertanyaan dijawab dengan jelas oleh narasumber dengan saling menambahkan dan diskusi bareng.

    Kontributor: Mokh. Yahya

  • PACARAN TIDAK DIRESTUI, SIMBOL NEGARA JADI SASARAN EMOSI

    PACARAN TIDAK DIRESTUI, SIMBOL NEGARA JADI SASARAN EMOSI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Lagi-lagi pelecehan simbol negara berasal dari gudangnya warga kadrun. Polda Sumatera Utara (Sumut) mengamankan seorang wanita berinisial RP (28) atas dugaan kasus penistaan terhadap lambang negara bendera sang saka merah putih.
    Wanita pemilik akun Instagram @maya.maya635 yang merupakan, warga Jalan Jalan Negara Lk III, Kelurahan Petapahan, Lubuk Pakam tersebut, saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik dari Unit 2 Subdit V Ditreskrimsus Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.
    Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyampaikan, dari hasil penyidikan sementara, motivasi RP melakukan penghinaan terhadap bendera negaranya lantaran hanya untuk mencari perhatian banyak orang.
    “Motivasi tersangka melakukan perbuatan itu ingin mencari perhatian seluruh warga dunia atas tindakannya yang berpacaran dengan warga Malaysia, namun tidak didukung bahkan cenderung ditentang (oleh) keluarga dan semua kenalannya,” ungkapnya, Jumat (18/9/2020) malam.
    MP Nainggolan menjelaskan, atas perbuatannya, RP akan dijerat dengan Pasal 57 Jo Pasal 68 Undang-Undang RI Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 310 Jo Pasal 316 KUHPidana.
    Selain itu, sambung dia, dari tersangka petugas juga mengamankan barang bukti, 1 unit Handphone Samsung A20, akun facebook atas nama Lovelyta Putri Valentine, akun Instagram atas nama maya.maya635, 1 buah sikat WC, 1 buah foto Presiden RI dan Wakil Presiden yang telah dirusak dan diberikan warna pada bagian wajah Wakil Presiden, 1 bendera merah putih, 1 bundelan screenshoot dari akun facebook Lovelyta Putri Valentine dan akun Instagram atas nama maya.maya635. (abi SORBAN) 
  • Mbah Hasan Genggong Kyai Spiritual Berdirinya NU

