Tag: Mojokerto

  • Melekan dan Khotmil Qur’an dimalam Tahun Baru Islam

    Melekan dan Khotmil Qur’an dimalam Tahun Baru Islam

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, oleh Ranting Sajen PAC GP Ansor Pacet Mojokerto diisi dengan taqorrub illalloh dengan cara melekan dan khotmil qur’an di Makam Mbah Suro Dakimin saudara Suro Dinawan Suro Dilogo yang tepatnya ada di Dusun Treceh Desa Sajen Kec. Pacet Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Mujiburrohman (Ketua PAC GP Ansor Pacet) dan Sahabat Nuril Huda ( Sekretaris PAC GP Ansor Pacet )

    Kegiatan ini dihadiri Ketua PAC GP Ansor Pacet Sahabat Mujiburrohman dan diikuti oleh puluhan Ansor Banser dari Ranting Sajen PAC GP Ansor Pacet Mojokerto dan dimulai ba’da isya’ sampai dengan pukul 03.00 wib dini hari nanti. Pembacaan Surat-surat Al Qur’an dilakukan bergilir oleh Ansor Banser Ranting Sajen dan dilaksanakan dengan tertib dan Hikmad.

    Koordinasi Sahabat Nuril huda selaku Sekretaris PAC GP Ansor Pacet dan sahabat yifaul wafa, Sulton dan  Aap, memberikan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dan diharapkan bisa istiqomah di tahun berikutnya.

    Karena Ansor adalah Organisasi Kaderisasi diharapkan selalu berperilaku yang baik bagi dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya dan tetap menjaga amalan Ahlussunnah wal jama’ah. (ABI SORBAN)

  • 21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dalam Rangka Memeriahkan perayaan HUT RI ke-75 Jajaran Ansor Banser, LPBI NU, Muslimat, Fatayat, Jam’iyah diba’ dan sholawat, Yayasan Darussalam Dsn Wonokerto Ds. Warugunung beserta Arkrak ( Arek Kramajetak) Bersinergi dan kerjasama dalam memeriahkan rangkaian Acara.

    Rabu, 19 Agustus 2020, Dusun Wonokerto / Kramajetak Desa Warugunung diramaikan dengan alunan Seni Banjari dari Kecamatan Pacet. Hal ini patut dibanggakan karena apresiasi warga yang luarbiasa juga merupakan hal yang positif dan diacungi jempol karena memperlihatkan bahwa Seni Albanjari sangat diminati oleh Pemuda Pemudi yang ada di kecamatan Pacet.

    Dalam acara itu ada beberapa rangkaian acara yang ada dalam kegiatan tersebut, yang dikemas menjadi satu yaitu:

    1.  Peringatan HUT RI KE 75
    2.  Peringatan tahun baru Hijriah 1442 H
    3.  Khotmil quran bil ghoib
    4.  Harlah jadwas (jam’iyah diba’ dan sholawat) ke-3
    5.  Gebyar seni

    Koordinasi rapi dari tingkat ranting sampai PAC baik itu lembaga dan banom yang ada dalam naungan NU, diharapkan bisa memperkuat tali Ukhuwah Islamiyah khususnya di kawasan Pacet Mojokerto. Sehingga memperkuat dan memperkokoh Amaliyah Annahdliyah di Pacet Mojokerto. (ABI SORBAN)

  • SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Adanya pemasangan banner yang bertuliskan dibawah komando IMAM BESAR HABIB RIZIQ SYIHAB telah ramai dan jadi perbincangan hangat di group facebook, group WA, dll, khususnya warga Mojokerto sendiri.

    Hal ini memang patut di pertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam pesan gambar dipemasangan umbul-umbul dan spanduk dari bahan banner tersebut. dan hanya bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB”.

    Komando untuk apa? untuk Perayaan apa? Calon Bupati tidak, CAGUB tidak, CAPRES juga tidak,? dan tidak adanya pesan dalam gambar tersebut. Jangan jangan ada beberapa oknum yang memang sengaja mencoba menggoyang ideologi di daerah Mojosari dan sekitarnya, Ungkap salah satu Netizen dalam komentarnya mengenai gambar HABIB RIZIEQ SYIHAB. Dan lebih aneh lagi hal ini di pasang pada waktu momen HUT RI ke-75 yang berlangsung tanggal 17 Agustus 2020.

