
- Konsolidasi internal
- Tidak mengomentari sesuatu yang belum di pahami
- Satu komando sama Pimpinan
Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri



Infokom Banser NU– Kembali lagi penyalahgunaan sosial terjadi. kali ini akun Facebook atas nama Suda Wirat (kilongso) https://www.facebook.com/masprabowo.mas telah melakukan penghinaan terhadap Gus Muwafiq ULAMA NU PAKAR SEJARAH “BIOGRAFI KYAI MUDA JAWA TENGAH” .


Facebook atasnama Suda Wirat memposting gambar tentang Gus Muwafiq dengan kata-kata kotor, penuh dengan umpatan. https://www.facebook.com/photo.php?fbid=743829212780287&set=a.100869350409613&type=3&theater
Kali ini sahabat Infokom Banser NU Mojokerto akan segera mengambil tindakan sesuai proses Hukum yang berkaitan dengan Undang-undang ITE yaitu perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ialah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Infokom Ansor Banser Mr


wp.sorbansantri.com- Aku memiliki tiga orang oanak laki-laki semuanya sudah menikah. Suatu kali aku menziarahi anakku yang pertama. Tujuanku pada waktu itu ingin menginap di rumahnya bersama keluarganya.
Di pagi hari aku meminta kepada istrinya air untuk berwudhu’. Lalu aku bewudhu’ kemudian shalat. Air lebih wudhu’ku aku tumpahkan keatas kasur tempat tidurku semalam.
Ketika ia datang mengantarkan sarapan pagi, aku berkata kepadanya, “Ananda, beginilah kondisi kalo sudah tua. Semalam aku ngompol diatas kasur.
Dengan spontan ia emosi dan marah. Aku mendengar kalimat kasar, pedas dan jelek meluncur tanpa rem dari mulutnya. Kemudian ia memerintahkanku untuk mencuci dan mengeringkannya kembali. Ia juga mengancamku agar tidak melakukan itu lagi.
Aku tahan kemarahanku, aku bersihkan tempat tidur itu dan aku keringkan kembali.Hari selanjutnya aku pergi ke rumah anakku yang kedua. Disana aku juga melakukan hal yang sama.
Meledak marah istrinya dan ia memperlakukan ku seperti yang dilakukan oleh istri anakku yang pertama. Bahkan ia melaporkanku kepada suaminya. Anakku diam saja, tidak memarahi istrinya dan tidak membelaku, ibunya.
Setelah itu aku memutuskan untuk meninggalkan mereka dan selanjutnya aku pergi ke rumah anak bungsuku.
Di rumah itu aku juga melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan di rumah dua orang saudaranya.
Ketika istrinya datang mengantarkan sarapan pagi aku beri tahu dia bahwa aku semalam ngompol diatas tempat tidur.
Sambil tersenyum ramah ia berkata, “Tidak apa-apa, ibu. Ini keadaan orang sudah tua. Dulu berapa sering kami ngompol di pangkuan ibu ketika kami masih kecil”.
Kemudian ia bersihkan tempat tidur itu, ia keringkan dan ia beri wewangian.
Siang harinya aku berkata kepadanya, “Aku punya seorang teman. Ia minta dibelikan perhiasan emas kepadaku, tapi aku tidak tahu ukurannya seberapa. Orangnya persis sebesarmu ini. Tolong berikan kepadaku ukuran tanganmu”.
Setelah mendapatkan ukuran yang ia inginkan ibu tua itu pergi ke pasar membeli perhiasan emas yang banyak karena ia punya harta melimpah.
Kemudian ia undang seluruh anak dan menantunya untuk datang ke rumahnya. Ia keluarkan seluruh perhiasan yang sudah ia beli lalu ia ceritakan perihal sebenarnya bahwa ia sengaja menumpahkan air diatas tempat tidur. Tidak ada ia ngompol waktu tidur.
Ia panggil istri anaknya yang paling kecil, lalu ia pasangkan perhiasan itu kepadanya. Ia berkata, “Inilah anakku tempat aku bersandar nanti ketika aku sudah semakin tua. Aku akan menghabiskan sisa-sisa umurku bersamanya”.
Hampir saja dua orang istri anaknya yang pertama dan kedua pingsan menahan malu dan sesal.
Selanjutnya ibu itu berkata kepada anak-anaknya, “Seperti inilah nanti perlakuan anak-anak kalian kepada kalian ketika kalian sudah tua. Bersiap-siaplah untuk menyesal pada hari itu sebagaimana rasa kecewaku atas letihnya aku mengasuh kalian waktu kecil.
Kecuali adik kalian ini. “Ia akan hidup bahagia dan akan menemui Tuhannya dalam keadaan gembira. Kalian berdua tidak mendaptkan hal seperti ini dari istri-istri kalian karena kalian tidak mendidik mereka tentang harga seorang ibu”.
رب اغفر لي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا
Ya Allah karuniakanlah surga tanpa hisab kepada kedua orang tua kami (Aamiin ya’Robbal Alamiin)




wp.sorbansantri.com- Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video sekelompok massa yang menggeruduk kediaman ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa siang (01/12/2020).
Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, nampak massa yang berbusana muslim berteriak memanggil nama Mahfud MD.Nampak juga di antara mereka ada yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Sedangkan narasi suara dalam video yang beredar, terdengar “Rumahnya Mahfud MD yang di Madura Pamekasan, dikepung Massa”.
Massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan itu telah mempersekusi rumah nenek tua berusia hampir 100 tahun, Siti Khotijah. Persekusi itu dilakukan pasca aksi massa menyatakan sikap tidak terima di Mapolres Pamekasan. Mereka mengaku tidak terima atas diperiksanya Rizieq Sihab oleh Polda Metro Jaya.
Meski aksi tidak berlangsung lama, ratusan massa yang mengendarai kendaraan bak terbuka dan kendaraan pribadi seperti dilansir kompas.com tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin.
Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat islam Pamekasan tersebut. Kekecawaan tersebut karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh.
“Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ungkapnya.
Pria yang biasa dipanggil Syafi’ ini menganggap massa aksi tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.
Lebih lanjut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. “Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” ujarnya.
Syafi’ juga mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi. “Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” pungkasnya.
Sementara itu, Jamaluddin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan seperti yang dilansir dari website pcnu pamekasan, menyatakan kesiapannya melakukan pengamanan di kediaman orang tua Mahfud MD. “Karena itu instruksi pimpinan, dan juga sebagai bentuk solidaritas, serta keprihatinan kami, maka kami siap mengerahkan pasukan Banser untuk berjaga di sana,” ucap Jamal, sapaan akrabnya.





