Kategori: Nasional

berita yang mencakup peristiwa dan kejadian yang terjadi di tingkat nasional suatu negara. Berita ini meliputi berbagai topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat secara luas, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan, dan berbagai isu penting lainnya yang memiliki dampak signifikan bagi negara tersebut. Liputan berita nasional bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan relevan kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi di tingkat nasional.

  • Apel pembukaan PKL (Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan) PC GP ANSOR Kabupaten Mojokerto 2021

    Apel pembukaan PKL (Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan) PC GP ANSOR Kabupaten Mojokerto 2021

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – 11 Nopember 2021. Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan ( PKL ) PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto difungsikan untuk mempersiapkan kader berkualitas yang nantinya dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan organisasi.
    “tanpa kaderisasi rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis“. kata Gus Ali Mohammad Nasih ( Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto)

    Kegiatan yang diadakan di SMP Teknologi Informasi Al Hidayah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini diikuti oleh 42 peserta yang telah lolos seleksi serta pilihan dari perwakilan seluruh PAC Ansor.

    SORBANSANTRI.COM
    Penyematan Tanda Peserta PKL PC Ansor Kab. Mojokerto 2021

    Untuk itu Ketua panitia PKL PC GP Ansor 2021 sahabat Ahnu Afandi, sangat optimis akan sukses dan tercapainya maksud dan tujuan pengkaderan ini.

    Melalui koordinasi yang baik antara panitia, pemateri dan peserta, diharapkan semua agenda kegiatan yang dilakukan selama 4 hari mulai tanggal 11-14 Nopember 2021, bisa dilaksanakan dengan maksimal. Pelaksaan PKL ini sudah dipersiapkan beberapa bulan sebelum kegiatan dan merupakan agenda yang wajib dilaksanakan oleh PC GP Ansor setiap 1 kali masa kepemimpinan.

    Ada yang special pada pelaksanaan PKL ditahun 2021 ini, yaitu ikutnya H. Muhammad Albarra, L.C., M. Hum (Gus Bara) Wakil Bupati kabupaten Mojokerto periode 2021-2025.

    Dan kebetulan di Tanggal 11 Nopember adalah Hari Ulang Tahun beliau sehingga menambah semarak acara pada waktu apel pembukaan PKL PC GP Ansor Kab. Mojokerto 2021.(abi sorban)

  • Peringatan Hari Santri Nasional, MWCNU gedeg Gelar khotmil Qur’an serentak

    Peringatan Hari Santri Nasional, MWCNU gedeg Gelar khotmil Qur’an serentak

     

    Sorbansantri.com – mwcnu gedeg menggelar khotmil qur’an peringatan hari santri nasional 2021 di setiap musholla, dan masjid yang ada di wilayah gedeg, jum’at pagi (22/10)

    Di dalam surat edaran MWCNU gedeg mengajak semua pihak untuk menggelar Khotmil qur’an di masing – masing musholla, masjid, pondok, Tpq, madin, majelis ta’lim yang dilaksanakan oleh PRNU, PARNU sesuai intruksi dari PCNU kab Mojokerto mengaji (khotmil qur’an).

    MWCNU gedeg H sholikhan mengatakan, momentum peringatan HSN ini merupakan pelajaran sekaligus dalam rangka memperingati resolusi jihad pendiri Nahdlatul Ulama ( NU ) . Kegiatan ini sebagai sarana untuk mengaplikasikan Al Qur’an dalam bacaan tafsir, tajwid, makna setiap ayat, dan amalan dalam kehidupan sehari-hari, serta dengan adanya khotmil Qur’an agar masyarakat nahdliyin bersatu, kompak sehingga NU di kecamatan gedeg lebih baik dan sebagai percontohan dari MWCNU yang lain.

