Penulis: Sorban Santri

  • 21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dalam Rangka Memeriahkan perayaan HUT RI ke-75 Jajaran Ansor Banser, LPBI NU, Muslimat, Fatayat, Jam’iyah diba’ dan sholawat, Yayasan Darussalam Dsn Wonokerto Ds. Warugunung beserta Arkrak ( Arek Kramajetak) Bersinergi dan kerjasama dalam memeriahkan rangkaian Acara.

    Rabu, 19 Agustus 2020, Dusun Wonokerto / Kramajetak Desa Warugunung diramaikan dengan alunan Seni Banjari dari Kecamatan Pacet. Hal ini patut dibanggakan karena apresiasi warga yang luarbiasa juga merupakan hal yang positif dan diacungi jempol karena memperlihatkan bahwa Seni Albanjari sangat diminati oleh Pemuda Pemudi yang ada di kecamatan Pacet.

    Dalam acara itu ada beberapa rangkaian acara yang ada dalam kegiatan tersebut, yang dikemas menjadi satu yaitu:

    1.  Peringatan HUT RI KE 75
    2.  Peringatan tahun baru Hijriah 1442 H
    3.  Khotmil quran bil ghoib
    4.  Harlah jadwas (jam’iyah diba’ dan sholawat) ke-3
    5.  Gebyar seni

    Koordinasi rapi dari tingkat ranting sampai PAC baik itu lembaga dan banom yang ada dalam naungan NU, diharapkan bisa memperkuat tali Ukhuwah Islamiyah khususnya di kawasan Pacet Mojokerto. Sehingga memperkuat dan memperkokoh Amaliyah Annahdliyah di Pacet Mojokerto. (ABI SORBAN)

  • SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Adanya pemasangan banner yang bertuliskan dibawah komando IMAM BESAR HABIB RIZIQ SYIHAB telah ramai dan jadi perbincangan hangat di group facebook, group WA, dll, khususnya warga Mojokerto sendiri.

    Hal ini memang patut di pertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam pesan gambar dipemasangan umbul-umbul dan spanduk dari bahan banner tersebut. dan hanya bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB”.

    Komando untuk apa? untuk Perayaan apa? Calon Bupati tidak, CAGUB tidak, CAPRES juga tidak,? dan tidak adanya pesan dalam gambar tersebut. Jangan jangan ada beberapa oknum yang memang sengaja mencoba menggoyang ideologi di daerah Mojosari dan sekitarnya, Ungkap salah satu Netizen dalam komentarnya mengenai gambar HABIB RIZIEQ SYIHAB. Dan lebih aneh lagi hal ini di pasang pada waktu momen HUT RI ke-75 yang berlangsung tanggal 17 Agustus 2020.

    Pemasangan BANNER yang tidak jelas akan maksud dan tujuannya itu, dilakukan oleh orang yang belum jelas identitasnya, dari kelompok organisasi mana dan untuk apa. dan diduga tidak adanya perizinan dalam pemasangan banner tersebut.

    Adanya Banner yang bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB” itu sudah ada sejak 13 Agustus 2020 dan sudah terlihat di lampu merah perempatan pekukuhan mojosari, panjer dan lainnya.

    Hal ini patut dipertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam gambar tersebut, dan diharapkan agar masyarakat lebih waspada dengan adanya gerakan yang tidak jelas serta selalu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dalam memperoleh kejelasan. (abi sorban)

  • WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh: Muhammad Anwar
    Ketua PC GP Ansor Jakarta Selatan
    18 Agustus 2020

    SORBAN SANTRI- Pagi ini saya agak terusik ketika melihat WA Grup yang sedikit menyinggung soal isu khilafah. Mengingat bahwa baru saja kita merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 kemarin membuat saya semakin bersemangat untuk mencerahkan sahabat dalam memahami apa itu Hizbut Tahrir Indonesia sehingga organisasi tersebut dibubarkan pada 2017 lalu. Oleh karena itu kita perlu tingkatkan kewaspadaan terkait apa rencana mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini.

    Berdasarkan gambar di atas, ada 3 fase grand desain mengenai bagaimana khilafah ala HTI ini dijalankan. Namun sebelum kita bahas lebih jauh, mohon difahami kenapa saya sebutkan disini dengan ‘khilafah ala HTI’ dikarenakan secara global Ummat Islam di Indonesia bahkan di dunia sepakat dan diajarkan sejak kecil bahwa pada akhir zaman nanti akan berdiri tegak kembali khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang di pimpin oleh Imam Mahdi.

