SORBAN SANTRI – Masih pada suasana lebaran, ketika hati yang seharusnya kembali bersih, ucapan yang seharusnya semakin santun, masih ada saja orang-orang yang tampilannya islami tapi justru ucapannya jauh dari sikap umat islam itu sendiri, Naudzubillah…
Di media sosial semua berhak menyampaikan apa saja, akan tetapi seharusnya itu di sampaikan dengan lisan yang baik, jauh dari rasisme yang tentunya akan melukai perasaan orang lain,
beberapa jam setelah menunaikan ibadah sholat ied, kami menemukan sebuah komentar yang sungguh menyakitkan hati, dimana guru bangsa, wali Allah, presiden RI ke-4 Alm.Gusdur (Allah yarham) yang semasa hidupnya di hibahkan kepada kemanusiaan dengan bakti dan bukti sejarah yang nyata, di rendahkan sebegitu rendahnya oleh salah satu akun bernama Inah Nada, setelah kami cek profil akun tersebut sudah bisa di pastikan pemilik akun tersebut dari kalangan pendukung politik yang kecewa/ sakit hati, tampilannya yang tertutup bercadar menambah daftar hitam dimana banyak oknum-oknum bercadar namun lisannya begitu hina, seperti tidak berpendidikan, tidak mencerminkan wajah islam yang sejuk, santun dan menghargai sesama manusia,
Akun tersebut masih aktif, jika ada yang berkenan dari teman-teman kami baik dari Ansor, banser, Gusdurian, maupun lembaga pemuda NU lainnya bersedia untuk tabayyun sebaiknya melalui proses hukum agar tidak terjadi main hakim sendiri
SORBAN SANTRI- Syawal tahun ini terasa beda dari Syawal sebelumnya. Ada sebagian rumah di Surabaya yang tertulis di depan pagar rumah: “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Maaf tidak menerima tamu”. Ada lagi di status WA: “Untuk mengurangi penularan virus Corona maka pemberian uang unjung-unjung ditiadakan”, dan sebagainya.
Dari pada sekedar di rumah online terus lebih baik dilanjutkan puasa Sunah 6 hari bulan Syawal. Sebulan saja mampu, in syaa Allah 6 hari juga mampu.
Dari Abu Ayyub Al Ansori bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa bulan Ramadhan kemudian melanjutkan 6 hari puasa bulan Syawal maka seperti (pahala) puasa 1 tahun” (HR Muslim)
Ulama menjelaskan bahwa puasa tersebut seperti puasa 1 tahun sebab 1 kebaikan dilipatgandakan 10 kebaikan. Maka Ramadhan seperti 10 bulan dan 6 hari seperti 2 bulan” (Syarah Muslim 8/58)
Penjelasan ini menurut Imam Nawawi berdasarkan hadis:
Dari Tsauban bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Puasa Ramadhan seperti 10 bulan. Dan puasa 6 hari bulan Syawal seperti 2 bulan. Itulah puasa 1 tahun” (HR Nasa’i)
Ulama Syafi’iyah berkata: “Yang utama adalah berpuasa 6 hari bulan Syawal secara terus menerus setelah Idul Fitri. Jika 6 hari tersebut dipisah-pisah atau diakhirkan dari hari awal-awal bulan Syawal maka tetap memperoleh pahala tersebut karena masih kategori meneruskan 6 hari bulan Syawal” (Syarah Muslim 8/58)
Qadha’ Puasa Ramadhan bersama Puasa 6 Hari Bulan Syawal
Ar-Ramli ditanya tentang seseorang yang punya tanggungan puasa Ramadhan dan diqadla’ (ditunaikan) di bulan Syawal apakah dia mendapatkan pahala qadha’ dan pahala 6 hari bulan Syawal, apakah ada dalilnya?
Ar-Ramli menjawab: “Dia mendapatkan pahala qadha’ Ramadhan bersama puasa 6 Syawal, meskipun niat dengan lainnya. Dia juga tetap mendapatkan pahala 6 hari bulan Syawal. Masalah ini telah disampaikan oleh para ulama generasi akhir” (Fatawa Ar-Ramli 2/66) (abi sorban)
SORBAN SANTRI – Kabupaten Mojokerto mendapat “parsel mengejutkan” di malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu malam (23/5).
Lima warga sekaligus resmi ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Kelimanya tersebar di empat kecamatan zona merah. Mulai dari Sooko 2 orang, Pungging (1 orang), Jetis (1 orang), dan Puri (1 orang).
Catatan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bumi Majapahit. Sehingga total persebaran pasien positif menanjak menjadi 24 orang. “Jumlah pasien positif Covid-19 hari ini (23/5) bertambah lima orang. Jadi jumlah totalnya adalah 24 pasien,” ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, Sabtu malam (23/5).
Kelima pasien tersebut di antaranya adalah perempuan asal Kecamatan Sooko, yang baru saja melahirkan secara caesar pada 15 Mei lalu. Namun, sebelum operasi, pasien lebih dulu di rapid test dan hasilnya reaktif. Beruntung, proses persalinan berjalan lancar dan anaknya dinyatakan selamat dan sehat. (SUMBER :Nadzir/radar mojokerto)
SORBAN SANTRI-
Ikhwan Salafi lagi di Private Santri NU
RANGKUMAN ALUR DISKUSI ANTARA
Nurul Lailatirrahmah DENGAN Putra Mandala Wangi
TEMA DISKUSI : “TAHLILAN”
Nurul Lailatirrahmah
THREAD KHUSUS AKU SEDIAKAN
UNTUK AKHY Putra Mandala Wangi
Dalam salah satu postingannya akhy Putra Mandala Wangi menuliskan sebagaimana yg aku copy paste berikut ini :
Putra Mandala Wangi
Kemarin ada yg memberitau ana, katanya admin di group ini suka menantang debat ikhwan Salafi.
