Tag: corona

  • 5 WARGA MOJOKERTO POSITIF COVID-19 DALAM SEMALAM

    5 WARGA MOJOKERTO POSITIF COVID-19 DALAM SEMALAM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kabupaten Mojokerto mendapat “parsel mengejutkan” di malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu malam (23/5).

    Lima warga sekaligus resmi ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Kelimanya tersebar di empat kecamatan zona merah. Mulai dari Sooko 2 orang, Pungging (1 orang), Jetis (1 orang), dan Puri (1 orang).

    Catatan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bumi Majapahit. Sehingga total persebaran pasien positif menanjak menjadi 24 orang. “Jumlah pasien positif Covid-19 hari ini (23/5) bertambah lima orang. Jadi jumlah totalnya adalah 24 pasien,” ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, Sabtu malam (23/5).

    Kelima pasien tersebut di antaranya adalah perempuan asal Kecamatan Sooko, yang baru saja melahirkan secara caesar pada 15 Mei lalu. Namun, sebelum operasi, pasien lebih dulu di rapid test dan hasilnya reaktif. Beruntung, proses persalinan berjalan lancar dan anaknya dinyatakan selamat dan sehat. (SUMBER :Nadzir/radar mojokerto)

  • Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor Kabupaten Serang

    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor Kabupaten Serang

    SORBANSANTRI.COM
    Tim Gugus Tugas GP Ansor Kabupaten Serang

    SORBAN SANTRI- Penyemprotan disinfectant satgas gugus tugas ansor banser dan jajaran desa ciper (Cikande Permai) Jum’at, 22 Mei 2020.

    Sebagai upaya mengatasi pandemi virus corona, GP Ansor telah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk membantu penanganan dan mengantisipasi persebaran virus corona di Indonesia.

    Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Banten Gus Nuri mengungkapkan, pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini merupakan instruksi dari pusat yang akan diteruskan dengan pembentukan sampai daerah bahkan tingkat kelurahan atau desa,yang alhamdulillah sebagian daerah di penjuru NUsantara sahabat-sahabat ansor banser sudah melaksanakan instruksi tersebut.

    “Melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19, GP Ansor akan memberi perhatian lebih kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi corona ini,Melalui intruksi ndan sukiman di teruskan kpd kasatkorcab kab.serang Ndan Aji baskoro,melakukan penyemprot disinfectant di tempat peribadatan khususnya masjid masjid yang akan di gunakan sebagai tempat shalat iedul fitri,dan membagikan masker di berbagai titik lokasi terdampak covid19, selain itu ndan Aji baskoro juga menegaskan agar semua kader baik dari banom Nu dan semua elemen masyarakat harus bekerja sama melawan virus corona yang sudah menjadi pandemi ini.
    Baik dengan cara sederhana untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri masing-masing atau mengikuti himbauan pemerintah pusat.

    Hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang/kerumunan Menjaga jarak minimal dua meter/satu meter dari orang lain sebisa mungkin;Jangan berpelukan, bersalaman, cipika cipiki, dan kontak fisik lainnya.Hindari orang yang sudah menunjukkan gejala sakit.(Covid19) ungkap Ndan Aji.
    Social distancing Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ini, tapi apa arti sesungguhnya? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), social distancing adalah pencegahan kontak dekat antara orang yang sehat dengan yang sakit untuk menghindari penularan penyakit. Para ahli menyebut bahwa upaya inilah yang paling efektif untuk menurunkan grafik penyebaran covid19. ( MEDIA NU LALALAKON )

    #INDONESIA_BANGKIT

    #MEDIANULALALAKON

  • BILAL UNTUK SHALAT IDUL FITHRI

    BILAL UNTUK SHALAT IDUL FITHRI

    SORBANSANTRI.COM

    1. Ketika shalat akan dimulai Bilal mengucapkan :

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ , لَا إلٰهَ إلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ
    اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
    صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ × ٢

    Shalatlah sunat ‘Idul Fithri 2 raka’at dengan berjama’ah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian.

