Blog

  • DPC PKB Kabupaten Mojokerto Gelar Muscab 28 Maret, Ketua Baru Akan Diseleksi Langsung oleh DPP

    DPC PKB Kabupaten Mojokerto Gelar Muscab 28 Maret, Ketua Baru Akan Diseleksi Langsung oleh DPP

    MOJOKERTO – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Mojokerto memasuki babak baru dalam regenerasi kepemimpinan. Partai berlambang bola dunia ini dipastikan akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu, 28 Maret 2026, bertempat di Hotel Aston Mojokerto.

    Kepastian jadwal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Muscab, Ulil Abshor Cholish, atau yang akrab disapa Gus Ulil, saat ditemui di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Klinterejo, pada Selasa (24/3/2026).

    Muscab sebagai Forum Tertinggi Evaluasi dan Penetapan Arah Kebijakan

    Gus Ulil menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab ini merupakan agenda rutin partai yang memiliki posisi strategis. Forum ini menjadi mekanisme permusyawaratan tertinggi di tingkat kabupaten untuk mengevaluasi kinerja serta menentukan arah kebijakan partai untuk periode mendatang.

    “*Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB hasil Muktamar Bali, Muscab adalah forum permusyawaratan tertinggi di tingkat kabupaten. Fungsinya untuk mengevaluasi dan menentukan arah kebijakan partai, khususnya terkait kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Mojokerto untuk periode 2026-2031,*” ungkap Gus Ulil.

    Mekanisme Seleksi Ketua: Tidak Ada Pemilihan Langsung, DPP yang Tentukan

    Salah satu poin penting yang menjadi sorotan dalam Muscab kali ini adalah mekanisme pemilihan ketua. Gus Ulil menegaskan bahwa forum ini tidak akan digelar sebagai ajang kompetisi terbuka atau pemilihan langsung sebagaimana prosedur umum di beberapa partai lain.

    Ia menjelaskan bahwa proses penetapan ketua DPC akan melalui mekanisme seleksi yang berjenjang, di mana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB memegang otoritas penuh.

    Tidak ada proses pemilihan dalam arti kompetisi terbuka. PKB saat ini memilih untuk mengedepankan proses seleksi. Siapa pun yang akan memimpin nanti, baik itu Bu Ayni Zuroh sebagai incumbent, atau teman-teman dari fraksi PKB di DPRD, atau bahkan nama baru yang muncul nanti, semuanya yang menentukan adalah DPP. Insya Allah yang terpilih adalah kader terbaik,” tegas Gus Ulil.

    Peran Tim 7 dan Pemetaan Calon Kader Terbaik

    Saat ini, proses pemetaan bakal calon ketua telah memasuki tahapan yang intensif. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, atas mandat dari DPP, telah membentuk Tim Penataan Struktur yang terdiri dari 7 orang (Tim 7). Mereka bertugas untuk memetakan dan menjaring nama-nama potensial dari setiap Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) se-Kabupaten Mojokerto.

    “*Nama-nama hasil pemetaan Tim 7 itulah yang nanti akan disampaikan dalam forum Muscab untuk mendapatkan tanggapan dan catatan dari peserta. Namun, proses selanjutnya adalah Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilakukan langsung oleh DPP PKB di Jakarta,*” sambungnya.

    Meski nama-nama calon telah melalui pemetaan, Gus Ulil secara diplomatis menolak menyebutkannya lebih awal. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Tim 7 dan usulan dari tingkat DPAC.

    Persiapan 80% dan Tema Besar Taubat Ekologis

    Menjelang hari pelaksanaan, persiapan Muscab dilaporkan telah mencapai 80%. Rencananya, Muscab ini akan dihadiri oleh seluruh perwakilan DPAC dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

    Selain membahas struktur kepemimpinan, Muscab kali ini juga akan mengusung tema besar yang sejalan dengan platform PKB, yakni Taubat Ekologis. Hal ini diwujudkan dengan komitmen untuk meminimalisir penggunaan sampah, khususnya sampah plastik, selama pelaksanaan acara berlangsung.

    Kami akan berusaha meminimalisir sampah plastik. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga lingkungan,” jelas Gus Ulil.

    Turut diundang dalam forum tersebut sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), para kyai, serta pimpinan partai politik (parpol) yang ada di Kabupaten Mojokerto sebagai bentuk sinergitas dan silaturahmi politik.

