Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • DI/TII Bunuh Kyai NU karena NU Bela NKRI tidak Bela Negara Islam

    DI/TII Bunuh Kyai NU karena NU Bela NKRI tidak Bela Negara Islam

    Ibnu Muljam kita dapati yg belajar agama namun bukan dari guru yg bersanad , bersambung ilmunya sampai Nabi SAW. Sehingga zaman nabi dan salaf pun mereka cendrung khawarij suka memberontak. Untungnya umumnya kyai bersanad ilmu agamanya, ini yg dibenci para khawarij. Berbeda dg ustadz2 Muhammadiyah dapat kita lihat punya semangat yg dekat dg ghirrah DI TII, khilafah HTIatau NII, akibat tidak bermadzhab dan tidak bersanad.

    Sepulang dari Bandung menuju Jakarta, Idham Chalid, Ketua I PBNU, menginap di Puncak. Tiba-tiba gerombolan DI/TII menembakinya dari arah perbukitan. Dia tiarap di kolong ranjang. Untungnya, segera datang bantuan tentara dari Cipanas. Kontak senjata berlangsung berjam-jam. Malam menjadi bising karena desingan peluru. Mereka lari menjelang subuh dengan menderita banyak korban jiwa dan luka-luka. Di pihak tentara juga ada yang terluka.

    Pengalaman lain yang dialami Idham ketika naik kereta api menuju Jawa Timur. Dia ditembaki gerombolan DI/TII antara Gambir dan Pegangsaan. Beruntung peluru hanya mengenai ujung kopiah ajudannya, H. Djumaksum. “Sasaran tembakan pastilah saya, menteri yang mengurusi keamanan,” kata Idham dalam biografinya, Tanggungjawab Politik NU dalam Sejarah.

    Dari 24 Maret 1956 hingga 9 April 1957, Idham menjabat Wakil Perdana Menteri merangkap Kepala Badan Keamanan. Salah satu perhatian utama Kabinet Ali Sastroamidjojo II itu adalah pemulihan keamanan dari DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

    “Tugas saya yang paling berat adalah menghadapi gerombolan yang membawa dalil-dalil agama Islam, yaitu Darul Islam Kartosuwiryo di Jawa Barat, Ibnu Hadjar di Kalimantan Selatan, Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan, dan Tengku Daud Beureueh di Aceh,” kata Idham.

    Menurut Idham, DI/TII merugikan Islam. Banyak umat Islam yang menjadi korban kekejaman mereka. Mungkin di Aceh tidak terjadi perbuatan seperti di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan di mana gerombolan DI/TII membakar madrasah dan masjid yang tidak sependapat dengan mereka.

    “NU yang dianggap sebagai pengkhianat Islam karena keluar dari Masjumi juga dianggap musuh utama DI/TII. Mereka menganggap NU membantu Republik Indonesia Kafir (RIK). Apalagi salah seorang ketuanya menjadi wakil perdana menteri yang memegang urusan keamanan. Beberapa orang pimpinan cabang NU di Jawa Barat dibakar rumahnya oleh DI/TII, bahkan ada yang ditembak mati. Suatu rapat NU pernah diserang mereka,” kata Idham.

    Sejarawan Cornelis van Dijk mengungkapkan bahwa pada Juli 1953 DI/TII melancarkan aksi serentak. Komandan DI/TII di Ciamis Selatan, Uchjan Effendi, memerintahkan pasukannya meningkatkan aksi untuk mengacaukan musuh. Mereka melakukan tindakan apa pun untuk membuat kekacauan.

    “Angkatan Kepolisian Negara Islam, misalnya, ditugaskan untuk menghukum warga yang tidak sepakat dengan Darul Islam. Uchjan juga memberikan perintah kepada masing-masing satuan Angkatan Kepolisian yang beroperasi pada tingkat kecamatan. Mereka ditugaskan untuk membunuh paling sedikit satu orang warga dan membakar paling sedikit lima bangunan yang didirikan pemerintah Republik dalam waktu dua minggu. Ancamannya, bila ada anggota yang gagal melakukan aksi ini akan dituntut secara hukum,” tulis Van Dijk dalam Darul Islam: Sebuah Pemberontakan.