    Pemasangan BANNER yang tidak jelas akan maksud dan tujuannya itu, dilakukan oleh orang yang belum jelas identitasnya, dari kelompok organisasi mana dan untuk apa. dan diduga tidak adanya perizinan dalam pemasangan banner tersebut.

    Adanya Banner yang bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB” itu sudah ada sejak 13 Agustus 2020 dan sudah terlihat di lampu merah perempatan pekukuhan mojosari, panjer dan lainnya.

    Hal ini patut dipertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam gambar tersebut, dan diharapkan agar masyarakat lebih waspada dengan adanya gerakan yang tidak jelas serta selalu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dalam memperoleh kejelasan. (abi sorban)

  • BANSER BAGANA, PAC GP ANSOR PACET DAN LPBI NU MOJOKERTO SIAGA DI GUNUNG PENANGGUNGAN PADA PERAYAAN HUT RI KE-75 PENGIBARAN MERAH PUTIH PANJANG 1000 METER

    BANSER BAGANA, PAC GP ANSOR PACET DAN LPBI NU MOJOKERTO SIAGA DI GUNUNG PENANGGUNGAN PADA PERAYAAN HUT RI KE-75 PENGIBARAN MERAH PUTIH PANJANG 1000 METER

     

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Lokasi titik rawan bantuan dan bencana Antara Bukit Bayangan dan Puncak Lereng Penanggungan yang sudah di isi oleh BAGANA (Banser Tanggap Bencana) SATKORCAB Mojokerto, PAC GP Ansor Pacet  dan LPBI NU Mojokerto serta relawan Lainnya.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER TANGGAP BENCANA DAN LPBI NU MOJOKERTO SIAGA DI LERENG PENAGGUNGAN

    Mengingat di Lokasi Lereng Gunung Penanggunan banyak sekali bebatuan yang rawan jatuh di Jalur pendakian menuju puncak penanggungan. Dan pada tanggal 17 Agustus 2020 ada momen pengibaran bendera sepanjang 1000 Meter dari puncak Penaggungan. Gelapnya malam dan Suhu Udara yang dingin berpotensi akan adanya Pendaki yang membutuhkan Bantuan dan Pertolongan pada Tim BANSER BAGANA dan relawan lainnya.

    SORBANSANTRI.COM
    SIAGA DI 20 METER MENUJU BUKIT BAYANGAN PENANGGUNGAN

    BAGANA (BANSER TANGGAP BENCANA) DAN LPBI MOJOKERTO siaga dan memberikan pertolongan pada para pendaki dengan cara evakuasi korban luka dan memberikan pengobatan, serta selalu memberikan himbauan pada para pendaki yang kebetulan pada saat itu sangat ramai pendaki. Diperkirakan pengunjung yang datang antara Tanggal 14-17 Agustus 2020 sudah mencapai 10.000 pendaki.

    Tercatat sampai pada tanggal 17 Agustus 2020 sudah ada 2 korban longsoran bebatuan dari atas akibat pijakan yang kurang kuat sehingga batu mengarah dan meluncur kebawah mengenai pendaki lainnya. Korban 1 Remaja Wanita bernama HUSNIA dari Kepanjen Malang yang mengalami Luka di lengan dan Bahu kiri, sehingga harus di gendong oleh BANSER BAGANA dalam pengevakuasian menuju titik Pos Pelayanan. Dan Korban yang kedua M. Feriyanto dari Wedoro Waru Sidoarjo yang mengalami Luka Pada Wajah indikasi adanya benturan dan harus ditandu oleh LPBI NU menuju UGD.

    Mudah-mudahan sahabat Banser dan relawan lainnya selalu diberi Kesehatan untuk mengawal pendaki dan siap dalam bencana. Tenaga dan pengorbanan para BANSER sangat luar biasa, dan kami sangat berterima kasih akan adanya BANSER dab LPBI NU Mojokerto dalam momen seperti ini. Ungkap salahsatu Pendaki yang berasal dari Malang. (abi SORBAN)

     

  • PENGAMANAN DAN PENGAWALAN PARA KIAI OLEH SATKORYON BANSER DI PP FATCHUL ULUM PACET

    PENGAMANAN DAN PENGAWALAN PARA KIAI OLEH SATKORYON BANSER DI PP FATCHUL ULUM PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Selasa, 11 Agustus 2020, Koordinasi Kasatkoryon dengan jajarannya terkait acara tasyakuran walimatul ursy, yang diadakan di PP Fatchul Ulum Pacet. Diperkirakan akan banyak tamu undangan yang hadir dari berbagai macam kalangan Alumni, Santri, bahkan kiai.

