Kategori: Nabi Rosul dan Waliyulloh

Kisah Nabi Rasulullah dan Waliyullah merujuk kepada cerita dan peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan dan perjalanan spiritual para nabi dan waliyullah dalam tradisi Islam.

  1. Nabi Rasulullah (Nabi Muhammad SAW): Kisah Nabi Muhammad SAW mencakup berbagai aspek kehidupan beliau, mulai dari kelahiran, dakwah, hijrah, perang-perang, hingga wafatnya. Kisah ini juga mencakup ajaran-ajaran Islam yang beliau sampaikan, mukjizat-mukjizat yang beliau tunjukkan, serta pengaruh beliau terhadap perkembangan agama Islam dan umat Muslim.
  2. Waliyullah: Waliyullah merujuk kepada orang-orang yang dianggap dekat dengan Allah SWT dan memiliki kedudukan spiritual yang tinggi dalam pandangan Islam. Kisah-kisah waliyullah seringkali mencakup kehidupan mereka yang penuh ketakwaan, ibadah, mujahadah (perjuangan spiritual), serta mukjizat-mukjizat kecil atau karomah yang mereka miliki.

Kisah-kisah tentang Nabi Rasulullah dan Waliyullah menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran dalam agama Islam. Mereka dianggap sebagai teladan dalam beribadah, berakhlaq, dan menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan. Kisah-kisah ini sering diceritakan dalam literatur Islam, kajian agama, dan ceramah-ceramah keagamaan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

  • VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    wp.sorbansantri.com – Kabar gembira bagi umat Islam di Bandung dan sekitarnya. Masjid Raya Al Jabar kini menghadirkan inovasi baru berupa VR Simulator 5D yang menyajikan lima kisah inspiratif tentang Rasulullah. Pengunjung bisa merasakan pengalaman mendalam melalui kisah Hijrah, Isro’ Mi’raj, Mecca, Moses, dan Maulid, yang dihadirkan secara nyata melalui teknologi VR.

    VR Simulator 5D ini terletak di lantai bawah galeri Rasulullah dan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00. Untuk setiap kisah, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp100.000. Dalam salah satu kisah yang menarik, yaitu Hijrah, pengunjung dapat merasakan perjuangan Rasulullah ketika dikepung oleh kafir Quraisy hingga harus bersembunyi di Gua Tsur. Efek visual yang realistis seperti sarang laba-laba dan burung merpati yang diperintahkan oleh Allah untuk menolong Rasulullah menambah pengalaman yang mendalam dan nyata.

    Salah satu pengunjung, Shintanae, berbagi pengalamannya yang sangat menyentuh saat menonton kisah terakhir yang membawa penonton ke Roudoh. “Seumur hidup ingin sekali melihat makam Rasulullah. Di sini, saya bisa membayangkan makam Rasulullah yang berdekatan dengan makam sahabat, dan itu terlihat sangat nyata,” ujarnya sambil menangis. Ia juga berharap Allah segera mengundangnya ke tanah suci.

    Dengan hadirnya VR Simulator 5D ini, diharapkan bisa memberikan pengalaman religius yang mendalam dan memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang luar biasa ini di Masjid Raya Al Jabar, Bandung. (AI Sorban)

    @beritasorban Vr Simulator 5D kisah Rosululloh sekarang ada di bandung tepatnya di Masjid raua al jabar, untuk tepatnya di lantai bawah galeri rosululloh bukanya jam 10.00. ada 5 kisah, yaiku Hijrah, Isro' mi'roj, mecca, moses dan maulid. #VRSimulator5D #KisahRasulullah #MasjidRayaAlJabar #Hijrah #IsroMikraj #Mecca #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri
  • Pesan Wirid Mbah Maimoen Agar Murah Rezeki

    Pesan Wirid Mbah Maimoen Agar Murah Rezeki

    Sarang, Sorbansantri.com – KH. Maimun Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, telah memberikan pesan yang bernilai tinggi kepada para santrinya terkait dengan keberkahan dan kelapangan rezeki dalam rumah tangga. Beliau menegaskan pentingnya membaca surat Al-Ikhlas saat memasuki rumah sebagai bagian dari wirid harian.

