Tag: kader

  • Adankan Diklat Cyber oleh PC Ansor Ponorogo, PAC ANSOR Babadan respon cepat dengan mengirimkan ucapan selamat sekaligus delegasi peserta

    Adankan Diklat Cyber oleh PC Ansor Ponorogo, PAC ANSOR Babadan respon cepat dengan mengirimkan ucapan selamat sekaligus delegasi peserta

    Ponorogo, wp.sorbansantri.com – Masuknya digitalisasi di seluruh aspek kehidupan, sudah menandakan era 5.0 sudah sangat melekat di kehidupan sekarang ini. Peran media sebagai alat komunikasi menjadi suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk beradaptasi dan mempelajarinya.
    Selain sebagai sarana hiburan, media sosial menjadi sarana paling efektif untuk menyebarkan informasi yang sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat.
    Melihat tantangan dan kebutuhan di atas, Ansor Ponorogo mengadakan Diklat Cyber pada hari sabtu 7 November 2021 di Sekolah PGRI 2 Ponorogo dengan tujuan untuk menyiapkan kader-kader PAC se-Ponorogo untuk berperan aktif di dunia maya.
    Ansor babadan, sebagai salah satu PAC di Ponorogo merespon cepat dengan mengirimkan 4 delegasi kader untuk mengikuti Diklat Cyber tersebut, yaitu Munif dan Arif di kelas Fotografi, Robi di kelas Desain, dan Aji di kelas medsos dan Jurnalistik.
    Ketua PAC GP Ansor Babadan, Latif Nahrawi menyampaikan “Selamat atas terselenggaranya Diklat cyber yang di adakan oleh PC GP Ansor Ponorogo, diklat cyber ini menjadi penting karena dalam hal publikasi kegiatan NU terutama di Babadan perlu di tingkatkan lagi. selain itu, kader Ansor babadan juga harus memiliki kapasitas yang baik dalam dunia cyber”.
    Erik Kurniawan selaku Penasehat INFOKOM menambahkan “Untuk mengawal NU di dunia maya dibutuhkan sebuah tim yang solid, padu, dan kompeten. Infokom Babadan sendiri, pada dasarnya masih kekurangan beberapa SDM untuk menempati pos-pos tertentu. Mendelegasikan peserta diklat, selain untuk upgrade kemampuan dan jaringan, juga upaya penyegaran dan menambah sumber daya millenial yang berfikir progresif.” Ungkapnya kepada Tim medsos dan Jurnalistik PAC Ansor babadan.
    Dapat kita ketahui kegiatan Diklat Cyber diikuti okeh 73 peserta dari seluruh PAC Ansor di Ponorogo, PAC Ansor Babadan salah satunya.
    “Semoga dengan mengikuti kegiatan ini, kedepannya saya mampu berkontribusi lebih untuk mengembangkan Infokom yang ada di Ansor babadan” ungkap Munif selaku perwakilan delegasi peserta dari Ansor Babadan. (Media Ansor Babatan)
  • MELALUI PELATIHAN KEPEMIMPINAN DASAR, KADER ANSOR PACET ADALAH ANSOR KUAT 

    MELALUI PELATIHAN KEPEMIMPINAN DASAR, KADER ANSOR PACET ADALAH ANSOR KUAT 

    Pacet, wp.sorbansantri.com – Ketua MWCNU Pacet Mojokerto merasa bangga dan terharu dengan suksesnya pkd ansor 2021 kec. Pacet Mojokerto. Beliau berharap untuk kedepannya kader-kader hasil Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor bisa istiqomah mengawal NU menjadi lebih baik. 

    Kegiatan akhir PKD diawali dengan pembaiatan kader yang dipimpin oleh demisioner ketua PAC 2015-2021 sahabat MUJIBUR ROHMAN dan dilanjut dengan Apel penutupan PKD 2021 yang pimpin oleh Kasatkoryon Banser Pacet sahabat Bahrul ulum. Turut hadir juga ketua MWCNU kec. Pacet Kab. Mojokerto Ustadz Agus Santoso beserta jajarannya sehingga semangat kader dalam ber-Ansor semakin tegap untuk langkah kedepan.