    “kami berharap, momen peringatan HSN di gelar rutin setiap tahun, dan semoga dengan di kumandangkan ayat-ayat suci al Qur’an tersebut dapat menambah keberkahan di kecamatan gedeg. (Rifin sorban)

  • Kirab panji bendera NU tiba di Gedeg Mojokerto

    Kirab panji bendera NU tiba di Gedeg Mojokerto

     

    Sorbansantri.com — Kirab bendera merah putih dan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto, yang dilaksanakan hari Rabu, (06/11).

    Berawal dari ujung Utara Mojokerto yaitu Kecamatan Dawarblandong dan akan berakhir di Kantor PC NU Mojokerto.

    Setelah Perjalanan secara estafet dawarblandong, kemlagi, jetis, sekitar pukul 15.20 WIB rombongan Kirab bendera merah putih dan panji-panji NU dari PAC ANSOR Jetis telah sampai di PAC GP Ansor Gedeg. Sesampainya di lokasi Kantor MWCNU Kecamatan Gedeg dilaksanakan upacara penyambutan, yang dihadiri seluruh organisasi yang di bawah naungan NU di Kecamatan Gedeg.

    Upacara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yalalwathon, mars ansor, mars Banser, Serah Terima bendera Panji – panji NU sekaligus tanda tangan. Selanjutnya sambutan-sambutan.

    Sambutan pertama dari Ketua PAC GP Ansor Gedeg, Kuswanto menyebutkan, Kirab yang di laksanakan oleh PC GP Ansor Kab mojokerto, semoga di wilayah gedeg mengetahui bahwasannya Kirab panji NU ini adalah sakral bukan seperti konvoi pada umumnya karena membawa simbol simbol warisan para kyai dan ulama pendiri NU

    Kemudian dari Ketua MWCNU Gedeg, H Moh sholikhan. Ia menuturkan, MWCNU gedeg sangat mendukung kegiatan ini, sangat mengapresiasi, sangat kami dukung dalam melancarkan kegiatan kirab.

    Sehingga kegiatan mulai dari awal sampai akhir dapat berjalan lancar sesuai yang direncanakan.

    Kita berdoa bersama agar sahabat sahabat yang tergabung dalam kirab panji panji NU, Senantiasa diberikan kekuatan dan semangat yang berkobar untuk menegakkan negara Kesatuan Republik indonesia. Dan perlu kita ketahui bahwa rangkaian kegiatan ini untuk menyongsong pra konfercab gp ansor kab mojokerto, yang bertepatan hari santri nasional dan hari Pahlawan. Kemudian dilanjutkan ditutup dengan Do’a dan sholawat.

    Acara ini juga dihadiri oleh MWCNU, Muslimat, GP Ansor, Banser, Rijalul Ansor, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU, IPPNU dan banom banom nya

    Arifin infokom gedeg

  • Pelantikan PAC FATAYAT Gedeg di acara diba’ kubro

    Pelantikan PAC FATAYAT Gedeg di acara diba’ kubro

     

    Sorbansantri.com — Diba’ Kubro merupakan acara rutinan yang biasa diselenggarakan oleh warga Nahdlatul Ulama sebagai bentuk nyata menjaga tradisi amaliyah Nahdliyin. Hal tersebut tercermin pada diri Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang menyelenggarakan Diba’ Kubro sekaligus Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Gedeg pada hari Minggu (7/11). Kegiatan ini berlokasi di Yayasan Muslimat Nahdlatul Ulama Al Ikhlas Desa Kemantren Gedeg Mojokerto.

    Dihadiri oleh perwakilan dari setiap PAC Fatayat NU yang ada di Kab. Mojokerto sehingga acara berlangsung khidmat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Kab. Mojokerto KH adhim alawy, Ketua PC Fatayat Kab. Mojokerto Nur Syamsiyah, SH. I, serta Ketua MWCNU Gedeg H Sholikhan.

    Dalam sesi sambutan di Pembukaan acara, Ketua PAC Fatayat NU Gedeg menyampaikan terimakasih kepada semua elemen yang membantu dalam usaha menyelenggarakan acara ini.
    “Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh Jamiyyah Fatayat NU yang telah hadir di acara ini. Serta tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung demi terselenggaranya acara ini.” Tutur Irkhatus Sholikhah.