    Lalu muncul pertanyaan apakah HTI sudah mengetahui siapa Imam Mahdi atau hanya akal-akalannya saja?

    Paham tentang Imam Mahdi pada mulanya termasuk rekayasa dan strategi Syiah Imamiyah untuk mengimbangi kerajaan Bani Umayyah yang memerintah dengan penuh penindasan kepada pengikut Ali bin Abi Thalib pada waktu itu. Sementara menunggu munculnya Imam Mahdi, maka dunia ini dipimpin oleh tokoh-tokoh spiritual Syiah yang kasat mata (rijalul qhaib). Yang susunannya terdiri dari seorang Quthub atau Qhaus yang diberi nama Insan Kamil. Empat orang Autad sebagai menteri, tujuh orang Abdal, dua belas orang Nukaba’ dan tiga ratus orang Nujaba. Kerajaan batin itu yang dikendalikan oleh orang-orang kasat mata tersebut (rijalul qhaib) pada hakikatnya tidak ada. Itu hanya imajinasi orang Syiah, tidak bisa diterima oleh akal dan naql (Syara). Begitu pula dengan Imam Mahdi yang dalam masyarakat Jawa disebut Ratu Adil.

    Paham tentang adanya Imam Mahdi sebagai salah satu tanda-tanda kiamat berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah. Menurut Syiah Imamiyah pada akhir zaman akan datang seorang khalifah yang adil dari keturunan Ali bin Abi Thalib r.a. dengan nama-nama Mahdi, yang akan berkuasa di seluruh dunia Islam.

    Imam as-Suyuthi pernah menyebutkan bahwa ciri-ciri al-Mahdi palsu adalah mereka membuat standar keimanan sendiri bahwa umat Islam yang mendukungnya sebagai mukmin dan yang menolak bergabung bersama mereka disebut kafir. Ciri lainnya, mereka berani membunuhi para ulama. (Lihat: Al-Suyuthi, Syarah Sunan Ibn Majah, [Karaci: Qadimi Kutb Khanah, t.t], j. 1, h. 300).

    SORBANSANTRI.COM

    Mari sekarang kita kaji lebih dalam mengenai 3 fase grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

    Fase 1 – Pembinaan
    Pada gambar tertulis bahwa dalam fase ini adalah membangun kepribadian Islam pada Kader Dakwah; Membentuk kader dan kelompok dakwah; Memperbanyak anggota dakwah.

    Lalu dibawahnya ditambahkan (untuk disama-samakan) seakan-akan mereka pada fase ini sama dengan fase Nabi Muhammad SAW di kala itu sebagai pembenaran. Dengab menulis “Rasulullah saw membina para shahabat di rumah Al Arqam Rasulullah saw mengajari para shahabat sholat dan membaca Al-Qur’an.

    Fase 2 – Interaksi Dengan Masyarakat
    Menanamkan ideologi ke tengah-tengah masyarakat; Menyerang seluruh keyakinan dan sistem masyarakat yang rusak; Mengungkap makar musuh-musuh Islam dan antek-anteknya.

    Di bawahnya juga ditambahkan korelasi dengan zaman Rasulullah SAW yaitu: “Rasulullah menyampaikan dakwah terang-terangan, menyerang keyakinan, dan sistem kufur, beserta pendukung-pendukungnya.

    Jika kita lihat kejadian baru-baru ini sepertinya mereka sudah dalam fase ini dimana belum lama terjadi di Solo pada Sabtu, 8 Agustus 2020 lalu sebuah penyerangan terhadap keluarga Habib Umar Assegaf yang sedang menggelar acara doa bersama menjelang pernikahan anaknya.

    Selain itu muncul lagi isu-isu terkait kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pemberian label
    antek-antek PKI apabila ada orang yang tidak sependapat dengan mereka. Kejadian-kejadian ini adalah rangkaian dari fase 2 ini setelah mereka telah menjalankan penanaman ideologi kepada Ummat Islam yang masih awwam dengan kampanye bendera HTI yang bertuliskan kalimat tauhid.

    Sehingga membuat kekhawatiran bagi Ummat Islam awwam lainnya yang tidak sepaham dengan mereka dianggap ‘kafir’, ‘munafik’ dan benci Islam. Padahal yang mereka tolak adalah penyalahgunaan kalimat tauhid untuk memprovokasi dan memecah belah Ummat Islam.

    Hanya NU dan GP Ansor dengan BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor yang berani bersuara untuk memberikan pemahaman kepada Ummat Islam yang masih awwam agar tidak terprovokasi.

