Penulis: Sorban Santri

  • MILAD DAN TEMU ALUMNI PP. FATCHUL ULUM PACET MOJOKERTO

    MILAD DAN TEMU ALUMNI PP. FATCHUL ULUM PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Minggu, 6 September 2020. Pondok Pesantren Fatchul Ulum Pacet Mojokerto mengadakan acara MILAD yang ke 32 dan Temu Alumni ke 24 yang di hadiri oleh Santri dan 1000 lebih Alumni Pondok Pesantren Fatchul Ulum yang berasal dari berbagai berbagai wilayah di Indonesia khususnya Pulau Jawa.

    Dalam acara yang diadakan sejak pukul 07.00 wib sampai 19.00 wib tersebut, mengundang mbah khusen ilyas dari mojokerto dan Hj Nurul Hidayati dari pasuruan. yang dalam mauidhloh khasanah mengedepankan manfaat silaturrokhim.

    Dengan adanya milad yang selalu diadakan oleh Pondok Pesantren Fatchul Ulum Pacet Mojokerto ini diharapkan agar bisa menambah persaudaraan sesama alumni dan berharap semoga wabah pandemi covid-19 ini segera berakhir, kata Gus Lutfi Hakim selaku Ketua Panitia dalam acara tersebut yang tergabung dalam wadah PAFU (Persatuan Alumni Fatchul Ulum) dan Ketua Rijalul Ansor Kab. Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM
    KASATKORYON BANSER PACET, MOH HASAN ASY’ARI DAN KETUA RIJALUL ANSOR GUS LUTFI HAKIM

    Koordinasi Satkoryon Banser Pacet dalam kegiatan pelayanan dan melindungi, kali ini melibatkan Satuan Khusus BALANTAS (banser lalulintas) Kec. Pacet dan menurunkan 12 Personil dalam kegiatan Milad ke 32 dan Temu Alumni ke 24 tersebut. (abi sorban)

  • Rayakan Malam Asyuro, IPNU-IPPNU Kota Surakarta Gandeng Majelis Raudlatul Muhibbin dan Asyiqul Jannah

    Rayakan Malam Asyuro, IPNU-IPPNU Kota Surakarta Gandeng Majelis Raudlatul Muhibbin dan Asyiqul Jannah

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    IPNU dan IPPNU Surakarta di bawah pimpinan Gus Faiz Asykarullah dan Rekanita Siti Al Huda menggandeng beberapa majelis taklim pada 28 Agustus 2020 guna mengadakan Perayaan Asyuro atau 10 Muharram.

    Adapun majelis yang digandeng antara lain Majelis Ta’lim Raudlatul Muhibbin Solo di bawah asuhan Gus Mustain Nasoha Al Hafidz dan Majelis Asyiqul Jannah di bawah Asuhan Maulana Habib Reza bin Muhdor Assegaf. Selain kedua majelis itu, pada perayaan kali ini juga turut hadir perwakilan majelis At Tasnim Solo dan Majelis Dalail Khoirot Sukoharjo.

    Kegiatan yang diadakan di rumah Rekan Rahmad Al Bazar yang merupakan pengurus IPNU Surakarta ini berjalan cukup meriah.

    Acara dimulai dengan Maulid Akbar yang dipimpin oleh Maulana Habib Reza bin Muhdor Assegaf dan Gus Faiz Asykarullah. Setelah itu acara dilanjutkan santunan anak Yatim. Ada sekitar 20 anak yang yatim yang disantuni.

    Setelah acara selesai, dilanjutkan pengajian umum yang diisi oleh Gus Mustain Nasoha.

    Dalam Ceramahnya Gus Mustain Nasoha mengajak hadirin untuk merenungi kejadian-kejadian yang ada pada 10 Muharram.

    1. Tobatnya Nabi Adam ‘alaihissalam kepada Allah SWT atas dosa-dosanya. 

    Nabi Adam a.s. diampuni dan diterima taubatnya setelah memakan buah yang mirip buah khuldi. Karena hal itu, NAbi Adam a.s.dihukum oleh Allah  SAW. dan diturunkan ke muka Bumi. Beliau kemudian menyadari kesalahannya dan bertaubat selama bertahun-tahun lamanya.

    1. Nabi Idris ‘alaihissalam diangkat ke tempat yang lebih tinggi.

    Pada tanggal 10 Muharram, Nabi Idris a.s.memperoleh derajat yang luhur. Beliau dibawa ke langit karena sifatnya yang selalu berbelas kasihan kepada sesamanya.

    1. Nabi Musa ‘alaihissalam dianugerahi Kitab Taurat.

    Saat berada di bukit Thursina (Sinai) dan diselamatkan dari pasukan Fir`aun saat menyeberangi Laut Merah, Nabi Musa a.s.beserta umatnya mendapat kemenangan dan keselamatan dari Allah SWT. Selain itu, Allah juga memberikan anugerah berupa kitab Taurat kepada Nabi Musa.

    1. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagai khalilullah atau kekasih Allah SWT

    Pada 10 Muharram, Nabi Ibrahim a.s. dituduh menghancurkan berhala di tempat pemujaan Namrud dan dilemparkan ke dalam api yang menyala dan berkobar. Namun, beliau terhindar dari siksaan raja Namrud atas seizin Allah SWT.

    1. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh ‘alaihissalam di Bukit Zuhdi dengan selamat

    Nabi Nuh a.s. turun dari perahu penyelamat bersama umatnya yang beriman, serta terhindar dari air bah dan taufan yang dasyat.

