Tag: sorbansantri

  • MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    SORBANSANTRI.COM

    Masih dari kiriman Gus Maimun, dua foto ini asli dan disimpan di rumah Gus Maimun.

    Foto kedua, adalah sama dengan foto yang telah saya unggah tadi.

    Foto pertama, yang sebelah kanan adalah KH. Khoiri (alumni Tambakberas), kakaknya KH. Abdulloh Abu Hasan. Lokasi juga di depan Madrasah Pantja Sila. Almarhum KH. Khoiri kira-kira mondok di Tambakberas sekitar tahun 1948 sampai lulus Muallimin, begitulah kata nyai khoiriyah, istri KH. Khoiri.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus Maimun Mutho diberitahu oleh almarhum KH. Irsyad Thohir bahwa foto itu di baratnya dalem Mbah Kiai Wahab, insyaalloh beliau juga cerita ke Gus Didik Khumaidi.

    Gus Maimun Mutho juga diberitahu Nyai khoiriyah (istri KH. Khoiri) bahwa foto itu di Tambakberas.

    Gus Maimun Mutho mendapatkan kabar juga dari Gus Syarif Hidayatullah, putranya KH. Irsyad Thohir yang pernah mondok di Tambakberas dan sekolah di SP bahwa insya Allah benar fotonya di bekas gedung SP (Sekolah persiapan ke Mu’allimin) yang sekarang sudah jadi kantor pusat Yayasan.

    Gus Didik Khumaidi alumni Tambakberas (kakak Gus Maimun Mutho) baru saja saya japri juga bilang bahwa KH. Irsyad Thohir pernah menyampaikan bahwa lokasi foto itu di sebelah barat ndalem Mbah Wahab yang saat ini menjadi gedung yayasan pondok.

    Sumber : Ainur Rofiq Al Amin

  • Operasi Penangkapan Massal Terhadap HTI Sudah Dimulai

    Operasi Penangkapan Massal Terhadap HTI Sudah Dimulai

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kalau kamu punya teman atau saudara yang ikut ormas terlarang HTI, hampir dapat dipastikan kalau mereka bersikap sangat ngeyel di berbagai kesempatan dan isu. Contoh, grup alumni atau keluarga, yang fungsinya untuk silaturrahim, akan diisi oleh konten-konten atau doktrin HTI.

    Orang-orang HTI ini tak akan peduli ditegur atau diingatkan. Mereka mungkin akan diam saat ada yang mengingatkan, tapi minggu depan dia akan kembali membagikan konten HTI lagi. Setelah diingatkan, kembali dia akan diam tak merespon. Tapi minggu depannya lagi, begitu lagi. Begitu seterusnya.

    Sebelum mendirikan Seword, saya pernah bertemu dengan banyak kelompok orang. Termasuk HTI dan PKS. Keduanya sedikit berbeda, tapi punya banyak kesamaan dalam hal cara berdakwah dan cara mereka menilai orang-orang di luar lingkarannya.

    Kalau kalian heran dan bertanya-tanya kenapa mereka ini ngeyelan, tak tau malu, tak paham sopan santun dan tak mau mengerti kondisi sekitarnya? Jawabnya karena mereka meyakini bahwa yang mereka lakukan adalah dakwah. Dan mereka juga sangat-sangat meyakini bahwa dakwah yang mereka lakukan adalah pasti benar. Tidak ada kebenaran yang lain di dunia ini selain kebenaran yang diyakini oleh HTI.

    Jadi saat kita tegur, baik karena tak mau berdebat ataupun tak sependapat dengan konten atau isi yang disampaikan, orang-orang HTI ini tidak akan pernah malu atau sungkan. Justru dalam benak mereka, merasa kasihan kepada kita atau siapapun yang menolak konten dakwah mereka. Menganggap kita ini tersesat dan harus diluruskan. Oleh karena itulah, semakin ditegur, akan semakin giat dan gencar mereka menyebarkan doktrin khilafahnya.

    Orang-orang HTI ini tidak peduli dengan pertemanan, persaudaraan atau hubungan kekeluargaan. Karena mereka meyakini bahwa di surga kelak hanya ada mereka dan sesama pejuang khilafah. Lainnya akan masuk neraka.

    Maka jangan heran kalau cara mereka sering terlihat tidak sopan, bahkan terhadap guru dan orang tuanya. Karena di mata mereka, selama guru dan orang tua ini tidak mau menerima keyakinan khilafah, maka jelas sepintar apapun, seberjasa apapun, dan setua apapun, mereka tetaplah penghuni neraka.

    Pertanyaannya, lalu bagaimana cara mengingatkan pengikut HTI khilafah ini?

