Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • SOAL KEMELUT DI NATUNA, PBNU SIAP JIHAD DEMI NKRI

    SOAL KEMELUT DI NATUNA, PBNU SIAP JIHAD DEMI NKRI

    Infokom BanserNU- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan siap berjihad demi mempertahankan setiap jengkal kedaulatan NKRI.

    Hal ini disampaikan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj saat memberikan keterangan resmi organisasi keislaman tersebut terkait aksi Tiongkok yang memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Perairan Natuna.

    “Dalam pandangan Nahdlatul Ulama sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari, hukum membela keutuhan tanah air adalah fardu ain atau wajib bagi setiap orang Islam. Dan barang siapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid,” kata Kiai Said dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (6/1).

    Menurut Said, kedudukan laut amat strategis sebagai basis pertahanan. Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut China Selatan, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan.

    “Ketidaksungguhan pemerintah dalam melaksanakan konsep pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers,” katanya.

    Oleh karena itu, Kiai Said juga mengingatkan kepada pemerintah, jangan negara lembek, meski Tiongkok merupakan salah satu investor di Indonesia.

    “Meskipun Tiongkok merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia, Nahdlatul Ulama meminta Pemerintah RI tidak lembek dan tidak menegosiasikan perihal kedaulatan teritorial dengan kepentingan ekonomi. Keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, di darat dan di laut, dan juga di udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apa pun. Dalam jangka panjang, Nahdlatul Ulama meminta Pemerintah RI untuk mengarusutamakan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi dan geopolitik,” kata Kiai Said.

    #HubbulWathonMinalIman

  • APA SIH HIZBUT TAHRIR INDONESIA ( HTI )

    APA SIH HIZBUT TAHRIR INDONESIA ( HTI )

    🔥Hizbut tahrir (HT)🔥= sebuah partai politik yg berideologi Islam, bukan organisasi kerohanian, bukan pula lembaga ilmiah ataupun akademis.

    🥊👉HT didirikan 1952 M, di lebanon oleh syekh Taqiyyuddin an-Nabhani, dan masuk ke Indonesia tahun 1972. Pendiri hizbut tahrir berpindah2 dari Yordania, Syiria, dan lebanon. Namun wafatnya Sang Pendiri itu di Bairut.🤹‍♂
    Sumber
    (الموسوعة الميسرة, ج 1 ص 341)
    حِزب التحرير حزب سياسي إسلامي يدعو إلى تبني مفاهيم الإسلام وأنظمته وتثقيف الناس به والدعوة إليه والسعي جديا لإقامة دولة الخلافة الإسلامية معتمدا الفكر أداة رئيسة في التغيير.
    مدن فلسطين.
    👆👆

    HTI beranggapan bhw umat Islam jaman now hidup dalam Darul kufur yg serupa dgn kehidupan di mekkah (sebelum hijrah ke madinah)

    ⏯🤜Tahapan dakwah, HTI🤛⏪
    1.Tahap pembinaan & pengkaderan
    2.Tahapan berinteraksi dgn umat agar ikut memikul kegiatan dakwahnya
    3.Tahap pengambilan kekuasaan untuk menerapkan Islam kaffah katanya HT sih.. Pdhl Islam kaffah itupun sendiri mereka g mudeng blass😂😂🐍🐍

    ⏭Vonis: HT itu stlh agenda mereka gagal kemerdekaan Palestina, mereka mirip Bunglon yg loncat kesana kemari dg menyamar agar umat islam di dunia simpati dan mendukung mereka… 🦎🦎

    Lek.. Sakwelase lek..
    Cacingan deh lu bro wkwkwk

    🌠IDEOLOGI HT Mengadopsi Ideologi Mu’tazilah, Pada masa Bani Umayyah, lahir gerakan revivalis yg dipelopori oleh Ma’bad bin Kholid al-Juhani, penggagas ideologi Qodariyah yg berpijak pd pengingkaran qadha’ dan qadar Allah Swt. 🌠
    Ideologi ini menjadi embrio lahirnya sekte mu’tazilah. Ideologi ini lalu diikuti oleh Taqiyuddin an-Nabhani, Dalam bukunya, ia berkata:
    وهذه الأفعال أي أفعال الإنسان لا دخل لها بالقضاء ولا دخل للقضاء بها لان الإنسان هو الذي قام بها بإرادته واختياره وعلى ذلك فإن الأفعال الإختيارية لا تدخل تحت القضاء( الشخصية الأسلامية 1 ص 71-72)
    “semua perbuatan manusia ini, tdk ada kaitannya dg ketentuan / qadha’, dan qadha’ jg tdk ada kaitannya dgnya, krn manusialah yg melakukannya dgn kemauan & ikhtiyarnya, oleh karena itu perbuatan ikhtiyari manusia tdk masuk dalam lingkup qadha’ Allah”.( al-Syakhshiyyat al-islamiyyah juz 1 hal. 71-72)

