Kategori: Budaya

seperangkat nilai-nilai, norma, kepercayaan, tradisi, bahasa, seni, dan cara hidup yang dimiliki dan diwariskan oleh suatu kelompok atau masyarakat. Budaya mencakup segala hal yang menjadi bagian dari identitas suatu kelompok atau komunitas, termasuk cara berpakaian, adat istiadat, makanan khas, upacara keagamaan, kesenian tradisional, sistem nilai, dan cara berkomunikasi

  • Dompet Dhuafa Gelar FGD Bahas Peran Agama dan Budaya dalam Pemberdayaan Masyarakat

    Dompet Dhuafa Gelar FGD Bahas Peran Agama dan Budaya dalam Pemberdayaan Masyarakat

    BERITA VIDEO

    Jakarta, 13 September 2024 – Dompet Dhuafa, lembaga filantropi Islam terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peran Agama dan Budaya dalam Pemberdayaan Masyarakat.” Diskusi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana agama dan budaya dapat menjadi pilar utama dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Acara FGD yang berlangsung di Jakarta tersebut menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka dari berbagai latar belakang, termasuk ulama, akademisi, dan praktisi sosial. Mereka membahas berbagai topik, mulai dari pemanfaatan nilai-nilai agama dan budaya dalam menggerakkan masyarakat, hingga strategi implementasi program pemberdayaan yang berbasis komunitas.
    Peran Sentral Agama dan Budaya

    Dalam FGD tersebut, Direktur Utama Dompet Dhuafa, Rahmad Hidayat, menekankan pentingnya peran agama dan budaya sebagai fondasi untuk membangun karakter dan kesejahteraan masyarakat. “Agama dan budaya memiliki kekuatan luar biasa dalam membentuk nilai-nilai, norma, dan perilaku. Pemberdayaan masyarakat yang berpijak pada nilai-nilai ini akan memiliki landasan yang lebih kokoh,” ujar Rahmad.

    Salah satu pembicara, Profesor Ma’ruf Rahman, ahli sosiologi agama, menambahkan bahwa agama dan budaya harus ditempatkan sebagai aset sosial yang bisa digunakan untuk memperkuat solidaritas komunitas. “Ketika agama dan budaya dihargai dan diberdayakan, mereka dapat menjadi instrumen untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi,” jelasnya.
    Strategi Implementasi yang Berkelanjutan

    Dompet Dhuafa juga menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan menggunakan kerangka nilai agama dan budaya, diharapkan program-program yang digelar akan lebih diterima oleh masyarakat lokal dan memberikan dampak jangka panjang yang lebih signifikan.

    Sebagai contoh, program pemberdayaan ekonomi yang mengintegrasikan pelatihan keterampilan dengan pendekatan budaya setempat dinilai lebih berhasil karena mampu membangun rasa memiliki di kalangan peserta. “Program yang berakar pada nilai-nilai lokal dan budaya memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi, karena melibatkan emosi dan identitas masyarakat secara mendalam,” tambah Rahmad.
    Harapan untuk Masa Depan

    Melalui FGD ini, Dompet Dhuafa berharap dapat menyusun strategi yang lebih efektif dalam menggabungkan nilai agama dan budaya ke dalam setiap program pemberdayaan yang digelar. Diskusi ini juga diharapkan mampu membuka jalan bagi kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta, maupun komunitas lokal.

    “Semoga melalui inisiatif ini, kami dapat memperkuat misi kami dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya,” tutup Rahmad.

