Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • Doa Buka Puasa (Allahumma Laka Shumtu) Yang Dituduh Dlaif Dan Bidah

    Doa Buka Puasa (Allahumma Laka Shumtu) Yang Dituduh Dlaif Dan Bidah

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Ngaji Bareng Daring (Dalam Jaringan/ online) semalam bersama PCI NU Jerman ada pertanyaan yang mengulang terus tiap tahun dari sebuah broadcast yang lagi-lagi menyalahkan doa berbuka puasa “Allahumma Laka Shumtu” yang sudah populer di kalangan Nahdliyyin. Mereka menawarkan doa lain yang sahih, menurut mereka.

    Puasa itu waktu yang tepat untuk banyak-banyak ibadah, bukan menghujat atau menyalahkan. Apalagi saat-saat berbuka puasa adalah momentum tepat untuk berdoa kepada Allah. Bahkan orang yang berbuka puasa ini diberi kemakbulan doa sebagaimana dalam hadits:

    ﺇِﻥَّ ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻋِﻨْﺪَ ﻓﻄﺮﻩ ﻟَﺪَﻋْﻮَﺓً ﻣَﺎ ﺗُﺮَﺩُّ

    “Sungguh bagi orang yang berpuasa -saat berbuka- memiliki doa yang tidak akan tertolak” (HR Ibnu Majah. Bagi yang hendak menilai dhaif karena ikut syekh Albani silahkan cek di kolom komentar bahwa hadis ini memiliki 3 jalur yang menguatkan antara satu dengan lainnya yang saya kutip dari sesama kelompok mereka, Syekh Syuaib Al Arnauth)

    Karena saat berbuka adalah waktu istijabah dalam berdoa maka boleh pakai doa apa saja. Mau doa dari Nabi, doa sendiri atau apapun. Sebab doa tidak ada syarat harus sahih atau dhaif.

    Terkait tuduhan dhaif dari pengikut syekh Albani maka saya sertakan penilaian sebaliknya dari sesama mereka. Simak saja penjelasan berikut:

    عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ». (رواه أبو داود)

    Telah sampai kepada Muadz bin Zuhrah bahwa jika Nabi shalallahu alaihi wasallam berbuka maka berdoa: “Ya Allah, hanya untuk Mu aku berpuasa, atas rezeki Mu aku berbuka” (HR Abu Dawud)

    Doa ini dituduh bidah oleh sebagian kalangan lantaran statusnya adalah dhaif. Benarkah? Tidak benar, sebab hadis ini memiliki banyak jalur. Misalnya (1) dalam riwayat Thabrani di kitab Mu’jam Ausath, di dalamnya ada perawi Dawud bin Zabarqan, ia dlaif (2) riwayat Thabrani dalam Mu’jam Kabir, di dalamnya ada perawi Abdul Malik bin Harun, ia dlaif (Majma’ Az-Zawaid 3/204). Kendatipun dlaif, ulama Salafi lainnya berkata dan menegaskan hadis ini memiliki banyak Syawahid:

    تعقيب : قال عبد القادر الأرناؤوط 1 / 162 : و لكن له شواهد يقوى بها (روضة المحدثين – ج 10 / ص 304)

    Catatan: Abdul Qadir Al-Arnauth berkata: “Namun hadis ini memiliki banyak riwayat eksternal yang menguatkannya” (Hamisy Raudlah Al-Muhadditsin, 10/304)

    ( ma’ruf khozin ) 

  • BANTAHAN TERHADAP PENDAKWAH PERAMAL BENCANA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : KH Ma’ruf Khozin
    (Penasehat GMNU Jatim)

    Misteri Pertengahan Ramadhan Di Hari Jum’at (8 Mei 2020)

    Telah beredar sebuah hadis yang menyebutkan terjadinya hal-hal yang menakutkan di pertengahan Ramadhan ini. Umat Islam yang dalam keadaan susah menghadapi musibah Corona masih ditakut-takuti lagi dengan tanda-tanda kiamat.

    ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋُﻤَﺮَ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻟَﻬِﻴﻌَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ اﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﺣُﺴَﻴْﻦٍ، ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺛَﺎﺑِﺖٍ اﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻋَﻦِ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙِ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲِّ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ:

    Abu Umar bercerita kepada kami dari Ibnu lahi’ah, Abdul Wahhab bercerita kepada saya, dari Muhammad bin Tsabit dari ayahnya, dari Harits Al-Hamdani dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shalallahu alaihi wasallam

