Kategori: Amaliyah

aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara praktis, terutama dalam konteks keagamaan atau kehidupan spiritual. Dalam konteks agama Islam, amaliyah seringkali merujuk kepada amal ibadah atau amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT

  • IJAZAH AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR

    IJAZAH AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Ambil segelas air hujan yang bersih, kalau tidak ada, maka ambillah segelas air susu, atau segelas air putih.

    1. Bacalah Ummul Kitab Surah Al-Fatihah 3×

    2. Kemudian Bacalah surah Al-‘Alaq
      Ayat 1-5 dibaca 11×

    INI BACAAN SURAH AL-ALAQ 👇👇

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1)
    خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2)
    اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3)
    الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4)
    عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

    1. Setelah itu tiupkan ke air didalam gelas itu.
      Dibaca setiap hari setelah shalat shubuh sebelum waktu isyroq.

    2. Orang tua atau pembaca meminum sedikit, lalu berikan kepada anak, Dengan izin Allah, In Syaa Allah, anak yang nakal menjadi sholeh.

    Anak yang lambat faham akan ilmu agama, cepat faham.

    Anak yang durhaka sama orang tuanya, akan bakti kepada kedua orang tuanya.

    Dan anak itu cepat hafal serta mudah mengingat pelajaran.

    Dan juga wanita hamil yang mengamal kannya kelak akan mendapatkan anak yang sholeh.

    SAYA IZAJAHKAN KEPADA ANDA SEMUANYA SILAHKAN UCAPKAN QOBILTU BAGI YG MAU

    SEMOGA BERMANFAAT AMIIN…

    آميــــــــــــــن يـــــــــــــارب العالميــــــــــــــــــن

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

  • MENGAPA ALLAH MENJADIKAN SHOLAWAT FATIH RAJANYA SHOLAWAT & MAHKOTANYA NABI MUHAMMAD SAW

    MENGAPA ALLAH MENJADIKAN SHOLAWAT FATIH RAJANYA SHOLAWAT & MAHKOTANYA NABI MUHAMMAD SAW

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Berkata Sayiduna Syaikh Ahmad at-Tijani r.a. “Sholawat selain yang dibaca Rosulullah saw (yang disebut dalam hadits) yaitu sholawat yang dari ulama adalah tertulis dengan tulisan bahasa lisan dan bahasa isyaroh di bawah “gambar” Nabi saw. dengan gambar manusia yang berada di Hadlrotul Qudsiyah, sedangkan sholawat para Wali Qutub adalah tertulis disebelah kanan, dan sholawat Auliya’ Siddiqin di bawah Wali Qutub tertulis di sebalah kiri.

    Adapun Sholawat Fatih adalah merupakan sholawat dari Allah swt., yakni tidak dari ulama’ dan tidak dari auliya’.
    Sholawat Fatih adalah tertulis di atas kepala Nabi saw. dengan huruf yamg difahami semua bahasa arab. Sholawat Fatih adalah sebagai mahkota kemuliaan dan kerajaan Nabi saw.

    Dengan Sholawat Fatih, Allah swt. menjadikan Nabi saw. lebih utama melebihi semua kerajaan di alam dunia dan menetapkan khilafahnya (kekuasaannya) di alam dunia tersebut dan juga di alam akhirat.

    Dengan Sholawat Fatih, Allah swt. memuliakan agama-Nya serta mendhohirkan semua agama-agama yang lain, dan menjadikan umat ini (umat Nabi saw.) lebih utama dan menjadi saksi atas umat agama yang lain tersebut.

    Dengan Sholawat Fatih Nabi saw. menjadi pemimpin para nabi dan para rosul.

    Dengan Sholawat Fatih Allah swt. menegakkan ruh-jasmani dan melahirkan atasnya peraturan hukum syari’at dan menciptakan tata peraturan dan pengaturan alam.

    Oleh karenanya sholawat Fatih adalah ruh alam wujud dan kehidupannya.
    Kemudian atas hukum syariat dan peraturan tersebut Allah swt. menetapkan sorga beserta nikmat-nikmatnya dan neraka beserta siksa-siksanya.

    Dengan Sholawat Fatih inilah Allah swt. menampakkan hakikat Muhammadiyah Nabi saw. dan menetapkan hakikat Ahmadiyahnya pada mihrob (maqom) Qudsi, yang dengan Sholawat Fatih, Allah swt. memuliakan Nabi saw. dan memuliakan Sholawat Fatih dengan Nabi saw.
    maka dari itu, sholawat Fatih adalah hakikat Nabi saw. yang dengan Sholawat Fatih tersebut Malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il mengenalnya.