    Dalam salah satu pesannya, beliau mengatakan, “Mbesok nek wes omah-omah, ojo lali, angger mlebu omah moco Qulhu ping pisan” (Besok jika sudah berumah tangga, setiap masuk rumah jangan lupa membaca surat Al-Ikhlas walaupun hanya sekali). Pesan ini merupakan nasihat yang bukan sekadar kata-kata, karena telah disabdakan oleh Nabi Besar Muhammad Saw:

    “Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw. dan mengadukan kefakiran yang menimpanya. Lalu beliau bersabda: ‘Apabila kamu masuk ke rumahmu, ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Dan jika tidak ada orang di dalamnya, ucapkan salam untuk dirimu, dan bacalah Qul Huwallaahu Ahad satu kali.’ Lalu laki-laki tersebut melakukannya. Maka Allah melimpahkan rizki orang tersebut, sehingga mengalir kepada tetangga-tetangganya.”

    Pesan dari Mbah Maimoen Zubair ini mengajarkan bahwa dengan menjaga hubungan yang baik dengan keluarga dan tetangga serta melakukan wirid harian, kita dapat meraih keberkahan dan kelapangan rezeki dalam kehidupan sehari-hari.

    Qobiltu.

    Ditulis oleh Tulus, Jurnalis Sorbansantri.com.


  • Syaikh Jumadil Kubro. Istikamah Lebih Hebat dari 1.000 Karomah,

    Syaikh Jumadil Kubro. Istikamah Lebih Hebat dari 1.000 Karomah,

    Syaikh Jumadil Kubro menjelaskan kepada murid muridnya tentang siapa orang yang sakti. “Tuanku, Engkau bisa berjalan di atas air….” Murid-muridnya berkata dengan kekaguman kepada Syaikh Jumadil Kubra.

    “Itu bukan apa-apa. Sepotong kayu juga bisa ” Syaikh Jumadil Kubro menjawab pertanyaan muridnya.

    Murid : “Tetapi engkau juga bisa terbang ke angkasa.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Demikian juga burung-burung itu bisa terbang.”

    Murid : “Engkau juga bisa bepergian ke Ka’bah dalam sedetik.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Setiap Jin yang kuat pun akan mampu pergi dari india ke Demavand dalam sedetik.”

    Murid : “Engkau juga kebal senjata dan kebal api.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Batu karang di pantaipun bisa kebal seperti itu.”

    “Kalau begitu. Apa kehebatan seorang manusia sakti yang sebenarnya? ” Murid-muridnya ingin tahu.

    Syaikh Jumadil Kubro tersenyum lalu menjawab :

    “Manusia sakti ialah mereka yang bisa menjaga hatinya agar tidak berpaling kepada sesuatupun selain Allah. Hatinya selalu Dzikrullah dalam keadaan apapun, sehingga bisa bersabar ketika di uji dan bisa bersyukur ketika diberi rezeki. Dengan dzikirnya maka rasanya rata datar seperti air sehingga tidak senang ketika dipuji dan tidak sakit hati ketika dihina. Dengan dzikrullah maka ia bisa terbang hijrah dari kegelapan perbuatan dosa kejalan ketakwaan penuh cahaya. Dan kebal dari segala godaan syetan. “

    Istikamah lebih hebat dari 1.000 Karomah

    Maka Istikamah itu lebih hebat dari 1.000 Karomah.

    Pada zaman Sayyid Jumadil Kubro beliau dijuluki (Pandita Ratu) karena mempunyai ilmu rahasia kaysaf laduni yang langsung dari Allah, Seperti Nabi Khidir a.s. yang mengetahui hal gaib dan ilmu-ilmu rahasia yang tidak diketahui oleh umum, Syaikh Sayyid Jumadil Qubra merupakan tokoh kunci proses islamisasi di pulau tanah Jawa yang hidup sebelum Walisongo.