    Fase 3 – Pengambil Alihan Kekuasaan
    Ini adalah puncak dari grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yakni Menegakkan pemerintahan Islam dengan cara membai’at seseorang yang akan menduduki jabatan Khilafah; Menerapkan hukum Islam di dalam negeri dengan syamil dan kamil, mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Lagi-lagi dimunculkan korelasi seperti saat Bait Aqabah II; Rasulullah menegakkan Daulah Islam di Madinah.

    Jadi sangatlah jelas mengapa Hizbut Tahrir di dunia di tolak dan dibubarkan sehingga menjadi organisasi terlarang dikarenakan tujuannya adalah membangun negara baru dengan sistem khilafah versinya sendiri. Selain itu mereka juga telah berulang kali gagal untuk mencapai tujuannya ini. Sedangkan Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia telah lama menjadi incaran mereka namun juga harus gagal kembali karena NU sebagai organisasi Islam terbesar masih setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga mengusulkan pada pemerintah untuk membubarkan organisasi yang bisa membahayakan keutuhan berbangsa dan bernegara ini.

    Maka sangat wajar apabila Nahdlatul Ulama dan Badan Otonomnya difitnah dan dihajar habis-habisan oleh mereka agar menjadi lemah sehingga mereka mampu melaksanakan tujuannya untuk merebut kekuasaan.

    Namun mereka seperti tidak kehabisan cara, meskipun telah dibubarkan, mereka masih tetap bergerilya dikarenakan sudah mengakarnya pemahaman yang diberikan oleh mentor-mentor mereka seperti telah di cuci otaknya bahwa “wajib hukumnya menegakkan khilafah”.

    Dengan adanya pandemi COVID-19 ini menjadi peluang bagi mereka untuk memuluskan tujuannya tersebut. Ketika terjadi kekacauan, mereka akan dengan sangat mudah membuang badannya dengan jawaban ‘HTI Telah dibubarkan’ jika kekacauan yang mereka buat gagal total. Namun mereka akan membusungkan dada dan tampil paling depan ketika usahanya membuahkan hasil.

    Propaganda demi propaganda terus dilakukan dengan diskusi, aksi-aksi demo dan yang belum lama melalui pembuatan film. Belum lagi propaganda bahwa pandemi COVID-19 adalah sebuah rekayasa dan konspirasi global.

    Hizbut Tahrir jika ditelisik lebih mendalam memiliki kesamaan dengan Partai Komunis. Bedanya, Hizbut Tahrir menggunakan dalil-dalil agama sebagai pembenaran segala aktivitas mereka. Kesamaan mereka juga adalah penyebarluasan pemikiran lintas negara (transnasional / multinasional) dimana pemikiran – pemikiran tersebut sebagai kepanjangan tangan dari negara yang pertama kali mendirikan partai tersebut.

    Di Indonesia para penganut Komunisme pernah terdaftar menjadi sebuah partai dan ikut dalam pemilu dengan nama Partai Komunis Indonesia (PKI). Sedangkan Hizbut Tahrir Indonesia belum sempat mendaftar sebagai partai karena lebih dulu dibubarkan organisasinya oleh pemerintah.

    Oleh karena itu, apabila Hizbut Tahrir di Indonesia dibiarkan berkembang dan semakin pesat sehingga tujuannya tercapai, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bubar. Digantikan dengan sistem pemerintahan ‘khilafah ala HTI’ dimana akan terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa sebagaimana yang telah terjadi di Iraq dan Syuriah.

    Semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari bahaya apapun. Aaamiin (GP ANSOR JAK SEL)

  • BAIAT KADER PENGGERAK NU / PKPNU

    BAIAT KADER PENGGERAK NU / PKPNU

    SORBANSANTRI.COM

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Apakah saudara sudah bersuci ?
    Hadloroh pada Para Nabi, Shahabat, Para Wali dan Pendiri NU
    Membaca Al-Fatihah 1 kali
    Apakah sudara-saudara Siap dibaiat ?
    Ikuti bacaan berikut ini
    Dengan diucapkan dengan lisan diyakini dalam hati

    3Xأشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا
    وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا
    وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً
    وَبِنَهْضَةِ اْلعُلَمَاءِ جَمْعِيًّا

    Demi Allah sebagai kader NU saya berjanji:

    1. Setia, memelihara, dan membela ajaran Islam ala ahlusunnah wal jamaah.
    2. Setia mempertahankan dan membela ideologi Negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    3. Dengan segenap jiwa raga siap sedia menghadapi musuh dan pengkhianat terhadap Islam Aswaja, organisasi NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    4. Siap sedia menjaga dan menjunjung tinggi martabat ulama dan organisasi serta memuliakan warga NU.
    5. Siap menjalankan garis perjuangan dan titah pimpinan Nahdlatul Ulama.