    Sebagai acara puncak PKD GP Ansor 2021 Pacet Mojokerto, panitia memberikan piagam dan tropi 3 peserta terbaik yang diperoleh dari perwakilan Bendunganjati, Pacet dan Warugunung. Dan masih ada tugas lagi bagi peserta PKD yaitu 3 kali RTL. Mudah-mudahan kader yang dihasilkan bisa menambah wawasan dan semakin kuat dalam gerakan di organisasi Ansor… Aamin ya Robbal’alamiin. (abi sorban)

     

  • PKD PACET 2021 BERHARAP TEMUKAN KADER NGEYEL

    PKD PACET 2021 BERHARAP TEMUKAN KADER NGEYEL

    Pacet, wp.sorbansantri.com – Sudah 2 kali PAC GP Ansor Pacet Mojokerto melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dari Tahun 2015 – 2021. Dan sudah tidak diragukan lagi  pemuda Ansor dari lereng gunung Welirang ini selalu memberikan nuansa istimewa dalam setiap kegiatan. Hal ini tidak luput dari slogan ” Gerakan 1 Komando dan 1 Komandan ” serta selalu tampil cantik dan terorganisir untuk semua hal dalam berorganisasi.

    Untuk peserta yang ikut dalam pengkaderan Ansor tahun 2021 ini sebanyak 73 orang yang berasal dari 18 Ranting di Kec. Pacet. Jumlah tersebut termasuk paling banyak dibanding PAC lain di Kab. Mojokerto yang kebetulan pelaksanaan PKD 2021 bersamaan dengan Kutorejo dan Pungging. Banyaknya peserta kali ini menjadi jawaban akan suksesnya turba dan giat rutin GBS ( Gerakan Bathiniah Spiritual ) yang rutin diadakan setiap ranting, sebagai sarana penjaringan kader. Sehingga dilakukan pergantian penjagaan 4 shift oleh Kepala Balantas ( Banser Lalu Lintas ) Satkoryon Pacet Sahabat Syafi’il Anam, yang saat itu hadir dengan 8 personal anak buahnya.

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang dilaksanakan di PP. AlFalah Pacet Mojokerto diawali dari apel pembukaan Pukul 13.30 wib sampai pukul 08.30 wib (11/7/2021). Semua peserta PKD masih semangat dan antusias mengikuti tiap-tiap materi kegiatan yang harus diikuti. ” rata-rata kelelahan dan sakit kepala ringan dialami Panitia dan Peserta dikarenakan kurang istirahat “ kata sahabat Ismaul Ma’arif, yang berperan sebagai BASADA ( Banser Husada ) dalam kegiatan PKD Ansor 2021 di kec. Pacet Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Abas Ketua Pelaksanaan PKD Ansor 2021 sedang memantau jalannya kegiatan

    Kegiatan kali ini adalah hasil raker GP Ansor dan merupakan pendidikan wajib di GP ANSOR. “Sedangkan persiapan untuk diadakannya PKD 2021 PAC GP Ansor kec. Pacet Mojokerto kali ini dimulai 25 Hari sebelum pelaksanaan dan diharapkan outputnya menciptakan kader yang ngeyel, bandel dalam berorganisasi serta bermanfaat di masing-masing ranting “ ungkap Sahabat Abbas yang saat ini menjadi Ketua Pelaksanaan PKD 2021 Ansor Pacet Mojokerto. (abi sorban).

  • PESAN KADER DAN MoU ANSOR IPNU IPPNU DIPERINGATAN HARLAH GP ANSOR KE 87

    PESAN KADER DAN MoU ANSOR IPNU IPPNU DIPERINGATAN HARLAH GP ANSOR KE 87

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comAnsor selalu mengikuti perkembangan teknologi dengan berbagai terobosan khususnya digitalisasi organisasi. Pada peringatan HARLAH GP ANSOR ke-87 yang digelar di Gedung MWC-NU Pacet Mojokerto. PAC GP ANSOR kec. Pacet Mojokerto melaksanakan acara tersebut dengan mengundang adik-adik dalam BANOM NU khususnya IPNU dan IPPNU. Sabtu, 24 April 2021 / 12 Ramadhan 1442 H. 