    2. Shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjama’ah. Setelah shalat selesai Bilal berdiri menghadap jama’ah lalu menguca

    يَامَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ. اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُوْرِ، وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ. أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ. إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُم اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

    Artinya : Wahai sekalian kaum Muslimin dan golongan kaum Mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah Hari ‘Idul Fithri (hari kembali suci), hari bahagia dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas Mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian (2 x). Perhatikanlah, semoga kalian dirahmati oleh Allah.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Artinya : Ya Allah, bberilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kuatkanlah Islam dari orang-orang muslim dan muslimat, orang-orang mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Dan mudahkanlah mereka dalam mendirikan Agama. Wahai Tuhan, akhirilah kami dari Engkau dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmatMu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari yang pengasih. (red)

  • Bumi Bersih Corona, Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Minta Indonesia Akhiri PSBB Lockdown

    Bumi Bersih Corona, Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Minta Indonesia Akhiri PSBB Lockdown

    SORBANSANTRI.COM
    Mr Djuyoto Suntani

    cyberaswaja.online- Tokoh paling berpengaruh, paling dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat international pada 202 Negara yang menjabat Presiden the World Peace Committee HE Mr Djuyoto Suntani, Minta Pemerintah Republik Indonesia serta Sejumlah Gubernur dan Walikota untuk mengakhiri kebijakan PSBB (Perbatasan Sosial Berskala Besar).

    “Saya atas nama masyarakat international minta di seluruh penjuru Dunia untuk mengakhiri kebijakan lock down, termasuk Pemerintah Republik Indonesia. Planet Bumi bersih dari virus corona, jangan sengsarakan masyarakat dengan kebijakan salah hanya karena terpengaruh isu virus corona yang diciptakan oleh konspirasi global,” tegas Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani (9/5/2020).

    Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani memberi saran kepada banyak Negara yang langsung mencabut kebijakan lock down. Negara Swedia, Israel, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirates Arab, Brazil, Equador, Kanada, dll, langsung menghentikan kebijakan Lock Down, setelah diberi masukan Presiden the World Peace Committee.

    “Sebagai Pemimpin Dunia yang lahir di Indonesia, saya punya empati pada rakyat Indonesia. Tiap Hari saya dapat Laporan masyarakat yang menderita karena kebijakan PSBB. Aparat yang Jaga PSBB juga stress, bingung, tidak tahu jaga apa?. Saya Minta Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah yang buat kebijakan PSBB, untuk mengakhiri PSBB,” tegas Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani.

    Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani Minta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk tidak takut pada tekanan konspirasi global yang menciptakan isu sesat tentang virus corona.

    “Jangan takut dan kawatir dengan tekanan konspirasi global yang menciptakan isu sesat tentang virus corona. Takutlah pada Tuhan yang menciptakan kita. Raja Salman di Arab Saudi setelah Saya sadarkan, langsung akhiri kebijakan Lock Down,” tegas Tokoh paling berpengaruh di Planet Bumi ini. @red (sumber sindikatpost)

  • BERDIAM DIRUMAH KETIKA ADA WABAH ADALAH PERINTAH NABI

    BERDIAM DIRUMAH KETIKA ADA WABAH ADALAH PERINTAH NABI

    SORBANSANTRI.COM

    بِـسْــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِـيْـــــــــــــــــمِ

    ☝️Ada wabah korona kok malah jum’atan libur, pengajian libur , sholat jama’ah libur
    ☝️Kok pada menjauhi masjid krn takut wabah?, masjid sepi dong, kok menjauh dari Alloh ?
    malah Disuruh berdiam diri dirumah.
    📢Yang BENAR itu takut kepada Alloh… Bukan pada virus
    Rata rata Begitulah komentar ummat ini, terutama yg jarang² ke masjid 

    Bagaimana ajaran nabi kita, ketika ada wabah virus ??
    #penjelasan ROSULULLOH

    من جلس في بيته
    siapa saja yg berdiam diri di rumah-nya

    في وقت وقوع الطاعون
    Pada waktu ada wabah tho’un ( virus )

    فله أجر الشهيد وإن لم يمت
    maka baginya mendapat pahala orang yg mati syahid, meskipun dia tidak mati
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها قالت
    Diceritakan dari A’isyah r.a

    سألتُ رسولَ اللهِ ﷺ عن الطاعونِ
    Aku bertanya kpd Rosululloh saw tentang wabah tha’un.