Bila info tsb mmg bnr, ana mau mencoba melayaninya.
Merespon postingan tersebut melalui thread ini aku bermaksud mengajak akhy Putra Mandala Wangi untuk berdiskusi di sini
INGAT…..!!!
Ajakan aku adalah untuk BERDISKUSI, bukan untuk BERDEBAT.
SELANJUTNYA Kepada Akhy Putra Mandala Wangi aku persilahkan utk memilih dan menentukan terlebih dahulu , apa kira kira TEMA yg mau didiskusikan.
CATATAN :
Khusus utk akhy Putra Mandala Wangi. Selama berdiskusi dilarang keras menuliskan komentar di sub kolom .
Untuk selain dari Akhy Putra Mandala Wangi, dimohon dengan sangat agar cukup untuk menyimak saja .
Putra Mandala Wangi
Kenapa ukhty arena dikusinya kok tidak di lapak yg tadi ana buat, kenapa kok harus dipindahkan di sini?
Suka Balas · 8 jam
Nurul Lailatirrahmah
Alhamdulillah , akhy Putra Mandala Wangi sudah hadir.
Soal kenapa kok thread diskusinya dipindahkan di sini dan tidak di threat yg akhy buat ???
ALASANNYA :
Berdasarkan pengalaman yg sudah sudah , WAHABI kalau kalah adu orgumentasi dalam suatu diskusi, biasanya postingan diskusi yg dibuatnya langsung dihapus.
Nah utk menghindari agar lapak diskusinya tidak dihapus, maka aku pindahkan di sini
Demikian klarifikasi .
Ngomong ngomong apakah akhy Putra Mandala Wangi sudah siap utk memulai diskusinya???
Suka Balas · 8 jam
Putra Mandala Wangi
Afwan ukhty, ana skrg masih sibu
Suka Balas · 8 jam
Nurul Lailatirrahmah
Lantas siapnya kapan ya akhy Putra Mandala Wangi?
Suka Balas · 8 jam
Putra Mandala Wangi
Nanti biar ana kabari
Suka Balas · 8 jam
Putra Mandala Wangi
Ukhty Nurul Lailatirrahmah, skrg ana sudah siap utk berdiskusi.
Apakah ukhty masih punya nyali berdiskusi dg ana?
Suka· Balas · 7 jam
Nurul Lailatirrahmah
Alhamdulillah kalau akhy Putra Mandala Wangi sudah siap utk berdiskusi.
Sekarang silahkan tentukan tema yg mau didiskusikan akhy …
Suka Balas · 7 jam
Putra Mandala Wangi
Ketahuilah ukhty Nurul Lailatirrahmah, Bahwa Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata :
Apakah ukhty mengingkari perkataan Jarir bin Abdullah Al Bajaliy tersebut??
Suka Balas · 7 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Aku sama sekali tidak mengingkari Qoulnya Jarir bin Abdullah Al Bajaliy tersebut.
Lantas apa masalahnya ya akhy Putra Mandala Wangi???
Suka· Balas · 7 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Klu memang tidak menginkari mengapa ukhty kok masih melanggarnya dengan melakukan TAHLILAN???
Suka Balas · 7 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Akhy Putra Mandala Wangi, dalam Qoul yg akhy kutip tersebut tidak ada satu katapun yg menyebut tentang TAHLILAN .
Lantas atas dasar apa akhy kok membelokkan qoul tsb ke masalah TAHLILAN?
Suka Balas · 7 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Sbnrnya ukhty Nurul Lailatirrahmah paham atau tidak terhadap maksud dari Qoul Jarir bin Abdullah Al Bajaliy tersebut??
Suka Balas · 7 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Aku sangat paham akhy .
Jarir bin Abdullah Al Bajaliy mengatakan bahwa para shahabat Beliau memandang/menganggap bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap”
PERTANYAANKU:
Dari Qoul tsb klu mnrt akhy Putra Mandala Wangi di bagian mana yg membahas soal TAHLILAN???
Suka Balas · 7 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Bukankah TAHLILAN itu tempat kumpul kumpul dan makan makan yaa ukhty Nurul Lailatirrahmah???
Jadi kalau berdasarkan Qoul tsb jelas TAHLILAN itu dilarang , karena bagian dari NIYAAHAH.
Suka Balas · 7 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Nah ….. di situlah letak kesalahan fatal akhy Putra Mandala Wangi dalam memahami dan memaknai Qoul tsb
Selain itu kelihatannya akhy belum bisa membedakan antara TAHLILAN dengan MA’TAM.