    Ini sumpah siapa ? (Sumpah Saya)
    Bagaimana kalau anda berkhianat? (Allah akan menghukum saya)

  • BANSER BAGANA, PAC GP ANSOR PACET DAN LPBI NU MOJOKERTO SIAGA DI GUNUNG PENANGGUNGAN PADA PERAYAAN HUT RI KE-75 PENGIBARAN MERAH PUTIH PANJANG 1000 METER

    BANSER BAGANA, PAC GP ANSOR PACET DAN LPBI NU MOJOKERTO SIAGA DI GUNUNG PENANGGUNGAN PADA PERAYAAN HUT RI KE-75 PENGIBARAN MERAH PUTIH PANJANG 1000 METER

     

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Lokasi titik rawan bantuan dan bencana Antara Bukit Bayangan dan Puncak Lereng Penanggungan yang sudah di isi oleh BAGANA (Banser Tanggap Bencana) SATKORCAB Mojokerto, PAC GP Ansor Pacet  dan LPBI NU Mojokerto serta relawan Lainnya.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER TANGGAP BENCANA DAN LPBI NU MOJOKERTO SIAGA DI LERENG PENAGGUNGAN

    Mengingat di Lokasi Lereng Gunung Penanggunan banyak sekali bebatuan yang rawan jatuh di Jalur pendakian menuju puncak penanggungan. Dan pada tanggal 17 Agustus 2020 ada momen pengibaran bendera sepanjang 1000 Meter dari puncak Penaggungan. Gelapnya malam dan Suhu Udara yang dingin berpotensi akan adanya Pendaki yang membutuhkan Bantuan dan Pertolongan pada Tim BANSER BAGANA dan relawan lainnya.

    SORBANSANTRI.COM
    SIAGA DI 20 METER MENUJU BUKIT BAYANGAN PENANGGUNGAN

    BAGANA (BANSER TANGGAP BENCANA) DAN LPBI MOJOKERTO siaga dan memberikan pertolongan pada para pendaki dengan cara evakuasi korban luka dan memberikan pengobatan, serta selalu memberikan himbauan pada para pendaki yang kebetulan pada saat itu sangat ramai pendaki. Diperkirakan pengunjung yang datang antara Tanggal 14-17 Agustus 2020 sudah mencapai 10.000 pendaki.

    Tercatat sampai pada tanggal 17 Agustus 2020 sudah ada 2 korban longsoran bebatuan dari atas akibat pijakan yang kurang kuat sehingga batu mengarah dan meluncur kebawah mengenai pendaki lainnya. Korban 1 Remaja Wanita bernama HUSNIA dari Kepanjen Malang yang mengalami Luka di lengan dan Bahu kiri, sehingga harus di gendong oleh BANSER BAGANA dalam pengevakuasian menuju titik Pos Pelayanan. Dan Korban yang kedua M. Feriyanto dari Wedoro Waru Sidoarjo yang mengalami Luka Pada Wajah indikasi adanya benturan dan harus ditandu oleh LPBI NU menuju UGD.

    Mudah-mudahan sahabat Banser dan relawan lainnya selalu diberi Kesehatan untuk mengawal pendaki dan siap dalam bencana. Tenaga dan pengorbanan para BANSER sangat luar biasa, dan kami sangat berterima kasih akan adanya BANSER dab LPBI NU Mojokerto dalam momen seperti ini. Ungkap salahsatu Pendaki yang berasal dari Malang. (abi SORBAN)

     

  • HUT RI ke 75 di balongsono Canggu Jetis mojokerto

    HUT RI ke 75 di balongsono Canggu Jetis mojokerto

    SORBAN JETIS__ Kemerdekan republik INDONESIA sudah berusia 75 tahun, masyarakat INDONESIA selalu memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan dengan berbagai macam cara sesuai dengan adat istiadat masing masing

    Seperti yang di lakukan warga balongsono rt02 rw01 Canggu Jetis mojokerto, warga di kumpulkan di malam 17 (16/08/2020) di halaman rumah ketua RT untuk doa bersama dan di lanjutkan oleh pemuda pemuda untuk mengadakan lomba anak anak

    Suasana lomba sangat meriah karena di ikuti puluhan anak anak, selain anak anak rt02 juga hadir anak anak dari rt sebelah lomba yang bikin bapak bapak dan ibu ibu termangu saat lomba doa dan menghafal surat pendek Al Qur’an ternyata anak anak banyak yang hafal doa dan surat surat pendek

