Acara yang dilaksanakan Ahad, 19 Januari 2020 di Graha MWC. NU Pacet Kab. Mojokerto, Pengurus PC GP Ansor Mojokerto mengadakan Pertemuan dengan jajaran pengurus PH dan Lembaga PC GP ANSOR, Kasatakorcab, Ketua dan Sekretaris PAC GP ANSOR, Ketua RA PAC,Kasatkoryon dan Setma Banser Se-Kab. Mojokerto.
Persiapan akhir dirosah kader ula 2020
Menyatukan komunikasi sesuai hasil pertemuan Infokom Banser
Persiapan Diklatsus mMojokerto 2020
Info pertemuan dengan PCNU 2020
Acara yang dimulai pukul 17:00 WIB dan berakhir 01.00 WIB, membahas beberapa poin penting yang menentukan program dan langkah kedepan organisasi antara lain :
Persiapan akhir dirosah kader ula
Menyatukan komunikasi sesuai hasil pertemuan Infokom Banser
InfokomBanserNU-Awal Tahun 2020, pelantikan Pimpinan Ranting GP Ansor desa Sedati yang diadakan di Mushollah Asy-Syakirin Dsn. Ngetrep Ds. Sedati Kec. Ngoro Mojokerto berlangsung semarak ramai. Acara yang dilaksanakan Sabtu, 18 Januari 2020 tersebut dimulai pukul 18.00 WIB diramaikan dengan deretan acara Al Banjari dilanjut dengan Drum band PAC GP Ansor Kec Ngoro Mojokerto. Pembacaan dzikir dan Sholawat kemudian dilanjutkan santunan anak yatim.
Tampak hadir juga tokoh-tokoh masyarakat yang hadir
Banom NU Fatayat-Muslimat-IPNU-IPPNU – Banser Kec. NGORO.
Alhamdulillah antara kerjasama Panitia dan pengamanan Banser Mojokerto, Acara berjalan dengan aman,lancar dan terkendali,kata MOH. SHOCIB WAKIL KEPALA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO.
MOH. SHOCIB WAKIL KEPALA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO
Acara Seperti ini diharapkan dan dijadikan budaya dalam masyarakat karena banyak keutamaan dalam acara tersebut, salah satunya yaitu dengan memperbanyak mengingat Allah melalui berdoa dan berdzikir. Karena dengan memahami keutamaan berdzikir, hati akan merasa tentram karena kita selalu mengingat Allah Ta’ala. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 152 فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ yang artinya:“ Berdzikirlah (ingatlah) kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu!” (QS Al-Baqarah [2] : 152) Allah juga berfirman dalam surat Ar-Ro’d ayat 28 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ yang artinya: “ Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tentram dengan dzikir pada Allah, ingatlah dengan dzikir pada Allah itu, maka hati pun akan merasa aman dan tentram.” (QS Ar-Ro’d : 28)
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto kembali melakukan pelantikan Pengurus Ranting. Kali ini melantik Pengurus Pimpinan Ranting Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto Masa Khidmat 2019-2021 (Sesuai SK tertanggal 25 Desember 2019). Pelantikan tersebut dilaksanakan bersama dengan kegiatan Lailatul Ijtima’ tingkat Ranting NU Desa Ketemasdungus pada Senin malam (20/01), di Musholla Al-Ihsan Dusun Sangkan Desa Ketemasdungus.
Jumlah Anggota GP Ansor Ranting Desa Ketemasdungus yang dilantik sekitar 40 anggota yang terdiri dari 15 Pengurus Harian dan yang selebihnya 25 merupakan Anggota. Menurut sahabat Suyanto selaku Ketua Ranting periode sebelumya (purna tugas), dengan jumlah tersebut tentunya ini merupakan sejarah baru bagi Ranting GP Ansor Desa Ketemasdungus dan sebagai bentuk kebangkitan pemuda Desa Ketemasdungus.