    Sholawat Fatih adalah pokok semua sholawat yang lahir dari hati Nabi saw. dan orang-orang makrifat.

    Sesungguhnya Allah Jalla Jalaluh memberi sholawat kepada Nabi saw. (yang tanpa batas awal dan akhir sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an).
    Maksudnya adalah Allah swt. menampakkan kesempurnaan Zat-Nya, Asma-Nya, sifat-Nya pada diri dan dalam diri Nabi Muhammad
    saw.
    Allah swt. memuliakan dan mengutamakan Nabi saw. yang melebihi semua makhluk, karena Allah swt. tidak menampakkan kepada seseorang dengan kesempurnaan-Nya kecuali kepada Nabi Muhammad saw.
    “Menampaknya Allah swt.” kepada Nabi saw. dengan kesempurnaan-Nya inilah yang dimaksud sholawat Allah swt. kepadanya.

    Dengan menampakkannya kesempurnaan Allah swt. kepada Nabi saw tesebut, maka Nabi saw. menjadi hakikat kholifah dari-Nya, sedangkan nabi-nabi lain adalah penggantinya.
    Oleh karenanya, dengan nampaknya kesempurnaan zat, asma, dan sifat Allah swt. kepada Nabi saw., maka Nabi saw. menjadi pembuka (al-fatih) semua yang tersimpan dalam iradah Allah swt., dan penutup (al-khotim) semua apa yang Allah ber-iradah
    kepadanya, dan penolong (an-nashir) kepada yang Allah ber-iradah memberi pertolongan kepadanya, dan agama itu adalah dalam pertolongan selamanya.
    Begitu pula Nabi saw. menjadi petunjuk (al-hadi) kepada orang yang telah ditetapkan pada ilmu qodim-Nya mendapat hidayah

    (Kitab Hidayatur Robaniyah, hal. 22).

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

  • USAHAKAN BACA SHOLAWAT DENGAN LENGKAP

    USAHAKAN BACA SHOLAWAT DENGAN LENGKAP

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Bacaan sholawat yang biasa kita ucapkan itu bukan sekedar bacaan biasa. Memang bunyinya seakan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Secara harfiah memang demikian. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia besar yang luar biasa sekali.

    Jika kita menganggap bahwa sholawat itu semata-mata adalah mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi, itu salah besar. Kanjeng Nabi itu tidak butuh doa kita. Amalan beliau sudah turah-turah. Kanjeng Nabi kok butuh doa kita, lha emang kita ini siapa?
    Bila dikaji dengan secara mendalam, ternyata sholawat adalah kata kunci, semacam “password” untuk menyatukan seluruh frekuensi kehidupan di jagad raya ini. Jadi, bukan sekedar mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi semata.

    Oleh karena itu, jika membaca sholawat jangan sampai hanya sebatas: Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad. Secara harfiah itu boleh-boleh saja, tidak salah. Namun itu termasuk sholawat buntung. Lalu bagaimana yang lebih sempurna?
    Bacalah: Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad WA’ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD (Ya Allah semoga kiranya rahmat senantiasa tercurah kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan juga atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad) . Minimal demikian. Jangan lupa sertakan selalu kalimat WA’ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD.

    Menurut Sayyidina Imam Syafi’i, kalimat Wa’ala ali Sayyidina Muhammad itu tidak sekedar tertuju kepada keluarga, ahlul bait atau dzurriyah Kanjeng Nabi semata, tetapi juga seluruh Kaum Muslimin di muka bumi ini.
    Jadi, ketika membaca sholawat secara lengkap akan menjadi kekuatan super dahsyat, dimana kaum Muslimin di seluruh jagad raya ini menyatukan diri dalam sebuah frekuensi. Menjadi bagian dari kekuatan doa yang Sangat dahsyat. Semua termaktub dalam satu kalimat. Sungguh luar biasa. (ala-NU Media)
    -Maulana Habib Luthfi bin Yahya-

  • IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Dalam suatu kesempatan KH. Kholil Bisri (kakak kandung KH. Musthofa Bisri (Gus Mus))
    Memberikan ijazah ‘aam kepada para santri muda berupa “vitamin” anti Kanker.

    Ijazah ini beliau dapatkan langsung dari ibunda beliau sendiri, Nyai Ma’rufah.