    @beritasorban

    “Dompet Dhuafa baru-baru ini menggelar Focus Group Discussion dengan tema ‘Peran Agama dan Budaya dalam Pemberdayaan Masyarakat’. Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai agama dan budaya bisa menjadi pilar utama dalam program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dalam FGD tersebut, para ahli menegaskan pentingnya agama dan budaya dalam membentuk karakter masyarakat, memperkuat solidaritas, dan mengatasi tantangan sosial ekonomi. Dompet Dhuafa berharap dengan inisiatif ini, dapat tercipta strategi pemberdayaan yang lebih efektif dan inklusif, berakar kuat pada nilai-nilai lokal. Kolaborasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi masa depan masyarakat Indonesia.” DompetDhuafa PeranAgama PemberdayaanMasyarakat BudayaIndonesia FGD FilantropiIslam KolaborasiUntukKebaikan #NilaiLokal #fyp

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

  • Malam Bari’an: Tradisi Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Malam 17 Agustus

    Malam Bari’an: Tradisi Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Malam 17 Agustus

    Pengenalan Tradisi Bari’an

    Bari’an adalah sebuah tradisi yang diadakan pada malam 17 Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Meskipun tidak seterkenal acara resmi seperti upacara bendera dan perlombaan 17-an, Bari’an memiliki arti khusus bagi masyarakat yang merayakannya.

    Makna dan Sejarah Bari’an

    Bari’an biasanya dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia, terutama di pedesaan. Tradisi ini dimulai malam hari pada tanggal 16 Agustus dan berlangsung hingga dini hari tanggal 17 Agustus. Bari’an adalah bentuk syukuran dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Dalam acara ini, masyarakat biasanya menggelar doa bersama, makan makanan tradisional, dan mengenang perjuangan pahlawan.

    Bari’an dan Kebersamaan

    Keindahan dari tradisi Bari’an terletak pada kebersamaan yang tercipta di dalamnya. Kegiatan ini mengajak seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, untuk berkumpul dan merayakan bersama. Dalam kebersamaan ini, terjalin ikatan yang lebih kuat antar anggota masyarakat, serta diwariskan nilai-nilai patriotisme kepada generasi muda.

    Pertimbangan di Masa Kini

    Di masa kini, pelaksanaan Bari’an menghadapi tantangan yang cukup berat terutama dalam hal menjaga tradisi agar tetap relevan di era modern. Meskipun demikian, dengan pencermatan dan penyesuaian, Bari’an tetap dapat dipertahankan sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap sejarah dan kebudayaan bangsa.

    Dengan memahami dan merayakan tradisi Bari’an, kita dapat menghidupkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan oleh para pahlawan serta meningkatkan rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Semoga tradisi ini terus hidup dan menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI dalam tahun-tahun mendatang.

  • Meriahkan HUT RI ke-72, Warga Pacet Nggapuk Gelar Sholawatan Spektakuler!

    Meriahkan HUT RI ke-72, Warga Pacet Nggapuk Gelar Sholawatan Spektakuler!

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, warga Pacet Nggapuk RW 02 akan menggelar acara istimewa bertajuk Warga Pacet Nggapuk Bersholawat. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 19 Agustus 2024, dan akan diselenggarakan di Pertigaan Ubalan, Pacet, Mojokerto.

    Acara ini akan diisi dengan lantunan sholawat dari kelompok Bronto Sholawat yang dipimpin oleh Gus Huda, seorang tokoh religi dari Mojokerto. Selain itu, Ustad Zudi Sarwojati dari Jombang juga akan hadir untuk memberikan ceramah dan pencerahan kepada seluruh warga yang hadir. Kehadiran dua sosok ini diharapkan dapat membawa semangat kebersamaan dan meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai agama dan kebangsaan.

    Ketua panitia acara, Sahabat Tio, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memperingati HUT RI tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi di antara warga. “Kami ingin menjadikan momen ini sebagai ajang untuk berkumpul, bersatu, dan berdoa bersama agar bangsa ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.

    Acara Warga Pacet Nggapuk Bersholawat ini diharapkan dapat menarik partisipasi dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda, dan menjadi contoh kegiatan positif yang dapat ditiru oleh daerah lain. Seluruh warga sekitar dan pengunjung diundang untuk bergabung dan memeriahkan acara ini.

