contoh isim nakiroh : Aku bertemu laki-laki (laki2 tsb belum jelas siapa)
Dalam bahasa Arab: رأيت رجلا
contoh isim ma’rifat : aku melihat laki-laki (laki2 tsb sudah jelas, misal : Umar, zaid, dll)
Dalam bahasa Arab: رأيت الرجل
Memaknai lafal Allah….
Ulama’ ahli nahwu pernah terjadi perbedaan pendapat tentang lafal Allah, sebagian besar memandah lafal Allah adalah isim nakiroh, mereka beranggapan bahwa lafal Allah bukan terbentuk dari lafal apapun melainkan dari lafal Allah itu sendiri.
tetapi salah seorang Ulama’ IMAM SYIBAWAIHI beranggapan bahwa lafal Allah merupakan Isim makrifat, terbentuk dari ال اله (al-ilahu), bisa menjadi lafal Allah karena di’illatkan.
lafal ilahun sendiri adalah bahasa arab yang berarti TUHAN.
dari ungkapan tersebut Imam Syibawaihi beranggapan dari lafalnya, Lafal ALLAH itu berarti Tuhan yang jelas dan Haq…
Karena pendapat tersebut, Imam Syibawaihi dimasukkan Allah SWT ke dalam surga-NYA…
Pacet, Infokom Banser NU- Acara rutinan setiap akhir tahun oleh Jamaah Dzikir Al Khidmah Kedinding Surabaya KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi (alm) sudah 3 kali ini diadakan di Pacet. Acara tersebut dimulai dari pukul 17.00 wib sore tadi.
“Banser dan Ansor harus membantu pengamanan dan kegiatan Jama’ah yang mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah, meskipun bukan dari acara NU” kata Ketua PAC GP Ansor Ke. Pacet, Sahabat Mujibur Rohman.
Mujibur Rohman, Ketua PAC GP ANSOR KEC. PACET
Jama’ah yang berasal dari berbagai Daerah se Jawa Timur hadir dan penuh hikmad dengan pakaian serba putih. Sampai berita ini di unggah, selalu saja jama’ah ada yang hadir berdatangan. Ribuan orang menangis harus, tersedu-sedu, meraung tangis dalam muhasabah dirinya masing-masing. Bahkan, ada yang sampai kehilangan kesadaran dalam dzikirnya (ekstase).
Hal seperti itulah sesungguhnya potret makna kemusliman dan kemukminan kita. Muslim satu dengan lainnya adalah saudara. Mukmin satu dengan yang lain adalah saudara. Ya, Innamal mu’minuna ikhwah. Sesama muslim tidak boleh saling membenci, tidak boleh saling menggunjing, tidak boleh saling menjatuhkan, tidak boleh saling memfitnah dan sebagainya. Demikian pula antar muslim sudah seharusnya saling mencinta, saling berprasangka baik, saling mendoakan, saling membantu kala sulit dan senang, salaing berbagi, dan sebagainya. Namun sayang, kerap ditemui contoh kurang baik di lapangan kehidupan, bila seorang yang mengaku muslim berprilaku negatif pada muslim lainnya. Naudzubillah.
BANSER LALU LINTAS PACET
BALANTAS PACET
Puluhan BANSER dan PAC GP ANSOR Pacet mengawal acara tersebut dengan rapi, dari pengamanan jalan sampai jalannya acara tersebut. Dimulai turunnya hujan sore sampai selesai acara Banser dan PAC GP Ansor Pacet tetap semangat dalam menjalankan tugasnya masing-masing. (red. Infokom Banser NU)
Pacet, InfokomBanserNU- Selasa, 31 Desember 2019. Telah terjadi kecelakaan tunggal di Rest area jalur Pacet – Batu Pukul 11.15 wib. Korban bernama Didik Eko Wahyu Wiranto alamat Dsn Serut DS Sukorame Kec. Sukorame Kab. Lamongan dan Ani Nur Safitri alamat Dsn Boworejo DS Cangkring Kec Bluluk Kab Lamongan.
Membawa korban ke RS Sumber Glagah
ambulance Welirang rescue
Penanganan korban 1
Penanganan korban 2
Motor Korban
Pengendara mengalami rem blong dari jalur atas, kemudian banting kiri menuju rest area. Korban hanya mendapat luka ringan pd wajah dan 1 Unit motor matic rusak ringan. Korban saat ini di bawa ke RS Sumber Glagah dan motor korban kita serahkan pada pos polisi, kata petugas di Lapangan.
Terimakasih buat anggota relawan Banser Tanggap Bencana ( BAGANA ) KAB Mojokerto, Welirang Komuniti Rescue dan LPBI-NU Kab. Mojokerto, yang telah tanggap dan siaga dalam antisipasinya mengenai kejadian tersebut.