    Mbah Hasan Genggong Kyai Spiritual Berdirinya NU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Dulu, dalam suatu majelis, Habib Ali Kwitang pernah berjumpa dengan Kyai Moh. Hasan Genggong. Sejenak Habib Ali Kwitang tertegun.
    Lalu dipeluknya Kyai Hasan sepuh dengan penuh keharuan. Air mata mengaliri pipi Habib Ali Kwitang. Saat itu ada seorang yang menemani Habib Ali Kwitang dan bertanya :
    “Bib, siapakah orang tua yang sangat sepuh ini yang engkau peluk tubuhnya..?” tanya lelaki itu.
    Sambil menyeka air mata, Habib Ali Kwitang berkata : “Ketahuilah anakku, aku sering bermimpi berjumpa dengan Rasulullah. Dan aku sering mendapati orang sepuh ini ikut mengiringi Rasulullah sambil memegangi tangan Rasulullah…” jawab Habib Ali sambil menunjuk kepada Kyai Hasan Genggong.
    Beliau Kiai Hasan Genggong adalah Seorang Sholihin Beliau Pendiri Pesantren Genggong Daerah Kraksan Probolinggo…
    Jika Kiai Hasan akan kedatangan tamu dari ahlul bait (keturunan Rasulullah), beliau langsung keluar sambil berlari dan berkata “ada rahatul Mustofa/wangi Nabi Muhammad”. Padahal cucu Rasul tadi masih belum sampai ke tempat Kiai Hasan.
    Di antara keramat Kiai Hasan Genggong adalah cerita datangnya seorang tamu yang menyewa sebuah mobil dengan seorang sopir habib. Cuma, ceritanya, tamu yang menyewa itu tidak mengetahui kalau supir tersebut adalah seorang habib.
    Kiai Hasan berkata kepada anak-anaknya, “Ayo rapikan kamar, kita mau kedatangan habib”.
    Setelah orang itu datang ke rumah Kiai Hasan, beliau bertanya, “mana sopirmu?”
    “Sopir saya tidur, Kiai,”
    “Di mana tidurnya?”
    “Di mobil, Kiai?”
    “Saya mau dekati sopir itu boleh minta izin?”
    Setelah mendapatkan izin, Kiai Hasan Genggong mendekati mobil sang tamu.
    “Habib, bangun bib!” Pinta Kiai Hasan.
    Sang sopir itu jelas kaget karena selama ini tidak ada yang memanggilnya habib.
    Bila Kiai Hasan ditanya oleh orang lain tentang bagaimana cara mengetahui kalau sopir itu adalah habib, beliau selalu menjawab begini, “Saya tahu karena bau keringatnya adalah bau keringat Kanjeng Nabi Muhammad Saw.”.
    Subhanallah…
    Beliau Kiai Hasan Genggong juga memiliki taalluq batin dengan Habib Ali bin Muhammad alHabsyi sohibul maulid.
    Diceritakan ketika zaman Alhabib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi Seiwun (Pengarang Maulid Simthud Durar). Ada seorang Auliya Allah bernama Al habib Abdul Qadir bin Quthban Assegaf. Habib Abdul Qadir bin Quthban adalah seorang ‘alim yang sangat gemar bersilaturrahim kepada para ‘alim ulama’ para waliyullah yang masih hidup di zaman tersebut. Kegemaran Beliau bersilaturrahim bukan hanya terbatas di wilayah Hadramaut Yaman saja. Tapi juga sampai ke pulau Jawa Indonesia.
    Bahkan juga sampai ke kediaman Hadratussyaikh KH. Mohammad Hasan Sepuh Genggong Probolinggo. Ketika tiba dikediaman Kiai Hasan Sepuh Genggong, Habib Abdul Qadir disambut dengan ramah. Beliau berdua pun berbincang bincang. Tentunya dengan bahasa arab.
    Sampai pada akhirnya kiai Hasan sepuh bertanya, yang kalau diterjemahkan:
    “Habib, bagaimana kabarnya Habib Ali Habsyi Seiwun (pengarang Simtudhurar)??”.
    Ditanya seperti itu, Habib Abdul Qadir terkejut dan terheran-heran. Bagaimana bisa Kiai Hasan Sepuh Genggong mengenali Habib Ali Habsyi Seiwun. Sedangkan Kiai Hasan secara dzahir tidak pernah ke Hadramaut Yaman, dan Habib Ali Habsyi Seiwun juga tidak pernah ke Indonesia.
    Seolah mengetahui apa yang ada di hati Habib Abdul Qadir, Kiai Hasan kembali berkata, “Habib Ali Al Habsyi Seiwun itu kulitnya seperti ini … (menyebutkan), wajahnya begini… (menyebutkan), kalau duduk seperti ini… (disebutkan), jalannya seperti ini… (disebutkan), di kediaman Habib Ali rumahnya seperti ini… (menyebutkan), di depannya ada masjid bernama Masjid Riyadh dan tiangnya ada… (menyebutkan)”.
    Dan bertambah kagumlah Habib Abdul Qadir bin Quthban. Takjub oleh Kiai Hasan Sepuh Genggong yang menyebutkan secara detail seolah-olah beliau sangat akrab dengan Habib Ali Al-Habsyi dan mengetahui keadaan rumahnya di kota Seiwun Hadramaut Yaman. Padahal Kiai Hasan tidak pernah sampai ke sana. Lalu setelah cukup berbincang-bincang, tak lama kemudian, Habib Abdul Qadir bin Quthban pun berpamitan pulang.
    Ketika sekembalinya dari tanah Jawa ke Yaman. Habib Abdul Qadir bin Quthban mengunjungi kota Seiwun, untuk bertemu dengan Al Imam Al ‘Arifbillah Al Habib Ali Al Habsyi Seiwun. Ketika sudah sampai di kediaman Habib Ali Habsyi dan berhadapan dengan beliau, di tengah-tengah perbincangan, Habib Ali Al Habsyi bertanya : “Wahai Sayyid Abdul Qadir, apakah di Jawa engkau bertemu dengan seorang syekh bernama Hasan Jawi (Jawa maksudnya)”.
    Habib Abdul Qadir teringat pertemuannya dengan Kiai Hasan Sepuh Genggong. Beliau mengangguk meng-iyakan. Lalu Habib Ali Al Habsyi berkata : “Syekh Hasan itu kulitnya seperti ini… (menyebutkan), wajahnya seperti ini… (menyebutkan), duduknya begini… (mencontohkan), jalannya seperti ini… (menceritakan), dan di rumahnya begini… (menjelaskan)”.
    Hingga Habib Abdul Qadir takjub dengan detailnya penjelasan beliau, padahal beliau tidak pernah ke indonesia.
    Saat proses awal pendirian NU, Kiai Hasan Genggong juga diminta pendapat dan nasihat oleh almarhum Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah, KH As’ad Syamsul Arifn dan para pendiri NU lain atas rekomendasi dari Syaikhuna Kholil Bangkalan dan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari
    Kiai Hasan Genggong pernah menyatakan bahwa berjuang ikhlas di NU akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Insyaallah…
    “من اعان نهضةالعلماء، فقد سعد فى الدنيا والأخرة”
    “Barang siapa yang menolong (berjuang ikhlas) NU, Maka hidup beruntung di dunia dan di akhirat.”
  • REORGANISASI PRNU DESA TAMANSARI

