Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Sorbansantri.com-Mojokerto-Menyikapi problematika dan dinamika kemasyarakatan ditengah masyarakat, Kapolsek Kecamatan Kutorejo AKP Hery Susanto, SH gelar silaturahmi di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Gus Hadi Prawiro Negoro, Senin (29/03/2021), hadir juga dalam silaturahmi tersebut Ketua MWC NU Kutorejo Abah Khasan, Ketua PAC GP Ansor Kutorejo Gus Saifuddin beserta jajarannya.

       Pertemuan yang berlangsung secara singkat tersebut, membahas mengenai dinamika kemasyarakatan yang terjadi akhir-akhir ini khususnya kejadian terorisme di Gereja Katedral-Makasar (28/03/2021) yang memakan beberapa korban.
    

    AKP Hery Susanto, SH mengajak kepada elemen masyarakat khususnya organisasi Nahdlatul Ulama yang memiliki basis besar di wilayah kutorejo untuk ikut serta dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) di wilayah Kecamatan Kutorejo.
    “Kami memohon dan mengajak secara bersama-sama kepada Pengurus NU untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di Kecamatan Kutorejo, karena NU memiliki peran penting di dalam masyarakat “, ujar Hery Susanto.
    “Selain itu, kita juga terus bekerjasama dalam mengantisipasi isu-isu yang berkembang saat ini, sehingga kondisi KAMTIBMAS yang ada di wilayah Kecamatan Kutorejo ini bisa kondusif ”, tambahnya.
    MWC NU Kutorejo, Abah Hasan Juga menyambut inisiatif baik dari penuturan Kapolsek Kutorejo AKP Heri Susanto, SH dengan terus menjalin koordinasi dan komunikasi intens terkait hal tersebut.
    “Menyikapi isu-isu yang terjadi, insya Allah NU Kutorejo beserta GP Ansor, Banser siap untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo ”, ungkap Abah Hasan, Ketua MWC NU Kutorejo.

        Dalam kesempatan itu Gus Hadi Prawiro Negoro juga menuturkan akan pentingnya sinergitas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
    

    “Kita ini selalu siap kapanpun untuk membantu aparat keamanan/ kepolisian untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban yang ada di masyarakat ”, ungkap pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Simbaringin.
    “kesiapan kita ini karena bentuk kecintaan kita terhadap tanah air, kita dilahirkan disini, hidup disini, mati disini, kiamat juga disini, maka harus bagi kita terus merasa memiliki dan menjaga tanah air ini ”, tambah Gus Hadi menuturkan tentang Cinta Tanah Air.

    Komitmen untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo juga didukung oleh PAC GP Ansor Kutorejo dan Banser.
    “Kami dari PAC GP Ansor Kutorejo, Banser dan segenap jajaran berkomitmen untuk ikut serta mendukung langkah dari pak Kapolsek dalam menjaga KAMTIBMAS di Kutorejo dengan menginstruksikan kepada anggota Ansor maupun Banser untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ”, ungkap Gus Saifuddin Ketua PAC GP Ansor Kutorejo. (hr-Psg/Anwar Sorban)

  • PENUTUPAN DIKLATSAR II BANSER PAC SOOKO BERLANGSUNG KHIDMAT DAN HARU

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com–Sooko – Siang (28/3) pukul 11.00 WIB sebanyak 115 peserta Diklatsar II Banser PAC Sooko melaksanakan upacara apel penutupan sekaligus dibaiat langsung oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di lapangan Desa Karangkedawang kecamatan Sooko. Seluruh personil petugas upacara adalah dari peserta diklat itu sendiri.


    Upacara dipimpin langsung oleh Kasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto H.Moh. Yunus. Nampak hadir pula para tamu kehormatan, diantaranya dari jajaran pemerintah (wakil camat, koramil dan kepolisian), Kepala desa Karangkedawang beserta perangkatnya, para kiai dari MWCNU Sooko, perwakilan dari banom2 NU (Muslimat, Fatayat, IPNU,IPPNU, Pagar Nusa, Ishari).


    Ada momen berbeda dalam prosesi penutupan Diklatsar kali ini, yaitu didatangkannya orangtua/wali para peserta diklat. Memang panitia diklat sengaja membuat gebrakan baru dengan momen acara sungkeman peserta diklat kepada orangtuanya. Sebagaimana perintah dalam agama islam, anak wajib hormat dan berbakti kepada kedua orangtuanya, dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun.


    Dalam sambutannya, Kasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto menekankan agar peserta diklat nanti di ranting masing2 bisa berperan aktif dan harus selalu siap dalam menjaga dan mengamalkan ajaran islam ahlussunnah waljamaah an nahdliyah, selalu berkomitmen dalam menjaga keutuhan NKRI yang bhineka tunggal ika, dan selalu siap satu komando, mentaati perintah2 pimpinan sebagaimana ilmu yang telah dipelajarinya selama diklat.


    Perwakilan pimpinan dari Pengurus Cabang Sahabat Ahnu Afandi ikut menambahkan, pentingnya bergabung dengan organisasi Gerakan Pemuda Ansor adalah pilihan yang sangat tepat untuk membentengi islam dari pengaruh ajaran2 radikalisme dan intoleran yang saat ini sudah marak di Indonesia, beliau juga berpesan agar sepenuhnya anggota berkhidmah kepada NU dengan niat ikhlas setulus hati agar mendapat keberkahan dari para muassis NU, juga pentingnya menjaga sholat 5 waktu.