    Sebenarnya pemerintah sudah melakukan langkah kongkrit dengan membubarkan HTI. Tujuannya agar tidak ada lagi perekrutan anggota baru dan aktifitas-aktifitas doktrin khilafah.

    Tapi, karena seperti yang saya gambarkan tadi, bahwa orang HTI ini ngeyelan dan merasa benar sendiri, lantas mereka mencari celah hukum dengan mengklaim bahwa HTI bukan ormas terlarang. Hanya dibubarkan secara administratif, bukan ormas terlarang. Bahkan ada kuasa hukum HTI yang mau mensomasi semua orang yang berani menyebut HTI ormas terlarang. Karena jelas tidak pernah ada keputusan hukum yang berbunyi seperti itu.

    Pernyataan kuasa hukum HTI ini memunculkan semangat baru bagi anggota HTI. Mereka seolah masih boleh beraktifitas, karana bukan ormas terlarang. Hanya terkendala soal administrasi yang nantinya bisa diperbaiki dan legal lagi. Setidaknya itu yang mereka yakini sampai hari ini.

    Bagi pemerintah, nyaris tidak mungkin untuk mengeluarkan keputusan hukum bahwa HTI ormas terlarang selayaknya PKI. Karena dampaknya pasti kerusuhan. Keputusan semacam itu akan menciptakan kasus-kasus penangkapan dan main hakim sendiri. Apalagi kalau ada campur tangan operasi militer yang bergerak senyap menyamar tanpa seragam. Sudah kebayang bagaimana provokasi yang akan dilancarkan oleh HTI dan pihak asing yang selama ini menunggu Indonesia rusuh. Kerusuhan hasil Pilpres saja sampai membuat internet kita mati, saking tak mampunya menteri komunikasikita mengendalikan penyebaran hoax dan provokasi.

    Tapi kejadian di Pasuruan beberapa waktu lalu, Banser mendatangi pengikut HTI yang menghina Habib Luthfi, mestinya sedikit membuka mata kita. Bahwa mungkin memang beginilah caranya agar pengikut HTI itu bungkam. Mereka tidak mempan ditegur, mereka harus dihukum.

    Kasus penghinaan tersebut harus diusut tuntas sesuai hukum yang ada. Harus sampai masuk penjara. Untuk memberi pelajaran kepada pengikut HTI yang lain, agar tidak sembarangan memprovokasi. Selain itu juga untuk menghentikan sumber penyebaran provokasinya.

    Begitu juga dengan Ismail Yusanto, yang sampai hari ini masih terus gencara membuat seminar dan membawa-bawa nama HTI. Padahal HTI sendiri sudah dibubarkan.

    Ismail Yusanto sudah dilaporkan ke kepolisian dan besae harapan kita agar segera diproses dan dipenjara. Setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, telinga dan mata kita tak tercemar oleh provokasi dan penyebaran doktrin dari Ismail Yusanto ini.

    Penangkapan terhadap pentolan-pentolan HTI tidak bisa serampangan seperti menangkap pengikut PKI. Kita harus menemukan kasus hukum yang melatar belakanginya. Sehingga penangkapan bisa berlangsung tanpa penolakan atau protes dari siapapun.

    Saya pikir ke depan kita harus pro aktif terhadap pengiku HTI. Mereka tak butuh masukan, tak mempan dengan teguran. Maka kalau mereka melanggar hukum, harus kita proses dan penjarakan. Harapannya, setelah dipenjara mereka sadar bahwa ini di Indonesia, yang berlaku adalah Demokrasi dan Pancasila.

    Sementara untuk ustad-ustad HTI, akses pendapatannya harus dihentikan. Jangan sampai ada perusahaan BUMN yang mengundang Felix misalnya. Ya ngapain ngasih makan sama pengasong khilafah? Tapi yang ini memang agak ruwet karena di BUMN kita sendiri sudah cukup banyak pengikut khilafah bercokol di posisi strategis. Yang selama ini terus menerus memberi makan kepada organisasi terlarang HTI.

    Namun intinya harus sama-sama jalan. Penangkapan terus dilakukan, dan pemutusan akses ekonomi juga terus diupayakan.

    Ini semua adalah ikhtiar kita bersama. Perlu langkah dan dukungan banyak pihak. Sehingga misal nantinya ada kasus serupa seperti Banser Pasuruan, kita jangan sampai terpengaruh dan terprovokasi dengan narasi pembela HTI. Yang menganggap Banser tidak sopan terhadap orang tua dan seterusnya. Karena setua apapun orangnya, kalau sudah menghina ulama dan pengikut HTI pula, tak ada alasan bagi kita untuk beramah tamah. Begitulah kira-kira. (SUMBER SEWORD.COM)

  • MENGENAL SAYAP POLITIK WAHABI

    MENGENAL SAYAP POLITIK WAHABI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril, mengungkap dalam sebuah tulisannya tentang riwayat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dua kelompok ini, dalam ulasan Gus Nuril, merupakan sayap politik dari kaum Wahabi di Indonesia.