    REORGANISASI PRNU DESA TAMANSARI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seiring berjalannya waktu dan roda kehidupan yang terus berputar, tiba saatnya masa jabatan yang lama di ganti dengan yang baru. Begitu pula dengan Masa jabatan kepengurusan NU Ranting Desa Tamansari yang memang sudah waktunya untuk di perbarui karena sudah 5 Tahun / Masa jabatan kepengurusan berakhir.

    Jum’at (18/9/2020) PRNU Tamansari menyelenggarakan “Reorganisasi Kepengurusan NU” untuk masa khidmat 2020 – 2025. Acara yang di mulai pukul 20.00 di Masjid Al Ikhlas 2 Tamansari dengan Do’a pembuka oleh Pembawa acara (Ali Fatah dari IPNU) dan dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syubanul Wathon. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Oleh Bapak Kepala Desa Tamansari ( Bpk. Burhanudin Harahap) dan Sambutan shohibul bait (Ust. Kirsun Aziz). Kemudian dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban Ketua NU lama (Pak. Hadi). Kemudian dilanjutkan dengan Sidang pemilihan Ketua NU yang baru dengan di pimpin oleh Bpk. Didin Syarifudin (Sekretaris MWCNU Kec. Karanglewas)

    Pemilihan Ketua NU Ranting Tamansari dilakukan dengan cara masing – masing jama’ah yang hadir untuk menuliskan satu nama calon ketua dalam secarik kertas yang sudah disediakan oleh panitia. Alhamdulillah hasil dari penghitungan suara terbanyak menyatakan bahwa “Ust. Ahmad Sanusi” Sah sebagai Ketua terpilih PRNU Desa Tamansari yang baru Masa Khidmat 2020 – 2025.

    Sampai Sidang pemilihan ketua di tutup,selanjutnya acara Sosialisasi Sensus Warga NU dengan program KARTANU yang disampaikan oleh Bpk. Nardi Zaenurrohim (Ketua MWCNU Kec. Karanglewas).

    Sampai tiba acara ditutup oleh pembawa acara pukul 23.00, acara dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar tidak ada halangan suatu apapun dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Semoga acara ini mendapat Ridlo dan keberkahan dari Alloh SWT, Amiin Ya Robbal ‘aamiin. (SORBAN TAMANSARI)

    #NU
    #Muslimat
    #Ansor
    #Fatayat
    #Ipnu_Ippnu
    #BanserBanyumas
    #ACMBanyumas
    #Aswaja

  • ANTISIPASI WARGA NU MOJOKERTO MENGHADAPI STRATEGI TIPU MENJELANG PILBUB 2020 periode 2021-2024

    ANTISIPASI WARGA NU MOJOKERTO MENGHADAPI STRATEGI TIPU MENJELANG PILBUB 2020 periode 2021-2024

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pasangan CABUB dan CAWABUB akan ada interaksi dengan masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Seperti pemasangan Baliho berukuran besar, sosialisasi menyampaikan Visi dan Misi Dll.

    Hal tersebut memang sangat efektif dalam memperoleh suara dalam pemilihan nanti. Ironisnya bahkan dalam usaha untuk memperoleh dukungan dan perolehan suara, ternyata masih banyak dilakukan cara-cara licik dan
    samar (abu-abu), walaupun sebenarnya bertentangan dengan hati nurani.

    Pepatah mengatakan “maling teriak maling atau srigala berbulu domba” serta berusaha menyamakan langkah dan berbaur dengan masyarakat. Seperti mengatakan “kami ini saudara mu dalam berorganisasi, maka pilihlah kami”
    kira-kira seperti itu bahasa sederhananya.