    Mari kita bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan penuh syukur dan kebersamaan di acara sholawatan ini! (AI Sorban)

    @beritasorban Halo, warga Pacet Nggapuk dan sekitarnya! Mari kita rayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 dengan acara istimewa Warga Pacet Nggapuk Bersholawat. Bergabunglah bersama kami pada hari Senin, 19 Agustus 2024, di Pertigaan Ubalan, Pacet, Mojokerto. Acara ini akan dimeriahkan oleh Bronto Sholawat yang dipimpin oleh Gus Huda dari Mojokerto. Selain itu, Ustad Zudi Sarwojati dari Jombang juga akan hadir untuk memberikan ceramah inspiratif. Ini adalah kesempatan emas untuk kita semua berkumpul, bersatu, dan meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai agama dan kebangsaan. Ketua panitia, mengajak semua kalangan untuk berpartisipasi dan mempererat tali silaturahmi. Ayo, jangan lewatkan acara penuh makna ini! Kita bersholawat, berdoa, dan merayakan kemerdekaan dengan penuh syukur dan kebersamaan. Sampai jumpa di acara Warga Pacet Nggapuk Bersholawat! #fypdong #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Pemuda Lereng Gunung Welirang Gelar Manaqib Keliling, Pacet Mojokerto Berkah Berlimpah

    Pemuda Lereng Gunung Welirang Gelar Manaqib Keliling, Pacet Mojokerto Berkah Berlimpah

    Berita Video

    Pacet, Mojokerto wp.sorbansantri.com – Pemuda Lereng Gunung Welirang mengadakan kegiatan rutinan manaqib setiap bulan. Acara ini diselenggarakan dengan berkeliling dari satu masjid ke masjid lain di Desa Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon keberkahan dari Syekh Abdul Qadir Jaelani dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW bagi seluruh warga desa.

    Acara manaqib ini dimulai setelah sholat Isya’ dan diikuti oleh sebagian besar pemuda dari Pacet, Mojokerto. Pada hari ini, Minggu, 9 Juni 2024, kegiatan tersebut bertempat di Masjid Nurul Iman, Pacet Nggapuk.

    Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Mereka berharap, dengan adanya rutinan manaqib ini, keberkahan dan rahmat dari Allah SWT selalu tercurah kepada seluruh warga desa. Para pemuda yang tergabung dalam acara ini menunjukkan semangat dan komitmen tinggi dalam menjaga tradisi serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

    Salah seorang pemuda yang ikut dalam kegiatan ini, Tulus Budi, mengungkapkan bahwa acara manaqib ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. “Kami berharap, dengan rutin mengadakan manaqib ini, kita semua mendapatkan keberkahan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Tulus Budi.

    Acara manaqib diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Semoga kegiatan ini terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Pacet, Mojokerto.

    @beritasorban Pemuda Lereng Gunung Welirang di Pacet, Mojokerto, rutin mengadakan kegiatan manaqib bulanan yang berkeliling dari satu masjid ke masjid lain. Acara ini dimulai ba'da sholat Isya' dan dipimpin oleh Abah Jamil. Tujuannya adalah untuk memohon keberkahan dari Syekh Abdul Qadir Jaelani serta syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Pada Minggu, 9 Juni 2024, kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Iman, Pacet Nggapuk, dan diikuti oleh banyak pemuda desa. Mereka berharap, dengan rutin mengadakan manaqib, desa Pacet Mojokerto selalu mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah SWT, serta mempererat silaturahmi antar warga. #PemudaLerengGunungWelirang #ManaqibBulanan #PacetMojokerto #BerkahSyekhAbdulQadir #SilaturahmiDesaPacet #MasjidNurulIman #KeberkahanNabiMuhammad #PemudaBerkah #fypシ゚viral #fypdong ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    wp.sorbansantri.com – Sebuah kejadian unik dan mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu, 18 Mei 2024. Empat bule wanita dengan mengenakan rok mini secara tidak sengaja masuk ke pondok pesantren tersebut, mengira bahwa tempat itu adalah sebuah hotel. Insiden ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan segera menjadi viral di media sosial setelah santri yang berjaga merekam video kedatangan mereka.