Selanjutnya, sahabat Sobirin selaku Ketua PAC GP Ansor Puri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung Jawab dan amanat organisasi untuk terus melakukan pengkaderan sebagai upaya penguatan NU di masa sekarang pun di masa yang akan datang. Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak baik dari jajaran pemerintah desa, tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang telah mendukung kegiatan pemuda. Ucapan terimakasih juga ditujukan kepada Pengurus yang lama karena adanya pelantikan pengurus yang baru ini tidak lain adalah wujud dari keberhasilan pengurus sebelumnya. Disela-sela ramah-tamah, Bapak Jupri selaku Ketua Ranting NU berpesan semoga perjuangan GP Ansor Ranting Ketemasdungus khususnya dan PAC GP Ansor Puri pada umumnya semakin maju dan mampu bersinergi serta istiqomah.
Di akhir kegiatan sebelum dibacakan do’a, Ketua Ta’mir Musholla, H. Jawawi, beliau menhaturkan kebanggaan yang luar biasa karena tidak menyangka yang hadir di acara lailatul ijtima’ kali ini jauh dari biasanya, membludak. Oleh karena itu beliau menyampaikan permohonan maaf bila ada kekurangan. beliau juga turut memberikan semangat kepada pemuda Ansor dan berpesan agar bapak ibu yang hadir di acara yang dianggap selaku orang tua agar terus mendukung kegiatan para pemuda Ansor. Turut hadir pula pada kegiatan ini Ibu Dwi Siti Kholiyah selaku Ketua Muslimat NU Desa Ketemasdungus yang juga merupakan Kepala Desa Ketemasdungus yang baru saja terpilih pada Pilkades serentak 23 Oktober 2019 lalu. Hadir pula tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat.
Tidak banyak penulis sejarah peran santri dalam perang kemerdekaan yang mengulas panjang lebar tentang kiprah KH. Muhammad Suhud. Padahal begitu besar jasanya dalam membentuk dan melatih para santri sehingga siap berperang baik dalam Laskar Hizbullah maupun Sabilillah.
KH. Muhammad Suhud lahir di Pare Kediri pada tanggal 1 Nopember 1926. Tanggal lahir ini, menurut Gus Yakub, putranya, tanggal lahirnya tidak sesuai, sebab karena urusan dengan pencalonannya menjadi anggota DPR, maka umurnya di-muda-kan. Kemungkinan juga, seperti orang dulu pada umumnya, tidak perduli dengan angka kelahiran. Sehingga ketika diera modern ditanya tentang angka kelahiran, maka akan dikira-kirakan. Apabila mengacu keterangan dari Gus Yakub, kalau umurnya KH. Muhammad Suhud itu “unda undi” dengan KH. Wahid Hasyim, berarti kelahirannya antara tahun 1915-1920. Ini setara pula dengan angka kelahiran dari sahabat sahabt Ansornya di Mojokerto seperti KH. Ahyat Chalimi, KH. Munasir Ali dan Mansur Solikhi yang lahir antara tahun 1915-1920.
KH. Muhammad Suhud memiliki nasab yang bersambung ke jalur Mataram. Hal ini bisa dilacak disilsilah yang ditulis dalam buku Taman Solaya yang sekarang dikomandani oleh KH. Habib Mastur. Ayah dari KH. Muhammad Suhud adalah KH. Hasan Besari bin KH. Raden Khabib bin KH. Raden Muhammad bin Pangeran Hadi Ningrat Kerto Noto Agomo jejuluk KH. Raden Nur Qoyidi bin Sunan Kuning bin Sunan Mas bin Adipati Anom bin Aryo Prabu Adi bin Mas Rangsang bin Mas Jolang bin Sutowijoyo bin Ki Gede Pemanahan.
KH. Muhammad Suhud kecil tinggal di Pare. Setelah tumbuh remaja, ia dibawa oleh orang tuanya tinggal di Sumobito. Di Sumobito ini, KH. Muhammad Suhud remaja belajar mengaji di Masjid Sumobito. Kemudian pada tahun 1930 ia melanjutkan nyantri di PP. Tebuireng. Di PP. Tebuireng ini, ia memperoleh pengalaman luar biasa. Ia selain dididik langsung oleh Hadratus Syeikh Hasim Asyari juga menjadi teman diskusi KH. Wahid Hasyim. Dari KH. Wahid Hasyim inilah KH. Muhammad Syuhud memperoleh ilmu organisasi dan ilmu sosial politik, yang kelak menjadi bekalnya dalam berpolitik pasca kemerdekaan.