  • Indonesia Dinilai Terlambat Mengantisipasi Era Pembayaran Digital, Rupiah Fisik Masih Dipertahankan

    Indonesia Dinilai Terlambat Mengantisipasi Era Pembayaran Digital, Rupiah Fisik Masih Dipertahankan

    Kolom Opini Redaksi SorBan Santri

    Perubahan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah mengubah hampir seluruh wajah ekonomi dunia, termasuk cara manusia melakukan transaksi. Pembayaran yang dahulu didominasi uang tunai kini perlahan digantikan oleh sistem digital, mulai dari dompet elektronik, transfer instan, hingga mata uang digital yang diterbitkan langsung oleh bank sentral.

    Sejumlah negara bergerak cepat membaca perubahan ini. Negara seperti China bahkan telah melakukan uji coba luas mata uang digital yang dikembangkan oleh People’s Bank of China melalui yuan digital. Sementara beberapa negara lain juga mulai mempercepat pengembangan mata uang digital nasional sebagai bagian dari transformasi sistem keuangan global.

    Di Indonesia, langkah menuju mata uang digital memang sudah dimulai oleh Bank Indonesia melalui inisiatif pengembangan rupiah digital. Namun hingga kini proses tersebut masih berada pada tahap pengembangan dan eksperimen. Sementara itu, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan regulasi maupun transformasi mata uang nasional.

    Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah Indonesia terlambat membaca arah perubahan sistem pembayaran dunia?

    Di satu sisi, pemerintah masih mempertahankan dominasi Rupiah dalam bentuk fisik sebagai alat pembayaran utama. Alasan yang kerap disampaikan adalah menjaga stabilitas keuangan, memastikan inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan layanan digital, serta menghindari risiko teknologi yang belum sepenuhnya matang.

    Argumen tersebut tentu tidak sepenuhnya keliru. Indonesia adalah negara besar dengan kesenjangan infrastruktur digital yang masih nyata. Di berbagai daerah, transaksi tunai masih menjadi cara paling realistis untuk melakukan aktivitas ekonomi sehari-hari.

    Namun di sisi lain, perkembangan ekonomi digital tidak menunggu kesiapan sebuah negara. Platform teknologi global, perusahaan fintech, hingga sistem pembayaran lintas negara terus berkembang dengan sangat cepat. Jika negara tidak mampu mengantisipasi perubahan tersebut, maka bukan tidak mungkin kedaulatan sistem keuangan nasional justru akan semakin bergantung pada platform teknologi yang dikendalikan pihak luar.

    Indonesia sebenarnya tidak sepenuhnya tertinggal. Berbagai inovasi sistem pembayaran seperti QRIS dan transfer instan menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam digitalisasi transaksi. Akan tetapi digitalisasi sistem pembayaran tidak selalu sama dengan transformasi mata uang itu sendiri.

    Perdebatan mengenai masa depan Rupiah di era digital pada akhirnya bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga menyangkut keberanian negara membaca perubahan zaman. Pertanyaannya bukan lagi apakah sistem pembayaran digital akan menjadi arus utama, melainkan seberapa cepat Indonesia mampu menyesuaikan diri tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi dan kepentingan masyarakat luas.

    Sebagai negara dengan populasi besar dan ekonomi digital yang terus tumbuh, Indonesia memiliki potensi menjadi pemain utama dalam ekosistem keuangan digital regional. Namun potensi tersebut hanya dapat terwujud jika kebijakan, inovasi teknologi, dan kesiapan regulasi mampu berjalan beriringan.

    Jika tidak, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar besar bagi inovasi keuangan global, bukan menjadi penggeraknya.

    — Redaksi SorBan Santri

  • O-JEK.COM Segera Hadir, Aplikasi Transportasi Karya Generasi Lokal untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

    O-JEK.COM Segera Hadir, Aplikasi Transportasi Karya Generasi Lokal untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

    Pacet Mojokerto – Sebuah inovasi baru di sektor transportasi digital akan segera hadir untuk masyarakat Indonesia. Aplikasi O-JEK.COM diperkenalkan sebagai platform transportasi online yang tidak hanya menyediakan layanan perjalanan, tetapi juga membawa misi sosial untuk memperkuat ekonomi masyarakat bawah.