    “PKS itu sayap politik Wahabi yang ditugaskan merebut pemerintahan lewat jalur demokrasi. Setelah PK yang digulirkan Suripto tidak laku. Lalu ada sayap HTI, ini merupakan pasukan pemukul yang bersiaga “jika kondisi sudah siap” dialah yang selama ini disebut sebagai sel tidurnya ISIS,” ungkap Gus Nuril.

    Diterangkan pula bahwa ISIS merupakan sempalan dari HTI. Dan HTI itu hasil kawin silang antara Ikhwanul Muslimin Turki dan Wahabi Arab. Diceritakan, ketika pertama kali masuk ke Indonesia, IM diterima oleh bidannya Habib Husein Al-Habsyi.

    “Dan oleh Habib Husein Al Habsyi yang di jaman Pak Harto dulu pernah ngebom Candi Borobudur, lalu dilahirkan organisasi politik. Mereka merencanakan menguasai Indonesia lewat berbagai jalur politik,” lanjutnya.

    Melalui jalur demokrasi, mereka kemudian masuk dan mendirikan Partai Keadilan, atau PK. Tetapi dalam pemilu demokrasi ternyata kurang mendapatkan sambutan, maka PK yang dipimpin oleh Nur Mahmudi, kemudian melakukan tiwi kromo menjadi PKS, yang dikomandoi oleh Hidayat Nur Wahid.

    Di bawah Hidayat Nur Wahid, PKS bisa menyusup ke kubu NU, bahkan keluarga Gus Sholahudin Wahid pun sudah mulai ada putranya yang masuk PKS. Belakangan, isu santer semakin kencang, ketika muktamar di Jombang, PKS dan konon Yusuf Kalla ikut mengarsiteki kubu Kang Prof DR KH Hasyim Muzadi dan Gus Sholah (Sholahudin Wahid Hasyim).

    Di samping sisi politik yang memasuki orbit demokrasi Indonesia, sehingga mampu memicu munculnya perda-perda syariah di mana-mana hingga mencapai ratusan Perda, kelompok Wahabi dan Ikhwanul Muslimin ini kemudian melahirkan kawin silang bernama HTI.

    “Kelompok ini sebenarnya memiliki makna mengerikan, yaitu hizbut artinya pasukan, barisan atau tentara, tahrir adalah pembersih atau pembebas. Jadi, HTI artinya tentara pembebas Indonesia,” jelasnya.

    Ya, lanjut Gus Nuril, mereka memiliki pandangan bangsa Islam di Nusantara ini dijajah oleh pemerintah Indonesia yang menggunakan dasar thogut sebagai bentuk azas-nya. Jadi Pancasila itu thogut alias setan. Pemimpinnya penjajah. Maka misi yang dibawanya adalah menjadi negara theologi alias Indonesia sebagai negara Islam dengan sistem khilafah yang wahabiyah.

    Group ini juga mengintrodusir kelompok militan tersembunyi yang selama ini menjadi pelahir teroris, yaitu kelompok yang mengklaim dirinya salafy. Padahal salafy itu sebenarnya adalah para ulama yang lahir setelah zaman nabi, yaitu yang terkenal sebagai “salafus sholeih”.

    “Nah, salafy yang ini lahir sekitar abad ke 20, atau bareng dengan kemerdekaan Arab Saudi sekitar tahun 1924-an. Mereka mengklaim sebagai kelompok salaf yang boleh mengkafirkan kelompok lain. Mereka menguasai perumahan-perumahan, kemudian dijadikan basis pertahanan,” terangnya kembali.

    Mereka tersembunyi dan susah dideteksi karena bergerombol dalam sebuah group perumahan tersendiri, mendirikan RT dan Rw sendiri. Kelompok ini sangat intens mendirikan sekolah sekolah dan pengajian-pengajian, mendirikan rumah rumah ngaji, dan menduduki masjid masjid,” sambungnya.

    Di samping kelompok salafi, lanjutnya lagi, juga ada yang bernama MTA, yang berpusat di Solo, dipimpin oleh Asukino atau Ahmad Sukino. Kelompok ini menawarkan kajian Quran dengan tafsir “sak wudele dewe” sehingga mengkafir-kafirkan sesama muslim.

    Di zaman Pak Harto, kelompok ini dengan kelompok radikal lainnya dikendalikan oleh tokoh TNI yang berpengaruh, yaitu Tripel S, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Syafri Samsudin dan Sudi Silalahi.