    SORBANSANTRI.COM
    Anak Safa saat memanjatkan doa
    SORBANSANTRI.COM
    Ananda Fikri saat melantunkan surat pendek Al Qur’an
    SORBANSANTRI.COM
    Pemberian hadiah lomba pada anak anak

    Acara juga di selingi pembacaan tembang mocopat oleh ibu Endang yang membahas tentang virus Corona dan berisi doa semongga covid-19 segera reda dari bumi INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM
    Bu ENDANG mengumandangkan mocopat tentang covid-19 dan doa semoga covid-19 segera sirna Indonesia

    Sambutan dari ketua rt02 rw01 Canggu Jetis Mojokerto bapak SENERI mengharapkan seluruh warga tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan apresiasi kepada ibu ibu rt02 yang luar biasa menjalankan kegiatan kegiatan serta kepada bapak bapak yang aktif melakukan ronda poskampling bahkan memberikan dorfres kepada bapak bapak yang aktif, ketua rt02 juga mengharapkan generasi muda dan anak anak akan teros menjaga NKRI sebagai bukti kecintaan kepada negara kesatuan REPUBLIK INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM
    Sambutan ketua rt02 bapak SENERI
    SORBANSANTRI.COM
    Pemberian dorfres kepada warga yang aktif ronda di poskampling

    Sambutan dari tokoh masyarakat bapak AGUS PRIYANTO mengharapkan mendukung progam progam pemerintah dengan visi/misi Indonesia maju

    SORBANSANTRI.COM
    Sambutan tokoh masyarakat bapak AGUS PRIYANTO
    SORBANSANTRI.COM
    Bapak SUWANDI sesepuh rt02

    Senada dengan sambutan yang di sampaikan oleh sesepuh rt02 bapak SUWANDI “warga rt02 di harapkan selalu menjaga kesehatan dengan menjalankan intruksi pemerintah untuk mengunakan protokol kesehatan di setiap aktifitas serta menjaga kerukunan di era politik pilbup mendatang meskipun pilihan beda tapi tetap kita semua adalah saudara”

    By: alim sorban

  • PERJUANGAN KYAI DAN SANTRI TAK PERNAH TERCATAT DALAM BUKU SEJARAH

    PERJUANGAN KYAI DAN SANTRI TAK PERNAH TERCATAT DALAM BUKU SEJARAH

    SORBANSANTRI.COM

    SorbanSantri – Saat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, para kiai pesantren memahami dan menerapkan betul kalimat “Hubbul wathan minal iman”, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Sehingga apapun akan mereka lakukan untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut. Meski harus mengkorbankan nyawa sekalipun.
    Fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh PBNU menjadi titik tolak perjuangan para kiai – tentu, beserta santri-santrinya -. Pada 21-22 Oktober, NU mengumpulkan semua kiai dan konsul NU se-Jawa Madura untuk memusyawarahkan tentang sikap yang akan diambil terkait masuknya kembali pasukan Belanda dan sekutu ke Indonesia. Dari pertemuan tersebut, KH. Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa fardlu ain bagi umat Islam untuk memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia.
    Sontak saja, Resolusi Jihad tersebut segera disambut angkat senjata oleh segenap warga nahdliyin, baik kiai, santri maupun simpatisannya. Tak terkecuali di Banyuwangi. Menyambut seruan tersebut, para kiai kembali mengorganisir para laskar, baik yang tergabung dalam pasukan Hisbullah, Sabilillah, maupun laskar-laskar lokal lainnya.

    Di Banyuwangi Kota muncul beberapa nama Kiai yang terlibat dalam mengorganisir massa untuk menghadapi gempuran NICA, baik di pertempuran 10 November di Surabaya maupun pertempuran-pertempuran lain di Banyuwangi. Nama Kiai Saleh Lateng terdengar nyaring dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Selain melakukan tirakat (riyadlah) demi mewujudkan kemerdekaan bangsa, Kiai Saleh menjadi tempat jujukan para santri dan pejuang lainnya untuk meminta nasehat dan doa. Kiai Saleh juga mengirimkan para santrinya untuk ikut perang di Surabaya. Bahkan, pada peperangan yang kelak dikenal sebagai hari pahlawan tersebut, beliau tampak ikut bertempur di medan laga.

    Kiai Syamsuri Singonegaran dan Kiai Abdul Wahab Penataban juga merupakan punggawa pasukan Sabilillah Banyuwangi. Kedua orang tersebut merupakan sahabat karib dan seperjuangan Kiai Saleh. Masjid Riyadus Sholihin Singonegaran yang didirikan oleh Kiai Syamsuri kerap menjadi jujukan para laskar Hisbullah. Konon, ada beberapa anggota laskar yang terluka dan dibawa kesana, lalu akhirnya meninggal dan dimakamkan tak jauh dari sana.

