Suatu hari PBNU mengadakan sebuah acara di Surabaya, mengundang duta-duta besar negara sahabat, dan pelayanan-nya pun VVIP. Lebih-lebih KH. Sahal Mahfudz, sebagai Ra’is Amm PBNU, tentu bisa mendapatkan pelayanan yang lebih.
Di Kota Pahlawan ini, Mbah Sahal -sapaan mulianya, selama dua hari bermalam di sebuah hotel berbintang. Tapi, ketika panitia acara ingin membayar kamar hotel yang ditempati Kyai Sahal, beliau bilang: “Ndak usah, aku jek duwe duet dewe,” (Tidak, saya masih punya uang sendiri), sambil berjalan ke kasir. Panitia pun masih merayu Kyai sahal agar mau dibayari oleh panitia. Mbah Kyai Sahal tetap bilang “Ndak usah” sambil beliau mengeluarkan uang dari tasnya. Setelah itu panitia masih berkata: “Mana bon-nya yai, biar kami ganti.” Mbah Sahal dawuh: “Ndak usah, aku moh nganggo duite NU. Aku gowo duetku dewe ae. Nek NU iku urip-urip NU, ojo sepisan-pisan golek urip nok NU.” (Tidak, saya tidak mau menggunakan duitnya NU. Saya pakai uang saya sendiri saja. Di NU itu harus menghidupi NU, jangan sekali-kali mencari hidup di NU).
Sifat Mbah Kyai Sahal patut kita contoh. Beliau benar-benar tulus, ikhlas mengabdi untuk NU. Padahal sekelas Ra’is Amm seperti mbah sahal tentu mudah sekali bagi beliau untuk mendapat fasilitas dari NU. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Al-Fatihah
cyberaswaja.online-Kenal Musa kan? Ada yg blm…?
Iya.. Bocah dari Bangka yg berhasil meraih Juara 1 Hafidz Indonesia 2014 dan tanggal 14 april kemarin baru saja berhasil meraih juara 3 Musabaqah Hifzil Qur’an di Mesir, mengalahkan 80 peserta dari 60 Negara, Masya Allah banget kan..?
Yah.. Namanya Musa bin Abu Hanafi., Seorang Hafidz Cilik, usianya masih 7 thn., bicaranya masih cadel, tp jangan tanya prestasinya…
Sudah hafal Qur’an saat usianya blm genap 6 thn, dan sekarang Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh (Nah loh.. saya aja baru tau nama2 itu sekarang, malu banget ya Allah), Juara 1 hafidz Indonesia 2014, berhasil mencatatkan namanya pada rekor MURI sebagai hafidz termuda, bahkan bukan saja terbaik seIndonesia.. tapi juga terbaik seDunia dalam kompetisi penghapal Quran, dan in syaa Allah terbaik juga di akhirat nantinya.
Yah.. berita kemenangan nya yg mengharumkan nama bangsa kurang terekspos di media.. entahlah.. mungkin Standar definisi “Bangga” dan “Mengharumkan Nama Bangsa” kita masih belum jelas. Mungkin menurut mereka, baru layak disebut “Mengharumkan Nama Bangsa” jika memenangi kontes putri2an yg mengumbar aurat itu., sehingga mereka berlomba ramai2 memberitakan,
atau “Mengharumkan Nama Bangsa” karena berhasil menangkap “terduga teroris”..aaah.. sudahlah.. anggap saja mereka lagi butuh aqua xixi..😬
Meskipun begitu..
Kami bangga padamu nak..
Jika media2 mainstream itu tak ingin memberitakanmu..
Biarkan kami saja yang menshare berita tentangmu dan mengabarkannya pada Indonesia!!
Karena media2 ini tampaknya lebih tertarik sama berita politik yg penuh permainan dan acting, aksi tipu2 atau berita gosip artis2 yg tidak bermutu..
Itulah dia Musa..
Seorang putra terbaik bangsa Indonesia..
Musa tak butuh trilyunan rupiah jika sekedar untuk mengharumkan nama bangsa..