    [irp posts=”5841″ name=”UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020″]

    Pendekatan seperti ini akan semakin banyak dilakukan kebeberapa organisasi-organisasi sebagai ujian yang pernah ikut dalam Pengkaderan terlebih-lebih warga NU, bahkan pendekatan ini akan masuk sampai tingkat rumah-rumah.

    Seperti kita ketahui NU adalah organisasi terbesar yang pastinya tidak luput dari sasaran pendekatan tersebut, baik itu Lembaga ataupun BANOM, semuanya tidak akan luput dari Rayuan, Tabiat Licik, Tipu Muslihat, dsb. Walaupun juga ada yang benar-benar memperjuangkan dan mewakili masyarakat.

    [irp posts=”6040″ name=”BERIKAN APRESIASI IJTIMA ULAMA KE-IV, PKS TERNYATA MENDUKUNG AGENDA KHILAFAH”]

    Mojokerto bisa dikatakan pusat centralnya organisasi NU, hal ini bisa diketahui karena banyak dan hidupnya kegiatan pada Lembaga dan Banom yang secara rutin diadakan sampai pada tingkat Anak Ranting. Dan bisa dikatakan pula kekuatan NU yang ada di Dunia ini pusatnya ada di Mojokerto yang dulunya adalah Pusat pemerintahan kerajaan Majapahit. Dimana Adab, Tata krama serta budaya timur masih melekat bersama Masyarakat yang rata-rata warganya adalah NU.

    Untuk itu redaksi SORBAN SANTRI berharap agar semua Lembaga dan Banom untuk memperkuat Gerakan sebagai Pagar Baja benteng NU, agar mengenali para calon yang akan bertarung dan yang terpenting adalah Partai yang mendukung, yang mengusung.

    • Mana yang sesuai dengan Aqidah Aswaja NU.
    • Mana Partai yang jelas-jelas berseberangan atau bertentangan dengan  Aqidah Aswaja NU.
    • Mana Partai yang orang-orangnya mendukung khilafah.
    • Mana Kelompok yang ingin mengganti IDEOLOGI.

    [irp posts=”4331″ name=”ALASAN IKUT HTI, MENGAPA DUKUNG KHILAFAH?”]

    Oleh karena itu, redaksi SORBAN SANTRI akan membagikan 3 cara bagaimana memilih pemimpin yang akan bertarung diPILBUB 2020 periode 2021-2024:

    1. Kenali Profilnya
    2. Ketahui Partai Pengusung dan Pendukungnya
    3. Jangan tertipu label NU

    Semoga bangsa kita selalu diberkahi… dijauhkan dari kelompok yang ingin menghancurkan negeri dan menjadi negara yang ‘Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur’ Aamiin Ya Robbal’alamiin.. (red. abi SORBAN)

    [irp posts=”1494″ name=”KETUA ANSOR SERUKAN KADER JANGAN PILIH BUPATI YANG DI USUNG DARI PARTAI PKS”]

  • BERSAMA BABINSA, SATKORYON BANSER KEC. GEDEG MOJOKERTO MENGAWAL LAILATUL IJTIMA’ DI MASJID NUR AL ALIM SIDOHARJO

    BERSAMA BABINSA, SATKORYON BANSER KEC. GEDEG MOJOKERTO MENGAWAL LAILATUL IJTIMA’ DI MASJID NUR AL ALIM SIDOHARJO

    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan Lilatul Ijtima’ dan Satkoryon Banser Kec. Gedeg Mojokerto

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 18 September 2020, MWCNU Kec. Gedeg Mojokerto melakukan giat rutin malam lailatul ijtima’ yang sudah dilaksanakan setiap bulan sekali dengan pelaksanaan berpindah-pindah lokasi yang biasanya selalu diadakan di masjid-masjid. Dan kegiatan saat ini bertempat di Masjid Nur Al Alim Dusun Simpang Desa Sidoharjo Kec.Gedeg.

    Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 18.00 wib – selesai yang diikuti oleh 14 Ranting dalam 1 MWCNU Kec. Gedeg Mojokerto. puluhan jama’ah warga NU se-Kecamatan Gedeg Mojokerto. Dengan harapan agar lingkungan sekitar kota mojokerto utara brantas selalu kondusiif dan alhamdulillah BABINSA turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Kasatkoryon banser Kecamatan Gedeg Mojokerto sahabat Bin Afwan

    Kasatkoryon banser kecamatan gedeg mojokerto sahabat Bin Afwan melakukan koordinasi yang sangat bagus dengan Ketua PAC GP Ansor Kec. Gedeg Mojokerto mengenai pengawalan dan pengamanan kegiatan Lailatul Ijtima’ tersebut apalagi dengan adanya peristiwa-peristiwa penusukan terhadap Syeikh Ali Jubair baru-baru ini.

