Kategori: Budaya

seperangkat nilai-nilai, norma, kepercayaan, tradisi, bahasa, seni, dan cara hidup yang dimiliki dan diwariskan oleh suatu kelompok atau masyarakat. Budaya mencakup segala hal yang menjadi bagian dari identitas suatu kelompok atau komunitas, termasuk cara berpakaian, adat istiadat, makanan khas, upacara keagamaan, kesenian tradisional, sistem nilai, dan cara berkomunikasi

  • “Wagub Jatim Emil Dardak Hadir Di Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas Mojokerto”

    Sorban santri. Com – Pelaksanaan Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas digelar di Kediaman KH. Khusein Ilyas, Desa Karangnongko, Kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto pada Kamis malam (25/11/21). Acara Haul digelar secara online dan offline.

    Tampak hadir dalam acara peringatan Haul tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Dardak, Dr. KH. Syukron Jazilan, KH. Maksum Maulani, KH. Hambali, dan beberapa tamu undangan serta masyarakat sekitar.

    Mewakili tuan rumah, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan ucapan terima kasih kepada KH. Khusein Ilyas yang telah mempercayakan sambutan atas nama tuan rumah.

    Selanjutnya, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan bahwa acara Haul merupakan kegiatan yang sangat baik serta untuk meneladani para Masyayikh khususnya Mbah Ilyas. Karenanya ia mendukung diselenggarakannya Haul Haul Kyai Kyai lainya,Lebih lebih dengan cara alternatif model Haul seperti Haul nya Mbah Kiai Ilyas. Yakni secara online dan offline.

    “Dengan model haul ini, bisa dicontoh pada acara Haul-haul lainnya” terang Emil

    Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Dr. KH. Syukron Djazilan. Dan kemudian mauidoh hasanah oleh KH. Hambali. Dalam mauidoh hasanahnya KH. Hambali menjelaskan tentang keutamaan memiliki amal yang ikhlas. Dengan keikhlasan maka kehidupan kita akan ditata oleh Allah SWT.

    Akhir acara ditutup dengan bacaan do’a oleh KH. Maksum Maulani.

    (Anwar – Sorban)

    Tags sooko
    Navigasi pos

  • PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM  STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    Sorbansantri.com — PC LAZISNU Kab Mojokerto Jawa Timur melakukan study tour ke PC LAZISNU Kab Sragen Jawa Tengah pada hari sabtu (20/11/2021) yang di ikuti oleh pengurus dan perwakilan UPZIS MWC NU sekabupaten mojokerto serta perwakilan pengurus PC NU Kabupaten Mojokerto total yang berangkat berjumlah 61 pengurus dengan mengendarai bus pariwisata.

    Sebelum berangkat semua peserta berkumpul dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid AR’RAUDLOH EL MUTTAQIEN PC NU Mojokerto, setelah pengecekan dari peserta yang akan berangkat dan doa bersama tepat pukul 05:30wib bus berangkat menuju Sragen dan sampai di tempat pelaksanaan study tour pondok pesantren wali songo sekitar pukul 09:00wib dengan di sambut oleh pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen, semua peserta langsung menuju aula pendopo PP Wali Songo dan acara segera di mulai.

    Setelah pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen mengucapkan selamat datang dan selamat belajar bersama untuk berkhidmat di NU melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di lanjut ketua PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto Gus H. M ROFI’ UDDIN S.Ag memberikan sambutan yang intinya menyampaikan terima kasih atas sambutan dari tuan rumah dan mohon maaf apabila ada hal hal yang kurang berkenan dari rombongan Mojokerto serta berharap dengan hadirnya rombongan LAZISNU Mojokerto ke Sragen bisa belajar banyak kepada LAZISNU Sragen tentang menjalankan LAZISNU supaya kedepan bisa lebih baik dan bermanfaat.

    Pemaparan tentang LAZISNU di sampaikan oleh KH. MA’RUF ISLAMUDDIN, beliau adalah pengasuh pondok pesantren Wali Songo Sragen sekaligus menjabat ketua PC NU Kabupaten Sragen

    Dalam pemaparannya beliau mengajak peserta rombongan memahami latar belakang berdirinya LAZISNU dengan gerakan koinnya dan melalui LAZISNU akan menjadikan kemandirian NU di segala aspek juga akan tercipta identitas baru.