    Seorang Qutubul Alimin wali mursyid Agung Sultan Aulia terbesar di zamannya. Penyebar Islam pertama yang mampu menembus dinding kebesaran kerajaan Majapahit. Syaikh Sayyid Jumadil Kubro adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad Saw. dari garis Sayidah Fatimah Az-Zahra.

    Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu berdzikir kepada Allah, selalu mendapat ridha dari Allah Swt. Aamiin….!!!

    Semoga ada hikmahnya, dan menjadikan kita semua istiqomah di jalan yang diridhai Allah SWT. Amin, amin, amin ya Rabbal ‘alamin, dengan rahasia Asrari Al-Fatihah…

  • Salah Satu Karomah Maulana Syekh Ibnu Athoillah as-Sakandari

    Salah Satu Karomah Maulana Syekh Ibnu Athoillah as-Sakandari

    wp.sorbansantri.com – Maulana Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari, atau Taj al-Din Abu’l Fadl Ahmad ibn Muhammad ibn ‘Abd al-Karim ibn Atha’illah al-Iskandari al-Syadzili, lahir di Iskandariah, Mesir, pada tahun 648 H/1250 M dan wafat di Kairo pada 1309 M. Beliau adalah tokoh utama Tarekat Syadziliyah, yang dikenal luas di dunia dan Indonesia. Syekh Ibnu Atha’illah adalah murid dari Abu al-Abbas al-Mursi, penerus dari Abu al-Hasan al-Syadzili, pendiri tarekat tersebut.

    Syekh Ibnu Atha’illah dikenal sebagai ulama produktif dengan lebih dari 20 karya, termasuk kitab tasawuf terkenal, al-Hikam. Kisah menarik tentang karomah beliau terjadi saat salah satu muridnya pergi haji. Sang murid melihat Syekh Ibnu Atha’illah di berbagai tempat ibadah haji, meski beliau diketahui tidak meninggalkan Mesir.

    Saat sang murid kembali dan bertanya kepada masyarakat, semua mengatakan bahwa Syekh Ibnu Atha’illah tetap berada di Mesir selama musim haji. Ketika murid tersebut akhirnya bertemu dengan Syekh Ibnu Atha’illah, beliau bertanya, “Siapa yang kamu lihat saat menunaikan ibadah haji?” Murid itu menjawab dengan kaget, “Saya melihat Anda di setiap tempat ibadah haji.”

    Syekh Ibnu Atha’illah tersenyum, dan muridnya menyadari bahwa gurunya adalah wali dengan derajat ‘arwahul kummal’, yang ruhnya dapat berada di berbagai tempat. Wallahu a’lam.

    Sumber:
    Ngaji Kitab al-Hikam bersama KH. Jamaluddin Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin, Tambak Beras, Jombang.


  • Menembus Makna Surga dan Neraka: 10 Syair Religi Islami Penuh Hikmah dari Rabi’ah Al Adawiyyah

    Menembus Makna Surga dan Neraka: 10 Syair Religi Islami Penuh Hikmah dari Rabi’ah Al Adawiyyah

    01

    Jika aku menyembah-Mu
    karena takut api neraka-Mu
    bakarlah aku di dalamnya
    Dan jika aku menyembah-Mu
    karena mengharap surga-Mu
    haramkanlah aku daripadanya
    Namun jika aku menyembah-Mu
    karena kecintaanku kepada-Mu
    jangan palingkan wajah-Mu dariku

    02

    Tuhanku,
    tenggelamkan aku dalam cinta-Mu
    hingga tak ada satu pun yang menggangguku
    dalam menjumpai-Mu

    Bintang gemintang berkelip-kelip
    manusia terlena dalam buai tidur lelap
    pintu-pintu istana pun telah rapat

