Kategori: Amaliyah

aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara praktis, terutama dalam konteks keagamaan atau kehidupan spiritual. Dalam konteks agama Islam, amaliyah seringkali merujuk kepada amal ibadah atau amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT

  • Rabu Wekasan Menurut NU

    Rabu Wekasan Menurut NU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Besok adalah malam Rabu Wekasan yaitu malam Rabu terakhir (wekasan) di bulan Shafar.
    Sebagian orang ahli ma’rifat termasuk orang yang ahli mukasyafah mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala’ (bencana) yang berjumlah 320.000. Kesemuanya diturunkan pada hari Rabu yang terakhir di bulan Shafar. Maka dianjurkan hari itu shalat 4 raka’at dengan 2 salaman,” katanya,

    Kiai Jamal menjelaskan, shalat yang dilakukan tersebut diniati dengan shalat mutlak.
    Pada setiap rakaat dalam shalat tersebut membaca
    Al-Fatihah sekali,
    surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali,
    surat Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq sekali dan An-Nas sekali.
    “Kemudian setelah salam membaca doa dan shalatnya tidak berjamaah. Tapi dilakukan bersama-sama di lokasi yang sama pula,” tambahnya.

    Tradisi Rabu Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan lain-lain. Bentuk ritual Rabu Wekasan umumnya dilakukan dengan shalat , berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturrahin, dan berbuat baik kepada sesama.

    Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (W.1151 H) dalam kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut Mujarrobat Ad-Dairobi).

    Anjuran serupa juga terdapat pada kitab Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (W. 970 H), Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.

    Keputusan musyawarah NU Jawa Tengah tahun 1978 di Magelang juga menegaskan bahwa shalat khusus Rabo Wekasan hukumnya haram, kecuali jika diniati shalat sunnah muthlaqah atau niat shalat hajat. Kemudian Muktamar NU ke-25 di Surabaya (20-25 Desember 1971 M) juga melarang shalat yang tidak ada dasar hukumnya, kecuali diniati shalat mutlak.

    “Shalatnya bisa di pagi (dluha) atau habis shalat maghrib,” pungkas Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini. (abi sorban)