    Dalam menghadapi DI/TII, Idham melibatkan para kiai. Dia membentuk KPK (Kiai-Kiai Pembantu Keamanan) yang diketuai KH Muslich dari Jakarta. Anggotanya ditunjuk satu orang dari masing-masing wilayah di mana terdapat DI/TII. Khusus untuk Jawa Barat sebagai daerah yang paling luas dikuasai DI/TII, KPK menunjuk dua orang wakil yaitu KH Dimyati (Ciparai) dan Moh. Marsid.

    Anggota KPK lainnya antara lain KH Baidowi Tafsir (Jakarta), KH Malik (Jawa Tengah), KH As’ad Syamsul Arifin (Jawa Timur), KH Ahmad Sanusi (Kalimantan), KH Zahri (Lampung), KH Jusuf Umar (Sumatra Selatan), KH Kahar Ma’ruf (Sumatra Tengah), Tengku Mohammad Ali Panglima Pulen (Aceh dan Sumatra Utara), dan KH Abdullah Joesoef (Sulawesi).

    “Mereka dengan sungguh-sungguh melaksanakan panggilan kewajibannya sebagai seorang Islam dan warga negara untuk berbicara dengan rakyat tentang kesadaran mematuhi ajaran agama dan hidup bernegara,” kata Idham.

    Mereka menghubungi para kiai di daerah masing-masing untuk menyampaikan kesadaran itu karena gangguan keamanan yang berlarut-larut merugikan negara dan rakyat. Mereka melakukan kegiatannya melalui pengajian atau kegiatan lainnya.

    Panglima-panglima militer di daerah gembira dengan adanya KPK. Dalam setiap peninjauan maupun operasi militer mereka selalu mengikutsertakan KPK. Di daerah yang berhasil dikuasai, sang kiai memberikan ceramah kepada rakyat. Mereka juga memberikan penyadaran kepada anggota gerombolan DI/TII yang menyerah.

    “Mereka sama sekali tidak diganjar dengan nilai penghasilan tertentu, tetapi hanya mendapat sekadar uang jalan dan uang saku,” kata Idham. “Jasa kiai-kiai pembantu keamanan tidak bisa saya lupakan.”

  • Muslimah sejawa Timur mengadakan manaqib qubro dan maulid nabi di sepanjang jalan ikan gurami surabaya

    Muslimah sejawa Timur mengadakan manaqib qubro dan maulid nabi di sepanjang jalan ikan gurami surabaya

    Infokom banser – perayaan maulid nabi sejawa Timur diadakan siang hari ini minggu 1 desember 2019. Dengan peserta dari seluruh perwakilan cabang di Jawa timur.

    SORBANSANTRI.COM
    Muslimat manaqib disurabaya
    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat isal perwakilan pagar Nusa

    Panas terik seakan tidak terasa dengan acara yang diadakan begitu hikmat. Dengan seragam putih jama’ah muslimat, berdatangan dari pagi tadi.

    Peserta diperkirakan 45 bus yang datang dari berbagai daerah sekitar 4 ribuan peserta. Dan dihadiri wartawan dari tv 9 dan jtv

    (abi infokom)

  • MANUSIA MACAM INI TAK LAYAK BERADA DI NKRI

    MANUSIA MACAM INI TAK LAYAK BERADA DI NKRI

    SORBANSANTRI.COM


    Pasal 106 KUHP
    Makar (aanslag) yang dilakukan dengan niat hendak menaklukkan daerah negara sama sekali atau sebahagiannya ke bawah pemerintahan asing atau dengan maksud hendak memisahkan sebagian dari daerah itu, dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