    Sedangkan Kiai Wahab sendiri memiliki kemampuan kanuragan yang luar biasa. Bom-bom yang berjatuhan dari pesawat tempur Belanda, tak satu pun yang meledak. Mungkin hal ini terdengar mustahil, namun hal ini nyata adanya. Surat kabar “Kedaulatan Rakjat” tertanggal 26-11-1945, mengkonfirmasi hal tersebut.
    “Kesaktian kijai2 di medan pertempoeran, ternyata boekan hanja berita lagi, tapi kita saksikan sendiri. Banjak mortier jang melempem, bom tidak meledak dsbnja lagi.”
    Selain nama-nama di atas, juga muncul seorang kiai muda asal Tukangkayu, Kiai Harun. Pendiri PP Darunnajah yang juga menjadi ketua cabang NU Banyuwangi ini menjadi semacam kordinator penggerak santri dan laskar ke medan tempur. Pesantrennya yang tak jauh dari stasiun Banyuwangi Lama (Pasar Karangrejo) menjadi meeting point sebelum berangkat ke Surabaya. Konon, ada dua rombongan dari Banyuwangi, ada yang turun di stasiun Gedangan, Surabaya lalu langsung terlibat pertempuran. Ada pula yang menuju ke Parakan terlebih dahulu untuk memohon barakah bambu runcing ke Kiai Subkhi.
    Geser ke Selatan, ada nama Kiai Abdullah Faqih di Cemoro, Songgon. Sebagai salah satu kiai sepuh, Kiai Faqih juga menjadi bagian dari pasukan Sabilillah yang bagian mendoakan dan berperang dengan mendayagunakan kekuatan spritualnya. Kisah yang beredar turun temurun, Kiai Faqih memimpin beberapa peperangan di Banyuwangi, baik perang Bedewang maupub perang Laban hanya dengan memendam dirinya disebuah bukit di desa Parangharjo, Songgon.

    Tak hanya Kiai Faqih, putra-putra dan para santrinya pun ikut serta dalam pertempuran. Dengan nama Laskar Santri Cemoro dibawah pimpinan Gus Sholeh dan Gus Idris, segenap jiwa raga mereka persembahkan untuk ibu pertiwi Indonesia. Bahkan, Gus Idris syahid di tengah medan tempur.
    Di Srono adapula kiai kharismatik yang menggerakkan masyarakat dan santrinya untuk berjuang. Kiai Dimyati Syafi’i namanya. Rois Syuriah NU Blambangan ini tanpa ragu memfatwakan warga nahdliyin untuk ikut berjihad sebagaimana instruksi dari PBNU kala itu. Tak ayal, ketika perjuangan beliau terendus Belanda, seketika langsung dibumi hanguskan pesantrennya, PP. Nahdlatut Thullab, Kepundungan, Srono.

    Tak jauh dari Srono, di Muncar muncul dua kiai pejuang asal satu desa yang sama, Sumberberas. Yaitu duet Kiai Askandar (Mambaul Ulum) dan Kiai Abdul Manan (Minhajut Thullab). Waktu pengepungan Belanda ke pesantren, Kiai Abdul Manan berhasil lolos dengan bersembunyi di rumah salah satu warga.
    Beranjak ke daerah Pesanggaran juga muncul nama Kiai Muhammad dan Kiai Musaddad yang memimpin Front Kayangan Alaspurwo dan Sukomade. Di pasukan yang senantiasa bergerilya inilah, Kiai Mukhtar Syafaat (PP. Darussalam, Blokagung) muda ikut bergabung.
    Di sisi barat Banyuwangi, muncul nama Kiai Junaidi Genteng. Pengasuh PP. Bustanul Makmur ini kerap kali mengajak para santrinya untuk bergerilya. Atas perjuangannya inilah, kerap pula pasukan Belanda melakukan razia.

    Tak jauh dari situ, ada pula kiai sepuh yang juga menjadi jujukan para santri dan pejuang untuk memohon doa dan karomah. Kiai Abbas Hasan, Sempu namanya. Mortir-mortir Belanda yang dijatuhkan di pesantrennya – PP. Al-Azhar – tak ada yang meledak. Meleset dan melempem semua.
    Di Kalibaru, juga muncul kiai muda yang tergabung dalam laskar Hisbullah, Kiai Abdul Latif Syuja. Tak hanya didaerah Banyuwangi, Kiai Abdul Latif bergerak pula hingga ke wilayah Keresidenan Basuki lainnya. Saat itu, dibawah komando KHR. As’ad Syamsul Arifin, Situbondo.