    «ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺻَﻴْﺤَﺔٌ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻣَﻌْﻤَﻌَﺔٌ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّاﻝٍ، ﻭَﺗَﻤْﻴِﻴﺰُ اﻟْﻘَﺒَﺎﺋِﻞِ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﻘَﻌْﺪَﺓِ، ﻭَﺗُﺴْﻔَﻚُ اﻟﺪِّﻣَﺎءُ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﺤِﺠَّﺔِ ﻭَاﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡِ، ﻭَﻣَﺎ اﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡُ» ، ﻳَﻘُﻮﻟُﻬَﺎ ﺛَﻼَﺛًﺎ، «ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ، ﻳُﻘْﺘَﻞُ اﻟﻨَّﺎﺱُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ» ﻗَﺎﻝَ:

    “Jika terjadi TERIAKAN di bulan Ramadhan maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, perpecahan bangsa di bulan Dzulqa’dah, pembunuhan di bulan Dzulhijjah dan Muharram. Nabi mengulang 3x. “Jauh sekali. Jauh sekali. Manusia akan dibunuh di bulan itu secara berbondong-bondong”

    ﻗُﻠْﻨَﺎ: ﻭَﻣَﺎ اﻟﺼَّﻴْﺤَﺔُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻫَﺪَّﺓٌ ﻓِﻲ اﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻫَﺪَّﺓٌ ﺗُﻮﻗِﻆُ اﻟﻨَّﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﻘْﻌِﺪُ اﻟْﻘَﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﺨْﺮِﺝُ اﻟْﻌَﻮَاﺗِﻖَ ﻣِﻦْ ﺧُﺪُﻭﺭِﻫِﻦَّ، ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓِﻲ ﺳَﻨَﺔٍ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓِ اﻟﺰَّﻻَﺯِﻝِ

    Kami bertanya: Apa teriakan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Gemuruh di separuh Ramadhan di malam Jum’at. Gemuruh ini akan membangunkan orang tidur, mendudukkan orang berdiri, mengeluarkan wanita-wanita muda dari peraduannya. Di malam Jum’at. Di tahun yang banyak terjadi gempa”

    ﻓَﺈِﺫَا ﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢُ اﻟْﻔَﺠْﺮَ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡِ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺎﺩْﺧُﻠُﻮا ﺑُﻴُﻮﺗَﻜُﻢْ، ﻭَاﻏْﻠِﻘُﻮا ﺃَﺑْﻮَاﺑَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﻛُﻮَاﻛُﻢْ، ﻭَﺩِﺛِّﺮُﻭا ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﺁﺫَاﻧَﻜُﻢْ، ﻓَﺈِﺫَا ﺣَﺴَﺴْﺘُﻢْ ﺑﺎﻟﺼﻴﺤﺔ ﻓَﺨِﺮُّﻭا ﻟِﻠَّﻪِ ﺳُﺠَّﺪًا، ﻭَﻗُﻮﻟُﻮا: ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺭَﺑُّﻨَﺎ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱُ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻦْ ﻓَﻌَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﺠَﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻫَﻠَﻚَ ”

    “Jika kalian shalat subuh di hari Jum’at maka masuklah ke rumah kalian, tutup pintu, rapatkan jendela, pakailah selimut, tutup telinga kalian. Jika kalian merasa ada teriakan maka sujudlah kepada Allah dan ucapkan “Subhanal Quddus 2x. Rabbuna Al-Quddus”. Barang siapa melakukan hal itu akan selamat. Jika tidak maka akan binasa”

    Hadis ini terdapat dalam kitab Al-Fitan karya Syekh Nuaim bin Hammad. Berikut penilaian Perawi Hadis menurut para Huffadz di bidang ilmu hadis:

    1. Ibnu Lahi’ah

    Para ulama menilainya dhaif karena ia memiliki kitab yang terbakar sehingga daya ingatnya berubah.

    2. Abdul Wahhab bin Husain

    Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata:

    “ﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ” ﺑﻦ ﺣﺴﻴﻦ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻭﻋﻨﻪ اﺑﻦ ﻟﻬﻴﻌﺔ ﺃﺧﺮﺝ ﻟﻪ اﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻷﻫﻮاﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﺘﺪﺭﻙ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺧﺮﺟﺘﻪ ﺗﻌﺠﺒﺎ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻗﺎﻝ اﻟﺬﻫﺒﻲ ﻓﻲ ﺗﻠﺨﻴﺼﻪ ﻗﻠﺖ ﺫا اﻟﺨﺒﺮ ﻣﻮﺿﻮﻉ اﻧﺘﻬﻰ

    Abdul Wahhab bin Husain, ia meriwayatkan dari Muhammad bin Tsabit, ia dari Ibnu Lahi’ah. Al-Hakim meriwayatkan 1 hadis dalam Al-Mustadrak bab Al-Ahwal. Ia meriwayatkan karena takjub saja. Abdul Wahhab ini tidak diketahui. Adz-Dzahabi berkata: “Hadis ini palsu” (Lisan Al-Mizan 2/139)