Ia pun tidak perlu bersurat ke Dubes atau KBRI agar difasilitasi selama diluar negeri, meskipun membawa nama bangsa.
Ia juga tak perlu mengemis sponsor untuk sekedar mengharumkan nama bangsa, apalagi harus merepotkan negara ratusan milyar dan menodong kementrian agar pegawainya dipotong gajinya.. untuk sekedar mengharumkan nama bangsa..
Iya., Kami tahu, kamu tidak butuh itu semua nak untuk sekedar membuatmu terkenal di dunia, karena terkenal pada penduduk langit lebih mulia
Ahh.. Musa kamu lagi2 membuat kami bangga nak.. bukan saja membuat bangga orang tuamu, tapi juga membuat bangga umat islam, dan terlebih bangsa ini yg kau wakili.
Tetesan airmata kagum dan haru, bkn saja dari penonton, dan peserta tp jg syeikh2 penguji kelas dunia yg menjadi juri diajang itu..
Mereka berlomba berfoto dan mencium kepalamu.. sebagai tanda takzim, bahkan Presiden Mesir akan memberi penghargaan khusus buatmu sayang..
Teruslah berkarya dan berprestasi nak, kami b’harap padamu, harapan didunia dan akhirat sebagai barisan penjaga Qur’an dan penjaga kalam Allah, Semoga Allah selalu menjaga dan merahmatimu nak
Anda akan berubah banyak hal disebabkan teman yang mendampingi dan buku yang dibaca setiap hari. Begitu pepatah mengatakan.
Tabarukan kitab karya Sayyid Muhammad bin Abbas bin Alwi Almaliki yang telah di Tahqiq oleh putranya Doktor Sayid Ahmad bin Muhammad bin Abbas AlMaliki. Keduanya merupakan Ulama besar pada zamannya dan menjadi rujukan ulama ahlussunah wal jamaah dunia. Beliau bermukim di Rushoifah Makkatul Mukarromah. Dan banyak pula tersebar alumninya yang alim allamah di negeri kita tercinta indonesia. Beliau wafat hari Jumat 15 Ramadhan 1425 H bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2004 M dan dimakamkan di pemakaman al-Ma’la di samping Sayyidah Khadijah al-Kubro.
Al-‘Allamah al-Muhaddits Prof. Dr. as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani meninggalkan karya tulis yang sangat banyak. yang sudah terbit ada kisaran 77 judul dan dicetak oleh Darul Minhaj. Penulis niat bertabaruk karya-karya Sayid Muhammad dengan harapan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya. Dan tentunya tulisan para Ulama’ berbeda dengan tulisan orang biasa dalam segi nur dan keberkahannya. Adapun dalam hal harga, harga kitab tidak semahal handphone keluaran terbaru.
Tentang membeli kitab Teringat sebuah Maqolah dari Syekh Ali Jum’ah شراء الكتب يعود بعشر امثاله رزقا Membeli kitab menyebabkan rezeki kembali sepuluh kali lipat
Maqolah dari Habib Salim As-Syatiri Membeli kitab dapat memudahkan datangnya rezeki. شِراء الكُتب مع النِّية الحسنة مِن أسباب سِعَّة الرِّزِق ويُورِث صاحبه الغنى. كان الأستاذ محمد الخانجي صاحب مكتبة الخانجي شغوفا بتحصيل الكتب وشرائها.. وكان عنده شقتان ملأهما بالكتب. وكان يقول: “شراء الكتب يعود على صاحبه بعشرة أضعاف الثمن مجرب قلت: وهو كذلك مجرب Membeli kitab dengan niat yang baik merupakan sebab akan luasnya rizqi dan menyebabkan kekayaan bagi pemiliknya. Ustadz Muhammad al-Khaniji, pemilik penerbit Maktabah al-Khaniji sangat gemar mengoleksi dan membeli kitab. Ia punya dua rumah yang penuh dengan kitab. Ia sering berkata, membeli kitab akan mendatangkan uang berlipat-lipat daripada harga yang dibeli. Ini mujarab. Aku berkata, ini mujarab, alias terbukti. شراء الكتب يورث الغنى. Membeli buku akan menjadi investasi kekayaan.