    “Melalui LAZISNU dan KOIN NU kami menginginkan tercipta identitas baru, inspirasi saya ini muncul saat saya memperhatikan seragam banser semua sama, seragam fatayat semua sama, seragam muslimat pun semua sama, oleh karena itu kami berharap akan muncul KOTAK INFAQ NU semua sama” kata beliau di akhir pemaparannya.

    Sebelum acara di tutup di berikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya apabila ada hal yang kurang paham, H. KHAFID BUSYRI pengurus PC NU Mojokerto menutup acara dengan doa. (Dikin sorban)

  • KHOTMIL QUR’AN AWALI HAUL MBAH SAYYID GHOZI AL GHOZALI  BENDUNG JETIS MOJOKERTO

    KHOTMIL QUR’AN AWALI HAUL MBAH SAYYID GHOZI AL GHOZALI BENDUNG JETIS MOJOKERTO

     

    Sorbansantri.com — Puluhan orang dari berbagai elemen memadati area pemakaman Dsn Belik. Orang-orang yang terdiri dari warga setempat, anggota Ansor ranting Bendung, Anggota Lesbumi Kecamatan Jetis, dan juga jajaran panitia tengah mempersiapkan acara puncak dalam peringatan Haul Sayyid Ghozi Al-Ghozali yang kedua nanti malam.

    Terpantau pagi tadi (17/11) rangkaian acara sudah mulai dilaksanakan. Beberapa orang penhafal Al-Quran (Hafidz) tengah melakukan “khotmil quran bil ghoib” yang sebelumnya tadi pagi diawali dengan kirim doa kepada para sesepuh dan leluhur yang telah melakukan syiar agama islam di desa Bendung khususnya Sayyid Ghozi Al-Ghozali.

    Secara bergotong royong orang-orang mulai menata tempat agar bisa menampung jumlah jamaah yang berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya sangatlah banyak. Disediakan beberapa set tenda terop didepan panggung yang telah berdiri sedari malam. Rencananya panggung itu akan digunakan penyampaian Mauidzotul Hasanah oleh dua orang tokoh besar mojokerto K.H. Chusaini Ilyas atau yang biasa di sapa Gus Khusen dan K.H. Falaqul Alam atau yang sering dipanggil Gus Falaq.

    “Insya Allah nanti malam Gus Khusen akan hadir lebih awal dan mengisi ceramah yang pertama, kurang lebih jam Tujuh malam sudah naik podium. Soalnya nanti setelah dari sini beliau akan pindah ke acara lain.” Ujar Abah San, tokoh masyarakat Dsn Belik.

    Sementara itu salah satu panitia pelaksana, Supriyanto anggota Ansor ranting Bendung menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang kedua kalinya Setelah tahun lalu dilakukan peresmian sekaligus Haul pertama. Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya ketika jamaah membludak, kini persiapan baik tempat maupun kepanitiaan dimatangkan lagi.

    “Untuk prokes tetap akan kita laksanakan sebagaimana mestinya sesuai anjuran pemerintah. Nanti juga pengamanan akan dibantu rekan-rekan banser dari Satkoryon Jetis, Jadi Insya Allah kegiatan akan berjalan lancer dan kondusif.” Tutur Supriyanto, Anggota Ansor ranting Bendung.

    Kegiatan Haul Sayyid Ghozi Al-Ghozali ini akan diadakan pada 17 November 2021 di pelataran selatan kompleks pemakaman Dsn Belik Ds Bendung Kec Jetis Kab Mojokerto. (Any sorban)

  • Menyikapi Munculnya Perbedaan Afiliasi Ideologi Web Islam di Indonesia

    Menyikapi Munculnya Perbedaan Afiliasi Ideologi Web Islam di Indonesia

    SORBANSANTRI.COM
    Atlas Aswaja An-Nahdliyyah (832)

