Blog

  • Razia Miras di Kranggan: 15 Remaja Beratribut Gangster Diringkus Polisi!

    Razia Miras di Kranggan: 15 Remaja Beratribut Gangster Diringkus Polisi!

    Sorbansantri.com | Mojokerto

    Sebanyak 15 remaja dengan atribut gangster berhasil diringkus oleh petugas Satsamapta Polres Mojokerto Kota dalam sebuah operasi di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Mereka tertangkap tengah menggelar pesta miras yang digelar di sebuah warung pada Rabu (8/5).

    AKP Anang Leo Afera, Kasatsamapta Polres Mojokerto Kota, mengungkapkan bahwa petugas berhasil mengamankan tidak hanya botol-botel miras tetapi juga sejumlah atribut yang mirip dengan atribut gangster dari kantong belasan remaja tersebut. Diantaranya, selembar kain yang bertuliskan Team Guk Guk (TGG) Mjk.

    “Kami berhasil mengamankan remaja dengan atribut gangster yang tengah mabuk-mabukan di sebuah warung kopi,” ujar Anang Leo Afera.

    Setelah diperiksa, kelompok remaja ini ternyata masih berusia belia, dengan rata-rata merupakan pelajar SMP. Mereka berasal dari gabungan remaja Kota Mojokerto dan Sidoarjo. Dikarenakan usia mereka yang masih di bawah umur, petugas kemudian menyerahkan mereka ke Dinas Sosial Kota Mojokerto untuk proses asesmen dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

    Anang Leo menambahkan, “Kita telah membuat berita acara pemeriksaan tipiring dan kemudian menyerahkan mereka ke Dinsos untuk pembinaan lebih lanjut.”

    Dengan kejadian ini, diharapkan remaja dapat memperoleh pembinaan yang tepat untuk menghindari perbuatan yang melanggar hukum di masa depan.(AI Sorban)

  • Venezia FC Izinkan Jay Idzes Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    Venezia FC Izinkan Jay Idzes Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    wp.sorbansantri.com – Klub sepak bola Italia, Venezia FC, telah mengizinkan bek andalannya, Jay Idzes, untuk membela Timnas Indonesia dalam dua laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Langkah ini merupakan bentuk dukungan Venezia terhadap Jay dan Timnas Indonesia, dengan harapan Jay bisa meraih hasil terbaik bersama skuad Garuda.

    “Bek Venezia FC, Jay Idzes, telah dipanggil ke tim nasional Indonesia untuk babak penyisihan kedua kualifikasi Piala Dunia 2026,” tulis Venezia dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman klub.

    Indonesia akan menjalani dua laga penting di kandang sendiri di ibukota Jakarta. Pertandingan pertama melawan Irak pada 6 Juni, dan pertandingan kedua melawan Filipina pada 11 Juni. Dukungan penuh dari Venezia FC diharapkan dapat memberikan semangat tambahan bagi Jay dalam menghadapi tantangan ini.

    “Indonesia akan menghadapi Irak pada 6 Juni dan menghadapi Filipina pada 11 Juni, kedua pertandingan akan dimainkan di kandang sendiri di ibukota Jakarta. Semoga berhasil, Jay,” lanjut pernyataan resmi tersebut.

    Dukungan ini menunjukkan komitmen Venezia FC terhadap pengembangan karir pemainnya di level internasional. Keberhasilan Jay bersama Timnas Indonesia akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi klub dan juga para pendukung sepak bola tanah air.

    SorbanSantri.com akan terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan penuh kepada Timnas Indonesia dalam perjuangan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Semoga dengan kehadiran Jay Idzes, Timnas Indonesia dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama bangsa di ajang internasional.(AI Sorban)

  • Mukibul Pura-Pura Lupa Pada Sejarah

    Mukibul Pura-Pura Lupa Pada Sejarah

    Mojokerto, SorbanSantri.com – Sejarah mencatat bahwa awal kemerdekaan Indonesia diwarnai oleh berbagai perjuangan dan pengkhianatan. Salah satunya adalah kisah Muso Al-Musawwa Klan Balawi, seorang habib yang mengajarkan ideologi komunisme. Muso, yang terinspirasi oleh ideologi komunisme dari Yaman, terlibat dalam pembunuhan Gubernur pertama Jawa Timur, Suryo. TNI akhirnya menumpas Muso dan komplotannya, membakar mereka hidup-hidup di Alun-alun Purworejo.