TAHLILAN bukanlah tempat kumpul kumpul dan makan makan sebagaimana yg akhy sangkakan. Tahlilan adalah tempat orang untuk mengamalkan perintah Rosululloh Saw yg isinya :
1. Utk Bershodaqoh atas nama diri sendiri dan atas nama org yg telah meninggal dunia.
2. Membacakan beberapa ayat AlQur’an .
3. Membacakan beberapa kalimatut thoyyibah, seperti Sholawat Nabi , Tasbih, Tahmid. Istighfar , Tahlil
4. Mendoakan dengan memohonkan rohmat dan ampunan Alloh terhadap orang yg telah meninggal dunia
Adapun MA’TAM adalah tempat berkumpulnya beberapa orang utk melakukan NIYAAHAH.
Jadi antara TAHLILAN dengan MA’TAM dan NIYAAHAH itu beda jauh makna dan pengertiannya akhy …
Suka Balas · 7 jam
==========
Putra Mandala Wangi
‘Afwan Ukhty Nurul Lailatirrahmah, dalam komentar ukhty di atas mengatakan bahwa TAHLILAN adalah tempat orang untuk mengamalkan perintah Rosululloh Saw.
Mana ada Rosulullah Saw memerintahkan tahglilan???
Jangan mengada ada lah ukhty …
Suka· Balas · 7 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Ada akhy ….
Berikut ini aku kutipkan hadits Nabi yg memerintahkan TAHLILAN:
PERTANYAANKU :
Akhy Putra Mandala Wangi kira kira mengimani hadits tersebut ataukah ju8stru akan mengingkarinya????
Suka Balas · 7 jam
==========
Putra Mandala Wangi
‘Afwan ukhty Nurul Lailatirrahmah, bisakah ukhty tuliskan terjemah dari hadits yg ukhty kuti itu??
Suka Balas · 7 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Lhooo…… sebenarnya akhy Putra Mandala Wangi ini mau kembali kepada Al-Qur’an Hadits atau kembali ke TERJEMAH sih ?
Suka· Balas · 7 jam
==========
Putra Mandala Wangi
‘Afwan Ukhty, berhubung ana ada keperluan, ana ijin of dulu .
Nanti disambung lagi .
Suka Balas · 7 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Nurul Lailatirrahmah Yg akhy maksudkan sbg “NANTI” tersebut kira kira kapan yaa akhy Putra Mandala Wangi???
Satu jam lagikah ?
Satu hari lagi kah?
Satu minggu lagi kah ?
Satu bulan lagi kah?
Satu tahun lagi kah??
Atau kapn????
Coba lebih dipertegas lagi akhy ….
Suka Balas · 7 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Baiklah Ukhty Nurul Lailatirrahmah. Ana sdh berhasil menterjemahkan hadits yg ukhty kutip di atas.
“Barang siapa menolong mayyit dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan dzikir, maka Alloh memastikan surga baginya.”
“Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Jika kalian tidak mengerti Al-Qur’an, berdo’alah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh, ﺗﻌﺎﻟﻰ الله telah berjanji akan mengabulkan do’a kalian.”
Dari hadits tersebut bukankah juga tidak ada perintah dari Nabi utk mengadakan tahlilan ya ukhty???
Suka Balas · 6 jam ·
==========
Nurul Lailatirrahmah
Nurul Lailatirrahmah Bener banget akhy Putra Mandala Wangi, dalam hadits tersebut memang tidak ada yg tertulis secara tekstual perintah mengadakan TAHLILAN .
Tetapi perlu akhy pahami bahwa dalam TAHLILAN isinya adalah semua yg diperintahkan dalam hadits tsb .
PERTANYAANKU:
Akhy Putra Mandala Wangi kira kira mengimani hadits tersebut ataukah ju8stru akan mengingkarinya????
Suka Balas · 6 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Tetapi Ukhty Nurul Lailatirrahmah , bukankah yg namanya ibadah itu bersifat TAUQIF, yaitu terikat oleh Syarat, Rukun, Jumlah, Tempat, Waktu dan Tata caranya???
Sementara yg namanya tahlilan itu lain daerah kan beda cara pelaksanaannya, lantas di mana letak sifat Tauqifnya?
Suka Balas · 6 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Aku sepakat dengan akhy Putra Mandala Wangi, bahwa yg namanya ibadah itu bersifat TAUQIF, yaitu sdh terikat segala sesuatunya .
Yang jadi persolan sekarang :
Sifat TAUQIF tersebut berlaku dalam ranah ibadah yg bagaimana dulu.
Ini yg perlu kita paham
Suk Balas · 6 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Yang namanya ibadah itu ya ibadah ukhty…….
Jadi tidak perlu ditanyakan lagi tentang ranah ibadah yg mananya…..
Suka Balas · 6 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
He he he …….. Kelihatannya akhy Putra Mandala Wangi masih belum memahami bahwa yg namanya ibadah itu sangat banyak sekali jenisnya.
Suka Balas · 6 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Tdk usah sok pinter lah ukhty ……..
Yg namanya ibadah itu adalah segala bentuk penghambaan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, jadi gk usah dibagi bagi
Suka Balas · 6 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Bagini lho akhy Putra Mandala Wangi.
Ibadah dalam Islam itu terbagi menjadi beberapa bagian , di antaranya:
1. Ibadah MAHDHOH
2. Ibadah GHOIRU MAHDHOH
Ibadah MAHDHOH dibagi lagi menjadi dua, yaitu:
a. Ibadah Mahdhoh Muqoyyat
b. Ibadah Mahdhoh Muthlaqoh .