  • Kritikan Gus Baha Untuk Orang-orang NU

    Kritikan Gus Baha Untuk Orang-orang NU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- NU itu terlalu banyak pengajian umum. Tradisi ngaji (kitab) mulai hilang. Itu lampu merah. Orang kaya suka ulama. Suka kiai. Tapi maunya ngatur ulama, tidak mau diatur ulama.
    Saya gak mau ngaji yang ribet itu. Harus pasang panggung, sound system, yang penting bupati datang. Ribet.
    Mereka habis 50 juta, 100 juta tidak masalah. Tapi sesuai mau mereka, yang datang jamaahnya banyak. Coba, kalo nuruti maunya kiai, ulama, ngajinya menganalisa kitab, uangnya buat mencetak naskah, pasti tidak mau.
    Saya ingin kebesaran ulama itu kembali, yaitu bisa mengatur orang kaya. Bukan seperti sekarang, diatur orang kaya.
    Banyak yang datang minta pengajian umun, bawa alphard, saya jawab kalo mau ngaji datang ke sini saja. Kalo kiai diatur-atur, kan ribet. Bukan saya anti. Dan itu perlu. Tapi sudah over. Tapi tradisi ngaji yang sebenarnya, yang jadi standar NU, sudah mulai ditinggalkan. Ditambah, kiai yang kedonyan, cinta dunia. Klop. Yang kaya, tahunya memuliakan kiai dengan uang, kiainya juga senang. Musibah. Terutama di Jawa Timur. Saya keluar dari kantor PWNU Jawa Timur, langsung dikasih voucher umroh. Saya jawab, tidak, saya kiai Jawa Tengah.
    Makanya saat saya diundang di Tebu Ireng, Pondok Syaikhona Kholil, Termas … Saya mau asal, disediakan naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Kholil, Syaikh Mahfudz Termas.
    Ya, saya ngajinya kitab para pendiri pesantren itu. Bukan ngaji Gus Baha tapi ngaji Mbah Hasyim Asy’ari, dll.
    Ini kan musibah. Selama ini dzurriyah, para cucu tidak peduli dengan naskah pendiri. Padahal ada ahli filologi, pengumpul naskah. Naskah masyayikh kita ada di luar negeri, cucunya ga punya.
    Saya punya naskahnya Syaikh Mahfudz yang tidak ada di Termas. Saya dikasih Mbah Moen. Akhirnya, para cucu ngaji ke sini.
    Coba, Sirojut Tholibin di cetak di mana-mana, termasuk Yaman. Namun, kita tahu nasibnya di Jampes.
    Kiai-kiai NU itu sudah alim. Ngerti hukum secara tafsil, kok malah hobi bicara yang mujmal. Ini kan sudah mau pinter, di suruh goblok lagi.
    Anda itu ngaji, sampai buka kamus, meneliti tiap kata, harusnya ngajarnya seperti itu. Agar tetap alim.
    Ada kiai yang sehari manggung 3 kali. Padahal, pasti dia tidak paham problem dakwah di setiap tempat itu. Dia tidak tahu objeknya, tidak tahu obatnya. Pasti bicaranya standar, itu-itu saja, yang penting lucu dan menarik. Mana ada waktu untuk belajar lebih dalam?
    Akhirnya ada orang ceramah ditambahi musik macam-macam. Karena dia tidak alim. Tidak terkontrol, yang penting menarik. Akhirnya ya goblok beneran. Pondok NU juga ikut-ikutan tren. Bikin acara, ya pengajian umum. Yang datang banyak. Masak, pondok NU mengundang Ustad/Kiai yg tidak jelas. Karena ikut tren tadi. Tidak tahu, keduanya itu kategorinya apa, detailnya mereka. Musibah lagi, warga NU membaca tulisan Gus Ulil, Nusron bahkan Abu Janda tapi tidak tahu naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari.
    Saya hanya ingin, tradisi ilmiah di NU itu kembali. Kiai tidak boleh diatur orang kaya. Jika tidak, NU bisa habis (orang alimnya). Saya di NU ditugasi ini, bukan yang lain. Maka, saat saya di Lirboyo, saya bilang ‘Gus Kafa, saya lebih senang disambut 4 santri yang benar-benar niat ngaji, daripada banyak santri yang niatnya tidak jelas’. Kemudian, setiap kali saya ke Lirboyo, anak, mantu, cucu dikumpulkan dulu ngaji sama saya.
    Jika, kita 5 tahun saja memulai. NU akan hebat. Jika bukan anak kita yang jadi alim, cucu kita akan jadi ulama. Itulah NU. NU itu harusnya melahirkan kiai – allamah, bukan kiai-mubaligh seperti sekarang. Dan saya melihat sudah lampu merah. Padahal di zaman kakek saya, bahasa Arab itu seperti bahasa Jawa. Saya punya tulisannya Mbah Hasyim Asy’ari yang surat-suratan dengan kakek saya dengan bahasa Arab.
    Keilmuan, kealiman ini jangan habis. Dulu para pendiri, kakek kita, allamah, punya naskah. Jika kita terus begini, bisa habis. (abi sorban)
    Penjelasan Gus Baha; ( KH. Ahmad Bahauddin Nursalim) dalam pengajian beliau
  • AMALAN MENEMPATI RUMAH BARU

    AMALAN MENEMPATI RUMAH BARU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kita patut bersyukur menempati rumah baru karena itu adalah nikmat Allah yg patut disyukuri. Agar rumah atau tempat yg baru dihuni mendapatkan keberkahan dan aman dari gangguan jin, sebagian ulama menganjurkan kita untuk melakukan amalan sebagai berikut.

    1. Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali

    2. Kemudian membaca Surat Al-Mu’minun ayat 28-29 sbg berikut:

    فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ * وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلاً مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ

    Artinya, “Bila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yg menyelamatkan kami dari kaum aniaya.’ Katakanlah, ‘Tuhanku, tempatkan aku di tempat yg berkah karena Engkau sebaik2 pemberi tempat.’

    3. Kemudian membaca doa sebagai berikut sebanyak 3 kali:

    اَللهم يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خاَلِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخُلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخاَفُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هَذَا خَيْراً وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

    Allâhumma yâ man falaqal bahra li Mûsâ bin ‘Imrân, wa najjâ Yûnusa min bathnil hût, wa sayyaral fulka li man syâ’a, antal ‘âlimu bi ‘adadi qathril bihâri, wa dzarrâtir rimal. Yâ Khâliqa ashnâfi ‘ajâ’ibil makhlûqât. As’alukal kifâyah, yâ kâfiya man istakfâh, yâ Mujîba man da‘âh, yâ muqîla man rajâh. Antal kâfi, lâ kâfiya illa anta. Ikfinî syarra ma akhâfu wa ahdzar. Wamla’ manzilî hâdzâ khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasûlika sayyidina Muhammadin wa âlihi wa shahbih wa sallim.