    Upacara ditutup dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Kiai dari MWCNU Sooko yaitu Kiai Nashiruddin, S.Ag. dan setelah itu pembaiatan peserta dipimpin langsung oleh Gus Sa’dulloh Syarofie bin KH.Khusaini Ilyas dari Mojokerto berlangsung penuh tangis bahagia penuh haru, peserta satu persatu bersalaman dengan Gus dulloh dan para masyayikh, kemudian disiram dengan kembang setaman sebagai tanda telah lulus dari diklat oleh perwakilan dari Pengurus Cabang GP Ansor, kemudian satu persatu peserta berjabatan tangan/berpelukan dengan Tim Instruktur Diklat PC dan Pengurus PAC.


    Momen paling mengharukan adalah saat para peserta selesai dibaiat, lalu para peserta diberi aba-aba oleh protokol agar sungkem kepada orangtuanya masing2, peserta harus datang menuju orangtuanya masing2 secara merangkak untuk mendapatkan restu dan do’a orangtua agar saat menjadi Banser NU diridloi oleh Alloh SWT. Karna ridlonya Alloh SWT berada pada keridloan kedua orangtua. Deraian air mata tertumpah ruah, isak tangis membahana memenuhi seluruh arena. Doa doa pun mengalir tiada henti dari bibir orangtua yang penuh haru dan bangga anak2 mereka dapat lulus dan bergabung dengan Banser NU.

    SORBANSANTRI.COM


    Di akhir sesi, sahabat Najib Tantowi salah satu pimpinan GP Ansor PC Kabupaten Mojokerto menginstruksikan agar para peserta jangan terlalu larut dalam kesedihan dan meyuruh merayakan kesuksesan acara Diklatsar II PAC Sooko dengan menyanyikan lagu Mars Banser. Sontak seluruh peserta kembali ke lapangan dan nyanyian pun bergemuruh sambil mengangkat Kasatkoryon Sooko sahabat Kholik dan Ketua PAC GP Ansor Sooko sahabat Tatlutfiari, tak lupa juga sahabat ketua panitia Diklatsar II Sahabat Irawan. Setelah itu acara ditutup dengan foto bersama di depan Banner. (red.slamet)

  • 5 Orang Menjadi Korban, Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi di 2021

    5 Orang Menjadi Korban, Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi di 2021

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar. Ada korban akibat kejadian ini.

    Tampak kobaran api akibat ledakan masih menyala di sekitar lokasi. Selain itu, tampak potongan tubuh manusia di sekitar lokasi kejadian.

    Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

    Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan menilai jelang pilpres 2024 eskalasi teror akan semakin tinggi.

    Menurut Ken, radikalis juga marah karena saat ini sumber dana mereka dibekukan oleh PPATK sehingga pergerakan mereka sedikit terbatasi.

    Tapi hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk mencari dana, sekarang mereka aktif menyebarkan penggalangan bantuan lewat media sosial sepeeti whatsapp, facebook, instagram, twitter dll.

    Biasanya lewat group group mereka langsung chat pribadi dan menawarkan proposal dan profil organisasi mereka.

    Mereka juga berani pasang iklan jor joran di media sosial untuk penggalangan dana sosial untuk kepentingan kelompok mereka walaupun dengan dalih pembangunan dan sumbagan tempat ibadah di nasional dan negara di timur tengah, bahkan mereka siap jemput bola ke rempat para donatur.

    Ken berharap msyarakat lebih baik langsung menyerahkan bantuan kepada yang berhak dan membutuhkan agar dapat meminimalisir bantuan kepada kelompok radikal, jangan sampai kita malah ikut membantu jaringan radikal menjadi besar.

    Sumber

  • MUSTAIN NASOHA PIMPIN IKA SMA Negeri 1 PULOKULON

    MUSTAIN NASOHA PIMPIN IKA SMA Negeri 1 PULOKULON

    wp.sorbansantri.com Ahad, 20 Maret 2021 Keluarga Besar Alumni SMA N 1 Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah disibukkan dengan hajatan Akbar 5 Tahunan sekali. Yaitu Reoni Akbar dan Kongres dalam rangka memilih Ketua Umum IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon

    .Sebagai salah satu SMA berperestasi di Jawa Tengah dan Kabupaten Grobogan khususnya, SMA ini memiliki tekat kuat untuk memperhatikan kwalitas alumninya. Memastikan keterterimaan para alumni diperguruan tinggi bonafit besar dan alumni mudah memperoleh pekerjaan dengan gaji yang baik adalah prioritas penting SMA yang dikelilingi banyak Pondok Pesantren ini.Memastikan keterterimaan para alumni diperguruan tinggi bonafit besar dan alumni mudah memperoleh pekerjaan dengan gaji yang baik adalah prioritas penting SMA yang dikelilingi banyak Pondok Pesantren ini.

    Salah satu ikhtiar yang dilakukan SMA ini dalam rangka memastikan tercapaian visi dan misi tersebut adalah membangun jalinan Alumni yang kuat dan kokoh.