    3. Harits Al-A’war

    Terkait perawi yang 1 ini langsung dikomentari oleh Imam Muslim dalam Mukadimah Sahihnya:

    ﻋَﻦِ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲُّ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻛﺬاﺑﺎ. ﻋَﻦْ ﻣُﻐِﻴﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲَّ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ، ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺃَﺣَﺪُ اﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ

    “Sya’bi berkata bahwa Harits al-A’war Al-Hamdani ini adalah sangat pembohong”

    Al-Hafidz Adz-Dzahabi memberi penilaian tengah-tengah soal perawi ini dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ 4/152. Beliau berkata:

    ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻗَﻮْﻝُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ اﻟﺤَﺎﺭِﺙُ ﻛَﺬَّاﺏٌ, ﻓَﻤَﺤْﻤُﻮْﻝٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻋَﻨَﻰ ﺑِﺎﻟﻜَﺬِﺏِ اﻟﺨَﻄَﺄَ ﻻَ اﻟﺘَّﻌَﻤُّﺪَ

    “Maksud perkataan Sya’bi bahwa Haris ini pembohong diarahkan sebagai kesalahan, bukan bohong secara sengaja”

    ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ ﻋَﻠِﻲُّ ﺑﻦُ اﻟﻤَﺪِﻳْﻨِﻲِّ، ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺧَﻴْﺜَﻤَﺔَ: ﻫُﻮَ ﻛَﺬَّاﺏٌ

    “Demikian pula perkataan Ali bin Madini dan Abu Khaitsamah bahwa Harits adalah sangat pendusta”

    ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑﻦُ ﻣَﻌِﻴْﻦٍ، ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻫُﻮَ ﺛِﻘَﺔٌ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻣَﺮَّﺓً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ. ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ اﻹِﻣَﺎﻡُ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲُّ: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ, ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﻳْﻀﺎً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻟﻘَﻮِﻱِّ

    Yahya bin Ma’in berkata: “Ia terpercaya”. Dalam kesempatan lain: “Dia tidak apa-apa”. Demikian pula Imam Nasa’i. Pada kesempatan lain Nasa’i berkata: “Harits bukan perawi yang kuat”

    ﺛُﻢَّ ﺇِﻥَّ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲَّ ﻭَﺃَﺭْﺑَﺎﺏَ اﻟﺴُّﻨَﻦِ اﺣْﺘَﺠُّﻮا ﺑِﺎﻟﺤَﺎﺭِﺙِ

    Kemudian Nasa’i dan para ulama pengarang kitab hadis As-Sunan berhujjah dengan Harits

    ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﺗِﻢٍ: ﻻَ ﻳُﺤْﺘَﺞُّ ﺑِﻪِ.

    Abu Hatim berkata: “Harits tidak bisa dijadikan Hujjah”

    ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻤَّﻦْ ﻋِﻨْﺪِﻱ ﻭﻗﻔﺔ ﻓِﻲ اﻻﺣْﺘِﺠَﺎﺝِ ﺑِﻪِ

    “Harits ini menurut saya (Adz-Dzahabi) termasuk orang yang tidak boleh dijadikan Hujjah”

    Disamping hadis ini ada yang menilai hadis palsu, juga ada yang menilai dhaif, maka tidak bisa dijadikan Hujjah. Ternyata Syekh Nuaim bin Hammad yang mencantumkan hadis tersebut di dalam kitab Al-Fitan telah membuat judul khusus:

    ﻣَﺎ ﻳُﺬْﻛَﺮُ ﻣِﻦْ ﻋَﻼَﻣَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ اﻟﺴَّﻤَﺎءِ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓِﻲ اﻧْﻘِﻄَﺎﻉِ ﻣُﻠْﻚِ ﺑَﻨِﻲ اﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ

    “Beberapa riwayat tentang tanda-tanda dari langit soal terputusnya kerajaan Bani Abbas”.

    Dengan demikian riwayat ini sangat multi tafsir, hampir setiap Ramadhan yang pertengahan Ramadhan jatuh pada Hari Jum’at maka hadis ini selalu ditampilkan. Wallahu A’lam.