    Sejak pukul 07.00 wib Anggota banser pacet sudah hadir dan langsung beraktivitas mengatur kendaraan yang akan banyak berdatangan dari tamu undangan. Kegiatan ini terbagi 2 ship siang pukul 07.00 – 15.00 wib dan malam 15.00 – 22.00 wib.

    SORBANSANTRI.COM
    Kh Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo Dan Mbah Husein Ilyas Karangnongko Mojokerto Hadir Dalam Acara Walimatul Ursy Di Pp. Fatchul Ulum Pacet

    Dalam acara Walimatul Ursy pernikahan Putri dan Putra KH. Muslihuddin Abbas selaku Pengasuh Pondok Pesantren Fatchul Ulum, KH. Agoes Ali Masyhuri memberikan Tausiah ada 4 Prinsip dalam Pernikahan.
    1. Kebebasan Memilih Jodoh
    2. Saling Memberi dan Menerima
    3. Mawaddah Warohmah yang semua itu bisa terwujud dengan nikah yang SAH secara agama dan negara.
    4. Memperlakukan istri dengan baik dan sopan
    Tampak hadir juga Mbah Kiai Husein Ilyas karang nongko Mojokerto dan kiai-kiai besar lainnya.

    SORBANSANTRI.COM

    Mengingat sakralnya acara tersebut maka Standart protokol kesehatan juga menjadi prioritas yang wajib didahulan seperti Pemakaian Masker dan Face Shild, pengecekan suhu tubuh dengan thermogun serta memberikan Hand sanitizer pada tiap-tiap tamu undangan yang masuk. Untuk itu Banser merasa bertanggung jawab dalam pengawalan dan pengamanan Kiai serta tamu undangan dalam acara tersebut.(abi SorBan)

  • PKPNUNYA  JELAS, TERKADANG ORANGNYA YANG GAK JELAS

    PKPNUNYA JELAS, TERKADANG ORANGNYA YANG GAK JELAS

    SORBAN SANTRI- Dalam artikel ini kalau bahasannya di Orangnya atau Personnya jadi bisa saja Pematerinya, Pemimpinnya, Penggeraknya, kiainya SIAPAPUN!! tidak terkecuali Sesosok GUS DUR sekalipun yang bilang dan  memerintahkan..

    Ada cerita pengalaman saiya sendiri dengan beliau ( salah satu penggugus dan penggerak PKPNU dan NU ONLINE ) dengan berbicara keras kepada saiya. KAMU BUKAN KADER PKPNU YA?!
    terkait arah politik yang saiya nilai jauh dari IDEOLOGI. ( mulanya saiya heran, kok beliau ngerti saiya bukan kader PKPNU ? padahal beliau belum tau dan kenal saiya itu siapa? Tapi gak apalah yang penting bangga bisa sowan pada beliau walaupun via telp dan merasa tergerak hati ini dengan adanya kejadian yang akan kita (warga NU) kedepan terkait arah politik di Mojokerto ) .

    Dari situ setiap saat saiya merenung dan berfikir dengan KOK BISA YA?! KOK TAU YA?! di pikiran masih bingung dengan arah kemana-mana dan berbuat apa..

    Alhamdulillah Minggu, 02 Agustus 2020 saiya diajak salah satu sahabat SORBAN (anSOR BANser) Kec. Pacet Mojokerto untuk sowan ke salah satu tokoh kiai yang mana beliau adalah salah satu sosok yang memberikan jawaban atas keburaman pikiran saiya tersebut. Apa yang beliau katakan?!
    ” SAAT INI MOJOKERTO DIKASIH UJIAN YANG SANGAT BERAT SEKALI TERKAIT SIAPA LAWAN SIAPA KAWAN TERKAIT ARAH POLITIK DI MOJOKERTO “ dan beliau juga menyampaikan ” AWAL DARI RAHMATALLIL’ALAMIN ITU DARI NU AWALNYA INSYAALLOH DARI MOJOKERTO “

    Dari rentetan peristiwa itu, saiya pulang dengan sudah bisa tersenyum dan sudah menemukan jawaban dari yang selama ini saiya pikirkan bahwa:

    MOJOKERTO INI LAGI MENGHADAPI UJIAN, DAN SIAPAPUN YANG MENYIMPANG DAN BERBELOK ARAH JANGAN DI IKUTI, SIAPAPUN ITU… MESKIPUN DIA ITU PEMIMPIN BAHKAN SESOSOK GUS DUR SEKALIPUN… SUNGGUH PERANG IDEOLOGI ITU ADA DAN NYATA!! TIDAK BISA DIUTARAKAN LEWAT BAHASA!! SEDERHANANYA BEGINI ” BERBICARA SALAH SAMBIL MENGEDIP KEDIPKAN MATA .