    Bukan hanya itu saja, beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini komunikasi serta kerjasama antar anggota Fatayat bisa terjalin dengan baik.
    “Semoga dengan diselenggarakannya acara ini bisa menjadi momen bagi Fatayat NU khususnya di Gedeg untuk membangun kerjasama dan komunikasi yang lebih baik lagi agar terwujud Fatayat NU Gedeg yang berkembang ke arah Progresif” lanjutnya dalam sambutan yang ia sampaikan.

    Menyambung pernyataan tersebut, Ketua PC Fatayat Kab. Mojokerto, Nur Syamsiyah SH.I mengapresiasi pengurus dan panitia yang telah mempersiapkan acara ini sehingga dapat terselenggara dengan baik
    “Apresiasi sebesar-besarnya kepada pengurus dan panitia yang telah mempersiapkan acara ini. Meskipun dalam cuaca yang terik dan menyengat seperti ini kegiatan ini masih berjalan dengan sangat baik” tuturnya
    Beliau juga menyampaikan kabar gembira kepada seluruh Sahabat Fatayat NU yang hadir dengan adanya bantuan 1000 seragam.
    “Kami dari PC Fatayat Mojokerto mendapat bantuan 1000 seragam yang akan dialokasikan kepada sahabat sahabat Fatayat di seluruh Mojokerto. Semoga dengan adanya bantuan dan berita bagus ini menjadi pemicu semangat sahabat sahabat sekalian dalam menjalankan program Fatayat NU kedepannya” imbuhnya pada pesan terakhir dalam sambutannya.

    Selanjutnya mauidhoh Hasanah sekaligus di tutup dengan do’a yang di pimpin langsung oleh KH. adhim Alwy selaku ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Mojokerto (rifin sorban)