    Kyai Nasih Aschal, pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terkejut dengan kedatangan para turis tersebut. “Saya meminta semua orang, dimulai dengan pemerintah Israel, tetapi juga pemerintah Eropa tertentu, untuk tidak mengintimidasi para hakim, tidak mengancam mereka,” katanya.

    Dalam video yang beredar, salah satu wanita bule terlihat mengenakan rok mini dan topi, mengira bangunan pondok pesantren sebagai hotel. Kyai Nasih menjelaskan bahwa para turis tersebut tampak kebingungan dan keliru dengan tujuan mereka. Setelah komunikasi yang cukup panjang dan sulit karena perbedaan bahasa, akhirnya para bule tersebut memahami bahwa mereka salah tempat.

    “Benne (bukan) hotel, bukan hotel, mau ke mana? Biar saya antar,” tanya seorang santri.

    “The hotel is there (hotelnya di sana)?” tanya seorang bule perempuan sambil menunjuk ke arah utara.

    Kyai Nasih menyambut kehadiran para turis dengan sikap yang bijak dan menganggapnya sebagai pengalaman baru. Dia juga menjelaskan bahwa di kawasan Bangkalan memang jarang sekali ada turis yang berkunjung, apalagi mengetahui keberadaan ponpes tersebut. Menurutnya, para bule tersebut sedang mencari hotel namun karena melihat bangunan tinggi di area itu, mereka langsung menganggap bangunan tersebut adalah hotel.

    Kejadian ini menjadi fenomena menarik dan jarang terjadi, mengingatkan pentingnya menjaga dan menjelaskan identitas pondok pesantren kepada pengunjung dari luar. Pondok pesantren adalah tempat yang didedikasikan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam, bukan penginapan atau hotel.

    Kyai Nasih berpendapat bahwa kejadian ini juga membuka peluang untuk menjadikan pondok pesantren sebagai destinasi religi bagi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar negeri. Hal ini akan membantu memperkenalkan pondok pesantren dan tradisi lokal kepada lebih banyak orang.

    Kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi masyarakat umum agar lebih memahami perbedaan antara pondok pesantren dan hotel. Keberadaan bule wanita yang nyasar ke pondok pesantren ini mengundang perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Ini juga menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk saling menghormati dan memahami perbedaan budaya serta tradisi masyarakat setempat, guna mencegah kesalahpahaman dan insiden yang tidak diinginkan. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman. (AI Sorban)

    @beritasorban Empat bule wanita dengan rok mini tanpa sengaja memasuki Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, mengira tempat tersebut adalah hotel. Kejadian ini terjadi Sabtu malam dan menjadi viral di media sosial. Kyai Nasih Aschal, pengasuh ponpes, menyambut mereka dengan bijak meski ada kesalahpahaman. Para santri berhasil menjelaskan bahwa pondok tersebut bukan hotel. Insiden ini menarik perhatian publik dan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pemahaman budaya dan identitas tempat. #BuleNyasar #PonpesBangkalan #KyaiNasihAschal #ViralMadura #BudayaIndonesia #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung sebagai Pusat Kehidupan Komunitas

    Warung Madura bukan hanya tempat untuk membeli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial di komunitas-komunitas tempat mereka berada. Masyarakat sering kali berkumpul di warung, bertukar cerita, berdiskusi tentang berita terbaru, atau sekadar menikmati kebersamaan. Inilah yang membuat warung Madura begitu penting bagi kehidupan sosial di Indonesia.

    Tradisi Tak Pernah Tutup

    Salah satu hal yang membedakan warung Madura dari warung lainnya adalah kebiasaan mereka untuk tetap buka sepanjang hari dan malam. Meskipun warung lain mungkin tutup pada larut malam atau saat hari libur, warung Madura tetap setia melayani pelanggan mereka. Ini menjadi fenomena yang menarik dan unik dalam budaya kuliner Indonesia.