    •] Tetap hadapi Ramadhan dengan bahagia dan buka puasa dengan penuh nikmat

    #GenerasiMudaNU 

    (abi sorban)

  • MENGINGAT SEJARAH MUKTAMAR PBNU DI CIPASUNG

    SORBANSANTRI.COM
    dok. muktamar

    SORBAN infokom – Momen saat acara puncak Muktamar NU ke 29 di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya bulan Desember 1994. Momentum krusial bagi kelangsungan kiprah NU di masa selanjutnya, di mana kekuatan otoriter Presiden Soeharto yang sangat-sangat kuat saat itu ingin melemahkan dan mengacaukan NU, hingga ada istilah “NU tandingan” bentukan Soeharto dengan menjadikan Abu Hasan sebagai pemimpin bonekanya. Tujuannya untuk menyingkirkan Gus Dur dari pucuk pimpinan NU periode berikutnya, karena dianggap oleh Penguasa Rezim Orde Baru sebagai ancaman bagi kenyamanan kukuasaannya. Namun dengan pertolongan ALLAH serta keberkahan do’a para wali dan orang-orang saleh lainnya, akhirnya NU tetap selamat dan Gus Dur menjadi Ketum PBNU untuk ketiga kalinya.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Dokumentasi foto persidangan Muktamar NU yang sangat berkesan, seru dan akan selalu dikenang dalam sejarah perjalanan NU dari masa ke masa…

    NU itu keramat, siapa yg berani mengusik NU akan kualat.

    (abi-sorban)

  • Bertani Sebagai Solusi Jangka Panjang untuk Menghadapi Masalah Dirumah Aja

    Bertani Sebagai Solusi Jangka Panjang untuk Menghadapi Masalah Dirumah Aja

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN Infokom – Banyak dari kita yang akibat Pandemi Virus Corona 2019 ini mengalami keterpurukan.

    Bisa dibayangkan gan jika banyak dari kita yang tidak dapat makan karena tidak ada lagi penghasilan, terutama yang di PHK dan yang sebagai pekerja harian, tidak lagi lancar dalam mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Jika kita hanya meratapi nasib kita saat ini, kita hanya bisa mengeluh dan memikirkan kapan keadaan buruk ini cepat berlalu, dengan perut kosong dan dompet kering. tanpa kita bisa berpikir mengapa kita memikirkan keadaan yang buruk ini, sedangkan keadaan buruk ini tidak sedikitpun memikirkan kita?

    dari berbagai artikel yang saya baca ada kalimat yang sangat menarik dibenak saya bahwa saat ini kita dituntut untuk “BERUBAH atau PUNAH”

    dibalik begitu terpuruknya perekonomian secara keseluruhan, hal itu seperti dua sisi mata uang yang dimana ada keterpurukan yang kita saksikan maupun rasakan sendiri, disisi lain ada peluang yang bisa kita gapai dengan berusaha.

    Saya membayangkan kita seperti layaknya dinosaurus yang sedang dihantam meteor, ketika seluruh iklim di dunia berubah, hanya akan ada beberapa dinosaurus yang tetap bertahan. Sebagian besar dinosaurus punah akibat mereka kelaparan tidak lagi dapat makan, ada yang mungkin terkena dampak langsung dari meteor.

    Cukup yakin jika pada saat itu dinosaurus bisa bercocok tanam dan beternak sendiri makanannya, anak cucu mereka pasti akan tetap ada sampai saat ini. tapi saya rasa tidak mungkin juga, karena dinosaurus memiliki tubuh yang begitu besar dan mau sampai kapan makanannya siap untuk memenuhi kebutuhannya. Bersyukur sekali karena kita sebagai manusia, memiliki tubuh yang tidak sebesar dinosaurus (tidak semua dinosaurus besar).

    Jadi apa inti dari semua diatas?

    Saat ini kita bekerja untuk mendapatkan gaji, dan gaji kita pakai untuk bayar listrik, kontrakan, cicilan motor, cicilan mobil, cicilan rumah dan itu mungkin yang kita kuatirkan sehingga fokus kita hanya memikirkan keterpurukan tersebut.

    dasarnya kita Sebagai makhluk hidup, sudah terlalu kompleks akibat berkembang dan muncul kebutuhan-kebutuhan kita yang beraneka ragam. yang secara sederhana untuk tetap bisa hidup kita hanya perlu makan dan minum. untuk memenuhi itu kita tentunya perlu kemauan dan berusaha.

    Bagaimana bisa kita makan dan minum jika kita tidak memiliki penghasilan yang cukup?

    Jelas bisa, dari sekarang kita sudah harus bisa menghasilkan makanan kita sendiri. kita harus manfaatkan informasi yang tersedia saat ini untuk kita gunakan untuk mencari tahu bagaimana cara kita bisa menghasilkan makanan kita.

     

    Mumpung kita masih punya akses Internet dan Listrik.

    a. Kita bisa menanam sayuran dan buah dirumah secara hidroponik, aquaponic bahkan yang memiliki lahan tetap bisa menanam seperti sediakala di tanah. untuk bisa menghasilkan sayuran sendiri paling tidak waktu yang dibutuhkan paling lama 1 bulan untuk bisa panen, tergantung dari jenisnya.

    b. Kita bisa memelihara ikan atau ayam untuk konsumsi

    apa yang kita butuhkan untuk semua itu?