  • CIRI UTAMA KADER NU: Tidak Kenal Musim, Tidak Bergantung SK

    CIRI UTAMA KADER NU: Tidak Kenal Musim, Tidak Bergantung SK

    Jateng, wp.sorbansantri.com – Orang NU yang punya kapasitas mengurus NU sebaiknya jadi pengurus NU. Menjadi pengurus di pusat , di wilayah , di cabang, MWC atau di ranting. Bisa di NU nya di lembaga atau banom NU. NU punya banyak lembaga dan Banom. Artinya banyak ruang pengabdian. InsyaAllah berkah. Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari dawuh:
    “Siapa yang mau ngurus NU saya anggap jadi santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khatimah sekeluarganya.”
    Pengurus NU itu yang benar-benar ngurus NU, bukan sekadar numpang nama. Dulu di masa orang-orang tua, termasuk orang tua saya, ngurus NU itu ya bikin undangan sendiri, diantarkan sendiri (pakai sepeda jengki), nyiapin ‘ubo rampe’ sendiri kalau ada kegiatan. Juga menginisiasi pengajian, ngontel, tanpa harapan bisyarah. Paling banter pulang dibawain berkat. Era sekarang organisasi sudah lebih maju, tetapi polanya hampir sama.
    NU itu organisasi (jam’iyah), bukan sekadar komunitas (jama’ah). Tugas pengurus itu men-jam’iyah-kan jama’ah. Ber-NU itu bukan sekadar beribadah cara NU, tetapi juga berpikir dan bergerak cara NU. Yang beribadah cara NU bukan hanya NU. Banyak organisasi lain yang ubudiyah-nya sama dengan NU, tetapi bukan NU.
    Men-jamiyah-kan jama’ah NU artinya menyatukan amaliah, fikrah, dan harakah dalam satu tarikan nafas. Dan itu hanya bisa melalui kaderisasi. Ada lima jenis kaderisasi di lingkungan NU: kaderisasi struktural (MKNU), kaderisasi penggerak (PKPNU), kaderisasi calon syuriah (PPWK), kaderisasi fungsional, dan kaderisasi profesional. Sebelum ada jenjang kaderisasi resmi ini, kaderisasi telah dilakukan oleh banom-banom NU dengan banyak nama. Intinya kaderisasi.
    Cara berpikir kader adalah cara berpikir jam’iyah, bukan sekadar jama’ah. Cara berpikir jam’iyah itu terprogram, terstruktur, institusional, sistematis. Ini jadi basis harakah. Semua pengurus NU dan banomnya harus mengikuti kaderisasi. Ini berlaku efektif tiga tahun sejak diputuskan di Muktamar ke-33 di Jombang 2015. Artinya, sejak tahun lalu (2018), hanya kader yang boleh menjadi pengurus NU, lembaga, dan banomnya. Sebelumnya, pengurus NU boleh diisi oleh ‘orang NU’, bukan kader NU.
    Sekarang PR NU masih banyak. Banyak orang merasa ber-kultur NU, tetapi tidak pernah mengikuti kaderisasi di lingkungan NU. Belum pernah ikut kaderisasi atau ikut kaderisasinya di tempat lain. NU-nya sekadar amaliah.
    Biasanya yang begini sulit diajak ber-fikrah dan ber-harakah NU. NU-nya fakultatif. Pas butuh mengaku NU.
    Selebihnya, tidak ikut NU. Jumlahnya lumayan banyak. Mereka sibuk mengaku dan minta rekom NU untuk suatu urusan. Setelah urusan selesai, tidak mau urus NU. Ada juga yang bahkan ikut ‘nimpukin’ pengurus NU ketika NU-nya kesandung masalah. Sedikitnya netral. Inilah penyakitnya orang NU: mengaku NU ketika mau menjabat dan diaku-aku NU ketika sedang menjabat. Umumnya mereka tidak punya loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan. Loyalnya terhadap kepentingan.
    Kalau kader mestinya lain. Ada atau tidak ada jabatan loyal kepada organisasi dan pimpinan. Bukan NU kambuhan atau musiman. Mau jadi pengurus yang mengurus, bukan malah jadi urusan. NU tidak butuh orang yang mengaku-aku NU atau diaku-aku NU. NU butuh kader. Dalam kondisi apa pun tetap kader, loyal kepada organisasi dan pimpinan.
    Ber-jam’iyah adalah menjadikan semua orang NU sebagai kader NU. Ini yang sedang intensif dilakukan. Saya berharap, dalam seabad usia NU di tahun 2026, paling tidak separo orang NU sudah jadi kader NU, yang siap mengurus NU dalam kondisi lapang dan sempit, tidak kenal musim, tidak bergantung SK. (Soleh M. Khalid Saerozy)
  • Ratusan kader NU Jetis sambut kedatangan panji bendera NU di acara kirab hari santri

    Ratusan kader NU Jetis sambut kedatangan panji bendera NU di acara kirab hari santri

     

    Sorbansantri.com — Sekitar seratusan orang yang terdiri dari berbagai banom dan lembaga NU berkumpul di halaman MTs MA Darul Ulum Ngabar, Jumat 05 November 2021. Mereka berkumpul guna seremonial penyerahan panji pataka dan bendera yang diestafetkan dari kecamatan Kemlagi kepada Kecamatan Jetis.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian acara yang masuk kedalam program Kirap bendera yang digagas oleh PC Ansor Kabupaten Mojokerto. Rencananya sebanyak 52 bendera yang terdiri dari bendera merah putih, lajnah, banom, dan lembaga NU akan diarak secara estafet dari kecatamatan satu ke kecamatan lain se kabupaten mojokerto.

    Serah terima yang dilangsungkan oleh kecamatan kemlagi kepada kecamatan jetis berjalan khidmat namun meriah. Antusias para peserta terlihat jelas ketika mengitu serah terima bendera tersebut. Seluruh banom dan lembaga hadir lengkap dengan menganakan seragam banom dan lembaganya masing-masing.