    Pada tahun 2021, SMA N 1 Pulokulon mengadakan Kongres Alumni dan Pemilihan Ketua Umum IKA Alumni. Pemilihan Ketua Umum ini mengalami beberapa tahapan yaitu 15-17 Maret 2021 Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum IKA dari angkatan, kemudian 18 Maret 2021 Pengumuman Calon Ketua Umum IKA Alumni, kemudian 19 Maret 2021 diadakan Uji Publik dan Fit and proper test untuk memastikan kelayakan dan kepatutan dalam tujuan untuk mewujudkan visi misi Alumni dan SMA N 1 Pulokulon.

    Minggu 20 Maret 2021 adalah puncak pemilihan Ketua Umum IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon. Dalam pemilihan ini ada 4 alumni terbaik yang dinyatakan lolos sebagai calon dan berhak maju dipemilihan umum. Yaitu:
    1. Riyanto, S.Pd. Beliau adalah Pakar Pendidikan dan Ketua OSIS SMA N 1 Pulokulon Tahun 2000-200
    2. Muhammad Rofi’I, S.Pd. alumni yang aktif di GP Ansor Nahdlatul Ulama Pulokulon, Grobogan dan Ketua ROHIS SMA N 1 Pulokulon 2004-2005.
    3. Ujiyati Susanti alumni yang satu ini aktif dibeberapa organisasi seperti Karangtaruna, Posyandu, dan Darma Wanita
    4. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha adalah Ketua ROHIS SMA N 1 Pulokulon tahun 2007-2008 dan sekarang menjadi Dosen serta Ahli Hukum.
    Acara yang dimulai dengan beberapa kali Konsolidasi Nasional ini memutuskan Ahmad Muhamad Mustain Nasoha terpilih dalam pemilihan Ketua Umum IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon untuk Periode 2021 – 2023 yang berjalan sangat demokratis ini.

    Gus Mustain, begitu dia akrab dipanggil teman-temannya adalah Alumni SMA N 1 Pulokulon 2009, beliau adalah Ketua ROHIS SMA N 1 Pulokulon 07/08, Dewan Ambalan Pramuka sebagai Ketua Teknik Kepramukaan dan Ketua Ketaqwaan OSIS ditahun yang sama. Pemuda 28 Tahun yang sekarang menjadi Dosen Ilmu Hukum dan Ketua Dewan Pakar Komunitas Sarjana Hukum Indonesia ( KSHI ) ini tinggal di Jl. KH. Samanhudi No. 64 Surakarta atau tepatnya di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta.

    “Sejak awal saya tidak memiliki rencana mencalonkan diri sebagai Ketua Umum IKA Alumni, saya beranggapan masih banyak alumni SMA yang saya cintai lebih layak daripada saya, makanya mulai dari proses pendaftaran sampai uji publik semua dilaksanakan Tim Sukses saya yaitu Mas Ahmad Sahudi dan Mas Agung Widodo. Akan tetapi atas adanya dorongan kuat dari banyak angkatan yang menghubungi saya dan berharap besar saya untuk maju, maka amanah ini akan saya laksanakan sebaik-baiknya. Insyaallah. Saya akan merangkul semua calon Ketua Umum yang ada dan merangkul semua angkatan, saya berharap, semua alumni mau bersama-sama memikirkan kebaikan dan kemajuan SMA N 1 Pulokulon tercinta ini.” Kata AM Mustain Nasoha. Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum ini.

    Kepala SMA N 1 Pulokulon Bapak Djoko Priyanto, S. Pd., M. Pd. Ini memberikan apresiasi luar biasa atas terselenggaranya Kongres Nasional IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon ini. “Melihat semangat para alumni, beliau merasa semakin opotimis untuk membawa SMA N 1 Pulokulon menjadi SMA yang semakin baik. Melalui IKA Alumni beliau berharap ada ikatan kuat antara almamater dan alumni, Sebagai seorang murid, walaupun sudah alumni maka dia tetap murid, Tidak ada mantan murid. Alumni yang sukses secara hakiki adalah alumni yang mampu memberikan kontribusi terbaik untuk tempat belajarnya. Banyak agenda besar yang direncanakan oleh SMA N 1 Pulokulon, misalnya mendidikan Masjid, dan lain sebagainya. Beliau berharap IKA Alumni bisa semakin bekerja sama dengan SMA dalam setiap agenda yang diadakan sekolah.”Kata Guru Favorit siswa dibidang Fisika SMA N 1 Pulokulon yang sekarang menjadi Kepala SMA ini.

    Bapak Qomari selaku Ketua Alumni periode sebelumnya sekaligus Ketua Panitia acara ini mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada berbagai pihak yang telah mendukung perhelatan Akbar SMA N 1 Pulokulon.
    “Semoga dengan terpilihnya Ketua Umum IKA Alumni yang baru mampu membawa nahkoda organisasi ini menjadi lebih baik” Pungkasnya.

    Ditulis oleh Qomari ( Ketua Panitia Kongres IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon )

  • Larangan Membungkuk Untuk Menghormati Manusia

    Larangan Membungkuk Untuk Menghormati Manusia

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Seringkali kita melihat orang² islam bersalam cium tangan guru ibu bapa atau orang lebih tua dari mereka hingga membongkok badan mereka bagaimanakah hukumnya..? Ayuh kita semak..

