Tag: sorbansantri

  • Cuci Otak Zaman Wabah di Indonesia Sekarang Ini

    Cuci Otak Zaman Wabah di Indonesia Sekarang Ini

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Yaa, saat ini sedang terjadi….dan terus akan terjadi…ini bagian dari dinamika hidup dan kehidupan…oleh sebab itu menjadi penting untuk diperhatikan wasiat ini :
    إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
    “Ilmu ini adalah bagian dari agama kalian, maka perhatikanlah, dari siapa kalian mengambil ilmu agama”
    Hmm… Dimana mana.. Zaman serba viral..pejabat, rakyat, ustadz..media elektronik jg semakin membuat “seru dan saru” :
    Pasar kok di buka, Masjid Tutup ? Mana lebih mulia Pasar atau Masjid?
    Ini sama halnya dengan dialog² sebelumnya…
    Mana lbh kuat Pancasila atau AL Qur’an? Mana lbh kuat Pendapat Sahabat atau Nabi Muhammad Saw? Mana lbh mulia kata Para Ulama/Kiyai/Buya/ajengan/Tuan Guru atau Sahabat Nabi?

    Nah, skrg ada lg :
    Pasar kok di buka, Masjid Tutup ? Mana lebih mulia Pasar atau Masjid?
    Sepintas, tanpa berfikir emosi kita PASTI mnjwb pilihan yg ke-2. (pasti Al-Qur’an, pasti Nabi, pasti Sahabat & yaa sdh tentu Masjid)

    Padahal, pertanyaannya saja SUDAH KELIRU Sebab tdk layak bandingkan Pancasila dgn Al Qur’an, Sahabat dengan Nabi SAW, para Kiyai dan Sahabat Nabi, jg Pasar dengan Masjid.
    Seolah semua mnjd Kontra produktif, padahal sama skl tdk. Bagaimana mungkin membandingkan Pancasila yg hasil karya cipta; budaya manusia dengan Al Qur’an yg merupakan wahyu? Sesungguhnya Pancasila adalah nilai – nilai kehidupan org Indonesia yg sejalan bahkan Al Qur’an menjadi sumber inspirasi perumus saat itu.

    Bagaimana mungkin membandingkan para sahabat dengan Rasulullah Muhammad SAW… padahal Rasulullaah SAW Sendiri yg sabdakan kebenaran agama ini adalah “apa yg saya bawa dan juga sahabat-sahabat saya” (ما انا عليه واصحابه) Itulah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

    Begitu juga yg di fahami olh para Ulama – salafuna sholeh (yg hidup kurun tahun 1 H hingga 300 H) sampai para Ulama yg otoritatif ke ILMUAN nya usai 300 H Hingga saat ini ulama khalaf

    Hmm…
    Lalu Bagaimana Pasar dengan Masjid ? yaa jelas berbeda…santri santri kls Tsanawiyah sj dipesantren sangat faham bahwa ini qiyas ma’al fariq namanya. Kata anak zaman skrg ga mach: ga cocok. Kenapa? Lah, Masjid itu tempat mulia, sebaik baik tempat itu adalah Masjid. Sedangkan seburuk² tempat adalah pasar. Bahkan Masjid itu. Menjadi tempat yg sangat dicintai Allah Swt sedangkan pasar tempat yg paling dibenci, dimurkai Allah Swt ; أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا» (HR. Muslim)
    Tapi kan pak…BERKERUMUN nya itu yg kami maksud _ (nah, msh tapi lagi…, inilah zaman Now, kl ga protes _ga keren)