    Di bawah kendali mereka, pertumbuhan kelompok radikal itu dapat ditekan atau tidak mampu mengembangkan sayap. Namun justru di jaman pemerintahan SBY lah kelompok ini semakin mengembang di mana-mana.

    “Kelompok Wahabi ini juga menyusup dan ikut besar di pekarangan Muhammadiyah. Bahkan banyak guru guru Muhammadiyah yang menjadi PKS. Maka wajar kalau gerakan pemanasan makar 411, 313 atau 212, di dalamnya ada tokoh Amin Rais, ada Hidayat Nur Wahid,” pungkasnya. ( Adzamat Khan )

    #WaspadaTandukSyetanNajd_Wahabi

  • ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    ACARA HAUL KE- VIII KH. ACHMAD NUR ALI PENDIRI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Senin 31 Agustus 2020. SATKORYON BANSER KEC. PACET melaksanakan tugas dalam mengawal, Melayani dan mengamankan kegiatan haul ke VIII KH. Achmad Nur Ali pendiri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin Kec. Pacet Kab. Mojokerto. Pondok Pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren pertama yang ada di kawasan Pacet Mojokerto, tepatnya di Dusun Pringwulung Desa Bendungan Jati Kec. Pacet Kab. Mojokerto.

    Acara yang dimulai malam hari itu, dihadiri KH. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) putra almarhum Gus Miek Lirboyo Ploso Kediri beserta Tokoh-tokoh Kiai, masyarakat dan tamu undangan. Banyaknya Tamu Undangan serta lokasi yang terletak di Jalan kampung maka, sangat dibutuhkan pengamanan, kesigapan dan pelayanan SATKORYON BANSER KEC. PACET pada acara tersebut misal; pengawalan kiai serta menyiapkan tempat parkir motor dan mobil.

    Kegiatan Haul tersebut diawali dengan Alunan Sholawat Nabi, Pembacaan Yasiin dan Tahlil, Sambutan, Mauidhoh khasanah dan ditutup dengan Do’a. Banyak sekali Taushiyah dari Gus Sabuth yang menekankan tentang moral, saling menghormati sesama makhluk “Memberi minum kepada anjing yang kehausan, maka disitulah Alloh SWT menurunkan ridlo-NYA” salah satu yang kami kutib dalam ceramah beliau.

    Mudah-mudahan Para kiai dan Ulama’ kita, diberikan panjang umur sehingga Masyarakat pada umumnya bisa memperoleh siraman qolbu sehingga bisa membimmbing kita dengan harapan memperoleh Ridlho Ilahi.. Aamiin Ya Robba’alamiin. (abi sorban)

  • NU BANGKIT MELUAS KE DUNIA ARAB DAN SEDUNIA ISLAM LAINNYA

    NU BANGKIT MELUAS KE DUNIA ARAB DAN SEDUNIA ISLAM LAINNYA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Rektor Universitas Az-Zaituna Tunisia,
    Prof Hichem Grissa, mengatakan jika dahulu para ulama membawa Islam dari Arab menuju Indonesia, kini saatnya Indonesia bangkit dan menyebarkan ke-Islam-annya ke dunia Arab dan seluruh dunia Islam.

    Hal tersebut dikatakannya saat memberi sambutan pada diskusi dan pelantikan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia periode 2019-2020.

    Acara yang digelar di Auditorium Ibnu Khaldun, Universitas Az-Zaituna, Kamis (15/8), bertepatan dengan 14 Dzulhijjah 1440 H ini mengusung tema NU, Kiprah dan Tantangan dalam Menapak Masa Depan.

    Hichem mengungkapkan rasa senang dan sepakat dengan pemilihan kata jam’iyyah dalam penyebutan organisasi Islam ini.

    Pemilihan kata jam’iyyah untuk Nahdlatul Ulama ini sangat tepat. “Jadi, bukan hizb (partai).
    Karena, jam’iyyah menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki tujuan gerakan sosial, yakni mengumpulkan orang kepada kebajikan. Sedangkan, kata hizb berarah pada siyasah (politik),” tuturnya dalam rilis PCINU Tunisia yang diterima NU Online, Sabtu (17/8) .

    Hichem Grissa yang juga salah
    satu Dewan Mustasyar PCINU Tunisia turut prihatin dengan konflik yang terus bergejolak di kawasan negara-negara Arab.

    Ia berharap wajah Islam Indonesia yang
    damai dapat diperkenalkan dan ditransfer
    ke dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya. “Jika dahulu para ulama membawa Islam dari Arab menuju Indonesia,
    Maka sekarang saatnya Indonesia bangkit
    dan membawa ke-Islam-annya ke dunia Arab dan (seluruh) dunia Islam,” tegas Hichem Grissa.