    Dari shahabat Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu- , Beliau mengatakan:
    “Seorang lelaki pernah mengatakan kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- :

    يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أَخَاهُ أَوْ صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِي لَهُ؟

    “Wahai Rasulullah! Apabila salah seorang dari kami bertemu saudaranya atau sahabatnya;

    Bolehkah ia menunduk (atau membungkuk) untuk (menghormati) nya?”

    Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab: ”Tidak boleh”

    [HR. At-Tirmidzi no. 2728 , Ibnu Majah no.3702, Ahmad no.13044, Al-Baihaqi dalam ”Al-Kubra” no.13573, Dan selainnya.]

    Derajat Hadits: Hasan.
    Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani –rahimahullah- karena adanya 3 riwayat penguat. Lihat “Ash-Shohihah” no. 160, dan “Al-Misykah” no.4680.

    Begitu juga tidak boleh membungkuk yakni merunduk seperti orang yang rukuk hal ini tidak boleh karena rukuk itu ibadah sehingga tidak boleh membungkuk di hadapan seseorang.

    Adapun membungkuk dalam rangka merunduk terhadapnya karena ia seorang yang pendek sedangkan orang yang membungkuk muslim berpostur tinggi sehingga si muslim membungkuk kepadanya sampai menjabat tangannya namun bukan dalam rangka mengagungkan tetapi orang muslim yang ada dihadapannya itu pendek, lumpuh atau dalam posisi duduk maka tidak masalah melakukannya.

    Adapun membungkuk dalam rangka mengagungkannya hal ini tidak boleh dan dikhawatirkan termasuk perbuatan syirik jika, bertujuan mengagungkannya.

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani mengatakan:

    “Tentang cium tangan dalam hal ini terdapat banyak hadits dan riwayat dari salaf yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa hadits tersebut shahih dari Nabi. Oleh karena itu, kami berpandangan bolehnya mencium tangan seorang ulama (baca:ustadz atau kyai) jika memenuhi beberapa syarat berikut ini.

    1. Cium tangan tersebut tidaklah dijadikan sebagai kebiasaan. Sehingga pak kyai terbiasa menjulurkan tangannya kepada murid-muridnya. Begitu pula murid terbiasa ngalap berkah dengan mencium tangan gurunya. Hal ini dikarenakan Nabi sendiri jarang-jarang tangan beliau dicium oleh para shahabat. Jika demikian maka tidak boleh menjadikannya sebagai kebiasaan yang dilakukan terus menerus sebagaimana kita ketahui dalam pembahasan kaedah-kaedah fiqh.

    2. Cium tangan tersebut tidaklah menyebabkan ulama tersebut merasa sombong dan lebih baik dari pada yang lain serta menganggap dirinyalah yang paling hebat sebagai realita yang ada pada sebagai kyai.

    3. Cium tangan tersebut tidak menyebabkan hilangnya sunnah Nabi yang sudah diketahui semisal jabat tangan. Jabat tangan adalah suatu amal yang dianjurkan berdasarkan perbuatan dan sabda Nabi. Jabat tangan adalah sebab rontoknya dosa-dosa orang yang melakukannya sebagaimana terdapat dalam beberapa hadits. Oleh karena itu, tidaklah diperbolehkan menghilangkan sunnah jabat tangan karena mengejar suatu amalan yang status maksimalnya adalah amalan yang dibolehkan (Silsilah Shahihah 1/159, Maktabah Syamilah).

    Akan tetapi perlu kita tambahkan syarat keempat yaitu ulama yang dicium tangannya tersebut adalah ulama ahli sunnah bukan ulama pembela amalan-amalan bid’ah.
    Baarakallah fikum, semoga bermanfaat.. (gelombang sorban)

  • NU SOLO ADAKAN TALK SHOW NASIONAL TENTANG PERAN WAKAF DAN MASJID UNTUK UMAT

    NU SOLO ADAKAN TALK SHOW NASIONAL TENTANG PERAN WAKAF DAN MASJID UNTUK UMAT

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : Alif Adi Saputra ( Ketua Panitia )

    wp.sorbansantri.com – Empat lembaga di PCNU Kota Surakarta, LBM ( Lembaga Bahtsul Masail ), Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nadhlatul Ulama (LPBH NU) , LTM ( Lembaga Takmir Masjid )  dan LWP (Lembaga Wakaf dan Pertanahan ) , Sabtu pagi (20/3) bersinergi menggelar Talkshow nasional dengan tajuk ‘ Meneguhkan Peran Masjid Dan Lembaga Wakaf Untuk Kesejahteraan Umat ‘.

    Talkshow Nasional ini di selenggarakan dengan Ofline dan Online, adapun secara Offline di aula lantai II Gedung PCNU Kota Surakarta. Acara ini hadiri oleh Ketua PCNU Kota Surakarta, para ketua lembaga dan peserta terbatas dengan mengedepankan protap kesehatan. Secara online ratusan ulama, pakar, akademisi, santri, mahasiswa dan masyarakat dari seluruh pelosok Nusantara hadir melalui Zoom pada acara ini.

