Tag: RADIKAL

  • PENGANIAYAAN PADA KELOMPOK MINORITAS DI SOLO

    PENGANIAYAAN PADA KELOMPOK MINORITAS DI SOLO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada tanggal 8 Agustus 2020 sekitar pukul 17.45 bertempat di rumah Alm. Assegaf bin Jufri Kp. Metrodanan Jl. Cempaka No. 81 Rt 01 Rw 01 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta telah terjadi Penganiayaan Terhadap Keluarga Umar Asegaf  yang dilakukan oleh Kelompok Laskar yang hendak melaksanakan acara Midodareni (Do’a sebelum acara pernikahan) yang diikuti ± 20 orang

    [su_youtube url=”https://youtu.be/dFiL5s0h7ik”]

    Adapun kronologi kejadian sebagai berikut :

    a. Sebelumnya saat keluarga Umar Asegaf () sedang mengadakan acara Midodareni (Do’a sebelum acara Pernikahan anaknya) di rumah Alm. Segaf bin Jufri di Jl. Cempaka No. 81 Kp. Mertodranan Rt 01 Rw 01 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta tiba-tiba sekitar pukul 17.45 datang Pok Tertentu (Laskar) sekitar 100 orang dengan menggunakan tutup kepala. Kemudian mempertanyakan kegiatan yang ada di dalam rumah sambil berteriak-teriak (“Allahuakbar, Bubar, Kafir, dan ada yang mengatakan bahwa bukan Islam, musuh Islam, darah kalian halal”). Dimana kelompok laskar tersebut mencurigai bahwa kegiatan yang ada didalam merupakan kegiatan keagamaan yang ditentang oleh kelompok Laskar. Dari kelompok internal laskar sendiri beredar bahwa kegiatan yang ada didalam mengadakan kegiatan keagamaan, sehingga dilakukan pembubaran.

    b. Sekitar Pukul 17.45 Kelompok Laskar yang berada di Depan Gang Masuk Rumah Alm. Assegaf bin Jufri bertambah semakin banyak sekitar 130 orang, tidak lama kemudian Aparat dari Polresta Surakarta tiba di TKP. Selanjutnya Kombes Pol Andy Rifai, SH. S.IK (Kapolresta Surakarta), didampingi Kompol Phunky Mahendra, SH, S.IK, MH. M.IK (Kasat intel Polresta Surakarta), Kompol I Ketut Sukarda (Kabag Ops Polresta Surakarta), dan AKP Adis Dani Harta, S.IK. MH (Kapolsek Pasar Kliwon) meminta waktu kepada Pok Laskar untuk melakukan Negoisasi, setelah 15 menit negoisasi berjalan kelompok laskar berteriak-teriak bahwa negoisasi kelamaan, sehingga aparat meminta tambahan waktu 15 menit untuk melakukan negoisasi ulang.

    c. Setelah Kapolresta melakukam negoisasi ke dalam rumah selama ± 15 menit, akan tetapi dari pihak keluarga tidak mau membubarkan diri sebelum Pok Laskar yang ada diluar rumah membubarkan diri dan dari Pok Laskar sendiri juga tidak mau membubarkan diri sebelum kegiatan tersebut benar-benar bubar dan orang-orang yang ada di dalam semua keluar. Selanjutnya Kapolresta Surakarta kembali melakukan negoisasi, namun hal tersebut tidak diindahkan dari kedua belah pihak, dan kelompok Laskar juga bersikukuh untuk bertahan. Dari pihak tuan rumah sendiri tidak mau membubarkan diri dengan alasan bila ada salah satu keluarga/jamaah yang keluar dikhawatirkan langsung dianiaya oleh kelompok laskar, dengan adanya hal tersebut dirinya berpedoman pada kejadian pada tahun lalu sekitar tahun 2018.

    d. Selang berjalannya waktu ada sebagian keluarga sekitar 3 orang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor akan keluar rumah tiba-tiba dari kelompok laskar langsung memukul dengan tangan kosong dan sebagian melempari dengan menggunakan batu. Karena jumlah yang tidak seimbang dengan petugas maka keluarga tersebut mengalami luka-luka (identifikasi awal mengalami luka pada, kaki, tangan dan kepala). Sehingga petugas melakukan pencegahan dan akhirnya kelompok laskar dapat dikendalikan. Kemudian para korban di bawa ke RS Kustati Solo untuk penanganan lebih lanjut.

    e. Sekitar Pukul.18.45 saat kumandang adzan Isya tiba, Pok laskar membubarkan diri untuk melakukan sholat isya.

    f. Pada pukul 20.55 s.d 21.00 Habib Novel (Majelis Ar Raudah) tiba di lokasi dan menyampaikan kepada Kompol I Made Sukada (Kabag Ops Polresta Surakarta) sebagai berikut :
    Saya minta kepada aparat keamanan terutama Kepolisian segera tangkap otak dari kejadian malam ini, jangan tangkap anak buahnya tetapi tangkap pimpinannya dan hadapkan kepada saya. Saya tidak mau ada kerusuhan di Solo, saya mau Solo selalu aman. Jika Polisi tidak bisa menyelesaikan masalah inindan memproses para pelaku terutama pimpinan dari kerusuhan ini akan saya turunkan seluruh umat muslim ke Solo ini.

    g. Adapun kerugian korban yang di evakuasi ke RS. Kustati dan Barang bukti sebagai berikut :
    1) Korban :
    a) Umar Assegaf, 54 tahun, Islam, wiraswasta, alamat Jl. Bengawan Solo 10 no. 2 RT 004 RW 009 Kel. Mojo kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta.
    Luka robek di kepala bagian kiri depan Kurang lebih 3,5 cm, di kepala kiri bagian belakang kurang lebih 5 cm (diijinkan pulang/rawat jalan)
    b) Hadi Umar, 15 th, Islam, Pek. Lain lain, D/A Jl. Bengawan Solo 10 no. 2 RT 004 RW 009 Kel. Mojo kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta.
    Luka lecet di kepala kanan kiri lebam nyeri kaki kiri. (diijinkan pulang/rawat jalan)
    c) Husin Abdullah, 57 tahun, Islam pegawai negeri, Jl. Ahmad Dahlan 132 Kel. Pasar Kliwon, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta.
    Luka robek di dahi kanan Kurang lebih 4 cm, luka robek di kepala bagian kanan depan kurang lebih 5 cm (masih di observasi oleh dr. Sedang)

    2) Barang Bukti :
    a) Sepeda Motor Yamaha NMax No Pol. AD 3169 S
    b) SPM Honda Spacy No. Pol. AD 5904 VU

  • ADEKKU SAYANG CALON EKSTRIMIS

    ADEKKU SAYANG CALON EKSTRIMIS

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Adekku sayang..

    Abang kasihan sama kalian. Teganya orangtua kalian mendoktrin kalian seperti ini. Hilang masa kecil kalian yang seharusnya berwarna. Kalian sejak kecil hanya tahu dua warna, kalau tidak hitam ya putih aja.

    Tau gak dek. Masa kecil abang dulu sangat bahagia. Abang main kejar2an, main layang2. Abang dulu kecil penuh dgn permainan. Ada petak umpet, main gundu, galah asin dan boy2an. Teman abang yang cewek main karet gelang, main congklak, wuih nikmatnya masa kecil kami.

    Dan karena kami kaya dengan semua permainan itu, abang tumbuh jadi orang yang kreatif, bergaul dgn semua orang tanpa kenal dia siapa, agamanya apa, dari suku mana. Bagi abang dulu semua sama, kami anak kecil yang bahagia yang kadang jotakan, tapi cepat baikan.

    Indah, kan dek ?

    Dan lihatlah diri kalian sekarang. Coba pandangi foto kalian. Menyedihkan, bukan ? Sibuk dengan bendera2 yg kalian juga gak tau artinya apa. Sibuk dgn simbol2 yg kalian jg gak tau maknanya. Wajah kalian kusam, ga ada cahaya kegembiraan seperti anak kecil umumnya.

    Abang kasihan sama kalian. Lebih kasihan lagi sama orang tua kalian, yang dengan teganya mengumpankan kalian kepada ustad2 jahil, bodoh, goblok, dan terkadang jadi predator. Orangtua kalian yang tanpa sadar menjadikan kalian mesin penghancur, tanpa perasaan, eksklusif, fanatik dan sudah pasti bodoh dan tidak mudah bergaul dgn siapa saja.

    Mereka yang merasa bangga, bukan kalian. Kalian hanya korban, adek2ku sayang. Korban dari kebodohan orangtua kalian, yang dulu waktu kecil sebenarnya kaya dgn permainan anak2. Tapi mereka mungkin selalu jadi pecundang, sehingga tidak punya kebanggaan diri dan mencari eksistensi lewat simbol2 kebanggaan semu yang miskin arti.

    Kelak ketika kalian dewasa dan tumbuh jadi pribadi mengerikan yang ingin merusak ketahanan negeri ini, maafkan abang dek. Anak2 abang sudah dilatih untuk melawan kalian. Anak2 abang sudah abang didik untuk mencintai negeri ini dan siap membelanya sampai titik penghabisan.

    Mungkin kelak kalian akan berhadapan dgn anak2 abang. Dan itu bisa jadi takdir kalian bertemu di simpang jalan. Bukan, bukan abang jahat. Tapi supaya ideologi kalian tidak berkembang dan merusak semua tatanan yg dibangun pendiri bangsa ini untuk hidup damai dalam keragaman.

    Cium sayang abang untukmu, dek. Abang doakan kalian ketika dewasa, melawan semua doktrin yang sekarang dipaksakan kepada kalian. (abi sorban)

  • SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN  FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SORBANSANTRI.COM

    SELAMAT DATANG TAHUN PELAJARAN 2020 / 2021

    cyberaswaja.online- Pendekatan manusia terhadap ajaran agamanya akan melahirkan paham keagamaan. Maka dalam satu agama, bisa terdapat lebih dari satu paham keagamaan. Dari paham keagamaan inilah akan membentuk aliran keagamaan dan untuk sebagian besarnya kemudian menjadi kelompok – kelompok keagamaan ( firqoh ).

    Demikian halnya Corak keislaman seseorang ataupun kelompok sangat di tentukan oleh penghayatan, paham dan aliran keislamannya itu sendiri…

    Oleh karena itu Menjelang tahun pelajaran baru jangan sampai kita keliru menitipkan anak anak kita untuk di didik pada lembaga dan pola pendidikan yang jelas jelas berseberangan dengan aqidah, amaliyah, harokah, fikroh, manhaj juga siyasah kita.(FUAD ZAENUDDIN)

  • Siapa Presiden Ihwanul Muslimin dan PKS

    Siapa Presiden Ihwanul Muslimin dan PKS

     

    SORBAN SANTRI- Sebelum kemunculan HRS, tak ada catatan mengenai “konflik” antara habaib dan nahdliyin kecuali kasus individual Habib Husein al-Habsyi yg menyerukan penggulingan Gus Dur dari kursi kepresidenan, pada 2001.

    Saat itu, seruan habib yang pernah mendekam di penjara selama 10 tahun dengan dakwaan terlibat peledakan candi Borobudur itu, ditentang oleh banyak habib lainnya. Di antaranya oleh sekumpulan habib yang tergabung dalam Forum Habib Jawa Timur.

    Selain dinilai menyeret kehabiban ke dalam konflik kepentingan politik, Habib Husein al-Habsyi dianggap sebagai provokator yang ingin memisahkan habaib dari para kiai.

    Terpidana Bom Candi Borobudur adalah Habib Husein Al Habsyi, ia mendirikan Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI) kisaran tahun 2001. Ikhwanul Muslimin versi Habib Husein Al Habsyi bukanlah IM ‘cabang’ dari Ikhwanul Muslimin yang di Mesir itu.

    Ada juga, bahkan banyak juga salah faham ketika menyebut (nama) Habib Husein Al Habsyi Presiden IMI itu. Karena namanya sama dengan pendiri YAPI Bangil (Syi’ah). Ini adalah Foto Habib Husein Al Habsyi yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI).

    Sedangkan Habib Husein Al Habsyi Pendiri Pesantren YAPI Bangil yang beraliran Syiah. Ikhwanul Muslimin yang versi resmi di bawa oleh kelompok gerakan Tarbiyah yang kini mendirikan Parpol: PKS.

    Jadi PKS (dulu PK) itu sejatinya adalah kepanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin yang berpusat di Mesir Ketika Habib Husein Al Habsyi mendeklarasikan ormas dengan nama Ikhwanul Muslimin. Di cibir oleh kalangan Tarbiyah (PKS). Menyikapi itu, tokoh utama Gerakan Tarbiyah Ust. Rahmat Abdullah berkata ” Ia (Hb Husein AlHabsyi) hanya mendapat Klaim saja.

    Yusuf Supendi salah satu pendiri PK (PKS) membenarkan kalau PKS adalah Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Bahkan Yusuf Supendi mengatakan saat Pemilu ’99 Partainya 90% dana kampanye Pemilu di bantu oleh Ikhwanul Muslimin.

    Yusuf Qardawi juga pernah menyebut bahwa PKS adalah kepanjangan tangan Ikhwanul Muslimin. Tapi petinggi PKS no comment. PKS tentu tutup mulut karena di negeri kita parpol di larang menerima bantuan dari asing. Apalagi kepanjangan tangan dari asing

    Tidak ada memang bukti struktural bahwa PKS di bawah naungan Ikhwanul Muslimin Mesir. Tapi ideologi tidak bisa di sembunyikan. Lihatlah sikap kader PKS melihat konflik Ikhwanul Muslimin/Mursi di mesir sekarang. Karena memang PKS adalah Ikhwanul Muslimin.

    SORBANSANTRI.COM
    Kembali ke Habib Husein Al Habsyi, saya juga heran kenapa dia mendirikan ormas bernama Ikhwanul Muslimin. Habib Husein Al Habsyi – IM Yang jelas, dia memang akrab di kalangan Islam Radikal. dengan Habib Rizieq, juga dgn Abu Bakar Ba’asyir.

    Karena dalam perjalanannya di Ikhwanul Muslimin ada 2 arus besar. Salah satunya adalah Ikhwan Quthbiyah. Yakni Ikhwan Garis Keras tokoh utamanya adalah Sayyid Quthub. Bahkan Yusuf Qardawi mengatakan Sayyid Quthub harus bertanggung jawab atas berkembangnya Islam Radikal di dunia

    SORBANSANTRI.COM
    Sayyid Quthb akhirnya di hukum mati, digantung (pada 29 Agustus 1966). Karena ideologi radikalnya. Sayyid Quthub awalnya moderat, termasuk ketika menulis kitab Tafsir fi Dzilalil Qur’an. Tapi Akhirnya Radikal,Beliau memang pujangga, kitab lainnya adalah kitab Ma’alim fi at-Thariq

    Itulah Ikhwanul muslimin dan menjelma menjadi PKS..

    Muhibbul fillah..
    Salam takdziim.

    (GusNadjb)

  • Cuci Otak Zaman Wabah di Indonesia Sekarang Ini

    Cuci Otak Zaman Wabah di Indonesia Sekarang Ini

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Yaa, saat ini sedang terjadi….dan terus akan terjadi…ini bagian dari dinamika hidup dan kehidupan…oleh sebab itu menjadi penting untuk diperhatikan wasiat ini :
    إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
    “Ilmu ini adalah bagian dari agama kalian, maka perhatikanlah, dari siapa kalian mengambil ilmu agama”
    Hmm… Dimana mana.. Zaman serba viral..pejabat, rakyat, ustadz..media elektronik jg semakin membuat “seru dan saru” :
    Pasar kok di buka, Masjid Tutup ? Mana lebih mulia Pasar atau Masjid?
    Ini sama halnya dengan dialog² sebelumnya…
    Mana lbh kuat Pancasila atau AL Qur’an? Mana lbh kuat Pendapat Sahabat atau Nabi Muhammad Saw? Mana lbh mulia kata Para Ulama/Kiyai/Buya/ajengan/Tuan Guru atau Sahabat Nabi?

    Nah, skrg ada lg :
    Pasar kok di buka, Masjid Tutup ? Mana lebih mulia Pasar atau Masjid?
    Sepintas, tanpa berfikir emosi kita PASTI mnjwb pilihan yg ke-2. (pasti Al-Qur’an, pasti Nabi, pasti Sahabat & yaa sdh tentu Masjid)

    Padahal, pertanyaannya saja SUDAH KELIRU Sebab tdk layak bandingkan Pancasila dgn Al Qur’an, Sahabat dengan Nabi SAW, para Kiyai dan Sahabat Nabi, jg Pasar dengan Masjid.
    Seolah semua mnjd Kontra produktif, padahal sama skl tdk. Bagaimana mungkin membandingkan Pancasila yg hasil karya cipta; budaya manusia dengan Al Qur’an yg merupakan wahyu? Sesungguhnya Pancasila adalah nilai – nilai kehidupan org Indonesia yg sejalan bahkan Al Qur’an menjadi sumber inspirasi perumus saat itu.

    Bagaimana mungkin membandingkan para sahabat dengan Rasulullah Muhammad SAW… padahal Rasulullaah SAW Sendiri yg sabdakan kebenaran agama ini adalah “apa yg saya bawa dan juga sahabat-sahabat saya” (ما انا عليه واصحابه) Itulah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

    Begitu juga yg di fahami olh para Ulama – salafuna sholeh (yg hidup kurun tahun 1 H hingga 300 H) sampai para Ulama yg otoritatif ke ILMUAN nya usai 300 H Hingga saat ini ulama khalaf

    Hmm…
    Lalu Bagaimana Pasar dengan Masjid ? yaa jelas berbeda…santri santri kls Tsanawiyah sj dipesantren sangat faham bahwa ini qiyas ma’al fariq namanya. Kata anak zaman skrg ga mach: ga cocok. Kenapa? Lah, Masjid itu tempat mulia, sebaik baik tempat itu adalah Masjid. Sedangkan seburuk² tempat adalah pasar. Bahkan Masjid itu. Menjadi tempat yg sangat dicintai Allah Swt sedangkan pasar tempat yg paling dibenci, dimurkai Allah Swt ; أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا» (HR. Muslim)
    Tapi kan pak…BERKERUMUN nya itu yg kami maksud _ (nah, msh tapi lagi…, inilah zaman Now, kl ga protes _ga keren)

    Begini Mas : Pasar itu tempat kebutuhan hajat hidup org banyak, yg terutama adalah kebutuhan sembako. Kita akan mati jika tdk makan. Lalu apakah kita akan mati jk sementara waktu saja (sesuai himbauan, aturan) tidak shalat jamaah di masjid ? Apalagi Kondisi darurat sprt ini semestinya lebih difahami, bhw yg WAJIB itu shalatnya bukan jamaah di Masjidnya.. Sebab shalat bisa dilakukan di rumah KECUALI shalat Jum’at. Inipun sdh banyak kajian yang saya dan jg anda baca, bhw dlm kondisi tertentu bisa diganti shalat zuhur.
    Padahal sudah banyak ayat, hadits dan kaidah fiqh, ushul fiqh, dll sudah dipelajari dipesantren…diajarkan oleh para guru, Alim Ulama..
    Bukankaj saatnya kini “dipakai”?
    —kita lanjut–
    Yang membuat kita miris, sedih adalah : Jk faktor ketidak disiplinan terjadi di pasar, di Mall dll, lalu ada yg terkena Covid-19, Lalu tanpa ia sadari menulari saudaranya di Masjid, di rumah ibadah (?) Sungguh betapa besar dosa karena kecerobohannya.. (apakah kita sebagai jamaah biasa terlebih pengurus Masjid) dosa ketidak patuhan dgn Umaro sebagaimana yg Allah Swt perintahkan (brrt dosa jg kpd Nya) serta dosa memberikan mudharat org lain.
    Hal semakin aneh, meributkan shalat Idul Fitri yg jelas jelas ibadah Sunnah. Bukan bermaksud meremehkan… Tetapi mengingatkan kita semua : Bahwa Hifzhun Nafs ; kewajiban menyelamatkan diri dr sgl apapun yg membinasakan yg jelas WAJIB hukumnya Harus lebih di utamakan ketimbang mengejar pahala Sunnah.
    Tapi…. Inikan kan setahun sekali… Dan inikan syi’ar…
    (nah, “tapi” lg…Hmm.. kl ga ngeyel ga keren)
    Kenapa sih sll repot berfikir mensyi’arkan tanah lapangan? Mensyiarkan Masjid? Yg jelas Masjid sdh syi’ar… Masjid sudah dimuliakan… Kenapa saya dan anda tidak berfikir… Bhw inilah saatnya dimana kita diberi kesempatan oleh Allah Swt men-Takbir- kan rumah rumah kita dgn segenap jiwa dan raga… yg selama ini mungkin justeru “kita tinggal” baik.. Lahir maupun bathin….
    Bukankah setan akan lari tunggang langgang mendengar suara Takbir
    Nah! Saatnya kita beramai ramai brsm ayah-bunda, kakek Nenek, anak-isteri/suami, ber takbir ! Dgn lisan kita sendiri (jgn muadzin Masjid terus yg Takbir) dengan fikiran kita bertakbir, dgn bathin kita Takbir, menyadari dgn kesungguhan hati ALLAH DZAT YG MAHA KUASA, ALLAH SWT DZAT YG MAHA KAYA, ALLAH DZAT YG MAHA BESAR Laa Haula waLa Quwwata iLLa Billaah..
    Dengan Takbir itu elok lah kita berharap dosa dosa kan berguguran, segala keburukan akan dihilangkan dari rumah kita, buruknya akhlaq & sifat sbg suami atau isteri, keburukan sifat putra putri srt klrg kita. Sehingga segalanya menjadi lebih indah dan Harmoni… Boleh jd, setan yang selama ini ngekost (berdiam diri) di rumah yg sll menginginkan klrg kita asyik bertengkar, menginginkan kita susah, susah fikiran, susah ekonomi dll… Semua itu akan sirna! Akan pergi! Termasuk juga Covid-19 kita minta agar juga pergi dr Bumi ini.
    ——tapi… Kan pak ustaadz…(nah.! Tp aplg nih ?) tapi saya kan tidak hafal kalimat Takbir… Aplg Khutbah kami tak pandai… Aplg jd Imam shalat Ied kami jg tak pandai…
    (aaah, sudahlaaah…. nyalakan saja radio atau you tube mu. Ketik “Takbiran”. Naah Takbir sama². Lalu… Tak payah kau khutbah, langsung saja imami shalat ga usah dikeraskan suaramu; “SILENT” pun.. Jadilah)
    Sudah.. yaaa…tak usah tapi…tapi..lg… Buat hidup ini mudah… Karena TUHAN ingin kemudahan bagimu..jgn malah kamu persulit sendiri dirimu… Sebab.. IA Sayang padamu…
    يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر (Al- Baqoroh 185)
    Hmm.. aku juga “menyayangi-mu, mengasihimu..”

    Mhn maaf, tulisan ini sama sekali bukan untuk di debat, hanya sebatas mengajak kita semua merenung, berfikir dan bersikap lebih bijak. Jangan sampe kita ibadah bukan didasari Ilmu..namun nafsu yang mendasari. (Achmad Ridho Amir – PAIF Kemenag Batam / Khadim Masjid Agung Batam)

    #salam santun
    #salam silaturrahiem
    #salam jelang akhir Ramadhan 1441 H
    #Stay at home
    #Hidup Sehat & terus berdoa
    #Shalat di rumah saja
    #Disiplin, Insya Allah semua akan baik baik saja
    #Bersatu, bersama Kita bisa

    Yaa Allah, angkatlah wabah Virus Corona

    #sorbansantrinu