Tag: sorbansantri

  • SANTUNAN DAN SOSIALISASI KARTANU (KARTU TANDA ANGGOTA NAHDLOTUL ULAMA) DI MOJOKERTO

    SANTUNAN DAN SOSIALISASI KARTANU (KARTU TANDA ANGGOTA NAHDLOTUL ULAMA) DI MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pacet menggelar Sosialisasi Pengadaan Ulang Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) yang sudah dijadwalkan oleh PCNU Kab. Mojokerto bertempat di Kantor MWCNU Pacet (GRAHA NU) dan dihadiri oleh Tim Sosialisi dari PCNU, Jajaran MWCNU Pacet, Pengurus Ranting NU juga Pimpinan Banom – Banom NU. Jum’at (28/08/2020).

    Pengadaan Ulang Kartanu adalah salah satu program PCNU Kab. Mojokerto yang harus segera direalisasikan, karena Kartanu yang sudah dipegang Warga NU se Kabupaten Mojokerto sudah habis masa berlakunya. Kartanu yang baru ini masa berlakunya beda dengan yang dulu hanya 5 tahun, untuk yang sekarang berlakunya seumur hidup.

    Sebagaimana tujuan awal, Kartanu menjadi basis database warga NU, juga merupakan kartu identitas yang dimiliki oleh setiap anggota NU, yang terus dikembangkan dalam rangka memudahkan warga NU dan juga sekaligus sebagai sebuah bentuk khidmat dan pelayanan keummatan.

    Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas sosialisasi saja, tapi juga disertai santunan anak yatim yang dihandle oleh NU Care – Lazisnu Pacet sebagai bentuk kepedulian NU yang diwakili oleh KH. Iskandar Munir (Rais Syuriyah MWCNU) untuk memberikan santunan tersebut. (gipho SORBAN)

  • INILAH DALIL BANSER JAGA GEREJA

    INILAH DALIL BANSER JAGA GEREJA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Buat yang senengnya tanya dalil-dalil, maka ini bisa sekedar menjadi bacaan sambil minum kopi malam ini. Tentang Dalil BANSER Jagain Gereja. Baiklah kita mulai.

    “Al mu’minu man aminahu an-nasu ‘ala dima’ihim wa amwalihim,” atau yang artinya kurang lebih seperti ini, “seorang Mukmin itu adalah orang yang manusia lainnya merasa aman atas darah dan harta mereka.” Inilah pesan nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dan Imam Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah.

    Jadi, seorang mukmin itu (atas keimanannya) menjadikan manusia di sekitarnya merasa aman. Bukan sebaliknya, atas nama keimanan justru membuat orang lain merasa terusik, merasa terancam, atau malah terteror. Kalau begitu, berarti imanmu tak aman.

    Bukan juga atas keimanan, justru nyawa orang lain merasa terancam, apalagi atas nama iman, malah berani persekusi kelompok lain, mengancam dan/atau bahkan melakukan pembunuhan kepada orang lain. Apa artinya, imanmu tak membuat orang lain merasa aman, apalagi nyaman.

    Makanya, ketika ada BANSER menjaga gereja untuk membantu mengamankan umat Kristiani merayakan natal adalah hal yang sudah benar dan tepat. Dalilnya banyak, tapi kalau sampean mau baca. Kalau ngga ya adanya pasti nyalahin teruuuss.

    Pertama, Al-Jashahsh dalam kitabnya yang berjudul Ahkam al-Qur’an berpendapat bahwa tempat-tempat ibadah non muslim tidak boleh dihancurkan, ketika mereka berada dalam sebuah ikatan perjanjian bersama (kenegeraan dan kebangsaan).

    Kedua, Al-Akhfasy juga berpendapat demikian. Bahwa tempat ibadah non muslim tidak boleh dihancurkan, dan harus diberikan perlindungan total, termasuk hak-haknya dalam menjalankan aktivitas keagamaannya, juga harus dijamin.

    Ketiga, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Kitab Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, juga berpendapat demikian. Menurutnya Allah telah memelihara tempat-tempat ibadah non muslim itu dengan perantara kaum muslimin, sebagaimana Allah juga telah menjaga keselamatan para Pendeta. Pendapat ini disandarkan atas pendapat Ibn Abbas.

    Masih ada lagi? Ada.