Ibadah Mahdhoh Muqoyyat adalah jenis ibadah yg murni hubungannya antara seorang hamba dg Alloh Swt. yang
dalam pelaksanaannya terikat oleh :
= Adanya dalil qoth’i yg memerintahkannya
= Adanya contoh dari Rosululloh Saw
= Terikat oleh syarat, rukun , jumlah , tempat, waktu dan tata caranya .
CONTOHNYA :
Sholat, Puasa Romadlo, Zakat , Haji DLL…….
Kemudian Ibadah Mahdhoh Muthlaqoh adalah jenis ibadah yg murni hubungannya antara seorang hamba dg Alloh Swt. Yang dalam pelaksanaannya :
= Terikat oleh Adanya dalil ‘Am yg memerintahkannya
= Tidak terikat oleh Adanya contoh dari Rosululloh Saw
= Tidak Terikat oleh syarat, rukun , jumlah , tempat, waktu dan tata caranya .
CONTOHNYA :
Berdzikir, Berdo’a, Bersholawat, Membaca Al-Qur’an, Membaca Kalimatut Thoyyibah , DLL…….
Adapun TAHLILAN masuk ke dalam ranah Ibadah Mahdhoh Muthlaqoh. Jadi Sifat Tauqifnya ibadah tersebut tdk berlaku dalam ibadah Mahdhoh Muthlaqoh…
Suka Balas · 6 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Ana kok tambah bingung ya ukhty Nurul Lailatirrahmah.
Untuk sementara waktu tolong beri ana ruang utk berfikir dulu .
Suka Balas · 6 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Silahkan akhy ….
Tapi ngomong ngomong jeda waktu ruang utk berfikirnya berapa lama satau sampai kapan yaaa????
Mohon kejelasannya akhy
Suka Balas · 6 jam ·
==========
Putra Mandala Wangi
Ukhty Nurul Lailatirrahmah, masih bolehkah ana mengajukan beberapa pertanyaan yg msh mengganjal di pikiran ana?
Suka Balas · 5 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Silahkan akhy Putra Mandala Wangi.
Mengajukan pertanyaan yg tidak mengganjalpun juga boleh kok
Suka Balas · 5 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.Berdasarkan hadits tersebut , apakah tdk sia sia doa dari org lain ???
Suka Balas · 5 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Begini akhy Putra Mandala Wangi , dalam hadits yg akhy kutip tsb kalimat وَلَدٍ صَالِحٍsangat begitu jelas menggunakan kalimat ISIM NAKIROH, yaitu suatu kalimat yg menunjukkan pada sesuatu secara kesatuan yang tidak ditentukan atau sesuatu yg bersifat umum.
Dengan penggunaan kalimat Isim Nakiroh pada kalimat WALADIN SHOOLIHIN tsb maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa ANAK SHOLIH yg dimaksud dalam hadits di atas tidak terbatas hanya ANAK KANDUNG SAJA tapi bi ma’na bisa anak didik, anak buah atau anak bani Adam yg muslim dan muslimah.
Sesuai dengan Firman Alloh swt berikut ini:
“Ya Tuhan kami! Berilah keampunan kepadaku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat).”
Q.S: IBRAHIM, 14:41.
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka itu akan berkata: Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman sebelum kami”. AL-HASYR, 59:10
Dengan demikian penolakan terhadap amaliah TAHLILAN dengan dalih bahwa doa yg sampai hanya doa dari anak kandungnya yg sholih sj telah gugur dengan sendirinya.
Demikian sekelumit penjelasan tentang WALADIN SHOOLIHIN YAD’ULAHU .dari hadits yg akhy ajukan
Suka Balas · 5 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Tetapi dalam Surat An-Najm ayat 38-39 Alloh berfirman sebagai berikut:.
Apakah tidak sia sia belaka walaupun dikirimin pahala sebesar gunung dari orang lain , ???
Suka Balas · 5 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Menanggapi Al-Qur’an Surat An-Najm ayat 38-39 yg akhy Putra Mandala Wangi ajukan, berikut ini aku kutipkan penafsiran Dr. Muhammad Bakar Ismail, seorang ahli fiqh kontemporer dari Mesir. Beliau menjelaskan sebagai berikut :
Suka· Balas · 5 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Putra Mandala Wangi Bisakah diberikan artinya ya Ukhty Nurul Lailatirrahmah?
Suka Balas · 5 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Jelas bisa doooong …….
Ini arti dari tafsiran r. Muhammad Bakar Ismail yg aku kutipkan di atas:
“Menghadiah pahala kepada orang yang telah mati itu tidak bertentangan dengan ayat وان ليس للإنسا الإماسعىkarena pada hakikatnya pahala yang dikirimkan kepada ahli kubur dimaksud merupakan bagian dari usahanya sendiri.
Seandainya ia tidak berbuat baik ketika masih hidup, tentu tidak akan ada orang yang mengasihi dan menghadiahkan pahala untuknya. Karena itu sejatinya, apa yang dilakukan orang lain untuk orang yang telah meninggal dunia tersebut merupakan buah dari perbuatan baik yang dilakukan si mayit semasa hidupnya.”
Demikian akhy Putra Mandala Wangi.
Apa masih ada pertanyaan lagi akhy ?
Suka Balas · 5 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Tafsiran yg ukhty tulis itu hanya sekedar akal akalan ukhty saja ataukah memang ada Kitab yg menuliskannya ya Ukhty?