    Artinya, “Ya Allah yg membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yg menjalankan perahu kepada siapapun yg dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan2 kerikil. Wahai zat yg menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk2. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yg mencukupi hamba yg memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yg mengabulkan hamba yg berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yg mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yg kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.”

    Amalan di atas dibaca setiap pagi dan sore selama tiga hari berturut2. Amalan ini dikutip dari Kitab Al-Wasa’ilis Syafi’ah karya Syekh Al-Habib Muhammad bin Ali Khirid Al-Alawi Al-Husaini At-Tarimi, Beirut, Darul Hawi, cetakan kedua, 1999 M, halalaman 512.

    Wallahu a‘lam

    Jangan lupa doa masuk rumah lainnya, yakni mengucap salam. Dengan begitu, harapannya seseorang bisa dijauhi dari gangguan jin atau setan. Perintah mengucap salam tertulis dalam Al-Quran surat An-Nur: 61 yg berbunyi:

    فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

    Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah2 (ini) hendak lah kamu memberi salam kepada (penghuni yg berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yg ditetapkan dari sisi Allah, yg diberi berkat lagi baik. (abi SORBAN)

  • Menghormati Guru Adalah Salah Satu Sarat Menuntut Ilmu

    Menghormati Guru Adalah Salah Satu Sarat Menuntut Ilmu

    SORBANSANTRI.COM
    Sorban Santri- Diantara syarat yang sering diabaikan oleh para penuntut ilmu sekarang adalah kurang bahkan tidak menghormati guru. Dalam kitab Taysirul Khallaq disebutkan seorang penunut ilmu haruslah meyakini bahwa guru mempunyai kedudukan seperti orang tua, bahkan bisa lebih tinggi, karena orang tua memelihara jasadnya, tapi guru berusaha memelihara jiwanya. Orang tua memperhatikan urusan dunia kita, sementara guru memperhatikan urusan akhirat kita.
    Coba kita perhatikan. Kita mengenal Allah, para Nabi, bahkan kita bisa membaca Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran islam sehingga bisa menggali lebih dalam syariat islam namun terkadang kita lupa dari manakah kita mengenal semua itu? Tidaklah mungkin kita kenal semua itu tanpa bimbingan guru. Maka benarlah perkataan ulama :
    ﻟﻮﻻ ﺍﻟﻤﺮﺑﻲ، ﻣﺎ ﻋﺮﻓﺖ ﺭﺑﻲ
    Seandainya tidak ada guru, niscaya aku tidak mengenal Tuhanku
    Betapa mulianya seorang guru hingga Sayyidina Ali yang digelari sebagai kotanya ilmu berkata:
    ﺃﻧﺎ ﻋﺒﺪ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﻨﻰ ﺣﺮﻓﺎ ﻭﺍﺣﺪﺍ، ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺑﺎﻉ، ﻭﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﺳﺘﺮﻕ
    Aku adalah hamba sahaya dari seseorang yang mengajariku satu huruf, jika ia mau maka ia boleh menjual dan jika ia mau maka ia boleh menjadikan aku sebagai budaknya.
    Imam Ahmad banyak mengambil ilmu dari Imam Syafi’i hingga ia berkata: Jika dalam suatu permasalahan tidak aku temui haditsnya maka aku memutuskan hukum dengan perkataan Imam Syafii.
    Maka sebagai balasannya Imam Ahmad bin Hanbal berkata:
    ﺇِﻧِّﻲْ ﻷَﺩْﻋُﻮ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻠﺸَّﺎﻓِﻌِﻲِّ ﻓِﻲْ ﺻَﻼَﺗِﻲْ ﻣُﻨْﺬُ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴْﻦَ ﺳَﻨَﺔً، ﺃَﻗُﻮْﻝُ : ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَﻟِﻤُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺇِﺩْﺭِﻳْﺲَ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲِّ
    ”Aku mendoakan al-Imam al-Syafi’i dalam shalat saya selama empat puluh tahun. Aku berdoa, “Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i.”
    [al-Baihaqi, Manaqib al-Imam al-Syafi’i] (arka)
  • KEUTAMAAN DAN KEBESARAN ASH SHOLAWAT AL HUSAINIYYAH