    Tuhanku, malam telah berlalu
    dan siang segera menampakkan diri
    aku gelisah apakah amalanku Engkau terima
    sehingga aku merasa bahagia
    ataukah Engkau tolak
    sehingga aku merasa bersedih

    Demi ke-Maha Kuasaan-Mu
    inilah yang aku akan lakukan
    selama Engkau beri aku hayat

    Sekiranya Engkau usir dari depan pintu-Mu
    aku tidak akan pergi
    karena cintaku kepada-Mu telah memenuhi hatiku

    03

    Alangkah buruknya
    orang yang menyembah Allah
    lantaran mengharap surga
    dan ingin diselamatkan dari api neraka

    Seandainya surga dan neraka tak ada
    apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?

    Aku menyembah Allah lantaran mengharap rida-Nya
    nikmat dan anugerah yang diberikan-Nya
    sudah cukup menggerakkan hatiku
    untuk menyembah-Mu

    04

    Ilahi,
    sesudah aku mati
    masukkanlah diriku ke neraka
    dan jasmaniku memenuhi seluruh ruangan neraka

    Dengan begitu
    tidak ada orang lain yang dapat dimasukkan ke sana

    05

    Kau bermaksiat kepada Tuhan
    namun kau mengungkapkan cinta
    hal ini sungguh mengherankan

    Andai cintamu benar
    niscaya kau menjadi hamba yang taat
    karena pecinta itu sungguh taat kepada kekasihnya

    06

    Ilahi,
    segala upaya keinginanku, kesibukanku, dan kesenanganku di dunia ini
    hanya untuk mengingat-Mu

    Dan segala hal yang akan datang di akhirat nanti
    hanyalah untuk menemui-Mu

    Inilah diriku yang sebenarnya
    sebagaimana yang telah kunyatakan sekarang
    perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki

    07

    Aku mencintai-Mu dengan dua macam cinta
    Cinta karena diriku dan cinta karena Engkau layak dicinta

    Dengan cinta karena diriku
    Kusibukkan diriku dengan mengingat-ingat-Mu selalu
    dan bukan selain-Mu

    Sedangkan cinta karena Engkau layak dicinta
    Di sanalah Kau menyingkap hijab-Mu
    agar aku dapat memandang-Mu

    Namun, tak ada pujian kepada diriku
    Segala pujian hanya untuk-Mu

    08

    Semua menyembah-Mu karena takut neraka
    Mereka menganggap keselamatan darinya
    sebagai bagian (untung) melimpah

    Atau mereka menempati surga
    Lalu mendapatkan istana dan meminum air Salsabila

    Bagiku tidak ada bagian surga dan neraka
    aku tidak menginginkan atas cintaku imbalan pengganti

    09

    Aku mengabdi kepada Tuhan
    bukan kerena takut kepada neraka
    bukan pula karena ingin masuk surga
    namun aku mengabdi karena cintaku kepada-Nya

    10

    Ya Allah,
    apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di dunia ini
    berikanlah kepada musuh-musuh-Mu

    Dan apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di akhirat nanti
    berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu

    Karena Engkau sendiri
    cukuplah bagiku

  • Kumpulan Syair Bijak Rabiah Al-Adawiyah: Cinta, Ibadah, dan Pengabdian yang Mendalam

    Kumpulan Syair Bijak Rabiah Al-Adawiyah: Cinta, Ibadah, dan Pengabdian yang Mendalam

    wp.sorbansantri.com – Rabiah Al-Adawiyah, seorang tokoh spiritual dan penyair Muslimah dari abad ke-8, dikenal karena syair-syairnya yang penuh makna dan mendalam. Dalam kumpulan syairnya yang diwariskan dari generasi ke generasi, Rabiah menyampaikan pesan-pesan tentang cinta kepada Tuhan, makna ibadah, dan pengabdian yang tulus.