    🥊NB: HT rukun imannya HTI itu cuma 5 berbeda dg umumnya umat islam yg jumlahnya 6
    Catet tuh🥊

    Ini jelas bertentangan dgn al-Quran, sunnah dan akal sehat.
    وخلق كل شيء فقدره تقديرا [الفرقان/2]
    “dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukurannya dgn serapi²nya”. (Qs, al-Furqon, 2)

    إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ [القمر/49]
    “sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”.(QS, al-Qomar, 49)

    ⚡Mudahnya⚡… HT ingkar dg lafadz
    لا حول ولا قوة الا بالله

    Yg lbh parah..Taqiyuddin jg mengatakan
    فتعليق المثوبة او العقوبة بالهدى والضلال يدل على أن الهداية والضلال هما من فعل الإنسان وليسا من الله
    “mengkaitkan pahala & siksa dg petunjuk dan kesesatan menjadi dalil bhw hidayah dan kesesatan itu sebenarnya termasuk perbuatan manusia dan bkn datang dari Allah”. (al-Syakhshiyyat al-islamiyyah juz 1 hal 74)

    pernyataan an-Nabhani diatas merupakan penolokan terhadap teks-teks al-Quran dan Hadits.
    Dalam ayat lain
    { فمن يهدي من أضل الله} [الروم: 29]
    “maka siapakah yg akan menunjuki orang yg telah disesatkan Allah ?”.

    { إن هي إِلا فتنتك تضل بها من تشاء وتهدي من تشاء} [الأعراف: 155]
    “Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dg cobaan itu siapa yg Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kpd siapa yg Engkau kehendaki”. (QS. Al-A’rof: 155)

    Soal Ta’wil
    terhadap ayat² mutasyabihat Hizbut Tahrir anti TA’WIL, krn mereka beralasan bhw pendekatan ta’wil tidak dikenal dikalangan ulama salaf. Dalam hal ini an-Nabhani mengatakan
    كان التأويل أول مظاهر المتكلمين …. وكان التأويل عنصرا من عناصر المتكلمين وأكبر مُمَيّزٍ لهم عن السلف (الشخصية الأسلامية 1 ص 53 )
    “Ta’wil merupakan fenomena yg pertama kala dimunculkan oleh para teolog. Jadi ta’wil itu merupakan salah satu unsur dan yg paling membedakan antara mereka dg salaf”. (al-Syakhshiyyat al-islamiyyah juz 1 hal 53)

    Pernyataan an-Nabhani itu bisa mengesankan bhw dikalangan ulama salaf tidak ada ulama yg ahli dalam bidang teolog (ilmu kalam). Pdhl pakar teolog itu sdh byk dikalangan ulama misal Al-Imam Abu Manshur Abdul Qohir bin Thohir al-Tamimi al-Baghdadi menegaskan bahwa teolog pertama dari generasi sahabat adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Umar, sedangkan teolog pertama kali dari generasi tabi’in adalah Umar bin Abdul ‘Aziz, Zaid bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Hasan al-Bashri, kemudian al-Sya’bi, Ibnu Syihab al-Zuhri, ja’far bin Muhammad al-Shadiq dll

    Mikiiiiiir… Jangkrik bos… 😁😁🙈🙈

    Tentang masalah ta’wil HT persis seperti wahabi…yaitu anti TA’WIL sehingga mereka mudah terjerumus ke dalam faham tajsim (berkeyakinan Allah itu memiliki anggota tubuh seperti tangan, mata, kaki dll serta butuh tempat). 🐊🐊

    Mudahnya HT itu 11 12 dg Wahabi soal Ta’wil yakni kaum tekstual.
    Ibaratnya ada susu tp memakai kaleng yg bergambar beruang..
    Maka haram hukumnya minum susu tersebut….
    Lucu dan culun g tuh.. 😆😆

    والله اعلم بالصواب
    Semoga Bermanfaat
    Amiin..