    Faktor-faktor Penentu

    Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa warung Madura memiliki kebiasaan untuk tidak pernah tutup. Pertama, ini mungkin karena kebutuhan ekonomi. Banyak pemilik warung Madura bergantung pada pendapatan harian dari penjualan makanan dan minuman mereka. Menutup warung untuk sehari saja bisa berarti kehilangan penghasilan yang signifikan.

    Selain itu, ada juga faktor budaya dan tradisi. Di beberapa daerah, warung Madura telah menjadi bagian dari warisan budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Keterbukaan mereka sepanjang waktu dapat dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional yang dijunjung tinggi.

    Tantangan dan Keunggulan

    Tentu saja, menjaga warung tetap buka sepanjang waktu juga memiliki tantangan tersendiri. Pemilik warung harus siap untuk bekerja secara terus-menerus, kadang-kadang tanpa istirahat yang cukup. Namun, hal ini juga memberikan keunggulan kompetitif bagi warung Madura. Mereka menjadi pilihan utama bagi pelanggan yang mencari tempat untuk makan atau minum di tengah malam atau pada jam-jam sibuk lainnya.

    Kesimpulan

    Warung Madura adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadiran mereka yang konstan, baik siang maupun malam, tidak hanya memberikan akses kepada makanan lezat, tetapi juga menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan dalam komunitas. Fenomena warung Madura yang tidak pernah tutup adalah contoh nyata dari keuletan, ketahanan, dan nilai-nilai budaya yang kental dalam masyarakat Indonesia. (AI Sorban)

  • Barisan Wanita Cerdas: Mengungkap Prestasi Mereka yang Menginspirasi

    Barisan Wanita Cerdas: Mengungkap Prestasi Mereka yang Menginspirasi

    wp.sorbansantri.com – Memasuki Bulan april ini kita di ramaikan dengan gembar-gembor politik di negeri ini, tanpa kita sadari sebentar lagi juga tepatnya tanggal 21 april, peringatan tentang hari kartini.

    Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar.

    Berbicara tentang kartini tentu tidak bisa lepas dari kehebatan dari wanita – wanita indonesia, nah disini redaksi akan beberkan wanita-wanita cerdas , tulisan ini juga bertujuan untuk wanita indonesia supaya bukan galau dan materi saja yang di pikirkan melainkan prestasi sebagai wanita lebih penting di banding dengan 2 hal tersebut.

    Tanpa lama – lama lagi deh, lansung saja kita ke topik nya, Berikut adalah Daftar Wanita Cerdas Indonesia beserta prestasi nya :

     

    SORBANSANTRI.COM
    Menteri Keuangan Indonesia – Sri Mulyani

    1. Sri Mulyani

    Salah satu perempuan kebanggaan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia. Sebagai orang nomor dua di Bank Dunia, Sri Mulyani memiliki tanggung jawab pekerjaan yang tidak ringan Sri Mulyani ditugaskan menyatukan ide-ide dan orang-orang terbaik dari 188 negara yang menjadi anggota dari Bank Dunia untuk memberantas kemiskinan dan mempromosikan kesejahteraan bersama. Beberapa prestasi yang dimiliki beliau seperti Terpilih sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia tahun 2017 Versi Finance Asia, Menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia

    SORBANSANTRI.COM
    Najwa Shihab, S.H., LL.M. (lahir 16 September 1977) adalah seorang pemeran dan wartawan Indonesia berdarah campuran Bugis dan Arab.