Ilmu organisasi dan ilmu sosial politik ini, diperoleh oleh KH. Muhammad Suhud dari KH. Wahid Hasyim, karena pada saat itu, tatkala KH. Wahid Hasyim pulang dari Mekkah, ia mengusulkan reformasi pada sistem pembelajaran yang ada di PP. Tebuireng. Dari bandongan ke sistem diskusi atau musyawarah. Bahkan dalam ilmu terapan, KH. Wahid Hasyim mengusulkan untuk membuat kursus-kursus yang sistematis dan memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang dibuat. KH. Wahid Hasyim juga mengusulkan agar perpustakaan di PP. Tebuireng, tidak hanya sekadar mengoleksi kitab kitab kuning, tetapi juga buku buku berbahasa Inggris, Belanda, melayu dan bahasa bahasa pengetahuan lainnya. Dan KH. Muhammad Suhud memperoleh keberkahan dengan kemajuan yang dialami oleh PP. Tebuireng pada masa itu.
Selain di PP. Tebuireng, KH. Muhammad Suhud juga menimba ilmu diberbagai pesantren, seperti PP. Mojosari Nganjuk, PP. Siwalan-Sidoarjo, dan lain lain. Bahkan menurut Gus Yakub, KH. Muhammad Suhud juga pernah berguru kepada KH. Halim Majalengka. Di Majalengka inilah ia satu perguruan dengan Kyai Yazid, ahli bahasa dari Pare, yang kelak melahirkan seorang murid penggagas Kampung Inggris, Mr. Kalend.
Karir KH. Muhammad Suhud dimulai di MI al Muhsinun Kauman. Ia menjadi Kepala Sekolah di Madrasah milik Nahdlatul Ulama bentukan KH. Zaenal Alim ini. Ia juga dipercaya oleh Hadratus Syekh Hasyim Asyari untuk mendirikan dan membina MI dibeberapa daerah. Biasanya Hadratus Syekh Hasyim Asyari setelah pranata disiapkan, akan mengirim santri untuk tinggal ditempat tersebut dan kemudian dijodohkan dengan gadis daerah tersebut. Sehingga kemudian ia mampu mengembangkan dan menyebarkan Islam di daerah tersebut.
Kemampuan dalam dunia pendidikan semakin terasah, ketika pada tahun 1943, KH. Muhammad Suhud memperoleh kursus pelatihan Guru Agama di Jakarta selama tiga bulan. Dan pada tahun yang sama, KH. Muhammad Suhud juga mewakili Mojokerto ikut kursus pelatihan Kyai di Jakarta selama tiga bulan juga.
Selain menjadi pengajar di MI al Mushinun, KH. Muhammad Suhud juga bergabung menjadi anggota Ansor Mojokerto pimpinan KH. Ahyat Chalimi. Di Ansor, ia berinteraksi secara intens dengan anggota Ansor seperti KH. Munasir Ali, Mansur Solikhi, Mulyadi, Ahmad Yatim dan lain sebagainya. Pada saat Masyumi menyetujui untuk mengirim santri santri bergabung dengan PETA, KH. Muhammad Suhud ikut bergabung. Ia dikirim untuk berlatih militer di Jatinegara dan Jakarta. Dan kemudian mengantarkannya memperoleh kedudukan sebagai Shodancho.
Perlu diketahui, Struktur PETA terdiri atas 65 Daidan (batalyon) yang ada di Jawa dan 3 Daidan di Bali. Tiap Daidan beranggotakan 535 personil dipimpin Daidancho (komandan batalyon) pangkat setingkat mayor dibantu kepala staf berpangkat Chudancho. Setiap Daidan terdiri dari 4 Chudan yang dipimpin seorang Chudancho (komandan kompi) pangkat setingkat kapten. Tiap Chudan terdiri dari 3 shodan yang dipimpin seorang shodancho (komandan peleton) pangkat setingkat letnan. Tiap shodan terdiri dari 4 bundan yang dipimpin seorang bundancho (komandan regu) pangkat setingkat sersan.