    Nabi Muhammad malah lebih dahsyat lagi, ketika beliau tidak hanya melindungi kaum Nasrani dan Yahudi tapi juga memberikan kesempatan kepada kaum Nasrani dari Najran yang berjumlah 60 orang untuk melaksanakan kebaktian di Masjid Nabawi.

    Kisahnya ada di dalam kitab at-Tabaqat karya Ibnu Sa’d. dikisahkan bahwa suatu ketika datang utusan Nasrani dari Najran berjumlah 60 orang ke Madinah untuk menemui Nabi. Nabi pun menyambut mereka di Masjid Nabawi. Sekali lagi, di Masjid Nabawi.

    Dan menariknya, ketika waktu kebaktian tiba, maka mereka melakukan kebaktian di masjid. sekali lagi, di Masjid. Ya tentu saja Masjid Nabawi, bukan lainnya. Apa para Sahabat tidak marah? Tentu saja para sahabat berusaha untuk melarang mereka. Namun apakah Nabi melarang mereka beribadah di Masjid Nabawi? Tidak. Nabi memerintahkan kepada para Sahabatnya: da’uhum: ‘biarkanlah mereka’.

    Peristiwa bersejarah tentang toleransi itu terjadi pada hari minggu setelah ashar tahun 10 Hijriah. Dan kisah ini juga tercantum dalam beberapa babon kitab sejarah seperti Tarikh al-Umam wa al-Muluk, Sirah Ibn Hisyam, dan juga Sirah Ibn Ishaq.

    Makanya, ketika Abu Bakar menjadi Khalifah, ia selalu memerintahkan kepada komandan pasukan perangnya untuk tidak merobohkan tempat ibadah agama apapun. Kata Al-Hindi, juga termasuk pendeta.

    Masih ada? Banyak. Silahkan cari sendiri.

    Kalau Sampean masih ribut terus masalah BANSER jaga gereja, ya kebangeten. Termasuk yang ribut-ribut larangan mengucapkan Selamat Natal karena takut akidahnya rusak. Ya ngga usah diucapin, tinggal ditulis saja, “SELAMAT MERAYAKAN NATAL BAGI SAHABAT-SAHABAT YANG MERAYAKAN.”

    Kalau masih ada yang ngeyel, “ngucapin selamat natal itu haram!!!” Jawab saja, “Ya, karena menurut kalian ngucapin Selamat Natal itu haram, makanya ngga tak ucapin kok, tak tulis.” Hehee…

    BANSER….. JOSSSS….

    (POST GROUP MUHIBIN)

  • Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang Santuni 120 Anak Yatim

    Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang Santuni 120 Anak Yatim

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Bertepatan dengan Hari Asyura, Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang mengadakan kegiatan sosial dengan cara memberikan santunan kepada 120 Anak Yatim Piatu dengan harapan bisa bermanfaat bagi mereka. Kesigapan Ansor Banser PAC. Gondang selalu diandalkan dan siap menjadi garda terdepan demi lancarnya kegiatan tersebut.

    Acara santunan tersebut adalah agenda rutin yang diadakan setiap 2 kali dalam setahun oleh Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang Kab. Mojokerto. Dan diharapkan untuk kegiatan Santunan berikutnya, bisa meningkatkan santunan lebih banyak lagi, dengan Gerakan Koin NU dari Alumni PKPNU.

    Terlihat hadir Kepala Desa Pohjejer sekaligus Kader GP Ansor Sahabat Tri Palira, serta element penting lainnya yang berkecimpung dalam Geraka koin NU Ranting Pohjejer seperti; Ketua Ranting NU Bpk Tobiin,  Tamir masjid Hidayatullah Pohjejer  H. Mashum, Ketua Koin NU Bpk. Ahmad Kholis dan perwakilan Anggota koin NU yang terdiri dari 10 orang.

    Kegiatan sosial ini diadakan di Masjid Hidayatullah Pohjejer  Kec. Gondang Mojokerto yang dilaksanakan pada Hari Jum’at, 28 Agustus 2020 Pukul 19.00 wib-selesai. Rangkaian acara dilaksanakan dengan tertib dan lancar yang dimulai dari Pembukaan,  Sambutan, Santunan,  Mahallul qiyam, sholawatan dan  Penutup.