  • Permulaan Mendapat Hidayah – KITAB BIDAYATUL HIDAYAH

    Permulaan Mendapat Hidayah – KITAB BIDAYATUL HIDAYAH

    Ngaji, Infokom Banser NU – بسم الله الرحمن الرحيم  Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam atas makhluk-Nya termulia, Muhammad, Rasul dan hamba-Nya, serta atas keluarga dan sahabat beliau.

    Ketahuilah wahai manusia yang ingin mendapat curahan ilmu, yang betul-betul berharap dan sangat haus kepadanya, bahwa jika engkau menuntut ilmu guna bersaing, berbangga, mengalahkan teman sejawat, meraih simpati orang, dan mengharap dunia, maka sesungguhnya engkau sedang berusaha menghancurkan agamamu, membinasakan dirimu, dan menjual akhirat dengan dunia. Dengan demikian, engkau mengalami kegagalan, perdaganganmu merugi, dan gurumu telah membantumu dalam berbuat maksiat serta menjadi sekutumu dalam kerugian tersebut. Gurumu itu seperti orang yang menjual pedang bagi perompak jalanan, sebagaimana Rasul saw. bersabda, “Siapa yang membantu terwujudnya perbuatan maksiat walaupun hanya dengan sepenggal kata, ia sudah menjadi sekutu baginya dalam perbuatan tersebut. ”

    Jika niat dan maksudmu dalam menuntut ilmu untuk mendapat hidayah, bukan sekadar mengetahui riwayat, maka bergembiralah. Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya untukmu saat engkau berjalan dan ikan-ikan paus di laut memintakan ampunan bagimu manakala engkau berusaha. Tapi, engkau harus tahu sebelumnya bahwa hidayah merupakan buah dari ilmu engetahuan. Hidayah memiliki permulaan dan akhir serta aspek lahir dan batin. Untuk mencapai titik akhir tersebut, permulaannya harus tersusun rapi. Begitu pula, untuk menyingkap aspek batinnya, harus diketahui terlebih dahulu aspek lahirnya.

    Oleh karena itu, di sini akan aku tunjukkan padamu permulaan dari sebuah hidayah agar engkau bisa mencoba dirimu dan menguji hatimu. Apabila engkau mendapati hatimu condong pada hidayah tersebut lalu dirimu berusaha untuk menggapainya, maka setelah itu engkau bisa melihat perjalanan akhir darinya yang melaju dalam lautan ilmu. Sebaliknya, jika engkau mendapati hatimu berat dan lengah dalam mengamalkan apa yang menjadi konsekuensinya, ketahuilah bahwa jiwa yang mendorongmu untuk menuntut ilmu tersebut adalah jiwa al-ammaarah bi as-su’ (yang memerintahkan pada keburukan). Jiwa tersebut bangkit karena taat kepada setan terkutuk untuk dijerat dengan tali tipuannya. Ia terus memberikan tipudayanya kepadamu sampai engkau betul-betul binasa. Ia ingin agar engkau memperbanyak kejahatan dalam bentuk kebaikan sehingga ia bisa memasukkanmu dalam kelompok orang yang merugi dalam amalnya. Yaitu, mereka yang sesat di dunia ini, yang mengira bahwa mereka telah melakukan suatu perbuatan baik.

    Saat itu setan menceritakan padamu tentang keutamaan ilmu, derajat para ulama, serta berbagai riwayat di seputarnya. Namun, setan tersebut membuatmu lalai dari sabda Nabi saw., “Siapa yang bertambah ilmu, tapi tidak bertambah hidayah, ia hanya bertambah jauh dari Allah. ” Juga dari sabda Nabi saw. yang berbunyi, “Orang yang paling keras siksanya dihari kiamat, adalah orang alim yang ilmunya tak Allah berikan manfaat padanya. ”

    Nabi saw. berdoa:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
    Allahumma innii a’udzubika min ‘ilmi laa yanfa’u wa qalbin laa yakhsya’ wa ‘ amalin laa y urf a’ u w a du’ain laa yusma’u

    “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari amal yang tak diterima, dan dari doa yang tak didengar. ”

    Sabda Nabi saw., “Di malam aku melakukan Israk, aku melewati sekelompok kaum yang bibir mereka digunting dengan gunting api neraka. Lalu aku bertanya, ‘Siapa kalian? ’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah orang-orang yang memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya, dan mencegah keburukan tapi kami sendiri mengerjakannya! ”

    Oleh karena itu, jangan engkau serahkan dirimu untuk – diperdaya oleh jerat tipuannya. Celaka sekali bagi orang bodoh, karena ia tidak belajar. Tapi celaka seribu bagi orang alim yang tak mengamalkan ilmunya!