    Dalam kesempatan yang sama,
    Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti, mengungkapkan betapa Nahdlatul Ulama secara historis telah membuktikan kiprahnya sebagai organisasi yang berasas keagamaan dan kebangsaan yang kuat.
    “Mars Yalal Wathan tadi saya benar-benar merasakan bahwa NU dari dulu selalu menanamkan jiwa religius sekaligus nasionalis kebangsaan,” kata Ikrar saat memberi sambutan. (abi sorban)

    Sumber : NU Online
    Foto : Espacemanager.com

  • Pelantikan pengurus ranting GP ANSOR se kec jetis mojokerto

    Pelantikan pengurus ranting GP ANSOR se kec jetis mojokerto

    SORBAN JETIS__Mbah Hasyim tersenyum…. Ya, itulah kira kira kalimat yang pantas di ungkapkan pada malam selasa berepatan tgl 31 Agustus 2020 jam 20 .00 sampai 23 .00 wib . Bagaimana tidak , karena pada malam itu kader kader muda NU yang merupakan bentengnya ulama dengan semangat tinggi mengikuti prosesi pelantikan ketua beserta pengurus GP Ansor ranting se kec Jetis ..

    Acara yang di laksanakan di aula ponpes bidayatul hidayah Canggu asuhan ustadz NUR ALIMAN al hafidz, ini sebuah acara yang krusial dan menjadi sejarah bagi Ansor ranting Canggu karena akan menjadi tonggak bangkitnya Ansor di wilayah Jetis umumnya dan Canggu khususnya …

    Tersenyumnya Mbah Mbah hasyim semakin sempurna karena acara tersebut di hadiri sesepuh NU jetis , ketua MWCNU Jetis, ketua ranting NU canggu dan ketua PC GP Ansor kab Mojokerto serta jajaranya .

    Sebelum prosesi sumpah jabatan di laksanakan sekjend PC GP Ansor Mojokerto yang bertindak sebagai pemandu mengingatkan kembali tentang betapa pentignya ketegasan kader kader Ansor dalam bertindak ( jangan lembek ) karena Ansor menjadi benteng nya ulama dan negara .

    SORBANSANTRI.COM

    Proses pelantikan oleh Sahabat YUNUS selaku pengurus PC GP ANSOR

    Seruan sekjend yang biasa di panggil sahabat Yunus ini di sambut dengan semangat dan suara keras gegap gempita semua anggota yang menjadi ciri khas Ansor yang berbunyi : ” SIIAAP

    Dalam sambutannya Gus ALI MUHAMMAD NASEH selaku ketua PC GP ANSOR kab mojokerti ini meminta agar semua kader tetap solid baik sesama anggota maupun Banom yang lain terutama harus bisa bersinergi dengan para sesepuh NU di wilayahnya masing masing sebagai upaya untuk menjaga dan mengembangkan organisasi …

    SORBANSANTRI.COM

    Gus ALI MUHAMMAD NASEH ketua PC GP ANSOR kab MOJOKERTO saat memberikan sambutan

    Acara di akhiri dengan lantunan sholawat yang jadi IKON dari kaum Nahdliyyin dengan iringan group banjari Al fattah, IPNU Canggu .. Tidak mau kalah dengan Ansor , pasukan garda terdepan perjuangan organisasi yang lahir tahun 1926 ini mengerahkan 30 pasukan demi terlaksana serta suksesnya acara tersebut ..

    SORBANSANTRI.COM

    Gus IBNU KOHAR ketua PAC GP ANSOR JETIS

    Sukses terus Ansor Jetis semoga Allah meridhoi amiin .

    By : alim sorban

  • PROPAGANDA RADIKALIS ATASNAMA AGAMA DI INDONESIA

    PROPAGANDA RADIKALIS ATASNAMA AGAMA DI INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Propaganda kaum radikalis tanpa kita sadari ternyata sudah menyebar di sekeliling kita. Propaganda-propaganda mereka sangat menyesatkan dan terlihat seakan-akan baik, namun kenyataannya propaganda itu berbahaya sekali untuk orang awam.

    Inilah propaganda mereka untuk mengejar ilusi “Khilafah” yang berhasil dideteksi :

    Propaganda Tahap 1 :

    1. Orang Syiah diklaim bukan Islam
    2. Orang NU diklaim sebagai Syiah
    3. Orang Wahabi mengaku sebagai Sunni

    Jika propaganda ini berhasil, orang tidak percaya lagi kepada NU, dan berarti orang Islam di Indonesia hanya tinggal 1000an yakni hanya orang Wahabi, yang lain itu Syiah dan bukan Islam.

