Tag: ansor

  • SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Support dan kasih semangat luar biasa untuk adik-adik IPNU / IPPNU Pacet yang diberikan oleh Keluarga Besar Ansor Banser Pacet Mojokerto di acara ngamen online yang ditayangkan di Youtube SorBan Santri dan Jejaring sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram. Kehadiran sahabat-sahabat Ansor Banser memberikan nuansa yang beda dalam pagelaran acara tersebut bahkan ada yang ikut berpartisipasi memainkan alat musik dikegiatan amal tersebut, yang diadakan di Halaman Gedung GrahaNU Pacet Mojokerto. Sabtu, 21 Juni 2020.

    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan Ngamen Online Dalam Rangka Penggalangan Dana Sahabat Rio

    Tampak hadir adik-adik dari IPNU / IPPNU dan memanfaatkan momen Malam minggu dengan kegiatan yang positif, yaitu penggalangan dana untuk sahabat RIO yang saat ini lagi berjuang melawan penyakit LUPUS dan Kebocoran Ginjal. Dan hasil dari kegiatan tersebut, semuanya akan diserahkan ke sahabat RIO.

    Acara penggalangan dana dengan jalan ngamen online ini, rencananya bertahap dan kegiatan berikutnya insyaAlloh akan diadakan di Pada Tanggal 30 Juni 2020 di Kedai Nglaras Pacet Mojokerto, kata ketua IPNU/IPPNU Pacet sahabat Yusril. Dengan harapan dengan semua yang dihasilkan bisa meringankan beban sahabat RIO dan tentunya diharapkan lekas sembuh dan  bisa aktif lagi dalam kegiatan berbaur dengan sahabat-sahabat IPNU / IPPNU lainnya. (abi sorban)

  • DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI

    Santri : “Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!”
    Gus Dur : “Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang.”
    Santri : “Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya.”
    Santri : “Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?”
    Gus Dur : “Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi.”
    Santri : “Anti-aging gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Iya. Pokoknya kekal.”
    Santri : “Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya.”
    Gus Dur : “Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam.”
    Santri : “Maksudnya senior apa, Gus?”
    Gusdur : “Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa.”
    Santri : “Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?”
    Gus Dur : “Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam.”
    Santri : “Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini.”
    Gus Dur : “Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi.”
    Santri : “Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?”
    Gus Dur : “Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
    Santri : “Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi.”
    Santri : “Aneh.”
    Gus Dur : “Kok aneh? Apanya yang aneh?”
    Santri : “Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan.”
    Gus Dur : “Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat.”
    Santri : “Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak.”
    Santri : “Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?”
    Gus Dur : “Dua-duanya.”
    Santri : “Kok dua-duanya?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan.”
    Santri : “Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus.”
    Gus Dur : “Siapa bilang? Tentu saja berguna dong. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat.”
    Santri : “Ooh…”
    Gus Dur : “Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong.”
    Santri : “Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?”
    Gus Dur : “Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu.”
    Santri : “Masa sih, Gus?”
    Gus Dur : “Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok.”
    Santri : “Terus, kesalahan terbesar dia apa?”
    Gus Dur : “Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran.”
    Santri : “Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh.”
    Gus Dur : “Siapa? Ente?”
    Santri : “Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid’ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh.”
    Gus Dur : “Wah, persis Iblis tuh.”
    Santri : “Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya.”
    Gus Dur : “Siap mati, tapi tidak siap hidup.”
    Santri : “Bedanya apa, Gus?”
    Gus Dur : “Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama.”
    Santri : “Lho, kok begitu?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga.”
    Santri : “Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?”
    Gus Dur : “Pinter kamu, Kang!”
    Santri : “Santrinya siapa dulu dong? Gus Dur.”

    Sumber : Perpustakaan Universitas Menyan Indonesia (UMI)

  • HABIB LUTHFI ROADSHOW DI TEGAL, ANSOR-BANSER TURUT MENGAWAL

    HABIB LUTHFI ROADSHOW DI TEGAL, ANSOR-BANSER TURUT MENGAWAL

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Sabtu 6 Juni 2020 Kota Tegal mendapatkan keistimewaan tersendiri dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Hari itu, setidaknya 5 titik tempat dihadiri oleh salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tersebut.