    Dalam syair pertamanya, Rabiah mengajak untuk menyembah Tuhan bukan karena takut neraka atau mengharap surga, melainkan karena cinta yang tulus kepada-Nya. Ini mencerminkan pandangan spiritual yang mendalam bahwa hubungan dengan Tuhan bukanlah sekadar mencari imbalan atau menghindari hukuman, tetapi lebih pada ikatan batin yang mendalam.

    Syair-syair berikutnya juga menggambarkan nuansa yang sama. Rabiah mengekspresikan keinginannya untuk tenggelam dalam cinta Tuhan, melepaskan diri dari segala gangguan dunia, dan mengabdikan diri dengan penuh ketulusan.

    Namun, syair-syairnya juga mengkritik pandangan-pandangan yang sempit tentang ibadah. Rabiah menyoroti bahwa menyembah Tuhan semata karena takut neraka atau menginginkan surga bukanlah esensi dari ibadah yang sejati. Ia menekankan bahwa pengabdian seharusnya dilandaskan pada cinta yang tulus kepada-Nya, bukan semata-mata demi imbalan atau keselamatan diri.

    Dalam kesederhanaan kata-kata, Rabiah Al-Adawiyah mengajarkan makna yang dalam tentang cinta sejati kepada Tuhan, kesucian ibadah, dan pengabdian yang tulus tanpa pamrih. Syair-syairnya menjadi pengingat bagi kita untuk selalu mengabdi dengan cinta dan ketulusan, bukan karena takut atau mengharapkan imbalan. (AI Sorban)

  • Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    SORBAN Infokom –

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Posted by Saifur Ashaqi

    Setelah menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib terkenal sebagai seorang pemimpin yang adil. Dikisahkan pada suatu hari putri Ali bin Abi Thalib yang bernama Zainab keluar dengan memakai baju dan perhiasan yang mahal harganya. Melihat putrinya itu, Ali bertanya kepada Zainab, “Dari mana kalung ini? Siapa yang memberimu?”

    Sambil menahan rasa takut, Zainab menjawab, “Saya ambil dari Ibnu Abi Rafi, kepala baitul mal.”

    Sebagai khalifah yang adil, Ali lalu memanggil Ibnu Abi Rafi. Setelah Ibnu Abi Rafi datang, Ali dengan nada marah bertanya, “Siapa yang menyuruhmu memberikan kalung ini kepada putriku?”

    Ibnu Abi Rafi menjawab, “Saya hanya memberikan perhiasan itu kepada putrimu, itupun hanya dipinjam untuk 3 hari, setelah itu akan dikembalikan.”

    Ali tetap tidak setuju dan berkata, “Apakah putriku dapat meringankan siksa Allah kepadaku, dapat memikul dosa-dosaku di akhirat nanti?”

    “Tentu tidak, wahai Amirul Mukminin,” jawab Ibnu Abi Rafi.

    “Karena itu, sekarang juga ambil kalung itu dari putriku dan kembalikan ke baitul mal. Jangan engkau ulangi lagi perbuatan seperti itu.” perintah Khalifah Ali.

    Wallahu A’lam

  • KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT MERAH

    KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT MERAH

    Berita SORBAN- Ketika rombongan Nabi Sulaiman a.s akan melintasi lembah yang ditempati sebagai sarang semut, dan Beliau menyeru kepada semut-semut itu agar berlindung. Atas kebijakan Nabi SUlaiman inilah semut-semut itu memberikan pujian kepada Nabi Sulaiman.

    Pada masa-kanak-kanak, Nabi Sulaiman sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian dalam mempertimbangkan dan mengambil suatu keputusan. Sebuah peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otak Nabi Sulaiman dibuktikan dengan kecerdasannya dalam memecahkan beberapa masalah.

    [irp]

    Salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Sulaiman adalah mengerti bahasa binatang. Suatu hari rombongan besar Nabi Sulaiman hendak menuju lembah Asgalan, dan rombongan itu terdiri dari Nabi Sulaiman dan umatnya, malaikat, jin serta binatang-binatang.