    Pasal 110. (1) Permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan menurut pasal 104, 106, 107, dan 108 diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut. … berusaha mencegah, merintangi atau menggagalkan tindakan yang diadakan pemerintah untuk mencegah atau menindas pelaksanaan kejahatan.
    Indonesia melarang penistaan agama dalam KUHP-nya. Pasal 156(a) menyasar setiap orang yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia atau dengan maksud supaya orang tidak menganut agama apapun. Pelanggaran Pasal 156(a) dipidana penjara selama-lamanya lima tahun.[1][2]
    Pasal 207 KUHP berbunyi: barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. 6 Apr 2020
    Ini baru satu Video.
    Penistaan agama apakah hanya berlaku buat non muslim..??
    Kami semua merasa geram dan merasa tak tentram atas kelakuan Riziq Syihab Kita sebagai warga Indonesia berhak Hidup dengan kententraman kami NKRI yang selalu RUKUN dan DAMAI.
    Semenjak Riziq Syihab Kembali kita semua merasa tergannggu COVID _19 kini wilayah lainnya kembali Menjadi Zone merah. Termasuk daerah Pelosok yang lainnya gara-gara kecerobohannya bikin kerumunan yang seharusnya ditiadakan.
    Mohon pemerintah dan aparat secepatnya bisa bertindak tegas.
    (sumber)
  • Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto

    Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto

    Penampilan setelah Apel Pembukaan Susbalan PCNU Kab. Mojokerto tahun 2018.
  • HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    HAUL KE 19 RIYANTO & MASA DEPAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

    Infokom Banser MJK-19 tahun silam, tepatnya Desember tahun 2000, Sahabat Riyanto seorang Anggota Banser Kota Mojokerto mendedikasikan hidupnya demi menyelamatkan saudara-saudara umat Kristiani dalam Perayaan Misa Natal di Gereja Eben Haezer. Beliau meninggal akibat meledaknya bom yang diterorkan digereja tsb.
    Apa yang dilakukan Alm. Riyanto merupakan tauladan bagi kita semua, bahwa kita adalah umat beragama yang hidup di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah kita, tidak boleh ada sekat hanya atas nama agama, suku, ras, dsb. Yang ada adalah INDONESIA.

    https://www.youtube.com/watch?v=6tyVB14OtYo

    Hari ini yang harus dilakukan tidak boleh hanya sekedar refleksi dan perenungan, akan tetapi aksi nyata untuk terus menghidupkan semangat Bhinneka Tungggal Ika ditengah-tengah upaya segelintir oknum yang menggerogoti dan mendistorsi kemajemukan yang menjadi identitas Indonesia.
    Sebagai Kader Ansor khususnya, ini adalah amanah & tanggung jawab utama kita untuk mengejawantahkan cita-cita organisasi dalam dinamika ke-Indonesia-an. Apapun resiko, situasi, dan kondisinya kita tidak boleh mundur sedikitpun demi masa depan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

    ( GUS IPUNG )

  • PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    Infokom Banser-Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengimbau warga nahdiyin di seluruh Tanah Air, sebaiknya tidak usah ikut reuni 212. Karena waktu penyeleggaraanya 2 Desember 2019 bersamaan dengan hari kerja.
    “Lebih baik berkerja untuk keluarga daripada ikut hura-hura yang tidak jelas arahnya.
    KH. Said Aqil Siroj mendengar informasi Reuni 212 yang akan digelar di Monas Jakarta akan dihadiri peserta dari Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
    “Tambah repot, solawatan dan baca doa bersama keluarga di rumah lebih aman,” kata Said.
    Tapi kalau ada warga NU yang nekad datang, disarankan atas nama pribadi, jangan membawa atribut NU.

    Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid terpisah mengatakan, reuni 212 adalah hak bagi setiap warga untuk menghadiri acara itu, namun tak boleh membuat resah.
    Wakil Menteri menyebut hukum pelaksanaan Reuni 212 oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 ialah mubah.
    Namun Zainut menegaskan para ASN yang hendak mengikuti kegiatan itu wajib mendahulukan pekerjaan.
    Sebab merujuk pada tanggal pelaksanaannya pada 2 Desember 2019 jatuh di hari Senin.
    “Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi,” kata Zainut Tauhid.