    Mudah-mudahan dari waktu ke waktu semakin banyak donasi yang masuk agar Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang ini bisa menambah kuota santunan dan yang terpenting bisa istiqomah Aamiin Ya RObbal’alamiin. Dan juga bagi para donasi yang sudah menghidupkan Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang mendapat imbalan yang lebih serta diberikah keberkahan rejeki… Aamiin. (WGenk SORBAN)

  • HAUL AKBAR PP AL FALAH PLOSO KEDIRI | IMAP MOJOKERTO, DI ADAKAN DI PACET

    HAUL AKBAR PP AL FALAH PLOSO KEDIRI | IMAP MOJOKERTO, DI ADAKAN DI PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada Peringatan Haul Gus Miek ke-28 itu melibatkan IMAP MOJOKERTO ITTIHADUL MUTAKHORRIJIN AL FALAH PLOSO MOJOKERTO (Ikatan Alumni Al Falah Ploso Kediri). diadakan di Pondok Pesantren Al Falah Pacet Mojokerto dengan pelayanan serta perlindungan Satkoryon BANSER Pacet, menambah tertibnya kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 wib.

    Kamis, 27 Agustus 2020, Lantunan sholawat dan doa mewarnai Haul ke – 28, sosok ulama kekasih Alloh dikenal santun dan memilih merakyat melakukan syiar agama, KH. Chamim Jazuli yang akrab disebut Gus Miek. Semasa hidupnya, Gus Miek dikenal dengan Kiai yang nyleneh dan penuh karomah dalam berdakwah. Seperti berdakwah di tempat-tempat pelacuran, kesarang penyamun dan bajingan.

    Acara Haul tersebut di perintahkan untuk diadakan di tiap-tiap kabupaten dikarenakan sekarang lagi musim pandemi covid-19 sehingga dalam pelaksanaannya tidak bisa diadakan seperti biasanya.

    Koordinasi dan silaturrahmi antar alumni Al Falah Ploso Kediri yang berlangsung dengan sangat baik, menghasilkan kesuksesan kegiatan tersebut meskipun dilaksanakan di Tiap-tiap Kabupaten. (abi sorban)

  • JANTIKO DAN DZIKRUL GHOFILIN PADA PEMBUKAAN DAN PENEMPATAN PASAR RAKYAT KEMBANGSORE PACET

    JANTIKO DAN DZIKRUL GHOFILIN PADA PEMBUKAAN DAN PENEMPATAN PASAR RAKYAT KEMBANGSORE PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at 28 Agustus 2020. Acara Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin JANTIKO MANTAB, ini adalah undangan dari Kepala Desa Petak Bpk. SUPOYO dalam rangka pembukaan Pasar Sayur Mojo Kembang sore Pacet Mojokerto. Acara yg di laksanakan 2 Hari yg dimulai 27 agustus 2020 sampai 28 Agustus 2020 ini dilaksanakan Dengan standard protocol kesehatan seperti Panitia penyelenggara mempersiapkan termogun Dan tempat cuci tangan Dengan pemakaian masker bagi Tamu undangan yang hadir.

    Pengawalan Pelayanan Dan pengawalan SATKORYON BANSER PACET MOJOKERTO Dan linmas Desa Petak dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan majlis semaan alquran Dan dzikrul ghofilin jantiko mantab itu diperkirakan hadir 500 an Tamu yg HADIR, yang mengikuti acara tersebut yang tentu saja dibatasi dalam kegiatan tersebut. Acara Semaan Al-Qur’an ini berakhir pukul 16.00 wib yang dilanjut dengan sholat ashar di lokasi.

    Puluhan personnel satkoryon banser pacet Dan 5 linmas Desa petak dalam pengamanan tersebut. Hal tersebut sangat penting dilakukan karena di masa pandemi ini masih belum berakhir serta meningkatnya jumlah pasien yang terpapar covid-19 di Mojokerto. (abi sorban)

  • Batalyon Gelatik Embrio Kodam Brawijaya

    Batalyon Gelatik Embrio Kodam Brawijaya

    SORBANSANTRI.COM

    Foto langka, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Romo KH. Mahrus Aly, Presiden Soekarno, Rais Aam PBNU KH. Achmad Shiddiq, dst.

    Cak Bram setelah sowan Mbah Yai Dimyathi Kaliwungu kemarin, dikisahkan sebuah momen saat Mbah Yai Mahrus Aly menghadiri undangan Presiden Soekarno ke Djakarta. Begitu Pak Presiden mengetahui kedatangan mobil yang membawa Mbah Mahrus Aly tiba, sang Presiden bergegas berlari untuk membukakan pintu mobil sang kiai.