    Ditengah perjalanan, Beliau menyuruh rombongannya berhenti.

    “Berhentilah sejenak, kita beri waktu kepada makhluk ALlah untuk menyelamatkan diri,” ucap Nabi Sulaiman.

    “Wahai Nabiyullah, mengapa kita tiba-tiba berhenti di tengah jalan,” tanya salah satu rombongan.

    “Di depan ada lembah semut yang di dalamnya terdapat jutaan semut, mereka akan kusuruh untuk berlindung agar tidak terinjak oleh rombongan kita,” jawab Nabi Sulaiman.

    [useful_banner_manager banners=5 count=1]

    Dari jarak yang cukup jauh itu, Nabi Sulaiman nampaknya mendengar dialog Raja Semut yang menyuruh para semut untuk berlindung. Sungguh mukjizat yang sangat hebat sob, seseorang bisa mendengar pembicaraan hewan dari jarak yang jauh lagi, dialah Nabiyullah Sulaiman, Raja segala raja yang pernah hidup di dunia ini, dan tak pernah ada seorang rajapun di dunia ini sehebat Beliau.

    Pujian Semut.

    “Hai semut-smur, masuklah kalian ke dalam sarang agar selamat dan tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman,” ucap Raja Semut.

    [irp]

    Nabi Sulaiman tersenyum mendengar suara semut yang ketakutan itu.

    Ketika kaum semut itu tengah sibuk menyelamatkan diri, Nabi Sulaiman menyuruh kepada rombongannya untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Sungguh Anugerah Allah, meskipun diberi kekuatan hebat pun Nabi Sulaiman ini tidak pernah sombong, rasa syukur yang selalu Beliau ucapkan sob.

    Setelah beberapa saat berhenti, Nabi Sulaiman dan rombongannya kembali meneruskan perjalanan.

    Ketika melintasi lembah semut itu, Nabi Sulaiman dan rombongannya mendapatkan pujian dari Raja Semut. Kaum semut bersyukur karena sarangnya tidak rusak oleh rombongan Nabi Sulaiman.

    “Kami takjub kepada Nabi Sulaiman yang mengerti bahasa binatang, sehingga tidak ada satupun yang terbunuh diantara kami,” kata Raja Semut.

    [irp]

    Kisah ini merupak cuplikan dari ayat Al Qur’an surat An-Naml ayat 18 yang artinya,

    “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

    (QS. An-Naml: 18). (red-sorban)

  • TAHLILAN 7 HARI TRADISI PARA SAHABAT NABI SAW DAN TABI’IN

    TAHLILAN 7 HARI TRADISI PARA SAHABAT NABI SAW DAN TABI’IN

    SORBAN Infokom | Siapa bilang budaya bersedekah dengan menghidangkan makanan selama mitung dino (tujuh hari) atau empat puluh hari pasca kematian itu budaya hindu ?

    Di Indonesia ini banyak adat istiadat orang kuno yang dilestarikan masyarakat. Semisal Megangan, pelepasan anak ayam, siraman penganten, pitingan jodo, duduk-duduk di rumah duka dan lainnya. Akan tetapi bukan berarti setiap adat istiadat atau tradisi orang kuno itu tidak boleh atau haram dilakukan oleh seorang muslim.

    Tidak semua budaya itu lantas diharamkan, bahkan Rasulullah Saw sendiri mengadopsi tradisi puasa ‘Asyura yang sebelumnya dilakukan oleh orang Yahudi yang memperingati hari kemenangannya Nabi Musa dengan berpuasa. Syare’at telah memberikan batasannya sebagaimana dijelaskan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib saat ditanya tentang maksud kalimat “ Bergaullah kepada masyarakat dengan perilaku yang baik “, maka beliau menjawab: “Yang dimaksud perkara yang baik dalam hadits tersebut adalah :

    هو موافقة الناس في كل شيئ ما عدا المعاصي

    “ Beradaptasi dengan masyarakat dalam segala hal selain maksyiat “. Tradisi atau budaya yang diharamkan adalah yang menyalahi aqidah dan amaliah syare’at atau hukum Islam.

