Tag: pbnu

  • RENUNGAN JELANG AKHIR TAHUN DI HAUL DUS DUR

    RENUNGAN JELANG AKHIR TAHUN DI HAUL DUS DUR

    SORBANSANTRI.COM

    FAIDAH-FAIDAH YANG BISA DIPETIK DARI HAUL KE-10 KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) DI PP. TEBUIRENG JOMBANG

    1. Sambutan Anita Wahid, putri ke-3 Gus Dur

    ✓ Gus Dur mewariskan 9 nilai utama: ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kekesatriaan, dan kearifan lokal.

    1. Sambutan Dr. KH. Sholahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang
      ✓ Islam dan Indonesia layaknya Bapak dan Ibu. Orang yg mengatakan “Saya orang Indonesia yg beragama Islam” ataupun “Saya pemeluk agama Islam yg tinggal di Indonesia” itu sama dengan anak durhaka yg ingin kedua orangtuanya bercerai.
      Maka katakanlah, “Saya 100% Islam, 100% Indonesia. Tidak lebih condong ke salah satunya”.

    2. Testimoni dr. Marsilam Simanjuntak, Sekretaris Kabinet Pemerintahan Gus Dur
      ✓ Tak ada bidang pengetahuan yg tidak dipelajari Gus Dur. Gus Dur fasih berbicara agama, sosial, ekonomi, politik, bahasa, kesenian, bahkan olahraga.
      ✓ Karena stok lelucon Gus Dur tak terbatas, maka Gus Dur seringkali tak dapat menahan diri untuk tidak melucu. Namun lelucon Gusdur memiliki level yg berbeda.

    3. Testimoni Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Menteri Eksplorasi Kelautan Kabinet Pemerintahan Gus Dur
      ✓ Gus Dur memiliki 2 keistimewaan:
      • Mampu menghubungkan satu gejala dengan gejala lainnya yang sebenarnya tampak tidak berhubungan, dgn cara jenaka.
      • Omongan Gus Dur baru bisa dimengerti beberapa bulan bahkan bertahun-tahun kemudian setelah diutarakan, krn kita ternyata menggunakan perangkat pengetahuan yg parsial untuk memahami pemikiran Gus Dur yg integral. Gus Dur punya “rezim pengetahuan” tersendiri yg tidak dimiliki orang lain.
      ✓ Ramalan Gus Dur bersifat definitif, bukan spekulatif. Dulu, dia pernah berkata pada saya, “Saya kelak akan menjadi presiden”. Saya tertawa. Dan ternyata terjadi.

    4. Testimoni Prof. Dr. KH. Nasihin Hasan, sahabat Gus Dur
      ✓ Tidak lagi sebagai individu, tapi Gus Dur adalah sebuah institusi, school of integrity. Gus Dur adalah lembaga demokrasi itu sendiri.
      ✓ Jarak kehidupan dan kematian hanya sejengkal. Tapi Gus Dur berhasil mengisi jarak sejengkal tsb dgn 3 hal secara bernas: Keagamaan, keummatan, kebangsaan.”
      ✓ 5 bulan setelah Gus Dur wafat, KH. Maimoen Zubair mendatangi saya dgn heran dan bertanya mengapa makam Gus Dur diziarahi orang-orang tanpa henti. Barangkali Gus Dur pernah punya ajian tertentu semasa hidupnya. Dengan rendah hati saya menghibur Mbah Moen dgn menjawab bahwa Gus Dur memiliki 4 ajian:
      • kesederhanaan hidup (nrimo ing pandum). Gus Dur pernah menjadi penasehat informal LP3ES. Kesana kemari naik bis. Gus Dur tidak pernah punya dompet. Saat mengetik artikel/buku, Gus Dur menggunakan kertas bekas karena tidak mau menjadi bagian dari para pelaku penggundulan hutan.
      • suka sekali silaturrahim sampai ke pelosok-pelosok, ke orang yg masih hidup maupun yg sudah meninggal.
      • Dermawan. Suka memberi sesuatu berharga pada orang yg dikenal maupun yg tidak dikenal.
      • Out of the box (khariqul ‘adah)

    Lalu Mbah Moen menjawab dalam bahasa Jawa: “Ora kuat aku niru Gus Dur. Iku lakune sufi!” Kata Mbah Moen, Gus Dur berhasil membantinkan nilai menjadi laku, intelektualitas mewujud spiritualitas, jamali sekaligus tajalli, roso jadi rosa (perasaan menjadi kekuatan).

    1. Pembicara Inti: KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha’)
      ✓ Gus Baha’ diundang datang ke Tebuireng, karena selain sanad fiqihnya tersambung ke atas sampai KH. Hasyim Asy’ari, via Mbah Moen, juga karena memiliki silsilah leluhur yg sama dgn leluhur KH. Hasyim Asy’ari.
      ✓ Gus Baha’ mengagumi Gus Dur dalam perspektif fiqih, yakni kemampuan Gus Dur mengelola konflik tanpa pertumpahan darah. Gus Baha’ menganggap Gus Dur berhasil meniru sifat visioner Nabi Muhammad saw. yg bersikeras menempuh jalan damai meskipun (seakan) dirugikan dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      ✓ Kata Gus Baha’, Cucu mewarisi Kakek. Pemikiran out of the box Gus Dur tidak muncul begitu saja, namun memiliki sanad dari kakeknya, Hadrotusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari yg perannya dalam kemerdekaan Indonesia dijelaskan secara detil dalam kitab karya Muhammad Asad Shihab berjudul

    العلامة محمد هاشم أشعري: واضع لبنة استقلال إندونيسيا

    (Gus Baha mewakafkan kitab ini untuk dikaji di Tebuireng). Maka, membicarakan Gus Dur harus melibatkan KH. Hasyim Asy’ari, karena membicarakan Nabi Muhammad saw. pasti membicarakan Nabi Ibrahim as. Itulah barokahnya moyang.
    ✓ Banyak sekali hal penting yg diutarakan Gus Baha’, tapi tidak terkait langsung dengan Gus Dur.

    Alfaqir Habiburrahman

    SORBANSANTRI.COM

  • Muallaf Center PBNU telah resmi dikukuhkan

    Muallaf Center PBNU telah resmi dikukuhkan

    Infokom Ansor Banser NU-Muallaf Center PBNU telah resmi dikukuhkan dan Gus Wahyu NH. Aly dilantik menjadi Ketua Muallaf Center PBNU.

    Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH. Misbahul Munir mengatakan: Secara struktural, Muallaf Center berada di bawah naungan LD PBNU.

    Muallaf Center adalah sarana untuk edukasi para muallaf, mendidik mereka dalam aspek Ubudiyah, Muamalat, memberikan paham kebangsaan serta melakukan pembinaan melalui pengajian secara konvensional dan lewat dunia digital.

    #GenerasiMudaNU

  • PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut Reuni 212 di Monas

    Infokom Banser-Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengimbau warga nahdiyin di seluruh Tanah Air, sebaiknya tidak usah ikut reuni 212. Karena waktu penyeleggaraanya 2 Desember 2019 bersamaan dengan hari kerja.
    “Lebih baik berkerja untuk keluarga daripada ikut hura-hura yang tidak jelas arahnya.
    KH. Said Aqil Siroj mendengar informasi Reuni 212 yang akan digelar di Monas Jakarta akan dihadiri peserta dari Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
    “Tambah repot, solawatan dan baca doa bersama keluarga di rumah lebih aman,” kata Said.
    Tapi kalau ada warga NU yang nekad datang, disarankan atas nama pribadi, jangan membawa atribut NU.

    Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid terpisah mengatakan, reuni 212 adalah hak bagi setiap warga untuk menghadiri acara itu, namun tak boleh membuat resah.
    Wakil Menteri menyebut hukum pelaksanaan Reuni 212 oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 ialah mubah.
    Namun Zainut menegaskan para ASN yang hendak mengikuti kegiatan itu wajib mendahulukan pekerjaan.
    Sebab merujuk pada tanggal pelaksanaannya pada 2 Desember 2019 jatuh di hari Senin.
    “Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi,” kata Zainut Tauhid.

    “Karena pelaksanaan 212 hari kerja dan bagi ASN bekerja itu hukumnya wajib, maka sesuatu yang wajib tidak bisa diganti dengan yang mubah.
    Jadi bagi ASN wajib mendahulukan pekerjaannya,”
    Zainut menjelaskan, kegiatan yang bersifat mubah bisa mendatangkan nilai ibadah jika diisi dengan berbagai kegiatan.
    Namun, jika sesuatu yang mubah diisi kegiatan yang buruk, itu bisa menyebabkan dosa.
    Wakil Ketua Umum MUI itu memilih berprasangka baik.
    Dia yakin Reuni 212 akan diisi berbagai kegiatan yang positif.
    “Saya yakin Reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktivitas kebaikan,” ucap Zainut.

    Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya menegaskan, Reuni 212 adalah hak warga negara.
    Tidak bisa dilarang, asal tidak bertindak anarkis dan memancing keributan.

    (sumber ansor kebon jeruk)

  • DARI 5 KRITERIA KELOMPOK NU INI, KITA MASUK YANG MANA?

    DARI 5 KRITERIA KELOMPOK NU INI, KITA MASUK YANG MANA?

    SORBAN SANTRI- KH. Manarul Hidayat wakil ro’is PBNU pernah mengatakan dalam ceramahnya bahwa, ktriteria orang NU itu ada 5 (lima).

    1. Kelompok yang tidak tahu apa itu NU, tapi suka sama NU. Kelompok ini tidak tahu Bagaimana itu NU, apa yang dilakukan NU, tidak mengerti apa itu NU tetapi mereka senang terhadap NU. Bahkan singkatan NU Nahdlotul Ulama’ itu mereka ada yang tahu dan tidak tahu. Akan tetapi kalau ditanya kamu itu dari mana sih ? mereka menjawab NU.

    2. Kelompok yang tahu tentang NU. Bagaimana NU itu, apa saja yang dikerjakan NU, mereka tahu. Akan tetapi kelompok ini tidak mau peduli tentang NU. Dan mereka tahu kalau NU itu berlandaskan Ahlussunnah wal jama’ah, mereka tahu ciri-ciri NU seperti apa. Tetapi mereka gak mau tahu NU mau maju atau jatuh, mereka tidak peduli. Tetapi kelompok ini jika dikatakan tidak NU, mereka tidak mau dan mengaku NU.

    3. Kelompok yang hanya memanfaatkan kebesaran NU. Kelompok ini tahu persis NU itu seperti apa, akan tetapi NU mereka gunakan untuk kepentingan pribadi. Mereka manfaatkan NU untuk kepentingan bukan untuk khidmat pada organisasi NU. Kelompok yang seperti ini berpegang pada NU untuk hidup, bukan Hidup untuk NU. Mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi dari pada berkhidmat untuk NU.

    4. Kelompok yang nyata nyata benci dengan NU. Kelompok seperti ini berani menentang NU, bahkan mengkafirkan amaliyah NU. Akan tetapi kalau kelompok ini dikatakan bukan NU mereka tidak terima dan tetap mengaku NU dengan tujuan mencari keselamatan karena mereka sadar kalau NU itu mayoritas.

    5. Kelompok yang didoakan mbah kyai Hasyim dan dianggap santri oleh mbah kyai Hasyim. Kelompok yang seperti ini dengan pengetahuannya tentang NU itu seperti apa, NU itu mempunyai kegiatan apa, NU itu mempunyai amalan apa, mereka benar-benar menjalankan dan mengamalkan. Artinya mereka berkhidmat di NU tanpa pamrih, tulus dan ikhlas. Kelompok yang seperti ini cuma bertujuan untuk kemaslakhatan ummat dan yang difikir itu ummat bukan yang lain. Seperti nanti dapat imbalan apa, nanti memperoleh apa, dll. Kelompok seperti ini tidak peduli ada di struktural atau non struktural, dicatat jadi pengurus atau tidak di organisasi NU, mereka hanya bertekat menghidupkan Amaliyah NU, Kegiatan NU, menjaga ideologi NU.

    Semoga kita termasuk golongan yang nomor 5 (lima) dan diakui menjadi santrinya mbah hasyim asy’ari.. Aamiin Ya Robbal’alamiin.. Al-Fatikhah.. (abi sorban)

  • NABI KHIDIR YANG MEMILIH GUS DUR JADI KETUM PBNU

    NABI KHIDIR YANG MEMILIH GUS DUR JADI KETUM PBNU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-Pada saat Gus Dur sedang cuci darah di Rumah Sakit, saya dan Lora Shaleh diperkenankan sowan dan masuk ke kamar Gus Dur yang sedang di rawat. Pada saat itu kurang lebih satu bulan Gus Dur pulang ke Rahmatullah.
    Kami berdua diterima oleh Gus Dur dan dipersilahkan duduk di kursi yang ada dan Gus Dur tetap berbaring dengan tangan di infus namun kondisi beliau terlihat sehat. Bahkan Gus Dur mengajak diskusi dan bercerita hal-hal yang lucu membuat kami tertawa. Sehingga kami cukup lama di ruang kamar tersebut.
    Gus Dur juga cerita bahwa pada saat Muktamar NU tahun 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, saat itu Gus Dur duduk bersama KHR. As’ad Syamsul Arifin. Sedangkan forum Muktamar NU telah memutuskan bahwa untuk menentukan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU dengan Ahlul Halli wal Aqdi tunggal yaitu KHR. As’ad Syamsul Arifin.
    Dengan keputusan itu tentu banyak kyai yang mengusulkan pada Kyai As’ad. Terkait dengan penentuan itu, kata Gus Dur, saya saat itu sedang bicara dengan Kyai As’ad, tiba tiba datang Kyai dari Malang dan langsung matur pada Kyai As’ad, agar Ketua Umum PBNU diberikan pada Kyai Tholhah. Spontan Kyai As’ad dawuh, “Tidak, Nabi Hidir baru saja meninggalkan tempat ini dan tetap menunjuk Gus Dur jadi Ketua Umum PBNU.”
    Kami yang mendengar cerita ini berfikir, berarti Nabi Khidir, Kyai As’ad dan Gus Dur sebelum Kyai dari Malang itu datang sedang bincang-bincang terkait siapa yang akan menakodai atau memimpin NU.
    Bila kita ambil filosofi sufi dari cerita ini; berarti Nahdlatul Ulama ini organisasi yang dijaga oleh para kekasih Allah SWT. Dulu Alm. KH. Hasyim Muzadi dawuh, NU ini punya komisaris, dan pengurus yang ada ini hanya direktur-direktur yang sewaktu waktu bisa ganti. Tapi sang pemilik NU akan selalu menjaga NU.
    Dari itu Alm. KH. Khatib Umar Sumberwringin dawuh pada saya, “Misbah , kamu jadi pengurus NU pegang kalimat ini; Sirrul wali bil wali wa sirrul Ulama’ bil Ulama. (Rahasia wali itu yang tahu hanya orang wali dan rahasia Ulama itu juga yang tahu hanya Ulama).”
    Cerita ini sebenarnya mengandung makna kita harus hati hati menjadi pengurus NU. Karena pengurus NU akan menjalankan amanah perjuangan Ulama yang nota bene pewaris para Nabi. Bila sikap dan Amaliah tidak sesuai dengan keinginan komisaris NU, khawatir ada keadilan Allah yang akan menimpa pada dirinya.
    Semoga para pejuang dan pengurus NU dari PB hingga Kelompok Anak Ranting NU senantiasa dalam hidayah Allah dan diberi kemampuan dan keistiqamahan menjalankan amanah perjuangan NU sesuai dengan Rel Khittah NU, dan tidak membawa NU ke ranah kepentingan yang tidak sesuai dengan cita cita perjuangan NU.
    Penulis: HM. Misbahus Salam, Pengasuh Yayasan RDS (Raudlah Darus Salam) Sukorejo Bangsalsari Jember.
  • DIMANAKAH POSISI MUI SAAT INI?

    DIMANAKAH POSISI MUI SAAT INI?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Kehadiran majelis Ulama Indonesia dirasakan sudah patut dipertanyakan lagi, sebab sudah ada kementrian agama yg menjadi wadah lintas agamanya, sedangkan Ormas2 Islam yg berbeda mazhabnya sudah ada sejak dahulu.
    Sebut saja PBNU dan Muhammadiyah atau Persis dan lain sebagainya, ditengarai sering terjadi salah penafsiran antara MUI dengan induk ormas2 Islam yang ada, maka sebaiknya keberadaannya patut ditinjau ulang dan dipertanyakan lagi, bahwa mereka sesungguhnya mewakili kelompok yang mana, dan dari unsur apa?
    Pada dasarnya, sesuai dengan tugasnya, MUI membantu pemerintah dalam melakukan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat Islam, seperti mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang muslim dengan lingkungannya.
    Mantan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini menyatakan tidak semua pihak mendukung keberadaan MUI. Ada juga yang tidak menghendaki MUI berperan penting dalam kehidupan bangsa, termasuk dalam urusan politik.
    “Di negeri ini ada kelompok yang sangat mendukung keberadaan dan kinerja MUI, tetapi ada pula kelompok yang tidak menginginkan MUI eksis,” kata Hajriyanto. Yang pernah dipercaya menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 1993 – 1998 itu.
    Senada dengan itu, bahkan Almarhum Gus Dur juga pernah berpendapat, organisasi ulama tersebut sudah terbiasa mengeluarkan fatwa secara serampangan, terutama terkait dengan fatwa aliran sesat. “Makanya, MUI bubarin sajalah kalau caranya begini. MUI kan hanya satu dari sekian ormas Islam. Oleh karena itu, jangan gegabah mengeluarkan pendapat. Karena hal itu bisa membuat kesalahpahaman semakin melebar,” katanya. Bagi Gus Dur, sikap MUI semacam itu ikut memicu timbulnya radikalisme dan fundametalisme di Indonesia.
    Bahkan kebijakan MUI sdh tidak lagi sejalan dengan PBNU sbgmn yg disampaikan Ketua Umumnya yaitu KH. Said Aqil Siradj, Sehingga ancaman mundurnya sekjen MUI ini dirasakan bertolak belakang dengan pemberlakuan sertifikasi bagi penceramah yang dikeluarkan kementrian agama, yang tentunya didukung oleh para Ormas islam besar yang ada. Penulis : Andi Salim
  • HABIB ALI KWITANG MARAH TERKAIT LAMBANG NU YANG DI LETAKAN SEMBARANGAN

    HABIB ALI KWITANG MARAH TERKAIT LAMBANG NU YANG DI LETAKAN SEMBARANGAN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (1870-1968), akrab disebut Habib Ali Kwitang, adalah ulama’ besar di Jakarta yang sangat akrab dengan para kiai NU. Ditegaskan Gus Dur bahwa NU masuk Betawi ya melalui Habib Ali Kwitang. Majlis Taklim Kwitang yang digelar setiap ahad pagi dibanjiri ribuan jama’ah dari berbagai daerah.

    Semasa hayatnya, Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari juga sangat akrab dengan Habib Ali Kwitang. Bahkan, Kiai Hasyim berpesan kepada keluarga dan santrinya untuk selalu sowan kepada Habib Ali Kwitang setiap kali datang di Jakarta.

    Salah satu anak angkat Habib Ali menjadi tokoh besar NU, yakni KH Idham Kholid yang pernah menjadi Ketua Umum PBNU. Pada masa orde lama, KH Idham Kholid memimpin NU yang menjadi partai politik dan juga berkoalisi dengan pemerintahan Bung Karno.

    Pada suatu musyawarah, para kiai dan habaib diundang di Kantor PBNU. Selain Habib Ali Kwitang, hadir juga Al-Habib Ali bin Husein Al-Athas atau Habib Ali Bungur, Al-Habib Muhammad bin Ali Al-Athas. Para kiai dari berbagai daerah juga datang memenuhi undangan PBNU.

    Ada seorang santri bernama Abdullah yang saat itu sangat senang melayani para habaib dan kiai. Ia mengantarkan makanan dan minuman yang sudah disediakan, termasuk kepada Habib Ali Kwitang. Ketika bersimpuh di hadapan Habib Ali, Abdullah menurunkan nampan kaleng bermotif warna-warni bersisi makanan dan minuman.

    Habib Ali Kwitang meminta Abdullah untuk mengangkat nampan itu. Ada apa kok diangkat? Habib Ali menemukan lambang NU di pantat nampan.

    “Ini kok begini. Maksudnya apa ini,” tanya Habib Ali.

    “Iya bib, ini tanda kalau ini nampan milik NU,” jawab Abdullah dengan lugu.

    Suasana saat itu jadi hening, para habaib dan kiai tertuju dengan kejadian itu. KH Idham Kholid dipanggil Habib Ali terkait itu, para kiai lain memperhatikan apa yang sedang terjadi.

    “Jangan kalian berani-berani membuat jatuh perkumpulan ini dengan meletakkannya di bawah.”

    Mendengat nasehat yang sangat tegas ini, KH Idham Kholid menyimaknya dengan penuh khidmah, apalagi itu adalah nasehat sosok ayah angkat dan ulama’ besar yang sangat dihormati. Para kiai dan habaib juga menyaksikan penuh dengan penuh takdzim atas apa yang disampaikan Habib Ali.

    KH Idham Kholid segera bergerak cepat berkoordinasi kepada para santri untuk segera memakai nampan yang biasa, tanpa ada lambang NU. Wujud takdzim dan sam’an watho’atan dengan dawuh seorang ulama.

    Para ulama’ dan habaib yang menyaksikan itu langsung paham dengan lambang NU. Itu bukan lambang biasa, hasil istikharah KH Ridwan Abdullah yang sudah direstui KH Hasyim Asy’ari. (md)

  • PBNU BERSILATURAHIM SECARA VIRTUAL DENGAN PCINU SEDUNIA

    PBNU BERSILATURAHIM SECARA VIRTUAL DENGAN PCINU SEDUNIA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menlu RI Retno L Marsudi akan menyapa PCINU di seluruh dunia, besok Jakarta, NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengadakan silaturahim virtual bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara secara virtual pada Selasa, 19 Mei 2020 pukul 14.00-16.05 WIB.

    Kegiatan bertema Solidaritas Global: Nahdlatul Ulama dan Diplomasi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 menghadirkan narasumber Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menteri Luar Negeri RI Retno L Marsudi. Sementara peserta adalah perwakilan Duta Besar Indonesia dari beberapa negara dan perwakilan PCINU dari beberapa negara.

    Hingga Senin, tercatat yang bersedia mengikuti ada 31 perwakilan PCINU dan 25 perwakilan Duta Besar RI. Berikut ini PCINU yang akan menjadi peserta: 1. PCINU Arab Saudi 2. PCINU Tunisia 3. PCINU Mesir 4. PCINU Lebanon 5. PCINU Sudan 6. PCINU Maroko 7. PCINU Yaman 8. PCINU Jordania 9. PCINU Tiongkok 10. PCINU Jepang 11. PCINU India 12. PCINU Pakistan 13. PCINU Hongkong 14. PCINU Taiwan 15. PCINU Korea Selatan 16. PCINU Malaysia 17. PCINU Singapore 18. PCINU Brunei 19. PCINU Thailand 20. PCINU Iran 21. PCINU Australia-New Zealand 22. PCINU United Kingdom 23. PCINU Scotland 24. PCINU Belanda 25. PCINU Prancis 26. PCINU Belgia 27. PCINU Jerman 28. PCINU Spanyol 29. PCINU Rusia/FREU 30. PCINU Turkey 31. PCINU Amerika Serikat-Canada

    Pewarta: Abdullah Alawi
    Editor: Alhafiz Kurniawan

  • Al-Quran Terbitan PBNU (Bagian I)

    Al-Quran Terbitan PBNU (Bagian I)

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM

    Syukur kehadirat Allah yang tak terhingga saat Lembaga Ta’lif wa Nasyr (Infokom) PBNU berhasil menerbitkan Mushaf Al-Qur’an yang diberi nama Ar-Risalah. Beberapa bulan lalu Ketua LTN PBNU Cak Hari Usmayadi Cak Usma meminta untuk dituliskan beberapa dalil Amaliah NU seputar tema-tema yang berkaitan dengan Al-Qur’an. In syaa Allah meliputi:

    1. Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an
    2. Al-Qur’an Sebagai Penolong di Akhirat
    3. 1 Huruf Al-Qur’an Berpahala 10 Kebaikan
    4. Pahala Mendengarkan (Semaan) Al-Qur’an
    5. Doa Khatam Al-Qur’an
    6. Membaca Al-Qur’an di Makam
    7. Mengeraskan Bacaan Al-Qur’an
    8. Pengajian Diawali Bacaan Al-Qur’an
    9. Al-Qur’an Sebagai Doa Ruqyah (Pengobatan)
    10. Keutamaan Sebagian Surat Al-Qur’an:
    • Surat Al-Kahfi
    • Surat Tabarak
    • Surat Al-Waqiah
    • Surat Al-fatihah
    • Surat Yasin di Malam Jum’at

    Sumber : Ma’ruf Khozin

  • Apa Istimewanya Al-Qur’an Terbitan PBNU? (Bagian II)

    Apa Istimewanya Al-Qur’an Terbitan PBNU? (Bagian II)

    SORBANSANTRI.COM

    Begini kawan, saya termasuk orang yang berfikiran out of the box (mboten semerap terjemahan yang pas). Intinya kalau Al-Qur’an terbitan PBNU ini sama persis dengan yang sudah ada di pasaran maka saya tidak akan repot-repot memberi rekomendasi. Sebab kepala saya masih agak pening. Tapi untuk yang 1 ini saya abaikan sementara dan semoga tidak kambuh (kebetulan stok obat migrain dan vertigo masih banyak dan saya tulis sebelum imsak).

    Keistimewaan Mushaf Ar-Risalah PBNU ini adalah:

    1. Jelas nama besar NU. Mayoritas pembaca Al-Qur’an di negeri kita adalah warga Nahdliyyin.
    2. Grafisnya itu lho. Indonesia bangets pokoknya. Ada motif batiknya. Ada unsur Serambi Makkah, Aceh. Juga batu nisan Sultan Malikussaleh (cocok bagi para pecinta ziarah kubur). Tak ketinggalan motif bunga-bunga, termasuk yang Khas Kalimantan yaitu kembang Kenanga.
    3. Ada petunjuk dalil-dalil hadis seputar mengamalkan surat-surat tertentu dalam Al-Qur’an. Sekaligus memberi bantahan kepada Salafi yang menuduh bahwa Qur’an-nya orang-orang NU cuma Yasin saja. Kata mereka: “Buktinya yang mereka baca saat Tahlilan dan ziarah kubur cuma Yasin saja”. Ternyata yang dicetak PBNU adalah 114 Surat.

    Sumber : Ma’ruf Khozin