    Hal ini dikarenakan sang Presiden mengetahui betul jasa Mbah Mahrus dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan terutama di perang 10 November di Soerabaya. Dimana Mbah Mahrus memimpin batalyon Gelatik yang menjadi embrio dari Kodam Brawijaya.

    Jadi, NKRI ini adalah ijtihad dan jihad para kiai pendahulu kita.

    Hubbul Wathan Minal Iman

  • 500 AN BANSER LALU LINTAS LATIHAN BERSAMA (LATBER) BERSAMA POLRES MOJOKERTO

    500 AN BANSER LALU LINTAS LATIHAN BERSAMA (LATBER) BERSAMA POLRES MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Pelatihan bersama BALANTAS SATKORCAB MOJOKERTO diikuti oleh perwakilan masing-masing yang ada di Kabupaten Mojokerto.
    Kegiatan yang diadakan di gedung PCNU KAB. MOJOKERTO ini diikuti sekitar 500 an BANSER SATSUS BALANTAS. Terlihat hadir juga Corp Provost, BAGANA, BALANTAS, BASADA, Protokoler dan BIRO Infokom.

    Kegiatan LATBER (latihan bersama) yang diadakan Hari Minggu, 23 Agustus 2020 itu, diawali dengan Apel pembukaan LATBER SATSUS BALANTAS SATKORCAB BANSER Kab. Mojokerto pada pukul 09.00 wib yang mendatangkan POLRES MOJOKERTO untuk memberikan arahan 12 gerakan dalam ber lalulintas.

    Latihan Bersama tersebut dinilai sangat penting karena untuk mengenalkan dan menerapkan ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ke tiap-tiap SATSUS BALANTAS yang ada di tingkat PAC. Disamping itu, dengan adanya kerjasama dengan POLRES MOJOKERTO diharapkan adanya sinergi yang baik dan menghasilkan ketertiban dalam berlalulintas khususnya daerah Mojokerto.

    Acara pelatihan SATSUS BALANTAS bersama POLRES Mojokerto ini sudah di agendakan sudah lama dan sempat terhenti karena adanya pandemi wabah covid-19 yang sempat zona kuning di daerah Mojokerto. Tetapi dengan koordinasi yang rapi dan baik, tetap menjaga 1 Komando akhirnya kegiatan tersebut bisa dilaksanakan. (abi-sorban)

  • LAILATUS SHOLAWAT JETIS MOJOKERTO

    LAILATUS SHOLAWAT JETIS MOJOKERTO

    Sorban jetis_Generasi muda NU Jetis Mojokerto bersholawat bersama di acara LAILATUS SHOLAWAT untuk mengungkapkan perasaan cinta mereka kepada Rasulullah SAW(22/8/2020)

    Dengan semangat dan penuh hikmat mereka sepanjang malam terus melantunkan sholawat yang di iringi tabuhan group terbang banjari se kec Jetis . Acara yang di prakarsai PAC GP Ansor Jetis ini di hadiri 26 group banjari, Saking hikmatnya bersolawat sampai lupa kondisi pandemi sedang menerjang bangsa dan negara ini .

    Demi mensukseskan acara tersebut , sebagai kordinator yaitu Ust Siamin yang juga berperan sebagai tuan rumah terus berkordinasi dengan Ndan Isa sebagai satkoryon Banser kec Jetis . Ndan Isa langsung menerjunkan persolnilya ke tempat acara di rumah bpk Imam Muslim dengan alamat dsn gedangan desa jolotundo kec Jetis, personil BANSER teros menghimbau peserta untuk melaksanakan protokol kesehatan

    Acara baru selesai setelah hari sudah pagi sekitar pukul 00 15 menit , semoga Ansor Jetis dan NU nya selalu di beri bimbingan oleh Allah agar selalu Istiqomah dan ihklas dalam menjalankan roda organisasi ..

    sukses untuk Ansor Jetis mojokerto

    By: s Parman sorban

  • UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Sebentar lagi pesta demokrasi PILBUB akan dilaksanakan di Kab. Mojokerto. Banyak taktik dan strategi diluncurkan untuk memperoleh suara dalam kompetisi tersebut. Mulai dari pemetaan Wilayah sampai dengan Pemetaan Organisasi dan Organisasi NU adalah salah satunya yang selalu saja tidak luput dari pemetaan tersebut, yang dikarenakan Manisnya NU jika ikut dan berpartisipasi dalam ranah politik.

