Tag: jawa

  • Prabowo-Gibran Resmi Jadi Presiden RI 2024-2029, Berikut 10 Janji Kampanye yang Ditepati

    Prabowo-Gibran Resmi Jadi Presiden RI 2024-2029, Berikut 10 Janji Kampanye yang Ditepati

    wp.sorbansantri.com – KPU telah secara resmi mengumumkan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029. Keputusan ini diambil setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan oleh Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

    Dengan demikian, Prabowo-Gibran akan menjadi pemimpin berikutnya bagi Indonesia, menggantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amien.

    Laman: 1 2

  • Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    wp.sorbansantri.com – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, telah mengumumkan bahwa partainya akan memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Deklarasi ini dilakukan setelah pertemuan tertutup antara Paloh dan Prabowo Subianto, presiden terpilih, di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra di Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2024).

    “Dengan ini, Nasdem mengkonfirmasi dukungannya untuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran,” ujar Paloh dalam konferensi pers bersama Prabowo.

    Ia juga menambahkan, “Kita ingin mengakhiri perdebatan seputar pemilihan umum. Sekarang, fokus kita adalah bagaimana kita bersama-sama membangun negara ini ke depannya.”

    Paloh dan Prabowo, bersama dengan anggota elite dari Partai Nasdem dan Gerindra, bertemu selama sekitar satu jam pada Kamis sore. Paloh menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang terbuka, hangat, dan tanpa batas, mengingat hubungan persahabatan yang sudah terjalin antara dirinya dan Prabowo selama bertahun-tahun.

    Meskipun selama pemilihan berlangsung persaingan ketat, Paloh menekankan bahwa semua peserta pemilu tetaplah bagian dari satu keluarga besar Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini adalah waktu untuk bersatu kembali, baik bagi para elite maupun kontestan Pilpres 2024.

    Prabowo juga menyoroti pentingnya persatuan dalam menjawab tuntutan masyarakat. Baginya, bersatu bisa dilakukan baik dalam struktur pemerintahan maupun dalam peran oposisi.

    “Kita harus bersatu, baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, demi kebaikan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

    Ia juga menegaskan bahwa untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi Indonesia, seluruh elite harus bekerja sama dan meninggalkan perbedaan serta halangan yang menghalangi kerjasama.

    “Persatuan elite adalah kunci bagi kemakmuran negara ini. Mari kita bersama-sama tinggalkan perbedaan dan rasa yang menghalangi kerjasama kita,” pungkas Prabowo. (AI Sorban)

  • Nasib Seorang Ayah: Kisah Pilu di Balik Tindakan Kejahatan

    Nasib Seorang Ayah: Kisah Pilu di Balik Tindakan Kejahatan

    wp.sorbansantri.com – Di tengah kecamuk hukum yang tak kunjung menemukan titik terang, sebuah kisah menyayat hati terungkap di jalanan kota. Seorang ayah, dalam keputusasaannya mencari nafkah, tertangkap tangan oleh warga karena mencuri. Ironisnya, ketika supremasi hukum seharusnya ditegakkan, main hakim sendiri menjadi jawaban bagi sebagian orang. Pria malang itu dianiaya hingga tak bernyawa, sementara di tempat lain, koruptor besar dengan bebasnya meninggalkan negeri tanpa rasa takut akan hukuman.

    Tragedi ini semakin memilukan ketika sebuah ponsel tua berdering, mengungkapkan suara lugu seorang anak yang tak tahu apa-apa. “Halo, Ayah… Apakah Ayah sudah dapat uang untuk membeli beras? Kami sudah lapar sekali… dari pagi belum makan.” Kalimat itu seakan menjadi tamparan bagi mereka yang mendengarnya, menyadarkan bahwa di balik setiap kesalahan, ada kisah yang tidak diketahui.

    Kisah ini adalah pengingat pahit bahwa terkadang, keadilan yang kita cari terkubur dalam tumpukan prasangka dan kemarahan. Nasib seorang ayah, yang hanya ingin memberi makan keluarganya, berakhir tragis di tangan mereka yang kehilangan belas kasih. (AI Sorban)

  • Duel Kepemimpinan di Pilbub 2024 Kabupaten Mojokerto: Mengupas Kekuatan dan Kelemahan Ikfina vs. Gus Barra

    Duel Kepemimpinan di Pilbub 2024 Kabupaten Mojokerto: Mengupas Kekuatan dan Kelemahan Ikfina vs. Gus Barra

    wp.sorbansantri.com – Dalam Pilbub 2024 Kabupaten Mojokerto, Ikfina dan Gus Barra adalah dua figur penting yang saling bersaing untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Berikut ini adalah peta kekuatan masing-masing kandidat:

    1. Kekuatan Ikfina:
      • Rekam Jejak: Ikfina memiliki pengalaman sebagai Bupati Kabupaten Mojokerto dalam periode sebelumnya. Ini memberinya keunggulan karena masyarakat dapat menilai kinerjanya selama masa jabatan sebelumnya.
      • Pencapaian Infrastruktur: Ikfina dikenal dengan pencapaian dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan sarana publik lainnya. Hal ini meningkatkan citra positifnya di mata sebagian masyarakat.
      • Dukungan Partai: Ikfina didukung oleh partai politik yang memiliki basis massa yang kuat di Kabupaten Mojokerto. Dukungan partai ini dapat memberinya akses ke sumber daya dan jaringan politik yang luas.
  • Sekolah Kok Mbayar? Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Tanggung Jawab Negara atau Individu?