    IMAM AL GHAZALI RH | BIDAYATUL HIDAYAH

  • Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    wp.sorbansantri.com- Peringatan ulang tahun PAGAR NUSA di dusun rejosari RT 03 RW 02 Ranting Plososari tgl 6 Januari 2021. Sudah mecapai usia satu tahun sejak dibukanya PSNU di dusun Rejosari Plososari pada awal Januari 2020 setahun yang lalu.

    Peringatan ini berlangsung mulai pukul 20.00 – 22.30.wib dengan rangkaian acara pembukaan, qiroatul Qur’an,sambutan, pembacaan manaqib, mauidhzoh Hasanah di akhiri dengan pembacaan doa.

    Acara yang diselenggarakan oleh PSNU Ranting Plososari dusun rejosari ini mendatangkan dewan pendekar dari Jombang dan Pacet diantaranya adalah Gus Anwar Gus Muhtar dan kang Dedi dan juga diikuti oleh utusan utusan santri PSNU dari sebagian ranting dekat Plososari.

    Acara peringatan HAUL ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran Pagar Nusa dalam membangun SDM melalui seni pencak silat PSNU agar generasi bangsa di tingkat ranting tidak mudah terpengaruh dengan paham ekstrim kiri dan ekstrim kanan yang pada akhir akhir ini makin tumbuh bercokol di kalangan masyarakat pedesaan bahkan sampai kota, dan Untuk mengantisipasi masuknya ideologi Wahabi yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat yang kental dengan ajaran Aswaja An Nahdliyah dari buyut sampai saat ini.

    “Satu satunya banom NU yang bisa masuk dan mewarnai semua banom banom NU adalah Pagar Nusa, demikian juga pada acara ini pagar Nusa mendatangkan jama’ah thoriqoh mu’tabaroh Annahdhiyah untuk membacakan manaqib sayyidi syaikh Ahmad bin Muhammad attijani RA.

    hal ini sebagai bentuk ngalab barokah dari manaqib tersebut dan juga sebagai bentuk interaksi sosial antara santri Pagar Nusa dan warga sekitar yang mayoritas pengamal thoriqoh Attijaniah” Demikian tutur Gus Anwar dalam mauidhzohnya.

    di Akhir mauidhzohnya Gus Anwar mengimbau agar santri Pagar Nusa benar benar manjaga amanah yang di wariskan oleh wali songo, Hadrotussyaikh, dan KH Abdullah Maksum Jauhari agar benar benar di akui sebagai santrinya beliau beliau.

    PSNU RANTING PLOSOSARI#

    PAGAR NUSA#

    PAGAR NU DAN BANGSA#

    SANTRI PSNU PLOSOSARI#

     

  • 3 JENIS MANUSIA DALAM MENUNTUT ILMU – BIDAYATUL HIDAYAH

    3 JENIS MANUSIA DALAM MENUNTUT ILMU – BIDAYATUL HIDAYAH

    Ngaji, InfokomBanserNU-

    بسم الله الرحمن الرحيم

    (1) Seseorang yang menuntut ilmu guna dijadikan bekal untuk akhirat dimana ia hanya ingin mengharap rida Allah
    dan negeri akhirat. Ini termasuk kelompok yang beruntung;

    (2) Seseorang yang menuntut ilmu guna dimanfaatkan dalam kehidupannya di dunia sehingga ia bisa memperoleh
    kemuliaan, kedudukan, dan harta. Ia tahu dan sadar bahwa keadaannya lemah dan niatnya hina. Orang ini termasuk ke dalam kelompok yang berisiko. Jika ajalnya tiba sebelum sempat bertobat, yang dikhawatirkan adalah penghabisan yang buruk (su’ ul-khatimah ) dan keadaannya menjadi berbahaya. Tapi jika ia sempat bertobat sebelum ajal tiba, lalu berilmu dan beramal serta menutupi kekurangan yang ada, maka ia termasuk orang yang beruntung pula. Sebab, orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak berdosa;

    (3) Seseorang yang terperdaya oleh setan. Ia pergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta, serta
    untuk berbangga dengan kedudukannya dan menyombongkan diri dengan besarnya jumlah pengikut. Ilmunya menjadi tumpuan untuk meraih sasaran duniawi. Bersamaan dengan itu, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus disisi Allah karena ciri-ciri, pakaian, dan kepandaian berbicaranya yang seperti ulama, padahal ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin.