    Telah banyak beredar dari kalangan salafi wahhabi yang menyatakan bahwa tradisi tahlilan sampai tujuh hari diadopsi dari adat kepercayaan agama Hindu. Benarkah anggapan dan asumsi mereka ini?
    Sungguh anggapan mereka salah besar dan vonis yang tidak berdasar sama sekali. Justru ternyata tradisi tahlilan selama tujuh hari dengan menghidangkan makanan, merupakan tradisi para sahabat Nabi Muhammad Saw dan para tabi’in.

    Perhatikan dalil-dalilnya berikut ini :

    Imam Suyuthi Rahimahullah dalam kitab Al-Hawi li al-Fatawi-nya mengtakan :

    قال طاووس : ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

    “ Thowus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “.

    Sementara dalam riwayat lain :

    عن عبيد بن عمير قال : يفتن رجلان مؤمن ومنافق, فاما المؤمن فيفتن سبعا واماالمنافق فيفتن اربعين صباحا

    “ Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari “.

    Dalam menjelaskan dua atsar tersebut imam Suyuthi menyatakan bahwa dari sisi riwayat, para perawi atsar Thowus termasuk kategori perawi hadits-hadits shohih.
    Thowus yang wafat tahun 110 H sendiri dikenal sebagai salah seorang generasi pertama ulama negeri Yaman dan pemuka para tabi’in yang sempat menjumpai lima puluh orang sahabat Nabi Saw. Sedangkan Ubaid bin Umair yang wafat tahun 78 H yang dimaksud adalah al-Laitsi yaitu seorang ahli mauidhoh hasanah pertama di kota Makkah dalam masa pemerintahan Umar bin Khoththob Ra.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Menurut imam Muslim beliau dilahirkan di zaman Nabi Saw bahkan menurut versi lain disebutkan bahwa beliau sempat melihat Nabi Saw. Maka berdasarkan pendapat ini beliau termasuk salah seorang sahabat Nabi Saw.

    Sementara bila ditinjau dalam sisi diroyahnya, sebgaimana kaidah yang diakui ulama ushul dan ulama hadits bahwa: “Setiap riwayat seorang sahabat Nabi Saw yang ma ruwiya mimma la al-majalla ar-ra’yi fiih (yang tidak bisa diijtihadi), semisal alam barzakh dan akherat, maka itu hukumnya adalah Marfu’ (riwayat yang sampai pada Nabi Saw), bukan Mauquf (riwayat yang terhenti pada sahabat dan tidak sampai kepada Nabi Saw).

    Menurut ulama ushul dan hadits, makna ucapan Thowus ;

    ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

    berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “, adalah para sahabat Nabi Saw telah melakukannya dan dilihat serta diakui keabsahannya oleh Nabi Saw sendiri.

    (al-Hawi) li al-Fatawi, juz III hlm. 266-273, Imam As-Suyuthi).

    Maka tradisi bersedekah selama mitung dino / tujuh hari atau empat puluh hari pasca kematian, merupakan warisan budaya dari para tabi’in dan sahabat Nabi Saw, bahkan telah dilihat dan diakui keabsahannya pula oleh beliau Nabi Muhammad Saw.

    (Ibnu Abdillah Al-Katibiy)

  • Anda Termasuk Penjahat Terbesar Bagi Kaum Muslimin ?

    Anda Termasuk Penjahat Terbesar Bagi Kaum Muslimin ?