    Sekolah Kok Mbayar? Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Tanggung Jawab Negara atau Individu?

    wp.sorbansantri.com – Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun sebuah bangsa. Di Indonesia, konsep mencerdaskan kehidupan bangsa telah lama menjadi semangat dan visi bersama. Namun, seringkali muncul pertanyaan yang menggelitik: mengapa sekolah kok harus membayar? Bukankah mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab negara?

    Pertanyaan ini menjadi sorotan karena fenomena biaya pendidikan yang terus meningkat, terutama di tingkat pendidikan lanjutan seperti perguruan tinggi. Banyak orang tua dan mahasiswa merasa tertekan dengan beban biaya pendidikan yang semakin berat, bahkan mengakibatkan adanya kelompok masyarakat yang sulit mengakses pendidikan tinggi.

    Sebenarnya, konsep “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang merupakan salah satu asas dalam Undang-Undang Dasar 1945, memang menempatkan negara sebagai pelaku utama dalam penyediaan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya dan berbagai faktor lainnya membuat biaya pendidikan tidak sepenuhnya ditanggung oleh negara.

  • Permasalahan dan Kolaborasi: PCNU Kabupaten Mojokerto dan RS Sakinah

    Permasalahan dan Kolaborasi: PCNU Kabupaten Mojokerto dan RS Sakinah

    wp.sorbansantri.com – Kabupaten Mojokerto menjadi saksi dari kolaborasi menarik antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto dengan Rumah Sakit Sakinah (RS Sakinah) dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan sosial yang tengah mengemuka. Ini adalah langkah nyata dalam memanfaatkan potensi lokal untuk memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.

    Salah satu permasalahan yang menjadi fokus utama adalah aksesibilitas terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. RS Sakinah, sebagai lembaga kesehatan yang berkomitmen pada pelayanan yang humanis dan bertanggung jawab, bersama PCNU Kabupaten Mojokerto berupaya untuk memberikan layanan yang lebih merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Putri Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Lepas Hijab: Kontroversi dan Pesan Kemanusiaan dari Buku “Sapiens”

    Putri Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Lepas Hijab: Kontroversi dan Pesan Kemanusiaan dari Buku “Sapiens”

    wp.sorbansantri.com- Kabar mengenai putri dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang memutuskan untuk melepas hijabnya telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Keputusan ini memicu beragam reaksi dan perdebatan terkait dengan isu agama, identitas, serta kebebasan berpakaian. Namun, di balik kontroversi ini, ada pesan kemanusiaan yang muncul dari sebuah buku yang disebut-sebut memengaruhi keputusan tersebut, yaitu “Sapiens” karya penulis asal Israel, Yuval Noah Harari.

    Keputusan tersebut diumumkan oleh Zara melalui pesan panjang di akun Instagram pribadinya pada tanggal 5 April 20241. Dalam pesannya, Zara menyebut bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang mendalam1.
    Setelah pengumuman tersebut, netizen mulai menyoroti buku bacaan Zara. Salah satu buku yang menjadi sorotan adalah “Sapiens and Homo Deus” karya Yuval Noah Harari1. Harari, penulis buku tersebut, dikenal sebagai pendukung zionis1.

  • Israel Siap Serang Iran Tanpa Bantuan AS

    Israel Siap Serang Iran Tanpa Bantuan AS

    TEL AVIVIsrael “siap” untuk menyerang Iran dan dapat melakukannya bahkan tanpa dukungan dari Amerika Serikat (AS). Begitu laporan media Israel mengutip pernyataan Kepala Staf IDF, Herzi Halevi.

    “Kami siap bertindak melawan Iran. Tentara Israel memiliki kemampuan untuk menyerang baik di negara yang jauh maupun di dekat rumah,” lapor i24NEWS mengutip Halevi yang mengatakan kepada radio tentara IDF seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (6/4/2023).

    Dia mengatakan bahwa IDF akan meningkatkan kemampuannya untuk melakukan serangan pre-emptive terhadap Iran dalam beberapa tahun ke depan, dan bahwa serangan semacam itu akan “luar biasa” terlepas dari jarak geografis.

    “Kami tahu bagaimana bertindak sendirian. Kami adalah negara berdaulat yang berhak membuat keputusan sendiri. Akan baik jika Amerika Serikat berada di pihak kita, tetapi itu bukan kewajiban,” tambahnya.

    Komentar ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, dengan Iran menuduh Israel membunuh dua personel militernya di Suriah pekan lalu dan bersumpah untuk membalas.