    Tragedi ini seharusnya menjadi pelajaran penting bahwa rakyat Indonesia hanya menginginkan Pancasila sebagai dasar negara. Namun, ketika Muso menyebarkan komunisme, mengapa Rabithah Alawiyah (RA) tidak memperingatkannya? Pertanyaan ini kembali mengemuka ketika sejarah berulang di tahun 1965 dengan tokoh Achmad Ja’far Al-Aidid atau D.N. Aidit, serta para habaib lainnya yang memperjuangkan sistem komunisme di Indonesia. Mereka juga berakhir tragis, seperti Aidit yang ditembak mati di Boyolali.

    Tidak hanya pada masa awal kemerdekaan, propaganda radikal kembali muncul. Rizieq Shihab, misalnya, mempengaruhi umat Islam di Indonesia untuk mendukung ISIS. Namun, RA tidak mengambil tindakan tegas untuk memperingatkannya. Demikian pula pada tahun 2012, ketika keterlibatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam Front Pembela Islam (FPI) terjadi, RA dan habaib lainnya tidak melakukan pencegahan yang diperlukan.

    Laman: 1 2

  • PKB Siapkan Lawan Sepadan untuk Khofifah di Pilgub Jatim 2024

    PKB Siapkan Lawan Sepadan untuk Khofifah di Pilgub Jatim 2024

    wp.sorbansantri.com, Surabaya – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku telah menyiapkan sosok bakal calon gubernur (cagub) potensial yang bisa menjadi lawan sepadan bagi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur (Jatim) 2024.

    Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Syaiful Huda, memastikan bahwa partainya tidak akan mengusung Khofifah dalam ajang Pilgub Jatim 2024. “PKB punya lebih dari 20% kursi di DPRD Provinsi Jatim sehingga bisa mengusung bakal pasangan cagub-cawagub sendiri,” kata Huda saat dihubungi wartawan, Jumat (17/5/2024).

    Huda menegaskan, PKB bisa mendorong poros di luar Khofifah namun tetap membangun komunikasi dengan partai lain. “PKB tetap bangun komunikasi dengan partai lain,” jelasnya.

    Dia mengungkapkan, setidaknya ada dua sosok yang disiapkan PKB. Pertama, mantan Ketua PWNU Jatim, Marzuki Mustamar. Kedua, seorang perempuan yang belum disebutkan namanya. Huda hanya menegaskan, sosok perempuan tersebut layak menjadi lawan Khofifah.

    “Minggu ini kami sebutkan nama perempuan yang akan menjadi kompetitor cukup sengit untuk Mbak Khofifah,” ujarnya.

    Ketika coba dikonfirmasi apakah sosok perempuan yang dimaksud merupakan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Ketua Komisi X DPR ini bungkam.

    Sebagai informasi, Khofifah memang menjadi nama kuat yang akan maju sebagai cagub Jatim 2024. Bahkan partai-partai seperti Golkar, Demokrat, Gerindra, hingga PAN sudah menyatakan akan mendukung Khofifah.

    Oleh: Tim Redaksi SorbanSantri.com

  • Ciri-Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia

    Ciri-Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia

    wp.sorbansantri.com – Perang gerilya merupakan salah satu strategi penting yang digunakan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Strategi ini terbukti efektif dalam menguras kekuatan Belanda dan pada akhirnya membawa Indonesia menuju kemerdekaan penuh. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia:

    1. Dilakukan Secara Sembunyi-sembunyi dan Berpindah-pindah Tempat
      Pasukan gerilya tidak memiliki basis permanen dan selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari pengejaran Belanda. Mereka biasanya bersembunyi di daerah pedesaan, hutan, dan pegunungan.
    2. Melibatkan Rakyat Sipil
      Rakyat sipil memainkan peran penting dalam mendukung perang gerilya. Mereka menyediakan makanan, tempat persembunyian, dan informasi kepada pasukan gerilya. Dukungan rakyat sipil ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan perang gerilya.
    3. Menggunakan Serangan Kilat dan Sabotase
      Pasukan gerilya biasanya melakukan serangan kilat terhadap pasukan Belanda dan kemudian segera menghilang. Mereka juga melakukan sabotase terhadap infrastruktur dan logistik Belanda. Serangan-serangan ini membuat Belanda selalu waspada dan ketakutan.
    4. Dipimpin oleh Komandan yang Berpengalaman
      Perang gerilya membutuhkan komandan yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang baik tentang medan perang. Para komandan ini harus mampu menyusun strategi dan taktik yang tepat untuk mengalahkan pasukan Belanda.
    5. Memiliki Semangat Juang yang Tinggi
      Para pejuang gerilya memiliki semangat juang yang tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan tanah air mereka. Semangat juang ini yang membuat mereka pantang menyerah dan terus berjuang meskipun dengan persenjataan yang seadanya.