    Dengan tagline “Perkuat Ekonomi Masyarakat Bawah, Karya Generasi Lokal”, O-JEK.COM hadir sebagai solusi transportasi modern yang dikembangkan oleh generasi lokal Indonesia. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan mobilitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pengemudi lokal di berbagai daerah.

    Transportasi Digital dengan Misi Sosial

    Berbeda dari aplikasi transportasi pada umumnya, O-JEK.COM tidak hanya fokus pada layanan perjalanan. Platform ini juga membawa semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sistem yang mendukung pengemudi lokal.

    Setiap perjalanan yang dilakukan melalui aplikasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para pengemudi serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

    Menggabungkan Teknologi dan Kearifan Lokal

    O-JEK.COM dikembangkan dengan menggabungkan teknologi digital modern dan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia. Konsep ini diharapkan dapat menghadirkan layanan transportasi yang lebih dekat dengan masyarakat serta membangun ekosistem ekonomi yang berbasis gotong royong.

    Selain memberikan kemudahan dalam mobilitas sehari-hari, aplikasi ini juga menjadi simbol kemandirian inovasi teknologi yang lahir dari ide dan kerja keras generasi lokal.

    Buka Dunia Kemudahan Bersama SorBan Naga O-JEK.COM

    Melalui O-JEK.COM, masyarakat dapat terhubung dengan pengemudi terpercaya dan menikmati perjalanan yang aman, cepat, serta nyaman.

    Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi langkah baru dalam memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat bawah.

    Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, SorBan Naga O-JEK.COM siap menjadi bagian dari masa depan transportasi digital Indonesia.

  • Cara Menghubungkan Android Studio dengan BlueStacks untuk Testing Aplikasi (Lengkap & Mudah)

    Cara Menghubungkan Android Studio dengan BlueStacks untuk Testing Aplikasi (Lengkap & Mudah)

    Bagi developer Android, proses testing aplikasi adalah tahap penting sebelum aplikasi dirilis. Biasanya kita menggunakan emulator bawaan Android Studio atau perangkat fisik. Namun, tidak sedikit yang memilih menggunakan BlueStacks sebagai alternatif emulator karena terasa lebih ringan dan familiar.

    Pada tutorial ini, Anda akan belajar cara menghubungkan BlueStacks dengan Android Studio agar bisa digunakan sebagai perangkat testing aplikasi.


    Apa Itu BlueStacks?

    BlueStacks adalah emulator Android yang memungkinkan Anda menjalankan aplikasi Android di PC atau laptop. Walaupun awalnya populer untuk bermain game Android, BlueStacks juga bisa dimanfaatkan untuk testing aplikasi.

    Sedangkan Android Studio adalah IDE resmi dari Google untuk mengembangkan aplikasi Android.


    Kenapa Menggunakan BlueStacks untuk Testing?

    Beberapa alasan developer menggunakan BlueStacks:

    • Emulator bawaan terasa berat
    • Ingin alternatif yang lebih ringan
    • Spesifikasi laptop terbatas
    • Sudah terbiasa menggunakan BlueStacks

    Namun perlu diingat, BlueStacks bukan emulator resmi untuk development, jadi mungkin ada beberapa keterbatasan saat debugging.


    Persiapan Sebelum Menghubungkan

    Sebelum mulai, pastikan:

    ✔ BlueStacks sudah terinstall dan bisa dibuka
    ✔ Android Studio sudah terinstall
    ✔ Android SDK sudah terpasang
    ✔ ADB tersedia di folder platform-tools

    Lokasi ADB biasanya ada di:

    C:\Users\NAMA_USER\AppData\Local\Android\Sdk\platform-tools

    Di dalam folder tersebut harus ada file:

    adb.exe

    Langkah-Langkah Menghubungkan Android Studio ke BlueStacks

    1. Jalankan BlueStacks Terlebih Dahulu

    Pastikan BlueStacks sudah terbuka dan masuk ke tampilan Home Android. Jangan lanjut ke langkah berikutnya jika belum aktif.


    2. Buka Command Prompt

    Tekan:

    Windows + R

    Lalu ketik:

    cmd

    Tekan Enter.


    3. Masuk ke Folder Platform Tools

    Di Command Prompt, ketik:

    cd C:\Users\NAMA_USER\AppData\Local\Android\Sdk\platform-tools

    Sesuaikan dengan lokasi SDK Anda.