    KANKER yang dimaksud bukanlah penyakit yang sudah kita mafhum selama ini, melainkan KANTONG KERING.

    Kaifiyatnya sederhana:

    1. Sholat sunnah Dhuha
      (terserah mau minimalis 2 rakaar atau maksimalis 8 rakaat);

    2️. Baca doa shalat dhuha sebagaimana biasanya.

    3️. Wirid surat Al Kautsar yang pendek itu
    (cuma) 14 kali.

    4️. Selesai.

    Kata beliau, yang mengamalkan ini insya ALLAH, tidak akan punya Kantong Kering, dan selalu dicukupi ALLAH kebutuhannya.
    Tentu saja, INSYA ALLAH.

    Saya bagikan kembali ijazah ini karena beliau dulu mempersilahkan pula untuk diamalkan oleh masyarakat umum. (abi-sorban)

    #alanumedia

  • KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seorang pemuda bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz:

    Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menundukkan badannya dan mencium tanganmu berbolak balik?

    Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik?

    Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama makhluk?

    Tidakkah hanya Allah saja yang layak disembah?

    Tunduk atau menunduk kepada makhluk adalah perbuatan syirik. Habib Umar hanya tersenyum mendengar ucapan dan pertanyaan dari seorang pemuda tersebut.

    Lantas Habib Umar memanggil pemuda tadi dan mendekatinya.

    Habib Umar mengambil pena yang ada di dalam saku baju pemuda tersebut kemudian menjatuhkannya ke bawah.

    Ketika si pemuda ini menundukkan kepala dan badannya kebawah guna mengambil pena tersebut, Habib Umar menahannya dan berkata: “Jangan menunduk!, tidakkah menunduk kepada makhluk adalah bathil?”

    “Tidak, aku hanya ingin mengambil pena ku di bawah.”

    Lantas Habib Umar berkata: “Aku ini ibaratkan pena, seorang pencari ilmu tidak akan mendapat ilmu jika tidak mempunyai pena, Begitu juga dengan murid-muridku mereka menghargai dan menghormatiku bukan atas permintaaanku, Aku tidak pernah memaksa, aku tidak pernah menyuruh mereka mencium tanganku. Tetapi ketahuilah wahai pemuda; Seorang thalabul ilim tidak akan mendapatkan setetespun ilmu yang bermanfaat jika dia tidak menghormati gurunya.”

    Inframe : Kiai Kafabihi Mahrus mencium tangan Kiai Dimyati Rois
    Credit : Ulama Nusantara

  • WUDHU GAK PAKAI MADZHAB, PAKAI GURU GOOGLE DAN LANGSUNG ROSULLULOH YA ANEH JADINYA

    WUDHU GAK PAKAI MADZHAB, PAKAI GURU GOOGLE DAN LANGSUNG ROSULLULOH YA ANEH JADINYA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Menyimak praktek ustadz Wahabi tentang Wudhu sesuai sunah lucu sekali. Maklum mereka tidak bermadzhab, jadi ketika praktek Wudhu; Rasulullah saw, Ustman bin Affan, Imam Bukhari, Imam Syafii dan Imam nawawi disebut semua.

    Kalau dalam madzhab Syafii ini namanya talfiq kepada banyak ulama. Wudhu seperti itu tidak dibenarkan menurut semua madzhab; air misalnya, menurut semua madzhab tidak sah, menurut madzhab syafii musta’mal menurut madzhab lain seperti Maliki; Thahir gairi muthahir (suci tapi tidak bisa dijadikan alat untuk mensucikan).

    Dalam madzhab syafii boleh اغتراف الماء باليد mengambil air dari gayung dengan tangan saat wudhu tapi dengan niat اغتراف, niat menjadikan tangan sebagai alat mengambil air. Tapi syaratnya kedua telapak tangan harus dibersihkan dulu. Niat memang dalam hati, seharusnya pada momen memberikan contoh seperti itu dia menjelaskan itu.

    Wudhu seperti itu juga tidak sah menurut madzhab Maliki karena madzhab Maliki mewajibkan جريان الماء فى أعضاء الوضؤ, mengalirnya air pada organ tubuh yang menjadi rukun wudhu, dan wajib الدلك menggosok-gosok organ wudhu.