    Pondok Pesantren A.P.I di Muarareja asuhan Rois Syuriah PCNU Kota Tegal KH. Misbachul Musthofa menjadi jujugan pertama. Di sana Abah (demikian Beliau akrab disapa) bersilaturahmi dengan pimpinan dan kader-kader NU Kota Tegal.

    Sebagai bentuk penghormatan, puluhan anggota Ansor-Banser menggemakan lagu Syubbanul Wathon untuk menyambut kedatangan Abah.

    SORBANSANTRI.COM

    Dari Ponpes A.P.I Abah berkunjung ke Markas Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kota Tegal. Di sana beliau memberikan arahan dan semangat kepada prajurit TNI AL.

    Kunjungan dilanjutkan ke Komplek Balaikota untuk menemui ASN Pemkot Tegal yang telah menanti. Roadshow berakhir setelah Abah bersilaturahmi dengan anggota kepolisian di Mapolsek dan bertemu dengan anggota TNI AD di Markas Koramil.

    Ansor-Banser Kota Tegal turut terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sebagai organisasi kepemudaan NU, bersama Polresta Tegal, Ansor-Banser proaktif dalam penjemputan kedatangan Abah dan mendampingi perjalanan Abah di Kota Tegal. Bahkan, penjemputan dan pengawalan dari Ansor-Banser tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Tegal sahabat Sarwo Edi bersama Kasatkorcab Banser Kota Tegal Habib Husein. (GP ANSOR KOTA TEGAL)

    #gpansor_kotategal

  • FUNGSI dan TUGAS BANSER

    FUNGSI dan TUGAS BANSER

    SORBANSANTRI.COM

    FUNGSI BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Fungsi Kaderisasi, merupakan kader yang terlatih, tanggap terampil dan berdaya guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor.
    2. Fungsi Dinamisator, merupakan bagian organisasi yang berfungsi sebagai pelopor penggerak program-program Gerakan Pemuda Ansor.
    3. Fungsi Stabilisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai pengaman program-program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama.
    4. Fungsi Katalisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai perekat hubungan silaturrohim dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota Banser, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama serta masyarakat.

    TUGAS BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita perjuangan Gerakan Pemuda Ansor serta menyelamatkan dan mengembangkan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai.
    2. Melaksanakan program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan serta program pembangunan yang berbentuk rintisan dan partisipasi.
    3. Menciptakan terselenggaranya keamanan dan ketertiban di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan lingkungan sekitarnya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
    4. Menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silaturrohim sesama anggota Banser dan Gerakan Pemuda Ansor.

    TANGGUNG JAWAB BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan Gerakan Pemuda Ansor dan jamiyah Nahdlatul Ulama.
    2. Berpartisipasi aktif melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Banser, Gerakan Pemuda Ansor, Jamiyah Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.
    3. Bersama dengan kekuatan Bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan NKRI.

    (red. Mujiburrohman)

  • Operasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Kawasan Pacet

    Operasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Kawasan Pacet

    SORBAN SANTRI- Operasi tersebut dilakukan karena melaksanakan PSBB dan mencegah penyebaran covid-19 khususnya Kecamatan Pacet, yang dinilai merupakan magnet wisata bagi wisatawan Jawa Timur. dan diharapkan sebagai percontohan wilayah lain. Mengingat Jawa Timur dapat nilai tertinggi di Indonesia dalam penyebaran virus covid-19 tersebut.

    Kegiatan ini melibatkan beberapa element pemerintahan  yaitu Polsek Pacet, Koramil Pacet, dan organisasi Relawan Banser, Banser Lalu Lintas (balantas), LPBI NU, Welirank Komuniti dan Pramuka,  apel dimulai di depan Polsek Pacet sekitar pukul 19.00 wib, Sabtu, 30 Mei 2020.

    SORBANSANTRI.COM
    Pelaksanaan Apel Operasi Protokol Kesehatan covid-19

    Skenario dimulainya operasi

    Mengingat area pacet adalah kawasan perbukitan dan luas, maka operasi tersebut dibagi 2 kelompok yaitu barat dan timur dengan zona tengah berada di jl. Raya Pacet (polsek pacet). Operasi tersebut bertujuan untuk mencegah menularnya covid-19 dengan cara Menghimbau pada warga dan titik rawan penyebaran virus corona  serta memberi semangat pada warga yang melakukan penjagaan posko di tiap-tiap kampung.