    Selain nama-nama di atas, juga masih banyak kiai-kiai lain yang ikut serta berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia di ujung timur pulau Jawa. Mereka berjuang tanpa pamrih. Semata-mata untuk mengharap ridlo Allah dalam menegakkan Agama dan sejahteranya tanah air. Hanya dengan pekik “Allahu Akbar” dan “Indonesia Merdeka” mereka berjuang hingga titik darah penghabisan.
    Sebagai generasi penerus, hanya doa dan segenap usaha mengisi kemerdekaan ini yang bisa kami persembahkan untuk para pejuang. Teruntuk semua pejuang, Alfatihah….!!!

    Keterangan foto:

    1. Mbah KHR. AS’AD SYAMSUL ARIFIN SITUBONDO saat perang kemerdekaan
    2. PASUKAN SANTRI
  • Ayo Semangat Warga NU Pada Gawe KARTANU Alias Kartu Anggota NU

    Ayo Semangat Warga NU Pada Gawe KARTANU Alias Kartu Anggota NU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Yah itulah salah satu instruksi PWNU Jateng untuk warga NU yang ada di Kabupaten Brebes dan langsung ditindak lanjuti oleh PCNU Kabupaten Brebes.

    Dalam rangka “sami’na wa atho’na” melaksanakan instruksi PWNU Jateng
    KH. M. Aqsho selaku ketua tanfidziyyah Kabupaten Brebespun menggelar rapat koordinasi untuk suksesi program tersebut.

    Rapat Koordinasi Persiapan Sensus Warga NU Berbasis SISNU (Sistem Informasi Strategis NU ) dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama adalah untuk wilayah MWC yang dekat dengan PANTURA dilaksanakan di desa Sitanggal kecamatan Larangan hari sabtu tanggal 15 Agustus 2020 yang diikuti oleh 11 MWC.

    Yaitu kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Larangan, Songgom, Jatibarang, Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung & Losari. Yang rencananya akan disusul dengan tahap kedua beberapa hari kedepan.

    Adalah bernilai ibadah bila khidmah pada NU kita niatkan untuk “ngladeni ilmu lan ngladeni ulama”, karena sudah tak diragukan lagi bahwa jam’iyyah NU selain berperan sebagai pendiri NKRI juga merupakan satu wadah yang mempertahankan ajaran islam nan rohmah lil’alamin ala manhaji asy’ariyyah-maturidiyyah ahlus sunnah wal jama’ah.

    Oleh karenanya dimohon kepada warga NU Brebes untuk mendaftar sensus warga NU berbasis SISNU melalui pengurus ranting didesa masing-masing, agar identifikasi faliditas warga NU tingkat nasional bahkan internasional lebih maksimal dan terarah menuju satu abad usia Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. (pcnu brebes)

  • IJAZAH AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR

    IJAZAH AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Ambil segelas air hujan yang bersih, kalau tidak ada, maka ambillah segelas air susu, atau segelas air putih.

    1. Bacalah Ummul Kitab Surah Al-Fatihah 3×

    2. Kemudian Bacalah surah Al-‘Alaq
      Ayat 1-5 dibaca 11×

    INI BACAAN SURAH AL-ALAQ 👇👇

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1)
    خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2)
    اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3)
    الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4)
    عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

    1. Setelah itu tiupkan ke air didalam gelas itu.
      Dibaca setiap hari setelah shalat shubuh sebelum waktu isyroq.

    2. Orang tua atau pembaca meminum sedikit, lalu berikan kepada anak, Dengan izin Allah, In Syaa Allah, anak yang nakal menjadi sholeh.

    Anak yang lambat faham akan ilmu agama, cepat faham.

    Anak yang durhaka sama orang tuanya, akan bakti kepada kedua orang tuanya.

    Dan anak itu cepat hafal serta mudah mengingat pelajaran.

    Dan juga wanita hamil yang mengamal kannya kelak akan mendapatkan anak yang sholeh.