    Dalam sambutannya Abah Usail selaku Ketua MWC NU Kecamatan Jetis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap peserta yang hadir dengan penuh antusias menjadi pelaku sejarah akan kegiatan yang baru diadakan pertama kali di kabupaten mojokerto ini. Beliau juga berpesan untuk mengawal bendera-bendera itu sampai titik darah penghabisan sebagai wujud pengabdian dank e tawadhu’an kita kepada para kyai.

    Setali tiga uang, gus Ibnu selaku ketua Ansor PAC kecamatan jetis juga menyampaikan hal yang hamper serupa. “ Jihat yang dilakukan para pejuang di masa lalu adalah dengan mengangkat senjata memperjuangkan kemerdekaan, sekarang ketika kita melakukan syiar dengan melakukan kirab mengelilingi se antero kecamatan jetis, adalah perwujudan aksi nyata kita untuk berjihat mengisi kemerdekaan dengan hal positif yang bernilai kebaikan”

    Bendera yang sudah diterima tersebut selanjutnya diarak dengan berjalan kaki menuju gedung MWC NU Jetis untuk selanjutnya di istirahatkan selama semalam. Rencananya, besok sabtu 06 November 2021 kesemua bendera itu akan di arak berkeliling kecamatan jetis menggunakan kendaran bermotor dengan garis finishnya adalah gedung MWC NU Kecamatan Gedeg.

    Rangkaian kegiatan kirab bendera tersebut akan berakhir pada Hari minggu tanggal 21 November 2021 yang di tutup dengan apel akbar yang di ikuti oleh semua anggota ansor banser se kabupaten mojokerto. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang dilakukan oleh Kepengurusan PC Ansor Kabupaten Mojokerto sebagai penutup masa jabatan. (Any sorban)

  • LESTARIKAN TRADISI ASWAJA PAC GP ANSOR GEDEG MOJOKERTO GELAR DIBA’ KUBRO

    LESTARIKAN TRADISI ASWAJA PAC GP ANSOR GEDEG MOJOKERTO GELAR DIBA’ KUBRO

    Sorbansantri.com – Pimpinan Anak Cabang Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Gedeg menggelar kegiatan Diba’ Kubro pada Sabtu malam (25/09/2021). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Hidayah, Desa Balongsari.

     

    Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Gedeg, Muhammad Sholihuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menjalankan program kerja yang telah disepakati pada Rapat Kerja sebelumnya.

     

    “Diba’ Kubro ini dilaksanakan untuk menjalankan proker (program kerja) yang sudah disepakati saat Raker (Rapat Kerja),” terangnya.

     

    Di samping itu, pemuda yang dalam triwulan akhir ini baru saja sukses menuntaskan jenjang pendidikan Strata Satu-nya itu juga menyampaikan bahwa Rijalul Ansor merupakan lembaga yang memang memiliki titik fokus pada peningkatan spiritualitas, serta pelestarian nilai-nilai Aswaja di tengah lingkungan masyarakat.

     

    “Sudah jadi tugas kami untuk melestarikan tradisi Aswaja. Rijalul Ansor memang dibentuk untuk itu,” tuturnya saat wawancara.

     

    Seusai kegiatan ditutup, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Takmir Masjid Al-Hidayah yang telah bersedia memfasilitasi jalannya kegiatan sampai akhir.

     

    “Terima kasih saya ucapkan kepada Takmir Masjid Al-Hidayah yang telah memfasilitasi kegiatan ini sampai akhir,” ungkap pemuda yang kini resmi menyandang Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam itu.

     

    Perlu diketahui, Diba’ Kubro merupakan kegiatan bulanan yang rutin diselenggarakan di setiap hari Sabtu akhir bulan. Diba’ Kubro ini umumnya diselenggarakan di masjid-masjid tertentu yang memiliki afiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Termasuk di antara rangkaian acara dalam kegiatan ini ialah pembacaan Ratibul Haddad dan Maulid Diba’i, yang diiringi dengan lantunan Sholawat Banjari dari para pemuda Nahdliyyin yang datang menghadiri kegiatan.(Rifin sorban)

    Sorbansantri.com – Pimpinan Anak Cabang Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Gedeg menggelar kegiatan Diba’ Kubro pada Sabtu malam (25/09/2021). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Hidayah, Desa Balongsari.

    Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Gedeg, Muhammad Sholihuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menjalankan program kerja yang telah disepakati pada Rapat Kerja sebelumnya.

    “Diba’ Kubro ini dilaksanakan untuk menjalankan proker (program kerja) yang sudah disepakati saat Raker (Rapat Kerja),” terangnya.

    Di samping itu, pemuda yang dalam triwulan akhir ini baru saja sukses menuntaskan jenjang pendidikan Strata Satu-nya itu juga menyampaikan bahwa Rijalul Ansor merupakan lembaga yang memang memiliki titik fokus pada peningkatan spiritualitas, serta pelestarian nilai-nilai Aswaja di tengah lingkungan masyarakat.

    “Sudah jadi tugas kami untuk melestarikan tradisi Aswaja. Rijalul Ansor memang dibentuk untuk itu,” tuturnya saat wawancara.

    Seusai kegiatan ditutup, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Takmir Masjid Al-Hidayah yang telah bersedia memfasilitasi jalannya kegiatan sampai akhir.

    “Terima kasih saya ucapkan kepada Takmir Masjid Al-Hidayah yang telah memfasilitasi kegiatan ini sampai akhir,” ungkap pemuda yang kini resmi menyandang Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam itu.

    Perlu diketahui, Diba’ Kubro merupakan kegiatan bulanan yang rutin diselenggarakan di setiap hari Sabtu akhir bulan. Diba’ Kubro ini umumnya diselenggarakan di masjid-masjid tertentu yang memiliki afiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Termasuk di antara rangkaian acara dalam kegiatan ini ialah pembacaan Ratibul Haddad dan Maulid Diba’i, yang diiringi dengan lantunan Sholawat Banjari dari para pemuda Nahdliyyin yang datang menghadiri kegiatan.(Rifin sorban)

  • IKRAR WAKAF NADIR MWC NU JETIS oleh PPAIW JETIS, BWI MOJOKERTO

    IKRAR WAKAF NADIR MWC NU JETIS oleh PPAIW JETIS, BWI MOJOKERTO

    Sorbansantri.com – pada hari jum’at (24)09/2021) di kantor MWC NU Jetis jam 08:00wib telah di laksanakan acara ikrar wakaf oleh 8 wakif dari  desa penompo dengan nadir MWC NU Jetis Mojokerto di hadapan pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW) kecamatan Jetis dengan harapan tanah yang telah di wakafkan tetap terjaga serta bisa memberikan kemanfaatan kepada masyarakat secara teros menerus.

     

    Komponen yang hadir pada acara tersebut selain dari 8 pemilik tanah atau ahli waris pemilik tanah  selaku wakif dan pengurus MWC NU Jetis selaku nadir, hadir pula PPAIW kecamatan jetis, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Mojokerto serta pengurus LWP MWC NU Jetis.

     

    H. USAIL S.Pd.I selaku ketua MWC NU dalam sabutannya mengucapkan terima kasih kepada para wakif yang telah mewakafkan tanahnya dengan nadir MWC NU Jetis,  supaya bisa menjaga dan berupaya tanah yang telah di wakafkan bisa bermanfaat membawa keselamatan  kemulyaan  di dunia sampai di akhirat.

     

    Ketua PPAIW kecamatan Jetis bpk ACHMAD ANAS  S.Ag menyampaikan keterlibatan dan respon baik MWC NU Jetis terhadap permasalahan wakaf, serta siapnya menjadi nadir sungguh mengembirakan sekaligus ini adalah solusi terbaik tentang kenadiran,  karena selama ini banyak tanah wakaf yang mengunakan nadir perorangan, sedangkan nadir perorangan titik lemahnya bila nadirnya meninggal tidak ada regenerasi kenadiran, apabila nadir lembaga maka akan bisa teros menerus.