    Begini Mas : Pasar itu tempat kebutuhan hajat hidup org banyak, yg terutama adalah kebutuhan sembako. Kita akan mati jika tdk makan. Lalu apakah kita akan mati jk sementara waktu saja (sesuai himbauan, aturan) tidak shalat jamaah di masjid ? Apalagi Kondisi darurat sprt ini semestinya lebih difahami, bhw yg WAJIB itu shalatnya bukan jamaah di Masjidnya.. Sebab shalat bisa dilakukan di rumah KECUALI shalat Jum’at. Inipun sdh banyak kajian yang saya dan jg anda baca, bhw dlm kondisi tertentu bisa diganti shalat zuhur.
    Padahal sudah banyak ayat, hadits dan kaidah fiqh, ushul fiqh, dll sudah dipelajari dipesantren…diajarkan oleh para guru, Alim Ulama..
    Bukankaj saatnya kini “dipakai”?
    —kita lanjut–
    Yang membuat kita miris, sedih adalah : Jk faktor ketidak disiplinan terjadi di pasar, di Mall dll, lalu ada yg terkena Covid-19, Lalu tanpa ia sadari menulari saudaranya di Masjid, di rumah ibadah (?) Sungguh betapa besar dosa karena kecerobohannya.. (apakah kita sebagai jamaah biasa terlebih pengurus Masjid) dosa ketidak patuhan dgn Umaro sebagaimana yg Allah Swt perintahkan (brrt dosa jg kpd Nya) serta dosa memberikan mudharat org lain.
    Hal semakin aneh, meributkan shalat Idul Fitri yg jelas jelas ibadah Sunnah. Bukan bermaksud meremehkan… Tetapi mengingatkan kita semua : Bahwa Hifzhun Nafs ; kewajiban menyelamatkan diri dr sgl apapun yg membinasakan yg jelas WAJIB hukumnya Harus lebih di utamakan ketimbang mengejar pahala Sunnah.
    Tapi…. Inikan kan setahun sekali… Dan inikan syi’ar…
    (nah, “tapi” lg…Hmm.. kl ga ngeyel ga keren)
    Kenapa sih sll repot berfikir mensyi’arkan tanah lapangan? Mensyiarkan Masjid? Yg jelas Masjid sdh syi’ar… Masjid sudah dimuliakan… Kenapa saya dan anda tidak berfikir… Bhw inilah saatnya dimana kita diberi kesempatan oleh Allah Swt men-Takbir- kan rumah rumah kita dgn segenap jiwa dan raga… yg selama ini mungkin justeru “kita tinggal” baik.. Lahir maupun bathin….
    Bukankah setan akan lari tunggang langgang mendengar suara Takbir
    Nah! Saatnya kita beramai ramai brsm ayah-bunda, kakek Nenek, anak-isteri/suami, ber takbir ! Dgn lisan kita sendiri (jgn muadzin Masjid terus yg Takbir) dengan fikiran kita bertakbir, dgn bathin kita Takbir, menyadari dgn kesungguhan hati ALLAH DZAT YG MAHA KUASA, ALLAH SWT DZAT YG MAHA KAYA, ALLAH DZAT YG MAHA BESAR Laa Haula waLa Quwwata iLLa Billaah..
    Dengan Takbir itu elok lah kita berharap dosa dosa kan berguguran, segala keburukan akan dihilangkan dari rumah kita, buruknya akhlaq & sifat sbg suami atau isteri, keburukan sifat putra putri srt klrg kita. Sehingga segalanya menjadi lebih indah dan Harmoni… Boleh jd, setan yang selama ini ngekost (berdiam diri) di rumah yg sll menginginkan klrg kita asyik bertengkar, menginginkan kita susah, susah fikiran, susah ekonomi dll… Semua itu akan sirna! Akan pergi! Termasuk juga Covid-19 kita minta agar juga pergi dr Bumi ini.
    ——tapi… Kan pak ustaadz…(nah.! Tp aplg nih ?) tapi saya kan tidak hafal kalimat Takbir… Aplg Khutbah kami tak pandai… Aplg jd Imam shalat Ied kami jg tak pandai…
    (aaah, sudahlaaah…. nyalakan saja radio atau you tube mu. Ketik “Takbiran”. Naah Takbir sama². Lalu… Tak payah kau khutbah, langsung saja imami shalat ga usah dikeraskan suaramu; “SILENT” pun.. Jadilah)
    Sudah.. yaaa…tak usah tapi…tapi..lg… Buat hidup ini mudah… Karena TUHAN ingin kemudahan bagimu..jgn malah kamu persulit sendiri dirimu… Sebab.. IA Sayang padamu…
    يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر (Al- Baqoroh 185)
    Hmm.. aku juga “menyayangi-mu, mengasihimu..”