    Talk Show Nasional yang dipandu oleh Pakar Hukum Nasional Ning Hilya Maliha Nur Himmati Ibrahim ini diawali sambutan oleh Ketua Panitia yaitu Ust Alif ADi Saputra, kemudian dibuka langsung oleh Ketua PCNU Kota Surakarta H. M. Mashuri, S.E, M.Si, dalam sambutanya menyampaikan, pentingya seluruh lembaga bersinergi melakukan pemberdayaan wakaf dan Masjid yang saat ini tengah di lakukan oleh PCNU Kota Surakarta. Beliau mengapresiasi setinggi-tinggi acara Nasional ini. Dalam tata kelola wakaf, lembaga terkait harus bersinergi mendata aset wakaf untuk di legalkan, namun perlu juga di ikuti dengan ketakmiran, bathsul masail sebagai bagian intelektual agamanya dan dakwah. Terang Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surakarta.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan Penyampaian Keynote Speaker oleh Dr. Arsyad Aldyan, S.H., M.H. Ketua LPBH NU Surakarta beliau presentasi dengan judul Perwakafan Di Negara Indonesia Dalam Konteks Hukum Positif Dan Problematika Yang Dihadapi Dalam Menyejahterakan Umat. Beliau mengatakan, “Peran Hukum Dalam Menunjang Perwakafan Di Indonesia antara lain Hukum Mengatur Mengenai Tata Cara Wakaf, Hukum Memberikan Perlindungan Bagi Pelaksanaan Wakaf Secara Syariah Di Negara Indonesia, Dengan Adanya Sistem Hukum Memberikan Legalitas Terhadap Perwakafan Di Indonesia Secara Hukum Positif Negara, Melalui Struktur Hukum Memberikan Penyelesaian Terhadap Sengketa Wakaf, Hukum Diharapkan Dapat Mempengaruhi Budaya Masyarakat Berkaitan Dengan Perwakafan Di Negara Indonesia.” Katanya.

    Pembicara pertama dalam Talk Show inia dalah Ustadz Fadil Misbah, SH.i beliau menjelaskan bahwa Masjid adalah tempat beribadah umat islam. Maka dari itu sudah seharusnya, umat Islam untuk memakmurkan keberadaan masjid agar mendapatkan ridho dari Allah SWT. 

    Beliau juga menukil dalil tentang kemuliaan memakmurkan masjid dalam firman Allah SWT Surat At Taubah ayat 18 berbunyi: “Hanyalah yang memakmurkan masjid–masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” Beliau mengatakan tentang fungsi masjid yaitu Tempat Pelaksanaan Peribadatan, Tempat pertemuan, Tempat bermusyawarah, Tempat Perlindungan, Tempat kegiatan Sosial, Tempat Pengobatan, Tempat Latihan  dan Mengatur Siasat Perang, Tempat Penerangan dan Madrasah Ilmu dan Tempat berdakwah.

    Pembicara kedua adalah Gus Ahmad Muhamad Mustain Nasoha Al Hafidz sebagai Ulama dan Kyai Muda NU pakar Hukum khususnya Fiqih Pebadingan Madzhab ini menjelaskan tentang Wakaf dan Masjid dari segi Fiqihnya. Beliau menyampaikan tentang pentingnya pemahaman Hukum Islam dalam masalah Wakaf dan Ke-Masjid-an. Banyak teori yang bisa dijadikan landasan atas Penerapan Hukum Islam di Indonesia antara lain Teori Receptio in Complexu, Teori Receptie, Teori Receptio A Contrario Teori Receptie Exit Teori Eksistensi Teori Interdependensi, Teori Sinkretisme, Menurut Direktur Pusat Studi Knstitusi dan Hukum yang akrab dipanggil Gus Mustain ini, seorang Pakar Hukum harus menguasai secara mendetail dan mendalam teori-teori tersebut agar mampu menghadirkan Hukum yang berkeadilan. Katanya

    Beliau menjelaskan dengan sangat gamblang tentang Fiqih Wakaf dan Masjid dengan membaca beberapa kitab dalam Talk Show ini seperti Kitab Fathul Muin bab Wakaf dan Kitab Mizanul Kubro tentang Fiqih Pebandingan Madzhab pada Bab Wakaf.

    “Tujuan Wakaf harus jelas misalnya untuk masjid maka tanah itu harus untuk masjid, siapa nadzirnya harus jelas misalnya untuk si A, maka nadzir harus benar-benar dipilih orang yang faham agama dan hukum wakaf.” Katanya.

    “Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi tentang Fiqih Wakaf dan Masjid, silakan bisa bertanya kepada LBM PCNU Surakarta. Insyaallah kami jawab dan tidak dipungut biaya. Putra ke 085640508723 dan putri ke 085839930200.” Pungkasnya.