    Ponorogo, wp.sorbansantri.com – Pergeseran ruang publik Muslim dari offline ke virtual tak bisa dihindari. Ruang ini digunakan oleh para pegiat website untuk menyebarkan pemikiran keagamaan dan politik di dunia maya sesuai dengan corak ideologi mereka. Hal ini tak pelak memicu perbedaan afiliasi ideologi di beberapa website keislaman di Indonesia.
    Inilah yang menjadi fokus penelitian Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan pada Kementerian Agama (Balitbang Diklat Kemenag) tahun 2020 oleh M. Mujibbudin dan M. Fakhru Riza dalam sebuah penelitian berjudul Kontestasi Ideologi Web Keislaman Populer di Indonesia: Antara Moderatisme, Salafisme, dan Islamisme.
    Peneliti menyebut bahwa diskursus keagamaan (Islam) yang selama ini telah jamak dijumpai di ruang publik fisik telah melibatkan banyak ormas Islam di Indonesia. Diskursus tersebut kemudian beralih ke internet mengingat bahwa internet merupakan media baru yang bisa mewujud menjadi ruang publik.
    “Ruang ini digunakan oleh para pegiat website untuk menyebarkan pemikiran keagamaan dan politik di dunia maya sesuai dengan corak ideologinya. Ada banyak website Muslim yang bermunculan dan masing-masing memiliki ideologi dan corak keberislaman sendiri,” tulis peneliti.
    Peneliti juga menyebut bahwa ruang publik baru muslim yang berupa media baru memiliki karakteristik yang sama yaitu bersifat egaliter dan menjadi ruang diskursif untuk mendiskusikan persoalan Islam.
    “Masing-masing media baru memberikan warna sendiri-sendiri tergantung ideologinya. Apabila setiap kelompok umat Islam mengkontestasikan setiap ideologinya dalam media baru maka akan terbentuk sebuah ruang diskursif,” tulis peneliti.
    Hal ini bisa terjadi mengingat terdapat beragam pendapat dan sekte dalam Islam itu sendiri, sehingga antar kelompok bisa saling merebut otoritas agama dalam media baru.
    Lantas bagaimana cara menyikapi fenomena ini? Ada beberapa rekomendasi dari penelitian ini kepada pegiat website, pemerintah, dan peneliti selanjutnya.
    Pertama, untuk pegiat website. Perlu mendorong untuk selalu memberikan informasi dan konten yang konstruktif baik secara politik maupun keagamaan kepada umat Islam khususnya, dan umumnya kepada warga negara Indonesia.
    Kedua, untuk pemerintah atau negara, harus mau menjaga netralitasnya dan tidak mengontrol lebih ruang publik terutama di internet.
    Ketiga, untuk para peneliti diharapkan bisa mengkaji dan menganalisis dengan melibatkan lebih banyak website Islam, sehingga akan didapatkan sebuah gambaran yang lebih komprehensif.(Media Ansor Babadan) 
  • Tradisi KUPATAN pada Masyarakat JAWA Di Hari Ke-7 Di Bulan Syawal

    Tradisi KUPATAN pada Masyarakat JAWA Di Hari Ke-7 Di Bulan Syawal

    Sorbansantri.com- Mojokerto.Tradisi atau budaya orang Jawa khususnya jawa timur di hari ke-7 setelah Idul Fitri yaitu bancaan/syukuran ketupat dan lepet yang di bawa ke musholla dan masjid,orang Jawa menyebutnya RIYOYO KUPAT(Lebaran Ketupat). Dengan tujuan untuk bersedekah setelah merayakan kemenangan di bulan yang Fitri.

    Seperti yang ada di desa Pagerwojo kecamatan Perak kabupaten Jombang, tradisi ini sudah di lakukan sejak dulu dari turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang kita.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM
    Suasana Kupatan masyarakat di Desa Pagerwojo,Perak,Jombang

    SORBANSANTRI.COM

    Sejarah ketupat konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran Idul Fitri.

    Arti Kata Ketupat dalam filosofi Jawa,memiliki makna khusus.
    Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari : NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
    Ngaku Lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
    Laku Papat artinya EMPAT TINDAKAN.

    NGAKU LEPAT.
    Tradisi sungkeman menjadi implementasi Ngaku Lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

    LAKU PAPAT.
    1. LEBARAN.
    2. LUBERAN.
    3. LEBURAN.
    4. LABURAN.

    LEBARAN
    Sudah usai,
    menandakan berakhirnya waktu puasa.

    LUBERAN
    Meluber atau melimpah,
    ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
    Pengeluaran zakat fitrah.