     

    Dan bersyukur desa-desa dan zona titik penyebaran covid-19 ( warung tempat nongkrong, dll) sebagaian besar sudah memenuhi standart protokol kesehatan seperti penjagaan wilayah, Pemakaian masker, dan adanya tempat cuci tangan dititik berkumpulnya orang. Ironisnya malah pusat centralnya Pacet, masih banyak pelanggaran mulai dari datangnya pengunjung luar wilayah yang bergerombol dan tidak memakai masker, tidak adanya tempat cuci tangan, bahkan acuh setelah kedatangan tim operasi protokol kesehatan covid-19. Sehingga sempat adanya pengusiran dan bersitegang untuk meninggalkan zona tersebut. Dan rata-rata kendaraan yang mereka pakai itu bodong (tanpa stnk dan sim), kata salah satu petugas operasi yang kebetulan dari Polsek Pacet.

    [su_youtube url=”https://youtu.be/-dXEjUnQLzU”]

    Titik tersebut antara lain waduk (tempat nongkrongnya anak bermain game online dan semuanya tidak memakai masker), Pasar Pacet dan pasar wisata pacet ( banyaknya pengunjung dari luar pacet yang sangat penuh dan sesak, rawan penyebaran wabah).

    Padahal sebelumnya sudah ada himbauan dari aparat setempat agar setiap pukul 21.00 wib tutup dan selalu pakai masker, tapi masih saja banyak masyarakat yang mengabaikan.(abi sorban)

  • 5 WARGA MOJOKERTO POSITIF COVID-19 DALAM SEMALAM

    5 WARGA MOJOKERTO POSITIF COVID-19 DALAM SEMALAM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kabupaten Mojokerto mendapat “parsel mengejutkan” di malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu malam (23/5).

    Lima warga sekaligus resmi ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Kelimanya tersebar di empat kecamatan zona merah. Mulai dari Sooko 2 orang, Pungging (1 orang), Jetis (1 orang), dan Puri (1 orang).

    Catatan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bumi Majapahit. Sehingga total persebaran pasien positif menanjak menjadi 24 orang. “Jumlah pasien positif Covid-19 hari ini (23/5) bertambah lima orang. Jadi jumlah totalnya adalah 24 pasien,” ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, Sabtu malam (23/5).

    Kelima pasien tersebut di antaranya adalah perempuan asal Kecamatan Sooko, yang baru saja melahirkan secara caesar pada 15 Mei lalu. Namun, sebelum operasi, pasien lebih dulu di rapid test dan hasilnya reaktif. Beruntung, proses persalinan berjalan lancar dan anaknya dinyatakan selamat dan sehat. (SUMBER :Nadzir/radar mojokerto)

  • PENGAMANAN MALAM TAKBIRAN MUSIM PANDEMI COVID-19 OLEH ANSOR BANSER  PACET

    PENGAMANAN MALAM TAKBIRAN MUSIM PANDEMI COVID-19 OLEH ANSOR BANSER  PACET

    SORBAN SANTRI- Seluruh Satuan Koordinasi Banser Pacet bersama GP Ansor PAC Pacet Mojokerto bekerjasama dan bersinergi dengan Pramuka,Tahura, Welirang comunity. saat ini ( Sabtu, 23 Mei 2020 ) melakukan pemeriksaan tanda pengenal ( KTP ) pada pengguna jalan, yang dikhawatirkan adanya pelanggaran PSBB yang berasal dari daerah luar Pacet Mojokerto.

    Saat ini ada 4 titik lokasi yang diadakan kegiatan pemeriksaan tersebut. Kegiatan ini dimulai sejak ba’da magrib sekitar pukul 18.00 sampai sekarang (berita ini ditayangkan). ke -2 (dua) titik tersebut adalah di Jalan Raya Desa Karangan, Pandan yang dimungkinkan asal jalur masuk kawasan wisata pacet mojokerto.