    Propaganda Tahap 2 :

    1. PKI sudah dibubarkan
    2. Pemerintah diklaim sebagai PKI dan kebangkitan Komunis
    3. Radikalis berlagak memerangi PKI

    Jika propaganda ini berhasil, maka kaum radikalis punya alasan membubarkan pemerintahan dan leluasa menguasai negara dengan bantuan tangan orang orang awam.

    Propaganda Tahap 3 :

    1. Negara ini adalah negara thagut
    2. Negara memerangi umat Islam
    3. Pancasila dan garuda adalah berhala
    4. Umat Islam jangan menyembah berhala

    Jika propaganda ini berhasil, yang mahasiswa-pun bisa jadi khilafis dan radikalis, yang awam bisa jadi bomber, yang setengah pinter bisa jadi agen hoax dan fitnah.

    Lalu apa yang diharapkan? Tujuannya adalah agar negara kacau, jika kacau mereka mulai memerankan aksinya lalu masuk seperti ISIS mengebom apa saja yang dianggap kafir, musyrik dan yang dianggap musuh mereka untuk mengejar ilusi mereka ‘khilafah’.

    Lalu siapa yang rawan jadi korban propaganda di atas..?

    1. Orang awam yang belajar agama lewat medsos lalu salah memilih situs dakwah.

    2. Mahasiswa negeri yang awam masalah agama, lalu terjebak dalam daurahan kaum khilafis dan radikalis.

    3. Ustadz yang baru pegang gadget, lalu masuk ke grup-grup dakwah (grup radikal).

    4. Artis yang ingin mendadak tampil agamis, agar mendadak dipanggil ustadz dan ustadzah.

    5. Wanita dewasa yang baru semangat belajar agama.

    6. Jamaah masjid perkotaan yang pengurusnya jarang dari kampung tersebut.

    7. Para barisan sakit hati (bisa sakit hati ke negara atau ormas NU).

    8. Anak-anak yang diasramakan di pondok berhaluan Wahabi biasanya asrama tahfidz via ajaran Wahabi.

    9. Kaum yang biasa bawa pentung juga rawan terkena jebakan virus propaganda ini, sebab dalam otaknya sudah ada bibit radikalis. (abi-sorban)


    Di bawah ini pesan dari Habib Ali Zainal Abidin al-Jufri yang artinya :

    “Kepada seluruh Ahlussunnah (Sunni) dan Syi’ah di Iraq: Musuh kalian yang sebenarnya (hakiki) adalah mereka yang meyakinkan kalian bahwa kalian (Sunni-Syi’ah) adalah bermusuhan.”

    Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=813359955370653&id=196704400369548

  • DNA BANSER ADALAH JIWA KEPERWIRAAN YANG DI WARISKAN SECARA TURUN TEMURUN

    DNA BANSER ADALAH JIWA KEPERWIRAAN YANG DI WARISKAN SECARA TURUN TEMURUN

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Banyak anggota Banser yang dalam DNA-nya mengalir genetika pengawal ulama. Artinya, jika ditelusuri, leluhur mereka ini dulunya anggota laskar Diponegoro yang berdiaspora di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jika tidak, bisa dipastikan bapak maupun simbah mereka dulu pernah nderek (menyertai) kiainya bertempur dalam perang kemerdekaan. Ada jiwa keperwiraan yang diwariskan secara turun-temurun.

    Karena itu, meski Banser diolok-olok dan difitnah, sampai kapan pun tetap ada peminatnya karena memang punya suplier tetap.

    Meski terkadang lebih galak dibanding tentara betulan, tapi saya lebih sering menjumpainya bertingkah laku lucu tapi loyal, suka guyon tapi ikhlas mengabdi, sering membantu acara-acara keagamaan, dan kecintaannya terhadap para ulama.

    Lagi pula, saya melihat, sahabat-sahabat saya yang menuduh Banser sering membubarkan pengajian memang bukan dari kalangan penikmat pengajian ala NU. Yaitu, jenis pengajian yang dikemas kolosal, mengundang penceramah yang punya selera humor, jamaahnya duduk lesehan, dan diakhiri tengah malam. Di dalam arena pengajian inilah Banser menjadi bintangnya. Bertanggung jawab atas keamanan, kondisivitas massa, hingga bagian penyalur logistik. Sifatnya kerja bakti, mengabdi, tanpa bayaran. Bahkan, sering ikut iuran dan tekor.

    Jangan heran jika banyak kisah Banser yang unik, aneh-aneh, bahkan mengundang tawa.

    Misalnya, ketika warga Nahdliyyin hadir membludak dalam acara Istighosah Akbar II, 31 Mei 1998, kaum Muslimat NU tak mau ketinggalan. Mereka datang berombongan.