    ، فأخبَرَني رسولُ اللهِ ﷺ:
    Lalu Beliau menjawab:

    أنَّه كان عَذابًا يَبعَثُه اللهُ على مَن يَشاءُ،
    Sebenarnya tho’un itu adzab (peringatan) Alloh bagi siapa saja yang Dia kehendaki

    فجعَلَه رَحمةً للمُؤمِنينَ،
    dan jadi rohmat bagi orang-orang beriman

    فليس مِن رَجُلٍ يَقَعَ الطاعونُ فيَمكُثُ في بَيتِه صابرًا
    Tiada orang yg pada saat terjadi wabah tho’un, dan dia berdiam diri dirumah-nya dg sabar

    مُحتَسِبًا يَعلَمُ أنَّه لا يُصيبُه إلّا ما كَتَبَ اللهُ له
    Yang sekiranya dia tau, dg berdiam diri akan terhindar dari wabah tho’un,
    kecuali Allah menaqdirkan-nya

    إلّا كان له مِثلُ أجْرِ الشَّهيدِ.
    maka bagi-nya pahala bagaikan orang mati syahid”
    إسناده صحيح على شرط البخاري
    ( Sanadnya shohih bukhori )
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

    “Penyakit Tho’un ini adalah adzab atau suatu peringatan, atau sisa dari Adzab yang dengannya Alloh menyiksa sekelompok umat sebelum kalian. Maka apabila kamu mendengar wabah itu berjangkit di suatu negeri, dan kamu berada di dalamnya, janganlah kamu keluar darinya. Dan apabila wabah itu berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatanginya.”
    (Rowahu ahmad )

    Rasulullah SAW memerintahkan mu`adzin untuk adzan mengucapkan :
    “shalatlah di rumah masing2”
    ketika terjadi hujan deras dll, demi menjaga keselamatan umat dari penyakit atau pun hal yang membahayakan
    Apalagi ada wabah seperti saat ini..??

    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ▶️Para ulama salaf sudah menyebutkan kejadian WABAH zaman dulu
    anjuran ulama agar “jangan berinteraksi”
    tapi begitulah ada saja yang terbawa emosi & mengajak doa bersama dsb, penyakit pun makin tersebar, itulah sunnatulloh (aturan Alloh), doa seakan tidak berhasil.

    ▶️Para ulama pun menuliskan pengalaman ketika ada wabah, bahwa :
    banyak orang yang bersih & bertakwa, berkumpul untuk berdo`a tapi tidak dikabulkan, kenapa? Karena mereka tidak mengikuti sunnah nabi

    ▶️Sebagian orang mengajak untuk shalat & berdoa bersama. Orang itu bodoh, seperti yang disebutkan Ibn Hajar :
    " mereka itu menyalahi sunnah, karena kita diperintahkan untuk mengisolasi diri saat perkumpulan membahayakan meskipun itu untuk shalat, do
    a, umrah, haji dsb ”

    KETIKA WABAH MAKIN MENGGANAS
    ▶️Kemudian mereka diperintahkan untuk mengisolasi diri di rumah masing-masing.
    ( Gubernur amr bin ash kala itu memerintahkan warga untuk berpencar ke gunung² dan hutan² untuk memutus penyebaran wabah)

    ▶️Kenapa? Karena mereka memperhatikan secara teliti bahwa perkumpulan menyebabkan penyebaran, meskipun perkumpulan itu untuk shalat jama’ah & berdo’a bersama

    Ketika perkumpulan bisa menyebabkan tersebarkan wabah, maka ” meng-isolasi diri adalah cara menghalangi wabah.