    Orang dari kelompok ketiga di atas termasuk golongan yang binasa, dungu, dan tertipu. Ia tak bisa diharapkan bertobat karena ia tetap beranggapan dirinya termasuk orang baik. Ia lalai dari firman Allah Swt. yang berbunyi, “Wahai orang orang yang beriman. Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tak kalian lakukan?!” (Q.S. ash-Shaff: 2). Ia termasuk mereka yang disebutkan Rasul saw., “Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal. ” Beliau kemudian ditanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ulama su’ (buruk).” Sebab, Dajal memang bertujuan menyesatkan, sedangkan ulama ini, walaupun lidah dan ucapannya memalingkan manusia dari dunia, tapi amal perbuatan dan keadaannya mengajak manusia ke sana.

    Padahal, realita lebih berbekas dibandingkan ucapan. Tabiat manusia lebih terpengaruh oleh apa yang dilihat ketimbang mengikuti apa yang diucap. Kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatannya lebih banyak daripada perbaikan yang di sebabkan oleh ucapannya. Karena, biasanya orang bodoh mencintai dunia setelah melihat si alim cinta pada dunia. Ilmu pengetahuan yang dimilikinya, menjadi faktor yang menyebabkan para hamba Allah berani bermaksiat pada-Nya. Nafsunya yang bodoh tertipu, tapi masih memberi angan-angan dan harapan padanya. Bahkan, ia mengajaknya untuk mempersembahkan sesuatu untuk Allah dengan ilmunya. Nafsu tersebut membuatnya beranggapan bahwa ia lebih baik dibandingkan hamba Allah yang lain.

    Maka dari itu, jadilah engkau termasuk golongan yang pertama. Waspadalah agar tidak menjadi golongan kedua
    karena betapa banyak orang yang menunda-nunda, ternyata ajalnya tiba sebelum bertaubat sehingga akhirnya rugi dan kecewa. Lebih dari itu, waspadalah! Jangan sampai engkau menjadi golongan ketiga karena engkau betul-betul akan binasa, tak mungkin selamat dan bahagia.

    Apabila engkau bertanya, “Apa permulaan dari hidayah tersebut sehingga aku bisa menguji diriku dengannya?” Maka ketahuilah bahwa hidayah bermula dari ketakwaan lahiriah dan berakhir dengan ketakwaan batiniah. Tak ada balasan kecuali dengan takwa dan tak ada hidayah kecuali bagi orang-orang bertakwa. Takwa adalah ungkapan yang mengandung makna melaksanakan perintah Allah Swt. dan menghindarkan larangan-larangan-Nya. Masing-masing ada dua bagian. Di sini aku akan menunjukkan kepadamu secara ringkas aspek lahiriah dari takwa dalam dua bagian tersebut secara bersamaan. Aku masukkan bagian ketiga agar tulisan menjadi lengkap dan cukup. Allah tempat meminta pertolongan.

    IMAM AL GHAZALI RH | BIDAYATUL HIDAYAH

  • PEMBAGIAN THOHAROH ATAU BERSUCI

    PEMBAGIAN THOHAROH ATAU BERSUCI

    ngaji, InfokomBanserNU- THOHAROH Secara Bahasa THOHAROH berma’na bebersih, sedangkan secara istilah memiliki banyak arti salah satunya adalah pekerjaan yang bisa menjadikan bolehnya untuk sholat.

    Sedangkan jika TH0HAROH (Tho’ dibaca dhommah) berarti sisa air yang digunakan bersuci seperti di Teko, dll bukan seperti di sumur.

    Thoharoh sendiri dibagi menjadi 2

    1. Wajib contoh : bersuci dari hadats, dll. Thoharoh yang wajib juga dibagi a. Membersihkan badan dan b.Membersihkan hati
    2. Sunnah contoh : memperbarui wudhu’

    Source : Al-Iqna’ dan Tausyeh.(mjbr)

  • Kisah Abah Guru Ketika Tsanawiyah

    Kisah Abah Guru Ketika Tsanawiyah

    wp.sorbansantri.com – Abah Guru Sekumpul masih muda bersama Guru Semman Mulia Sedikit mengambil berkah kisah Abah Guru Waktu Abah Guru sekolah di Darussalam kelas satu tsanawiyah, beliau termasuk murid yang jenius, bukan pandai lagi, kalau ulangan selalu dapat nilai “jayyid jiddan” artinya nilai tertinggi. Namun paman beliau Guru Semman Mulia, ingin keponakannya benar-benar ‘alim.