    Ketika ada Banser ganteng dan gagah ikut mengatur tertib parkir, ibu-ibu nyelutuk, “Wuih, Cak Bangser gagah yo, koyok tentara….”

    Giliran menjumpai tentara yang agak tambun sedang mengatur lalu lintas, ganti mereka nyelutuk, “Walah, tentara kok kayak Bangser…”

    Kalau tentara lagi apel akbar, biasanya akan ada inspeksi pasukan dari seorang jenderal sambil naik jip bak terbuka. Gagah berwibawa pokoknya.

    Nah, tampaknya para Banser nggak mau kalah sama tentara. Dalam sebuah apel akbar, Ketua Umum GP Ansor, saat itu H. Slamet Efendi Yusuf, didaulat melakukan inspeksi pasukan menggunakan jip.

    Jadilah saat itu Pak Slamet berdiri gagah di atas jip melakukan inspeksi ribuan Banser yang corak doreng-nya berbeda-beda itu. Wuih kerrreeeen! Aksi gaya para TNU alias Tentara Nahdlatul Ulama itu berjalan dengan lancar.

    Jip merangkak pelan dan pasti. Pak Slamet menatap pasukannya dengan meyakinkan.

    Sayang sekali, di tengah atraksi, tiba-tiba jipnya mogok.

    Lhah! Pak Ketum GP Ansor tetap di atas jip, dengan posisi siaga, sembari menunggu si sopir menyalakan mesin.

    Sayang, meski dicoba berkali-kali mesinnya nggak mau nyala.

    Para Banser sudah mulai mesam-mesem.

    Akhirnya Pak Slamet turun dari jip, dan memilih inspeksi jalan kaki sambil senyum-senyum.

    “Mangkane tah, nggak usah gaya-gaya,” kata Gus Dur terbahak-bahak saat mendengar cerita ini.

    Selain Gus Dur, Kiai Hasyim Muzadi adalah Sohibul Hikayah mengenai polah tingkah Banser yang unik dan lucu-lucu. Ketika keduanya meledek para Banser, objek candaan hanya bisa menyambut dengan tawa.

    Para kiai lain, silakan ditanya, pasti punya cerita soal Banser yang manusiawi. Banser bukan pekerjaan, sebagaimana digambarkan dalam film “Tanda Tanya”, melainkan pengabdian. Mereka percaya, dalam khidmah kepada ulama, umat, dan bangsa, ada barakah yang mengalir untuk dirinya dan keluarganya. Inilah yang mereka harapkan. Karena itu, ketika membersamai dan mengawal ulama, biasanya mereka juga ikhlas diledek.

    “Banser itu gayanya meyakinkan, sayang, rokoknya eceran,” demikian Kiai Hasyim Muzadi meledek. Adapun yang diledek malah terbahak-bahak.

    “Besok, Banser itu masuk surga terlebih dulu daripada kiainya,” kata Gus Muwafiq, dalam sebuah pengajiannya.

    “Kok bisa Gus?”

    “Jelas bisa, wong mereka bagian cek lokasi, kok!”

    Wallahu A’lam Bisshawab.

    Oleh Gus Rijal Mumazziq Z

    SUMBER PC GP ANSOR SIDOARJO

  • JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kepala Staf Kepresidenan ( KSP) Jendral TNI( Purn) Moeldoko menilai, BANSER ANSOR SERBAGUNA ( BANSER) Ansor sangat layak menjadi komponen Pertahanan, sebab BANSER Ansor memiliki Struktur yang lengkap dari tingkat Pusat dan Daerah.

    Menurut Moeldoko, untuk menjadi Komponen Cadangan, Banser perlu dilatih lagi soal kedisiplinan Fisik dan mental, serta penggunaan Senjata.

    Moeldoko juga mengapresiasi program seperti Susbanpim untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.

    “Kalau di tentara ini ibarat Sesko, jadi saya baru tau BANSER juga punya Structure pelatihan yang sangat baik dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, ini menyiapkan pemimpin masa depan ,” tegas Moeldoko.

    Kegiatan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jatim Irjen Luki Kasatkorwil BANSER Jatim M. Irsyad Yusuf, Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Kasatkornas BANSER Alfa Isnaeni, Sekjen GP Ansor Abdul Rachman, Ketua PW Ansor Jatim Syafiq Sauqi, Pejabat TNI & POLRI serta ribuan Kadet Ansor dan Banser.

    Sebelum memberikan arahan, Gus Yaqut sapaan akrab dari Ketum PP GP ANSOR Yaqut Cholil Qoumas, menyematkan Jaket Banser Kepada Moeldoko.