Demikian berita yang bisa disampaikan, perkembangan dan kabar selanjutnya akan diliput kembali.
Infokom BanserNU- Bersyukur dan berdo’a memasuki kedua tahun itu hakekatnya mensyukuri nikmat ALLÕH, Maka barangsiapa menganggap sesat penyambutan datangnya tahun baru Syamsiyah atau Masehi, sejatinya dia tidak sadar telah menduakan ALLÕH karena menganggap (Tahun) Matahari bukan ciptaan ALLÕH
Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah² (tempat²) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)
ALLÕH tidak menciptakan yg demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda² (kebesaran-NYA) kepada orang² yg mengetahui.” (Yunus:5)
Ayat ini secara tegas mengakui adanya 2 macam bulan dan tahun :
Bulan yang dihitung berdasarkan perjalanan Matahari (Syams), maka dinamakan dg Syamsiyah Dan bulan yang dihitung berdasarkan perjalanan bulan (Qomar), maka dinamakan dengan Qomariyah Bahkan pada kesempatan lain ALLÕH menyatakan perbedaan kedua tahun ini melalui firman-NYA:
Artinya :”Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” (Al Kahfi:25)
Ayat ini – melalui kata “ditambah sembilan tahun” menyebutkan perbedaan antara QOMARIYAH dengan SYAMSIYAH yaitu dalam 3 abad selisih 9 tahun Ini penegasan ALLÕH akan keberadaan tahun “SYAMSIYAH”, bukan hanya QOMARIYAH.
Kedua tahun itu sudah ada sejak dahulu Namun SYAMSIYAH dihitung ulang dari angka 1 dari hari kelahiran Nabi Isa Al Masih, maka sejak saat itu SYAMSIYAH dikenal dg sebutan Masehiyah atau Masehi disingkat “M” Hingga kini berusia 2020 tahun. Karena kebodohannya orang² menisbatkan tahun ini kepada ke-kristenan
Adapun QOMARIYAH dihitung ulang mulai angka 1 sejak Hijrah Nabi MUHAMMAD SAW, maka sejak saat itu QOMARIYAH dikenal dengan sebutan “Hijriyah” disingkat dengan “H” Hingga kini berumur 1440 tahun.
Karena fanatik buta orang² menisbatkan tahun ini kepada ke-islaman.
Padahal BULAN dan MATAHARI tidak punya AGAMA Hanya keduanya memang berhubungan dengan amaliah AGAMA Bulan dikaitkan dengan Puasa dan Haji. Tapi Sholat Dzuhur dan Ashar bahkan buka puasa ditentukan oleh perjalanan MATAHARI Kedua benda langit (BULAN dan MATAHARI) adalah ciptaan ALLÕH Kedua tahun (QOMARIYAH dan SYAMSIYAH) juga ciptaan ALLÕH.
Maka, waspadalah jangan sampai kita kufur tanpa terasa…
Bila tidak tahu, diam lebih bermakna. HasbunALLÕH
Mojosari 31/12/2019. Saya mengajak dan mengharap untuk semua warga negara INDONESIA (baik mulai rakyat sipil sampai pejabat Negara),semua umat Islam,seluruh umat beragama. Mari kita jadikan tahun 2020 ini lebih baik dari tahun2 sebelumnya. Kita perbaiki semua kekurangan serta kejelekan kita ditahun lalu.
Kita perkuat tali PERSATUAN dan KESATUAN antar sesama warga Negara maupun antar umat beragama,kita jaga sifat UKHUWAH ISLAMIYAH.karena tanpa adanya semuanya itu kita akan mudah dipatahkan,di hancurkan,di binasakan
wp.sorbansantri.com – Keputusan pemerintah melarang organisasi, kegiatan dan simbol-simbol Front Pembela Islam (FPI) hadiah tahun baru bagi umat beragama di Indonesia. Sudah lama FPI dirasakan mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyaman masyarakat. Masyarakat risih, namun sungkan dan masih menghormati simbol-simbol agama yang digunakan FPI.
FPI organisasi yang tidak jelas apa maunya. Mau Khilafah, tapi model khilafahnya tidak jelas. Ketemu ISIS, menyatakan mendukung ISIS, ketemu PKS menyatakan mendukung PKS, ketemu HTI menyatakan mendukung HTI. Sedangkan kesemuanya itu mempunyai model khilafah yang berbeda-beda.