    Dan dikelas beliau mengajar itu ada pengajarnya yang ahli ilmu. Guru Semman meminta wali kelasnya supaya keponakannya jangan dinaikkan kelas supaya bisa belajar setahun lagi dengan pengajarnya yang ‘alim itu.

    Lalu Abah Guru dipanggil oleh Guru Seman selaku guru senior, dan menanyakan kepada Abah Guru dengan berbagai pertanyaan agama, dan Abah Guru bisa menjawabnya.

    Setelah Semua pertanyaan itu habis ditanyakan, akhirnya guru seman bertanya ” Zaini, berapa jumlah bulu ketiak ikam???” (Wahai Zaini, berapakah jumlah bulu ketiakmu?), maka Abah Guru pun tidak dapat menjawabnya.. Kemudian kata Guru Semman, “han kada ‘alim ikam kada bisa menjawab, mun kada naik kelas jangan salahkan aku lah” (kalau tidak bisa menjawab berarti kamu belum ‘alim, jangan salahkan saya kalau kamu tidak naik kelas).

    Akhirnya memang Abah Guru tidak naik kelas atas permintaan pamannya sendiri dengan tujuan yang mulia.. Dan Guru Semman sendiri sudah tau bahwa Abah Guru nanti akan menjadi orang besar, maka beliau di tarbiyah supaya jangan diri merasa ‘alim, padahal nilai-nilai Abah Guru selalu yang tertinggi.

    (KALAM PARA ULAMA’)

  • Semangat 2 sahabat ikuti Diklatsar Banser Ngoro di Akhir Tahun 2020, patut diacungi jempol

    Semangat 2 sahabat ikuti Diklatsar Banser Ngoro di Akhir Tahun 2020, patut diacungi jempol

    wp.sorbansantri.com- Ada yang lain dalam Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Angkatan 4 di PAC Ngoro Kabupaten Mojokerto pada penghujung Tahun 2020. Yang dilaksanakan pada hari Jum’at – Sabtu – Minggu Tanggal 25,26,27 Desember.

    Ini adalah DIKLAT pertama dalan kepemimpinan sahabat Moh. Saufi S.kom sebagai ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ngoro (2020-2023) menggantikan Sahabat Ahmad Surotin,yang diikuti oleh 125 calon anggota Banser.

    Yang paling menarik dan Luar biasa dalam Diklatsar ini adalah dengan adanya 2 sahabat yang kurang Fisiknya yaitu sahabat Mattino (yang harus memakai tongkat karena habis kecelakaan) dan sahabat Dwi Purnomo (memakai tongkat karena cacat bawaan waktu dia lahir). Semangat juang dan mengabdi pada NU serta NKRI inilah yang membuat bangga serta haru pada anggota yang lain,panitia,tim instruktur bahkan masyarakat serta tokoh di sekitar.

    Moh. Saufi S.kom (ketua PAC) dalam sambutannya menyampaikan “Ini adalah semangat juang dan dedikasi luar biasa untuk Agama Islam dan NKRI yg diberikan oleh sahabat Mattino dan Dwi Purnomo dalam Diklatsar ini” lalu dia melanjutkan sambutannya ” jadi…. Sahabat sahabat Yang lain jangan sampai kalah sama sahabat Mattino dan Dwi Purnomo dalam mempertahankan keutuhan NU dan NKRI”. //Choirul biro Infokom

  • PAC GP ANSOR CANDI SIDOARJO ZIAROH WALI SONGO JATIM

    PAC GP ANSOR CANDI SIDOARJO ZIAROH WALI SONGO JATIM

    Sorbansantri.com – PAC GP ANSOR CANDI SIDOARJO pada hari Minggu (03/02/2021) melakukan Ziaroh ke makam wali songo Jawa timur atau yang lebih populer dengan sebutan Ziaroh wali limo, di ikuti oleh perwakilan tiap tiap ranting GP ANSOR sekecamatan Candi dengan harapan bisa menjalin silaturahim antar ranting.