    • Lahan
    • Bibit
    • Pakan & Nutrisi
    • Pengolahan (sebelum dikonsumsi kita bisa olah terlebih dahulu supaya bisa lebih tahan lama)
    • Market Place (kaskus FJB, tokopedia, bukalapak, shopee)

    dimana bisa dapat itu semua?
    saat ini online marketplace masih berfungsi, kita bisa cari kebutuhan bibit, nutrisi atau pakan dari sekarang.
    mungkin banyak dari kita yang terbatas uangnya untuk membeli bibit dan nutrisi atau pakan itu.
    Ini saatnya bagi kita yang berlebih kita bisa bantu saudara-saudara kita untuk mendapatkannya.

    bagaimana caranya?
    Mumpung akses internet masih ada gan, semua bisa agan cari tahu.  bisa tanya ke om google.

    Semua yang kita hasilkan kita bisa gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita, kemudian lebihnya kita bisa barter, sumbangkan dan jual di marketplace.

    Ini adalah solusi jangka panjang gan, untuk bantuan kebutuhan pokok bagi mereka yang benar-benar membutuhkan harus tetap disalurkan tetapi solusi ini adalah baik jika diterapkan untuk jangka panjang. karena tidak mungkin kita hanya berdiam diri hanya menunggu bantuan datang. (abi-sorban)

     

  • Tips Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa Ramadhan

    Tips Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa Ramadhan

    SORBANSANTRI.COM
    foto ilustrasi

    SORBAN infokom – Puasa ramadhan kali ini cukup terasa berbeda, yang sebelumnya ramai dan meriah, sekarang menjadi sepi dan kurang gairah. Semua terjadi karena adanya pandemi Covid-19. Dampak yang begitu masif kepada banyak negara di dunia, terutama dampak ekonomi, termasuk Indonesia.

    Salah satu pokok bahasan yang menjadi kunci utama adalah “berkumpul”. Ya, berkumpul. Kenapa? Karena dari berkumpul itu lah salah satu penyebab mudah menularnya virus Covid-19. Maka dari itu WHO mengeluarkan himbauan agar orang tidak berkumpul dan menjaga jarak antar orang lain atau istilahnya Social Distance.

    Banyak restoran, warung makan, perkantoran, bahkan sampai tempat ibadah tutup (tidak boleh melaksanakan ibadah berjamaah) karena adanya virus Covid-19. Tempat tersebut dsj. telah melaksanakan imbauan pemerintah terkait larangan berkumpul, belakangan ini disebut PSBB.
    Beruntunglah tempat vital untuk menunjang kehidupan seperti pasar dan rumah sakit masih dibuka walau terbatas aksesnya. Untuk rumah sakit tentu saja tetap buka untuk tempat berobat, terlebih rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19.

    Walapun demikian, kita tetap saja jangan menyepelekan, “Ah kalo kena Covid-19 tinggal berobat, kan rumah sakit masih dibuka”… emoticon-Nohope
    Kan ada istilah, “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Karena ada info yang beredar di internet dan lini masa, bahwa orang yang sembuh dari Covid-19 itu berkurang kemampuan organ tubuhnya. Entahlah.. makanya lebih baik kita mencegahnya, jangan sampai kita dan keluarga terpapar virus Covid-19.

    Ada beberapa info yang mengatakan, jika imun tubuh kita kuat, maka kita tidak mudah terpapar virus Covid-19. Lalu bagaimana caranya? Secara pribadi, saya lebih rajin mengonsumsi jamu tradisonal buatan sendiri. Karena saya meyakini khasiat jamu tersebut mampu menjaga dan meningkatkan imun tubuh.

    Saya sering meracik campuran kunyit, jahe dan sereh sebagai jamu. Apalagi momen puasa seperti ini lambung kosong selama berjam-jam, maka butuh ekstra kekuatan untuk mengolah makanan. Kunyit sendiri dipercaya sejak dulu baik untuk kesehatan lambung, begitu juga dengan sereh dan jahe. Ushakan konsumsi sebelum buka puasa. Bisa ditambahkan madu atau gula merah agar mengurangi rasa pahit karena kunir. Setelah minum jamu tersebut badan insyaallah lebih bugar dan fit selama menjalani puasa. (gresta-kaskus)