    Akan tetapi apa jadinya jika Suara warga NU ditarik oleh pasangan yang diusung oleh partai politik yang berseberangan dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah? disinilah letak ujian nyata bagi para kader PKPNU, ditengah manisnya janji pasangan calon BUPATI, ditengah gesekan dengan keluarga dan sahabat. Ke-NU-an warga Annahdliyah diuji, apalagi bagi tokoh dan kader penggerak NU yang akan diselalu dilirik pasangan calon pada PILBUB 2020 periode 2021-2024.

    Agenda pemilihan BUPATI yang akan dilaksanakan pada Rabu, 09 Desember 2020, sejauh ini ada 3 BAPASLON yang akan ramaikan PILBUB Mojokerto.

    Pasangan pertama yang memastikan diri maju di Pilbup Mojokerto yakni Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra (Ikbar). Ikfina merupakan istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa yang lengser karena terjerat kasus korupsi. Sedangkan Barra, putra Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.
    yang diusung 6 partai yaitu PKS, PAN, GERINDRA, NASDEM, HANURA, DEMOKRAT.

    Pasangan kedua yaitu Pungkasiadi dan Titik Masudah juga optimis bisa melenggang di Pilbup Mojokerto 2020. Pungkasiadi saat ini menjabat Bupati Mojokerto. Dia menggantikan posisi Mustofa Kamal Pasa yang dicopot karena terjerat kasus korupsi.
    Sedangkan Titik menjadi kader PKB Kabupaten Mojokerto. Dia juga aktif sebagai pengurus Fatayat. Perempuan berjilbab ini adik kandung Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.
    Yang diusung Partai PKB dan PDIP

    Pasangan ketiga adalah Yoko Priyono dan Choirun Nisa (Yoni) juga memantapkan langkahnya untuk maju di Pilbup Mojokerto. Yoko saat ini menjabat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto. Sedangkan Nisa pernah menjadi calon Bupati Mojokerto pada Pilkada 2015. Saat itu, dia dicoret oleh KPU karena persoalan rekomendasi dari DPP PPP.
    Yang diusung dari Partai PPP dan GOLKAR

    Untuk itu, hasil dari Pengkaderan PKPNU saat ini diperlukan karena materi siapa lawan siapa kawan akan bisa jadi kapan kawan kapan lawan. Mudah-mudahan warga NU Kab. Mojokerto khususnya, dalam menghadapi PILBUB 2020 tidak merusak ideologi ASWAJA NU. (abi sorban)

  • KESULTANAN DI NUSANTARA BUKAN KHILAFAH

    KESULTANAN DI NUSANTARA BUKAN KHILAFAH

    SORBANSANTRI.COM

    CYBERASWAJA.ONLINE – Film Jejak Khilafah di Nusantara yang diluncurkan oleh Hizbut Tahrir di Indonesia (HTI) pada 1 Muharram nanti, barang lama yang dikemas ulang. Narasinya tidak jauh beda dengan 11 tahun silam, ketika HTI menyelenggarakan kampanye serentak di seluruh Indonesia tentang Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia dengan mengadakan diskusi publik dan pembagian booklet.

    Maksud dan tujuan dari film tersebut, melancarkan serangan halus kepada eksistensi Indonesia dengan memanfaatkan emosi keislaman dan sejarah umat melalui momentum peringatan tahun baru hijriyah. Dengan harapan, timbul ketidakpercayaan publik terhadap legalitas Indonesia secara agama dan sejarah. Sambil mengalihkan perhatian dan kepercayaan umat kepada mereka yang sedang memperjuangkan khilafah tahririyah.

    Modus mem-frame momen-momen hari besar keagamaan, modus lama yang diulang-ulang HTI. Modus ini kurang efektif, dilihat dari minimnya dukungan umat kepada mereka. Buktinya, tidak satu pun tokoh, pejabat, dan ormas Islam yang membela mereka ketika pemerintah mencabut badan hukum HTI. Umat membiarkan HTI berjuang sendiri, menjadi bulan-bulanan pemerintah karena kegiatan makar mereka.