    4. Hubungkan BlueStacks Menggunakan ADB

    Ketik perintah berikut:

    adb connect 127.0.0.1:5555

    Jika berhasil, akan muncul pesan seperti:

    connected to 127.0.0.1:5555

    5. Cek Apakah Device Sudah Terdeteksi

    Masukkan perintah:

    adb devices

    Jika berhasil, hasilnya seperti ini:

    List of devices attached
    127.0.0.1:5555 device

    Artinya BlueStacks sudah berhasil terhubung.


    6. Cek di Android Studio

    Buka Android Studio.

    Lihat di bagian dropdown device (atas) atau buka Device Manager.
    Jika berhasil, BlueStacks akan muncul sebagai perangkat yang bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi.

    Sekarang Anda bisa klik tombol ▶ Run untuk menginstal aplikasi langsung ke BlueStacks.


    Cara Menggunakan dengan Flutter

    Jika Anda menggunakan Flutter, jalankan:

    flutter devices

    Untuk melihat apakah BlueStacks terdeteksi.

    Kemudian jalankan aplikasi dengan:

    flutter run

    Aplikasi akan otomatis terinstall di BlueStacks.


    Jika BlueStacks Tidak Terdeteksi

    Coba langkah berikut:

    1. Restart ADB

    adb kill-server
    adb start-server
    adb connect 127.0.0.1:5555

    2. Coba Port Lain

    Kadang BlueStacks menggunakan port berbeda seperti:

    5556
    5557

    Coba hubungkan dengan:

    adb connect 127.0.0.1:5556
    adb connect 127.0.0.1:5557

    Kelebihan & Kekurangan Menggunakan BlueStacks

    Kelebihan

    • Alternatif emulator ringan
    • Mudah digunakan
    • Cocok untuk testing sederhana

    Kekurangan

    • Tidak se-stabil emulator resmi
    • Beberapa fitur debug mungkin tidak berjalan optimal
    • Kurang direkomendasikan untuk testing produksi

    Kesimpulan

    Menghubungkan Android Studio dengan BlueStacks sebenarnya cukup mudah. Kuncinya adalah memastikan koneksi ADB berhasil dan port yang digunakan benar.

    Dengan tutorial ini, Anda sudah bisa menjalankan dan menguji aplikasi langsung dari Android Studio ke BlueStacks tanpa perlu menggunakan emulator bawaan.

    Semoga tutorial ini membantu dan mempermudah proses development Anda. Jika masih mengalami kendala, silakan cek kembali konfigurasi ADB atau port yang digunakan.

  • Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

    Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

    Sebagai Saudara Seiman, Dunia Islam Berduka

    Teheran – Peristiwa tragis telah mengguncang Iran setelah serangan udara besar yang dilancarkan oleh koalisi militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 menewaskan banyak warga sipil, termasuk puluhan anak di sebuah sekolah dasar putri di selatan Iran. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik yang kini juga dikaitkan dengan laporan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

    📉 Serangan Udara dan Korban Anak-Anak

    Serangan udara yang terjadi pada Sabtu pagi itu menghantam Sekolah Dasar Putri Shajareh-Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, saat siswa sedang mengikuti kegiatan belajar. Laporan dari media pemerintah Iran menyebut korban tewas mencapai sekitar 108 siswi, dengan puluhan lainnya luka-luka atau masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan sekolah tersebut.

    Banyak laporan menyebut serangan itu juga mengenai wilayah permukiman di sekitar kota, menambah jumlah korban sipil di luar lingkungan sekolah. Meski angka resmi masih bervariasi, ratusan warga sipil tewas dan luka-luka di berbagai wilayah Iran akibat gelombang serangan udara tersebut.

    Pemerintah Iran mengecam keras insiden ini, menggambarkan serangan sebagai tindakan yang biadab dan melanggar hukum internasional, khususnya karena menimbulkan korban anak-anak yang tidak bersalah.

    📅 Kronologi Kejadian

    28 Februari 2026 – Pagi:
    Serangan udara besar dimulai oleh gabungan militer AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk fasilitas militer dan wilayah sipil. Salah satu dampak paling tragis adalah hancurnya sebuah sekolah dasar putri di Minab.