    1. Nabi Yusuf ‘alaihissalam dibebaskan dari penjara mesir karena fitnah

    Saat Nabi Yusuf a.s.remaja, wajahnya yang sangat tampan telah membuat istri majikannya yang bernama Zulaikha terpikat, dan ia lalu membuat rencana untuk memperdaya dan menjerumuskan Nabi Yusuf As. ke dalam perbuatan zina.

    Saat itulah beliau memohon pertolongan kepada Allah dari keburukan dan tipu-daya. Allah SWT pun mengabulkan dengan memberikan pertolongan:

     

    قَالَ رَبِّ السِّجۡنُ اَحَبُّ اِلَىَّ مِمَّا يَدۡعُوۡنَنِىۡۤ اِلَيۡهِ‌ۚ وَاِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّىۡ كَيۡدَهُنَّ اَصۡبُ اِلَيۡهِنَّ وَاَكُنۡ مِّنَ الۡجٰهِلِيۡنَ‏

     

    “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” (QS. Yusuf: 33).

    1. Pertemuan Nabi Yakub ‘alaihissalam dengan putranya Yusuf.

    Berkumpulnya Nabi Yusuf dan Ya’qub setelah berpisah 40 tahun juga terjadi pada 10 Muharram. Pada waktu itu, Nabi Yakub juga mendapat anugerah lainnya, yakni disembuhkan dari kebutaan.

    1. Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat dan berhasil keluar dari perut ikan.

    Pada hari Asyura Allah SWT mengabulkan permohonan Nabi Yunus dengan menyelamatkan beliau dari perut ikan nun (jenis ikan yang sangat besar).

    1. Kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.

    Pada 10 Muharram Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s. setelah dintakan hilang.

    Dikisahkan Nabi Sulaiman memerangi raja kafir dan anak perempuan dari raja kafir itu dinikahi. Karena istrinya selalu rindu kepada ayahnya, istrinya memohon kepada Nabi Sulaiman untuk dibuatkan patung yang menyerupai ayahnya.

    Ternyata istri Nabi Sulaiman menyembah patung ayahnya di luar pengetahuan Nabi Sulaiman. Karena itulah istrinya kemudian diikuti oleh setan.

    Suatu ketika pada saat berwudu, Nabi Sulaiman memiliki cincin sakti yang tidak boleh dibawa ke kamar mandi sehingga dititipkan kepada istrinya. ternyata itu bukan istrinya melainkan setan yang menyamar sebagai istri Nabi Sulaiman.

    Oleh karena jimat Nabi Sulaiman adalah cincin, hilanglah sebagian kekuatannya.

     

    1. Nabi Isa ‘alaihissalam diangkat ke langit

    Allah mengangkat Nabi Isa a.s.ke langit pada 10 Muharram di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa a.s. dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa a.s. dari kekejaman kaum Bani Israil

     

    Gus Mustain juga menukil dari Kitab Ianatut Thalibin tentang amalan-amalan yang dianjurkan pada 10 Muharram.

    1. Puasa hari ‘Asyura yaitu tanggal 10 Muharram.

    Faedahnya : diampuni dosa-dosanya setahun yang sudah lewat, dan diberi pahala puasa satu tahun.

    Rasulullah ketika ditanyai tentang pahala puasa hari ‘Asyura Beliau menjawab :

     

    ( Menghapus dosa-dosa satu tahun  yang sudah lewat ) يكفر السنة الماضية

     

    فمن صام يوم عاشوراء فكأنما صام الدهر كله، وهو صوم الانبياء

     

    Artinya : Barang siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura, maka pahalanya seperti puasa satu tahun.

     

    Dan disunahkan pula melakukan puasa tasu’a yaitu tanggal 9 Muharram, hal ini supaya tidak sama dengan orang Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

     

    Rasulullah bersabda :

     

    صموا التاسع والعاشر ولا تسبهوا باليهودي

     

    Artinya : Berpuasalah kalia semua pada tanggal Sembilan dan sepuluh (muharram) dan janganlah kalian semua menyerupai orang Yahudi.

    1. Membaca   حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المول ونعم النصير 70 x setelah itu membaca do’a  Astura’ setelah shalat maghrib .

     

    1. Menghidupkan malam ‘Asyura dengan beribadah

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن أحيا ليلة عاشوراء بالعبادة فكأنما عبد الله تعالى مثل عبادة أهل السموات السبع

    Artinya : Barng siapa yang menghidupkan malam ‘Asyura dengan beribadah, maka orang tersebut beribadah seperti ibadahnya ahli langit tujuh (Para Malaikat).

     

    1. Melakukan shalat sunah 4 rakaat, yang faedahnya untuk melebur dosa salama 50 tahun.

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن صلى فيه أربع ركعات يقرأ في كل ركعة الحمد لله مرة، وقل هو الله أحد، إحدى وخمسين مرة، غفر الله له ذنوب خمسين عاما

     

    Artinya : Barang siapa shalat didalamnya (‘Asyura) empat rakaat pada tiap-tiap rakaat membaca surat al Fatihah 1x, dan surat al Ikhlas 51x, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama 50 tahun.

    1. Mandi pada hari ‘Asyura dengan niat tolak balak untuk mencegah berbagai macam penyakit.

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن اغتسل وتطهر يوم عاشوراء لم يمرض في سنته إلا مرض الموت

    Artinya : Barang siapa mandi dan berwudhu’ pada hari ‘Asyura, maka tidak akan sakit pada tahun itu. Kecuali sakit yang mengakibatkan kematian.

    1. Berbuat baik pada anak yatim

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن مسح فيه على رأس يتيم أو أحسن إليه فكأنما أحسن إلى أيتام ولد آدم كله

    Artinya : Barng siapa mengusap kepala anak yatim pada hari ‘Asyura atau berbuat baik padanya, maka seperti berbuat baik kepada semua anak yatim.