    KEUTAMAAN DAN KEBESARAN ASH SHOLAWAT AL HUSAINIYYAH

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Telah di riwayatkan dari Sulthonil Aulia’ Sayyidina Asy Syaikh Abdil Qodir Al-Jilanni Al Hasani R.A Beliau R.A Berkata kepada sebagian murid dan pecintanya karena allah RahimaHhumullaaHh : Ambil “ASH SHOLAWAT AL HUSAINNIYAH” ini dariku karena sesunguhnya saya telah menerima dan mengambil secara langsung melalui ilham dari Allah SWT.
    Lantas saya haturkan keharibaan Junjugan Annabiyul A’dlam SAW. Dengan niat memohon
    penjelasan, petunjuk tentang keutamaan dan kebesaran dalam “ASH SHOLAWAT AL HUSAINIYYAH” ini sebelum saya sempat mengungkapkan dan mengutarakannya beliau Annabiyul A’dlam Rasulullah SAW. memberi jawaban dan penjelasan dengan bersabda :
    “Sesunguhnya di dalam “ASH SHOLAWAT AL HUSAINIYYAH” ini, ada sesuatu rahasia yang besar, yang tidak terhitung, dan terduga serta terbatas (Sirrun Min Asrooril-laHh SubhanaHh)
    di dalam keutamaan serta kebesaranya”.
    Bagi seseorang yang memiliki dan mengamalkanya, di mulyakan oleh Allah SWT. setingi-tingi derajat di sisi-Nya dan di hantarkan serta disampaikan kepuncak kesempurnaan.
    Dan bagi seseorang yang mempunyai suatu kepentingan yang sangat penting, dengan berpelantara (Wasilah) membaca “ASH SHOLAWAT AL HUSAINIYYAH” tidak akan tersia-sia dan hampa prasangka baik dan harapanya atas luas dan agungnya rahmat Allah SWT. tidak tertolak segala do’a dan permohonanya keharibaan Allah SWT.
    Serta bagi seseorang yang membaca “ASH SHOLAWAT AL HUSAINIYYAH” walau hanya satu kali, atau hanya sekedar membawanya saja. akan di ampuni dosanya oleh Allah SWT. dan serta dosa orang yang menyertainya dalam satu majlis atau kumpulan (Jamaah) menjelang roh dan ajalnya telah tiba untuk kembali kepangkuan rahmat dan pengampunan Allah SWT. maka turun dan mendampingi serta menyertainya empat AL MALAIKAH AR RAHMAH, yang membawa rahmat dan perlindungan dari Allah SWT.
    1. Malaikat yang melindungi dan dan mencegahnya dari segala gangguan dan tipu daya syetan arrojim, yang menjerumuskanya, untuk meninggalkan dunia yang fana dengan tidak membawa iman kehadirat Allah SWT. (Su’ul khotimah) Na’udzhubillah mindzhalik.
    2. Malaikat yang mengajari membimbing dan menuntunya membaca kalimah ASYSYAHADAH
    3. Malaikat yang memberinya air minum satu gelas dari telaga Al Kautsar.
    4. Malaikat yang di tanganya membawa bejana dari emas, penuh dengan buah-buahan dari surga dengan membawa berita gembira tentang kedudukanya di surga sambil berkata : “Bergembiralah dan bergembiralah wahai hamba Allah! sebelum keluar dan kembali roh dan ajalnya keharibaan Allah SWT.
    Maka telihat dan tampaklah olehnya kedudukanya di dalam surga dan di sisi Allah SWT.
    Semoga kita semua diberikan kekuatan bisa istiqomah, tuma’ninah, ngelampahi amaliyah tersebut yang telah Beliau (Romo Yai Achmad Asrori Al Ishaqy RA,) ijazahkan kepada kita semua 😇😍😊 Aamiinnn Aamiinn Aamiinn Yaa Robbal Aamin. (gaya saiya)
  • Setiap Bidah Sesat?