Ketika ditanya soal NKRI Bersyariah, konsepnya pun tidak jelas. Hanya jargon, karena kadung menolak ke-syar’i-an pemerintah NKRI, di sisi lain mau menyebut khilafah lebih tidak jelas lagi konsepnya. FPI sebenarnya terjebak dalam kejahilan mereka sendiri.
Pelarangan FPI merupakan kemenangan bagi umat beragama di Indonesia, bukan hanya Islam. Narasi dan opini politik identitas yang mereka mainkan sangat berbahaya bagi kohesi sosial dan integrasi bangsa. Misalnya Habib versus non habib. Islam versus kafir. Pembela Islam versus komunis. Khilafah versus NKRI.
Disengaja atau tidak, propaganda FPI telah membentuk habitus, membangun persepsi di alam bawah sadar dan menciptakan suasan batin anti pemerintah yang sah. FPI melakukan radikalisasi massa yang berujung pada aksi teror. Dibuktikan oleh tiga puluhan pelaku teror berlatar belakang FPI.
Pelarangan FPI dalam rangka menghentikan radikalisasi masyarakat. Mengutip materi Direktur Pencegahan BNPT Brigjen. Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM pada Sarasehan dan Muhasabah Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT, 28-30 Desember 2020 di Hotel Millenium Jakarta, bahwa, semua negara di dunia menghadapi ancaman terorisme yang lahir dari radikalisme berbasis suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).
Sejatinya, radikalisme dan terorisme tidak ada hubungannya dengan ajaran agama dan tidak ada kaitannya dengan kedalaman iman, ketaqwaan dan kedekatannya umat beragama kepada Tuhan. Karena kedalaman iman, ketaqwaan dan kedekatan dengan Tuhan adalah masalah hati. Bukan masalah politik, pemerintahan dan negara. Iman dan taqwa bersifat imanen (ada di dalam diri).
Oleh karena itu, radikalisme dan terorisme atas nama agama menjadi “fitnah” bagi agama dan umatnya. Sedangkan hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan substansi dan tujuan agama itu sendiri. Tentu saja merugikan dan akan memecah belah umat beragama, serta merusak citra agama-agama. Radikalisme dan terorisme menjadi masalah bagi semua agama.
Pembubaran FPI tidak melanggar prinsip kebebasan berkumpul/berserikat di era demokrasi. Pelarangan FPI, bukan pelarangan Islam. Apalagi kebencian kepada Islam. Saya islam sejak lahir. Saya bukan FPI. Saya bebas menjalankan agama saya.
Bukan saja bebas menjalankan ibadah mahdlah (ritual), saya juga bebas menjalankan ibadah muamalah dan siyasah. Saya beribadah siyasah sebagai warga negara dengan mentaati pemerintah sepanjang bukan maksiat. Saya berbeda pendapat fiqih dengan FPI, saya mengikuti pendapat jumhur ulama bahwa NKRI dan pemerintahannya absah secara syar’i, ulil amri yang wajib ditaati.
Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal FPI.
Selamat datang tahun 2021. Selamat datang kemenangan umat beragama.
Pacet, Infokom Banser NU –Dalam mengantisipasi membludaknya pengunjung yang akan meramaikan pesta pergantian tahun 2019 ke 2020, Banser Lalu Lintas ( BALANTAS ) Pacet Mojokerto siap siaga di Bunderan Pacet. Persiapan sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya oleh SATSUS BANSER PAC PACET (BALANTAS)
Kita bagi dua regu, Regu Pertama antisipasi di Pujasera Pacet dan Regu kedua fokus di Bunderan Pacet, kata Sahabat Ngateno selaku KASATBALANTAS PAC Pacet Mojokerto.
Kesigapan puluhan Banser Lalu Lintas dalam mengatur arus kendaraan yang menuju lokasi Wisata Air Panas Pacet di prediksi akan mulai ramai pukul 23.00 WIB dengan adanya konvoi motor yang berasal dari Mojokerto, Mojosari, Sidoarjo, Surabaya, dll.
Mojosari 30/12/19. Banyak yang beranggapan di bulan desember tanggal tua BANSER selalu akan mengamankan Gereja.
Anggapan seperti itu terpatahkan dengan Sahabat2 BANSER PAC Kec.Mojosari… karna di bulan desember Sahabat2 Banser Mojosari bersatu,bahu membahu untuk bersama2 Menjaga dan membersihkan Kantor MWCNU Kec.Mojosari yang merupakan markas besar kalangan keluarga NU di tiap2 kecamatan.
#BANSER….JAYA
#infokom mojokerto
Perintah Langsung dari KETUA UMUM PBNU Prof.Dr.KH Said Aqil Siradj MA.