    Dalam peringatan tersebut, GP Ansor kec. Pacet Mojokerto mengundang H. Imron Rosyadi yang merupakan mantan kader tulen mulai IPNU, Ansor dan sekarang berada di jajaran pengurus MWC-NU kec. Pacet. Dengan harapan agar kader yang sekarang baik IPNU-IPPNU dan Ansor, mendapatkan terobosan dan pengalaman dari beliau yang pernah berada dalam organisasi tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Nuril Huda dan H. Imrod Rosyadi dalam acara HARLAH GP ANSOR ke 87 Pacet Mojokerto

    Acara yang dikemas dengan tema ” PESAN KADER “ yang disampaikan oleh H. Imron Rosyadi adalah tampilkan ide-ide kreatif yang bisa mewarnai kecamatan Pacet. ” Perlu diadakan study banding dengan kawasan atau wilayah yang ada di lereng Gunung Welirang, seperti kota Batu, Prigen dan lainnya” kata H. Imron Rosyadi dalam penyampaian acara HARLAH GP Ansor yang ke-87.

    Karena masih dalam suasana bulan suci Ramadhan maka, kegiatan yang diawali pada pukul 16.00 wib ini dilanjutkan dengan sholat Magrib berjamaah dan dilanjut Buka puasa bersama. Acara semakin marak dengan adanya hiburan akustik dari IPNU dan IPPNU.

    Dalam memanfaatkan momen HARLAH GP ANSOR ke-87, ketua Ansor kec. Pacet Mojokerto mengadakan MoU dengan IPNU dan IPPNU untuk selalu bersinergi sebagai satu kesatuan banom NU seperti Kakak dan Adik. Dengan tujuan agar dalam berorganisasi harus solid dan terarah sebagai satu kesatuan. (abi Sorban)

     

  • Gus Latif Mengingatkan Tugas Berat Rijalul Ansor di Dirosah Kader Ula II

    Gus Latif Mengingatkan Tugas Berat Rijalul Ansor di Dirosah Kader Ula II

    Cyberaswaja.online|Ngoro — Pimpinan Pusat Rijalul Ansor (PP RA) Gus Abdul Latif nampak bahagia dan terharu dengan semangat para kyai muda NU dan Ustadz-ustadz Muda di Mojokerto.
    Saat memberikan sambutan pada penutupan Dirosah Kader Ula II (DKU-II) yang digelar Pengurus Anak Cabang Rijalul Ansor Kec. Ngoro Kab. Mojokerto tersebut beliau menyatakan syukur dan kekagumannya atas antusias ratusan peserta dari Jumat (24/1) siang hingga Ahad (26/1) sore ini. Beliau juga mengingatkan tugas berat Rijalul Ansor. 26/01/2020

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Kanan: PW Rijalul Ansor (Shbt.Anjab), Tengah (Gus Abdul latif), kiri Ketua RA PC (Gus Lutfi Hakim)

    Selain Gus Latif, hadir juga Ketua PW Rijalul Ansor Jatim dan jajaran pimpinan PC GP ANSOR dan MWC NU Kec. Ngoro berserta badan-badan otonom, termasuk pengasuh Pondok Pesantren Sabilillah, KH. Muallimin.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pengurus RA Cabang dan Wilayah

    “Saya sangat terharu, kegiatan DKU ini diikuti ratusan kader Kyai Muda. Bahkan ada Peserta yang datang dari luar PC Mojokerto. Naik bus dari Lamongan kemari. Ada juga dari PC Gresik dan Sidoarjo. Menempuh berjam- jam perjalanan hanya untuk bisa mengikuti DKU-II ini. Sungguh semangat yang luar biasa untuk berkhidmad di Ansor. Apalagi kegiatan seperti ini tidak gratis. sahabat-sahabat harus membayar sendiri untuk bisa ikut Dirosah ini. Subhanallah, semoga ini menjadi bukti agar dipantaskan dan diakui menjadi santri Mbah Hasyim Asy’ari dan para Muassis NU,” kata Gus Latif memberikan sambutan pada hari Ahad (26/1/2020), disambut tepuk tangan para hadirin.