    Pembicara ketiga adalah Bapak Sugeng Ardiyansah, S.T selaku Ketua LWP beliau adalah pakar dibidang pertanahan yang telah melalang lintang didunia ini. Dalam paparannya beliau menegaskan tentang pentingnya mendaftarkan wakaf atas tanah yang telah diwakafkan. Banyak masalah-masalah yang akan timbul jika tidak diwakafkan. LWP NU adalah lembaga NU yang memberi kemudahan dalam urusan wakaf. Beliau menejalaskan paling tidak ada 7 kelebihan wakaf ke NU yaitu :1. mengamankan dan melestarikan amalan ahlussunah wal jamaah an nahdliyah, 2. mengamankan aset NU sekaligus meng-inventarisir aset NU, 3. menghindari gonta ganti nadzir, yang bisa menimbulkan perselisihan dalam pengelolaan benda wakaf. 4. menjamin legalitas tanah wakaf, 5. menjamin wakafnya selalu makmur dengan kegiatan keislaman khususnya ke-NU-an, sehingga ada nilai tambah tanah wakaf.
    6. setelah ganti nadzir menjadi nadzir NU maka pengurus takmir masjid tetap dari orang NU sekitar masjid, untuk bisa selalu menjaga dan mengembangkan amaliah NU di tanah wakaf bersangkutan, 7. supaya wakif, leluhur dan keturunannya kelak di alam kubur selalu didoakan oleh orang NU setiap saat. 8. pengurusan wakaf gratis dan diuruskan perijinan IMB nya, juga gratis 9. yang terakhir, dengan mewakafkan ke NU sebagai bukti kita orang NU cinta NU dan ngopeni NU.

    Acara dilanjutkan Tanya jawab dipandu oleh Ning Hilya dan ditutup dengan pemberian hadiah untuk 6 penanya terbaik.

  • Amien Rais Ancam Serukan Azan Hayya Alal Jihad, Sidang Habib Rizieq Sesat

    Amien Rais Ancam Serukan Azan Hayya Alal Jihad, Sidang Habib Rizieq Sesat

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Alasannya permintaan Habib Rizieq sidang secara langsung ditolak pengadilan. Amien Rais merupakan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI.

    Amien Rais ancam serukan jihad atau Hayya Alal Jihad jika Habib Rizieq mendapat perlakukan tak adil di pengadilan. Bahkan Amien Rais menyatakan sidang Habib Rizieq melanggar HAM atau hak asasi manusia.

    Hal itu diungkapkan Amien Rais dalam video berjudul “Jangan Sampai Keluar Seruan Hayya Alal Jihad” yang disiarkan melalui kanal YouTube-nya, Selasa (23/3/2021).

    Amien Rais menilai Habib Rizieq merupakan salah satu tokoh Islam terkemuka sehingga dia heran kenapa kriminalisasi terhadapnya terus berjalan bahkan berlanjut sampai pengadilan.

    Amien Rais mengungkit kejadian di Khasmir yang jangan sampai terjadi pula di Indonesia yakni berkumandangnya seruan Hayya Alal Jihad.
    “Saya cuma ingin menyampaikan, jangan sampai keluar dari lisan Pak Habib Rizieq itu misal ya seperti terjadi di Khasmir. Bagaimana orang India ketika terpojok lantas mengumandangkan Hayya Alal Jihad,” tukas Amien Rais.

    “Ini bukan dalam konteks azan, tetapi dari menara Masjid Khasmir terdengar seperti itu. Menimbulkan keberanian luar biasa, dan ketika kaum muslimin yang terpojok itu bangkit, kemudian seolah sudah apapun dikorbankan baik nyawa dan harta,” sambung dia.
    Amien Rais menerangkan, orang yang hendak menghina, menista, bahkan membunuh kaum muslimin kemudian mereda karena timbulnya keberanian.
    Lebih lanjut, Amien Rais mengaku tidak melihat dalam diri Habib Rizieq upaya untuk melakukan pemberontakan atau penggulingan kekuasaan.

    “Cuma ingin bagaimana negeri ini dibenahi, nilai-nilai agama Islam dimuliakan. Jangan sampai umat Islam mendapatkan diskriminasi atau demonisasi, seperti hantu yang ingin dimusnahkan,” tuturnya.
    (sumber)

  • Ruwah desa dan rutinan majelis dzikir sholawat rijalul ansor ranting Ngoro kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto

    Ruwah desa dan rutinan majelis dzikir sholawat rijalul ansor ranting Ngoro kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Pengajian umum dalam rangka ruwah desa yang dilaksanakan pada hari Sabtu malam (20/3) di halaman mushola al-ikhlas depan rumah kepala desa Ngoro, acara berjalan penuh hikmat pasalnya acara tersebut berkolaborasi dengan para gerakan pemuda Ansor dan majelis dzikir rijalul ansor ranting Ngoro yang dipimpin oleh ustad muslik.

    sebelum acara dimulai atau pra acara di isi dengan lantunan lantunan sholawat oleh Grup Al-Banjari dan santunan anak yatim piatu yang ada di desa tersebut, rasa haru pun menyelimuti suasana tatkala waktu pemberian santunan karena rata-rata mereka masih kecil-kecil sudah ditinggal pergi oleh orang tuanya menghadap sang khalik, tampak suasana begitu meriah ketika pembukaan diisi dengan lagu-lagu mars syubbanul Wathon, mars Ansor, dan mars Banser, yang di iringi oleh musik, dari panitia turut mengundang para alim ulama sesepuh desa dan kepala desa beserta jajaran perangkatnya, juga tampak hadir ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro sahabat saufi s.Kom ketua PAC rijalul ansor kecamatan Ngoro gus Sujono dan ustaz Yasin Basuni selaku penceramah agama serta seluruh elemen masyarakat desa Ngoro umumnya.