    28 Februari 2026 – Siang hingga Sore:
    Ledakan bergelombang terdengar di beberapa kota lain, termasuk di Teheran, yang memicu kepanikan dan evakuasi warga sipil. Sekolah dan permukiman menjadi bagian dari wilayah terdampak, menurut laporan awal media dan otoritas lokal.

    1 Maret 2026:
    Selain laporan tragedi di Minab, Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional, sementara dunia terus menanggapi dampak kemanusiaan dari serangan udara yang meluas ini.

    🕊️ Dampak Kemanusiaan & Reaksi Global

    Serangan yang menimpa sekolah dan permukiman secara dramatis menimbulkan gelombang kecaman internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengecam keras meningkatnya angka korban sipil dalam konflik tersebut. Banyak suara menekankan pentingnya perlindungan warga sipil di tengah tindakan militer.

    Situasi ini juga menimbulkan kecemasan yang luas di masyarakat Iran, dengan keluarga terus mencari anak-anak mereka dan pihak medis berjuang mengevakuasi korban dari reruntuhan.

    🤲 Doa & Harapan sebagai Saudara Seiman

    Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan kita akan kemanusiaan dan kasih sayang universal. Anak-anak dan warga sipil adalah korban terbesar dalam konflik bersenjata — mereka yang paling rentan dan tidak terlibat dalam dinamika politik.

    “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ya Allah, lindungi anak-anak dan seluruh korban konflik ini. Berikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, dan bimbinglah umat manusia menuju perdamaian sejati.”

    Semoga tragedi ini menjadi pengingat bahwa setiap nyawa itu berharga, dan bahwa konflik harus diakhiri dengan solusi damai demi generasi sekarang dan masa depan. Aamiin.

  • Berkah Ramadhan! Warung.digital Hadirkan Diskon 50% Pembuatan Website

    Berkah Ramadhan! Warung.digital Hadirkan Diskon 50% Pembuatan Website

    SorbanSantri.com – Kabar gembira di bulan suci Ramadhan 1447 H. Warung Digital menghadirkan promo spesial Diskon 50% pembuatan website lengkap untuk para pelaku usaha, UMKM, lembaga, hingga brand yang ingin naik kelas secara digital.

    Promo ini menjadi kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin memiliki website profesional dengan biaya lebih hemat namun tetap mendapatkan fitur unggulan dan dukungan teknis terbaik.


    🎁 Detail Promo Ramadhan

    Berkah Ramadhan! Dapatkan diskon 50% pembuatan website lengkap untuk bisnis Anda.
    Tersedia fitur:

    • ✅ POS / Sistem Kasir Online
    • ✅ Web Profil Perusahaan / Lembaga
    • ✅ Web Jualan / Toko Online
    • ✅ Web Bisnis & Custom System

    Gunakan kode promo: RAMADHAN-1447
    Berlaku khusus selama bulan Ramadhan.


    🚀 Solusi Digital Lengkap untuk Bisnis

    Website yang dibuat dirancang modern, responsif, SEO-friendly, dan siap membantu meningkatkan kepercayaan serta penjualan bisnis Anda. Cocok untuk UMKM, pesantren, lembaga pendidikan, toko online, maupun perusahaan profesional.


    📞 Gratis Konsultasi

    Bagi Anda yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis secara digital, manfaatkan promo ini sekarang juga.

    🌐 Kunjungi: https://warung.digital/
    📲 Gratis Konsultasi: 0822-3426-1394

    ✨ Promo terbatas hanya selama Ramadhan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mengembangkan bisnis Anda secara digital.

  • PBNU ke Depan: Kepemimpinan yang Menjaga Akar, Menyapa Zaman

    PBNU ke Depan: Kepemimpinan yang Menjaga Akar, Menyapa Zaman

    Oleh :
    Abdul Ghofar Fathoni
    Ketua PC LBMNU Kab. Mojokerto

    Dinamika kebangsaan, perubahan sosial yang cepat, serta tantangan internal umat menuntut PBNU dipimpin oleh figur yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga matang secara kultural dan visioner secara strategis. NU hari ini membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi sekaligus memandu transformasi. Dalam konteks itulah, duet KH. Said Aqil Siradj sebagai Rais Aam dan Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU menjadi pilihan yang relevan dan rasional.