     

    Dihadapan ratusan peserta DKU-II Gus Latif juga mengatakan bahwa masa depan NU dan Indonesia ada di tangan kader-kader Ansor. Merekalah yang akan menjadi para pemimpin NU dan generasi masa depan.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Gus Abdul Latif Penutupan Dirosah Kader Ula II

    “Pengkaderan seperti ini sangat penting, karena akan membuka pikiran dan menambah wawasan generasi muda NU agar lebih fokus dalam pergerakan, menyebarkan ideologi Islam Nusantara yang rahmatan lil alamin demi membendung laju ideologi yang membahayakan NKRI.
    Ini tugas berat tapi harus kita lakukan demi meneruskan perjuangan para masyayikh” tambahnya.

    Gus Latif mengatakan, kader muda NU di semua lini harus bergerak demi menjaga warisan yang agung ini. Terlebih lagi Rijalul Ansor yang memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk membentengi aqidah warga NU dari rongrongan ideologi yang memecah belah negeri ini.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pimpinan Pusat Rijalul Ansor
    Gus Abdul Latif

    ” NU dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Ini adalah warisan perjuangkan para muassis NU. Tanggung jawab kita untuk menjaganya. Di tangan ANSOR hal ini dipertaruhkan. Kita harus siap melawan segala bentuk gerakan yang membahayakan aqidah Aswaja An Nahdliyyah dan keutuhan NKRI”,pungkasnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pengurus Rijalul Ansor Cabang Mojokerto

    Upacara penutupan DKU-II yang dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Sabilillah, Watusari Ngoro ini ditutup dengan doa dari para Kyai NU dilanjutkan dengan pembacaan baiat kader.
    Keharuan pun terasa saat dimulainya prosesi siraman sebagai tanda kelulusan kader.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Panitia Dirosah Beserta Pengurus MWCNU Ngoro dan Banser

    Banyak peserta yang tak mampu lagi membendung air matanya saat lantunan sholawat mengiringi proses hormat dan mencium bendera merah putih, bendera NU dan Ansor. Banyak tamu undangan mengalami hal yang sama. Seolah turut merasakan betapa beratnya ingin menjadi santri yang diakui oleh Mbah Hasyim Asy’ari.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: proses Penutupan Dirosah Kader ula

    Menjelang Maghrib prosesi baiat selesai dan acara ditutup dengan sungkeman kepada para Kyai. (Ki Narto/Ketua Panitia/Pengurus Rijalul Ansor Cabang)

  • 1000 KADER ANSOR BANSER RA BANYUMAS LONGMARCH PERINGATI HARI PAHLAWAN

    1000 KADER ANSOR BANSER RA BANYUMAS LONGMARCH PERINGATI HARI PAHLAWAN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Hari ini (Ahad,15/11/2020) seluruh kader Ansor dan Banser PC Banyumas berkumpul di Alun – Alun kota Purwokerto guna mengikuti acara “PARADE MERAH PUTIH” dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2020 kemaren.

    Di hadiri sekitar 1000 Kader Ansor – Banser – Rijalul Ansor yang berada di seluruh Kabupaten Banyumas. Acara yang di mulai pukul 13.00 WIB dengan acara pembukaan yang di pimpin oleh Ketua PC GP. Ansor Kab. Banyumas (Sahabat Zaenudin Masdar) dan Do’a oleh Ketua PC Rijalul Ansor Kab. Banyumas (Habib Abdul Qodir Maulakhailah).

    Meskipun sejak mulainya acara kota Purwokerto di Guyur hujan,namun seluruh Kader Ansor Banser tetap semangat, karna acara ini menjadi moment berkumpulnya seluruh Kader Ansor Banser setelah sekian lama tidak ada kegiatan besar karena masa pandemi Covid-19.