    Setiap Bidah Sesat?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Setiap Bidah Sesat? Ya, karena hadisnya memang berbunyi Kullu bidatin dhalalah. Setiap Bid’ah adalah sesat. Tidak ada Bid’ah Hasanah atau bidah yang dianggap baik. Anda ikut Nabi apa ikut kyai? Kalau ikut Nabi setiap bidah adalah sesat. Hanya para kyai yang membagi ada Bid’ah Hasanah / terpuji dan Bid’ah Sayyiah / tercela.
    Itu menurut mereka. Nyatanya Syekh Bin Baz dan Syekh Ustaimin juga membagi Bid’ah Lughawiyah (secara bahasa) dan Bid’ah ‘Adiyah (secara tradisi). Ada juga yang membagi Bid’ah Diniyah (dalam agama) dan Bid’ah Dunyawiyah (dalam urusan dunia).
    Lho, ternyata mereka menerima pembagian Bid’ah versi ulama mereka dan menolak pembagian ulama kita. Ya kita tanyakan balik: “Ikut Nabi apa ikut para Syekh itu?”
    Kajiannya malam ini ini FB Aswaja Muda. (abi sorban)
    SUMBER KH MA’RUF KHOZIN
  • Makna Azaliy dan Abadiy

    Makna Azaliy dan Abadiy


    SORBAN SANTRI-
    Kajian Aqidah Aswaja

    • Azaliy itu semakna dengan al qodiim / al Qidam yang bermakna tak bermula atau tak memiliki permulaan, hanya Allah-lah yang azaliy alias qodiim
    • Azaliy bukan bermakna zaman azaliy sebagaimana banyak orang keliru memaknainya
    • Abadiy itu semakna dengan dengan al Baqo’ yang bermakna kekal abadi tak mengalami rusak, berubah dan tak mengalami sirna, Allah Tuhan kita bersifat abadiy/ al baqo’
    • Kalau dikatakan surga dan neraka itu kekal abadiy maka jawablah bahwa keduanya kekal abadiy karena dikehendaki kekal oleh Allah ta’ala dan keduanya mesti memiliki permulaan dudalam wujudnya (tidak azaliy)
    • Dan kita ummat manusia tak lah memiliki sifat azaliy/ al qodiim tak juga memiliki sifat abadiy / al baqo’
    Allah berfirman:
    منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى
    Maknanya:
    Saking bumi kami menciptakan kalian, lan ing bumi kami kembalikan kalian lan saking bumi kami keluarkan kalian sekali lagi (hari kebangkitan)
    Q.S. Toha 55
    Foto atas Ketua Tanfidziyyah dan Rois Syuriyyah PCNU Brebes beserta rombongan men-sholati KH. Nasrudin Tarsyudi Pengasuh PONPES AL FALAH MODERN Jatirokeh Brebes  (PC NU Brebes)
    Semoga khusnul khootimah, lahul faatihah…
  • JIHAD ngaJI aHADan LDNU KAB. MOJOKERTO

    JIHAD ngaJI aHADan LDNU KAB. MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ yang berperan sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama’khususnya yang berkaitan dengan bidang dakwah yang menganut faham ahlussunnah wal jamaah Kab. Mojokerto, menyelenggarakan acara JIHAD (ngaJIaHADan) di Masjid “Riyadlus Sholikhin” Dusun Paras Desa Kembang Belor Kec. Pacet Kab. Mojokerto.

    Acara JIHAD tersebut dihadiri 1600 Jama’ah serta tamu Undangan yang berasal dari Kabupaten Mojokerto. Satkoryon Banser Pacet menurunkan 20 an BALANTAS dalam acara yang digelar di Masjid “Riyadlus Sholikhin” Paras Kembang Belor.

    SORBANSANTRI.COM
    Pelaksanaan apel satkoryon Banser Pacet sebelum kegiatan pelayanan dan pengamanan

    Adapun kajian yang diperoleh dalam acara pengajian ahadan (JIHAD) adalah:

    1. Ibadah adalah merupakan buahnya ilmu dan faedahnya umur.
    2. Ibadah tampa dengan ilmu mardudun ( di tolak) sedangkan umur tampa di gunakan untuk ibadah tidak ada manfaatnya.
    3. Ibadah merupakan sarana seseorang menjadi kekasihnya Allah.
    4. Ciri seseorang yg mulia dan agung di sisi Allah adalah rajin beribadah
    5. Hidup yang selalu pasrah kepada Allah akan senantiasa tenang.
    6. Sebagai manusia syariatnya tetap berusaha dan ihtiyar walaupun pada hakekatnya semua kehendak Allah. Contoh orang yg sakit tetap berusaha berobat untuk sembuh tapi ingat bukan obat atau dokder yg membuat sembuh melaikan Allah swt.
    7. Tidak semua doa yg kita panjatkan di kabulkan Allah di dunia , tapi yakin semua akan di tetimakan kelak di akhetat. Seandainya semua doa manusia di ijabah sekaligus yakin kehidupan manusia akan rusak dan hancur.