    1. Bersodaqoh pada hari ‘Asyura

     

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن تصدق فيه بصدقة فكأنما لم يرد سائل قط

    Artinya : Barang siapa bersodaqoh pada hari ‘Asyura, maka (pahalanya) seperti tidak menolak orang yang meminta semuanya.

    Masih banyak lagi amalan yang lain kata beliau.

    Kegiatan ditutup doa bersama oleh salah satu pengurus dari Jajaran Syuriyah PCNU Surakarta sekaligus Penasihat Majelis Raudlatul Muhibbin Solo yaitu Kyai Moh. Zainal Abidin, S.Kom.I. ( LBM PCNU Surakarta)

  • TERKENAL DEKAT DENGAN SEMUA GOLONGAN, MANAQIB K.H. ABDUL WAHHAB SIDDIQ PERLU DITELADANI

    TERKENAL DEKAT DENGAN SEMUA GOLONGAN, MANAQIB K.H. ABDUL WAHHAB SIDDIQ PERLU DITELADANI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- LBM PCNU Surakarta pada Ahad, 30 Agustus 2020 mengadakan Haul K.H. Abdul Wahab Siddiq. Acara tersebut digelar bersamaan dengan rutinan musyawarah Kubro ke-2 LBM pada bulan ini.

    Ulama Solo yang terkenal sebagai Ahli Fikih ini memiliki nama kecil Abdurrahman Ad-Dakhil. Karena sering sakit, orang tuanya menggantinya dengan nama Abdul Wahab Siddiq. Ulama kelahiran Demak inis sejak kecil hidup di tengah Kota Demak. Beliau adalah putra Kiai Muhammad Siddiq yang masyhur sebagai ulama yang sabar.

    Beberapa tetangganya menuturkan bahwa hampir tidak pernah ada pertengkaran dalam keluarga Kiai Muhamad Siddiq. Bahkan, anak-anaknya pun rukun, sabar, dan hampir tidak pernah marah. Maka dari itu, dikatakan oleh seorang kiai di Demak bahwa Kiai Muhammad Siddiq ini adalah salah satu Wali Allah Swt.

    K.H. Abdul Wahhab Siddiq menghabiskan waktu kecilnya belajar kepada K.H. R. Muhammad putra K.H. Mahfudz At Tarmasi, seorang ulama Jawa yang aktif dalam percaturan pemikiran ulama-ulama Timur Tengah pada abad ke-18 Masehi. Waktu kecilnya dihabiskan mengkaji Al-Quran dan Kitab-Kitab salaf di Pondok Pesantren Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an (BUQ) di Kota Demak.

    Tidak puas menimba ilmu, Kiai yang kondang dan dikenal sebagai Macan LBM Solo ini melanjutkan pengembaraan ilmunya ke Pondok Pesantren Krapyak di bawah asuhan K.H. Ali Maksum Krapyak. Disanalah beliau banyak mengkaji Kitab-Kitab Besar para Ulama Salaf.

    Di Krapyak, Beliau memperdalam Al-Quran dan Kitab-Kitab Kuning kepada Rais Aam PBNU ini. Mbah Kiai Wahhab selama di Krapyak dijuluki Wahhab Al Khottot karena Ahli Khot atau Kaligrafi. Yang dikemudian hari keahlian Khot ini menurun kepada putra keduanya H. Ahmad Syakir Wahhab. Adapun keahlian Arsitekturnya menurun kepada putra ke 5 nya H. Fattah Wahhab.

    Selama di Krapyak, beliau juga mendalami Ilmu Syariah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (saat itu PTAIN Yogyakarta ). Salah satu teman akrabnya di Krapyak adalah K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus). Maka tidak heran ketika Mbah Wahhab meninggal, Gus Mus mengatakan merasa sangat kehilangan teman akrab yang ahli ilmu dari Kepatihan, Solo ini.

    Masih dalam usia muda beliau menjadi Pegawai Negari di Kementerian Agama. Setelah itu, Tingginya Akhlak, mulianya budi pekerti serta kealiman belaiau, membuat banyak Kyai ingin mengambil menantu. Akhirnya hati beliau memilh Siti Aisyah sebagai pendamping hidup beliau. Ibu Nyai Siti Aisyah adalah putri KH. Abdul Jalal dan Ibu Nyai Siti Marfu’ah yang saat itu merupakan Aktifis Muslimat NU Surakarta.

    Tidak berhenti di sini. Walaupun sudah menikah, hausnya mencari ilmu tidak turun. Beliau melanjutkan mencari ilmu dengan belajar ke Timur Tengah, tepatnya di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah.

    Oleh karena itu, putra pertamanya, H. Muhammad Aminuddin, lahir di Madinah. Ketika belajar di UIM, beliau merupakan kakak kelas dari K.H. Maftuh Batsumi menteri Agama RI periode 2004-2009.

    Kegemaran beliau membaca Kitab membuat rumahnya penuh dengan Kitab-kitab besar. Rumah beliau bagaikan perpustakaan ilmu yang sangat lengkap.

    Sepulang dari Timur Tengah, beliau berkhidmat di LBM NU Surakarta bersama K.H. Mudzakir, K.H. Abdurrohim, K.H. Daimul Ihsan, dan kiai-kiai yang lain.

    Di akhir masa jabatannya beliau menjabat sebagai Syuriyah dan Mustasyar di PCNU Surakarta. Selain itu, beliau juga berkhidmat menjadi Rektor UNU Surakarta.