Pada saat yang sama, KH. Muhammad Suhud juga ikut tergabung dalam latihan militer di Cibarosa yang diperuntukkan untuk pembentukan Laskar Hizbullah. KH. Muhammad Suhud mewakili Mojokerto bersama dengan Mulyadi dan Ahmad Yatim. Ada cerita menarik saat ia dilatih tentara Jepang. Pemuda-pemuda yang dilatih tentara Jepang itu, pada suatu kali diadu dengan Sumo. Siapa yang kalah, dijamin meninggal dunia. Banyak para pemuda yang mengalami retak tubuhnya. Pada gilirannya, KH. Muhammad Suhud dihadapkan dengan Sumo. KH. Muhammad Suhud merapal Hizib Nawawi dan binasalah sumo itu. Tetapi tentara Jepang, segera mengirim Sumo lagi untuk bergulat dengannya. Sampai lima Sumo terpental. Dan sebelum tenaganya sendiri kehabisan, akhirnya KH. Muhammad Suhud membuat strategi, hanya bertahan hingga waktu lama.
Selesai latihan di Cibarosa, KH. Muhammad Suhud mendapat mandat untuk melatih santri santri memiliki dasar-dasar berperang. Latihannya, kalau di Mojokerto di daerah Prajurit Kulon. Sedang kalau di Jombang, ditempatkan di Mojoagung. Dari alumni-alumni pelatihannya itulah, kemudian KH. Muhammad Suhud bersama pemimpin lainnya membentuk dan memperkuat pasukannya dalam beberapa kelompok. Yang masih muda dimasukkan ke dalam Laskar Hizbullah sedangkan yang sudah berumur dimasukkan ke dalam Sabilillah. Ada juga Laskar yang dibentuk oleh KH. Muhammad Suhud, yakni Laskar M. Laskar M ini terdiri dari para pencuri, perampok dan bandit. Mereka juga dilatih untuk melakukan aksi aksi mengacaukan. Bahkan mereka adalah spionase spionase handal yang kelak dipergunakan oleh tentara republic Indonesia untuk mendapatkan informasi selama perang revolusi.
Ketika Laskar Hizbullah masuk ke dalam TKR, KH. Muhammad Suhud juga ikut bergabung. Dan karir kemiliterannya berakhir saat Indonesia telah merdeka secara bulat pada tahun 1950. Ia mengundurkan diri. Sepertinya alasannya seperti pada umumnya para santri, resolusi jihad hanya mengamanatkan untuk mengusir penjajah. Kala penjajah sudah tidak ada maka mengangkat senjata sudah tidak diperlukan lagi.
Namun demikian, kata Gus Yakub, meskipun KH. Muhammad Suhud mulai fokus ke pesantrennya, Roudlotul Muttaqin Ngares, beliau masih tetap terus diintai oleh para militer, bahkan hendak dikaitkan dengan pemberontakan DI/TII. Dan pada akhirnya, KH. Muhammad Suhud memilih jalur politik untuk melawan berbagai upaya pelemahannya. Pada tahun 1955, ia menjadi DPRD dari jalur Partai NU. Dan kemudian saat orde baru, yang menuntut fusi partai Islam bergabung ke PPP, ia pun bergabung dengan partai yang menaungi umat Islam itu. Tetapi menjelang tahun 1980-an, berbagai intimidasi intimidasi kepada Kyai kerap dilakukan oleh pihak militer. Dan dengan ijtihad politiknya, KH. Muhammad Suhud bergabung dengan Golkar. Keputusan ini pernah mengantarkannya disidang oleh para Kyai. Tetapi dengan argumentasi strategi politiknya, maka para Kyai memahami keputusannya.
Bahkan salah satu idenya, agar kiai NU bisa ada dimana mana, terwujud pasca NU melakukan gerakan khitoh. Wallahualam.
InfokomBanserNU- Konferensi Anak Cabang atau Konferancab yang merupakan majelis tertinggi permusyawaratan GP Ansor di tingkatan Anak Cabang digelar oleh kepengurusan GP Ansor Kecamatan Purwokerto Barat masa hidmat 2018-2020 sore ini di MI Maarif NU 02 Pasir Kidul Purwokerto Barat Kbupaten Banyumas.