    Dan dari deretan cerita itu juga, saiya mengerti dan sudah tidak lolos PKPNU paling pertama kali ketika salah satu penggugus sekaligus penggerak PKPNU bilang, “KAMU BUKAN KADER PKPNU YA?! dan Alhamdulillah sekarang saiya bisa tersenyum dan mengerti yang Beliau katakan. Bahasa sederhananya begini ” SAYA (KIAI YANG BILANG KAMU BUKAN KADER PKPNU) ITU SALAH, DAN KAMU ( SAIYA SENDIRI ) ITU BENAR DALAM PENEGAKAN IDIOLOGI, SEKARANG INI UJIAN KAMU ” seperti itu kira-kira bahasa yang saiya tangkap, dan saiya sadar dan gak lolos dalam ujian itu.

    Hikmahnya adalah saiya tahu bahwa OKNUM-OKNUM, pelaku pemanfaatan nama besar organisasi, kader pemalu, kader penakut, kader kepentingan,kader ragu-ragu, kader pamrih, kader balasbudi dsb, tidak akan lolos dalam ujian ini dalam menegakkan IDIOLOGI. Dan dari situ saiya benar-benar faham SIAPA KAWAN .. SIAPA LAWAN ..
    Dan saiya termasuk kader ragu-ragu dalam arah IDIOLOGI ini.. sehingga saiya tidak lolos dalam ujian ini.

    Mudah-mudahan cerita ini bisa difahami oleh sahabat-sahabat dan jangan sampai terpancing ujaran dan slogan-slogan gak jelas… MOJOKERTO DALAM UJIAN, JADI HARAP TENANG!!

    (abi SORBAN)

    Salam 1 Komando
    #NKRIHARGAMATI
    #ASJAWAAQIDAHKITA

    #SORBANSANTRINU

  • BANSER dan HISNURI (Santri Nurul Iman) Awali HUT RI ke-75 Dengan Pasangan Umbul-umbul

    BANSER dan HISNURI (Santri Nurul Iman) Awali HUT RI ke-75 Dengan Pasangan Umbul-umbul

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-  Satkoryon Pacet Banser, PAC GP Ansor Pacet dan HISNURI (himpunan santri nurul iman) mengadakan giat rutin setiap tahun dalam memperingati HUT kemerdekaan RI.
    Acara yang diawali dengan pemasangan umbul-umbul ini dimulai dari Senin, 3 Agustus 2020 sampai selesai, yang selanjutnya akan diadakan kegiatan perayaan kemerdekaan di Bulan Agustus 2020.
    Kegiatan ini di fokuskan disepanjang jalan RT 1 dan RT 2 Dusun Pacet Nggapuk / Pacet Utara Desa Pacet Kecamatan Pacet Mojokerto yang mana daerah tersebut merupakan jalan utama menuju kawasan wisata air panas pacet.

    Hal ini perlu dilakukan karena kita sebagai warga Negara yang cinta akan tanah air, jangan sampai lupa akan karunia Alloh SWT dan pejuangan para syuhada di medan pertempuran dalam menegakkan kemerdekaan yang saat ini kita bisa rasakan. Kita sebagai kader saat ini memegang tongkat estafet mengiring dan mengisi kemerdekaan di Negara Indonesia ini.” ungkap salah satu anggota BANSER yang ikut dalam kegiatan itu.