    👉Hal itu disebutkan banyak kitab. Dan terakhir yang menulis setelah kejadian wabah ini sekitar 300 tahun adalah Syekh Abdul-Ghani an-Nabulsi rahimahullah dalam kitab “Luzum al-Buyut”.

    JADI… !!
    ingat..! Berdiam diri dirumah ketika wabah melanda adalah perintah Rosululloh
    Jangan sok sok-an merasa paling takut kpd Alloh,
    ikuti anjuran Nabi-mu dan
    JANGAN NGEYEL

    (abi sorban)

  • Tidak Jumatan Di Zona Merah, Mengurangi Syariat Islam?

    Tidak Jumatan Di Zona Merah, Mengurangi Syariat Islam?

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Komunitas ngaji yang saya jalani beragam, ada bu-ibu, pak-bapak, jid-masjid, gar-langgar, tor-kantor dan sebagainya. Kalau jamaah ngajinya banyak yang berumur sepuh porsi ngajinya saya perpanjang, tanya jawab sedikit. Sebab biasanya akan banyak pertanyaan mengulang dan tak jauh dari tema atau bulan-bulan dalam Islam.Kalau jamaahnya masih muda-muda maka porsi tanya jawab saya perpanjang. Seperti dengan para santri atau mahasiswa. Termasuk ngaji online tadi sore bersama para calon-calon dokter masa depan dari Kampus A Fakultas Kedokteran Unair Surabaya.Entah pada pertanyaan ke berapa, mahasiswa FK semester 4 ini menanyakan perihal tidak melakukan shalat Jum’at di masa pandemi dan zona merah. Katanya ia mendengar bahwa jika tidak jumatan maka mengurangi ajaran syariat Islam, padahal syariat ini sudah sempurna.Sekitar tahun 2010-2012 Bahtsul Masail PCNU Kota Surabaya membahas beberapa pabrik dan perkantoran di Surabaya, karena ada tugas seperti menjaga mesin yang sedang berproduksi, menjadi scurity dan beberapa hal lain yang tidak bisa ditinggalkan, maka ada pendapat dari para ulama yang menjadikan hal tersebut sebagai uzur atau alasan yang dibenarkan untuk tidak shalat Jum’at tetapi harus melakukan shalat Dzuhur bagi orang tersebut.Beberapa kitab pun digali sebagai sumber rujukan ilmu. Termasuk dari kitab Mathalib Uli An-Nuha:(ﻓَﺼْﻞٌ ﻓِﻲ اﻷَْﻋْﺬَاﺭِ اﻟْﻤُﺒِﻴﺤَﺔِ ﻟِﺘَﺮْﻙِ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻭَاﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ)”Fasal tentang beberapa uzur yang membolehkan meninggalkan Jum’at dan berjamaah.”(ﻭَ) ﻳُﻌْﺬَﺭُ ﺑِﺬَﻟِﻚَ (ﺧَﺎﺋِﻒُ ﺣﺪﻭﺙ ﻣَﺮَﺽٍ) . ﻟِﻤَﺎ ﺭَﻭَﻯ ﺃَﺑُﻮ ﺩَاﻭُﺩ ﻋَﻦْ اﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ «ﺃَﻥَّ اﻟﻨَّﺒِﻲَّ – ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – ﻓَﺴَّﺮَ اﻟْﻌُﺬْﺭَ ﺑِﺎﻟْﺨَﻮْﻑِ ﻭاﻟﻤﺮﺽ»”Diantara uzur tersebut adalah kekhawatiran datangnya penyakit. Berdasarkan riwayat Abu Dawud dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menafsirkan uzur dengan kekhawatiran dan sakit”(ﺃَﻭْ) ﺧَﺎﺋِﻒُ (ﺯِﻳَﺎﺩَﺗِﻪِ) ، ﺃَﻱْ: اﻟﻤﺮﺽ (ﺃَﻭْ ﺑُﻂْءِ ﺑُﺮْءٍ) ﻣِﻦْ ﻣَﺮَﺽٍ ﺑِﻪِ”Atau khawatir bertambah sakit atau tertundanya masa sembuh yang makin lama” (Mathalib Uli An-Nuha 1/701)Karena yang saya hadapi ini para calon dokter maka saya katakan: “Virus itu tidak mengenal tempat. Virus juga tidak melihat-lihat siapa calon korbannya. Lha saat ada pasien berbohong karena covid-19 ternyata ada sekian dokter yang tertular. Kok gak ngerti sih virus ini? Kalau politikus meninggal masih banyak penggantinya. Jika Ustadz wafat masih gampang carinya, apalagi di YouTube. Kalau dokter yang gugur perlu berapa tahun bisa menemukan penggantinya? Masih perlu kuliah, praktek, sekolah lagi PPDS”. Terlebih beberapa hari terakhir ini di Jatim angka penularan cukup tinggi dibanding Jakarta. Coba jika kita yang jadi dokter, sudah kelelahan menghadapi puluhan pasien Corona tiba-tiba ada korban puluhah lagi yang datang.Lalu saya sampaikan dari hadis Bukhari perihal karena uzur tidak dapat melakukan ibadah maka tatkala melakukan sendirian tetap sempurna pahalanya. Hal ini bisa ditemukan dalam kitab-kitab Syafi’iyah:(ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﺇﻥ ﻗﺼﺪﻫﺎ ﻟﻮﻻ اﻟﻌﺬﺭ) ﻗﻴﺪ ﻓﻲ ﺣﺼﻮﻝ اﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﻟﻪ، ﺃﻱ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺤﺼﻞ ﻟﻪ ﺇﻥ ﻗﺼﺪ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﻟﻮﻻ اﻟﻌﺬﺭ ﻣﻮﺟﻮﺩ.”Fadlilah berjamaah (termasuk Jumatan) tetap akan didapat jika orang tersebut berniat akan melakukannya andaikan tidak ada uzur” (I’anah Thalibin, 2/61)Penulis : KH. Ma’ruf Khozin (Direktur Aswaja Center PWNU Jatim)#HubbulWathonMinalIman