    dalam sambutan dari kepala desa Ngoro bapak Suryo Hartono mengatakan acara ruwah desa Ngoro sengaja dibarengkan dengan acara majelis dzikir dan sholawat dengan harapan ingin mengalap barokah dari para alim ulama agar desa Ngoro lebih makmur aman dari segala balak dan musibah khususnya dalam bencana pandemik seperti saat ini, masih kata kepala desa acara ini bertujuan untuk mempersatukan masyarakat dari tingkat bawah sampai atas agar selalu guyub rukun bersatu membaur dalam segala hal utamanya dalam kegiatan kegiatan desa.
    sambutan yang kedua dari ketua PAC GP ANSOR kecamatan Ngoro sahabat Saufi mengatakan bahwasanya beliau dan para pengurus merasa bahagia dan istimewa bisa diundang untuk menghadiri acara ruwah desa tersebut dan rasa bahagia itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata selain mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para jajaran pemerintahan desa Ngoro khususnya bapak kepala desa.

    memasuki acara inti pengajian umum yang disampaikan oleh Al Mukarom ustaz Yasin Basuni dari Mojokerto beliau menerangkan tentang Fadhilah dan keutamaan sholawat apalagi di bulan sya’ban saat ini kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat nabi karena sholawat juga bisa menjauhkan dari balak dan musibah, acara berakhir dengan pembacaan doa oleh beliau.

    acara berakhir tepat pukul 22.00, ruwah desa dan majelis dzikir berjalan dengan lancar dan sukses berkat kerjasama panitia juga pengamanan dari anggota BANSER satkoryon kecamatan Ngoro yang dipimpin oleh sahabat apiin.  (Hasan sorban)

  • PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sebanyak 18 Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) kabupaten mojokerto resmi dilantik masa bakti 2021-2024 pada hari minggu 21 maret 2021 di institut pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto. 

    Pelantikan PC ISNU Kabupaten Mojokerto ini diagendakan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi oleh Bupati Mojokerto Dr. IKfina Fahmawati dan Wakil Bupati terpilih Gus Muhammad al Barra, namun karena ada kepentingan lain Ibu Gubernur Jatim ini berhalangan hadir. 

    Meskipun demikian, acara pelantikan 18 PAC yang tersebar di seluruh kecamatan se kabupaten mojokerto yang diawali dengan sambutan oleh ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali dilanjutkan sambutan tuan rumah Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim.MA., berjalan dengan khidmat dan lancar sampai akhir acara. 

    Jadwal acara yang padat dan berisi berlangsung dengan penuh semangat peserta, setelah ishoma acara yang dihadiri lebih dari 100 orang sarjana NU Mojokerto itu langsung dilanjut dengan acara simposium kebangsaan bertema “Peran Sarjana NU dalam mewujudkan Mojokerto Maju Adil dan Makmur” dengan nara sumber Prof. Mas’ud Saidi dan Gus Muhammad al Barra. 

    “Kita sebagai sarjana NU Mojokerto harus siap dan mampu memaksimalkan diri berperan aktif dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat” Jawaban Prof. Mas’ud Saidi atas pertanyaan yang dilontarkan peserta saudara Kusmanuji ketua PAC ISNU Pacet, disambut riuh applause dari peserta. (Abdu Pct)

  • Sejarah Lengkap Penulisan Al-Qur’an (bag. 1)

    Sejarah Lengkap Penulisan Al-Qur’an (bag. 1)

    SORBAN Infokom-

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Posted by Saifur Ashaqi

    Diambil dari kitab “Manahilul ‘Irfan fi Ulumil Qur’an” karya Imam Az-Zarqani. Pengumpulan Al-Qur’an ditinjau dari segi penulisannya terjadi 3 periode : Pertama, pada masa Nabi saw. Kedua, pada masa sahabat Abu Bakar As-Shiddiq. Ketiga, pada masa sahabat Utsman bin Affan. Dan pada masa terakhir ini mushaf-mushaf telah berhasil disalin dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.

    Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Rasulullah saw.

    Rasulullah saw. mengangkat penulis-penulis wahyu manakala turun ayat-ayat Al-Qur’an dan memerintahkan mereka untuk menulisnya. Tujuannya adalah untuk mengukuhkan dan mengikat (menjaganya). Dan untuk menambah rasa percaya diri, hafalan, dan kehati-hatian pada kitab Allah Ta’ala, sehingga tulisan tersebut jelas lafadznya dan bisa ditulis lafadznya.

    Adapun mereka para penulis wahyu yang merupakan sahabat Nabi yang terbaik, di antaranya: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Muawiyah, Aban bin Sa’id, Khalid bin Walid, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Tsabit bin Qais, dan lainnya. Adapun Nabi saw. menunjuk mereka terhadap subjek yang ditulis dari surahnya. Dan mereka menuliskannya pada tempat yang mudah (mereka peroleh) yakni dari daun palm, batu, kulit atau kertas, potongan endoderm (jaringan bagian dalam kulit), tulang dari tulang bahu dan rusuk, kemudian tulisan tersebut disimpan di rumah Rasulullah saw.