اذا كان عندك مال واردت ان تستري به ثوبا فاشتر به كتابا يأتيك ثوب Jika kamu memiliki uang lalu berkeinginan membeli pakaian, maka alihkanlah untuk membeli buku, kelak pakaian yang kamu inginkan akan datang. Syaikh Abdullah Izzuddin, Kairo. Raden Asnawi kudus Belilah kitab walau harganya mahal. Uang yang untuk membeli tidak akan hilang, sebab dengan kitab semua kebodohan hilang.
Beberapa Kutipan dawuh Sayid Muhammad al-Maliki al-Hasani. أنا ما زلت طالباً ( بضمير التكلم Selamanya aku tetap sebagai santri
ما زلت طالِباً ( بضمير الحطاب Selamanya engkau tetap sebagai santri
لا زلت إلى الآنَ أَبحَث عَلَى مَنْ يُعَلِمُني Hingga sekarang, aku tetap mencari orang yang mau mengajariku ilmu agama.
قدوة في العلم وفي الادب مع الرسول صلى الله عليه وسلم الامام مالك ابن انس
Teladanku dalam berilmu dan beradab kepada Rasulullah saw adalah Imam Malik bin Anas.
قدوة في الزي والمظهر والهيئة الامام مالك والامام ابو الحسن الشاذلي
Teladanku dalam berpakaian dan berpenampilan adalah imam Malik dan Imam Abul Hasan As Syadzili
ليس قصدي من التجمل والتزين سوى احترام العلم
Tujuanku berpenampilan bagus dan rapi tiada lain kecuali untuk menghormat ilmu.
استحي من الله ان يخرج ضيفي من عندي بلا شيئ في يده بلاطعام Aku merasa malu kepada Allah swt juka tamuku keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa ditangannya/ tanpa mencicipi makanan
لست بكثير الصيام والقيام وقراءة القران وعسى الله يتقبل مني بسلامة الصدر Aku tidak banyak melakukan puasa sholat atau membaca al Qur’an. (Aku harap) semoga Allah swt menerimaku dengan selamatnya hati.
ليس عندي كثير العمل والعبادة ولعل الله يتقبل مني بخدمة الناس Aku tidak mempunyai banyak amalan dan ibadah. (Aku berharap) semoga Allah swt menerimaku berkat membantu orang lain.
لاتخلو شنطتي من دفتر وقلم ومسواك Tasku tidak pernah kosong dari buku kecil, bulpen dan siwak.
لاتفارق المسبحة (السبحة) جيبي اوشنطتي Tasbih tidak pernah lepas dari saku baju atau taski.
أحَاول أن يَكُونَ مَعي دائماً كتاب أو كُتيت في أسفاري , تَقلِيدًا بسَيْدِي الْوَلِيدِ ( السيد عَلَوي ) Dalam perjalananku, aku selalu berusaha untuk membawa kitab demi mengikuti jejak ayahandaku.
لاتغلب التجارة العلم Jangan sampai bisnis mengalahkan ilmu.
العلامة الرابطة بين الشيخ وتلميذه نشر علومه والسير على منهجه Ikatan yang memperkuat hubungan antara guru dan murid adalah menyebarkan ilmunya dan mengikuti jalannya.
قليل مع الاستمرار خير من كثير يتخلله الانقطاع Sedikit yang disertai keberlanjutan itu lebih baik daripada banyak yang diikiti keterputusan.
اهل جاوة اهل الادب والكرام Masyarakat jawa adalah masyarakat yang berakhlak baik dan pemurah.
Dan masih banyak lagi dawuh-dawuh beliau yang menyejukkan dan menentramkan hati. Selengkapnya bisa dilihat dalam kitab: استخراج اللآلي والالماس من بحر صاحب المعالي ابوي ابن عباس
Semoga kecintaaan kita kepada para Habaib dan Ulama’ menjadikan hidup kita semakin terarah dan penuh berkah.