    Contoh Penerapan Ciri-Ciri Perang Gerilya:

    • Pasukan Gerilya Teuku Cik Di Tiro di Aceh
      Pasukan ini menggunakan taktik gerilya dengan bersembunyi di pegunungan dan hutan untuk menyerang pasukan Belanda secara tiba-tiba.
    • Pasukan Gerilya Jenderal Sudirman di Jawa
      Mereka menggunakan taktik gerilya dengan melakukan long march sejauh 2.000 kilometer untuk menghindari pengejaran Belanda.
    • Pasukan Gerilya Rakyat Istimewa Yogyakarta (RIS)
      Pasukan ini melakukan serangan terhadap pos-pos Belanda di Yogyakarta dan sekitarnya menggunakan taktik gerilya.

    Perang gerilya bangsa Indonesia merupakan contoh perjuangan yang heroik dan patut dicontoh. Dengan strategi yang tepat dan semangat juang yang tinggi, bangsa Indonesia berhasil mengalahkan penjajah Belanda dan mencapai kemerdekaan.

    Demikian beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia.

    Oleh: Tim SorbanSantri.com

  • PENJELASAN SINGKAT TENTANG 4 DASAR/DALIL ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (NU)

    PENJELASAN SINGKAT TENTANG 4 DASAR/DALIL ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (NU)

    wp.sorbansantri.com – Ahlussunah wal Jamaah, atau yang sering dikenal sebagai Nahdlatul Ulama (NU), memiliki empat dasar atau dalil yang menjadi pedoman dalam menetapkan hukum-hukum Islam. Empat dasar ini adalah Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas. Berikut penjelasan singkat mengenai masing-masing dasar tersebut: Cara penetapan hukum yang mengacu pada dalil seperti Ijma’ dan Qiyas juga dapat ditemukan dalam sistem verifikasi transparan yang digunakan oleh bitcoin casinos untuk memastikan keadilan dan kepercayaan pengguna.

    1. Al-Qur’an:
      Al-Qur’an adalah firman Allah yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril untuk diajarkan kepada umatnya. Sebagai sumber utama hukum Islam, Al-Qur’an memberikan panduan yang jelas dan lengkap untuk berbagai aspek kehidupan.
    2. Hadits:
      Hadits adalah perkataan, perbuatan, dan penetapan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits berfungsi sebagai penjelas dan pelengkap Al-Qur’an. Melalui hadits, umat Islam dapat memahami lebih dalam mengenai cara-cara menjalankan ajaran Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
    3. Ijma’:
      Ijma’ adalah konsensus atau kesepakatan dari para ulama. Dalam hal ini, ijma’ merujuk pada kesepakatan empat imam besar dalam fiqh: Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali. Ijma’ digunakan untuk menetapkan hukum-hukum yang tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
    4. Qiyas:
      Qiyas adalah analogi atau menyamakan hukumnya sesuatu yang tidak ada dalam nash (teks) Al-Qur’an dan Hadits dengan hukum sesuatu yang sudah tercantum dalam nash tersebut. Qiyas digunakan untuk menerapkan hukum pada masalah-masalah baru yang tidak ditemukan secara langsung dalam Al-Qur’an dan Hadits.

    Cara Penetapan Hukum:

    1. Al-Qur’an sebagai Sumber Utama:
      Jika suatu hukum dapat ditemukan dalam Al-Qur’an, maka hukum tersebut langsung diambil dari Al-Qur’an.
    2. Hadits sebagai Sumber Kedua:
      Jika suatu hukum tidak ditemukan dalam Al-Qur’an, maka beralih ke Hadits. Contohnya, Al-Qur’an menyuruh shalat, tetapi tidak menjelaskan jumlah shalat yang harus dilakukan sehari semalam. Maka, kita beralih ke Hadits yang menjelaskan hal tersebut, yaitu shalat lima kali sehari semalam.
    3. Ijma’ sebagai Sumber Ketiga:
      Jika dalam Hadits tidak ditemukan penjelasan yang dibutuhkan, maka beralih ke Ijma’ ulama. Misalnya, cara atau praktik shalat yang spesifik ditetapkan melalui ijma’ ulama empat mazhab. Tanpa ijma’ ulama, umat Islam tidak akan bisa mempraktekkan shalat dengan benar.
    4. Qiyas sebagai Sumber Terakhir:
      Jika tidak ditemukan dalam Al-Qur’an, Hadits, dan Ijma’ ulama, maka beralih ke Qiyas. Qiyas digunakan untuk menyamakan hukum sesuatu yang tidak tercantum dalam nash Al-Qur’an dan Hadits dengan hukum yang sudah tercantum dalam nash tersebut. Contoh Qiyas:
    • Al-Qur’an mengharamkan membentak orang tua. Namun, hukum menjotos orang tua tidak disebutkan secara eksplisit. Maka, haramnya menjotos orang tua disamakan dengan haramnya membentak orang tua yang tercantum dalam nash Al-Qur’an.
    • Hukum haramnya minum sabu-sabu tidak tercantum dalam nash Al-Qur’an. Namun, haramnya minum sabu-sabu disamakan dengan haramnya minum khamr (sesuatu yang memabukkan) yang sudah tercantum dalam nash Al-Qur’an.

    Oleh: Tim SorbanSantri.com


  • SELAPANAN: TRADISI PINISEPUH MENJAGA SILATURAHMI

    SELAPANAN: TRADISI PINISEPUH MENJAGA SILATURAHMI

    wp.sorbansantri.com – Diantara cara yang digunakan para pinisepuh untuk menjaga silaturahmi dengan sanak saudara dan sahabat adalah dengan mengadakan pertemuan “Selapanan”. Selapanan ini biasanya diadakan secara bergilir dari satu rumah keluarga ke rumah keluarga lain setiap selapan ndina sekali. Misalnya, malam ini Jum’at Wage di rumah Kang Solikin, maka Jum’at Wage berikutnya (35 hari kemudian) akan digelar di rumah saudara yang lain. Hal ini dilakukan dengan perhitungan agar jarak waktunya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama. Dengan begitu, sesama saudara tumbuh rasa kangen dan terhindar dari rasa bosan.

    Acara selapanan ini dikemas sederhana, ala kadarnya, dengan isi njagong biasa, saling bertukar kabar, dan guyonan. Agar acaranya lebih terarah, biasanya para tetua mengawalinya dengan doa bersama, disambung dengan Marhabanan yang membuat suasana menjadi regeng gayeng (hangat dan meriah).

    Dengan selapanan seperti ini, biasanya kekeluargaan dan persahabatan menjadi lebih akrab dan saling srawung (bergaul). Tradisi ini bukan hanya sekedar berkumpul, tetapi juga mempererat hubungan antar keluarga dan menjaga kebersamaan yang sudah terjalin sejak lama.

    Oleh: Tim SorbanSantri.com


  • TELADAN MBAH MOEN DALAM MEMULIAKAN AHLUL BAIT

    TELADAN MBAH MOEN DALAM MEMULIAKAN AHLUL BAIT

    wp.sorbansantri.com – Suatu ketika ada seorang calon santri asal Bandung yang berniat nyantri di Pondok Mbah Moen. Calon santri ini bukanlah santri biasa, ia adalah Abdullah Zaky Al-Kaff, seorang Sayyid yang merupakan keturunan Nabi Muhammad. Sebelum berangkat ke Pondok Sarang, pamannya berpesan agar Zaky tidak langsung memberitahu Mbah Moen bahwa ia adalah seorang Habib. Zaky memegang teguh pesan tersebut.

    Sesampainya di pondok, Habib Zaky langsung sowan kepada Mbah Moen dan menyampaikan niatnya untuk nyantri di Pondok Sarang. Ketika Mbah Moen bertanya namanya, ia menjawab, “Nama saya Zaky,” sesuai dengan pesan pamannya. Wajahnya yang tidak tampak seperti Habib pada umumnya membuatnya tidak dikenali. Setelah itu, Zaky menjalani kegiatan belajar seperti santri lainnya.