    “Karena pelaksanaan 212 hari kerja dan bagi ASN bekerja itu hukumnya wajib, maka sesuatu yang wajib tidak bisa diganti dengan yang mubah.
    Jadi bagi ASN wajib mendahulukan pekerjaannya,”
    Zainut menjelaskan, kegiatan yang bersifat mubah bisa mendatangkan nilai ibadah jika diisi dengan berbagai kegiatan.
    Namun, jika sesuatu yang mubah diisi kegiatan yang buruk, itu bisa menyebabkan dosa.
    Wakil Ketua Umum MUI itu memilih berprasangka baik.
    Dia yakin Reuni 212 akan diisi berbagai kegiatan yang positif.
    “Saya yakin Reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktivitas kebaikan,” ucap Zainut.

    Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya menegaskan, Reuni 212 adalah hak warga negara.
    Tidak bisa dilarang, asal tidak bertindak anarkis dan memancing keributan.

    (sumber ansor kebon jeruk)

  • LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    LKNU LAZISNU Peduli Cilacap Gelar Bakti Sosial di Wanareja

    Sorban santri.com –Tim NU Peduli Cilacap yang terdiri dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kembali menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), Kamis (3/12/2020).

    SORBANSANTRI.COM
    Antrian warga saat baksos

    Kegiatan kali ini bertempat di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Wilayah tersebut sebelumnya terdampak banjir yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai.

    SORBANSANTRI.COM
    Tim dari LKNU saat memeriksa warga

    Oleh sebab itu, LKNU dan LAZISNU Cilacap berinisiatif mengadakan baksos di Desa Tarisi setelah sebelumnya juga mengadakan pengobatan gratis beserta bantuan di Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya yang juga sebelumnya terdampak banjir.

    “Ini sudah kewajiban LKNU untuk membantu masyarakat dalam pengobatan, apalagi sebelumnya wilayah tersebut terdampak banjir, sehingga yang dikhawatirkan timbul berbagai macam penyakit.” Ucap Basith Wahib dari LKNU Cilacap.

    Terpisah, Divisi Program NU Care-LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi ketika dikonfirmasi mengatakan, dengan kendaraan yang dimiliki LAZISNU, kendaraan tersebut membawa peralatan dan obat-obatan untuk pengobatan gratis.

    Bpk Kusdiono warga rt02 rw09 merasa sangat berterima kasih kepada seluruh jaringan yang terkait dengan adanya pengobatan gratis yang di ada oleh lembaga LKNU dan LAZISNU CILACAP, kegiatan baksos ini benar benar membantu warga dan menharapkan bisa di jadwalkan rutin tanpa menunggu adanya bencana melanda

    By: sodikin sorban

  • KH. Bahauddin Nur Salim Rais Syuriah PBNU

    KH. Bahauddin Nur Salim Rais Syuriah PBNU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Posisi apapun sama sekali bukan tujuan. Tidak menjadi apapun juga tidak masalah. Tidak kenal juga tidak masalah. Tidak diakui keberadaannya juga tidak masalah. Tidak dihormati juga tidak masalah. Justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai.
    Mendapatkan penghormatan bukan berarti kesuksesan. Menghormati belum tentu karena betul-betul memiliki rasa hormat. Bisa aja orang yang menghormati kita karena takut, karena diharuskan, karena mereka bekerja untuk kita, mereka butuh sama kita atau supaya terlihat pantas saja.
    “Hidup Ndak usah dibuat sulit, nggak usah ruwet, asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi orang, serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup”. (red)
  • Mantabnya RTL (Rencana Tindak Lanjut) Ke-2 DTD (Diklat Terpadu Dasar) Di Kantor MWCNU TRAWAS oleh BANSER KABUPATEN MOJOKERTO

    Mantabnya RTL (Rencana Tindak Lanjut) Ke-2 DTD (Diklat Terpadu Dasar) Di Kantor MWCNU TRAWAS oleh BANSER KABUPATEN MOJOKERTO

    Satuan kordinasi Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) Kabupaten Mojokerto

    Telah melaksanakan Rencana Tindak Lanjut Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang kedua, merupakan bentuk perjuangan Kaderisasi dalam menjaga Anggotanya, hal ini dibuktikan pada hari; Minggu, tanggal 1 Desember 2019

    Jajaran instruktur yang diberikan tugas untuk mengisi RTL tersebut Hadir penuh dengan Kebanggan dan Semangat menjaga Kaderisasi dan merupakan bukti nyata dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

    Bertempat di Kantor MWC NU kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto ini, di hadiri 40 peserta kader yang telah lulus dalam pelaksanaan DTD tersebut.