    Mhn maaf, tulisan ini sama sekali bukan untuk di debat, hanya sebatas mengajak kita semua merenung, berfikir dan bersikap lebih bijak. Jangan sampe kita ibadah bukan didasari Ilmu..namun nafsu yang mendasari. (Achmad Ridho Amir – PAIF Kemenag Batam / Khadim Masjid Agung Batam)

    #salam santun
    #salam silaturrahiem
    #salam jelang akhir Ramadhan 1441 H
    #Stay at home
    #Hidup Sehat & terus berdoa
    #Shalat di rumah saja
    #Disiplin, Insya Allah semua akan baik baik saja
    #Bersatu, bersama Kita bisa

    Yaa Allah, angkatlah wabah Virus Corona

    #sorbansantrinu

     

  • ZAKAT KEPADA HABAIB

    ZAKAT KEPADA HABAIB

    SORBANSANTRI.COM

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saya mau bertanya, apakah sah kalau saya menyerahkan zakat saya kepada seorang Habaib yang sekaligus guru saya?. Karena sering dikatakan dalam kajian Fiqih Zakat, bahwa Ahlul Bait Rasulullah Saw adalah golongan yang tidak bisa menerima zakat. Apa yang mendasari rumusan tersebut?. Terimakasih.

    Zuhroh U, -Surabaya.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memberikan zakat kepada Ahlul Bait (keluarga dan keturunan Rasulullah Saw) yang berasal dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib.

    Pendapat pertama, menyatakan bahwa Ahlul Bait tidak sah menerima zakat dengan berdasarkan hadis:

    إِنَّ هَذِهِ الصَّدَقَاتَ إِنَّمَا هِيَ أَوْسَاخُ النَّاسِ وَإِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِمُحَمَّدٍ وَلَا لِآلِ مُحَمَّدٍ
    “Sesungguhnya zakat ini adalah kotoran dari manusia. Dan sesungguhnya itu tidak halal bagi Muhammad dan keluarga Muhammad,” (HR. Muslim).

    إِنَّ لَكُمْ فِيْ خُمُسِ الْخُمُسِ مَا يُغْنِيْكُمْ
    “Sesungguhnya bagi kalian (Ahlul Bait) mendapatkan dari Khumusul Khumus (seperlima dari lima bagian harta rampasan perang). Bagian yang telah mencukupi kalian,” (HR. Ibnu Abi Hatim).

    Pendapat kedua, menyatakan bahwa Ahlul Bait dapat menerima zakat. Pendapat ini berargumen bahwa salah satu alasan Ahlul Bait tidak bisa menerima zakat adalah karena telah tercukupi dengan seperlima dari lima bagian harta rampasan perang (Ghanimah). Sementara untuk saat ini, tidak ada sediktpun hasil rampasan perang yang diserahkan kepada Ahlul Bait. Dengan demikian, memberikan zakat kepada mereka hukumnya sah. Pendapat ini pun dinyatakan oleh beberapa ulama besar madzhab Syafi’i seperti Imam Al-Ustukhry, Imam Al-Harowi dan diamalkan oleh Al-Fakhrur Rozi.

    Namun sebagai catatan, syekh Ba’asyan pernah mengatakan demikian, “Sebaiknya bagi yang menyerahkan zakat kepada Ahlul Bait menjelaskan bahwa harta yang diberikan adalah bagian zakat. Sebab mungkin saja mereka menolak karena bersikap wirai atau hati-hati”.[]waAllahu a’lam

    Referensi:

    Bughyah Al-Mustarsyidin, hal 106-107, cet. Al-Haromain.

    Syarah Al-Yaqut An-Nafis, hal 292.

    Majmu’ Syarh Al-Muhaddzab, VI/227.

    Taqrirat As-Sadidah, hal 427.