    SAYA IZAJAHKAN KEPADA ANDA SEMUANYA SILAHKAN UCAPKAN QOBILTU BAGI YG MAU

    SEMOGA BERMANFAAT AMIIN…

    آميــــــــــــــن يـــــــــــــارب العالميــــــــــــــــــن

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

  • MENGAPA ALLAH MENJADIKAN SHOLAWAT FATIH RAJANYA SHOLAWAT & MAHKOTANYA NABI MUHAMMAD SAW

    MENGAPA ALLAH MENJADIKAN SHOLAWAT FATIH RAJANYA SHOLAWAT & MAHKOTANYA NABI MUHAMMAD SAW

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Berkata Sayiduna Syaikh Ahmad at-Tijani r.a. “Sholawat selain yang dibaca Rosulullah saw (yang disebut dalam hadits) yaitu sholawat yang dari ulama adalah tertulis dengan tulisan bahasa lisan dan bahasa isyaroh di bawah “gambar” Nabi saw. dengan gambar manusia yang berada di Hadlrotul Qudsiyah, sedangkan sholawat para Wali Qutub adalah tertulis disebelah kanan, dan sholawat Auliya’ Siddiqin di bawah Wali Qutub tertulis di sebalah kiri.

    Adapun Sholawat Fatih adalah merupakan sholawat dari Allah swt., yakni tidak dari ulama’ dan tidak dari auliya’.
    Sholawat Fatih adalah tertulis di atas kepala Nabi saw. dengan huruf yamg difahami semua bahasa arab. Sholawat Fatih adalah sebagai mahkota kemuliaan dan kerajaan Nabi saw.

    Dengan Sholawat Fatih, Allah swt. menjadikan Nabi saw. lebih utama melebihi semua kerajaan di alam dunia dan menetapkan khilafahnya (kekuasaannya) di alam dunia tersebut dan juga di alam akhirat.

    Dengan Sholawat Fatih, Allah swt. memuliakan agama-Nya serta mendhohirkan semua agama-agama yang lain, dan menjadikan umat ini (umat Nabi saw.) lebih utama dan menjadi saksi atas umat agama yang lain tersebut.

    Dengan Sholawat Fatih Nabi saw. menjadi pemimpin para nabi dan para rosul.

    Dengan Sholawat Fatih Allah swt. menegakkan ruh-jasmani dan melahirkan atasnya peraturan hukum syari’at dan menciptakan tata peraturan dan pengaturan alam.

    Oleh karenanya sholawat Fatih adalah ruh alam wujud dan kehidupannya.
    Kemudian atas hukum syariat dan peraturan tersebut Allah swt. menetapkan sorga beserta nikmat-nikmatnya dan neraka beserta siksa-siksanya.

    Dengan Sholawat Fatih inilah Allah swt. menampakkan hakikat Muhammadiyah Nabi saw. dan menetapkan hakikat Ahmadiyahnya pada mihrob (maqom) Qudsi, yang dengan Sholawat Fatih, Allah swt. memuliakan Nabi saw. dan memuliakan Sholawat Fatih dengan Nabi saw.
    maka dari itu, sholawat Fatih adalah hakikat Nabi saw. yang dengan Sholawat Fatih tersebut Malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il mengenalnya.

    Sholawat Fatih adalah pokok semua sholawat yang lahir dari hati Nabi saw. dan orang-orang makrifat.

    Sesungguhnya Allah Jalla Jalaluh memberi sholawat kepada Nabi saw. (yang tanpa batas awal dan akhir sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an).
    Maksudnya adalah Allah swt. menampakkan kesempurnaan Zat-Nya, Asma-Nya, sifat-Nya pada diri dan dalam diri Nabi Muhammad
    saw.
    Allah swt. memuliakan dan mengutamakan Nabi saw. yang melebihi semua makhluk, karena Allah swt. tidak menampakkan kepada seseorang dengan kesempurnaan-Nya kecuali kepada Nabi Muhammad saw.
    “Menampaknya Allah swt.” kepada Nabi saw. dengan kesempurnaan-Nya inilah yang dimaksud sholawat Allah swt. kepadanya.

    Dengan menampakkannya kesempurnaan Allah swt. kepada Nabi saw tesebut, maka Nabi saw. menjadi hakikat kholifah dari-Nya, sedangkan nabi-nabi lain adalah penggantinya.
    Oleh karenanya, dengan nampaknya kesempurnaan zat, asma, dan sifat Allah swt. kepada Nabi saw., maka Nabi saw. menjadi pembuka (al-fatih) semua yang tersimpan dalam iradah Allah swt., dan penutup (al-khotim) semua apa yang Allah ber-iradah
    kepadanya, dan penolong (an-nashir) kepada yang Allah ber-iradah memberi pertolongan kepadanya, dan agama itu adalah dalam pertolongan selamanya.
    Begitu pula Nabi saw. menjadi petunjuk (al-hadi) kepada orang yang telah ditetapkan pada ilmu qodim-Nya mendapat hidayah

    (Kitab Hidayatur Robaniyah, hal. 22).

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