Suka Balas · 5 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Tafsir dari Dr. Muhammad Bakar Ismail tersebut termaktub dalam Kitab Al-Fiqh Al-Wadlih akhy ……
Silahkan dibuka saja kalau punya Kitabnya dan bisa membacanya.
Suka Balas · 5 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Di Juz berapa dan halaman berapa ya Ukhty ???
Suka Balas · 5 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Di juz I, halaman 449 Akhy …….
(Gayanya nanya Juz dan halaman segala )
Apa masih ada yg mau ditanyakan lagi akhy Putra Mandala Wangi?
Suka Balas · 5 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Ada Ukhty , dan ini pertanyaan terakhir.:
Kalau memang tahlilan itu disebut sbg sunnah Nabi , apakah ada satu saja riwayat kalau Nabi Saw mengadakan tahlilan ketika para istri , anak anaknya dan para sahabatnya meninggal dunia ?
Suka Balas · 5 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Akhy Putra Mandala Wangi, akhy harus paham bahwa yang namanya SUNNAH Rosululloh Saw tidak hanya sebatas yg pernah dikerjakan oleh Kanjeng Nabi Muhammad Saw saja .
Menurut ahli hadis, sunnah adalah:
“Segala yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw., baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, budi pekerti, maupun perjalanan hidupnya, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul Saw maupun sesudahnya.”
Menurut ahli usul fikih, sunnah adalah:
“Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw. selain al-Qur’an baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrirnya yang pantas untuk dijadikan dalil bagi penetapan hukum syara’ (hukum agama).”
Berikut ini beberapa macam Sunnah :
1. Sunnah Qauliyah.
Sunnah Qauliyah adalah bentuk perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Dengan kata lain Sunnah Qauliyah yaitu sunnah Nabi Saw. yang hanya berupa ucapannya saja baik dalam bentuk pernyataan, anjuran, perintah cegahan maupun larangan.
Contoh sunnah qauliyah:
Hadits tentang TAHLILAN sebagaimana yg sudah aku kutipkan jauh di atas.
2. Kemudian Sunnah Fi’liyah.
Sunnah fi’liyah adalah segala perbuatan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Kualitas sunnah fi’liyah menduduki tingkat kedua setelah sunnah qauliyah. Sunnah fi’liyah juga dapat maknakan sunnah Nabi Saw. yang berupa perbuatan Nabi yang diberitakan oleh para sahabat.
3. Kemudian Sunnah Taqririyah.
Taqrir, yaitu keadaan Rosululloh Saw mendiamkan, tidak memberikan sanggahan terhadap suatu perkara yang dilakukan oleh sahabat berupa perkataan atau perbuatan, baik hal itu dilakukan di hadapan beliau atau tidak, namun beritanya sampai kepada beliau.
PERTANYAANNYA:
Jikalau yg disebut sbg SUNNAH NABI itu hanya sebatas yg dilakukan oleh Nabi Saw saja , lantas akan akhy buang ke mana SUNNAH QOULIYAHNYA dan SUNNAH TAQRIRIYAHNYA Kanjeng Nabi Muhammad Saw???
Silahkan dijawab akhy .
Suka Balas · 4 jam
==========
Putra Mandala Wangi
Maaf Ukhty Nurul Lailatirrahmah, berhubung waktu sdh larut malam ana mohon ijin utk istirahat dulu.
Wassalaam .
Suka Balas · 4 jam
==========
Nurul Lailatirrahmah
Akhy Mandala ini gimana sih …….
Bukannya ngasih jawaban lha kok malah WASSALAAM .
Wa’alaikumus salaam wr wb
Suka Balas · 4 jam
===========
Nurul Lailatirrahmah
Dari alur diskusi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Amaliyah TAHLILAN murni perintah Al-Qur’an maupun Al-Hadits.
2. Barang siapa yg membid’ah dlolalahkan amaliyah TAHLILAN , sesungguhnya merekalah pelaku BID’AH DLOLALAH yg sebenar benarnya , karena telah mengingkari perintah Alloh dan Rosululloh Saw.
DISKUSI AKU NYATAKAN SELESAI
Suka Balas · 4 jam
==========
SELESAI
SORBAN SANTRI – Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.
Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
Arti Kata Ketupat.
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui
kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.
Ngaku Lepat.
Tradisi sungkeman menjadi
implementasi ngaku lepat (mengakui
kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan
dari orang lain.
Laku Papat.
1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.
Lebaran.
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.
Luberan.
Meluber atau melimpah, ajakan
bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.
Leburan.
Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
Laburan.
Berasal dari kata labur, dengan kapur
yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu
menjaga kesucian lahir dan batinnya.
FILOSOFI KUPAT – LEPET
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus janur?
Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat
ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui
kesalahannya maka hatinya seperti
kupat yang dibelah, pasti isinya putih
bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah
dibungkus cahaya (ja’a nur).
LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.