    Tengah malam, kamar yang dihuni Habib Zaky tiba-tiba diketuk agak kencang, membuat para santri yang sedang tidur terbangun. Ternyata yang mengetuk pintu adalah Mbah Moen. Para santri kalang kabut melihat kedatangan Mbah Moen. Beliau kemudian berkata, “Mana yang namanya Zaky, kamu tidak mengaku ya kalau kamu masih dzuriyyah (keturunan) Rasul? Saya baru saja mimpi didatangi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau berpesan pada saya untuk titip cucunya. Kalau kamu masih belum mengaku, pilih mana mondok ditempat saya atau keluar dari pondok saya.”

    Laman: 1 2

  • Facebook Diblokir Hamas di Tetangga RI, Pemerintah Malaysia Memprotes

    Facebook Diblokir Hamas di Tetangga RI, Pemerintah Malaysia Memprotes

    wp.sorbansantri.com – Kementerian Komunikasi Malaysia, yang diwakili oleh Menteri Fahmi Fadzil, mengirimkan protes keras kepada Meta, induk perusahaan Facebook, setelah platform tersebut menghapus artikel dari media lokal yang membahas pertemuan antara Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dengan pemimpin kelompok Hamas.

    Dalam artikel tersebut, disebutkan bahwa PM Anwar Ibrahim bertemu dengan petinggi Hamas Ismail Haniyeh di Qatar pada Senin pekan ini. Anwar Ibrahim menyatakan bahwa dirinya memiliki hubungan politik yang baik dengan para petinggi Hamas, namun menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam aksi militer yang dilancarkan oleh Hamas.

    Pemerintah Malaysia, sebagai salah satu negara mayoritas Muslim yang vokal mendukung Palestina, merasa kecewa dengan tindakan Meta yang memblokir artikel tersebut. Dalam surat resmi kepada Meta, pemerintah meminta penjelasan terkait alasan pemblokiran artikel dari dua media lokal terkait pertemuan Anwar dengan pemimpin Hamas.

    Selain pemblokiran artikel, Meta juga menutup akun pihak ketiga yang sering membagikan isu-isu terkini tentang Palestina. Fahmi Fadzil, sebagai juru bicara pemerintah, mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan Meta yang dianggap tidak menghormati kebebasan informasi dari media lokal yang menggunakan platform tersebut.

    Belum ada tanggapan resmi dari Meta terkait protes yang dilayangkan pemerintah Malaysia. Sebelumnya, pada Oktober 2023, Fahmi Fadzil sudah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap media sosial yang memblokir konten-konten pro-Palestina di Malaysia.

    Meta dikenal sering kali memblokir konten-konten yang mendukung Palestina, menggunakan pendeteksi otomatis dan peninjauan manual oleh manusia untuk menghapus atau melabeli konten visual yang menampilkan kondisi di Gaza. (AI Sorban)

  • MENJAGA AKIDAH

    MENJAGA AKIDAH

    oleh (KH DR Surahman Hidayat MA) SCC Pusat

    إنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفرهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنُعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللّه فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِل فَلاَ هَادِي لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إلاّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ والصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى حَبِيْبِنَا وَحَبِيْبِ رَبِّ العالمَيْنَ إمامِ المتقين وقَائدِ الغُرِّ المُحَجَّلِينَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وأنصاره وأحْبَابِه وَمَنْ تَبِعَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمّا بَعْدُ».

    فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
    يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

    KHUTBAH I

    Jamaah Jum’at rahimakumullah

    Alhamduillahi rabbil ‘alamin, puji dan syukur hanya milik Allah Swt yang telah memberikan banyak nikmat dan rahmat-Nya kepada kita. Terutama nikmat Iman, Islam, dan Ihsan. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan umat manusia, baginda Nabi Muhammad saw, kepada seluruh keluarga, para sahabat, serta seluruh ummatnya hingga akhir zaman.

    Di antara keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Muhammad saw adalah umat ini dijadikan oleh Allah sebagai khairu ummah (umat terbaik) yang dihadirkan untuk memberikan maslahat kepada umat manusia. Allah befirman,

    كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ

    Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah (QS Ali Imran: 110)

    Posisi umat terbaik tersebut bukan pilihan pribadi dan bukan pula keinginan manusia. Namun merupakan pilihan dan ketetapan Allah berdasarkan hikmah dan pengetahuan-Nya. Karena itu sudah seyogyanya umat Islam bangga dan bersyukur atas posisi terhormat yang Allah berikan. Mereka harus menunjukkan identitas dan jati dirinya sebagainya umat yang terbaik dan mulia, baik dalam hal ibadah, akhlak, muamalah, dan terutama dalam hal akidah.