Tampak saking asyiknya berkegiatan, para peserta baru istirahat makan ketika jelang sholat ashar, dengan hidangan Ayam Penyet Surabaya di armada yang hadir ke lokasi. Setelah sholat ashar, kegiatan konferancab dilanjutkan dengan sidang LPJ Kepengurusan yang disampaikan oleh Sahabat Andi Isbani selaku ketua, yang telah habis masa tugasnya.
Hujan lebat dan gemuruh petir mengiringi penyampaian LPJ yang dipandu oleh Sahabat H. Faisal Riza selaku Pimpinn Wilayah untuk korda Banyumas-Cilacap dengan didampingi oleh perwakilan pengurus cabang Sahabat M. Luqman.
Hingga berita ini ditulis, sidang masih berjalan alot, belum tampak mengerucut antara diterima atau ditolaknya laporan pertanggungjawaban pengurus yang disampaikan oleh Andi Isbani beserta jajaran pengurus hariannya kepada peserta sidang.
Kegiatan Konferancab yang dibuka oleh Sahabat Ahmad Zaenudin Masdar pada Ahad pagi ini, telah melewati beberapa sidang termasuk sidang komisi-komisi yang membahas berbagi hal terkait pergerakan Ansor di Kecamatan Purwokerto Barat kedepan.
“Dengan mengusung tema -Menyongsong Peradaban yang Lebih Maju Bersama Generasi Muda NU-, konferncab kali ini kami harapkan dapat merealisasikan mimpi dan cita-cita kita bersama, bahwa pemuda sebagai pemegang sejarah di masa mendatang dapat ikut mengawali pertumbuhan peradaban baik yang sudah ada ini menjadi lebih baik lagi, dengan menyerap hal-hal baru yang baik yang mungkin muncul di zaman ini serta tetap melestarikan perihal lama yang baik” ungkap Andi di sela-sela persiapan sidang LPJ kepada tim ACM yang hadir ke lokasi sejak pagi.
Kegiatan yang diikuti oleh 9 ranting dari 7 kelurahan di zona Kota Purwokerto Barat yang rencananya akan berlangsung hingga menjelang maghrib nanti, masih tampak hidmat diikuti oleh semua peserta. (ACM 1028 BMS)
InfokomBanserNU- Senin 20 Januari 2020 18:00 WIB Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan pengarahan pada acara Konfercab XII PC GP Ansor Kudus. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas meminta pimpinan, pengurus, dan kader Ansor maupun Banser di Kudus memegang teguh 4 karakter pemuda. Seluruh karakter tersebut juga harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. “Keempat karakter tersebut yakni:
Pertama, karakter kepemudaan, karakter kerakyatan, karakter keislaman, dan karakter keindonesiaan. Ini semua harus dilaksanakan,” kata Gus Yaqut, sapaannya, Senin (20/1). Keterangan disampaikan saat memberi pengarahan pada acara Konferensi Cabang (Konfercab) XII Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kudus, di Pesantren Miftahul Falah, Cendono, Kudus, Jawa Tengah. Menurut Gus Yaqut, sebagai kader Banser dan Ansor harus tetap memiliki jiwa muda. Semangat para kader Ansor dan Banser, ujarnya, harus menyala, sigap, dan penuh optimisme.