    Hasyiyah al-Bajuri, I/285, cet. al-Haromain.

  • 10 Rahasia Santri, Anak Pondok Pesantren

    10 Rahasia Santri, Anak Pondok Pesantren

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dunia Pesantren memang dunia yang cukup asing karena aktifitas anak pondok pesantren dilakukan dibalik dinding yang kokoh, namun banyak rahasia atau kisah yang mungkin bisa bikin kita salut dan ngakak lihat tingkah lakunya, karena kebetulan saya anak pondok pesantren sahabat, langsung aja sahabat:

    1.Nggak Pernah/ Jarang make CD
    mayoritas orang tuh risih atau nggak nyaman kalo nggak make cd berbanding kebalik sama anak pondok yang kalo udah pulang dari sekolah udah banyak yang gk make cd terus cman make sarung doang sahabat udah kaya abis sunat deh pokoknya ditambah lagi kadang-kadang bercandanya manggil orang terus ditunjukin deh otong nya.

    2.Malu-malu kucing kalo ketemu lawan jenis yang satu pondokan
    kalo diSMA2 umum biasanya santai aja bergaul densahabat lawan jenis udah kaya nggak ada batasan eiiitss…. tapi beda sahabat kalo anak pondok dia paling nggak berani sama yang namanya lawan jenisnya apalagi kalo diblakang lagi banyak cewe nah tuh cowo harus lewat jalan itutuh nah sih cowo bakalan lari kebirit-birit kaya lagi dikejar

    3.Selalu punya motto kebersihan sebagian dari iman
    bagus sih sahabat mottonya kebersihan sebagian dari iman tapi tuh anak pondok bukan cuman busana dan perilakunya doang sahabat anak pondok paling jago sama yang namanya ngabisin makanan pernah suatu saat saya diundang buat tahlil dirumah orang yang lumayan kaya rumahnya gede banget sahabat naah kan disuruh makan tuh sahabat makanya prasmanan saya udah ada firasat2 gk enak nih tiba2 ustadz dari luar yang suruh baca tahlil mau makan sahabat dibukalah tutup piringnya dan woow semuanya bersih tanpa sisa sahabat dibilang malu ya malu tapi mau diapain lagi sahabat namanya anak pondok

    4.Punya sayap sahabat alias jago parkur
    maksudnya jago parkur anak pondok tuh selalu punya cara buat kabur sahabat entah itu lewat lantai 3 atau jendela pokoknya ada aja deh sahabat idenya sampe tuh ventilasi ditralis semua sahabat saking keselnya tuh ustad kali ya sahabat ? ya walaupun cuman beberapa anak doang sahabat ya tapi kaburnya anak pondok paling cuman kewarnet menghilangkan kejenuhan semata aja sahabat tapi jujur dulu saya sering banget yang namanya kabur dan nggak ada kapoknya sahabat pernah saya pas lagi kabur sama temen saya ketemu sama satpam terus diikutin smpe mana tau akhirnya saya punya ide untuk lewat portal karena tuh sisatpam naik motor akhirnya saya lewat hutan bambu yang serem abiis sahabat dan nggak ada lampu akhirnya temen saya nyari jalan dan saya cuman bisa berdoa sama ngikutin temen saya sahabat disitu saya kapok kabur lagi sahabat

    5.Anak pondok gak mau di bilang steril
    sahabat ini nih sahabat anak pondok emang bener2 supeer deh sahabat super joroknya contohnya: kalo makan langsung dilantai tanpa cuci tansahabat terlebih dahulu,minuman khasnya anak pondok air keran sahabat langsung nsahabatga dari sumbernya dan biasa dibilang air surga(sumur galian)

    6.cekatan dan bisa mengatur waktu
    waktu anak pondok bener2 sempit sahabat dalam 1 hari bisa kali dia cuman istirahat 4 jam yang bener2 istirahat nah disitu anak pondok dituntut untuk bisa mengatur waktu dalam hal siap2 dan lain sebagainya misalkan nyetrika kalo yang nyetrika rame dia harus mandi dulu pokoknya mau nggak mau dia harus mengatur waktu dan menggunakan sebaik-baiknya waktu yang sempit itu

