






Jakarta, CNBC Indonesia – Demi menuju hidup yang normal, Indonesia semakin agresif untuk memborong vaksin virus corona.
Baru-baru ini, pemerintah berhasil mengamankan komitmen pengadaan 40 juta dosis vaksin Covid-19. Ini merupakan kesepakatan antara Bio Farma dan Sinovac Biotech China yang disaksikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Lantas berapa harga vaksin Covid-19 di Indonesia?
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan pengadaan vaksin Covid-19 Sinovac merupakan strategi jangka pendek pemerintah dan untuk kondisi darurat saat ini. Namun untuk jangka panjang pemerintah akan mengedepankan vaksin merah putih.
Berdasarkan kerja sama yang telah ditandatangani dengan Sinovac, pemerintah akan membayar US$8 per dosis untuk bahan baku. Pada tahun depan harga bahan baku ini berkisar US$6 hingga US$7 per dosis.
“Ini bahan baku karena kita ingin belajar memproduksi vaksin, tidak hanya istilahnya terima vaksin yang sudah jadi,” ujar Erick Thohir dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2020).
“Perhitungan awal kami, vaksin ini untuk harganya US$25 (Rp 365 ribu) hingga US$30 (Rp 438 ribu) per orang. Namun Bio Farma sedang menghitung ulang berapa harganya. Nantinya satu orang akan disuntik dua kali dengan jeda 2 minggu,” terang Erick Thohir.
Erick Thohir menambahkan pihaknya juga mengusulkan ada dua skema dalam vaksinasi massal. Yakni vaksin gratis kepada peserta BPJS Kesehatan dan vaksinasi mandiri bagi sebagian masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Hal ini agar tidak membebani keuangan negara.
Informasi saja, vaksin merah putih adalah vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan strain lokal Indonesia. Pengembangan bibit vaksin ini sedang dijalankan oleh Lembaga Molekuler Eijkman.
Bila sesuai rencana uji klinis ke manusia vaksin merah putih akan dilakukan semester II-2021 dan produksi massal vaksin dilakukan pada 2022.(dru)
*sumber cnbcindonesia.com


SORBAN SANTRI- Membahagiakan nya adalah, alhamdulillah santri pesantren berangsur-angsur mulai masuk ke pondok. Dengan melaksanakan Adaptasi Kebiasaan baru, sesuai protokol kesehatan, dan arahan dari dinas kesehatan terkait.
Dengan begitu, kesempatan santri untuk menjadi penghafal Al Qur’an, kini terbuka lebar. Insyaallah.. sudah banyak lulusan kita, bahkan yang belum lulus, santri kita baik MSW dan MSU yang sudah menjadi Penghafal Al Qur’an.
Kedua,
Kabar yang cukup membuat kita haru adalah, para penuntut ilmu dan penghafal Qur’an ini harus Rela melaksanakan sholat di luar masjid, di teras belakang masjid, Masjid pun sudah penuh.
Perjuangan anak-anak untuk tetap semangat belajar ilmu agama dan semangat dalam menghafal al Qur’an, tetap kita jaga semangatnya dan kita doakan.
Kebutuhan lokal tempat Ibadah di pesantren semakin mendesak dan mau tidak mau harus di selesaikan. Fasilitas tempat ibadah di pesantren menjadi sebuah kewajiban.
Semoga Alloh ta’ala senantiasa menjaga anak-anak kita, yang telah giat untuk belajar dan menghafal Al Qur’an..
Baarokallohu fiikum (abi sorban)

SORBAN SANTRI – Sabtu Minggu, 27-28 Juni 2020, berlokasi di SMA Ma’arif Wadaslintang
Wonosobo Jawa Tengah dilangsungkan Simulasi Diklat Banser Masa Pandemi. Meski disebut simulasi, Diklat ini dilaksanakan dengan materi pengkaderan yang standar dengan beberapa penyesuaian, terutama terkait protokol Covid-19.Sebelum tiba di lokasi, 25 peserta calon kader GP Ansor dipersyaratkan dalam : kondisi sehat, membawa masker, membawa peralatan makan, minum, sholat dan mandi sendiri, serta membawa hand sanitizer.