Karakter kedua, yakni karakter kerakyatan meminta kader Ansor dan Banser harus bermanfaat bagi rakyat sekitar, menolong sesama tanpa membeda-bedakan. “Kader Ansor Banser harus dekat dengan rakyat. Membela kepentingan rakyat. Suarakan kemarahan atas segala sesuatu yang merugikan rakyat. Marah kepada korupnya sistem hukum kita, marah kepada eksploitasi sumber daya alam, dan sejenisnya,” tegasnya. Gus Yaqut menjelaskan,
karakter keislaman menuntut para kader untuk menebarkan kedamaian, mendakwahkan Islam Ahlusunnah wal Jama’ah yang adem, sejuk, rahmatan lil alamin. “Dan yang penting lagi, istikamah, mengawal para ulama dan kiai NU,” ucapnya. Selanjutnya,
Ansor Banser Kudus
Ansor Banser Kudus
Ansor Banser Kudus
Ansor Banser Kudus
Ansor Banser Kudus
Ansor Banser Kudus
karakter keindonesian mengharuskan para kader Ansor Banser berada di garis terdepan terhadap semua ancaman bagi keberlangsungan tegak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gus Yaqut juga menyampaikan, selama ini Ansor dan Banser telah dikenal masyarakat luas, serta disegani oleh kawan maupun lawan dibanding organisasi lain. Ia mengatakan, dengan konsistensi kaderisasi dan konsolidasi saat ini anggota tercatat Ansor Banser telah mencapai 7 juta orang. Dengan jumlah besar itu, lanjut Gus Yaqut, para anggota dan kadernya tetap istikamah dan tunduk dalam satu komando pimpinan dan para kiai. “Sebab itulah, dalam Konfercab ini juga harus satu komando. Biasakan musyawarah. Kalau ada tiga calon, rembugan siapa yang akan menjadi ketua, sekretaris, dan Kasatkorcab Bansernya. Nggak usahlah voting-voting segala. Rembugan, jadi nanti tidak aka nada yang kecewa, sakit hati karena kalah,” ujar Gus Yaqut. Sementara itu, Konfercab Ansor Kudus pada akhirnya secara aklamasi memilih Dasa Susila sebagai Ketua PC GP Ansor Kudus masa khidmah 2020 hingga 2024 menggantikan ketua sebelumnya, Sarmanta Hasyim. Hadir dalam kesempatan itu selain Ketua Umum PP GP Ansor, Plt Bupati Kudus Hartopo, Ketua PCNU Kudus KH Asyrofi Masyito, jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, Ketua PW Ansor Jateng Sholahuddin Aly dan pengurus, pejabat TNI/Polri, serta undangan lainnya.
Cyberaswaja.online|Gedeg. Memperingati HARLAH NU ke-94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU – Sesuai namanya, BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) pasukan elit Nahdlatul Ulama (NU) ini dididik untuk siap siaga dalam kondisi dan situasi apapun. FOTO: Kepala Banser bersama jajarannya di Makam Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto.
Satuan Koordinasi Cabang (SATKORCAB) Banser kabupaten Mojokerto. Pada hari Jumat mereka menggelar Bhakti Sosial di kawasan makam panjang Desa Losari kecamatan Gedeg Mojokerto. Sejak pagi, ratusan anggota BANSER tersebut nampak semangat membersihkan area makam KH. Zainal Alim (Rois Syuriyah pertama PCNU kabupaten Mojokerto). 31/1/2020. FOTO: Banser membersihkan Makam KH. ZAINAL ALIM, Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Mojokerto, Ali Mohammad Nasih memang telah mengintruksikan kepada KASATKORCAB agar selain kegiatan pam keamanan, apel kebangsaan dan ngaji organisasi, BANSER juga bergerak aktif kegiatan social kemasyarakatan seperti ini. Terlebih ini adalah makam Kyai NU. “Kegiatan bersih makam ini dilakukan untuk menyambut HARLAH NU ke-94 dan sebagai bentuk bhakti santri pada Kyainya”Ungkap KASATKORCAB BANSER Mojokerto H. Moh. Yunus. FOTO: Baksos BANSER di MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM “BANSER itu juga santri. Jadi harus khurmat Kyai, lah. Apalagi ini kan HARLAH NU,”Tambah Abah Yunus, sapaan akrabnya, Jumat (31/1/2020).
Kegiatan sosial ini dilaksanakan guna menumbuhkan serta menguatkan rasa kebersamaan dan kegotong-royongan khususnya sesama anggota BANSER, umumnya kepada masyarakat.
“Banser jaman sekarang dituntut semangat dan kesadarannya. Selain ngalap barokah (mencari berkah) kegiatan seperti ini dilakukan juga untuk uri-uri tradisi NU. Orang NU sejak dulu kan suka gotong royong dan menjaga kebersamaan,”imbuhnya. FOTO: BANSER Tabur Bunga di makam ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
Kegiatan Baksos di Makam ini dihadiri sekitar 110 personil BANSER dari perwakilan seluruh PAC (Pimpinan Anak Cabang) se-Kabupaten Mojokerto, yang turut serta dalam kegiatan ini. Rencananya kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan dan akan disebar ke makam para Kyai NU di kawasan Mojokerto. (wg/infokom)
InfokomBanserNU- Belajar berorganisasi pada saat sekarang ini memang sangat diperlukan, terutama untuk generasi2 muda yang kelak menjadi penerus bangsa. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa saat ini banyak organisasi yang justru menjerumuskan generasi muda kita kedalam lembah kesesatan.