    Sebagai Rais Aam, KH. Said Aqil Siradj memiliki legitimasi keilmuan dan pengalaman yang tidak diragukan. Beliau bukan hanya sosok ulama dengan basis intelektual kuat, tetapi juga figur yang telah teruji dalam memimpin NU di tengah dinamika politik dan sosial yang keras. Kapasitasnya dalam merawat khittah, menjaga marwah ulama, serta memosisikan NU sebagai kekuatan moral bangsa adalah modal penting untuk kepemimpinan ke depan.

    Lebih dari itu, KH. Said dikenal memiliki jejaring luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini menjadikannya figur strategis dalam menjaga posisi NU sebagai organisasi Islam moderat yang berpengaruh dan diperhitungkan. Di tengah meningkatnya polarisasi dan ekstremisme, kehadiran Rais Aam yang berwibawa dan diterima lintas kelompok menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

    Sementara itu, posisi Ketua Umum PBNU membutuhkan sosok eksekutor yang lincah, komunikatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Gus Salam merepresentasikan kebutuhan tersebut. Ia membawa semangat generasi baru NU yang memahami tata kelola organisasi modern, penguatan ekonomi umat, serta pentingnya inovasi dalam pelayanan jam’iyyah. Kepemimpinannya diharapkan mampu menggerakkan mesin organisasi secara lebih efektif dan profesional.

    Gus Salam juga memiliki kedekatan kultural dengan kader muda NU tanpa kehilangan akar tradisinya. Ini penting untuk menjembatani jarak antara struktur dan basis, antara nilai-nilai pesantren dan tantangan era digital. NU tidak boleh terjebak nostalgia, tetapi juga tidak boleh tercerabut dari akarnya. Gus Salam berada di titik temu itu.

    Kombinasi KH. Said Aqil Siradj dan Gus Salam mencerminkan keseimbangan antara hikmah dan energi, antara kebijaksanaan ulama sepuh dan dinamika kepemimpinan muda. Rais Aam menjadi penjaga nilai dan arah, sementara Ketua Umum menjadi penggerak program dan konsolidator organisasi. Relasi ini bukan tumpang tindih, tetapi saling melengkapi.

    Pada akhirnya, kepemimpinan PBNU ke depan harus mampu menjawab dua hal sekaligus: menjaga jati diri NU dan mempersiapkannya menghadapi masa depan. Duet KH. Said Aqil Siradj dan Gus Salam menawarkan harapan akan kepemimpinan yang stabil, inklusif, dan progresif—sebuah kepemimpinan yang tidak hanya kuat di dalam, tetapi juga relevan di hadapan umat dan bangsa.

  • Menjaga Khittah Media Nahdliyin: Antara Dakwah dan Arus Berita Umum

    Menjaga Khittah Media Nahdliyin: Antara Dakwah dan Arus Berita Umum

    Di tengah dinamika informasi yang semakin kompleks, media Nahdliyin memiliki peran strategis dalam menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan menyejukkan. Oleh sebab itu, akan lebih bijak apabila media berbasis NU senantiasa menempatkan dakwah, kajian keislaman, dan tradisi pesantren sebagai ruh utama dalam setiap sajian beritanya.

    Pemberitaan politik dan isu nasional memang memiliki nilai informatif tersendiri. Namun, media Nahdliyin memiliki kekhasan yang tidak dimiliki portal berita umum, yakni kedekatannya dengan dunia pesantren, kitab-kitab turats, hukum Islam, serta realitas sosial-ekonomi warga Nahdliyin. Kekhasan inilah yang layak untuk terus diperkuat dan diprioritaskan.

    Dengan memperbanyak konten dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah, kajian fiqih, bahtsul masail, serta penguatan ekonomi umat, media Nahdliyin dapat tampil sebagai ruang pencerahan yang relevan dan bermakna bagi pembacanya. Pendekatan ini tidak hanya menjaga khittah media, tetapi juga mempertegas perbedaan antara media khusus Nahdliyin dan portal berita umum.

    Harapannya, redaksi media Nahdliyin dapat terus menyajikan pemberitaan yang proporsional, berimbang, dan berakar kuat pada nilai-nilai ke-NU-an, sehingga media Nahdliyin tetap menjadi rujukan utama warga NU dalam memahami Islam, tradisi, dan kehidupan sosial secara arif dan bijaksana.