    Kegagalan HTI meraih dukungan umat melalui framing momen-momen hari besar keagamaan disebabkan oleh lemahnya frame yang mereka buat. HTI seringkali membuat isu yang tidak ada fakta dan realitasnya., sehingga tidak melekat di alam sadar masyarakat. Isu-isu yang dilontarkan HTI, bersifat imajinatif dan imitatif. Khayalan dan kepalsuan. Bertentangan dengan akal sehat dan sejarah. Tidak jarang, bertentangan dengan ide dan metode yang mereka yakini.

    Tema Jejak Khilafah di Nusantara, masih sangat umum dan terlalu jauh kalau mau digiring untuk melegitimasi perjuangan HTI mendirikan khilafah tahririyah. Jejak adalah tanda atau bekas yang ditinggalkan oleh sesuatu yang pernah lewat. Jejak unta menunjukkan pernah ada unta yang lewat. Untanya sudah tidak ada di tempat. Jejak unta bukan unta itu sendiri. Antara jejak unta dengan unta dua hal yang berbeda.

    Jejak khilafah yang dimaksud oleh HTI adalah tanda atau bekas hubungan diplomatik antara khilafah umayyah, abbasiyah dan utsmaniyah dengan kesultanan-kesultanan di Nusantara. Artinya kesultanan-kesultanan di Nusantara bukan khilafah itu sendiri dan bukan bagian dari khilafah. Proses berdirinya kesultanan-kesultanan di Nusantara berawal dari perpindahan agama raja hindu/budha ke Islam. Kesultanan-kesultanan di Nusantara bukan daerah taklukan (kharajiyah) dari ke-khilafah-an dan bukan bentukan dari ke-khilafah-an.

    Dalam perspektif fiqih siyasah HTI, bentuk pemerintahan yang sah satu-satunya adalah khilafah. Suatu negara/pemerintahan yang dipimpin oleh seorang kepala negara/pemerintahan yang bai’at oleh umat setelah dilakukan proses pemilihan secara bebas tanpa paksaan. Sedangkan para sultan di Nusantara, menjadi kepala negara/pemerintahan melalui sistem pewarisan dari orang tuanya. Sistem putra mahkota, yang menurut fiqih siyasah HTI, tidak sah.

    Keberadaan lebih dari satu orang kepala negara/pemerintahan (sultan) di Nusantara bertentangan dengan prinsip negara khilafah yaitu satu khalifah yang wajib dibai’at untuk seluruh kaum muslimin. Oleh karena itu, menurut fiqih siyasah HTI, kesultanan-kesultanan di Nusantara semuanya tidak termasuk daulah Islamiyah, sistem pemerintahannya bukan sistem Islam, hukum-hukum diterapkan tidak bias dianggap sebagai hukum Islam.

    Tapi, dari perspektif fiqih siyasah Syafi’iyah yang dianut oleh mayoritas ulama di Nusantara, kesultanan-kesultanan tersebut absah. Suatu negara boleh menggunakan sistem putra mahkota dan umat Islam absah memiliki lebih dari satu orang kepala negara/pemerintahan (khalifah/sultan) pada waktu bersamaan. Maknanya umat Islam boleh hidup, beribadah dan beramal di beberapa negara yang berbeda, dengan kepala negara/pemerintahan yang berbeda pula.

    Mengangkat dua khalifah boleh jika di antara dua Khalifah jika jaraknya berjauhan dan terdapat pemisah alami (haajiz thabi’iy) seperti laut, atau ada musuh di antara keduanya, yang tidak mampu dikalahkan oleh salah satu dari keduanya. Ini pendapat Imam Haramain, Al-Ghazali, Abdul Qahir Al Baghdadi. (Mahmud Abdul Majid Al Khalidi, Qawa’id Nizham Al Hukm fil Islam, hlm. 313; Jamal Ahmad Sayyid Jaad Al Marakbi, Al Khilafah Al Islamiyyah Bayna Nuzhum Al Hukm Al Mu’ashirah, hlm. 65-67).

    Melihat kondisi geografis Nusantara yang terpisah-pisah, rasanya sulit menerapkan fiqih siyasah HTI. Untung HTI hadir di Indonesia pada abad ke-20. Seandainya HTI sudah ada di Nusantara pada abad 13 – 17, pasti kesultanan-kesultanan itu di-kufur-kufur-kan oleh syabab HTI dan para sultan-nya di-bully. (Oleh Ayik Heriansyah)