    Madzhab Syafii, seperti dia kutip dari Imam Nawawi mencukupkan استيعاب الماء menyeluruh air ke organ wudhu tanpa mengalir dan menggosok, tapi penggunaan air seperti itu menurut Imam Nawawi juga tidak sah, menurut Imam Nawawi dan ulama Syafiiyah lainnya air bekas wudhu atau air sedikit yang terkena tetesan air bekas wudhu jadi mus’tamal, atau dalam madzhab lain masuk kedalam kategori طاهر غير مطاهر suci tapi tidak bisa dijadikan alat bersuci.

    Kalau wudhunya tidak sah menurut semua ulama madzhab, maka sholat dan ibadah lain yang mensyaratkan wudhu juga tidak sah. Jadi implikasinya tidak sepele.

    Soal baca Quran keliru, dari kelompok ini persoalannya bukan hanya karena malas atau tidak belajar atau tidak berguru, tetapi akibat kekacauan sistemik dan epistemik yang pada akhirnya menyepelekan dan rancu dalam pengalaman beragama. Epistemologi mereka lahir prematur, kira-kira begitu kata Khalid Aboul Fadl. Akhirnya cacat seumur hidup.

    Jangankan ustadz mereka yang bergurunya langsung kepada Rasulullah dan Google, yang langsung ke Arab saja kacau seperti yang mencontohkan praktek wudhu itu.

    Sekaliber Imam Bukhari saja bermadzhab, Tajudin Asubki memasukan Imam Bukhari kedalam Thabqat Syafi’iyah dalam Thabaqat Syafi’iyah, Shadiq Hasan Khan memasukan beliau sebagai Syafi’iyah dalam Abjadul Ulum, Abu Ya’la memasukan beliau kedalam Thabaqat Al-Hanabilah, dan Syeikh Nurudin Itr menyebut al-Bukhari pembaca kitab-kitab fikih Hanafiyah.

    Meskipun ada ulama yang mengatakan Mujtahid Mustaqil, tapi kita tahu beliau mempelajari semua madzhab. Tidak anti madzhab dan tidak meremehkan madzhab hanya karena Imam Bukhari pakar hadis.

    Lalu kita siapa? Mengaku berguru langsung kepada Rasulullah dan belajar wudhu langsung melalui al-Quran dan hadis. Berwudhu sesuai sunah itu menurut saya sangat tendensius; maksud dia selama ini kita orang Indonesia wudhunya tidak benar menurut Rasulullah.

    Faham lah arah mereka, ucapan dan perbuatan mereka dalam pengajian memang selalu tendensius.

    Jadi jangan percaya kalau ada orang yang ngomong langsung berguru kepada Rasulullah saw.

    Ahmad Tsauri

  • Sunnah Rasulullah yang jarang dipakai

    Sunnah Rasulullah yang jarang dipakai

    SORBANSANTRI.COM

    1. Pakai celak mata sebelum tidur malam
    2. Ketika berduduk hendak berdiri baca shalawat(shollallahu ‘ala Muhammad) dan juga ketika berdiri hendak berduduk baca shalawat. Shalawat yang pendek aja
    3. Ketika melihat orang bersin kita membaca “Yarhamukallah”
    4. Ketika memasang baju yang pakai kancing, memasang kancing nya dari bawah
    5. Ketika memakai celana, harus berduduk
    6. Mamutar cincin ketika berwudhu
    7. Pakai imamah(surban) ketika sembahyang(cukup sembahyang dirumah saja sendirian atau dengan kaluarga)
    8. Bersin kesebelah kiri
    9. Ketika mendangar orang adzan *”Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”* kita mambaca *”Marhaban bihabiybiy wa qurrati ‘aini Muhammad ibni Abdillah saw”*. Setelah membaca doa nya lalu kecup kedua ibu jari kita dan langsung usap kemata
    10. Setelah selesai berwudhu, berjalan sambil membaca surah al Qadr *”Inna anzalna”* tiga kali
    11. Ketika manguap tutup mulut, lalu membaca *”Audzubillahi mina syaithonirrajiim”* dan sunnat manutup mulut pakai tangan kiri
    12. Mamakai minyak wangi/ farfom ketika hendak tidur
    13. Memakai kopiah/penutup kepala ketika hendak masuk WC
    14. Suka dengan warna Hijau,Hitam,dan Putih. Kerna Rasulullah suka banget sama warna2 yang ada didalam surga.. Yaitu wara Hitam,Putih,Dan Hijau