    2. Najwa Shihab

    Wanita Muda yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Wanita yang dikenal dengan sikap kritisnya ini jadi representasi wanita hebat yang terjun di dunia jurnalistik. sempat dinobatkan jadi jurnalis terbaik Metro TV dan juga mendapatkan penghargaan Young Global Reader (YGL) dari World Economic Forum (WEF). Najwa Shihab membuktikan kepada kita semua bahwa cantik saja tidak cukup melainkan harus kritis dan unggul dalam menyampaikan gagasan dan pemikiran. Wanita yang akrab dengan panggilan Mba Nana ini juga merupakan Presenter Pemilukada Terbaik menurut Badan Pengawas Pemilu pada tahun 2015 silam.

    SORBANSANTRI.COM
    Saur Marlina Manurung, MAAPD , adalah seorang aktivis sosial dan antropolog Indonesia. Dia merupakan perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat adat di Indonesia

    3. Butet Manurung

    Sosok perempuan tangguh yang yang gigih memperjuangkan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di pedalaman. Beberapa aksinya adalah dengan mendirikan sekolah gratis bernama ‘Sokola Rimba’ di tahun 2003 lalu untuk masyarakat terasing di Sumatera.

    Tak hanya di satu tempat, wanita yang memiliki nama asli Saur marlina Manurung ini juga mengembangkan Sokola Rimba di berbagai tempat terpencil di tanah air. Dia bahkan mendedikasikan kehidupannya untuk mereka dengan rela ikut tinggal di rimba.

    Kegiatannya mengajarkan anak-anak suku terasing di pedalaman nusantara membaca, menulis, berhitung, dan lain sebagainya. Kepeduliannya pada masyarakat tertinggal begitu tinggi. Hingga pada 2004 lalu, Butet menerima penghargaan sebagai salah satu ” “Pahlawan Asia” yang inspiratif dari majalah TIME.(AI Sorban)

  • Lebaran 2024: Beragam Kegiatan Menarik untuk Memeriahkan Liburan Idul Fitri

    Lebaran 2024: Beragam Kegiatan Menarik untuk Memeriahkan Liburan Idul Fitri

    wp.sorbansantri.com – Dengan datangnya bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia bersiap-siap menyambut hari raya Idul Fitri. Selain momen keagamaan yang penuh makna, Liburan Musim Lebaran juga menjadi waktu yang ditunggu-tunggu untuk bersantai dan menikmati momen bersama keluarga serta teman-teman. Untuk memeriahkan liburan tersebut, berbagai kegiatan menarik bisa menjadi pilihan untuk dinikmati bersama.

    Di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Eropa, tradisi-tradisi yang khas turut menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran. Berikut beberapa kegiatan yang banyak diminati untuk merayakan liburan Idul Fitri:

    1. Pulang Kampung dan Mudik: Ribuan orang di Indonesia dan negara-negara dengan mayoritas Muslim lainnya bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang kampung atau mudik. Ini adalah momen langka di mana keluarga-keluarga berkumpul dari berbagai belahan kota dan negara untuk merayakan bersama.
    2. Shalat Idul Fitri: Shalat Idul Fitri di pagi hari menjadi pusat perhatian umat Islam. Masjid dan lapangan-lapangan di seluruh dunia dipenuhi oleh jamaah yang berkumpul untuk melaksanakan shalat bersama.
    3. Berkumpul dan Bersilaturahmi: Liburan Lebaran adalah momen untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar. Momen ini sering kali diisi dengan acara saling bermaaf-maafan, bercerita, dan bertukar cerita.
    4. Makanan Khas Lebaran: Tak lengkap rasanya liburan Idul Fitri tanpa hidangan khas Lebaran. Mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering menjadi sajian utama yang dinikmati bersama keluarga.
    5. Rekreasi dan Aktivitas Luar Ruangan: Banyak yang memanfaatkan liburan ini untuk berlibur atau melakukan aktivitas rekreasi bersama keluarga. Mulai dari piknik di taman, berkemah, hingga menikmati keindahan alam di pantai atau pegunungan.
    6. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan: Ada juga yang memanfaatkan momen liburan Lebaran untuk melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti memberikan sedekah kepada yang membutuhkan atau berpartisipasi dalam program-program amal.