Salam Takdzim Zainuddin Bad Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang.
cyberaswaja.online – Bisa gak sih sebulan saja Salafi ini tidak berulah di bulan Ramadhan ini? Saya tidak mau mengotori bulan suci ini dengan perdebatan. Tapi rupanya mereka tidak membedakan mana bulan suci dan tidak. Kalau pun terpaksa saya ‘meladeni’ menjawab tuduhan Bid’ah mereka maka saya lakukan malam hari.
Bacaan “shadaqallah al-A’dzim” ini dinilai bidah oleh Syekh Bin Baz dan Syekh Utsaimin. Namun Syaikh Athiyah Shaqr, Mufti al-Azhar mengeluarkan Fatwa terkait amaliah membaca Shadaqallahul Adzim saat selesai membaca al-Quran (Fatawa al-Azhar, 8/86):
وذكر القرطبى في مقدمة تفسيره أن الحكيم الترمذى تحدث عن آداب تلاوة القراَن الكريم وجعل منها أن يقول عند الانتهاء من القراءة : صدق الله العظيم أو أية عبارة تؤدى هذا المعنى . ونص عبارته “ج 1 ص 27 ” : ومن حرمته إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ، ويشهد بالبلاغ لرسوله صلى الله عليه وسلم
Al-Qurthubi menyebutkan di Mukaddimah Tafsirnya bahwa Hakim al-Tirmidzi menyampaikan tatakrama dalam membaca al-Quran diantaranya adalah “Maha benar Allah”, atau redaksi lain yang semakna. Ia menjelaskan (1/27) bahwa diantara bentuk memuliakan al-Quran jika selesai membacanya adalah menyatakan Allah maha benar dan memberi kesaksian bahwa Rasulullah telah menyampaikan wahyu
وجاء فى فقه المذاهب الأربعة ، نشر أوقاف مصر، أن الحنفية قالوا : لو تكلَّم المصلى بتسبيح مثل . صدق اللّه العظيم عند فراغ القارئ من القراءة لا تبطل صلاته إذا قصد مجرد الثناء والذكر أو التلاوة ، وأن الشافعية قالوا : لا تبطل مطلقا بهذا القول
Dijelaskan dalam Fikih 4 Madzhab bahwa Ulama Hanafiyah berkata: “Jika orang yang salat membaca Tasbih, misalnya ‘Allah maha benar’ setelah imamnya selesai membaca al-Quran, maka tidak batal jika bertujuan memuji Allah, berdzikir atau membaca al-Quran”. Ulama Syafiiyah berkata: “Tidak batal mengucapkan kalimat ‘Allah maha benar’ secara mutlak”
فكيف يجرؤ أحد فى هذه الأيام على أن يقول : إن قول : صدق الله العظيم ، بعد الانتهاء من قراءة القرآن بدعة؟ أكرر التحذير من التعجل فى إصدار أحكام فقهية قبل التأكد من صحتها ، والله سبحانه وتعالى يقول :{ولا تقولوا لما تصف ألسنتكم الكذب هذا حلال وهذا حرام لتفتروا على الله الكذب إن الذين يفترون على الله الكذب لا يفلحون } النخل : 116
Maka bagaimana mungkin hari ini ada yang mengatakan bahwa mengucapkan ‘Allah maha benar’ setelah membaca al-Quran adalah bidah? Saya (Syaikh Athiyah) ulang-ulang mengingatkan supaya tidak tergesa-gesa dalam mengeluarkan hukum fikih sebelum memperkuat kesahihannya. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (al-Nahl: 116) (abi-sorban)
Pengurus Ranting NU Padusan salurkan paket sembako untuk warga
Mojokerto, Graha NU Pacet – Terdampaknya kesejahteraan warga di tengah merebaknya dampak covid19, membuat pengurus ranting NU desa Padusan Pacet ikut peduli dengan membagikan paket sembako, Rabu 6 Mei 2020 tadi pagi.
Sebanyak 64 paket sembako didistribusikan kepada warga desa Padusan yang ikut merasakan dampak merebaknya virus corona. Padusan merupakan kawasan wisata yang sejak akhir maret lalu telah ditutup kegiatan wisatanya. Secara otomatis para pedagang maupun pelaku usaha lainnya tidak bisa lagi operasi di sana. Padahal itu adalah ladang usaha yang selama ini menjadi tumpuan hidup.