    Dalam pelaksanaan Pengawalan dan Pengamanan, semua Barisan Ansor Serbaguna ( BANSER ) mengenakan atribut lengkap ( PDL ) dan memakai masker sebagai bentuk kewajiban yang saat ini lagi marak pandemi covid-19 di Negara Indonesia ini.

    Mudah mudahan sahabat banser selalu diberikan kesehatan, kelapangan waktu dan rejeki yang barokah agar tetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai pengawal Aqidah Annahdliyah.. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (Azik Abdul Ghoni SORBAN).

  • BERIKUT INI TRAGEDI YANG DI REDAM NU (2020)

    BERIKUT INI TRAGEDI YANG DI REDAM NU (2020)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – 2020 Sayyid Haddad Alwi Di Persekusi Oleh Ormas Radikal Di Sukabumi, Di Waktu lain setelah kejadian, Sayyid Haddad Alwi Hadir di beberapa Acara Nahdlatul Ulama baik di PBNU maupun pesantren-pesantren NU,

    > Ormas Radikal mencoba memainkan isu Syi’ah dan memcoba membenturkan umat islam di Indonesia, alhasil setelah Haddad Alwi beberapa kali bertemu Habib Luthfi bin Yahya, masalah selesai dengan sendirinya.

    2020 Salah satu Habib Rumahnya di obrak-abrik saat acara pernikahan keluarganya oleh Ormas Radikal di Solo, Habib tersebut mengalami luka-luka yang cukup parah sempat mendapat / menjalani perawatan medis beberapa hari (kritis)

    > Ormas Radikal juga sama memainkan isu Syi’ah, setelah kejadian tersebut, Baik PBNU maupun anak-anak organisasi Ansor Banser Mengutuk kejadian tersebut, meminta aparat mengusut tuntas beberapa pelaku ormas Radikal, tak lama Polda Jateng Berhasil Menangkap para Pelaku.

    2020 Syekh Ali Jabeer di tusuk oleh orang tidak di kenal saat safari dakwahnya di Bandar Lampung, sempat membuat heboh publik, beberapa provokator baik dari Politikus pro Organisasi radikal dan ustadz-ustadz KW mencoba memprovokasi, dengan memainkan isu PKI (komunis) hingga Konspirasi lain, di tempat lain, Syekh Ali Jabeer menyampaikan jangan mengait-ngaitkan peristiwa yang menimpa dirinya dengan Politik.

    > Melalui pertemuan di sebuah acara, Syekh Ali Jabeer Menyatakan bahwa Ansor Banser selalu memberi kenyamanan tersendiri di setiap safari dakwahnya yang beberapa kali memang sering di kawal Ansor Banser. (abi SORBAN)

    #Ket: Belum termasuk Penyerangan Sayyid Seif Alwi Di Tangerang

    • Ansor Banser semuanya
      @PemudaNahdliyin @AswajaMedia
  • TIDAK KEMBALI PULANG SEBELUM KITA YANG MENANG

    TIDAK KEMBALI PULANG SEBELUM KITA YANG MENANG

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kalimat ini pastilah sangat familier bagi Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan para pecintanya. Digaungkan membahana menebar semangat yang luar biasa.

    Namun, belum banyak yang tahu bahwa penggalan kalimat ini bukanlah kalimat biasa. Namun, kalimat penuh karomah yang pernah diucapkan oleh perempuan mulia pada zaman Rosulullah SAW.

    Beliaulah sahabiyah mulia Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA. Beliau inilah yang berhasil melobi duta Islam Sayyidina Mus’ab Bin Umair RA supaya bisa langsung bersyahadat di hadapan Rosulullah SAW.

    Maka masuklah beliau dalam rombongan Bai’at Aqobah Kedua dan masuk jajaran assabuqunal awwalun dari kalangan Anshor. Tentu saja hal ini merupakan kejadian langka pada zamannya. Peristiwa luar biasa ini sampai diabadikan Gusti Allah dalam firmannya di QS Al Mumtahanah:12.

    Bunda Nusaibah inilah yang termasuk turut mengkondisikan Madinah sehingga menjadi tempat ternyaman untuk dakwah Rosulullah, sebab penduduknya sudah banyak yang menerima ajaran Islam.