    7.Bener2 menghargai yang namanya temen sahabat
    Dipondok saya dapet temen yang bener2 temen yang bisa saling menghargai bisa saling ngerti tidur sebelahan makan sepiring berdua kalo ada makanan selalu dibagi bareng2 walaupun cuman sedikit disinilah saya ngerti apa itu seorang temen

    8.Sangat menghargai orang tua
    Anak pondok bener2 menghargai yang namanya orang tua karena mereka selalu diajarkan untuk sopan dan selalu dicekokin ilmu agama setiap harinya terlebih lagi sama orang tua sendiri sahabat karena anak pondok tuh tau gimana sih susah hidup tanpa orang tua ternyata orang tua tuh bener2 kita butuhin dan pastinya anak pondok juga ngerasain pisah sama orang tua makanya dia lebih menghargai orang tuanya sahabat

    9.Kreatif
    anak pondok bener2 punya 1000 akal sahabat karena banyak2 ide2nya untuk buat kehidupanya yang mandiri itu lebih praktis contohnya kalo nyuci besoknya dipake kan pasti gk kering nah akhirnya mereka punya inisiatif buat meresnya make handuk terus dijemu didepan kipas

    10.Solidaritasnya luar biasa sahabat
    dibalik semua itu diem2 anak pondok punya solidaritas yang emang bener2 solidaritas sahabat pernah waktu itu ada satu anak yang gk bisa ikut ujian gara2 belom bayaran/nunggak akhirnya 1 angkatan sama2 prihatin dan mereka bareng2 nyari biaya lewat nyuci,jualan,dll walaupun cuman dipondok itu doang sahabat hebat y sahabat

    Sekian thread dari saya moga2 anak pondok pesantren jadi anak yang bisa ngubah negeri ini dimasa yang akan mendatang karena dinegeri ini kejujuran udah hampir musnah sahabat smoga bermanfaat untuk sahabat2 semua. (abi sorban)

  • KEPALA JADIKAN ASBAK

    KEPALA JADIKAN ASBAK

     

    SORBAN SANTRI- Misteri santri yang mematikan rokok di kepala korban kasus penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith mulai terkuak. Korban Cahya Abdul Jabar yang dihadirkan sebagai saksi menunjuk santri yang melakukan aksi tersebut.

    Cerita soal kepala dijadikan asbak memang dibahas dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019). Cahya merupakan korban yang kepalanya dijadikan asbak.

    Cahya awalnya bercerita bahwa setelah penganiayaan, rambutnya yang panjang dan berwarna kuning seperti Bahar dicukur botak oleh santri.

    “Atas perintah siapa digunduli?” tanya ketua majelis hakim Edison Muhammad.

    “Habib Bahar,” jawab Cahya.

    “Kok bisa tahu?” kata Edison.

    “Habib Bahar menyuruh ke habib Agil (Agil Yahya/terdakwa kasus sama). Saya dengar,” jawab Cahya.

    Cahya dan rekannya, Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi, lantas digunduli menggunakan gunting. Setelah digunduli, Cahya mengaku kepalanya dipakai untuk mematikan rokok.

    “Setelah itu ada rokok sedikit dimatiinnya ke kepala saya,” kata Cahya.

    “Rokok siapa?” ucap hakim.

    “Rokok santri, tapi saya tidak tahu,” ujar Cahya.

    “Bagaimana rasanya?” hakim bertanya.

    “Panas,” kata Cahya.

    “Kaki saja kalau menginjak rokok panasnya bukan main, apalagi kulit kepala,” ucap Edison.

    Proses persidangan berlanjut. Tak lama, jaksa menayangkan video. Hakim sempat meminta untuk menyetop terlebih dahulu satu buah video yang memperlihatkan ada Cahya, Zaki dan seorang pria berpeci serta sarung dan mengenakan kaus gelap. Terlihat juga tato di bagian lengan kanan pria tersebut.