    LEBURAN
    Sudah habis dan lebur.
    Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis
    karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

    LABURAN
    Berasal dari kata labur,
    dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air
    maupun pemutih dinding.
    Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

    FILOSOFI KUPAT – LEPET
    KUPAT
    Kenapa mesti dibungkus JANUR ?
    Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ).
    Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
    Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti
    KUPAT YANG DIBELAH,
    pasti isinya putih bersih,
    hati yang tanpa iri dan dengki.
    Kenapa?
    Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja’a nur).

    LEPET
    Lepet = silep kang rapet.
    Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
    Jadi setelah ngaku lepet,
    meminta maaf,
    menutup kesalahan yang sudah dimaafkan,
    jangan diulang lagi,
    agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET. (Hasan sorban-Ngoro)

  • HIKMAH CINTA AULIYA DAN ULAMA

    HIKMAH CINTA AULIYA DAN ULAMA

    wp.sorbansantri.com – Bagi kita yg tak pernah tahu bagaimana rupa Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam cukuplah berkumpul dan menatap para auliya atau ulama.
    Imam Hasan Al Basri berkata:
    Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Basri
    “wahai Imam hasan katakan amalan apa yg bisa membuat aku dekat dengan Allah dan menyelamatkan diriku ditempat terbaik di yaumil akhir (jannah) dan imam Hasan menjawab “cintailah para auliya atau ulama (orang yg dekat dgn Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya itu dan disana tertulis namamu, dan itu akan membuat Allah membiarkan engkau bersama mereka di tempat terbaik Nya” In syaa Allah, Aamiin… (Majlis Sema’an Al Qur’an Wa Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab)
  • Dosa Jariyah Yang Dapat Menghapus Semua Amal Shalih