    Beliau pulalah yang tampil luar biasa dengan memberikan “bonus” bagi perempuan yang berkenan masuk Islam akan diajarkan baca tulis. Dari jasa beliau inilah kelak di kemudian hari lahir generasi-generasi jenius dari ibu-ibu yang jenius. Yang mendakwahkan Islam hingga seluruh penjuru dunia.

    Dikisahkan, suatu pagi buta, ketika penduduk Madinah masih terlelap, beliau melihat kepulan debu dari kejauhan. Ini bukan pertanda baik. Ini merupakan pertanda ada musuh dengan pasukan berkuda dalam jumlah besar hendak menyerang Madinah.

    Perempuan agung ini segera masuk rumah. Membangunkan suami tercintanya. Sayyidina Sa’id Bin ‘Ashim RA. Beliau mengambil pedang dan memberikan kepada suaminya. Meminta supaya segera memberitahu Rosulullah.

    “Jangan kembali pulang sampai kita menang…!!!”. Itulah kalimat yang beliau ucapkan kepada sang suami. Sayyidina Said melapor kepada Rosulullah.

    Kaum Muslimin segera menggalang kekuatan. Menghadang penyerang di luar kota Madinah, di sekitar Bukit Uhud. Adapun Bunda Nusaibah tidak mau ketinggalan. Beliau segera menyiapkan perbekalan dan obat-obatan bagi para pejuang.

    Tibalah perang berkecamuk. Ketika pasukan Muslimin lengah, mengira bahwa musuh telah kalah, maka pasukan pemanah yang ada di bukit turun.

    Kesempatan ini dipakai oleh pasukan kafir menyerang kembali barisan kaum Muslimin. Lalu kocar-kacirlah barisan ini. Orang-orang bubar dari sekitar Rosulullah.

    Bunda Nusaibah meminta suaminya melindungi Rosulullah. Karena semua energi musuh ditujukan untuk menghabisi Kanjeng Nabi, maka jebollah pertahanan Sayyidina Sa’id. Beberapa kali tebasan pedang musuh mengakhiri pertahannya. Menuntaskan tugas mulia sebagai talangpati Rosulullah.

    Dan yang terjadi bisa ditebak. Pasukan kafir semakin merangsek ke arah Kanjeng Nabi. Beliau hanya menangkisi serangan dari berbagai penjuru hingga pelipis beliau terserempet anak panah.

    Melihat kejadian ini membuat Bunda Nusaibah segera bertindak. Beliau mengambil pedang dan menaiki kuda seraya memecah kepungan.

    Membabat puluhan tentara yang hendak melukai Rosulullah. Para Sahabat melihat kejadian ini terpesona luar biasa. Menyaksikan seorang perempuan menjadi perisai Rosulullah SAW.

    Lalu Para Sahabat Mulia merapatkan barisan dan berhasil memukul mundur Barisan Kafir. Kejadian ini membuat Bunda Nusaibah mendapatkan luka yang sangat parah sehingga jatuh pingsan. Beliau tidak sempat melihat akhir perang Uhud ini.

    Ketika bangun, beliau tidak bertanya tentang suami dan anaknya yang turut menjemput janji syahidnya. Yang beliau tanyakan adalah, “Bagaimana keadaan Rosulullah?”

    Ketika dijawab bahwa Baginda dalam kondisi tak kurang suatu apapun, beliau tersenyum bahagia, “Asalkan Baginda Rosul baik-baik saja, apapun yang terjadi maka biarlah terjadi”.

    Semoga cerita ini menjadi teladan bagi Ansor dan para pecintanya. Kepada perempuan NU terutama.

    Jadi, semangatlah selalu. Dan ketika Mars Banser dikumandangkan, turutlah bersemangat. Ngalap berkah Bunda tercinta kita Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA. (Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad…). (abi sorban)

    Sumber : Aby Fidzi

  • LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tahun ini bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa, khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Sampai saat ini pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster, dan kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir.

    Dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, kami RMI PBNU sengaja mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo ayo mondok pakai masker, sebagai spirit untuk kita semua selalu menjaga kesehatan, semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan Pesantren Sehat maka Indonesia akan Kuat.

    Bersama ini RMI PBNU menghimbau kepada kalangan pesantren untuk :

    1. Senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren
    2. Semua warga pesantren terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19, supaya visi misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang.
    3. Mesnsosialisasikan logo Hari Santri 2020

    Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari fitnah covid-19, Aamiin.. (abi SORBAN)