  • HARLAH KE-86 GP ANSOR KAB. BINTUNI BAGIKAN SEMBAKO

    HARLAH KE-86 GP ANSOR KAB. BINTUNI BAGIKAN SEMBAKO

    Screenshot_18
    Penyerahan Bantuan Pada HARLAH GP Ansor

    SORBAN Infokom- Dalam rangka Hari ulang tahun Gerakan Pemuda Ansor yang ke – 86, GP Ansor Kabupaten Bintuni bersama Madin Thoriqul huda dan Madin An-Nahdhoh berbagi sembako ke sejumlah masyarakat yang kurang mampu di wilayah Sp IV, Sp V, Sp 1, Sp III dan Sp II Teluk Bintuni, Kamis 23/04/2020.
    Dampak ekonomi akibat Pandemic Covid – 19 ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu secara umum, dalam kegiatan berbagi sembako ini Pengurus GP Ansor, beserta pengasuh Madin Thoriqul huda dan Madin An-Nahdhoh, bergerak langsung ke masyarakat untuk mendistribusikan sembako.
    Ketua GP. Ansor Kabupaten Teluk Bintuni M. Abdilah, kepada awak media mengatakan ” melihat keadaan masyarakat yang kurang mampu yang merasakan sekali dampak ekonomi dari pandemic wabah virus corona, maka kami selaku organisasi keagamaan dan kemasyarakatan ikut serta membantu Pemerintah Daerah Teluk bintuni, dengan berbagi sembako, yah kan paling tidak meringankan beban masyarakat yang kurang mampu “.
    serta terus menghimbau ke masyarakat agar senantiasa mencegah penyebaran virus corona dengan selalu memakai masker jika mendesak keluar rumah dan menghimbau masyarakat untuk di rumah saja, jelas Abdilah
    300 paket sembako yang kami bagikan ini semoga bermanfaat ke masyarakat, dan agar kiranya organisasi – organisasi keagamaan lainya bisa ikut berkontribusi terhadap bencana yang melanda masyarakat banyak
    Wakil Ketua GP Ansor Teluk Bintuni Hasan Jazuli, manambahkan ” saat situasi begini masyarakat sangat membutuhkan bantuan, jadi untuk masyarakat yang secara ekonomi lebih dari cukup sangat di anjurkan untuk berbagi, sebagaimana himbauan Bapak Kh. Ma’ruf Amin Wakil Presiden RI, ” Dan tidak lupa bagi masyarakat yang kaya atau lebih dari cukup ekonominya, sadar dengan Zakat Mal nya, agar bisa di salurkan bagi masyarakat yg berhak menerima ”
    Tidak lupa kegiatan berbagi sembako ini terutama di berikan ke kaum Lansia, Janda, Yatim piatu dan Anggota Banser yang kurang mampu. (sorban bintuni)

  • Sensasi Mengisi Buku Ramadhan, Anak Zaman Old Pasti Pernah Merasakannya

    Sensasi Mengisi Buku Ramadhan, Anak Zaman Old Pasti Pernah Merasakannya

    SORBAN Infokom – Bagi anak zaman old, kehadiran ramadhan sangat ditunggu. Sebab kebersamaan dengan teman-teman di bulan ini sangatlah terasa. Ya walau dipikiran anak kecil macam ane dulu hanyalah main dan main. Namun, ada hal menarik bagi anak sekolah dulu, mereka akan diberikan sebuah misi besar perihal kegiatan ramadhan. Apakah itu? Yakni mengisi buku ramadhan yang telah disediakan oleh sekolah.

    1. Menulis Kultum Misi utama dari diberikannya buku ramadhan tersebut adalah siswa mengisi buku ramadhan tersebut dengan menuliskan kultum yang disampaikan oleh penceramah sebelum shalat tarawih dilaksanakan. Mulai dari judul, isi kultum, waktu, tempat, hingga nama masjid pun harus diisi dengan lengkap. Bagi mereka yang rajin tentu tak masalah ya. Tapi, bagi mereka yang sedikit kurang rajin, rasanya mereka tak akan memikirkannya. SORBANSANTRI.COM
    2. Mengisi Aktivitas Shalat 5 Waktu kali ini tingkat kejujuran kita akan diuji. Pasalnya di buku tersebut tertera aktivitas shalat 5 waktu. Para siswa diperintahkan untuk menceklis pilihan pada kolom yang telah disediakan. Misal : Shalat subuh ; ya atau tidak, berjama’ah atau tidak.
      pada aktivitas ini juga mememcut seorang siswa untuk bertanggung jawab dengan dirinya sendiri dan membangun kesadaran dalam diri. SORBANSANTRI.COM
    3. Meminta Tanda Tangan Penceramah Bagian kali ini adalah meminta tanda tangan dari sang penceramah. Semua kultum yang telah ditulis haruslah memiliki bukti yang valid dengan adanya tanda tangan dari si penceramah. Terkadang juga ditambah dengan cap stempel dari masjid.
      misi satu ini sangat memacu adrenalin sebagian para anak zaman old. Pasalnya ada yang tak berani meminta tanda tangan hingga menitipkan buku dengan temannya. SORBANSANTRI.COM
    4. Monitoring Puasa di buku ramadhan tersebut ada juga kolom yang berisi tentang perjalanan puasa kita. Di sana tertulis 30 hari puasa ramahdan, dan anak zaman old harus mengisinya dengan penuh kejujuran. Apakah hari tersebut puasa atau tidak.
      Begitulah sensasi saat mengisi buku ramadhan yang ditugaskan oleh pihak sekolah. Sepertinya guru zaman old juga perhatian dengan anak didiknya ya. Hingga tercetus ide untuk membuat sebuah buku yang sangat memantau aktivitas ramadhan kita. Ada yang ingin kembali ke zamannya? Kangen juga ya, ternyata. SORBANSANTRI.COM