    Pada Kesempatan itu Moeldoko, meminta BANSER juga memberikan Kontribusi yang lebih nyata dalam pembangunan Bangsa dan Negara.

    Gus Yaqut menanggapi Moeldoko dikatakan, sebelum ada usulan UU Komponen Cadangan BANSER dari dulu juga sudah siap sebagai Komponen Cadangan.

    ” Tanpa ada UU pun BANSER sudah siap ketika ada gangguan terhadap Bangsa dan Negara ini, Banser pasti akan ikut terlibat dalam mempertahankan NKRI.
    Enggak usah ditanya lagi, Banser pasti dan sudah siap membantu jika itu dibutuhkan kapan saja dimana saja, ” tegas Gus Yaqut.

    Gus Yaqut mengatakan, Susbanpim V yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia ini salah satu bentuk kesopanan itu.

    Susbanpim ini adalah pendidikan BANSER tertinggi yang bertujuan mencetak pimpinan BANSER di masing- masing tingkatan dari Sabang Sampai Merauke.

    Kita selalu siapkan para pemimpin Banser agar Organisasi ini berjalan dengan baik dan profesional dalam menjawab dinamika yang menggelinding Secara Cepat sekali,” tegas Gus Yaqut. (ABI SORBAN)

    #BanserBerSatu
    #NUBerSatu

  • INGIN KUASAI INDONESIA? HARUS KUASAI NU DULU

    INGIN KUASAI INDONESIA? HARUS KUASAI NU DULU

    SORBANSANTRI.COM

    SEBERAPA HEBATKAH BANSER DAN NU ?

    Sebegitu hebatkah NU ?

    SORBAN SANTRI- Anda masih ingat rencana Israel mewujudkan Israel Raya ?
    Israel merencanakan sebuah imperium besar dengan memecah negara-negara lain menjadi negara-negara kecil yang harus tunduk dan menginduk padanya.
    Dengan dukungan Amerika dan Arab Saudi rencana yang tertuang dalam Dokumen Biden dan Yinon pada 1982 itupun sudah dijalankan sejak awal ’90-an.
    Untuk memecah negara target, mereka membidani lahirnya kelompok-kelompok teroris super kejam di negara-negara target seperti Boko Haram, Al Shabab, ISIS, El Nusra, Al-Qaeda dan jaringan-jaringannya yang ada di Filipina dan Indonesia.
    Mereka juga memfasilitasi lahirnya partai-partai maupun kelompok-kelompok yang berpotensi menjadi lawan bagi pemerintah yang sah.

    Singkat cerita ada beberapa negara yang diprediksi sulit ‘ditaklukkan’ karena beberapa hal diantaranya Iran, Tiongkok dan Indonesia.
    Iran identik dengan Syi’ah, Tiongkok identik dengan Komunis dan Indonesia ternyata identik dengan NU.

    Konspirasi mereka rajin menggoreng isu lewat kelompok dan parpol yang jadi agennya untuk membenturkan NU dengan Komunis dan Syi’ah.
    Seperti biasa Iran diprovokasi dengan isu kepemilikan senjata nuklir.
    Tiongkok digebuk dengan isu HAM dan provokasi terhadap Taiwan, Hongkong dan Tibet.

    Dan Indonesia..?
    Entah sudah berapa kali NU dibenturkan dengan Syi’ah maupun Komunis namun hasilnya tetap nihil.
    Gagal di NU mereka beralih ke Banser.
    Mereka berpikir pragmatis bahwa darah muda lebih mudah disulut daripada yang tua, itulah sebabnya mengapa akhir-akhir ini Banser sering dipancing dan diprovokasi.
    Masalah sepele yang melibatkan Banser seketika jadi isu nasional yang disiarkan mayoritas stasiun TV nasional serta dibahas para profesor seakan tak ada materi yang lebih bagus untuk dibahas.
    Semua itu mengindikasikan kalau masalah itu sudah dipersiapkan.

    Lantas seberapa hebatkah Banser dan NU..?

    Sebagai gambaran tewasnya Brigjen Qassem Soleimani salah satu panglima Iran yang diperbantukan pada pemerintah Suriah sebagai penasehat militer diduga sebagai langkah Amerika – Israel untuk memancing agar Iran membalas dendam hingga mereka mendapat legalitas untuk melakukan perang terbuka dan masuk ke Iran.
    Begitu juga ketika NU dan Banser diprovokasi mereka berharap timbul gesekan yang memicu kerusuhan massal bahkan sampai perang saudara dan militer mereka punya akses masuk ke Indonesia. (abi sorban)

    ITULAH hebatnya, Banser dan NU disejajarkan dengan Panglima salah satu negara yang ditakuti Israel dan AS