    Dosa Jariyah Yang Dapat Menghapus Semua Amal Shalih

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Kyai menyampaikan bahwa jika budaya lokal Korea (K-Pop) saja bisa meng-internasional bahkan digemari hingga Amerika. Maka anak muda Indonesia mestinya mampu menjadikan budaya lokal Indonesia menjadi menginternasional pula. Termasuk “Budaya Santri”, agar diupayakan menjadi budaya nasional dan bahkan menginternasional.
    Nasihat beliau sangat simpel dan sekaligus sangat visioner. Namun para “pembuat” berita dan para tukang “fitnah” telah dengan sengaja menggoreng informasi ini untuk tujuan membuat narasi fitnah dan menyebar kebencian.
    Akibatnya para Netizen yang sebagian bersumbu pendek dan kurang cermat membaca terburu-buru menghujat beliau. Narasi negatif berbentuk gambar dibagikan ribuan kali di berbagai akun media sosial. Hingga terwujudlah Dosa Jariyah yang dapat menghapus semua amal shalih.
    Ketahuilah, Bahwa menghina Kyai Ma’ruf Amin telah mengakibatkan tiga dosa besar, yakni Menghina Sulthan, Menghina Ulama dan Menghina Orangtua.
    1. MENGHINA UMARO’ (SULTHON):
    Menghina Pemerintah adalah dosa besar
    dan sama saja telah menghina Allah. Nabi Saw bersabda:
    مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي
    “Barangsiapa yang menghina
    seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR al-Tirmidzi, no. 2224).
    2. MENGHINA ULAMA.
    Darah dagingnya ulama adalah racun, maka menghinanya sama saja makan racun. Kyai Ma’ruf bukan ulama biasa, tetapi beliau adalah “Al-Kubarâ’” (الكبراء), yakni ulama besar, sesepuh dan sangat dituakan oleh kaum muslimin di Indonesia. Para ustadz-ustadz muda saja kita hormati, apalagi beliau selaku Ulama Kubara’. Al-Hafidz Ibnu Asakir
    dalam “Tabyin Kadzib Al-Muftari” berkata:
    ” واعْلَمْ يَا أخِي، أَنَّ لُحُومَ العُلَماءِ مَسْمُومَةٌ، وَعَادةُ اللهِ في هَتْكِ أسْتَارِ مُنْتَقِصِيهِمْ مَعْلُومَةٌ، لأنَّ الوَقِيعَةَ فِيهِمْ بِمَا هُمْ مِنْهُ بَرَاءٌ أمْرُهُ عَظِيم ٌ، والتَّناوُلُ لأعْراضِهِم بالزُّورِ والافْتِراءِ مَرْتَعٌ وَخيمٌ ، والاختِلاقُ عَلَى من اخْتارهُ اللهُ مِنْهُم لِنَعْشِ العِلْمِ خُلُقٌ ذَمِيمٌ “.
    Artinya: “Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya daging para ulama itu beracun (menggunjingnya adalah dosa besar), dan kebiasaan Allah dalam menyingkap kedok para pencela mereka (ulama) telah diketahui bersama.
    Karena mencela mereka dengan sesuatu yang tidak ada pada mereka, merupakan petaka besar, dan melecehkan kehormatan mereka dengan cara dusta dan mengada-ada merupakan kebiasaan buruk, dan menentang mereka yang telah Allah pilih untuk menebarkan ilmu, merupakan perangai tercela”.
    3. MENGHINA ORANGTUA.
    Beliau adalah Syaikh al-Kabir dan telah berjasa banyak buat bangsa dan negara ini. Maka menghina beliau sungguh sama saja telah menghina Orangtua sendiri. Nabi Saw bersabda:
    لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
    Artinya: “Bukan termasuk ummatku, siapa yang tidak memuliakan orang yang
    lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda dan memuliakan hak-hak orang alim (Ulama).”
    WARNING (PERINGATAN) Kepada segenap netizen mari bijak bermedia sosial dan bijak menelaah informasi. Telitilah setiap informasi yang datang dan jangan cepat percaya. Apalagi hanya berupa judul berita dan gambar-gambar editan. Kita harus menyadari bahwa hari ini ada gerombolan politik yang menghalalkan fitnah untuk menjatuhkan pihak lain.
    Mungkin bagi mereka ada istilah “Fitnah Syariah”. Bahkan sekali waktu mereka teriak “Bela Ulama”, namun disisi lain mereka “mencaci ulama yang lain”. Bagi mereka Para Ulama yang sejalan dengan gerbong politik mereka itulah yang dipuja-puja seperti “Malaikat”. Sebaliknya ulama yang tidak berada di gerbong yang sama akan terus dituduh
    Ulama Sû’ dan mereka sebarkan fitnah atasnya.
    Kelompok ini sewaktu-waktu tampak seperti bertuhan dan bahkan menjual nama “Tuhan” agar umat mau berpihak kepada mereka. Tapi kadang-kadang mereka seperti tidak bertuhan, karena menggunakan FITNAH demi tujuan politik. Kader-kader mereka getol menyebarkan fitnah itu dan mereka merasa bahwa itulah JIHAD.
    Seolah mereka lupa bahwa ada ALLAH yang selalu mengawasi kelakuan mereka. Padahal Allah Ta’ala berfirman: “FITNAH ITU LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN”.
    Percayalah bahwa kebenaran tidak akan pernah diperjuangkan dengan cara BATHIL.
    Kepada segenap “Santri”, Mari kita berjihad di media sosial untuk meluruskan semua fitnah atas ulama kita.
    Sesuai dengan pesan Mbah Yai (K.H. Ma’ruf Amin), Mari kita menginternasionalkan “BUDAYA SANTRI”. Kalau K-Pop saja bisa, SANTRI mengapa tidak. (abi sorban)
  • NGALAP BAROKAH JALAN KAKI DARI SAMPANG KE PEKALONGAN

    NGALAP BAROKAH JALAN KAKI DARI SAMPANG KE PEKALONGAN

    SORBANSANTRI.COM
    Sholat Jum’at di Masjid Al-Ihsan Taman Sepanjang dan bersilaturrakhim dengan sahabat banser taman sepanjang

    SORBAN SANTRI – Abdul hafid asal tambelangan Sampang adalah Sesosok banser dari Satkorcab Kabupaten Sampang yang sedang melaksanakan perjalanan dari Sampang Madura ke Pekalongan Jawa Tengah.

    Peristiwa ini diawali karena sahabat Abdul Hafid sebelumnya pernah bermimpi bertemu dengan Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya, dan beliau berpesan untuk sowan ke Pekalongan dengan berjalan kaki.

    Atas dasar kecintaan sahabat Abdul Hafid kepada Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya, sahabat Abdul Hafid bergegas melaksanakan perjalanannya pada hari Kamis, 24 September 2020.

    SORBANSANTRI.COM

    Info terupdate, Sahabat Abdul Hafid tadi melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Al Ihsan Taman Sidoarjo dan dilanjutkan perjalanannya ke jombang. Mudah- mudahan beliau diberikan kesehatan dan kekuatan sampai pada tujuan yaitu sowan kepada Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin yahya.