    Ceramah ini waktu pengajian beliau masih di keraton tahun 1984…
    Semoga kita bisa mengerjakan nasehat beliau. Berkat mengikuti nasehat beliau kita semua terkumpul dengan beliau di akhirat, bersama Rasulullah, bersama Syeikh Semman, dan bersama Datu Kelampayan diatas kerajaan yang dibangun Alm. Guru sekumpul di akhirat untuk kita semua yang mengikuti langkah jejak beliau. .
    K.H Zaini Bin Abdul Ghani. (abi SORBAN)

  • PERBANYAKLAH TEMAN YG BERIMAN

    PERBANYAKLAH TEMAN YG BERIMAN

    SORBANSANTRI.COM

    قال الحسن البصري رضي اللّٰه عنه : إستكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن الرجل منهم يشفع في صديقه و قريبه فإذا رأي الكافر ذلك قال : ما لنا من شافعين و لا صديق حميم ( الشعراء ١٠٠ ـ ١٠١ )

    كتاب : تفسير مكي بن ابي طالب ج ١٠ ص ٦٤١٦

    berkata imam hasan al bashri R.A
    perbanyaklah teman yg beriman krn seorang yg mukmin akan memberi syafaat ( pembelaan ) untuk teman nya dan kerabat nya dan ketika org kafir melihat itu mereka berkata ( dengan penyesalan )
    maka kami tdk mempunyai pemberi syafaat seorang pun
    dan tdk pula mempunyai teman yg akrab ( as syuara 100 – 101 )

    kitab : tafsir makki bin abi tholib juz 10 hal 6416
    smga bermanfaat

  • TERUSLAH BERSHOLAWAT MAKA RASULULLAH SAW AKAN MENGENAL KITA

    TERUSLAH BERSHOLAWAT MAKA RASULULLAH SAW AKAN MENGENAL KITA

    SORBANSANTRI.COM

    Bayangkan dengan hati kita ..??

    Apabila dipadang Mahsyar kelak dihari Kiamat saat berjuta manusia termasuk kita sedang berkumpul menangis dan menjerit dalam ketakutan dan putus asa karena banyaknya Dosa & yg kamu harapkan hanya Rahmat Allah yg bisa menyelamatkan kita dari Neraka.

    Tiba tiba terdengar suara lembut dari seseorang yg memanngil nama kita lalu kita menoleh dan ternyata Muhammad Rasululloh.SAW yg memanggil nama kita

    Kitapun pasti dgn terbata bata dan merasa malu serta hina akan bertanya: “Darimana engkau tahu namaku ya Rasulalloh…?”

    Maka Nabi Muhammad.SAW pun sambil tersenyum akan menjawab:
    “Dari shalawat dan Salam yg sering Engkau ucapkan Kepada Ku”

    Dan pastinya kita saat itu akan menangis karena bahagia.!|“`

    Uhibbuka Ya Rasulallah……

    “`Dalam kehidupan ini selagi masih ada kesempatan panggillah Rasulullah dengan memperbanyak shalawat dan salam kepada sang pemberi Syafaat dipadang mahsyar OK agar kelak Namamu pantas dipanggil oleh Beliau.

    Masihkah Kita Malas & Pelit tuk Bersholawat Kepada Rasulullah…??

    Rabbana Taqabbal Minna
    Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aaamiin…

    (Al Habib Umar bin Hafidz )

  • Tata Laksana Ibadah Selama Masa Wabah Penyakit

    Tata Laksana Ibadah Selama Masa Wabah Penyakit

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Seperti yang disampaikan oleh KH Afifuddin Muhajir (Rais Syuriyah PBNU dan Wakil Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo saat pengantar BahZOOMasail online, Ahad kemarin) bahwa kita wajib mematuhi Ulil Amri. Dalam kondisi saat ini ada 3, yaitu pemerintah, ahli fikih dan medis.

    Ketika kewajiban beragama seperti ibadah, baik Fardlu ain (kewajiban setiap individu) maupun Fardlu kifayah (kewajiban kolektif seperti merawat jenazah) ‘bertabrakan’ dengan kesehatan, maka pelaksanaan dalam agama dilakukan pada tahap di bawahnya. Bukan menjalankan agama dengan menerjang hal-hal yang membahayakan baik pada diri sendiri maupun orang lain.

    Gambar:
    1. Ngaji Online Pakai CloudX bersama Telkomsel
    2. Pihak berwenang, aparat dan medis, berusaha menyelamatkan kita dari penyakit menular. Gambar dari Gus Dokter Muhammad S Niam (Ketua Perhimpunan Dokter NU).

    (kh. ma’ruf khozin)