     

    Beliau juga mengharapkan dari LWP MWC NU Jetis selain mensosialisasikan wakaf  dengan nadir MWC NU bisa sekalian mensosialisasikan tentang wakof produktif.

     

    “Barangkali kedepan MWC NU bisa menampung wakaf tanah untuk pom, agrekultural,  perkebunan  sehingga semua masyarakat bisa merasakan kemanfaatan dari progam MWC NU” kata beliau di akhir sambutannya.

     

    KH. A. RIFAI DIMJATHI selaku ketua Badan Wakaf Indonesian kabupaten mojokerto  memberikan apresiasi yang luar biasa kepada MWC NU Jetis karena sampai sekarang sertifikat wakaf yang di keluarkan  BWI  sekabupaten Mojokerto paling banyak di keluarkan untuk tanah wakaf yang berada di Jetis. (Dikin sorban)

    Sorbansantri.com – pada hari jum’at (24)09/2021) di kantor MWC NU Jetis jam 08:00wib telah di laksanakan acara ikrar wakaf oleh 8 wakif dari desa penompo dengan nadir MWC NU Jetis Mojokerto di hadapan pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW) kecamatan Jetis dengan harapan tanah yang telah di wakafkan tetap terjaga serta bisa memberikan kemanfaatan kepada masyarakat secara teros menerus.

    Komponen yang hadir pada acara tersebut selain dari 8 pemilik tanah atau ahli waris pemilik tanah selaku wakif dan pengurus MWC NU Jetis selaku nadir, hadir pula PPAIW kecamatan jetis, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Mojokerto serta pengurus LWP MWC NU Jetis.

    H. USAIL S.Pd.I selaku ketua MWC NU dalam sabutannya mengucapkan terima kasih kepada para wakif yang telah mewakafkan tanahnya dengan nadir MWC NU Jetis, supaya bisa menjaga dan berupaya tanah yang telah di wakafkan bisa bermanfaat membawa keselamatan kemulyaan di dunia sampai di akhirat.

    Ketua PPAIW kecamatan Jetis bpk ACHMAD ANAS S.Ag menyampaikan keterlibatan dan respon baik MWC NU Jetis terhadap permasalahan wakaf, serta siapnya menjadi nadir sungguh mengembirakan sekaligus ini adalah solusi terbaik tentang kenadiran, karena selama ini banyak tanah wakaf yang mengunakan nadir perorangan, sedangkan nadir perorangan titik lemahnya bila nadirnya meninggal tidak ada regenerasi kenadiran, apabila nadir lembaga maka akan bisa teros menerus.

    Beliau juga mengharapkan dari LWP MWC NU Jetis selain mensosialisasikan wakaf dengan nadir MWC NU bisa sekalian mensosialisasikan tentang wakof produktif.

    “Barangkali kedepan MWC NU bisa menampung wakaf tanah untuk pom, agrekultural, perkebunan sehingga semua masyarakat bisa merasakan kemanfaatan dari progam MWC NU” kata beliau di akhir sambutannya.

    KH. A. RIFAI DIMJATHI selaku ketua Badan Wakaf Indonesian kabupaten mojokerto memberikan apresiasi yang luar biasa kepada MWC NU Jetis karena sampai sekarang sertifikat wakaf yang di keluarkan BWI sekabupaten Mojokerto paling banyak di keluarkan untuk tanah wakaf yang berada di Jetis. (Dikin sorban)

  • PAC GP ANSOR  Perak Jombang melaksanakan giat rutin bulanan MDS

    PAC GP ANSOR Perak Jombang melaksanakan giat rutin bulanan MDS

    Sorbansantri.com — Untuk menyambung tali silaturahmi antar anggota dan pengurus maka GP ANSOR kecamatan perak kabupaten Jombang melaksanakan kegiatan rutin satu bulan sekali yang di kemas dalam acara majlis dzikir dan sholawat.