    Mudah-mudahan dalam perjalanan dari Sampang sampai tujuan, banyak bertemu sahabat ansor banser lainnya, sebagai sarana silaturrokhim dan memperkuat persaudaraan dalam menjaga aqidah Ahlussunnah wal jama’ah. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (abi SORBAN)

  • KISAH NYATA, QURBAN UNTUK EMAK

    KISAH NYATA, QURBAN UNTUK EMAK

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – KISAH ini diceritakan seorang pedagang hewan qurban pada Idul Adha tahun lalu, tentang sebuah kejadian yang membuat hatinya amat tersentuh, berikut kisahnya:

    SEORANG wanita datang memperhatikan dagangan saya.

    DILIHAT dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli.

    NAMUN tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya.

    SILAHKAN BU..!

    LANTAS Ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya : “Kalau yang itu berapa Pak?”

    “Yang itu 2.500.000 BU.” jawab saya.

    “Harga pasnya berapa?” tanya kembali si Ibu..

    “2.200.000 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah” jawab saya.”

    “TAPI, uang saya hanya 2.000.000, boleh pak.” pintanya.

    WADUH, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya DIPUTUSKAN diberikan saja dengan harga itu kepada IBU tersebut.

    Saya pun mengantar hewan qurban tersebut sampai ke rumahnya, (begitu tiba di rumah nya)??

    ASTAGHFIRULLAH.., ALLAHUMMA YAA ALLAHU AKBAR…terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

    Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya di rumah gubug reot berlantai tanah tersebut.

    Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik.

    Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

    Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus.

    “MAK, bangun MAK, nih lihat saya bawa apa?” kata ibu itu pada nenek yang sedang rebahan sampai akhirnya terbangun.

    MAK, saya sudah belikan EMAK “kambing buat qurban”, nanti kita antar ke Masjid ya mak.” kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

    Si nenek sangat terkaget, tapi nampak jelas raut bahagia di wajahnya, ia segera berjalan keluar dengan langkah yang gontai karena usianya yang senja..

    Sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap : “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau EMAK mau BER-QURBAN.”

    “Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama EMAK saya.” Kata ibu muda itu.

    Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa : YAA ALLAH, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-MU yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun KEKAYAAN IMANNYA begitu LUAR BIASA.

    “Pak, ini ongkos kendaraannya.” Panggil ibu itu.

    “Sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar.” kata saya sambil menyembunyikan mata saya yang sudah berkaca-kaca.

    Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari ALLAH yang sudah mempertemukan dengan hamba-NYA yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya meski dengan segala keterbatasan ekonominya.

    Ma Syaa Allah !!

    “UNTUK MULIA ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan”

    KITA bisa belajar KEIKHLASAN dari ibu itu untuk menggapai KEMULIAAN HIDUP, bukan untuk dirinya, tapi DEMI IBUNDA tercintanya.

    Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berqurban.

    Padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yang menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban.

    Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan..Semoga ada manfaatnya, Aamiin.

    SAUDARAKU Ayo Bagikan Artikel ini, semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua, ….Aamiin…!!!

    YAA ALLAH. MUDAHKANLAH urusan orang yang Membaca status ini.

    “DEKATKANLAH Rezekinya, SEHATKANLAH jiwa raganya dan MUDAHKANLAH jodohnya untuk orang yang belum bertemu jodohnya, dan yang nge-Like dan nge-share Status Ini”.

    “Aamiin Yaa Rabbal ‘Alaamiin…!!!!”

    Jika kita blm bisa berkurban, maka BAGIKAN kisah ini dengan Ikhlas…sebagai motivasi untuk diri kita sendiri… .!!
    MOHON MAAF bila tidak berkenan🙏🙏🙏

  • Kidung Wahyu KoloSebo

    Kidung Wahyu KoloSebo

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Kidung merupakan bagian dari seni dan budaya bangsa Indonesia yang lahir di pulau jawa.