    Dengan berbagai kegiatan menarik yang bisa dipilih, Liburan Musim Lebaran menjadi waktu yang berharga untuk merayakan kebersamaan dan memperkuat hubungan antar sesama. Semoga liburan Idul Fitri tahun ini memberikan kebahagiaan dan kedamaian bagi semua umat Muslim di seluruh dunia.(abiSorban)

  • Mengungkap Penyebab Mengantuk Saat Khutbah Salat Jumat

    Mengungkap Penyebab Mengantuk Saat Khutbah Salat Jumat

    wp.sorbansantri.com – Salat Jumat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Namun, banyak orang sering merasa mengantuk saat mendengarkan khutbah. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini terjadi.

    1. Kondisi Fisik dan Kesehatan
    Kondisi fisik dan kesehatan seseorang sangat mempengaruhi tingkat kewaspadaan dan konsentrasi1. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan kesehatan seseorang antara lain:
    (lebih…)

  • Pembukaan Porsadin Kabupaten Mojokerto Disambut dengan Tari Sufi dan Safin

    Pembukaan Porsadin Kabupaten Mojokerto Disambut dengan Tari Sufi dan Safin

    Sorbansantri.Com – Keberadaan madrasah diniyah ta’miriyah berperan sangat penting dalam upaya pembentukan karakter bangsa. Di lain sisi merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diharapkan mampu untuk mempertahankan eksistensinya ditengah kemajemukan dan kemajuan budaya. Oleh karena itu, tentunya perlu adanya upaya hal-hal yang strategis dalam membangun sinergi antar Madrasah diniyah ta’miriyah. Salah satunya dengan dilaksanakannya pekan olah raga dan seni diniyah pada hari jum’at (05-8-22) di gedung Olah Raga Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto.

    Acara yang dihadiri oleh kepala dinas pendidikan kabupaten Mojokerto, kepala Dispupporapat Mojokerto, ketua KONI Mojokerto, ketua FKDT Mojokerto, pimpinan Pondok Pesantren An Nahdliyah Mengelo Mojokerto, perwakilan pengurus PC NU kabupaten Mojokerto serta tamu undangan yang hadir, acara pembukaan disambut dengan penampilan tari sufi dan tari safin untuk mengiringi kemeriahan acara.

    Menurut ketua PLT Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto merujuk dasar hukum kegiatan PORSADIN kali ini adalah yang pertama sesuai UU nomer 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, yang kedua peraturan pemerintah 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan dan yang ketiga ketiga anggaran dasar dan rumah tangga forum komunikasi diniyah ta’miriyah, terangnya.

    Sambutan Gus Ali Muhammad Nasih Sebagai Ketua FKDT
    Sambutan Gus Ali Muhammad Nasih Sebagai Ketua FKDT

    Lanjut kata ketua PLT Diknas kabupaten Mojokerto, adapun tujuan diadakannya PORSADIN adalah yang pertama menggali dan mengembangkan potensi santri madrasah diniyah ta’miriyah melalui bakat dan minat, yang kedua membangun sinergi dan ikatan silaturrahmi antar madrasah diniyah ta’miriyah dalam rangka meningkatkan peran fungsi pendidikan diniyah sebagai penguatan pembentukan karakter dan penyempurna bangsa, yang ketiga memperkuat peran fungsi dan posisi organisasi Forum Komunikasi Diniyah Ta’miriyah (FKDT) sebagai wadah ikatan silaturrahmi madrasah diniyah ta’miriyah.

    Adapun sasaran dari program ini adalah para santri dan lembaga diniyah ta’miriyah serta pihak-pihak terkait, beliau juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pemerintahan kabupaten mojokerto karena biasanya kegiatan PORSADIN ini kita mengeluarkan anggaran sendiri namun pada tahun ini semua anggaran disupport oleh bupati diambilkan dari ABPD dinas pendidikan kabupaten Mojokerto, imbuhnya. Hasan Ngoro