    Demikianlah, berlalunya masa Nabi dengan selamat dan Al-Qur’an dikumpulkan dengan cara demikian. Bagaimana pun ia belum ditulis di atas mushaf.

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, “Apabila ada sebuah surah diturunkan kepada Rasulullah saw., maka beliau memanggil sebagian (sahabat) yang bertugas menulisnya dan bersabda : “Letakkanlah surah ini pada tempat yang disebutkan demikian dan demikian”.

    Dan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, “Pada masa Rasulullah saw. Al-Qur’an ditulis pada kulit atau kertas”. Dan adapun penyusunan tersebut (menjadi) pelajaran keteraturan susunan ayat-ayat berdasarkan bimbingan Nabi saw. dan dengan didasarkan atas ketetapan dari malaikat Jibril as. atas perintah Allah Azza wa Jalla.

    Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Sahabat Abu Bakar As-Shiddiq

    Peristiwa-peristiwa besar dan kesulitan-kesulitan yang terjadi telah membawa perubahan pada masa pemerintahan sahabat Abu Bakar As-Shiddiq. Diantaranya yaitu terjadinya perang Yamamah pada tahun 12 H. yang mana banyak para penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam pertempuran tersebut.

    Permasalahan ini ditanggapi serius oleh sahabat Umar bin Khattab, yang kemudian ia mendorong sahabat Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Hal tersebut dilakukannya karena dikhawatirkan Al-Qur’an dapat tersia-sia (tercecer), sebab banyaknya para penghafal Al-Qur’an yang meninggal dunia. Atas dasar dorongan sahabat Umar bin Khattab, Allah-pun membukakan hati sahabat Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an.

    Ia mendapatkan pencerahan dari Allah dalam mengerjakan pekerjaan ini, yaitu dengan mengangkat salah satu sahabat terbaik. yaitu Zaid bin Tsabit. Hal tersebut dikarenakan Zaid bin Tsabit merupakan sahabat yang memiliki kelebihan dibanding sahabat-sahabat lain, seperti beliau merupakan penghafal Al-Qur’an, penulis wahyu Rasulullah saw. dan juga turut menyaksikan Al-Qur’an dihadapkan kepada Rasulullah menjelang akhir hayatnya. Selain itu, Zaid bin Tsabit juga dikenal sebagai sahabat yang memiliki pendirian yang kokoh, wira’i, amanah, sempurna akhlaknya dan istiqomah dalam menjalankan agamanya.

    Dalam mengumpulkan Al-Qur’an, Zaid bin Tsabit menempuh jalan dengan sangat hati-hati, sabar dan menyusunnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh sahabat Abu Bakar dan sahabat Umar bin Khattab. Di dalam aturan tersebut terdapat tanggungan (aturan) yang mencakup kitabullah, dengan aturan yang patut baginya seperti penetapan (tasabbut/akurasi) yang tinggi dan kehati-hatian yang mendalam. Pengumpulan Al-Qur’an tidak hanya mengandalkan hafalan yang ia miliki, tidak pula dengan tulisan yang ia tulis dan apa yang ia dengar dari telinganya, akan tetapi lebih dari itu, ia berupaya semaksimal mungkin dengan rasa percaya diri, dengan mengacu pada dua hal pokok, yaitu:

    1.) Al-Qur’an yang ditulis langsung dihadapan Rasulullah saw.

    2.) Al-Qur’an yang telah dihafal oleh para sahabat

    Diantara kehati-hatian tersebut dibuktikan oleh sahabat Zaid bin Tsabit, bahwasanya ia sedikit pun tidak mau menulis sumber-sumber yang ada sebelum ia mendatangkan dua orang saksi bahwasanya Al-Qur’an yang ditulis benar-benar berasal dari Rasulullah saw.

    Berdasarkan peraturan yang bijaksana ini, penulisan dan pengumpulan Al-Qur’an selesai dilakukan dengan kemuliaan sahabat Abu Bakar, sahabat Umar bin Khattab, dan mayoritas para sahabat, serta kesepakatan umat. Sahabat Ali bin Abu Thalib berkata, “Orang yang mendapatkan pahala paling besar di dalam pengumpulan Al-Qur’an adalah sahabat Abu Bakar”. Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada sahabat Abu Bakar karena beliau merupakan pioner dalam pengumpulan Al-Qur’an.

    Al-Qur’an yang telah disusun oleh sahabat Zaid bin Tsabit dengan mendapatkan perhatian dan pertolongan yang lebih dari para sahabatnya, akhirnya diterima dan disimpan di sisi sahabat Abu Bakar, kemudian pada periode kekhalifahan Umar bin Khattab disimpan oleh beliau dan setelah sahabat Umar bin Khattab meninggal dunia, Al-Qur’an pun disimpan di rumah putri Umar bin Khattab, yaitu Hafsah yang mendapatkan gelar Ummul Mukminin. Pada periode selanjutnya Al-Qur’an yang telah berhasil dikumpulkan dijadikan pijakan oleh sahabat Utsman dalam penyalinan Al-Qur’an, sebagaimana keterangan berikut. (kalam ulama)