    Kiai yang satu ini terkenal dekat dengan berbagai golongan. Beliau akrab dengan Pengurus Muhammadiyah, Syarikat Islam, bahkan nonmuslim. Maka, tidak mengherankan ketika beliau meninggal dunia yang hadir melayat berasal dari berbagai golongan dan agama.

    Semangat beliau mengisi diberbagai Majelis Taklim dan Nahdlatul Ulama di Solo Raya ini, tidak membuatnya lupa berkarya. Beliau menulis beberapa Buku dan Kitab anatara lain Majmu’atu Ayatil Qur’an fil Aqidah ( Berisi Kumpulan Ayat-Ayat Quran tentang Aqidah dan Tauhid ), Majmu’atu Ayatil Qur’an fil Akhlak ( Berisi Kumpulan Ayat-Ayat Quran tentang Akhlak ), dan Kitab kitab lainnya.

    Kyai yang juga juga ahli dibidang Ilmu Falaq ini juga menyusun Jadwal Shalat, Syuruq dan Imsakiyyah tahunan untuk wilayah Solo dan Sekitarnya. Maha karya dalam Ilmu Falak ini masih dipakai sampai sekarang. Beliau juga membuat Kompas arah Kiblat dan uniknya hampir semua desain tempat wudlu yang beliau buat menghadap kearah kiblat.

    Kyai yang hatinya selalu tertambat kepada masjid ini mengampu beberapa masjid di Solo antara lain Masjid Jami’ Al Fatih, Masjid Jami’ Ummu Umar dan Langgar Sawunggaling.

    Kiai dengan 6 anak dan Imam Masjid AL Fatih Kepatihan Wetan Solo ini berpulang ke rahmatullah pada usia 83 tahun karena sakit Ahad, 9 April 2016 pukul 09.05 WIB. Almarhum dimakamkan di Makam Barisan Ulama bersama Ulama lainnya di Soloraya.

    Ketua LBM PCNU Surakarta, Kiai Ahmad Muhamad Mustain Nasoha yang akrab dipanggil Gus Mustain ini berharap agar para pengurus  LBM PCNU Surakarta di masa sekarang bisa meniru semangat beliau menimba ilmu dan berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Menurutnya, sikap moderat atau tawasut Shohibul Haul sangat diperlukan di zaman sekarang ini. ( LBM PCNU Surakarta )

  • PCNU CILACAP GALAKKAN KARTANU ( KARTU WARGA NU) TAHAP AWAL

    PCNU CILACAP GALAKKAN KARTANU ( KARTU WARGA NU) TAHAP AWAL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sabtu (5/09) Pelaksanaan Bimbingan Teknis sensus NU dan Kartanu tahap pertama yang dilakukan oleh tim sensus PCNU Cilacap.
    Bertempat di sekretariat MWC NU kecamatan Cipari yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari pengurus ranting NU dan operator ranting.

    Sosialisasi Sistem informasi sensus NU dan launching pencetakan Kartanu tahap awal di kecamatan Cipari.
    Setelah kegiatan ini selesai, diharapkan masing-masing operator ranting untuk segera melaksanakan tugas dan tanggungjawab nya untuk mendata warga NU dimasing-masing wilayah. (red)

    Ayo..
    Sukseskan Program sensus warga NU dan Kartanu !!
    Pastikan kamu sekeluarga terdaftar sebagai warga NU !!

    Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad.

    Follow: @nu_cilacap
    Kunjungi: www.pcnucilacap.com

    #kartanu #sensusnu #nucilacap #pcnucilacap #NU #Nahdlatululama #nahdliyin #nahdliyinonline #nahdliyinnusantara #cilacaphits #infocilacap #cilacap #ulamaaswaja #Kiai #Ulama #IslamNusantara #infocilacap #kyainu #infokiyai #ngapak #mutiara #dakwah #dakwahislam #sorbansantri

  • PENDIRI GP ANSOR

    PENDIRI GP ANSOR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- KH Ahyat Halimy atau Abah Yat merupakan ulama kharismatik pendiri Laskar Hizbullah yang dimiliki Kota Mojokerto. Beliau berjasa besar dalam perjuangan melawan tentara sekutu yang akan kembali menjajah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Kiai kharismatik asli Kota Mojokerto ini lahir tahun 1918 dari pasangan Hj Marfu’ah dan H Abdul Halim. Dia menjadi yatim sejak di dalam kandungan. Sang ibu merupakan pengusaha batik yang sukses pada masanya. Ahyat kecil menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Miji.

    Setelah lulus yang sekarang menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Miji 1, Ahyat kecil melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Kabupaten Jombang. Beliau sempat diajar langsung oleh tokoh pendiri NU yang juga pendiri Pesantren Tebuireng, KH Hasyim Asy’ari dan putranya KH Wahid Hasyim.

    Tak hanya menjadi santri, Abah Yat juga menjadi teman diskusi ayah Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut. Ini lantaran usainya hanya hampir sama. Abah Yat juga menuntut ilmu dari KH Romly di Rejoso, Peterongan Jombang.

    Yazid Qohar dalam bukunya ‘Berjuang Tanpa Akhir-KH Ahyat Halimy’ mengungkap, jika Ahyat kecil dikenal sebagai santri yang disiplin. Perilakunya sopan, suka menolong santri yang lain. Beliau lulus dari pesantren tahun tahun 1938.

    Abah Yat mendirikan Ansoru Nahdlatoel Oelama (ANO) yang sekarang bernama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Organisasi ini dia bangun bersama teman-temannya. Antara lain M Thoyib, M Thohir, Sholeh Rusman, Aslan, Mansur Solikhi dan Munasir.