     

    Pada hari Jum’at (24-09-2021) di masjid AL MUKMININ  kalang semanding kegiatan rutin di laksanakanya, dengan maksud dan tujuan untuk menjalin rasa ukhuwah Islamiyyah dan juga ukhuwah batiniyah antar anggota maupun pengurus.

     

    Tampak hadir dalam acara tersebut ketua PAC  GP Ansor kecamatan perak Gus Tufail Affan, ketua PC GP ANSOR Jombang Gus Antok, Kasatkoryon BANSER kecamatan perak Mulyo Utomo beserta anggota dan jajaran pengurus lainnya, tampak hadir juga Gus Basor selaku dewan Surya MWC NU perak.

     

    Ketua PAC Gp Ansor kecamatan perak Gus fail memberi wejangan kepada para anggotanya bahwasanya Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang berbasis gerakan harus mampu menggerak kan dan digerak kan, harus menjadi generasi yg multi tasking atau mempunyai peran ganda, baik peran dunia maya maupun di dunia nyata.

     

    Menurut Gus Antok yang selaku ketua PC GP ANSOR kabupaten jombang mengatakan bahwasanya kader Ansor dan Banser harus tetap menjaga keutuhan bangsa supaya kita terjaga dalam beragama dan beribadah, dan kita harus tetap bersinergi dengan pemerintah demi menjaga keutuhan NKRI ini, Pungkasnya.

     

    Ditempat yang sama Menurut Gus Basor selaku dewan surya di jajaran MWC NU kecamatan perak beliau memberi semangat kepada kader Ansor dan Banser karena Gp Ansor sekarang adalah Nu di masa depan, jadi mari kita mulai dari sekarang untuk  berhidmad di jam’yah nahdlotul ulama’ agar mendapat ridho dan berkahnya oleh para muassis NU. (Hasan-Infokom Satkorcab Mojokerto)

    Sorbansantri.com — Untuk menyambung tali silaturahmi antar anggota dan pengurus maka GP ANSOR kecamatan perak kabupaten Jombang melaksanakan kegiatan rutin satu bulan sekali yang di kemas dalam acara majlis dzikir dan sholawat.

    Pada hari Jum’at (24-09-2021) di masjid AL MUKMININ kalang semanding kegiatan rutin di laksanakanya, dengan maksud dan tujuan untuk menjalin rasa ukhuwah Islamiyyah dan juga ukhuwah batiniyah antar anggota maupun pengurus.

    Tampak hadir dalam acara tersebut ketua PAC GP Ansor kecamatan perak Gus Tufail Affan, ketua PC GP ANSOR Jombang Gus Antok, Kasatkoryon BANSER kecamatan perak Mulyo Utomo beserta anggota dan jajaran pengurus lainnya, tampak hadir juga Gus Basor selaku dewan Surya MWC NU perak.

    Ketua PAC Gp Ansor kecamatan perak Gus fail memberi wejangan kepada para anggotanya bahwasanya Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang berbasis gerakan harus mampu menggerak kan dan digerak kan, harus menjadi generasi yg multi tasking atau mempunyai peran ganda, baik peran dunia maya maupun di dunia nyata.

    Menurut Gus Antok yang selaku ketua PC GP ANSOR kabupaten jombang mengatakan bahwasanya kader Ansor dan Banser harus tetap menjaga keutuhan bangsa supaya kita terjaga dalam beragama dan beribadah, dan kita harus tetap bersinergi dengan pemerintah demi menjaga keutuhan NKRI ini, Pungkasnya.

    Ditempat yang sama Menurut Gus Basor selaku dewan surya di jajaran MWC NU kecamatan perak beliau memberi semangat kepada kader Ansor dan Banser karena Gp Ansor sekarang adalah Nu di masa depan, jadi mari kita mulai dari sekarang untuk berhidmad di jam’yah nahdlotul ulama’ agar mendapat ridho dan berkahnya oleh para muassis NU. (Hasan-Infokom Satkorcab Mojokerto)