Generasi Muda NU mari bersama-sama Kita Rapatkan Barisan Merebut Medan Tempur Medsos. kalau kita tidak kuasai Medan Tempur Medsos, ” KITA KALAH”
Sudah Saatnya NU Berdiri Tegak Melawan Badai..
Sudah Saatnya NU Jadi Barometer Perpolitikan Nasional…
Sudah Saatnya NU Bergerak Selaras Seperti alam..
Sudah Saatnya NU Beranjak Dari Pertapakannya…
→Diam Tak Selamanya Emas!
Kalau Bukan Kita Siapa Lagi… Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi..
Wong NU Tunjukanlah Warna Hijaumu, Rawe Rawe Rantas, Malang Malang Tuntas…!!!
Banyak yang tidak paham apa itu Cyber War, sehingga ketika kita berusaha melawan upaya serangan dari kelompok Radikal yang ingin mengganti Ideologi Pancasila, dan memecah belah bangsa dengan penggiringan opini betapa buruknya kebijakan pemerintah kita, dan berusaha melawan mereka yang berusaha menggembosi NU dengan segala macam fitnahnya dan pembusukan dari dalam melalui orang yang merasa paling NU se Nusantara.
Kita acapkali mendapat Nyinyiran dan sindiran dari kelompok yang sok bijak dengan mengatakan, Mana akhlaq NUmu, mana Akhlaq Aswajamu.
Perlu kalian ketahui, kami tidak usah diajari bagaimana tentang Akhlaq yang baik, dan bagaimana Akhlaq yang buruk.
Karena kami tidak sedang berkomunikasi dengan seorang Guru, Ulama dan Ustadz,
Tapi kami sedang berhadapandengan segerombolan preman bayaranyang sengaja dibentuk untuk menyerang via Media sosial yang mempunyai visi & misi merusak dan menghancurkan Negara ini.
Gondang, Cyberaswaja.online- Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Husada (BASADA) Kab.Mojokerto bersama BANSER HUSADA dari Surabaya Mengelar BAKSOS dengan Pemeriksaan dan Terapi, serta menangani keluhan penyakit, bekerja sama dengan Ponpes Kursi Biru di Dusun Wewe Desa Bening Kecamatan Gondang, Kab.Mojokerto.
Foto: Baksos BASADA di Ponpes Kursi Biru
Bertempat di Ponpes Kursi Biru, acara dibuka mulai pukul 06:30 WIB ini mendapatkan respon baik oleh masyarakat sekitar untuk berobat. Namun Sebelumnya kegiatan Baksos dimulai, anggota BASADA terlebih dahulu melakukan Do’a, agar diberikan kelancaran, manfaat mulai awal hingga akhir. 29/12/2019.
Foto: Jenis pelayanan Baksos BASADAFoto: Registrasi Peserta Baksos BASADA
Kerjasama Baksos BASADA memberikan pelayanan pengobatan diantaranya; Pemeriksaan dan Terapi, cek gula darah, cek asam urat, cek tekanan darah, totok wajah, pijat refleksi, terapi bekam, gurah, saturasi oksigen, bioelektrik, hypnoterapi.
Foto: Proses pelayananpengobatan Baksos BASADA
Diantaranya beberapa nama masyarakat yang mengikuti kegiatan Baksos Pengobatan BASADA, Bpk. Puji dari desa Bening (pengobatan bio Elektrik), Mas,Johar Demak Jateng (totok wajah.totok.punggung), Cak Narto.wono giri jateng (gurah mata,gurah hidung), bapak Saikhu dari Desa Sasap Kecamatan Sooko (gurah hidung/mata), H.Zaenal Arifin Kades Jatidukuh pengobatan Bio Elektrik, Ibu.Hj.miftah Desa Wonoploso (konsultasi). Ibu Nunuk Kecamatan Watu Tulis Sidoarjo (konsultasi), B.Purati Dsn.Tlasih Desa tawar Kecamatan Gondang (konsultasi), Bapak Ulil Millah H.S (ruqyah), bapak NURI dusun BACEM Desa Bening Kecamatan Gondang (TOTOK PUNGGUNG), dan masih banyak peserta lainnya.
Foto: Salah satu jenis Pengobatan oleh BASADA
Berkaitan dengan tujuan Baksos oleh Banser Husada ini, ia menjelaskan, “Membatu masyarakat dalam memberikan pelayanan pengobatan Gratis, dan untuk administrasi se ikhlasnya” tegas, sahabat Ali Alif anggota BASADA Cabang Kab.Mojokerto ini. (WG/Infokom)
Foto: Do’a Sebelum dan sesudah BaksosFoto: BASADA melakukan Pengobatan TerapiFoto: BASADA dalam Baksos PengobatanFoto: BASADA Baksos Kesehatan kepada Masyarakat