    ANO saat itu dibentuk untuk membantu seluruh kegiatan dan program NU. Pada saat bersamaan, Abah Yat juga menjabat Sekretaris Tanfidziyah NU Mojokerto di usia yang baru menginjak 20 tahun. Beliau juga dipercaya menjadi Ketua GP Ansor periode 1940-1942.

    Tahun 1941, Abah Yat menikah dengan Badriyah, putri KH Moh Hisyam asal Desa Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Perjuangan Abah Yat dimulai saat tentara Jepang masuk ke Mojokerto tahun 1943. Abah Yat bersama temannya Mansur Solikhi menggalang gerakan GP Ansor.

    Gerakan GP Ansor tersebut dibentuk untuk melucuti senjata pegawai Pemerintah Hindia Belanda melawan kedatangan pasukan Nippon yang membuat rakyat sengsara saat itu. bersama teman-temannya, yaitu KH Suhud, Ahmad Yatim dan Mulyadi, beliau membentuk Laskar Hizbullah.

    Seluruh anggota GP Ansor digerakkan untuk masuk ke Laskar Hizbullah. Tak lebih dari satu bulan, Laskar Hizbullah Mojokerto membentuk dua batalyon. Batalyon pertama dipimpin Mansur Solikhi, batalyon ke dua dipimpin Munasir. Sementara Abah Yat menjadi Komandan Kompi IV di bawah batalyon Munasir.

    Seluruh senjata pasukan ini dari merampas milik pasukan dan pegawai Hindia Belanda serta dari tentara Jepang setelah mereka menyerah kepada Sekutu. Pada 20 Oktober 1945, tentara sekutu di bawah komando Jendral AWS Mallaby mendarat di Tanjung Perak, Kota Surabaya.

    Enam hari kemudian sekutu mendaratkan pasukannya di Kota Pahlawan dengan jumlah lebih besar. Saat resolusi jihad telah dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari 10 November 1945, seluruh personil Laskar Hizbullah Mojokerto berangkat ke Surabaya untuk berperang mempertahankan kemerdekaan RI.

    Selama pertempuran mempertahankan kemerdekaan, Abah Yat bertugas khusus mengawal Laskar Sabilillah. Laskar ini terdiri dari para ulama dan tokoh NU. Abah Yat lebih banyak masuk ke medan perang untuk menyampaikan perintah dari mabes Hizbullah dan Sabilillah.

    Perang saat itu meluas sampai ke Mojokerto. Ketika terjadi penyergapan Tentara Rakjat Djelata, gabungan laskar-laskar rakyat yang menghadang gerakan sekutu di Pacet, Mojokerto, Ahyat Halimy terlibat dalam pertempuran yang sengit.

    Setelah perang berakhir, Abah Yat mendirikan pesantren mulai 29 April 1964. Surau di Jalan Miji (sekarang Jalan KH Wahid Hasyim) No.38 milik ayahnya, beliau bangun menjadi Pondok Pesantren (ponpes) Sabilul Muttaqin. Pesantren ini bertahan sampai sekarang.

    Selain itu, Abah Yat juga mendirikan sejumlah lembaga pendidikan di Kota Mojokerto. Abah Yat dimakamkan di Jalan KH Wachid Hasyim No 41, Kota Mojokerto berada di antara asrama santri Ponpes Sabilul Muttaqin.

    Kagem Beliau, Al fatihah… (MUHAMMAD MUHALLIL)

  • Ayah Bolehkah Aku Jadi Banser ?

    Ayah Bolehkah Aku Jadi Banser ?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Banser itu.. Nggak seperti orang biasa nak.
    Jangan dulu mimpi jadi Banser, kalo kamu masih takut disakiti.
    Jangan ingin jadi banser, kalo masih takut difitnah.
    Jangan ngarep jadi banser, kalo masih takut kehilangan waktu bersama keluarga yg kamu cinta.

    Banser itu kadang ga boleh sakit, supaya bisa tetap ada untuk sesama.
    Banser harus tahan ngantuk, agar orang lain bisa tidur lebih nyenyak.
    Banser harus makan seadanya karena nggak ada bayarannya.
    Banser harus siap menyabung nyawa bela agama, bangsa dan negerinya.
    Dalam darah Banser itu mengalir jiwa ksatria sejak perang kemerdekaan hingga revolusi 65.
    Walopun setelah merdeka mereka digencet segencet-gencetnya, mereka tak pernah menyerah.
    Tak kenal lelah dan keluh kesah..
    Sekali melangkah pantang menyerah..

    Lalu mengapa ayah jadi Banser?

    Karena Ayah berharap, amal ibadah ayah yg sedikit dan jauh dari sempurna ini, Bisa ditambal dengan khidmat kepada ulama, agama dan bangsa.
    Jangan lupa nak, Indonesia adalah warisan perjuangan para Ulama yang harus dijaga, hubbul wathon minal iman, dan itu harus dibuktikan.

    Kapan Ayah pensiun jadi Banser?

    Banser itu panggilan jiwa Nak,
    Sekalipun ayah nanti berhenti memakai seragam Banser, bila Agama dan negara memanggil, ayah akan kembali ke tengah-tengah mereka.

    Berapa sih gaji banser Ayah?

    Gaji ayah adalah melihatmu tetap sehat dan tersenyum karena Ayah hanya punya sedikit waktu menemanimu.
    Gaji Ayah adalah melihat orang yang ayah tolong tersenyum.
    Gaji ayah adalah melihat para Ulama tersenyum dan berdoa Smoga Allah Ridho dan Rasul menyafa’ati kita semua.
    Tidak ada yang lebih berharga dari itu.

    Kalo Ayah terus menolong orang lain siapa yang menolong Ayah?