    SORBAN Infokom | Sebagai seorang Muslim, maukah anda menjadi Penjahat Besar bagi kaum Muslimin? Pastinya anda tidak mau kan? Tapi secara tidak sadar selama ini mungkin anda sudah termasuk bagian dari Penjahat-penjahat Besar terhadap kaum muslimin. Cobalah teliti apakah anda hobby mempermasalahkan amal-amal shalih kaum muslimin? Misalnya, apakah anda gemar meneriaki muslimin yang sedang baca surat Yasin (Yasinan) di malam jum’at sebagai Ahli Bid’ah sesat dan masuk neraka? Banyak isu-isu bid’ah yang disebarkan di tengah ummat Islam yang kesemuanya menimbulkan fitnah terhadap Islam. Akibat dari tersebarnya isu-isu bid’ah mampu merubah persepsi yang Mubah jadi haram bahkan yang halal pun jadi haram, inilah fitnah kepada Islam dan sekaligus menjadi kejahatan terbesar. Pernyataan ini bukan ngawur lho, sebab yang mengatakan demikian adalah Rasulullah Saw. Mari kita simak dan hayati perkataan Rasul Saw berikut ini….

    قال رسول الله صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ : إِن أَعْظَمَ
    الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرمْ فَحُرمَ
    مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ

    (صحيح البخاري)

    Sabda Rasulullah saw :
    “Sebesar – besar kejahatan muslimin (pada muslim lainnya) adalah yang
    mempermasalahkan suatu hal yang tidak diharamkan, namun menjadi haram
    sebab ia mempermasalahkannya (Shahih Bukhari)

    Berdasar pada hadits Shahih di atas sangat jelas, bahwa mempermasalahkan amalan muslimin yang tidak haram dikatakan haram (bid’ah terlarang) itu adalah kejahatan terbesar. Itu Nabi Saw yang mengatakannya. Tahlilan, Maulid Nabi, Dzikir Berjama’ah, Yasinan, sesungguhnya adalah amal-amal shalih kaum muslimin, tetapi karena dipermasalahkan membuatnya menjadi haram karena dianggap bid’ah terlarang (dosa bagi pengamalnya).

    [irp posts=”3486″ name=”Fakta Mengejutkan Tentang Tahlilan yang Dianggap Haram Oleh Salafi Wahabi”]

    Kaitannya dengan itu, dalam melancarkan missi dakwahnya Kaum Wahabi di Indonesia sangat gemar mempermasalahkan Tahlilan yang tidak haram dikatakan haram (pengertian bid’ah menurut Wahabi adalah: berdosa jika melakukan hal bid’ah. Ini artinya tidak lain adalah haram). Maulid Nabi tidak haram dikatakan haram, Tawassul dengan Nabi Saw tidak haram dikatakan haram bahkan pelaku Tawassul dikatakan Musyrik oleh kaum Wahabi. Kenapa Kaum Wahabi hobby berbuat demikian, tidak sadarkah mereka telah melakukan kejahatan terbesar kepada Ummat Islam menurut pandangan Nabi saw?

    Bagi yang merasa pengikut Wahabi mari kita simak kembali dan renungkan sedalam-dalamnya hadits yang mulia ini agar sembuh dari Maksiat Kejahatan Terbesar kepada Kaum Muslimin:

    قال رسول الله صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ : إِن أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرمْ فَحُرمَ مِنْ
    أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ
    (صحيح البخاري)
    Sabda Rasulullah saw :
    “Sebesar – besar kejahatan muslimin (pada muslim lainnya) adalah yang mempermasalahkan suatu hal yang tidak diharamkan, namun menjadi haram sebab ia mempermasalahkannya (Shahih Bukhari)

    Dari penjelasan analisa singkat di atas dapat kita katakan bahwa setiap yang haram itu dosa akan tetapi bid’ah itu tidak selalu haram. Semoga kita selamat dari pengaruh fitnah Wahabisme, dan yang selama ini sudah terlanjur jadi Tukang Fitnah kepada ajaran Islam semoga sadar dan tidak enggan bertaubat. Wallohu a’lam….

    [irp posts=”3492″ name=”TAHLILAN 7 HARI TRADISI PARA SAHABAT NABI SAW DAN TABI’IN”]

    Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

    “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).
    Firman Allah: “…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

    (abi-infokom)