    Sosialisasi dan Koordinasi ini sudah diagendakan sebelum Bulan Agustus 2020, dan baru dimulai kemarin Selasa 3 Agustus 2020 yang diawali dengan pencarian bambu yang kebetulan kawasan tersebut masih banyak bambu dipemukiman penduduk. Sampai berita ini di tayangkan, kegiatan tersebut masih berlangsung dan untuk hari-hari kedepannya di Bulan Agustus ini akan di isi dengan kegiatan-kegiatan kemerdekaan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang mana pada saat ini wabah covid-19 masih ada di sekitar kita.(ABI SORBAN)

  • ADA YANG MAU MEMBAKAR NEGERI INI

    ADA YANG MAU MEMBAKAR NEGERI INI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pernahkah kita memperhatikan cara kerja lampu atau kompor minyak tanah? Kenapa api hanya membakar ujung atas sumbunya saja? Karena sifat api hanya membakar apa yang ada diatasnya.

    Kalau begitu, bukankah posisi api itu sudah paling atas, dan seharusnya ia akan padam? Betul, seharusnya ia padam jika tidak ada bahan bakar.

    Minyak tanah itulah yang akan membuat api itu akan terus menyala. Dan api hanya mengikuti sifat alamiah atau hukum alam saja.

    Begitu juga dalam kehidupan. Sifat api dalam hati kita hanya membakar apa yang ada diatasnya. Api iri, cemburu, dengki dsb hanya membakar akibat keinginan yang lebih tinggi.

    Hukum alam api di dalam hati kita hanya akan memiliki sifat iri kepada orang yang lebih sukses, pandai, kaya, rupawan, dsb. Intinya, hanya kepada orang-orang yang berada di atas level kita.

    Ini tidak hanya berlaku secara personal.

    Juga berlaku secara kelompok, organisasi bahkan sampai pada level negara.

    Hati kita dengan lampu minyak setidaknya sebuah analogi yang identik. Api itu harus tetap menyala namun terukur agar menjadi semangat dalam kehidupan.

    Api yang kecil akan menerangi, namun jika ia besar dan tak terkendali justru akan membakar dirinya sendiri dan apa yang ada disekitarnya.

    Pun begitu dengan minyaknya sebagai pembakar semangat. Ia juga harus terukur dan terarah. Itulah kenapa ia hanya boleh mengalir dalam sumbu dan bukan disiramkan yang bisa memicu kebakaran.

    Jika seperti ini, ia bukan sebagai penyemangat melainkan sebagai provokator yang sifatnya merusak.

    Dalam skala sosial, semangat itu sendiri manifestasinya bisa dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Contohnya, ketika ada fenomena pembakaran bendera PKI.

    Orang-orang yang memiliki nalar dan akal yang masih sehat, tentu bisa menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah rekayasa.

    Ideologi yang sudah tidak laku, tiba-tiba bangkit dan dikabarkan memiliki anggota 60 juta lebih di Indonesia.

    Disinilah perlunya ukuran nalar dan semangat kebangsaan yang terarah.

    Begitu pula dengan fenomena Klepon sebagai jajanan tradisional yang dianggap tidak Islami. Ini juga dituntut nalar dan semangat beragama yang terukur dan terarah.

    Dan terakhir tentang kejadian pembakaran baliho seorang tokoh.

    Bagi orang yang memiliki nalar dan akal yang masih sehat, tentu akan paham sifat api yang membakar apa yang ada di atasnya.

    Itulah kenapa dalam video pembakaran bendera PKI dengan baliho gambar tokoh itu akan terlihat perbedaan cara atau teknis membakarnya.

    Bendera dibakar dari bawah, sedangkan baliho dibakar dari atas.

    Yang satu akan mudah terbakar, sementara satunya akan padam.

    Apalagi terduga pelakunya terafiliasi pada kelompok yang sama.

    Perhatikan, pikirkan dan rasakan. Sudah jelas bahwa rupanya ada penyiram minyak dalam kehidupan berbangsa dan beragama di negeri kita ini.

    Tujuannya bukannya untuk menerangi, melainkan agar negeri ini terbakar oleh adu domba akibat “ghirah” yang tak terkendali.

    Semoga kita selalu cinta damai…
    Walaupun blakangan ini ada perbedaan dan perdebatan politik hingga membawa sejarah palsu dan saling tidak menghargai.

    Hentikan itu semua, kita 1 saudara seatap NKRI HARGA MATI

    Kalian yang berjiwa cinta damai ayo repost foto ini mari tumbuhkan lagi jiwa nasionalisme kita..! Untuk Indonesai Raya ( POST SANTRI NU)

  • KH. MUHAIMIN (MOJOKERTO) : SANTRI MBAH HASYIM ASY’ARI

    KH. MUHAIMIN (MOJOKERTO) : SANTRI MBAH HASYIM ASY’ARI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sosok Kyai memang menjadi panutan bagi jama’ah dan para santrinya. Karena beliau2lah pewaris para nabi. Salah ulama dan pejuang di Kota Mojokerto. KH. Muhaimin juga patut untuk dicontoh. Seorang ulama yg lahir di dusun kedung Kopek desa Surodinawan Kota Mojokerto, 13 April 1913 dari pasangan KH. Moh. Noer dan Hj. Shoimah. Di bawah bimbingan orang tua dan kakeknya, KH usman, beliau dibesarkan di lingkungan yg agamis di desa Surodinawan Kota Mojokerto. Mulai dari sini, beliau mendapatkan pendidikan agama yg sangat kental di tengah2 zaman penjajahan. KH. Muhaimin adalah salah satu sosok ulama dan pejuang kemerdekaan yg konsen dalam bidang sosial dan pendidikan, khususnya pendidikan agama.

    Pendidikannya dimulai tahun 1919 sampai 1925, beliau melanjutkan ke Pondok Pesantren Assholikhiyyah Kranggan Mojokerto yg diasuh oleh KH. Ilyas. Tahun 1925, beliau menuntut ilmu kembali di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang di bawah bimbingan Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Baidlowi dan Kyai Mahfudz. Bersama kawannya, KH. Achyat Chalimi, KH. Yahdi Matlab dan KH Shodiq mengaji dan sekolah di Jombang Jawa Timur.

    Atas izin Allah SWT, beliau bisa menunaikan ibadah haji pada tahun 1933. Sperti yg kita ketahui, perjalnan haji tidak semudah sekarang ini. Dahulu, perjalanan haji dapat memakan waktu yg cukup lama sehingga memerlukan periapan yg banyak. Dalam perjalanan panjang nya, beliau mengisinya dengan mendalami ilmu2 agama di atas kapal bersama kawan2nya. Sepulang dari tanah suci pada tahun 1939, beliau dinikahkan dgn putri Kyai Romli Trowulan Mojokerto. Namun karena belum siap untuk dijadikan mantu oleh kyai, KH. Muhaimin melarikan diri ke untuk mondok lagi di mojosari Nganjuk. Atas nasihat dari KH. Zainuddin, akhirnya beliau memutuskan untuk menikah dgn putri kyai. tiga tahun setelah menikah, beliau masih mondok di Nganjuk. Tahun 1936, beliau kembali ke Trowulan Mojokerto membantu di Pondok Pesantren bersama kakak iparnya, KH. Dimyati Romli, KH. Anwar Panji Buduran Sidoarjo, dan KH. Munasir.

    Tahun 1939, beliau pindah ke kedung mulang Kota Mojokerto dgn harapan bisa mengamalkan ilmu yg telah diperoleh kepada masyarakat sekitar. Selain rumah, beliau juga mendirikan surau (Sekarang menjadi komplek pendidikan Islam). Tahun berikutnya, dibantu oleh sang istri, beliau mengajarkan ilmu2 agama, baca tulis, bahasa Arab, dan keterampilan menyulam kerudung. Karena kegigihannya dalam pendidikan Islam, para penjajah Jepang sempat mengawasi secara ketat seluruh kegiatan keagamaannya. Untuk menyiasatinya, kegiatan keagamaan tetap berjalan di siang hari dan menjadi markaz komando untuk memba1has rencana strategi melawan penjajahan.

    Ketika gejolak G30S PKI tahun 1965, kegiatan pesantren pun terganggu. Banyak santri yang diganggu oleh orang2 PKI. Namun, ketika kondisi berubah ketika PKI dibubarkan oleh pemerintah pusat, kegiatan para santri lancar dan kondusif. Tahun 1986, yayasan sosial dan pendidikan yg didirikan berhasil mendapatkan pengakuan hukum dari negara melalui notaris., di antaranya adalah TK/MI, MTsN dan Pondok Pesantren Nurul Huda.