    Ketua PAC Gus M ANAS FAHRUDIN saat di wawancarai oleh redaksi wp.sorbansantri.com , di serambi masjid makam syech MAULANA ISHAQ Lamongan menginformasikan bahwa Ziaroh kali ini adalah salah satu agenda praraker yang ke_2 dengan harapan selain bisa menjalin silaturahim antar ranting juga GP ANSOR bisa berperan aktif untuk menjaga dan melestarikan tradisi Aswaja.

    Saat wawancara masih berlangsung jamaah berkumpul di sebelah utara makam lebih tepatnya di tempat peristirahatan nampak beberapa pemuda membagikan nasi kotak dengan tersenyum Gus ANAS berkata dengan logat jawa” biasa mas arek arek ansor yo ngene iki, bontot dewe ben tambah akur tur radi ngirit ” kalau di artikan ‘ sudah kebiasaan ANSOR seperti ini, bawa bekal sendiri biar tambah rukun dan agak hemat”

    Beliau juga memberitahukan bahwa rombongan yang berjumlah 55 jamaah ini di kawal oleh 5 BANSER yang di pimpin langsung oleh kasatkoryon, insyaALLOH nanti juga akan di sempatkan masuk ke tempat wisata baru yaitu pantai kelapa sebelum menuju ke makam sunan bonang. (Dikin sorban)

  • Tim Bagana Tabanan Bali Berhasil Temukan Anak yang Tenggelam

    Tim Bagana Tabanan Bali Berhasil Temukan Anak yang Tenggelam

    Bali, InfokomBanserNU- Bersama Tim SAR dan Aparat setempat, Tim Banser Tanggap Bencana (Bagana) Satkorcab Tabanan turut membantu mencari Dhimas, Siswa MTs Al-AMin Tabanan yang diketahui tenggelam di sungai Tanggulan Kamis (2/1) pukul 01.00 Wita. Tidak mudah untuk mencari anak tersebut, mengingat sungai Tanggulan terkenal berpalung berbahaya, dan berarus deras. Namun dengan doa dan ikhtiar bersama, Sahabat Musthofa dibantu sahabat Bagana lainya yaitu Sahabat Roni, Ridwan, Rendra dan Fauzi, berhasil menemukan anak tersebut pada pukul 17.15 Wita.

    “Alhamdulillah berkat doa bersama dan ikhtiar, yang menemukan jenazah Almarhum Dhimas (Siswa MTs Al-Amin) adalah seorang anggota BANSER BAGANA SATKORCAB TABANAN bernama Musthofa, Seorang penyelam yang TIDAK menggunakan alat selam. SALUT…” Kata Amron Sudarmanto, Kasi Bimas Islam Kemenag Kab.Tabanan sekaligus Penasehat PW Ansor Bali melalui Whatsapp group Ansor Bali.

    SORBANSANTRI.COM
    Proses evakuasi korban oleh tim SAR setelah sebelumnya jenazah diangkat oleh Tim Bagana

    Aksi dari sahabat Musthofa dan sahabat-sahabat Bagana tersebut, mendapatkan apresiasi yang besar dari masyarakat, ketua PW Ansor Bali, Yunus Naim turut menyampaikan ucapan terimakasih dan berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.

    “Alhamdulillah sudah ditemukan. Semoga keluarganya tabah dalam menghadapinya (cobaan ini). Terima kasih kepada sahabat-sahabat Ansor Banser yang tanggap dan peduli lingkungan.” ujar H. Yunus Naim.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Musthafa bersama ketua PW Ansor Bali dan tim Banser PW Bali

    Menurut Kasetma Banser Provinsi Bali, Nanang Setiabudi, Sahabat Musthofa memang sudah biasa mencari ikan di sungai arus deras. Beliau juga seorang Banser yang militan dan istrinya merupakan seorang Denwatser yang lulus diklatsar Karangasem Bali.

    “Sahabat Musthofa anggota Banser Satkoryon Kediri Tabanan memang suka mancing di Sungai Arus Deras. Istrinya juga seorang Denwatser yang lulus diklatsar Karangasem,” tandasnya.

    Dengan keberanian sahabat Musthofa dan Tim Bagana Tabanan, yang mempertaruhkan nyawanya di sungai arus deras demi mencari anak yang tenggelam semoga menjadi motivasi dan ghiroh bagi kita semua untuk membantu sesama. (ansor bali)