  • KONSEP MAJLIS SYURIAH ; SYURIAH YANG LEGITIMIT INSTITUSIONAL

    KONSEP MAJLIS SYURIAH ; SYURIAH YANG LEGITIMIT INSTITUSIONAL

    *Abdus Salam Sohib

    Sejarah berdirinya NU secara isntitusional adalah sejarah keorganisasian keagamaan yang memliki kekuatan ulama sebagai simbol ketokohan yang terlegitimasi baik sikap maupun gagasan. Keutamaan dari setiap dinamika yang terjadi di tubuh NU, Syuriah sebagai tokoh ulama selalu menjadi jalan berkeputusan yang berdasarkan cara pandang jami’iyah sekaligus perpektif jama’ah.

    Hadrotus Syaikh Kyai Hasyim Asy’ari memiliki legacy institusional yang sangat bersejarah, yaitu berkeputusan mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad dalam penguatan kemerdekaan yang menjadi keputusan kelembagaan NU saat itu, Kyai Wahab Hasbullah justru lebih di kenal dengan berbagai ide pembaharuan pergerakan ke-NU-an, mulai dari pelopor Komite Hijaz atas restu Kyai Hasyim, Nadhdlatut Tujjar, Taswirul Afkar, Syubbanul Wathon. Kyai Bisri Syansuri saat menjadi rois am sangat melekat sebagai ahli fiqih yang memiliki legacy perancang undang undang pernikahan yang memasukkan ketentuan fiqih sebagai dasar pernikahan di Indonesia, dan juga berkeputusan pancasila sebagai dasar negara yang legitimit berdasarkan fiqih siyasah. Kyai Ali Maksum saat menjadi Rois Am sangat kuat dengan keadaan politik tarik menarik NU dalam kancah politik saat itu, dan Kyai Ali Maksum menjadi penggerak jalan damai bagi persatuan di antara kader NU yang telah terpolarisasi dalam berbagai jalan politik masing masing hingga Kyai Ali Maksum bersama Kyai Ahmad Siddiq melakukan langkah fiqih yang mendasari pancasila sebagai asas tunggal dan kembalinya NU ke Khittah 1926 pada Muktamar Situbondo tahun 1984. Saat Kyai Ahmad Siddiq menjadi Rois Am sangat di kenal sebagai salah satu perumus khittah 1926 sekaligus penjaga khittah 1926 yang konsisten. Dan, yang sangat di kenal dari Kyai Ahmad Siddiq hingga saat ini adalah rumusan trilogi ukhuwah, yaitu ukhuwan islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariah. Kyai Ilyas Ruhiyat saat menjadi Rois Am waktu itu sangat kuat dengan konsistensi sikap dalam menghadapi keadaan politik orde baru yang berjarak dengan NU, dengan konsistensi Kyai Ilyas Ruhiyat, Gusdur yang waktu itu sebagai sebagai Ketua Umum Tanfidziyah justru memiliki penjaga kelembagaan NU yang sangat kokoh, konsisten dan tidak goyah dengan intervensi politik. Hingga Kyai Ilyas Ruhiyat ikut menjadi deklarator berdirinya PKB supaya kelembagaan NU tetap di jalan kelembagaan keagamaan. Kyai Sahal Mahfud saat menjadi Rois Am memiliki legacy keilmuan Fiqih Sosial sebagai metodologi fiqih yang kontekstual dan transformatif, melihat syariat Islam sebagai kerangka untuk menjawab masalah sosial kontemporer seperti kemiskinan, ketidakadilan gender, dan krisis ekologi, bukan hanya hukum ritual. Dan saat Kyai Ma’ruf Amin sebagai Rois Am sangat di kenal dengan konseptor ekonomi syariah Indonesia. Perannya sangat besar dalam memajukan ekonomi syariah nasional, memimpin pengembangan industri keuangan syariah, mempromosikan sertifikasi halal, mendorong sinergi antara ulama dan akademisi, serta menggerakkan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia dengan prinsip keadilan, keumatan, dan kedaulatan. Tentu, sejarah panjang kelembagaan syuriah di NU sangat kental dengan kekuatan figur yang mampu beradaptasi dengan keadaan dan zaman yang sekaligus memiliki karakter sebagai penjaga jam’iyah.