Betapa besar peran para wali dalam
memperkenalkan agama Islam. Umat muslim sudah seharusnya memuliakan budaya atau ajaran yang telah disampaikan para wali di Indonesia ini.(Generasi Muda NU)
Jabir bin Abdullah berkata bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam jika berangkat (ke tempat shalat Id) maka pulangnya tidak melewati tempat awal berangkat (Sahih al-Bukhari No 986)
Mengapa Nabi shalallahu alaihi wassallam melakukan hal tersebut? Para ulama memiliki penafsiran sendiri-sendiri seperti yang disampaikan oleh pensyarah Sahih al-Bukhari, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani:
Ada yang mengatakan bahwa agar Nabi bisa menziarahi kerabatnya baik yang masih hidup atau sudah wafat. Ada juga yang berpendapat agar Nabi dapat melakukan silaturahmi (Fathul Bari 2/473)
Apakah anjuran itu hanya bagi imam saja? Al-Hafidz mengutip dari Madzhab Syafi’i:
Penjelasan yang ada dalam kitab Al-Umm bahwa anjuran tersebut berlaku bagi imam dan makmum. Pendapat ini juga disampaikan oleh kebanyakan Madzhab Syafi’iyah (Fathul Bari 2/472)
•] Ini adalah dalil kita untuk ziarah kubur dan silaturahmi setelah hari raya dalam keadaan normal. Untuk saat ini kita cukup baca Yasin dari rumah, kita yakin pahalanya sampai. Untuk silaturahmi juga dari rumah, pakai alat telekomunikasi, telpon, video call dan sebagainya.
SORBAN SANTRI- Seluruh Satuan Koordinasi Banser Pacet bersama GP Ansor PAC Pacet Mojokerto bekerjasama dan bersinergi dengan Pramuka,Tahura, Welirang comunity. saat ini ( Sabtu, 23 Mei 2020 ) melakukan pemeriksaan tanda pengenal ( KTP ) pada pengguna jalan, yang dikhawatirkan adanya pelanggaran PSBB yang berasal dari daerah luar Pacet Mojokerto.
Saat ini ada 4 titik lokasi yang diadakan kegiatan pemeriksaan tersebut. Kegiatan ini dimulai sejak ba’da magrib sekitar pukul 18.00 sampai sekarang (berita ini ditayangkan). ke -2 (dua) titik tersebut adalah di Jalan Raya Desa Karangan, Pandan yang dimungkinkan asal jalur masuk kawasan wisata pacet mojokerto.
Apalagi sekarang waktunya malam minggu yang bersamaan dengan malam takbir lebaran. dikhawatirkan adanya pemudik, pulang kampung, atau arak-arakan takbiran memakai mobil atau sejenisnya.
Pembagian titik lokasi sudah diantisipasi Ansor Banser Kec. Pacet Mojokerto sejak minggu akhir Bulan Romadhon. Semangat Ansor Banser dalam menjaga NKRI dan Menghalau lebih meluasnya penyebaran corona ini patut diacungi jempol dan diharapkan semua warga untuk memperhatikan protokoler aturan perihal covid-19. (abi SorBan)
Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Alah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala pua dan puji.
Allah Maha Besar dan pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya, bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas menjalankan agama walaupun orang-orang karif membenci. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Benar janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, juga lasykar-Nya dan menghancurkan musuhNya dengan dirinya semata. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah semata segala puja dan puji.
Lalu bagaimana kedudukan hukum dari membaca takbir pada kedua hari raya tersebut, apakah ada dasar hukumnya?. Sudah pasti ada yang mana penjelasannya yaitu sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, terbagi dua macam takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam idu fitri dan idul adha. Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idu adha dan hari tasyrik, 11.12 dan 13 dzul hijjah.
Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185:
ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم ولعلكم تشكرون
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Begitu juga anjuran Rasulullah saw dalam haditsnya yang berbunyi:
زينوا اعيادكم بالتكبير
Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir
Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda rasulullah saw:
اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما
Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.
Dari berbagai dalil di atas para faqih menghukumi pembacaan takbir sebagai sebuah kesunnatan. Sebagaimana yang ditrangkan dalam kitab Fathul Qarib
ويكبر ندبا كل من ذكر وانثى وحاضر ومسافر فى المنازل والطرق والمساجد والاسواق من غروب ليلة العيد (اي عيد الفطر) الى ان يدخل الامام فى الصلاة
Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat id. (lebih…)
Sorban Santri – KH Bisri Syansuri adalah salah seorang kiai pendiri NU yang dinilai menyelesaikan persoalan melalui pendekatan fiqih murni. Pandangan ini terkadang sering bertolak belakang dengan kiai pendiri NU yang lain, yaitu KH Abdul Wahab Hasbullah yang ahli di bidang ilmu ushul fiqih. Meski demikian, keduanya menyandarkan pendapat pada literatur keilmuan Islam yang luas, buah kaderisasi langsung dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama pinilih lain.
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebutnya kakeknya itu sebagai kiai dalam barisan fiqih bersama teman-temannya yang lain, di antaranya Abdul Manaf dari Kediri, As’ad Syamsul Arifin dari Situbondo Ahmad Baidowi dari Banyumas, Abdul Karim dari Sedayu, Nahrawi dari Malang, Maksum Ali dari Pesantren Maskumambang di Sedayu dan lain-lain. Barisan peminat fiqih dan penganut hukum agama yang tangguh ini menjadi kiai-kiai pesantren yang sekarang ini merupakan pusat pendalaman ilmu-ilmu agama di pulau Jawa.
Menurut Gus Dur yang mengutip perkataan Kiai Syukri Ghozali, mereka adalah generasi terbaik yang langsung dididik oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari.