     

    (abi-sorban Infokom)

  • Pandemi Corona Puasa Ramadhan Tak Bisa Diganti Fidiah

    Pandemi Corona Puasa Ramadhan Tak Bisa Diganti Fidiah

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN INFOKOM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyebut situasi pandemi virus Corona (COVID-19) tak dapat dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan. MUI menegaskan puasa tidak bisa diganti dengan membayar fidiah apabila masih dalam kondisi sehat.

    “Jadi tak bisa karena pendemi COVID-19 lalu puasa Ramadhan diganti dengan bayar fidiah,” kata juru bicara Satgas COVID-19 MUI Cholil Nafis lewat keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2020).

    Cholil mengatakan, menjalankan puasa Ramadhan wajib hukumnya walaupun virus Corona sedang mewabah. Dia mengingatkan dampak positif puasa untuk tubuh.

    “Pandemi COVID-19 tak ada halangan untuk melaksanakan ibadah. Ayo tetap puasa karena puasa itu menyehatkan,” ujar Cholil.

    Cholil menegaskan MUI belum pernah menerima permintaan fatwa terkait pembayaran fidiah untuk menggantikan puasa selama wabah Corona. Dia menekankan bahwa MUI tidak akan mengeluarkan fatwa terkait hal tersebut.

    “Sebenarnya MUI belum pernah menerima pertanyaan atau permintaan fatwa secara resmi dari manapun untuk menetapkan hukum fiiyah menggantikan kewajiban puasa Ramadhan karena mewabahnya pandemi COVID-19,” terang Cholil.

    “Dan, seandainya ada yang bertanya saya yakin MUI tak akan mengkajinya apalagi sampai mengeluarkan fatwanya,” imbuhnya.

    Dia menjelaskan penerbitan fatwa oleh MUI harus berdasarkan Al-Qur’an. Cholil menyebut penerbitan fatwa tidak bisa berdasarkan pesanan.

    “Fatwa dikeluarkan karena ada yang meminta fatwa dan dasarnya keputusan fatwa adalah dalil Al-Qur’an dan hadis. Jadi keputusan fatwa tak bisa dipesan seperti toko daring tapi keputusan fatwa sesuai nilai dan prinsip hukum Islam,” jelasnya.

    puasa ramadhan 29 apa 30 hari ? karena nabi banyaknya 29

    karena hitungan corona banyak simpang siur dan debat sendiri, gw jadi ragu kalo sistem penjadwalan puasa disini akurat. (SUMBER. DETIK)

  • BANSER SATKORYON JETIS MEMUTUS RANTAI PENULARAN COVID-19

    BANSER SATKORYON JETIS MEMUTUS RANTAI PENULARAN COVID-19

    Infokom jetis.-Mojokerto mulai tgl 12 April 2020 kemarin termasuk zona merah dampak dari mewabahnya covid-19 yang melanda dunia oleh karena itu semua elemen masyarakat Mojokerto saling berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan semua berharap pandemi covid-19 segera berakhir

    Melihat upaya dan perjuangan team medis yang menangani covid-19 garda paling depan yang begitu luar biasa dan penuh dengan resiko tertular covid-19 maka banyak doa doa yang terpanjatkan untuk mereka serta banyak yang ingin membantu mereka termasuk doa doa dan upaya dari barisan Ansor serbaguna (BANSER) satkoryon Jetis

    KASATKORYON BANSER JETIS MUHAMMAD ISA mengatakan ” semua anggota BANSER Jetis kami intruksikan untuk selalu berdoa semoga pandemi covid-19 segera teratasi dan seluruh team medis di berikan kesehatan supaya selalu siap menangani pasien covid-19, dan juga mengintruksikan kepada semua sahabat sahabat banser selalu siap membantu mutuskan rantai penularan covid-19″ dengan sesering mungkin melakukan penyemprotan desinfektan pada tempat tempat umum dan ibadah

    SORBANSANTRI.COM

    KASATKORYON BANSER JETIS (MUHAMMAD ISA) dan personil BANSER siap melakukan penyemprotan