Panitia sendiri tentu saja menyiapkan juga sabun cuci tangan, hand sanitizer, face shield dan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi kegiatan. Selama mengikuti Diklat, peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang diatur di Tata Tertib Pelatihan.Setelah dilakukan evaluasi, format kaderisasi kebiasaan baru ini akan diberlakukan dalam kegiatan pengkaderan GP Ansor di seluruh dunia, tentu saja dengan mengikuti aturan dari otoritas pemerintah setempat. Simulasi Diklat ini sendiri sejak awal telah melibatkan pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat, serta unit Banser BASADA (Banser Husada) dan BAGANA (Banser Tanggap Bencana).Semoga Allah SWT meridloi semua ikhtiar ini.(abi SORBAN)


SORBAN SANTRI- Seperti yang disampaikan oleh KH Afifuddin Muhajir (Rais Syuriyah PBNU dan Wakil Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo saat pengantar BahZOOMasail online, Ahad kemarin) bahwa kita wajib mematuhi Ulil Amri. Dalam kondisi saat ini ada 3, yaitu pemerintah, ahli fikih dan medis.
Ketika kewajiban beragama seperti ibadah, baik Fardlu ain (kewajiban setiap individu) maupun Fardlu kifayah (kewajiban kolektif seperti merawat jenazah) ‘bertabrakan’ dengan kesehatan, maka pelaksanaan dalam agama dilakukan pada tahap di bawahnya. Bukan menjalankan agama dengan menerjang hal-hal yang membahayakan baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Gambar:
1. Ngaji Online Pakai CloudX bersama Telkomsel
2. Pihak berwenang, aparat dan medis, berusaha menyelamatkan kita dari penyakit menular. Gambar dari Gus Dokter Muhammad S Niam (Ketua Perhimpunan Dokter NU).
(kh. ma’ruf khozin)


cyberaswaja.online- Program Jogo Tonggo yang digagas Pemprov Jateng sangat diperlukan masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 seperti sekarang. Di beberapa daerah di Jateng masyarakat sudah menerapkan program Jogo Tonggo untuk menjaga masyarakat di bidang kesehatan, sosial, keamanan, ekonomi, dan sebagainya.
Saya mengapresiasi kegiatan-kegiatan GP Ansor dalam upaya membantu menangani COVID-19. Saya berharap ini berlanjut dan alangkah baiknya apabila dilink-kan dengan program Jogo Tonggo yang ada di tingkat desa.
Jogo Tonggo tidak hanya upaya penanganan COVID-19, namun juga merupakan bentuk mengembalikan ruh gotong royong dan saling membantu satu sama lain sebagai budaya asli bangsa Indonesia.
Dalam Jogo Tonggo terdiri dari tenaga medis, Linmas, dari Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat. GP Ansor bisa bergabung di Jogo Tonggo sehingga program-programnya dapat lebih optimal. (red)
#BersamaLawanCorona #GusYasin
Taj Yasin Maimoen Gerakan Pemuda Ansor


Rencana santri kembali ke pesantren ini digulirkan dengan mempertimbangkan hal berikut:
PROTOKOL KESEHATAN UNTUK USTADZ/USTADZAH/PENGELOLA SELAMA DI PESANTREN
PROTOKOL KESEHATAN PULANG DARI PESANTREN MENUJU KE RUMAH
Sekian skenario santri kembali ke pesantren, semoga bermanfaat.(abi sorban)

SORBAN SANTRI- Operasi tersebut dilakukan karena melaksanakan PSBB dan mencegah penyebaran covid-19 khususnya Kecamatan Pacet, yang dinilai merupakan magnet wisata bagi wisatawan Jawa Timur. dan diharapkan sebagai percontohan wilayah lain. Mengingat Jawa Timur dapat nilai tertinggi di Indonesia dalam penyebaran virus covid-19 tersebut.
Kegiatan ini melibatkan beberapa element pemerintahan yaitu Polsek Pacet, Koramil Pacet, dan organisasi Relawan Banser, Banser Lalu Lintas (balantas), LPBI NU, Welirank Komuniti dan Pramuka, apel dimulai di depan Polsek Pacet sekitar pukul 19.00 wib, Sabtu, 30 Mei 2020.

Skenario dimulainya operasi
Mengingat area pacet adalah kawasan perbukitan dan luas, maka operasi tersebut dibagi 2 kelompok yaitu barat dan timur dengan zona tengah berada di jl. Raya Pacet (polsek pacet). Operasi tersebut bertujuan untuk mencegah menularnya covid-19 dengan cara Menghimbau pada warga dan titik rawan penyebaran virus corona serta memberi semangat pada warga yang melakukan penjagaan posko di tiap-tiap kampung.
Dan bersyukur desa-desa dan zona titik penyebaran covid-19 ( warung tempat nongkrong, dll) sebagaian besar sudah memenuhi standart protokol kesehatan seperti penjagaan wilayah, Pemakaian masker, dan adanya tempat cuci tangan dititik berkumpulnya orang. Ironisnya malah pusat centralnya Pacet, masih banyak pelanggaran mulai dari datangnya pengunjung luar wilayah yang bergerombol dan tidak memakai masker, tidak adanya tempat cuci tangan, bahkan acuh setelah kedatangan tim operasi protokol kesehatan covid-19. Sehingga sempat adanya pengusiran dan bersitegang untuk meninggalkan zona tersebut. Dan rata-rata kendaraan yang mereka pakai itu bodong (tanpa stnk dan sim), kata salah satu petugas operasi yang kebetulan dari Polsek Pacet.
[su_youtube url=”https://youtu.be/-dXEjUnQLzU”]
Titik tersebut antara lain waduk (tempat nongkrongnya anak bermain game online dan semuanya tidak memakai masker), Pasar Pacet dan pasar wisata pacet ( banyaknya pengunjung dari luar pacet yang sangat penuh dan sesak, rawan penyebaran wabah).
Padahal sebelumnya sudah ada himbauan dari aparat setempat agar setiap pukul 21.00 wib tutup dan selalu pakai masker, tapi masih saja banyak masyarakat yang mengabaikan.(abi sorban)