Kecenderungannya terhadap fiqih Kiai Bisri ini akan kelihatan menonjol dalam kehidupannya baik sebagai seorang kiai maupun ketika ia memimpin Nahdlatul Ulama.
Proses Belajar Kiai Bisri dilahirkan di pada hari Rabu tanggal 28 Dzulhijjah tahun 1304 H atau 18 September 1886 di Tayu, Pati. Semasa kecil, Bisri belajar pada KH Abd Salam, seorang ahli dan hafal Al-Qur’an dan juga ahli dalam bidang fiqih. Atas bimbingannya ia belajar ilmu nahwu, saraf, fiqih, tasawuf, tafsir, hadits. Gurunya itu dikenal sebagai tokoh yang disiplin dalam menjalankan aturan-aturan agama. Watak ini menjadi salah satu kepribadian Bisri yang melekat di kemudian hari.
Sekitar usia 15 tahun, tiap bulan Ramadhan, Bisri mulai belajar ilmu agama di luar tanah kelahirannya, pada kedua tokoh agama yang terkenal pada waktu itu yaitu KH Kholil Kasingan Rembang dan KH Syu’aib Sarang Lasem.
Kemudian ia melanjutkan berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan. Di pesantren inilah ia kemudian bertemu dengan Abdul Wahab Hasbullah, seorang yang kemudian menjadi kawan dekatnya hingga akhir hayat di samping sebagai kakak iparnya.
Lalu Bisri berguru kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Di pesantren itu, ia belajar selama 6 tahun. Ia memperoleh ijazah dari gurunya untuk mengajarkan kitab-kitab agama yang terkenal dalam literatur lama mulai dari kitab fiqih Al-Zubad hingga ke kitab-kitab hadits seperti Bukhari dan Muslim.
Gus Dur menilai literatur keagamaan yang dikuasai Kiai Bisri terasa terlalu bersifat sepihak karena lebih ditekankan pada literatur fiqih yang lama, tapi penguasaan itu memiliki intensitas luar biasa sehingga secara keseluruhan membentuk sebuah kebulatan yang matang dalam kepribadiannya dan pandangan hidupnya.
Pada tahun 1912 sampai 1913 Kiai Bisri Syansuri berangkat melanjutkan pendidikan ke Mekah bersama Abdul Wahab Hasbullah. Di kota suci itu, mereka belajar kepada Syekh Muhammad Bakir Syekh Muhammad Said Yamani Syekh Ibrahim Madani, dan Syekh Al-Maliki. Juga kepada guru-guru Kiai Haji Hasyim Asy’ari, yaitu Kiai Haji Ahmad Khatib Padang dan Syekh Mahfudz Tremas.
Mendirikan Pesantren Perempuan Sepulang dari Mekkah, Kiai Bisri mendirikan pesantren di Denanyar, Jombang. Pada tahun 1919 KH Bisri Syansuri membuat percobaan yang sangat menarik yaitu dengan mendirikan kelas untuk santri perempuan di pesantrennya. Para santri putri itu adalah anak tetangga sekitar yang diajar di beranda belakang rumahnya.
Menurut Gus Dur, langkah Kiai Bisri tersebut terbilang aneh di mata ulama pesantren, namun itu tidak luput dari pengamatan gurunya yaitu Kiai Hasyim Asy’ari yang datang di kemudian hari melihat langsung perkembangan kelas perempuan tersebut.
Meskipun tidak mendapatkan izin khusus dari Kiai Hasyim, Kiai Bisri tetap melanjutkan kelas perempuan tersebut karena sang guru juga tidak memberikan larangan. Bagi Gus Dur, ini adalah hal yang menarik. Sebab, ketika sahabat-sahabat karibnya saat di Mekkah mendirikan cabang Sarekat Islam, Kiai Bisri tidak ikut karena dia menunggu izin dari Kiai Haji Hasyim Asy’ari. Namun ketika mendirikan kelas khusus perempuan dia tidak menunggu mendapatkannya.
Bagi Gus Dur ini adalah sebuah proses pematangan dalam fiqih Kiai Bisri yang di kemudian hari akan kelihatan, yang akan memantapkannya mengambil keputusan sendiri berdasarkan pemahaman fiqihnya juga tanpa harus kehilangan hormat kepada guru.
Memimpin NU dan Melawan RUU Perkawinan Orde Baru Setelah Kiai Abdul Wahab Hasbullah wafat, Rais Aam NU berada di pundak KH Bisri Syansuri pada tahun 1972, era mulai menguatnya pemerintahan Orde Baru. Tantangan besar yang pertama adalah munculnya sebuah Rancangan Undang-Undang Perkawinan yang secara keseluruhan berwatak begitu jauh dari ketentuan-ketentuan hukum agama, sehingga tidak ada alternatif lain kecuali menolaknya. Sangat menarik untuk diikuti bahwa proses perundingan dalam upaya menyetujui RUU tersebut agar menjadi Undang-Undang (UU) berlangsung sangat alot dan ketat.
Sebagian besar peserta yang terlibat dalam proses perundingan tersebut berasal dari NU yang berhadapan dengan unsur dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Hal ini menunjukkan, begitu besarnya pengaruh para ulama di dalam dan di luar PPP pada saat itu.