    Kami melakukan penyemprotan secara bergilir ke desa desa di kecamatan Jetis, hari ini sabtu(18/04/2020) jadwal penyemprotan di desa sawo, mlirib penompo dengan tujuan supaya bisa membantu mencegah penularan covid-19 di kecamatan jetis

    Selain kami melakukan penyemprotan ke tempat tempat umum dan ibadah kami juga menawarkan kepada warga apabila ada yang rumahnya minta kami semprot supaya rumahnya benar benar terbebas dari covid-19 juga membantu menjelaskan bagaimana caranya supaya terhindar dari covid-19 dan menyarankan tidak keluar rumah bila tidak benar benar perlu

    SORBANSANTRI.COM

    ANGGOTA BANSER SATKORYON JETIS siap siap melakukan penyemprotan

    Menurut dhan ISA sahabat sahabat BANSER kemarin juga membantu kepengurusan LAZISNU MWCNU menyalurkan bantuan sembako ke warga yang terdampak covid-19, peryataan ini di benarkan oleh ustadz MAHMUD BUKHORI selaku ketua LAZISNU MWCNU JETIS, “kami mengucapkan terima kasih dan ajungan jempol pada sahabat sahabat BANSER jetis yang membantu kami saat penyaluran sembako pada warga yang terdampak covid-19”

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua LAZISNU MWCNU JETIS saat memberikan bantuan sembako

    Harapan dari pengurus LAZUSNU membagikan sembako pada warga supaya bisa meringankan beban ekonomi mereka meskipun bantuan yang kami berikan tidak begitu banyak

    By : alim sorban

  • BANSER SATKORYON JETIS MEMUTUS RANTAI PENULARAN COVID-19

    BANSER SATKORYON JETIS MEMUTUS RANTAI PENULARAN COVID-19

    Infokom jetis.-Mojokerto mulai tgl 12 April 2020 kemarin termasuk zona merah dampak dari mewabahnya covid-19 yang melanda dunia oleh karena itu semua elemen masyarakat Mojokerto saling berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan semua berharap pandemi covid-19 segera berakhir

    Melihat upaya dan perjuangan team medis yang menangani covid-19 garda paling depan yang begitu luar biasa dan penuh dengan resiko tertular covid-19 maka banyak doa doa yang terpanjatkan untuk mereka serta banyak yang ingin membantu mereka termasuk doa doa dan upaya dari barisan Ansor serbaguna (BANSER) satkoryon Jetis

    KASATKORYON BANSER JETIS MUHAMMAD ISA mengatakan ” semua anggota BANSER Jetis kami intruksikan untuk selalu berdoa semoga pandemi covid-19 segera teratasi dan seluruh team medis di berikan kesehatan supaya selalu siap menangani pasien covid-19, dan juga mengintruksikan kepada semua sahabat sahabat banser selalu siap membantu mutuskan rantai penularan covid-19″ dengan sesering mungkin melakukan penyemprotan desinfektan pada tempat tempat umum dan ibadah

    SORBANSANTRI.COM

    KASATKORYON BANSER JETIS (MUHAMMAD ISA) dan personil BANSER siap melakukan penyemprotan

    Kami melakukan penyemprotan secara bergilir ke desa desa di kecamatan Jetis, hari ini sabtu(18/04/2020) jadwal penyemprotan di desa sawo, mlirib penompo dengan tujuan supaya bisa membantu mencegah penularan covid-19 di kecamatan jetis

    Selain kami melakukan penyemprotan ke tempat tempat umum dan ibadah kami juga menawarkan kepada warga apabila ada yang rumahnya minta kami semprot supaya rumahnya benar benar terbebas dari covid-19 juga membantu menjelaskan bagaimana caranya supaya terhindar dari covid-19 dan menyarankan tidak keluar rumah bila tidak benar benar perlu

    SORBANSANTRI.COM

    ANGGOTA BANSER SATKORYON JETIS siap siap melakukan penyemprotan

    Menurut dhan ISA sahabat sahabat BANSER kemarin juga membantu kepengurusan LAZISNU MWCNU menyalurkan bantuan sembako ke warga yang terdampak covid-19, peryataan ini di benarkan oleh ustadz MAHMUD BUKHORI selaku ketua LAZISNU MWCNU JETIS, “kami mengucapkan terima kasih dan ajungan jempol pada sahabat sahabat BANSER jetis yang membantu kami saat penyaluran sembako pada warga yang terdampak covid-19”

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua LAZISNU MWCNU JETIS saat memberikan bantuan sembako

    Harapan dari pengurus LAZUSNU membagikan sembako pada warga supaya bisa meringankan beban ekonomi mereka meskipun bantuan yang kami berikan tidak begitu banyak

    By : alim sorban