    Tauhid sebagai pondasi utama akidah umat harus benar-benar ditunjukkan dan dijaga dengan baik. Ia adalah bagian dari jalan Islam dan jalan yang lurus yang senantiasa menjadi satu-satunya doa dalam surat al-Fatihah yang dibaca pada setiap shalat dan berbagai kesempatan lainnya.

    اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

     صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ


    “Tunjuk
    i kami jalan yang lurus, jalan orang yang Kauberi nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurka, dan bukan (jalan) mereka yang sesat” (QS. Al-Fatihah ayat 7).

    Jalan Islam atau jalan yang lurus inilah yang akan mengantarkan pada nikmat Allah yang kekal abadi. Ia adalah jalan keselamatan dan kebahagiaan. Kelurusan dan keistikamahan akidah menjadi kuncinya. Tidak boleh mengikuti jalan keyakinan kelompok lain yang dimurka atau jalan keyakinan kelompok lain yang tersesat jalan. Dengan kata lain, tidak boleh meniru, menyerupai, dan mencontoh hal-hal yang terkait dengan keyakinan dan akidah umat di luar Islam.

    مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم

     Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia bagian dari mereka. (HR Abu Daud)

    Karena itu, umat Islam harus bangga dengan akidahnya sendiri. Salah satunya dengan memuliakan dan mengagungkan syiar-syiar dan ajaran Islam. Pasalnya, itu adalah salah satu bentuk ketakwaan dalam hati. Allah befirman,

    ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

    Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS al-Hajj: 32).

    Wujud lain dari bangga dengan akidah Islam adalah tidak menyembah dan tidak meminta kecuali kepada-Nya (iyyaka na’budu wa iyyaka na’sta’in). Dialah Tuhan dan sandaran satu-satunya. Dialah yang layak disembah dan diminta. Hanya Dia yang dapat memenuhi seluruh harapan baik hamba. Serta hanya Dia yang dapat memberikan apresiasi dan balasan terbaik kepada amal saleh manusia.

    Oleh sebab itu, beribadah, berdoa, dan bersandar harus kepada-Nya semata. Itulah yang dilakukan oleh Nabi saw. Pada saat-saat genting, di antaranya pada saat perang Badar, Nabi saw bangkit berdiri di saat malam untuk berdoa bermunajat kepada-Nya. Tiada lagi harapan dan sandaran kecuali kepada Allah Swt.

    إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS al-Anfal: 9-10).

    Demikianlah, doa dan munajat yang tulus disertai dengan ikhtiar dan ibadah yang benar akan menghasilkan pengabulan yang luar biasa. Allah memberikan kabar gembira, ketenangan sikap optimis, dan keyakinan bahwa hanya Allah yang dapat menghadirkan kemenangan meskipun dalam kondisi yang sulit dan tampak mustahil.

    Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dia Mahakuasa melakukan apa saja. Yang penting ada  keikhlasan dalam beramal ibadah, disertai dengan ikhtiar yang maksimal, serta doa dengan penuh keyakinan, dengan itu semua insya Allah Dia akan mengabulkan dan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

    يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ تَـنۡصُرُوا اللّٰهَ يَنۡصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ اَقۡدَامَكُمۡ

    Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

    Itulah janji Allah. Sangat mudah bagi Allah untuk melindungi dan menjaga bangsa ini dari kehancuran. Sangat mudah bagi Allah untuk menolong dan membela agama-Nya. Sangat mudah bagi Allah mewujudkan kemuliaan agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam mewujudkan tujuan nasional. Yang harus dilakukan oleh kita selaku umat-Nya adalah memenuhi perintah-nya, menjauhi larangan-Nya, memantaskan diri untuk mendapat janji-Nya disertai prasangka baik pada-Nya.

    أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي

    Sesungguhnya Aku berdasarkan pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku.(HR al-Bukhari)

    Semoga taufik dan inayah Allah membersamai kita semua.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ تِلاَوَتَه فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِين إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. واسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

    KHUTBAH II

     اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، أَمَّا بَعْدُ،

    فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

     اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،

    اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

    اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وشَمَاتة الأعْداَء وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً،

    اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

    عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ الْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر