
Tag: sorbansantri
-

Dosa Jariyah Yang Dapat Menghapus Semua Amal Shalih
SORBAN SANTRI- Kyai menyampaikan bahwa jika budaya lokal Korea (K-Pop) saja bisa meng-internasional bahkan digemari hingga Amerika. Maka anak muda Indonesia mestinya mampu menjadikan budaya lokal Indonesia menjadi menginternasional pula. Termasuk “Budaya Santri”, agar diupayakan menjadi budaya nasional dan bahkan menginternasional.Nasihat beliau sangat simpel dan sekaligus sangat visioner. Namun para “pembuat” berita dan para tukang “fitnah” telah dengan sengaja menggoreng informasi ini untuk tujuan membuat narasi fitnah dan menyebar kebencian.Akibatnya para Netizen yang sebagian bersumbu pendek dan kurang cermat membaca terburu-buru menghujat beliau. Narasi negatif berbentuk gambar dibagikan ribuan kali di berbagai akun media sosial. Hingga terwujudlah Dosa Jariyah yang dapat menghapus semua amal shalih.Ketahuilah, Bahwa menghina Kyai Ma’ruf Amin telah mengakibatkan tiga dosa besar, yakni Menghina Sulthan, Menghina Ulama dan Menghina Orangtua.1. MENGHINA UMARO’ (SULTHON):Menghina Pemerintah adalah dosa besardan sama saja telah menghina Allah. Nabi Saw bersabda:مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي“Barangsiapa yang menghinaseorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR al-Tirmidzi, no. 2224).2. MENGHINA ULAMA.Darah dagingnya ulama adalah racun, maka menghinanya sama saja makan racun. Kyai Ma’ruf bukan ulama biasa, tetapi beliau adalah “Al-Kubarâ’” (الكبراء), yakni ulama besar, sesepuh dan sangat dituakan oleh kaum muslimin di Indonesia. Para ustadz-ustadz muda saja kita hormati, apalagi beliau selaku Ulama Kubara’. Al-Hafidz Ibnu Asakirdalam “Tabyin Kadzib Al-Muftari” berkata:” واعْلَمْ يَا أخِي، أَنَّ لُحُومَ العُلَماءِ مَسْمُومَةٌ، وَعَادةُ اللهِ في هَتْكِ أسْتَارِ مُنْتَقِصِيهِمْ مَعْلُومَةٌ، لأنَّ الوَقِيعَةَ فِيهِمْ بِمَا هُمْ مِنْهُ بَرَاءٌ أمْرُهُ عَظِيم ٌ، والتَّناوُلُ لأعْراضِهِم بالزُّورِ والافْتِراءِ مَرْتَعٌ وَخيمٌ ، والاختِلاقُ عَلَى من اخْتارهُ اللهُ مِنْهُم لِنَعْشِ العِلْمِ خُلُقٌ ذَمِيمٌ “.Artinya: “Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya daging para ulama itu beracun (menggunjingnya adalah dosa besar), dan kebiasaan Allah dalam menyingkap kedok para pencela mereka (ulama) telah diketahui bersama.Karena mencela mereka dengan sesuatu yang tidak ada pada mereka, merupakan petaka besar, dan melecehkan kehormatan mereka dengan cara dusta dan mengada-ada merupakan kebiasaan buruk, dan menentang mereka yang telah Allah pilih untuk menebarkan ilmu, merupakan perangai tercela”.3. MENGHINA ORANGTUA.Beliau adalah Syaikh al-Kabir dan telah berjasa banyak buat bangsa dan negara ini. Maka menghina beliau sungguh sama saja telah menghina Orangtua sendiri. Nabi Saw bersabda:لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُArtinya: “Bukan termasuk ummatku, siapa yang tidak memuliakan orang yanglebih tua, menyayangi orang yang lebih muda dan memuliakan hak-hak orang alim (Ulama).”WARNING (PERINGATAN) Kepada segenap netizen mari bijak bermedia sosial dan bijak menelaah informasi. Telitilah setiap informasi yang datang dan jangan cepat percaya. Apalagi hanya berupa judul berita dan gambar-gambar editan. Kita harus menyadari bahwa hari ini ada gerombolan politik yang menghalalkan fitnah untuk menjatuhkan pihak lain.Mungkin bagi mereka ada istilah “Fitnah Syariah”. Bahkan sekali waktu mereka teriak “Bela Ulama”, namun disisi lain mereka “mencaci ulama yang lain”. Bagi mereka Para Ulama yang sejalan dengan gerbong politik mereka itulah yang dipuja-puja seperti “Malaikat”. Sebaliknya ulama yang tidak berada di gerbong yang sama akan terus dituduhUlama Sû’ dan mereka sebarkan fitnah atasnya.Kelompok ini sewaktu-waktu tampak seperti bertuhan dan bahkan menjual nama “Tuhan” agar umat mau berpihak kepada mereka. Tapi kadang-kadang mereka seperti tidak bertuhan, karena menggunakan FITNAH demi tujuan politik. Kader-kader mereka getol menyebarkan fitnah itu dan mereka merasa bahwa itulah JIHAD.Seolah mereka lupa bahwa ada ALLAH yang selalu mengawasi kelakuan mereka. Padahal Allah Ta’ala berfirman: “FITNAH ITU LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN”.Percayalah bahwa kebenaran tidak akan pernah diperjuangkan dengan cara BATHIL.Kepada segenap “Santri”, Mari kita berjihad di media sosial untuk meluruskan semua fitnah atas ulama kita.Sesuai dengan pesan Mbah Yai (K.H. Ma’ruf Amin), Mari kita menginternasionalkan “BUDAYA SANTRI”. Kalau K-Pop saja bisa, SANTRI mengapa tidak. (abi sorban) -

HIDUP ITU UNTUK MEMPERBAIKI DIRI

SORBAN SANTRI – Hidup Bukan untuk Berdebat, Tapi Memperbaiki Diri Bahwasanya di dalam diri ada 4 jiwa (nafs); jiwa amarah, jiwa lawwamah, jiwa sufiah, dan jiwa muthmainah yang didalamnya lagi bersembunyi hati nurani. Di dalam diri juga ada pikiran, kalimat, hati, jiwa, dan perilaku, yang harus ditata.
Manusia Jawa kerap menyebutnya “Sedulur Papat Limo Pancer”. Dengan mengenal jiwa jiwa dalam diri, di situlah manusia mengenal siapa sejatinya diri, yang mana automaticly pasti bakal mengenal Tuhannya. Karena, sesungguhnya setelah mengenal diri, bergeraklah hati nurani sebagai pancer diri dalam laku hidup manusia. Hati nurani menjadi pengendali pikiran, kalimat, jiwa dan perilaku, termasuk empat jiwa (amarah, lawwamah, sufiah, dan mutmainah). Karenanya, memperbaiki diri menjadi fokus utama manusia menjalani hidup di alam ‘semu’ ini, tentu saja menggunakan ilmu.
Ilmu yang disaranani dengan laku (Ngelmu sarana ing laku, Laku sarananing ngelmu). Ingat, kanjeng rasul udah memberikan petunjukNya secara jelas cetha melo melo, bahwa “Musuh (perang) terbesar manusia (umatnya) adalah diri sendiri”. Lha klo ndak tau alias tak mengenal dirinya, ya ndak bakal tau musuh mana yg diperangi. Lha, sama diri sendiri aja ndak kenal, eh mau ndandani orang lain.
Logis, simpel aja…tapi paten! So, jalani hidup untuk memperbaiki diri, bukan memperbaiki orang lain. Ndak perlu ndakik-ndakik, sederhana saja tapi paten, fokus pada perbaikan diri dan keluarga dengan menata kalimat, pikiran, hati, jiwa, dan perilaku.
Ilmu Gusti Allah itu keren kok kalau mau dipelajari secara kaffah, lahiriah dan batiniah.
Gunakan hati sebagai pengendali diri, bukan akal (logika) yang mengaturnya. (abd Hamid)
-

MISI KERDILKAN NU SEBELUM KHILAFAH

Hari Santri ditolak
(sebelum ditetapkan),
KH. Ma’ruf Amin jadi calon wapres ditolak, Islam Nusantara ditolak,
RUU Pesantren ditolak,
Film The Santri ditolak,
Kiyai-kiyai NU dihujat, dicaci maki
serta dituduh Liberal, PKI, sesat, dan Syiah.Pokoknya,
Apapun gagasan atau
segala hal yang berbau NU
pasti mereka tolak, dengan berbagai
macam dalih dan alasan yang tak rasional.Maka dari sini kami paham,
bahwa target mereka sebenarnya
adalah menghancurkan NU. Caranya,
tolak semua hal yang berhubungan dengan
NU dan pembunuhan karakter tokoh-tokohnya.Mengapa NU?
Ada dua alasan:
(1) hanya NU satu-satunya
tembok tebal yang jadi penghalang
cita-cita mereka mendirikan negara khilaf ah(2) Iri dan dengki
kepada NU karena kader-kader
mereka tak mendapat kue kekuasaan dan
tak mampu kuasai sosial politik dan wacana
keagamaan nasional apalagi internasional.Saat ini Kader2 NU tersebar dimana-mana dan mengisi posisi penting di berbagai instansi dan lembaga. Kader NU juga banyak yang menjadi profesional di berbagai bidang.
Namun meskipun demikian, mereka semua adalah santri dan tetap berjiwa santri, profesional-santri.Bahwa sebenarnya mereka itu inginnya pesantren tetap terbelakang dan tetap menjadi lembaga pendidikan kelas 2 di negeri ini, tidak mendapat pengakuan dari pemerintah.
Maunya mereka, santri itu ngurusin agama aja, engga usah ngurusin negara, engga usah ngurusin politik, ekonomi, budaya (makanya film the santri ditolak).
Intinya orang NU jangan sampe maju. Titik..!!Sampai sini, paham kan…?
-

CELANA CINGKRANG BUKAN MENJADI TOLAK UKUR MASUK SURGA DAN NERAKA

SORBAN SANTRI – Busana yang dikenakan seorang muslim tidak menjadi patokan dirinya menjadi kelompok yang paling mengikuti sunnah Nabi Muhammad.
Celana cingkrang, jenggot panjang, gamis yang terjuntai tidak akan membawa diri seorang muslim pada tingkat ruhani yang tinggi jika tidak dibarengi akhlak yang mulia.
Seorang pedagang kaki lima yang terkadang telat menjalankan shalat bisa lebih baik daripada pria cingkrang yang rajin shalat tepat waktu tapi susah menyunggingkan senyum pada orang lain.
Seorang ibu yang menggunakan kebaya dan hanya berkerudung namun ringan tangan, suka menolong dan peduli pada sesama, bisa lebih mengikuti Nabi dibandingkan dengan wanita berbusana gamis namun tampak angkuh bila berjalan.
Bukan pada busana lahiriah engkau mencapai kebaktian sempurna di mata Allah. Namun lebih kepada kepedulianmu pada sesama, lebih memenuhi kepentingan orang lain dibandingkan dirimu sendiri.
Tanggalkanlah busana sombong, kenakanlah busana kepedulian pada sesama, memberikan makan pada yang lapar, memberi minum pada yang haus dan memberikan pakaian pada yang telanjang, dan sikap ta’awun lainnnya.(abi SORBAN )
-
Sambut Haul ke XX, Warga Antusias Ikut Ziaroh Makam Rianto bersama Ansor dan Banser
Mojokerto | Cyber aswaja.online. Menyambut peringatan Haul Riyanto ke – XX, anggota Banser yang tewas usai mengamankan bom saat perayaan Natal di sebuah gereja tahun 2000 silam, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Kota Mojokerto menggelar sejumlah rangkain kegiatan. Salah satunya, ziarah makam Riyanto setiap hari Kamis malam.
Sebelumnya, GP Ansor NU Kota Mojokerto telah melaunching serangkaian kegiatan yang akan digelar untuk menyambut Haul Riyanto ke XX, pekan lalu (17/09).
Kegiatan Ziaroh makam Riyanto yang terletak di Jalan Sabukalu, Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto, tidak hanya dihadiri oleh Anggota Ansor dan Banser NU Kota Mojokerto saja. Namun, juga diikuti oleh warga sekitar Prajurit Kulon (Pralon) dengan antusias, Kamis (24/09).
Ahmad Ashadi Azhar misalnya, warga Pralon Gang 2. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Riyanto. Menurutnya, meski dia (Riyanto) sudah meninggal dunia namun masih bisa memberi manfaat pada keluarganya yang masih hidup.
“Berkat aksi heroiknya atau pengorbananya kala itu, kini orang tuanya sudah mendapatkan jaminan kesehatannya sampai meninggal. Adiknya pun punya usaha dari modal bantuan buat Rianto,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ashadi berharap, Rianto juga bisa memberi manfaat pada warga Pralon, seperti banyak orang yang berbondong-bondong ziarahi ke makamnya.
“Pastinya akan memberikan banyak manfaat ekonomi buat warga sekitar makam ada yang jualan gorengan atau kopi, ada yang bertugas parkir,” tukas pria alumnus Ponpes Darul Hikmah.
Selain itu, nampak hadir pula warga Pralon sekaligus Kasatkorcab Banser tahun 2000, Bambang. Ia mengungkapkan, Rianto merupakan sosok seorang pemberani. Meskipun terbilang baru kala itu, dalam pengabdiannya di Banser NU dia punya cita-cita membahagiakan orang tuanya.
Bambang bercerita, pada suatu kesempatan ia bertanya kepada Riyanto tentang harapan dimasa depan. “Saya tanya apa yang kamu harapkan To?. Kulo namun pingin wong tuo kulo seneng Ndan (saya hanya ingin orang tua saya senang ndan),” tuturnya, dengan menirukan jawaban Riyanto.
Bambang menambahkan, kini harapan Riyanto sudah terwujud, meskipun dia tidak berdada disisi orang tuanya. “Coba lihat, sekarang tua Rianto sangat bahagia karena banyak orang yang peduli dengan keluarganya,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Panitia Haul Rianto ke-XX, Adam Faizal, memohon doa dan dukungan warga Pralon agar para peziarah yang datang ke Makam Rianto bisa berdoa dengan nyaman, dan bisa istiqomah untuk berdoa setiap hari Kamis. “Terutama untuk kegiatan haul yang akan digelar disetiap tahunnya,” ujarnya. (Rus/ip)
Advertisiment
-

TERNYATA WAHABI ITU ADALAH FIRQOH SESAT DAN BERPEMAHAMAN KHOWARIJ DAN SAYA BERLEPAS DIRI DARI FIRQOH WAHABI
SORBAN SANTRI- Dialog Ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwai’ir dengan para masyaikh / dosen-dosen disalah satu Universitas Islam di MarokoSalah seorang Dosen berkata : “Sungguh hati kami sangat mencintai Keraja’an Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya, dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi kesana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada diatas suatu Madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu Madzhab Wahabi.”Kemudian Asy Syaikh dengan tenangnya menjawab : “Sungguh banyak pengetahuan yang keliru yang melekat dalam pikiran manusia, yang mana pengetahuan tersebut bukan diambil dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mungkin kalian pun mendapat khabar-khabar yang tidak tepat dalam hal ini.Baiklah, agar pemahaman kita bersatu, maka saya minta kepada kalian dalam diskusi ini agar mengeluarkan argumen-argumen yang diambil dari sumber-sumber yang terpercaya, dan saya rasa di Universitas ini terdapat Perpustaka’an yang menyediakan kitab-kitab sejarah islam terpercaya. Dan juga hendaknya kita semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat Fanatisme dan Emosional.”Dosen itu berkata : “saya setuju denganmu, dan biarkanlah para Masyaikh yang ada dihadapan kita menjadi saksi dan hakim diantara kita.”Asy Syaikh berkata : “saya terima, Setelah bertawakal kepada Allah, saya persilahkan kepada anda untuk melontarkan masalah sebagai pembuka diskusi kita ini.Dosen itu pun berkata : “Baiklah kita ambil satu contoh, ada sebuah fatwa yang menyatakan bahwa firqoh wahabi adalah Firqoh yang sesat. Disebutkan dalam kitab Al-Mi’yar yang ditulis oleh Al Imam Al-Wansyarisi, Beliau menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid, “Bolehkan kita Shalat di Masiid yang dibangun oleh orang-orang wahabi itu ?”maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab : “Firqoh Wahabiyyah adalah firqoh yang sesat, yang masjidnya wajib untuk dihancurkan, karena mereka telah menyelisihi kepada jalannya kaum mu’minin, dan telah membuat bid’ah yang sesat dan wajib bagi kaum muslimin untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin“. (wajib kita ketahui bahwa Imam Al-Wansyarisi dan Imam Al-Lakhmi adalah ulama ahlusunnah).Dosen itu berkata lagi : “Saya rasa kita sudah sepakat akan hal ini, bahwa tindakan kalian adalah salah selama ini”,Kemudian Asy Syaikh menjawab : ”Tunggu dulu…!! kita belum sepakat, lagipula diskusi kita ini baru dimulai, dan perlu anda ketahui bahwasannya sangat banyak fatwa yang seperti ini yang dikeluarkan oleh para ulama sebelum dan sesudah Al-Lakhmi, untuk itu tolong anda sebutkan terlebih dahulu kitab yang menjadi rujukan kalian itu…!!”Dosen itu berkata : ”Anda ingin saya membacakannya dari fatwanya saja, atau saya mulai dari sampulnya…??”Asy Syaikh menjawab : ”Dari sampul luarnya saja.”Dosen itu kemudian mengambil kitabnya dan membacakannya : ”Namanya adalah Kitab Al-Mi’yar, yang dikarang oleh Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi. Wafat pada tahun 914 H di kota Fas, di Maroko”.Kemudian Asy Syaikh berkata kepada salah seorang penulis di sebelahnya : “Wahai syaikh, tolong catat baik-baik.Imam Al-Wansyarisi wafat pada tahun 914 H. Kemudian bisakah anda menghadirkan biografi Imam Al-Lakhmi…??”Dosen itu berkata : “Ya”Kemudian dia berdiri menuju salah satu rak perpustaka’an, lalu dia membawakan satu juz dari salah satu kitab-kitab yang mengumpulkan biografi ulama. Didalam kitab tersebut terdapat biografi Ali bin Muhammad Al-Lakhmi, seorang Mufti Andalusia dan Afrika Utara.Kemudian Asy Syaikh berkata : “Kapan beliau wafat ?”Yang membaca kitab menjawab : “Beliau wafat pada tahun 478 H“Asy Syaikh berkata kepada seorang penulis tadi : “Wahai syaikh tolong dicatat tahun wafatnya Syaikh Al-Lakhmi” kemudian ditulis.Lalu dengan tegasnya Asy Syaikh berkata :“Wahai para masyaikh…!! Saya ingin bertanya kepada antum semua, Apakah mungkin ada ulama yang memfatwakan tentang kesesatan suatu kelompok yang belum datang (lahir)…?! kecuali kalau dapat wahyu…??”Mereka semua menjawab : “Tentu tidak mungkin, Tolong perjelas lagi maksud anda…!!”Asy syaikh berkata lagi : “Bukankah wahabi yang kalian anggap sesat itu adalah dakwahnya yang dibawa dan dibangun oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab…??”Mereka berkata : “Siapa lagi…?!”Asy Syaikh berkata : “Coba tolong perhatikan…!!Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H.Nah, ketika Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa seperi itu, jauh RATUSAN TAHUN lamanya sebelum syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir. Bahkan sampai 22 generasi ke atas dari beliau sama belum ada yang lahir, apalagi berdakwah.KAIF ? GIMANA INI ?(Merekapun terdiam beberapa saat..) Kemudian mereka berkata : “Lalu sebenarnya siapa yang dimaksud Wahabi oleh Imam Al-Lakhmi tersebut ? Mohon dijelaskan dengan dalil yang memuaskan, kami ingin mengetahui yang sebenarnya…!!”Asy Syaikh pun menjawab dengan tenang :“Apakah anda memiliki kitab “Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya”, yang ditulis oleh Al-Faradbil, seorang kebangsa’an Francis…??”Dosen itu berkata : “Ya ini ada”Asy Syaikh pun berkata : “Coba tolong buka di huruf “wau” .Maka dibukalah huruf tersebut dan munculah sebuah judul yang tertulis “Wahabiyyah“.Kemudian Asy Syaikh menyuruh kepada Dosen itu untuk membacakan tentang biografi firqoh wahabiyyah itu.Dosen itupun membacakannya : ”Wahabi atau Wahabiyyah adalah sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang dicetuskan oleh “Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al- Khoriji Al-Abadhi” Orang ini telah banyak menghapus Syari’at Islam, dia menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji dan telah terjadi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya. Dia wafat pada tahun 197 H di kota Thorat di Afrika Utara. Penulis mengatakan bahwa firqoh ini dinamai dengan nama pendirinya, dikarenakan memunculkan banyak perubahan dan dan keyakinan dalam madzhabnya. Mereka sangat membenci Ahlussunnah.Setelah Dosen itu membacakan kitabnya Asy Syaikh berkata : “Inilah Wahabi yang dimaksud oleh imam Al-Lakhmi, inilah wahabi yang telah memecah belah kaum muslimin dan merekalah yang difatwakan oleh para ulama Andalusia dan Afrika Utara sebagaimana yang telah kalian dapati sendiri dari kitab-kitab yang kalian miliki.Adapun Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab” yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud Rahimuhumallah, maka dia bertentangan dengan amalan dakwah Khowarij, karena dakwah beliau ini tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya, mereka mendakwahkah tauhid, melarang berbuat syirik, mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid’ah, dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul.Semoga bermanfaat(Lihat kitab Al Kamil oleh Ibnu Atsir) -

Akan Hancur Negara Indonesia Jika Beri Peluang Manhaj Takfiriyah, HTI, PKS

SORBAN SANTRI- Awal dari segalanya adalah Manhaj Takfiriyah, yang sekarang bisa berkembang di Indonesia ini menjadi Organisasi seperti HTI, menjadi Partai seperti PKS. Banyak sekarang ini mempunyai pemikiran mengkafirkan orang di luar keyakinan dia. Sedikit-sedikit kalau melakukan ini dibilang kafir, sedikit-sedikit dibilang bid’ah, sehingga yang masuk surga cuma dia saja. Kok ndak takut masuk surga sendirian? inilah bedanya Wali Songo Waliyulloh dengan wali jenggot salafy wahabi.Yang sekarang terjadi adalah agama dihadapkan kepada negara, maka akan memberikan suasana kalau negara akan menjadi penindas agama kemudian agama akan menjadi pemberontak dalam suatu negara.
Dalam kondisi tersebut, dalam jangka panjang pasti akan membahayakan Kesatuan Negara Republik Indonesia.
Seharusnya NU dan Muhammadiyah yang dimodali oleh negara, untuk mendeteksi Manhaj Takfiriyah tadi. Tapi masih banyak mereka yang tampak dalam gerakan mengkafirkan orang, membidahkan orang, itu masih dimodali oleh Pemerintah dan asing. Bahkan diberi kesempatan kebebasan menjalankan doktrin-doktrinnya yang jauh dari ajaran ASWAJA ANNAHDLIYAH NU dan PANCASILA. Lebih ironisnya lagi mereka masih diberi kedudukan di pemerintahan, seperti Gubernur, Bupati, DPR, dan lain-lain.
Jadi kita tidak usah anti asing sementara kita menerima uang asing. yang tidak asing dan yang betul-betul asli made in Indonesia itu NU dan Muhammadiyah.
ini kalau sudah kena Manhaj Takfiriyah tadi, Semuanya akan Bubar semua, Negara Kacau, banyak Demo menentang pemerintah, mudahnya mengkafirkan, sering tuduh menuduh dan lain-lain.
Sehingga pengrusakan adalah bagian dari ibadah seperti demo 212, demo 411, demo bela ulama’, padahal pengertian aman itu adalah anamu wa amilus sholihat tapi bagaimana Amanu itu bisa dilakukan dengan wafasaadu??! ini semuanya menjadi renungan kita.
tapi karena sekarang bukan ketuhanan yang maha esa tapi keuangan yang maha kuasa, Maka ini merayap dan mewabah sampai mana mana di bumi nusantara ini.Dijadikan agitasi oleh para teroris untuk terus melawan negara.
Rata-rata rakyat minta Bagaimana cara Indonesia Aman dalam satu kesatuan NKRI, bagaimana caranya? ya dimulai dari HULUnya, dilaksanakan pelan-pelan melalui pendidikan ketegasan hukum dll. (abi sorban)
-

HILANGNYA MALAIKAT MASJID
SORBAN SANTRI- Pengusiran anak-anak di masjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia, Mata-mata tajam dan kata-kata kasar kadang keluar dari penjaga masjid.Jika anak-anak berlari riang tawa di masjid itu lah ciri khas anak-anak tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orangtua baru layak di usir. Mereka sebenarnya “malaikat” yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki tubuh Rasulullah saat mengimami sholat para sahabat.Rasulullah sujud begitu lama Hingga ada sahabat yg bertanya “mengapa lama sekali sujudmu ya Rasulullah” Rasul menjawab “Tadi Hasan dan Husein naik di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, ku biarkan mereka puas bermain”.Dalam riawayat yg lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yg sedang ikut berjama’ah bersama Rasulullah…Itulah mesjid Nabi yang tak sepi dari anak-anak kecil…Lalu mesjid apa yang anti dengan anak-anak kecil ?Muhammad Al fatih pernah berkata : “Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya.” (abi sorban) -

Cegah DBD, Ansor Sei Beduk Lakukan Foging

SORBAN SANTRI – Puluhan anggota barisan Ansor serbaguna ( Banser) Sei Beduk, Minggu ( 20/09/2020) melakukan penyemprotan/fogging di kelurahan Tanjung Piayu. Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Muhammad Fajri selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang Ansor Sei Beduk mengatakan bahwa DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap terjadi dikala musim hujan seperti. Untuk itu mengantisipasi penyebaran DBD maka diadakan fogging.
“Gerakan Pemuda Beserta kader-kader Banser Kecamatan Sei Beduk dan Ranting telah menyatakan waspada DBD pada bulan September sampai akhir tahun 2020 nanti.” Kata Fajri.
Fajri juga menambahkan bahwa pelaksanaan Foging ini menyasar ke titik yang dinilai rawan penyebaran DBD. “Hari ini ada tiga titik yang menjadi konsentrasi kami. Pertama di RW 13 Perumahan kav. Pancur. Kedua di kavling pancur dan terahir di perumahan bukit lestari. Ada 9 RT di sana.” Ujar pria pencinta shalawat ini.
Sementara itu, Nur Wahidin ketua RW 01 Tanjung Piayu yang ikut dalam kegiatan fogging mengatakan sangat berterimakasih kepada teman-teman Banser yang telah melakukan penyemprotan di wilayahnya.
“Saya selalu Ketua RW 01 mengucapkan terimakasih, kawan-kawan Banser atas sudah melakukan pencegahan dini di lingkungan kami. semangatnya sungguh luar biasa. Saya juga meminta kepada warga RW 01 untuk selalu menerapkan hidup sehat.” Ucap pria yang biasa disapa pak nur ini.
Ditemui di tempat terpisah, ustadz Aziz Elmuna penasehat Gerakan Pemuda Ansor Sei Beduk mengatakan pentingnya juga menerapkan pola 3 M dalam kehidupan sehari-hari. “3 M itu yakni menguras, menutup dan mendaur ulang.” Ujar ustadz Aziz.(m. Fajri Sei Beduk)