Bagi pedagang kecil di warung warung, kaki lima, juru parkir, jasa cuci mobil dan lain lain situasi ini sangat merugikan. Mereka harus bekerja keras memeras otak agar tetap punya penghasilan demi kelangsungan hidup keluarganya.
Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, kebutuhan keluarga semakin besar. Sementara usaha perdagangan di kawasan wisata Padusan belum ada tanda tanda dibuka kembali.
Situasi inilah yang menggerakkan pengurus ranting NU desa Padusan didukung Muslimat, Fatayat dan Ansor tergerak membantu dengan membagikan paket sembako 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak dan mie instan.
Paket sembako tersebut dananya diambilkan dari donasi warga setempat melalui kotak infaq NU dan infaq para aghniya’.
Sujono, selaku ketua ranting NU Padusan berharap, dengan usaha ini bisa sedikit meringankan beban warga terdampak covid19, menumbuhkan kecintaan kepada NU dan menguatnya rasa kepedulian masyarakat agar menghadapi musibah ini dengan kebersamaan.
Sementara itu ketua MWNU Pacet, H M Yusuf ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, agar gebrakan ranting NU Padusan ini dapat berlanjut dan dapat ditiru oleh ranting ranting yang lain. (Agus sekr)
Pembagian paket sembako oleh Tim NU Peduli Covid-19
Cyberaswaja.online – Posko NU Peduli Covid-19 Pacet bentukan dari MWCNU ini menyalurkan ratusan paket sembako dan masker bagi warga juga pembagian hand sanitizer untuk Masjid dan Musholla se-Kecamatan Pacet, Rabu (06/05/2020). Pembagian sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Perwakilan Tim NU Peduli Covid-19 menjelaskan, “Pembagian paket sembako gelombang pertama ini berdasarkan data yang dihimpun oleh masing-masing pengurus Ranting NU, dan yang akan membagikan juga Pengurus Ranting itu sendiri, karena kami melaksanakan anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan,” jelasnya.
“Kami mengajak kepada semua, agar saling tolong menolong dan bisa saling berbagi, saat ini banyak saudara kita yang sedang mengalami kesusahan, maka wajib kita bantu,” tuturnya. Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan tersebut merupakan bentuk sedekah. “Karena sedekah merupakan sebagai tolak bala dan merupakan syarat ikhtiar kepada Allah SWT agar wabah ini pergi jauh, ” pungkasnya.
Pembagian masker dan sanitizer oleh Tim NU Peduli Covid-19
Hasil survei lapangan Tim Cyberasawaja.online, kegiatan posko tersebut tidak hanya membagikan paket sembako saja, sudah empat kali membagikan masker kepada warga, pedagang pasar, pedagang kaki lima serta pengendara motor yang tidak memakai masker. Perlu anda ketahui Posko NU Peduli Covid-19 ini tidak ada sepinya, setiap hari dijaga oleh Banom dan Lembaga NU. (M.Ha)
Mojokerto, Graha NU Pacet. Langka menarik dilakukan oleh MWCNU Pacet. Dalam rangka mengamankan berkas dan inventaris ranting NU, MWCNU Pacet menghimbau kepada ketua ranting NU se kecamatan Pacet yang sudah menerima dana subsidi operasional dari PCNU Mojokerto agar dirupakan almari khusus sebagai tempat aman menyimpan berkas Ranting NU.
Hal ini disampaikan oleh ketua MWCNU Pacet, H M Yusuf dalam sambutannya ketika menyerahkan dana subsidi dari PCNU Kab Mojokerto kepada 20 ranting NU di Graha NU Pacet (2/5/2020).
“Ini merupakan usulan dari bpk Agus Santoso selaku sekretaris MWCNU Pacet yang prihatin melihat ketua Ranting yang sering lupa menyimpan SK, surat surat, bendera NU, stempel dan lain lain. Kadang malah hilang. Akhirnya pak Agus mengusulkan agar dana subsidi operasional dari PCNU tahun ini dirupakan almari saja”, cerita ketua MWCNU Pacet dua periode tersebut.