    Apalagi sekarang waktunya malam minggu yang bersamaan dengan malam takbir lebaran. dikhawatirkan adanya pemudik, pulang kampung, atau arak-arakan takbiran memakai mobil atau sejenisnya.
    Pembagian titik lokasi sudah diantisipasi Ansor Banser Kec. Pacet Mojokerto sejak minggu akhir Bulan Romadhon. Semangat Ansor Banser dalam menjaga NKRI dan Menghalau lebih meluasnya penyebaran corona ini patut diacungi jempol dan diharapkan semua warga untuk memperhatikan protokoler aturan perihal covid-19. (abi SorBan)

  • Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor Kabupaten Serang

    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor Kabupaten Serang

    SORBANSANTRI.COM
    Tim Gugus Tugas GP Ansor Kabupaten Serang

    SORBAN SANTRI- Penyemprotan disinfectant satgas gugus tugas ansor banser dan jajaran desa ciper (Cikande Permai) Jum’at, 22 Mei 2020.

    Sebagai upaya mengatasi pandemi virus corona, GP Ansor telah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk membantu penanganan dan mengantisipasi persebaran virus corona di Indonesia.

    Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Banten Gus Nuri mengungkapkan, pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini merupakan instruksi dari pusat yang akan diteruskan dengan pembentukan sampai daerah bahkan tingkat kelurahan atau desa,yang alhamdulillah sebagian daerah di penjuru NUsantara sahabat-sahabat ansor banser sudah melaksanakan instruksi tersebut.

    “Melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19, GP Ansor akan memberi perhatian lebih kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi corona ini,Melalui intruksi ndan sukiman di teruskan kpd kasatkorcab kab.serang Ndan Aji baskoro,melakukan penyemprot disinfectant di tempat peribadatan khususnya masjid masjid yang akan di gunakan sebagai tempat shalat iedul fitri,dan membagikan masker di berbagai titik lokasi terdampak covid19, selain itu ndan Aji baskoro juga menegaskan agar semua kader baik dari banom Nu dan semua elemen masyarakat harus bekerja sama melawan virus corona yang sudah menjadi pandemi ini.
    Baik dengan cara sederhana untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri masing-masing atau mengikuti himbauan pemerintah pusat.

    Hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang/kerumunan Menjaga jarak minimal dua meter/satu meter dari orang lain sebisa mungkin;Jangan berpelukan, bersalaman, cipika cipiki, dan kontak fisik lainnya.Hindari orang yang sudah menunjukkan gejala sakit.(Covid19) ungkap Ndan Aji.
    Social distancing Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ini, tapi apa arti sesungguhnya? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), social distancing adalah pencegahan kontak dekat antara orang yang sehat dengan yang sakit untuk menghindari penularan penyakit. Para ahli menyebut bahwa upaya inilah yang paling efektif untuk menurunkan grafik penyebaran covid19. ( MEDIA NU LALALAKON )

    #INDONESIA_BANGKIT

    #MEDIANULALALAKON

  • Ansor Sahabat Kita

    Ansor Sahabat Kita

    cyberaswaja.online- Kadang tak semua anggota Banser Ansor yg beruntung dalam kehidupannya. itulah yg dirasakan oleh Marhani seorang Anggota Banser Ansor Kabupaten Kapuas. Hidup bersama dengan ayahnya di Desa Anjir Serapat Tengah Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas Kalteng yg jauh dari kecukupan. Rumah yg menjadi tempat tinggal bersama ayahnya terbuat dari kayu hutan yg sudah mulai lapuk. Dinding kamarnyapun hanya terbuat dari terpal lusuh sebagai syarat agar tempat tidur tak terlihat. Sertifikat Diklatsar Banser yg dimilikinya pun basah bekas terkena air hujan sebab atap rumah mereka bocor…Semoga semangat selalu Marhani mengabdi di NU…semoga Amang dan dirimu banyak mendapat rezeki…
    Bantuan Sosial Warga Nahdlatul Ulama Peduli Dampak Covid-19…
    #sedikitygbermanfaat
    #sebagiankisahhariini

    (red Suhardi Al Anjiri)