    Hadir dalam acara RTL tersebut dalam mengisi Materi, salah satunya sahabat Surotin, beliau Selaku ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ngoro mengisi dengan tema Ke-NU an dan Ke Ansoran, selama materi peserta dengan Khidmah dan mudah menerima materi, kebanggan tersendiri bagi kader kader baru yang bermunculan di kecamatan Trawas tersebut.

    Disisi lain, hadir juga Sahabat Sucipto Beliau Kader Banser Balantas (Banser lalu lintas), sahabat dari Mojosari ini mengisi materi Balantas. Sebagai tindak lanjut dari beberapa biro yang perlu disampaikan kepada kader kader baru dalam mengenal organisasi yang didirikan oleh KH. Wahab Chasbullah. Merupakan organisasi yang bisa mengikuti Perkembangan zaman serta dunia sosial yang ada di masyarakat. Khususnya berkaitan dengan Lalu lintas, agar Banser juga berperan aktif dalam menjaga kegiatan serta taat berlalu lintas.

    SORBANSANTRI.COM

    Tidak hanya itu sahabat, Banser yang merupakan Garda Terdepan Menjaga NKRI ini, juga di bekali dengan Materi Pengamanan Kyai, yang mana materi ini di isi salah satu Instruktur yaitu sahabat Choirul dari Kecamatan Mojosari.

    Banser sebagai pengamanan Kyai ini, merupakan Hal yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, materi ini juga sangat penting sekali. Ada slogan yang mengatakan “Banser Nderek Kyai, Nderek Kyai Sampai Mati”. Sebagai salah satu bentuk Khidmah Banser kepada Kyai, maka perlu mempunyai Kompetensi dan Skil di setiap Jiwa dan Detuk Jantung Banser.

    SORBANSANTRI.COM

    Kaderisasi yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto ini berlangsung terus menerus, khususnya di setiap Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor atau Kecamatan, Hal ini dibuktikan dengan Agenda Rutinan ataupun pelatihan Di Masing masing kecamatan Se-kabupaten Mojokerto.

    Siapa Kita : Banser NU

    NKRI : Harga Mati

    Pancasila : Jaya

    Aswaja : Akidah Kita

    Nusantara : Milik kita

    Dum

    Infokom PAC Gondang

  • Hujan deras di kawasan pacet mojokerto

    Hujan deras di kawasan pacet mojokerto

    Infokom Banser- Diawal bulan Desember 2019, kawasan pacet Mojokerto dan sekitarnya diguyur hujan deras. Mengingat pacet dikenal dengan tempat pariwisata yang sering dikunjungi turis lokal dan internasional.

    Kasatkoryon Moch. Hasan Arsyari kecamatan pacet, mengimbau pada ansor dan banser kec pacet khususnya BAGANA untuk selalu SIAGA jika terjadi bencana.

    SORBANSANTRI.COM
    Kasatkoryon Pacet Moch. Hasan Asy’ari

    Saat ini tim BAGANA telah diskusi mewacanakan yang telah disampaikan kasatkoryon banser kec pacet. Anggota ansor dan banser telah di bentuk dan di tempatkan dibeberapa titik yang memungkinkan bencana longsor terjadi.

    SORBANSANTRI.COM

    Menghadapi musim hujan dibulan november ini diperkirakan akan sering terjadinya hujan deras yang katanya orang jawa bulan desember ini gede gede e sumber. Kasatkoryon banser kec. Pacet juga mengimbau warga sekitar untuk siaga jika hal tersebut terjadi.

    Mudah-mudahan huja. Ditahun ini di penuhi keberkahan dan bermanfaat badi warga sekitar. Kata salah satu anggota ansor banser pacet. Infokom Banser mjk