“Para jenderal yang saat itu memiliki nama dan wewenang yang cukup besar, seperti Soemitro, Daryatmo dan Soedomo harus berhadapan dengan Kiai Bisri yang terkenal tidak mengenal kompromi dan penganut penerapan Masa Perjuangan dan Perpolitikan KH. Bisri Syansuri fiqih secara ketat,” demikian tulis H. Abd. Aziz Masyhuri, dalam bukunya Al-Magfurlah KH. Bisri Syansuri, Cita-cita dan Pengabdiannya.
Kemudian, Kiai Bisri bersama kiai-kiai NU lain membuat RUU tandingan, di dalam buku KH Abdus Salam menjelaskan RUU itu dengan mengutip Andrée Feillard, dalam bukunya “Nu Vis-à-vis Negara: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna.
Isi RUU Alternatif rancangan para ulama yang dimotori KH Bisri Syansuri, yang meliputi
Pertama, Perkawinan bagi orang muslim harus dilakukan secara keagamaan dan tidak secara sipil (pasal 2: NU berhasil memenangkan pendapatnya);
Kedua, masa ‘iddah, saat istri mendapatkan nafkah setelah diceraikan harus diperpendek. Pemerintah mengusulkan satu tahun, sedangkan NU minta tiga bulan karena menuntut seorang dari Muslimat, suami berhak rujuk kembali kepada istri selama masa ‘iddah itu. Tidak ada perkecualian diberlakukan bagi wanita usia lanjut.
Ketiga, pernikahan setelah kehamilan di luar nikah tidak diizinkan. NU cukup berhasil dalam arti definisi anak yang sah adalah yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan.
Keempat, pertunangan dilarang karena “dapat mendorong ke arah perzinahan. NU berhasil, pasal 13 ini dihapus.
Kelima, Anak angkat tidak memiliki hak yang sama dengan anak kandung. Dalam hal ini NU berhasil; pasal 42 mengatakan bahwa anak yang sah adalah yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan.
Keenam, penghapusan sebuah pasal dari rancangan undang-undang yang diajukan yang menyatakan bahwa perbedaan agama bukan halangan bagi perkawinan. Pasal 11 ini dihilangkan dan tidak disinggung.
Ketujuh, batas usia yang diperkenankan untuk menikah ditetapkan adalah 16 tahun, bukan 18 tahun bagi wanita 19 tahun bagi pria dan bukan 21 tahun. Pada pasal 7 ini, NU berhasil.
Kedelapan, penghapusan pasal mengenai pembagian rata harta bersama antara wanita dan pria karena dalam Islam “hasil usaha masing-masing suami atau istri secara sendiri-sendiri menjadi milik masing-masing yang mengusahakannya”. Pada pasal ini, NU berhasil.
Kesembilan, NU menolak larangan perkawinan antara dua orang yang memiliki hubungan sebagai anak angkat dan orang tua angkat atau anak-anak dari orang tua angkat. Pasal ini disempurnakan menjadi hubungan sebagai anak angkat tidak dilarang, tetapi disinggung pula soal hubungan persusuan.
Kesepuluh, NU menolak larangan melangsungkan perkawinan lagi antara suami-istri yang telah bercerai. Dalam pasal 10 ini, NU berhasil.
Perlawanan NU dalam RUU Perkawinan di awal Orde Baru tersebut tidak terlepas dari Kiai Bisri Syansuri ahli fiqih yang telah matang, bersama kiai-kiai NU lain.
SORBAN SANTRI- Penyemprotan disinfectant satgas gugus tugas ansor banser dan jajaran desa ciper (Cikande Permai) Jum’at, 22 Mei 2020.
Sebagai upaya mengatasi pandemi virus corona, GP Ansor telah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk membantu penanganan dan mengantisipasi persebaran virus corona di Indonesia.
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Banten Gus Nuri mengungkapkan, pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini merupakan instruksi dari pusat yang akan diteruskan dengan pembentukan sampai daerah bahkan tingkat kelurahan atau desa,yang alhamdulillah sebagian daerah di penjuru NUsantara sahabat-sahabat ansor banser sudah melaksanakan instruksi tersebut.
“Melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19, GP Ansor akan memberi perhatian lebih kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi corona ini,Melalui intruksi ndan sukiman di teruskan kpd kasatkorcab kab.serang Ndan Aji baskoro,melakukan penyemprot disinfectant di tempat peribadatan khususnya masjid masjid yang akan di gunakan sebagai tempat shalat iedul fitri,dan membagikan masker di berbagai titik lokasi terdampak covid19, selain itu ndan Aji baskoro juga menegaskan agar semua kader baik dari banom Nu dan semua elemen masyarakat harus bekerja sama melawan virus corona yang sudah menjadi pandemi ini.
Baik dengan cara sederhana untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri masing-masing atau mengikuti himbauan pemerintah pusat.
Hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang/kerumunan Menjaga jarak minimal dua meter/satu meter dari orang lain sebisa mungkin;Jangan berpelukan, bersalaman, cipika cipiki, dan kontak fisik lainnya.Hindari orang yang sudah menunjukkan gejala sakit.(Covid19) ungkap Ndan Aji.
Social distancing Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ini, tapi apa arti sesungguhnya? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), social distancing adalah pencegahan kontak dekat antara orang yang sehat dengan yang sakit untuk menghindari penularan penyakit. Para ahli menyebut bahwa upaya inilah yang paling efektif untuk menurunkan grafik penyebaran covid19. ( MEDIA NU LALALAKON )