  • NASEHAT GUS MUS YANG KAN MERUBAH KITA SELAMANYA

    NASEHAT GUS MUS YANG KAN MERUBAH KITA SELAMANYA

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Mus ( KH. Mustofa Bisri )

    cyberaswaja.online- Transkrip dari nasehat Gus Mus semalam 21 April 2020 agar kita semua mendapat manfaat darinya.

    1. Ketahuilah, kepanikan global yang disebabkan makhluk Allah yang sangat lembut ini MASIH TERLALU KECIL dibanding kepanikan akbar yang terjadi di yaumil qiyamah.
    2. Ada yang memandang pandemi ini sbg musibah, pelajaran dan juga pencucian atas dunia.
    3. Kita biasanya mengejar dunia, sekarang dipaksa menjaga jarak dengan dunia sehingga langit pun menjadi bersih dan cerah.
    4. Dulu kita sibuk dengan dunia, tanpa jarak, sampai jarang di rumah. Dengan keluarga berjarak, dengan diri kita sendiri, apalagi!
    5. Kita dipaksa kembali pada keluarga kita dan diri kita sendiri.
    6. Wabah menghancurkan keangkuhan kita
    7. Yang kaya menjadi sombong karena kekayaannya, yg berpangkat karena pangkatnya, yang berilmu karena ilmunya.
    8. Kini mereka semua yang kaya, yang berilmu yang berpangkat semua kelimpungan.
    9. Kita diajak Alloh untuk menengok diri kita sendiri sebagai manusia saja, tanpa embel embel tanpa gelar, sebagai anak cucu adam.
    10. Kullukum min adam. Wa adam min turab. Setiap darimu adalah anak cucu adam, dan adam adalah dari tanah.
    11. Kita lupa kita bersaudara sama sama sebagai anak cucu adam. Kita lupa asal kita tanah!
    12. Kita diutus menjadi khalifah di atas dunia, tapi justru menjadi hamba dunia.
    13. Ini mesti menjadi perenungan kita dimasa sulit ini, ketika kita sendiri dengan Allah, agar kita bisa kembali *menjadi hamba Allah yang dhaif* dan kemudian bertaubat.
    14. Tapi dengan ujian seperti ini pun kita masih angkuh.
    15. Kita sibuk membersihkan jasad, tapi kita lupa membersihkan diri.
    16. Kita satu jam dua jam membersihkan badan, itu bagus, tapi kita lupa membersihksn ruh yang menjadi inti diri kita.
    17. Kita minta tolong kepada Allah tapi masih berjarak dengan Allah dan masih lengket dengan dunia.
    18. Keangkuhan (karena ilmu, harta, pangkat) dan kedekatan kita dengan dunia itulah yang membuat kita berjarak dengan Allah.
    19. Oleh karena itu marilah kita bertaubat.