Menyikapi hal tersebut, MA Al Hidayah PUrwojati mengadakan kegiatan Penguatan Keorganisasian untuk Pengurus OSIS yang baru dilantik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Januari s/d 1 Februari 2020 dan diikuti oleh 30 siswa MA Al Hidayah Purwojati.
Menurut Kepala Madrasah, Bapak Panggih Widodo, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan untuk memantapkan para Pengurus OSIS agar dapat menjadi organisator yang baik, dan tidak bertentangan dengan Pancasila.
Dalam kegiatan ini, pihak MA Al Hidayah Purwojati mempercayakan pada PAC Ansor Purwojati untuk menghandle untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa.
Menurut Ketua PAC Ansor Purwojati, sahabat Yuslihudin, kegiatan semacam ini bernilai sangat positif bagi siswa2 ataupun generasi muda. Terlebih lagi, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk menguatkan aqidah aswaja An-Nahdliyah serta menangkal radikalisme yang sekarang marak di Indonesia.
Lebih lanjut, sahabat Yuslih menyampaikan bahwa kegiatan ini hendaknya bisa dilaksanakan oleh sekolah2 lain, agar nantinya tercipta generasi muda yang unggul, bukan hanya dalam bidang akademik, tp juga bisa meneruskan perjuangan generasi sebelumya yang beraqidah ahlussunnah wal jamaah anNahdliyah dan tidak bertentangan dengab Pancasila Dan UUD ’45. (ansor pejogol) #PCNUbanyumas #PCAnsorbanyumas #PACAnsorpurwojati #ACMbanyumas #ACMcikalpurba #Ansormedia
Cyberaswaja.online|Pungging. Sungguh semangat yang luar biasa kita acungkan 4 jempol kepada para jama’ah dan penggemar Dzikir dan Sholawat pada hari Sabtu malam pukul 20.30wib sampai selesai. Meskipun hujan terus melanda mulai dari sore tadi tapi tetap semangat dan pantang menyerah para Jama’ah untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat.(01/02/2020).
Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
Kegiatan Dzikir dan Sholawat ini di adakan oleh LMDS-RA GP.Ansor PAC Kec.Pungging bersama MBS (Majelis Bronto Sholawat) dihadiri oleh para Ulama’ dan Umaro’ diwilayah Kec.Pungging serta dihadiri jamaah sekitar 1.500 orang.
Foto: Seni Sholawatan
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, terlihat BANSER sebagai Garda Terdepan Bangsa ini, juga menjaga untuk memastikannya kegiatan berjalan dengan baik. (Irul/infokom)
wp.sorbansantri.com -Mengawali tahun baru 2021 , pimpinan gerakan pemuda Ansor kabupaten Brebes mengelar agenda kaderisasi untuk calon anggota Ansor dan Banser kabupaten Brebes . Yang telah hampir 1 tahun di 2020 tidak ada kaderisasi di karenakan wabah pademi yang sedang menjangkit wilayah Indonesia , khususnya di kabupaten Brebes .
Pada hari Sabtu ( 30/01) dilaksanakan pelatihan kepemimpinan dasar( pkd ) di PAC Ansor Brebes ,dan perdana di laksanakan di PAC kecamatan Brebes yang bertempat di madrasah ibtidaiyah iT desa pagejuang , kecamatan Brebes . Jumlah peserta yang mengikuti kaderisasi pkd ini sangat di batasi dengan jumlah 70 orang .
kegiatan tersebut tidak lupa menerapkan protokol kesehatan yang saat ketat sesuai anjuran dari pemerintah . Ketua PC ansor brebes sahabat Ahmad munsif Marsudi secara langsung memberikan arahan dan membuka kegiatan tersebut dengan berlangsung 2 hari ke depan . Di hadiri oleh Gus Iqbal Tanjung ( ketua MDS rijalul Ansor kab.brebes. (corp banser nusantara)