    Semoga kegiatan LDNU dalam acara Ngaji Ahadan (JIHAD) dapat istiqomah dan menjadi sumber ilmu serta silaturrokhim antar jama’ah dan kiai di Kabupaten Mojokerto. Aamiin Ya Robbal’alamiin… (abi SORBAN)

  • HAUL AKBAR PP AL FALAH PLOSO KEDIRI | IMAP MOJOKERTO, DI ADAKAN DI PACET

    HAUL AKBAR PP AL FALAH PLOSO KEDIRI | IMAP MOJOKERTO, DI ADAKAN DI PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada Peringatan Haul Gus Miek ke-28 itu melibatkan IMAP MOJOKERTO ITTIHADUL MUTAKHORRIJIN AL FALAH PLOSO MOJOKERTO (Ikatan Alumni Al Falah Ploso Kediri). diadakan di Pondok Pesantren Al Falah Pacet Mojokerto dengan pelayanan serta perlindungan Satkoryon BANSER Pacet, menambah tertibnya kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 wib.

    Kamis, 27 Agustus 2020, Lantunan sholawat dan doa mewarnai Haul ke – 28, sosok ulama kekasih Alloh dikenal santun dan memilih merakyat melakukan syiar agama, KH. Chamim Jazuli yang akrab disebut Gus Miek. Semasa hidupnya, Gus Miek dikenal dengan Kiai yang nyleneh dan penuh karomah dalam berdakwah. Seperti berdakwah di tempat-tempat pelacuran, kesarang penyamun dan bajingan.

    Acara Haul tersebut di perintahkan untuk diadakan di tiap-tiap kabupaten dikarenakan sekarang lagi musim pandemi covid-19 sehingga dalam pelaksanaannya tidak bisa diadakan seperti biasanya.

    Koordinasi dan silaturrahmi antar alumni Al Falah Ploso Kediri yang berlangsung dengan sangat baik, menghasilkan kesuksesan kegiatan tersebut meskipun dilaksanakan di Tiap-tiap Kabupaten. (abi sorban)

  • JANTIKO DAN DZIKRUL GHOFILIN PADA PEMBUKAAN DAN PENEMPATAN PASAR RAKYAT KEMBANGSORE PACET

    JANTIKO DAN DZIKRUL GHOFILIN PADA PEMBUKAAN DAN PENEMPATAN PASAR RAKYAT KEMBANGSORE PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at 28 Agustus 2020. Acara Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin JANTIKO MANTAB, ini adalah undangan dari Kepala Desa Petak Bpk. SUPOYO dalam rangka pembukaan Pasar Sayur Mojo Kembang sore Pacet Mojokerto. Acara yg di laksanakan 2 Hari yg dimulai 27 agustus 2020 sampai 28 Agustus 2020 ini dilaksanakan Dengan standard protocol kesehatan seperti Panitia penyelenggara mempersiapkan termogun Dan tempat cuci tangan Dengan pemakaian masker bagi Tamu undangan yang hadir.

    Pengawalan Pelayanan Dan pengawalan SATKORYON BANSER PACET MOJOKERTO Dan linmas Desa Petak dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan majlis semaan alquran Dan dzikrul ghofilin jantiko mantab itu diperkirakan hadir 500 an Tamu yg HADIR, yang mengikuti acara tersebut yang tentu saja dibatasi dalam kegiatan tersebut. Acara Semaan Al-Qur’an ini berakhir pukul 16.00 wib yang dilanjut dengan sholat ashar di lokasi.

    Puluhan personnel satkoryon banser pacet Dan 5 linmas Desa petak dalam pengamanan tersebut. Hal tersebut sangat penting dilakukan karena di masa pandemi ini masih belum berakhir serta meningkatnya jumlah pasien yang terpapar covid-19 di Mojokerto. (abi sorban)