Hal semacam ini patut direspon secara positif karena semua ranting NU di kecamatan Pacet belum mempunyai kantor resmi. “Minimal mereka mempunyai almari khusus untuk menyimpan berkas, atk, dan inventaris ranting, tidak di almari pribadi sehingga mudah untuk mencarinya”. Terang sekretaris MWCNU Pacet ketika dikonfirmasi.
Meskipun demikian, MWCNU Pacet tidak memaksa apabila ada ketua ranting yang belum berkenan membeli almari untuk berkas ranting tersebut. “Ini sifatnya himbauan, karena dana yang diterima ranting dari PCNU sepenuhnya menjadi hak dan wewenang ranting untuk menggunakannya sesuai kebutuhan ranting, bukan wewenang MWC”, tegasnya beralasan.
Sementara itu sesuai kesepakatan para ketua ranting NU, dana 1 juta dari PCNU tiap ranting langsung diambil 100 ribu rupiah untuk diinfaqkan ke Posko MWCNU Pacet peduli covid19. Dengan demikian total dana yang disumbangkan sebesar 2 juta rupiah dari 20 desa/ranting.
Rencananya infaq yang sudah terkumpul di Posko NU peduli covid19 Pacet akan disalurkan ke masyarakat miskin terdampak covid19 pada tanggal 6 Mei 2020. (Agus sekr)
Mojokerto, Graha NU Pacet. Pagi ini (Rabu 6 Mei 2020) bertepatan dengan tanggal 13 Ramadlan 1441 H, sejumlah masjid dan musholla di wilayah kecamatan Pacet melakukan ikrar waqaf. Menariknya, ikrar waqaf tersebut menggunakan nadzir MWCNU Pacet. Tepatnya di desa Tanjungkenongo kecamatan Pacet.
Ini merupakan langkah positif yang diambil oleh ketua ranting dan waqif yang dengan kesadarannya memercayakan nadzir waqaf kepada MWCNU Pacet demi untuk menyelamatkan aset warga NU dan kelangsungan peribadatan yang sesuai dengan aswaja an nahdliyah.
Ketika dikonfirmasi, H M Yusuf yang didampingi oleh KH Suyadi (Katib), Agus Santoso (Sekretaris) dan H Santoso (Bendahara) mengatakan bahwa ini merupakan keberhasilan dan kemajuan warga nahdliyin kecamatan Pacet. Setelah diadakan sosialisasi secara kontinyu ke ranting ranting, sedikit demi sedikit mulai banyak masjid dan musholla yang waqafnya beralih dari nadzir perseorangan ke nadzir NU.
Tak tanggung tanggung, pagi ini ada 2 masjid dan 8 musholla yang ikrar waqaf dengan nadzir MWCNU Pacet. Semuanya ada di wilayah desa Tanjungkenongo. Dipimpin oleh kepala KUA Pacet, Abdul Kholiq, Ikrar waqaf itu dilaksanakan di Balai Desa Tanjungkenongo. Dalam sambutannya, kepala Desa Tanjungkenongo, Ahmad Hariadi sangat mendukung kegiatan ini baik untuk kepentingan NU maupun masyarakatnya.
Kesepuluh masjid dan musholla tersebut adalah : Musholla al Amin Glinsem, masjid Darussalam Balongkenongo, musholla Darussalam Sumberglagah, musholla Almustakim Sumberglagah, musholla Al istiqomah Balongkenongo, musholla Al Ikhlas Balongkenongo, musholla Ar Rohman 1 dan 2 Tanjunganom, musholla Darul Mukmin Balongkenongo, dan masjid Nurus Shobah Tanjungsari.
Ketua ranting NU desa Tanjungkenongo, M. Sulton Maarif mewakili waqif dan warga NU sangat berterima kasih atas kesediaan MWCNU Pacet menjadi nadzir waqaf demi lestarinya kegiatan dan aset masjid/musholla di desanya. Apalagi setiap ikrar waqaf selesai dibaca, didoakan oleh KH Suyadi Tamsir selaku katib syuriah MWCNU Pacet.