    Israel menuduh Iran memburu senjata nuklir, klaim yang dibantah Iran. Israel sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika upaya diplomatik gagal mengekang program nuklir Iran, Israel akan mengambil tindakan militer.

    Ada ketidaksepakatan publik yang jarang terjadi antara Israel dan AS, dengan Presiden Joe Biden meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mundur dari upaya melemahkan peradilan, yang telah memicu protes besar-besaran di Israel.

    Netanyahu menjawab bahwa dia tidak akan tunduk pada tekanan asing tetapi mengambil nada yang lebih damai ketika dia berpartisipasi dalam pertemuan puncak demokrasi yang diserukan oleh Biden.

    Setelah perbedaan itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menelepon mitranya dari Israel Eli Cohen dan menegaskan kembali pentingnya hubungan bilateral AS-Israel yang bertahan lama, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel. (red)

  • Miris! Gaji Guru Honorer Hanya 150 Ribu Per Bulan, Setimpalkah?

    Miris! Gaji Guru Honorer Hanya 150 Ribu Per Bulan, Setimpalkah?

    wp.sorbansantri.comGuru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk masa depan generasi muda. Namun, di balik dedikasi mereka, terdapat kisah-kisah yang memprihatinkan. Salah satunya adalah gaji guru honorer yang hanya mencapai Rp150 ribu per bulan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang situasi ini dan mengapa perubahan diperlukan.

    Guru Honorer: Pekerjaan yang Tidak Dihargai
    Guru honorer adalah mereka yang mengajar tanpa memiliki status pegawai negeri atau kontrak tetap. Mereka sering mengajar di sekolah-sekolah swasta atau daerah terpencil. Meskipun berperan penting dalam pendidikan, gaji mereka jauh dari layak.

    Kisah Dina Fatma: Gaji Rp150 Ribuan
    Sebuah video viral di media sosial menampilkan Dina Fatma, seorang guru honorer, membuka amplop berisi gaji pertamanya. Dengan wajah terkejut, dia menemukan hanya satu lembar uang Rp100 ribu dan satu lembar uang Rp50 ribu. Padahal, jam kerjanya adalah lima jam pelajaran per hari, dengan bayaran Rp30 ribu per jam. Jika dihitung, gajinya seharusnya Rp600 ribu per minggu. Namun, kenyataannya sangat berbeda.

    Minimnya Penghargaan untuk Jasa Guru Honorer
    Dina bukanlah satu-satunya guru honorer yang menghadapi situasi ini. Banyak dari mereka merasa tidak dihargai dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaji yang minim membuat mereka bertahan dengan susah payah.

    Tuntutan Perubahan
    Kita perlu mengubah paradigma tentang gaji guru honorer. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
    Peningkatan Gaji: Pemerintah dan lembaga pendidikan harus meningkatkan gaji guru honorer agar sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab mereka.
    Perlindungan Hukum: Guru honorer perlu mendapatkan perlindungan hukum yang memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
    Transparansi: Sekolah harus transparan mengenai sistem penggajian dan memastikan gaji sesuai dengan jam kerja yang sebenarnya.

    Kesimpulan
    Gaji guru honorer yang hanya Rp150 ribu per bulan adalah cermin ketidakadilan. Mari bersama-sama berjuang agar para pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapatkan penghargaan yang setimpal. Semoga perubahan segera terjadi demi masa depan pendidikan di Indonesia. 🙏

    Ada beberapa cara kita bisa mendukung guru honorer secara langsung:

    1.     Donasi Langsung: Berkontribusi dengan memberikan donasi langsung kepada guru honorer. Ini bisa berupa uang tunai, sembako, atau kebutuhan lain yang mereka butuhkan.
    2.     Bantuan Pendidikan: Jika Anda memiliki keterampilan atau pengetahuan tertentu, Anda bisa membantu guru honorer dengan memberikan pelatihan atau bimbingan kepada mereka. Misalnya, mengajari mereka teknik pengajaran yang lebih efektif.
    3.     Aktivisme: Berpartisipasi dalam kampanye atau aksi yang memperjuangkan hak-hak guru honorer. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita bisa mendorong perubahan kebijakan yang lebih baik.
    4.     Beli Karya Mereka: Jika guru honorer memiliki karya seni atau produk lain, belilah dari mereka. Ini bisa membantu meningkatkan pendapatan mereka.
    5.     Bergabung dengan Komunitas: Bergabung dengan komunitas yang peduli dengan pendidikan dan guru honorer. Bersama-sama, kita bisa mencari solusi dan memberikan dukungan.
    Ingatlah bahwa setiap tindakan kecil pun bisa berarti banyak bagi guru honorer. Mari bersama-sama berkontribusi untuk memperbaiki situasi mereka. 🙏 (red)

  • MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    SORBANSANTRI.COM
    ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)

    wp.sorbansantri.com – Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)

    Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat  kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.

    —000—

    Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi-  sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”.  Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.

    —ooo—

    Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.

    Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa  desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.

    Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an  “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.

    Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)