* TEMPO.CO: “Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tak pernah mengeluarkan seruan yang meminta ulama, kiai, dan ustaz di Indonesia untuk menolak rapid test.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Informasi dan Komunikasi, Amirsyah Tambunan mengatakan seruan itu adalah hoaks. “Itu berita hoaks yang sangat tidak masuk akal,” kata Amirsyah kepada Tempo, Ahad malam, 24 Mei 2020.”
Selengkapnya di “MUI Tak Pernah Keluarkan Surat Agar Ulama Tolak Rapid Test” https://bit.ly/3bWCAo3 / http://archive.md/HeOFU (arsip cadangan).
* Merdeka.com: “Tim cek fakta merdeka.com menelusuri sekaligus mengkonfirmasi kepada MUI.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menegaskan seruan tersebut ialah hoaks atau berita bohong. Dia menjelaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman tersebut.
“Itu pasti hoaks, karena MUI tdk pernah mengeluarkan pemberitahuan seperti itu,” kata Zainut saat dihubungi merdekacom, Minggu (24/5).
Dia juga menjelaskan surat tersebut tidak sesuai dengan kop standar MUI. Serta tutur bahasanya pun tidak sesuai standar MUI.
“Dari kop surat dan isi pemberitahuannya tidak sesuai standar MUI,” tegas Zainut.”
Selengkapnya di “CEK FAKTA: Hoaks Surat MUI Agar Ulama Hati-hati dan Melawan Saat Rapid Test” https://bit.ly/2WWdfGO / http://archive.md/eUH6s (arsip cadangan).
* REPUBLIKA.CO.ID: “Wakil Sekretaris Jenderal bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, menyebarkan berita bohong haram hukumnya bagi umat Islam. Dia kemudian mengingatkan tentang fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalat dalam media sosial.”
Selengkapnya di “MUI tak Pernah Keluarkan Seruan Ulama Lawan Rapid Test Covid” https://bit.ly/3ghjqNa / http://archive.md/eBY16.
* detikNews: “Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja mengeluarkan fatwa terkait hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Fatwa ini mengatur banyak hal, mulai dari cara membuat postingan media sosial sampai cara memverifikasi.
Berikut isi lengkap fatwa tersebut yang dibacakan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, Senin (5/6/2017):”
Selengkapnya di “Isi Lengkap Fatwa MUI Soal Hukum dan Pedoman Bermedia Sosial” https://bit.ly/3d2CJHW / http://archive.md/1uAK4 (arsip cadangan).
* mui.or.id: “HUKUM DAN PEDOMAN
BERMUAMALAH MELALUI MEDIA SOSIAL
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيْمِ
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, setelah :
Menimbang : a. bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi di tengah masyarakat;”
Selengkapnya di “FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor : 24 Tahun 2017” https://bit.ly/3gkx0PO / http://archive.md/dHNO2 (arsip cadangan).


SORBAN SANTRI – Kabupaten Mojokerto mendapat “parsel mengejutkan” di malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu malam (23/5).
Lima warga sekaligus resmi ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Kelimanya tersebar di empat kecamatan zona merah. Mulai dari Sooko 2 orang, Pungging (1 orang), Jetis (1 orang), dan Puri (1 orang).
Catatan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bumi Majapahit. Sehingga total persebaran pasien positif menanjak menjadi 24 orang. “Jumlah pasien positif Covid-19 hari ini (23/5) bertambah lima orang. Jadi jumlah totalnya adalah 24 pasien,” ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, Sabtu malam (23/5).
Kelima pasien tersebut di antaranya adalah perempuan asal Kecamatan Sooko, yang baru saja melahirkan secara caesar pada 15 Mei lalu. Namun, sebelum operasi, pasien lebih dulu di rapid test dan hasilnya reaktif. Beruntung, proses persalinan berjalan lancar dan anaknya dinyatakan selamat dan sehat. (SUMBER :Nadzir/radar mojokerto)