    Allah SWT Nak, Kanjeng Nabi Saw. doa para Ulama, doa kamu dan orang yang ayah tolong adalah obat dan penguat kesehatan Ayah

    Nak, Bila kamu nanti besar, jadilah orang yang berguna, nggak harus jadi Banser.
    Tapi kalo kamu mau jadi Banser, jagalah niatmu, kesehatanmu, kewajibanmu dan jagalah sumpah setiamu.
    Ayah pasti bangga padamu.. (abi SORBAN)

  • MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    SORBANSANTRI.COM

    Masih dari kiriman Gus Maimun, dua foto ini asli dan disimpan di rumah Gus Maimun.

    Foto kedua, adalah sama dengan foto yang telah saya unggah tadi.

    Foto pertama, yang sebelah kanan adalah KH. Khoiri (alumni Tambakberas), kakaknya KH. Abdulloh Abu Hasan. Lokasi juga di depan Madrasah Pantja Sila. Almarhum KH. Khoiri kira-kira mondok di Tambakberas sekitar tahun 1948 sampai lulus Muallimin, begitulah kata nyai khoiriyah, istri KH. Khoiri.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus Maimun Mutho diberitahu oleh almarhum KH. Irsyad Thohir bahwa foto itu di baratnya dalem Mbah Kiai Wahab, insyaalloh beliau juga cerita ke Gus Didik Khumaidi.

    Gus Maimun Mutho juga diberitahu Nyai khoiriyah (istri KH. Khoiri) bahwa foto itu di Tambakberas.

    Gus Maimun Mutho mendapatkan kabar juga dari Gus Syarif Hidayatullah, putranya KH. Irsyad Thohir yang pernah mondok di Tambakberas dan sekolah di SP bahwa insya Allah benar fotonya di bekas gedung SP (Sekolah persiapan ke Mu’allimin) yang sekarang sudah jadi kantor pusat Yayasan.

    Gus Didik Khumaidi alumni Tambakberas (kakak Gus Maimun Mutho) baru saja saya japri juga bilang bahwa KH. Irsyad Thohir pernah menyampaikan bahwa lokasi foto itu di sebelah barat ndalem Mbah Wahab yang saat ini menjadi gedung yayasan pondok.

    Sumber : Ainur Rofiq Al Amin

  • Operasi Penangkapan Massal Terhadap HTI Sudah Dimulai

    Operasi Penangkapan Massal Terhadap HTI Sudah Dimulai

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kalau kamu punya teman atau saudara yang ikut ormas terlarang HTI, hampir dapat dipastikan kalau mereka bersikap sangat ngeyel di berbagai kesempatan dan isu. Contoh, grup alumni atau keluarga, yang fungsinya untuk silaturrahim, akan diisi oleh konten-konten atau doktrin HTI.

    Orang-orang HTI ini tak akan peduli ditegur atau diingatkan. Mereka mungkin akan diam saat ada yang mengingatkan, tapi minggu depan dia akan kembali membagikan konten HTI lagi. Setelah diingatkan, kembali dia akan diam tak merespon. Tapi minggu depannya lagi, begitu lagi. Begitu seterusnya.

    Sebelum mendirikan Seword, saya pernah bertemu dengan banyak kelompok orang. Termasuk HTI dan PKS. Keduanya sedikit berbeda, tapi punya banyak kesamaan dalam hal cara berdakwah dan cara mereka menilai orang-orang di luar lingkarannya.

    Kalau kalian heran dan bertanya-tanya kenapa mereka ini ngeyelan, tak tau malu, tak paham sopan santun dan tak mau mengerti kondisi sekitarnya? Jawabnya karena mereka meyakini bahwa yang mereka lakukan adalah dakwah. Dan mereka juga sangat-sangat meyakini bahwa dakwah yang mereka lakukan adalah pasti benar. Tidak ada kebenaran yang lain di dunia ini selain kebenaran yang diyakini oleh HTI.

    Jadi saat kita tegur, baik karena tak mau berdebat ataupun tak sependapat dengan konten atau isi yang disampaikan, orang-orang HTI ini tidak akan pernah malu atau sungkan. Justru dalam benak mereka, merasa kasihan kepada kita atau siapapun yang menolak konten dakwah mereka. Menganggap kita ini tersesat dan harus diluruskan. Oleh karena itulah, semakin ditegur, akan semakin giat dan gencar mereka menyebarkan doktrin khilafahnya.

    Orang-orang HTI ini tidak peduli dengan pertemanan, persaudaraan atau hubungan kekeluargaan. Karena mereka meyakini bahwa di surga kelak hanya ada mereka dan sesama pejuang khilafah. Lainnya akan masuk neraka.

    Maka jangan heran kalau cara mereka sering terlihat tidak sopan, bahkan terhadap guru dan orang tuanya. Karena di mata mereka, selama guru dan orang tua ini tidak mau menerima keyakinan khilafah, maka jelas sepintar apapun, seberjasa apapun, dan setua apapun, mereka tetaplah penghuni neraka.

    Pertanyaannya, lalu bagaimana cara mengingatkan pengikut HTI khilafah ini?

    Sebenarnya pemerintah sudah melakukan langkah kongkrit dengan membubarkan HTI. Tujuannya agar tidak ada lagi perekrutan anggota baru dan aktifitas-aktifitas doktrin khilafah.

    Tapi, karena seperti yang saya gambarkan tadi, bahwa orang HTI ini ngeyelan dan merasa benar sendiri, lantas mereka mencari celah hukum dengan mengklaim bahwa HTI bukan ormas terlarang. Hanya dibubarkan secara administratif, bukan ormas terlarang. Bahkan ada kuasa hukum HTI yang mau mensomasi semua orang yang berani menyebut HTI ormas terlarang. Karena jelas tidak pernah ada keputusan hukum yang berbunyi seperti itu.