    Saat ini, perkembangan zaman dalam pengelolaan jam’iyah NU sangat dinamis. Keterbukaan akses dan jaringan dari semua pihak menjadi tantangan yang tidak mudah bagi NU. Siapapun bisa menjadi mitra produktifnya NU, baik dari sisi sosial, politik, budaya, bahkan ekonomi. Karena itu NU menjadi kelembagaan yang sangat di incar dari berbagai keinginan untuk memperluas pergerakan semua pihak yang berkepentingan dengan dampaknya kelembagaan NU. Hingga banyak persoalan yang muncul di NU karena akibat dari situasi keterbukaan yang tidak bisa di bendung. Dan berbagai persoalan dan tantangan itu, NU butuh supremasi kelembagaan yang kuat. Maka, mengembalikan fungsi syuriah sebagai institusi yang memiliki ketangguhan konsistensi jam’iyah perlu di rumuskan. Salah satu cara pandang yang menguatkan supremasi syuriah adalah dengan menjadikan kelembagaan syuriah sebagai majlis kolektif para ulama yang secara sikap dan keilmuan memiliki konistensi penjaga jam’iyah.

    MAJLIS SYURIAH

    Istilah yang bisa digambarkan dengan mudah adalah semacam Majlis Permusyawaratan Syuriah. Majlis ini terdiri dari sejumlah ulama yang memimpin NU dalam satu periode secara kolektif dan kepemimpinannya ditunjuk bergiliran setiap tahun hinggab selesai dalam satu periode lima tahun. Majlis Syuriah dapat merumuskan kepemimpinan tanfidziyah dalam satu periode yang di putuskan dalam Muktamar NU. Kenapa ide ini menjadi cara pandang baru dalam keberlangsungan kelembagaan NU. Karena saat ini NU butuh kelembagaan kolektif supaya menjadi lembaga yang tangguh dari berbagai intervensi yang memungkinkan NU di tarik dalam pusaran kepentingan tertentu. Ada beberapa keutamaan yang dapat dijadikan pondasi kekokohan keberlangsungan kelembagaan NU dengan format majlis syuriah :

    1. Indepensi Institusi. NU akan mempunyai struktur yang mengembalikan fungsi syuriah sebagai supremasi institusi yang lebih independen, bisa memilah antara sikap individu dan sikap kelembagaan. Begitupun dengan kebutuhan keputusan syari’ah keagaamaan, akan memiliki kekuatan yang legitimit karena manjadi pendapat yang jumhur.
    2. Kontrol kelembagaan. Majlis Syuriah akan lebih memiliki obyektifitas dalam kontrol kelembagaan NU yang dijalankan oleh tanfidziyah. Tidak ada lagi persoalan individu, tidak ada lagi persoalan suka dan tidak suka kepada pribadi, tidak ada lagi individu yang dominan, tidak ada pihak pihak yang mengataskan pribadi tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
    3. Konsistensi keberlanjutan. Saat ini, perkembangan NU perlu keberlanjutan tatanan di semua sektor. Ada banyak pengembangan ekonomi di berbagai kelembagaan NU yang telah berjalan dengan sangat produktif, ada banyak rumah sakit atau pelayanan kesehatan yang terus tumbuh, ada banyak lembaga pendidikan dan universitas yang semakin berkembang, ada banyak majlis keagamaan yang menjadi representasi jamaah NU. Semua ini tidak boleh menjadi ajang intervensi personal yang bisa merusak tatanan setiap ada pergantian periode kepengurusan
    4. Penjaga Otorita Institusi. Dengan adanya Majlis Syuriah tidak perlu lagi ada majlis tahkim yang menjadi lembaga pemutus masalah. Karena Majlis Syuriah melalui kepemimpinan yang kolektif bisa melakukan permusyawatan yang dapat memutuskan persoalan antar pihak di internal NU maupun pihak yang melanggar aturan secara kelembagaan maupun secara syariah.
    5. Penjaga Martabat Keilmuan. Majlis Syuriah adalah kumpulan para ulama yang legitimit kealimannya yang bisa mewakili keilmuan ahlussunah waljamaah di dalam forum intelektual islam di Indonesia maupun di berbagai negara.

    Semoga pemikian ini menjadi arah baru bagi NU yang harus tetap istiqomah an-nahdliyah baik sebagai jam’iyah maupun berkhidmat kepada jamaah, bangsa dan negara.