    Longmarch yang start dan finish di Alun – alun Purwokerto dengan urutan Mobil Patwal Polres – Mobil Jeep Banser – Mobil Sound System – Pasukan Pembawa Bendera Ansor,Banser,Rijalul Ansor,dan Merah Putih oleh BANSER PROVOST – Barisan Ansor – Barisan Rijalul Ansor – Barisan Baanar – Pasukan 666 Banser pembawa Bendera Merah Putih sepanjang 500 m – Barisan Pasukan Banser. (Ansor Banser Tamansari)

    Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses.

    #Parademerahputih
    #Haripahlawan
    #BanserBanyumas

  • LBM NU Solo hadiri Bahsul Masail tingkat PWNU Jateng

    LBM NU Solo hadiri Bahsul Masail tingkat PWNU Jateng

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Senin, 9 November 2020 Perwakilan LBM NU Surakarta berangkat menuju Pondok Pesantren Luhur Mangkang Dondong Semarang untuk mengikuti Bahtsul Masail tingkat PWNU membahas beberapa masalah.

    LBM NU Solo mengirim 8 kader terbaiknya dalam Bahsul Masail, adapun delegasinya adalah

    1. Kyai AM Mustain Nasoha selaku Ketua LBM NU Surakarta dan Ketua Delegasi
    2. KH. Sofwan Fauzi
    3. Kyai Muslihin Solihin
    4. Ust. Rahmad Al Bazzar
    5. Ust. Rifan Adi Nugraha, S.H.
    6. Ust. Alif Adi Saputra, S. Kes.
    7. Ust. Muhammad Hafidz
    8. Ust. Setyawan Purnomo, S.Pd.

    Delegasi akan dibagi dalam 2 komisi:

    1. Komisi Maudluiyyah yang diketuai oleh Kyai AM. Mustain Nasoha membahas 2 masalah :

    1. Apa dlabith umum dalam menentukan shighat termasuk sharih dan kinayah.
    2. Apa dlabith dalam menentukan shighat termasuk sharih dan kinayah secara khusus dalam
      nadzar, udlhiyah, nikah, cerai, dhihar.

    2. Komisi Waqiiyah yang diketuai Kyai Muslihin Solihin ( Perumus LBM NU Surakarta ) yang akan membahas tentang bagaimana Pandangan Fiqih mengenai Syakhsiyah Maknawiyah Iktibariyah. Dan sahkah tasharrufnya.

    Romo Kyai Mustain Nasoha mengatakan bahwa LBM NU Solo sebelum berangkat telah melakukan pertemuan pertemuan internal unruk membahas 2 masalah tersebut, menurut beliau 2 masalah yang dibahas oleh PWNU Jawa Tengah ini sangat penting sekali. Agar masyarakat dalam masalah tersebut tidak melakukan pelanggaran dalam syariat.

    Dan beliau juga mengatakan bahwa kami senantiasa menunggu masyarakat. Jika ada masalah-masalah Fiqih atau Masalah Keseharian yang tidak terpecahkan dan diketahui hukumnya bisa bertanya kepada LBM NU Surakarta, bisa datang langsung ke Kantor PCNU Surakarta atau melalui kontak Humasnya 05868181006 ( Ust. Alif Adi Saputra ). (abi sorban)

  • MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    MALAM RENUNGAN SANTRI DIPERINGATAN HARI SANTRI 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ditengah maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia ini dirasakan sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi sudah banyak pemikiran yang sudah masuk dalam tubuh organisasi NU itu sendiri. Mengingat NU adalah organisasi yang besar maka, banyak pula permasahalan – permasalahan kecil yang berpotensi merusak marwah NU.