    Pernyataan kuasa hukum HTI ini memunculkan semangat baru bagi anggota HTI. Mereka seolah masih boleh beraktifitas, karana bukan ormas terlarang. Hanya terkendala soal administrasi yang nantinya bisa diperbaiki dan legal lagi. Setidaknya itu yang mereka yakini sampai hari ini.

    Bagi pemerintah, nyaris tidak mungkin untuk mengeluarkan keputusan hukum bahwa HTI ormas terlarang selayaknya PKI. Karena dampaknya pasti kerusuhan. Keputusan semacam itu akan menciptakan kasus-kasus penangkapan dan main hakim sendiri. Apalagi kalau ada campur tangan operasi militer yang bergerak senyap menyamar tanpa seragam. Sudah kebayang bagaimana provokasi yang akan dilancarkan oleh HTI dan pihak asing yang selama ini menunggu Indonesia rusuh. Kerusuhan hasil Pilpres saja sampai membuat internet kita mati, saking tak mampunya menteri komunikasikita mengendalikan penyebaran hoax dan provokasi.

    Tapi kejadian di Pasuruan beberapa waktu lalu, Banser mendatangi pengikut HTI yang menghina Habib Luthfi, mestinya sedikit membuka mata kita. Bahwa mungkin memang beginilah caranya agar pengikut HTI itu bungkam. Mereka tidak mempan ditegur, mereka harus dihukum.

    Kasus penghinaan tersebut harus diusut tuntas sesuai hukum yang ada. Harus sampai masuk penjara. Untuk memberi pelajaran kepada pengikut HTI yang lain, agar tidak sembarangan memprovokasi. Selain itu juga untuk menghentikan sumber penyebaran provokasinya.

    Begitu juga dengan Ismail Yusanto, yang sampai hari ini masih terus gencara membuat seminar dan membawa-bawa nama HTI. Padahal HTI sendiri sudah dibubarkan.

    Ismail Yusanto sudah dilaporkan ke kepolisian dan besae harapan kita agar segera diproses dan dipenjara. Setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, telinga dan mata kita tak tercemar oleh provokasi dan penyebaran doktrin dari Ismail Yusanto ini.

    Penangkapan terhadap pentolan-pentolan HTI tidak bisa serampangan seperti menangkap pengikut PKI. Kita harus menemukan kasus hukum yang melatar belakanginya. Sehingga penangkapan bisa berlangsung tanpa penolakan atau protes dari siapapun.

    Saya pikir ke depan kita harus pro aktif terhadap pengiku HTI. Mereka tak butuh masukan, tak mempan dengan teguran. Maka kalau mereka melanggar hukum, harus kita proses dan penjarakan. Harapannya, setelah dipenjara mereka sadar bahwa ini di Indonesia, yang berlaku adalah Demokrasi dan Pancasila.

    Sementara untuk ustad-ustad HTI, akses pendapatannya harus dihentikan. Jangan sampai ada perusahaan BUMN yang mengundang Felix misalnya. Ya ngapain ngasih makan sama pengasong khilafah? Tapi yang ini memang agak ruwet karena di BUMN kita sendiri sudah cukup banyak pengikut khilafah bercokol di posisi strategis. Yang selama ini terus menerus memberi makan kepada organisasi terlarang HTI.

    Namun intinya harus sama-sama jalan. Penangkapan terus dilakukan, dan pemutusan akses ekonomi juga terus diupayakan.

    Ini semua adalah ikhtiar kita bersama. Perlu langkah dan dukungan banyak pihak. Sehingga misal nantinya ada kasus serupa seperti Banser Pasuruan, kita jangan sampai terpengaruh dan terprovokasi dengan narasi pembela HTI. Yang menganggap Banser tidak sopan terhadap orang tua dan seterusnya. Karena setua apapun orangnya, kalau sudah menghina ulama dan pengikut HTI pula, tak ada alasan bagi kita untuk beramah tamah. Begitulah kira-kira. (SUMBER SEWORD.COM)

  • MENGENAL SAYAP POLITIK WAHABI

    MENGENAL SAYAP POLITIK WAHABI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril, mengungkap dalam sebuah tulisannya tentang riwayat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dua kelompok ini, dalam ulasan Gus Nuril, merupakan sayap politik dari kaum Wahabi di Indonesia.

    “PKS itu sayap politik Wahabi yang ditugaskan merebut pemerintahan lewat jalur demokrasi. Setelah PK yang digulirkan Suripto tidak laku. Lalu ada sayap HTI, ini merupakan pasukan pemukul yang bersiaga “jika kondisi sudah siap” dialah yang selama ini disebut sebagai sel tidurnya ISIS,” ungkap Gus Nuril.

    Diterangkan pula bahwa ISIS merupakan sempalan dari HTI. Dan HTI itu hasil kawin silang antara Ikhwanul Muslimin Turki dan Wahabi Arab. Diceritakan, ketika pertama kali masuk ke Indonesia, IM diterima oleh bidannya Habib Husein Al-Habsyi.

    “Dan oleh Habib Husein Al Habsyi yang di jaman Pak Harto dulu pernah ngebom Candi Borobudur, lalu dilahirkan organisasi politik. Mereka merencanakan menguasai Indonesia lewat berbagai jalur politik,” lanjutnya.

    Melalui jalur demokrasi, mereka kemudian masuk dan mendirikan Partai Keadilan, atau PK. Tetapi dalam pemilu demokrasi ternyata kurang mendapatkan sambutan, maka PK yang dipimpin oleh Nur Mahmudi, kemudian melakukan tiwi kromo menjadi PKS, yang dikomandoi oleh Hidayat Nur Wahid.