    Pada awalnya sebelum zaman Wali Songo, Kidung adalah susunan sastra yang di tembangkan oleh orang – orang bertaraf khusus (sakti mandra guna) sebagai wasilah (perantara) permohonan kepada Sang Hyang Taya (Tuhan Yang Tidak Bisa Di Ilustrasikan dan Tidak Menyerupai Makhluq), sehingga estetika nuansa kidung sangat identik dengan kesyakralan dan mistis

    Pada zaman Wali Songo, keberadaan Kidung tetap di lestarikan, hanya saja nilai2 bahasa Kidung di selaraskan dengan ajaran Islam tanpa mengurangi nilai kesyakralan dan kemistisan sebagai bagian dari keindahan warisan Leluhur Orang Jawa

    Termasuk lahirnya Lakon Wayang Kulit Dewa Ruci yang terus melegenda sejak 500th yang lalu hingga detik ini pada mulanya bersumber dari Kidung yang di susun oleh Kanjeng Sunan Kalijaga (Kidung Linglung)

    Secara terminologi, Kidung bisa berarti Doa atau bahasa Sejarah (Lelaku) dalam meraih kesempurnaan dan kebahagiaan hidup dengan bersandar pada Permohonan kepada ALLAH SWT

    Jika anda berkidung berarti anda telah berdoa dan anda membaca sejarah perjalanan diri anda sendiri menuju ALLAH SWT (dalam bahasa Tasawuf bisa di sebut sebagai seorang Salik yang sedang ber-Thoriqoh)

    Sehingga sangatlah wajar bila para ahli spiritual dan para cendikiawan metafisik berpendapat bahasa kidung memiliki ruh yang sulit utk di terjemahkan dengan bahasa lisan, dan semua itu adalah bagian dari indahnya warisan seni serta budaya jawa yang tetap luhur sepanjang masa

    Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro
    Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro
    Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubeda
    Hinggo pupusing jaman

    (TUHAN… Dengan seluruh kekuatan yang Engkau berikan, sesungguhnya saya akan berjuang memerangi sifat dusta yang ada didalam diri saya, dan dengan sepenuh hati saya akan membentengi diri saya dari gerakan nafsu angkara murka yang menyesatkan, meskipun syetan laknat terus ber-grelya membujuk anak manusia berbuat jahat sepanjang jaman)

    Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko
    Maper hardening ponco, saben ulesing netro
    Tinambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan
    Sang Hyang Jati Pengeran

    (TUHAN… Rupanya iblis membiuskan api – api kesesatannya di dalam jiwa dan raga saya, dan saya sudah bertekat disetiap nafas berhembus bahkan pada setiap mata berkedip saya akan berperang dengan mereka di medan laga, sehingga mereka tidak lagi memiliki kemampuan menguasai 5 perkara yang ada di tubuh saya *Telinga, mata, hidung, mulut dan 2 lubang di bawah perut*, dan dengan Kasih Sayang-MU TUHAN… Hujanilah jiwa raga saya dengan kemualian-kemulian-MU, dan sungguh Engkaulah TUHAN YANG MAHA ABADI)

    Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku
    Tumuju dateng gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi
    Manunggaling kawulo gusti, krenteg ati bakal dumadi
    Mukti ingsun …tanpo piranti

    (Ketika kesadaran jiwa setiap insan merasakan dirinya berada dalam KUASA TUHAN, sungguh ia akan memiliki kekuatan hati yang bila berdoa di kabulkan, bila meminta di penuhi, bila berharap di wujudkan, bila berperang melawan kebathilan dimenangkan, dan ia akan merasakan kelezatan kehidupan jiwa tanpa harus melewati proses yang melelahkan, karena sesungguhnya TUHAN MAHA BERKUASA terhadap seluruh Ciptaan-NYA)

    Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito
    Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno
    Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno
    Tyasing roso mardiko

    (Tahukah kalian wahai insan yang di hidupkan dimuka bumi, ketika jiwamu di penuhi dengan ilmu dan kasih sayang, maka engkau akan mendapatkan berbagai cahaya kebenaran, ruh kebaikan serta pancaran kemuliaan yang sempurna, sebagai Anugerah dari TUHAN-mu Yang Maha SEMPURNA, sehingga akan lenyap kesedihan didalam dirimu, dan akan sirna segala macam bentuk angkara murka di dalam jiwamu, sampai akhirnya suatu hari nanti kamu bangkit menjadi insan yang tidak terjajah oleh nafsu yang menyesatkan, maka bangkitlah dengan kasih sayang TUHAN-mu)