    Dalam peringatan hari santri 22 Oktober 2020, semua banom NU yang ada di Kecamatan Pacet Mojokerto seperti Fatayat, muslimat,IPNU,IPPNU,Pagar Nusa, Ansor Banser dll, berpumpul menjadi satu dengan tekat 1 komando Dalam Menjaga Ideologi Aswaja Annahdliyah. Sebagai penggerak kader, tentunya Ansor dan Banser kec.pacet mojokerto sangat bersemangat menyatukan semua kader NU sebagai perwujudan benteng yang kokoh dengan maraknya perang ideologi yang ada di Negara Indonesia khususnya kawasan Pacet Mojokerto dan sekitarnya.

    Selasa, 21 Oktober 2020, semua kader berkumpul di Gedung Ghara MWC NU Pacet untuk mengikuti acara peringatan hari santri 2020. Dimulai dari pengurus dan para kader berkumpul ± 200 kader yang menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai dari pukul 18.30 wib dan selesai dini hari pukul 00.00 wib. Semuanya kompak dan semangat dalam mengikuti setiap tahapan acara seperti Pembacaan kitab Tarqiyatul Mujarrob Bilwaliyil Muqorrob, Makhallul Qiyam, dan Pembicara yang bertemakan PERAN KADER DALAM MENJAGA IDEOLOGI ASWAJA ANNAHDLIYAH.

    Harapan dari kegiatan ini adalah, menjaga marwah NU, memperkokoh Ideologi NU khususnya warga dan kader NU dikecamatan Pacet Mojokerto agar tidak mudah diporak porandakan oleh semua yang mengancam organisasi NU. Selain itu juga, kegiatan ini bermaksud untuk meluruskan lagi saudara-saudara kader NU yang lalai dalam berjuang dan berkhidmat di NU, sehingga benar-benar di akui menjadi santri oleh mbah hasyim asy’ari selaku pendiri organisasi terbesar di Dunia, yaitu Nahdlotul Ulama’.

    Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan ke 11 kali belum genap 1 bulan, yang dilaksanakan secara bergilir dari desa ke desa se Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. dan diharapkan bisa istiqomah dalam Giat Rutin Kader Penggerak NU. (abi sorban)

  • DARI 5 KRITERIA KELOMPOK NU INI, KITA MASUK YANG MANA?

    DARI 5 KRITERIA KELOMPOK NU INI, KITA MASUK YANG MANA?

    SORBAN SANTRI- KH. Manarul Hidayat wakil ro’is PBNU pernah mengatakan dalam ceramahnya bahwa, ktriteria orang NU itu ada 5 (lima).

    1. Kelompok yang tidak tahu apa itu NU, tapi suka sama NU. Kelompok ini tidak tahu Bagaimana itu NU, apa yang dilakukan NU, tidak mengerti apa itu NU tetapi mereka senang terhadap NU. Bahkan singkatan NU Nahdlotul Ulama’ itu mereka ada yang tahu dan tidak tahu. Akan tetapi kalau ditanya kamu itu dari mana sih ? mereka menjawab NU.

    2. Kelompok yang tahu tentang NU. Bagaimana NU itu, apa saja yang dikerjakan NU, mereka tahu. Akan tetapi kelompok ini tidak mau peduli tentang NU. Dan mereka tahu kalau NU itu berlandaskan Ahlussunnah wal jama’ah, mereka tahu ciri-ciri NU seperti apa. Tetapi mereka gak mau tahu NU mau maju atau jatuh, mereka tidak peduli. Tetapi kelompok ini jika dikatakan tidak NU, mereka tidak mau dan mengaku NU.

    3. Kelompok yang hanya memanfaatkan kebesaran NU. Kelompok ini tahu persis NU itu seperti apa, akan tetapi NU mereka gunakan untuk kepentingan pribadi. Mereka manfaatkan NU untuk kepentingan bukan untuk khidmat pada organisasi NU. Kelompok yang seperti ini berpegang pada NU untuk hidup, bukan Hidup untuk NU. Mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi dari pada berkhidmat untuk NU.

    4. Kelompok yang nyata nyata benci dengan NU. Kelompok seperti ini berani menentang NU, bahkan mengkafirkan amaliyah NU. Akan tetapi kalau kelompok ini dikatakan bukan NU mereka tidak terima dan tetap mengaku NU dengan tujuan mencari keselamatan karena mereka sadar kalau NU itu mayoritas.