    Di bawah Hidayat Nur Wahid, PKS bisa menyusup ke kubu NU, bahkan keluarga Gus Sholahudin Wahid pun sudah mulai ada putranya yang masuk PKS. Belakangan, isu santer semakin kencang, ketika muktamar di Jombang, PKS dan konon Yusuf Kalla ikut mengarsiteki kubu Kang Prof DR KH Hasyim Muzadi dan Gus Sholah (Sholahudin Wahid Hasyim).

    Di samping sisi politik yang memasuki orbit demokrasi Indonesia, sehingga mampu memicu munculnya perda-perda syariah di mana-mana hingga mencapai ratusan Perda, kelompok Wahabi dan Ikhwanul Muslimin ini kemudian melahirkan kawin silang bernama HTI.

    “Kelompok ini sebenarnya memiliki makna mengerikan, yaitu hizbut artinya pasukan, barisan atau tentara, tahrir adalah pembersih atau pembebas. Jadi, HTI artinya tentara pembebas Indonesia,” jelasnya.

    Ya, lanjut Gus Nuril, mereka memiliki pandangan bangsa Islam di Nusantara ini dijajah oleh pemerintah Indonesia yang menggunakan dasar thogut sebagai bentuk azas-nya. Jadi Pancasila itu thogut alias setan. Pemimpinnya penjajah. Maka misi yang dibawanya adalah menjadi negara theologi alias Indonesia sebagai negara Islam dengan sistem khilafah yang wahabiyah.

    Group ini juga mengintrodusir kelompok militan tersembunyi yang selama ini menjadi pelahir teroris, yaitu kelompok yang mengklaim dirinya salafy. Padahal salafy itu sebenarnya adalah para ulama yang lahir setelah zaman nabi, yaitu yang terkenal sebagai “salafus sholeih”.

    “Nah, salafy yang ini lahir sekitar abad ke 20, atau bareng dengan kemerdekaan Arab Saudi sekitar tahun 1924-an. Mereka mengklaim sebagai kelompok salaf yang boleh mengkafirkan kelompok lain. Mereka menguasai perumahan-perumahan, kemudian dijadikan basis pertahanan,” terangnya kembali.

    Mereka tersembunyi dan susah dideteksi karena bergerombol dalam sebuah group perumahan tersendiri, mendirikan RT dan Rw sendiri. Kelompok ini sangat intens mendirikan sekolah sekolah dan pengajian-pengajian, mendirikan rumah rumah ngaji, dan menduduki masjid masjid,” sambungnya.

    Di samping kelompok salafi, lanjutnya lagi, juga ada yang bernama MTA, yang berpusat di Solo, dipimpin oleh Asukino atau Ahmad Sukino. Kelompok ini menawarkan kajian Quran dengan tafsir “sak wudele dewe” sehingga mengkafir-kafirkan sesama muslim.

    Di zaman Pak Harto, kelompok ini dengan kelompok radikal lainnya dikendalikan oleh tokoh TNI yang berpengaruh, yaitu Tripel S, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Syafri Samsudin dan Sudi Silalahi.

    Di bawah kendali mereka, pertumbuhan kelompok radikal itu dapat ditekan atau tidak mampu mengembangkan sayap. Namun justru di jaman pemerintahan SBY lah kelompok ini semakin mengembang di mana-mana.

    “Kelompok Wahabi ini juga menyusup dan ikut besar di pekarangan Muhammadiyah. Bahkan banyak guru guru Muhammadiyah yang menjadi PKS. Maka wajar kalau gerakan pemanasan makar 411, 313 atau 212, di dalamnya ada tokoh Amin Rais, ada Hidayat Nur Wahid,” pungkasnya. ( Adzamat Khan )

    #WaspadaTandukSyetanNajd_Wahabi

  • ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Senin 31 Agustus 2020. SATKORYON BANSER KEC. PACET melaksanakan tugas dalam mengawal, Melayani dan mengamankan kegiatan haul ke VIII KH. Achmad Nur Ali pendiri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin Kec. Pacet Kab. Mojokerto. Pondok Pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren pertama yang ada di kawasan Pacet Mojokerto, tepatnya di Dusun Pringwulung Desa Bendungan Jati Kec. Pacet Kab. Mojokerto.

    Acara yang dimulai malam hari itu, dihadiri KH. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) putra almarhum Gus Miek Lirboyo Ploso Kediri beserta Tokoh-tokoh Kiai, masyarakat dan tamu undangan. Banyaknya Tamu Undangan serta lokasi yang terletak di Jalan kampung maka, sangat dibutuhkan pengamanan, kesigapan dan pelayanan SATKORYON BANSER KEC. PACET pada acara tersebut misal; pengawalan kiai serta menyiapkan tempat parkir motor dan mobil.

    Kegiatan Haul tersebut diawali dengan Alunan Sholawat Nabi, Pembacaan Yasiin dan Tahlil, Sambutan, Mauidhoh khasanah dan ditutup dengan Do’a. Banyak sekali Taushiyah dari Gus Sabuth yang menekankan tentang moral, saling menghormati sesama makhluk “Memberi minum kepada anjing yang kehausan, maka disitulah Alloh SWT menurunkan ridlo-NYA” salah satu yang kami kutib dalam ceramah beliau.

    Mudah-mudahan Para kiai dan Ulama’ kita, diberikan panjang umur sehingga Masyarakat pada umumnya bisa memperoleh siraman qolbu sehingga bisa membimmbing kita dengan harapan memperoleh Ridlho Ilahi.. Aamiin Ya Robba’alamiin. (abi sorban)