    Mugiyo den sedyo pusoko Kalimosodo
    Yekti dadi mustiko, sajeroning jiwo rogo
    Bejo mulyo waskito, digdoyo bowo leksono
    Byar manjing sigro-sigro

    (TUHAN… melalui bait bait Kidung yang saya lantunkan ini, semoga Engkau berkenan menanam ke-IMANAN yang sejati di dalam jiwaku bahwa TIADA TUHAN selain ENGKAU YANG MAHA SEJAHTERA, dan saya memohon kepada-MU TUHAN… anugerahkan pula terhadap diri saya sebuah kedudukan sebagai hamba-MU yang memiliki keberuntungan hidup, memiliki banyak ilmu dan berpengetahuan luas, tidak lemah dan selalu memiliki keberanian membela kebenaran, berwibawa dan bisa menjadi suri tauladan terhadap sesama, sehingga siapa saja insan yang berada di sekeliling saya segera merasakan indahnya hidup berkat KASIH SAYANG-MU YANG SANGAT LUHUR LAGI AGUNG)

    Ampuh sepuh wutuh, tan keno iso paneluh
    Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah
    Satriyo toto sembodo, Wirotomo katon sewu kartiko
    Kataman wahyu ……..Kolosebo

    (Karena saya tahu, sesungguhnya seorang hamba-MU yang telah ENGKAU menangkan, akan memiliki kekuatan yang utuh, bahkan segala macam pengaruh sihir jahat akan lumpuh seketika dihadapannya, dia begitu bijak dan sangat mulia, wajahnya-pun memancarkan cahaya yang mampu meredam semua unsur amarah serta kebencian, bahkan dia akan tampil sebagai kesatriya yang mengobarkan api kebenaran, tiada henti terus menerus menyerukan perdamaian dan sungguh dialah sosok sang raja pembawa kesejahteraan yang bermahkotakan kasih sayang)

    Memuji ingsun kanthi suwito linuhung
    Segoro gando arum, suh rep dupo kumelun
    Tinulah niat ingsun, hangidung sabdo kang luhur
    Titahing Sang Hyang Agung

    (Wahai TUHAN YANG MAHA LUHUR, saya adalah hamba-MU yang lemah, datang bersimpuh dihadapan-MU, memohon kepada-MU dengan jeritan hati yang terdalam, tenggelamkan saya Wahai TUHAN kedalam samodra kemenangan-MU, dan bangkitkan saya kembali kepermukaan bumi setelah tubuh dan jiwa ini ENGKAU lengkapi dengan berbagai cahaya kemenangan-MU, sehingga saya memiliki kekuatan mengibarkan panji – panji kemenangan-MU diseluruh penjuru bumi, dan sungguh jika itu terlaksana semata – mata hanya ENGKAU-lah yang menghendakinya, karena sungguh hanya ENGKAULAH TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA)

    Rembesing tresno, tondo luhing netro roso
    Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci
    Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang
    Palilahing Sang Hyang Wenang

    (Wahai insan sejagad raya, ketahuilah bahwa cinta akan selalu melahirkan air mata, sebuah air mata yang akan membentuk jiwamu, hatimu serta seutuhnya yang ada pada dirimu mengerti bahwa cinta itu suci, sesuci air matamu yang jatuh membasahi bumi, maka berharaplah dengan berbagai untaian doa, agar suatu ketika kalian dapat berjumpa dengan SANG PENCIPTA kesucian air mata, karena sesungguhnya hanya DIA sebagai MAHA TERTINGGI yang menguasai jiwa – jiwa para PECINTA)

    Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono
    Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo
    Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono
    Datan gingsir….sewu warso

    (Sesungguhnya tidak ada tali sakti yang dapat mengikat sembilan dimensi bumi, kecuali talinya para kestriya yang memiliki kesaktian berupa sifat bersahaja, berbudi pekerti mulia, senang berbagi kebaikan dan tidak gentar memperjuangkan kebenaran ajaran TUHAN, dan mereka sangat pantas mendapat anugerah mahkota sang raja pembawa kesejahteraan dunia, bahkan seluruh Malaikat yang ada dilangitpun mengaguminya dan sejarah akan mencatat derajat mereka sebagai hamba yang teristimewa, dan seandainya kita hidup bersamanya rasanya kebahagian itu tidak bisa di ungkapkan walau kita hidup seribu tahun lamanya).

    (red sorban)