    5. Kelompok yang didoakan mbah kyai Hasyim dan dianggap santri oleh mbah kyai Hasyim. Kelompok yang seperti ini dengan pengetahuannya tentang NU itu seperti apa, NU itu mempunyai kegiatan apa, NU itu mempunyai amalan apa, mereka benar-benar menjalankan dan mengamalkan. Artinya mereka berkhidmat di NU tanpa pamrih, tulus dan ikhlas. Kelompok yang seperti ini cuma bertujuan untuk kemaslakhatan ummat dan yang difikir itu ummat bukan yang lain. Seperti nanti dapat imbalan apa, nanti memperoleh apa, dll. Kelompok seperti ini tidak peduli ada di struktural atau non struktural, dicatat jadi pengurus atau tidak di organisasi NU, mereka hanya bertekat menghidupkan Amaliyah NU, Kegiatan NU, menjaga ideologi NU.

    Semoga kita termasuk golongan yang nomor 5 (lima) dan diakui menjadi santrinya mbah hasyim asy’ari.. Aamiin Ya Robbal’alamiin.. Al-Fatikhah.. (abi sorban)

  • PENGUATAN KADER NU MELALUI WIRID

    PENGUATAN KADER NU MELALUI WIRID

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 16 Oktober 2020. Sudah ke-8 kali giat rutin kader NU di Kecamatan Pacet Mojokerto melalui Wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB sebagai sarana benteng pertahanan semua kader NU yang berguna untuk pemantapan kader dalam mejaga ideologi ASWAJA Annahdliyah. Kitab yang ditulis oleh Syeikh Mahmud Muhtar Plambon Cirebon ini, berisi semua nama-nama waliyulloh dan harus dibaca secara jama’ah.

    Untuk mewujudkan dalam menasionalkan kitab tersebut maka, Semua BANOM dan LEMBAGA NU sekecamatan Pacet Mojokerto seperti Ansor Banser Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dll berkumpul menjadi satu untuk membaca Kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Yang tersusun mulai dari Sambutan, Tawassul, Pembacaan Kitab, Mahallul Qiyam, Penjelasan Materi dalam penguatan kader dan yang terakhir ngobrol santai silaturrokhim antar kader.

    Alhamdulillah., di Kecamatan Pacet Mojokerto ini sudah 8 kali diadakan belum genap satu bulan ini. Dan diharapkan bisa istiqomah dalam mengamalkan kitab tersebut dengan cara bergilir merata dari desa ke desa sekecamatan. Gerakan Giat Rutin TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini alhamdulilah sudah ada ranting yang melakukan giat tersebut.

    Adapun tujuan dari wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini adalah sebagai sarana silaturrakhim antar kader NU biar tidak kocar kacir, tercerai berai dengan keadaan yang saat ini dirasa banyak yang masuk baik secara halus atau terang-terangan menyerang aqidah annahdliyah. Bahkan sudah banyak yang tersusupi secara tidak terasa walaupun itu didepan mata, entah itu karena kepentingan,ragu-ragu,balas budi, rayuan atau yang lain.

    Semua kader NU dalam berkhidmat harus satu sanad, satu arah, dan satu komando dari pusat sampai tingkat ranting. Jangan menjadi kader NU yang punya kepentingan untuk dirinya atau golongan. Jangan menjadi kader NU yang ragu-ragu dalam berkhidmat, Jadilah kader NU yang kokoh menjaga ideologi dengan gerakan satu komando dari pusat sampai bawah. Apalagi dalam setiap pengkaderan sudah dibaiat.

    NU itu organisasi besar, atas dasar isyaroh para wali begitu juga kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Mbah KH. Hasyim Asy’ari dalam mendirikan NU itu baru direstui oleh Mbah Kholil Bangkalan dan baru dapat jawaban setelah 1 Tahun, jadi NU itu bukan sembarang organisasi dan siapa yang merusak  NU akan kualat. (abi SORBAN)