    Dari Kiai Yasir Alimi (PWNU Jateng) di dinding Facebook beliau Yasir Alimi II (sorban- abi)

  • MEWABAH KE RANTING PACET, TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. MOJOKERTO

    MEWABAH KE RANTING PACET, TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. MOJOKERTO

    SORBAN Infokom- TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. MOJOKERTO tanggal 16 April 2020 mulai acara Pembagian sembako. Kegiatan ini melibatkan semua elemen dari yang paling atas di jajaran organisasi NU dari lembaga dan BANOM NU. Dalam hari ini dari tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat yang paling bawah yaitu anak ranting. Semua bergerak untuk memberikan rasa nyaman dan rasa aman kepada masyarakat yang tengah menghadapi wabah covid 19.

    Ada beberapa hal yang melatar belakangi diadakannya kegiatan tersebut, yaitu amanah dari PBNU untuk memastikan kesehatan dan juga masalah yang paling penting dalam hal ini adalah masalah pangan,kesehatan dan lain sebagainya di tengah wabah covid 19 ini. Tentu sangat berat bagi masyarakat terkait dengan ekonominya, ketahanan pangan, ini yang paling penting!.Ungkap Gus Zamroni Umar selaku pengurus TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. Mojokerto Beliau juga mengajak bersama-sama bergerak serentak tanpa memandang dari lembaga atau organisasi lain.

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Zamroni Umar selaku pengurus TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. Mojokerto

    Kegiatan yang diadakan oleh TIM Gugus Covid-19 PCNU Kab.Mojokerto ini berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 16 April 2020 dan berakhir di tanggal 23 April 2020,sabtu dan minggu libur karena ada kegiatan yang lain. Tapi ini hanya sebagai pematik awal dan berharap masing-masing Majlis Wakil Cabang dan Ranting bergerak secara mandiri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua masyarakat mulai dari tingkat yang paling bawah.

    Sasaran wilayah itu 18 MWCNU yang ada di kab. Mojokerto ini maka, pada tahap pertama ini TIM Gugus COVID-19 membagikan 4000 sembako di 200 ranting. Dan ini adalah Sinergi dari semua elemen baik Lembaga dan Banom NU. Alhamdulillah TIM Gugus COVID-19 sudah melakukan pembagian 5.000 masker dan penyemprotan disinfektan yang laksanakan secara masif oleh BANSER, ANSOR, LPBI, IPNU, FATAYAT dan dari semua elemen dibawah naungan NU, sudah ada sekitar 1000 masjid dan tempat ibadah yang secara rutin sudah dilakukan jadwal penyemprotan.

    Dan harapan diadakan kegiatan seperti ini, Negara hadir ditengah-tengah masyarakat menghadapi wabah covid-19 serta lebih bijaksana agar masyarakat dapat jaminan ketahanan dan pangan jaminan kesehatan. Apalagi di Mojokerto yang sudah masuk zona merah mulai tanggal 14 April 2020 kemarin,tentu harus kita hadapi dan menjadi tugas yang berat bagi semua lapisan masyarakat. Pemerintah harus bertindak nyata bergerak secara cepat dan tepat. (red. abi)

  • KUNJUNGAN SORBAN INFOKOM BANSER MOJOKERTO DIPENJAGAAN POSKO NU PEDULI COVID-19

    KUNJUNGAN SORBAN INFOKOM BANSER MOJOKERTO DIPENJAGAAN POSKO NU PEDULI COVID-19

    SORBAN Infokom – Dalam peninjauan lokasi posko NU Peduli covid-19 yang diadakan oleh MWCNU Pacet, kali ini SORBAN Infokom Banser Mojokerto sempat berbincang-bincang dengan satgas NU peduli covid-19 yang ada dilokasi, minggu 12 April 2020.