    Dibantu oleh ketujuh anaknya, yayasan ini berkembang pesat dalam bidang pendidikan dan sosial. Namun, pada hari Jum’at, 7 Juli 2000, beliau tertimpa musibah kebakaran hebat meluluhlantakkan bangunan rumah dan pesantren putri. Musibah ini tidak hanya menghanguskan bangunan saja, akan tepapi menghilangkan saksi sejara perjuangan kemerdekaan Indonesia dimana rumah tsb menyimpan berbagai peninggalan seperti seragam hisbullah, senjata2 rampasan tak terkecuali yg lebih menyedihkan adalah seluruh kitab2 beliau juga hangus dilalap si jago merah. Kejadian ini cukup mengagetkan, pasalnya seluruh keluarga beserta para santri sedang bersiarah ke walisongo dan menyisakan seorang anggota keluarga di rumah tsb dan beruntung beliau selamat. Namun, beliau tetap sabar dan tabah atas musibah ini.

    Di tahun itu pula, beliau pulang ke rahmatullah bertepatan pada hari senin, 7 agustus 2000 pukul 11.30 dalam usia 87 tahun dalam kecelakaan lalu lintas. Kemudian, beliau dimakamkan di makam Islam berdekatan dgn kakeknya KH. Usman surodinawan Kota Mojokerto. Tak berselang beberapa bulan, Ibu Nyai Hj. Siti Rohmah menyusul pulang ke pangkuan Ilahi pada Kamis, 1 Maret 2001 di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto karena sakit. Dan beliau dimakamkan di Makam Islam Surodinawan Kota Mojokerto berdekatan dgn suaminya, KH. Muhaimin. Untuk mengenang jasa2 beliau, setiap kamis sore, salah satu keluarga ndalem mengajak seluruh santri untuk berziarah ke makam. Harapannya, perjuangannya dapat senantiasa diteruskan oleh seluruh santri dimanapun nantinya.

    Segala apa yg diperjuangkan oleh KH. Muhaimin dan keluarga, sekarang sudah membuahkan hasil yg baik. Di antaranya adalah Yayasan sosial dan pendidikan yg semakin membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik itu dari Pondok Pesantren Al-Qur’ans Nurul Huda maupun sekolah-sekolah Islamnya. Salah satu putranya yakni KH. Faqih Usman, Lc memiliki peranan sangat penting dalam memajukan warisan perjuangannya.

    Semoga perjuangannya dalam Islam dan Republik Indonesia dinilai Allah SWT sebagai amal baik dan bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. (Abi SORBAN)

    Disarikan dari file keluarga ndalem.
    http://nasrullohmaliki.blogspot.com
    Reshared by Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

    أطال الله بقاءهم في صحة وعافية وسلامة وأعاد علينا من بركاتهم وأسرارهم وعلومهم في الدارين آمين يا رب العالمين بجاه سيد المرسلين محمد صلى الله عليه وآله وسلم
    Lahumul faatihah..

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. أمين

  • SOSIALISASI DAN ISOLASI 7 HARI BAGI SANTRI KEMBALI KE PONDOK PLOSO MOJO KEDIRI

    SOSIALISASI DAN ISOLASI 7 HARI BAGI SANTRI KEMBALI KE PONDOK PLOSO MOJO KEDIRI

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Kata Imam Syafi’i, kalau tidak belajar ya mengajar. begitu pentingnya menuntut ilmu khususnya bagi santri-santri baik yang akan balik kepondok atau yang akan pergi belajar ke pesantren. Dalam masa pandemi covid-19 ini berdampak juga pada lingkungan pesantren, kali ini kegiatan sosialisasi dan isolasi mandiri selama  7 hari diadakan di Pondok Pesantren Al-Falah Kec. Pacet Mojokerto, yang menampung 50 santri yang akan kembali ke pondok ploso mojo kediri.

    Kegiatan ini melibatkan kerjasama antara pondok pesantren Al Falah, PCNU Mojokerto, santri, wali santri, serta mendatangkan penyuluhan perihal standart kesehatan oleh dinas kesehatan dari upt puskesmas pacet untuk menyampaian standart kesehatan santri kembali kepondok.

    Peranan Pondok Al-Falah Pacet serta banser satkoryon pacet akan sangat dibutuhkan dalam kegiatan tersebut terutama Banser Husada (BASADA), karena harus aktif menjaga santri selama dalam masa isolasi yaitu bergiliran melakukan pengamanan selama 7 hari.
    Acara tersebut dilaksanakan dari pukul 09.00 wib Selasa, 14 Juli 2020 di PP. Al-Falah Pacet, mulai dari pemeriksaan santri dan tamu yang hadir yang dilaksanakan Banser Husada (BASADA) dan LPBI NU. (abi sorban)