Dengan demikian, di kecamatan Pacet total masjid/musholla/TPQ yang waqafnya menggunakan nadzir NU berjumlah 15 lembaga. (Agus sekr)
cyberaswaja.online- Dionisius Prasetyo atau lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut dari Surakarta. Didi Kempot merupakan putra dari seniman tradisional terkenal, Ranto Edi Gudel. Didi Kempot merupakan adik kandung dari Mamiek Prakoso, pelawak senior Srimulat.
Alhamdulillah, PBNU Telah melakukan serah terima dana donasi Covid-19 dari Kang Didi Kempot dan rekan-rekan Sobat Ambyar melalui Rumah Amal Didi Kempot sebesar Rp. 2.092.500.000 (2 milyar 92 juta 500 ribu).
Selanjutnya, dana donasi tersebut akan disalurkan oleh tim PBNU kepada masyarakat yang berhak sesuai aturan yang berlaku untuk membantu penanggulangan Covid-19 di Indonesia.
Saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kang Didi Kempot, tim dan para donatur. Semoga dana donasi tersebut bisa menjadi amal yang berkah dan bermanfaat bagi Kang Didi Kempot, rekan-rekan Sobat Ambyar dan khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.MAS DIDI KEMPOT semoga khusnul khotimah…. Aamiin. (abi surban)
cyberaswaja.online – Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi yang didirikan para kyai-kyai yang berpengaruh, KH. Hasyim Asy’ari merupakan simbol ulama besar yang berpengaruh. Tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama diantaranya adalah memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah yang menganut madzhab empat, yakni : Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Disamping itu juga bagaimana bisa menyatukan antara ulama dan [para pengikutnya-pengikutnya serta melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahan masyaraka, kemajuan bangsa dan ketingian harkat dan martabat manusia.
Islam Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah adalah ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada sahabat-sahabat-Nya dan beliau amalkan serta diamalkan para sahabat, paham Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah dalam Nahdlatul Ulama mencakup aspek aqidah, syariah dan akhlak. Ketiganya, merupakan satu kesatuan ajaran yang mencakup seluruh aspek prinsip keagamaan Islam. Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah didasarkan pada manhaj (pola pemikiran) Asy’ariyah dan Maturidiyah dalam bidang aqidah, dalam bidang fiqih menganut empat madzhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) dalam bidang tasawuf menganut manhaj Imam al-Ghazali dan Imam Abu al-Qasim al-Junaidi al-Bagdadi, serta imam lainnya yang sejalan dengan syari’ah Islam.
Ciri utama Aswaja NU adalah sikap tawassuth dan i’tidal (tengah-tengah atau keseimbangan). Yakni selalu seimbang dalam menggunakan dalail, antara dalil naqli dan dalil aqli, antara pendapat jabariyah dan qodariyah, sikap moderat dalam menghadapi perubahan dunyawiyah. Dalam masalah fiqih sikap pertengahan antara ”ijtihad” dan taqlid buta, yaitu dengan cara bermadzhab, ciri suikap ini adalah tegas dalam hal-hal yang qathi’iyyat dan toreran dalam hal-hal zhanniyyat.
Pedoman:
Nahdlatul Ulama berpedoman kepada Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas. Aqidah :
Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyyah Diniyah Islamiyah beraqidah/berasas Islam menurut Faham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menganut salah satu dari madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Asas :
Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara, Nahdlatul Ulama Berpedoman Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan Dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia. Tujuan :
Berlakuanya ajaran Islam yangberhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan mengikuti salah satu madzhab 4 ditengah-tengah kehidupan masyarakat didalam wadah Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pedoman
NU mempunyai lambang berupa gambar bola diikat dengan tali, dilingkari oleh lima bintas diatas garis khatulistiwa, sehingga seluruhnya berjumlah sembilan bintang, serta terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dengan huruf Arab yang melintang bola dunia dan menelusuri garis khatulistiwa. Lambang tersebut diciptakan oleh KH. RIDLWAN ABDULLAH, dilukis dengan warna putih diatas warna hijau.