    Dalam keterangan yang diperoleh dari tim satgas NU PEDULI covid-19, sudah ada 25 orang dalam 1 hari ini yang butuh informasi dan edukasi mengenai covid-19. Mereka di berikan sosialisasi mengenai bagaimana cara cuci tangan, pentingnya masker untuk menjaga terhindar dari virus tak luput juga amaliyah-amaliyah dan doa-doa islam dalam menghadapi wabah yang sekarang ini meluas ke berbagai wilayah.

    Penjagaan posko NU PEDULI covid-19 yang dikoordinasi oleh pengurus posko, melibatkan semua unsur lembaga dan banom NU yang ada di Pacet Mojokerto seperti ANSOR, BANSER, IPNU, FATAYAT seperti itu” kata sahabat irdi dan ami selaku perwakilan dari CBP IPNU IPPNU Pacet Mojokerto, yang kebetulan lagi aktif di posko NU PEDULI covid-19 di pacet.

    Untuk hari berikutnya posko sudah terjadwal dimulai dari pukul 07.00 wib sampai pukul 18.00 wib dan terbagi menjadi 2 shift, Hal ini dilakukan terus sampai keadaan dan wabah sudah terkendali. (red.baim)

  • POSKO NU PEDULI COVID-19 PACET DIAWALI BAGIKAN MASKER

    POSKO NU PEDULI COVID-19 PACET DIAWALI BAGIKAN MASKER

    SORBAN Infokom- Dalam menaggapi keputusan PBNU dalam pembentukan satgas NU peduli covid-19 maka Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Pacet mengumpulkan semua lembaga dan banom NU di MWCNU Pacet Mojokerto meliputi Ansor Banser IPNU LTMNU LDNU LAZISNU di Pacet Mojokerto.

    Jum’at 10 April 2020 Pendirian posko NU Peduli dan Hari Sabtunya dimulainya peresmian POSKO NU Peduli yang diawali dengan upacara dan intruksi pelaksanaan kerja dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Penyemprotan disinfectant dan Pembagian Masker gratis di jalan raya yang ada di pacet, dalam kegiatan pembagian masker tersebut, banyak relawan dari berbagai unsur Banom dan Lembaga dibawah naungan NU yang langsung turun kejalan sambil memasangkan masker ke warga sekitar sebagai bentuk penghormatan dan rasa kekeluargaan kepada warga dan pengunjung kawasan pacet.

    Posko yang bertempat di depan gedung graha NU Pacet, itu dibuka dari pukul 07.00 wib sampai dengan 18.00 wib yang terbagi dalam 2 shift dengan pelayanan 24 jam yang terjadwal melibatkan Ansor Banser IPNU Fatayat LAZISNU dll.

    Dengan diadakannya posko NU Peduli covid-19 ini, diharapkan dan dibutuhkan kesadaran bersama menghadapi wabah virus corona tersebut. Hal ini memang tidak melihat siapa saja, tidak memandang siapa dan siapa, agama, golongan, pokoknya semuanya diharapkan agar masyarakat khususnya warga kecamatan pacet mengerti dan faham mengenai tatacara dan bagaimana menghadapi wabah virus tersebut, untuk itu dengan adanya posko NU Peduli, bisa memberikan Informasi dan Edukasi kepada semuanya mengenai wabah corona yang lagi mewabah dengan cepat tersebut. ungkap Sahabat M. Bahrul Ulum selaku ketua pelaksana posko NU Peduli.(red. baim)

    Mudah-mudahan wabah corona ini segera berakhir… Aamiin Ya Robbal’alamiin..
    Selamat Tinggal Corona.. Marhaban Ya Ramadhan..