    “Coba setop, setop. Kamu ingat enggak yang mematikan rokok yang mana?” tutur hakim.

    “Iya,” ucap Cahya.

    “Yang mana?” tanya hakim lagi.

    “Yang bertato,” kata Cahya.

    Sekarang….. Hari ini……. apakah rakyat mau berdiam atas kekerasan yang dilakukan segelintir manusia yang merasa dirinya paling suci???? Paling berkuasa di sorga kelak???? Haruskah rakyat diam ketakutan melihat anak kecil dianiya??? (RED)

  • Gus Dur dan Gus Mus Ngerjain Calon Kiai Gontor

    Gus Dur dan Gus Mus Ngerjain Calon Kiai Gontor

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Teh yang digodok panas-panas tentu enak dan bikin semangat. Tapi tidak bagi KH Syukri Zarkasyi (Gontor) saat sowan ke kos-kosan Gus Dur dan Gus Mus.

    Ketika kuliah di Kairo, Mesir, Gus Dur suka memelonco pendatang baru dari Tanah Air. Partnernya dalam ‘panitia perpeloncoan’ biasanya adalah KH Mustofa Bisri dari Rembang yang kini terkenal sebagai kiai-penyair.

    Pada suatu hari KH Syukri Zarkasyi yang ketika itu pasti belum Kiai Haji —dan menurut Gus Dur “pekerjaannya di Kairo hanya main band tapi pulang-pulang jadi kiai”— bertamu ke tempat kos Gus Dur dan Gus Mus. Tentu saja disambut dengan penuh keramahtamahan. Dipersilakan duduk, saling menanyakan keselamatan, di-godog-kan air untuk membuat minuman teh dan seterusnya.

    Hanya saja karena namanya saja tempat kos: kamar, dapur, dan ruang belajar ya jadi satu. Maka Gus Syukri melihat segala yang dilakukan oleh tuan rumahnya. Gus Mus mempersiapkan cangkir dan lepek sambil bertanya kepada Gus Dur, “Di mana lapnya tadi?”

    SORBANSANTRI.COM
    KH Syukri Zarkasyi (Gontor)

    Gus Dur berjalan ke sisi almari, mengambil “lap” yang ternyata adalah celana dalam alias sempak. Lalu Gus Dur memberikannya kepada Gus Mus dan diterima dengan wajah dingin, kemudian langsung dipakai untuk ngelap cangkir sambil mengobrol dengan Gus Syukri.

    Merah-padamlah wajah calon kiai Gontor ini, sekaligus pucat-pasi. Ketika teh sudah tersuguhkan, mau tak mau ia meminumnya, meskipun perasaan dan lidahnya bercampur-aduk.

    Sekian lama kemudian baru mereka bertiga tertawa cekakakan. “Cangkir harus dilap dengan kain istimewa yang paling bersih, di antara kain-kain yang ada. Dan kain itu betul-betul gress dari toko, belum pernah dipakai sebagai sempak, karena itu belum bisa disebut sempak,” kata Gus Dur membela diri.

    Dalam dunia santri, ngerjain atau memelonco sudah akrab dilakukan. Bukan semata-mata karena tujuan jail atau iseng, dibalik itu agar nantinya timbul keakraban yang selalu membekas bagi mereka.

    Menurut Cak Nun ternyata Cerita tadi tidak hanya sekedar Jahil semata, ada makna filosofis yang sangat dalam dibaliknya.
    Menurut Cak Nun’, Cerita Gus Dur di atas kita di ajak untuk melihat esensi, fungsi dan manfaatnya dalam menilai semua hal agar tidak tertipu dengan Bentuk dan identitas. Mengenai Sempak misalnya jika dilihat Bentuk dan identitasnya memang membuat kesan bahwa itu sesuatu yang Kotor (biasa digunakan di selangkangan kaskuser) padahal secara esensi dan fungsinya itu hanya kain yang difungsikan sebagai pembersih noda pada cangkir yang sebenarnya tak ada bedanya dengan kain lap pada umumnya (kain yang difungsikan sebagai alat pembersih). Kalau Pun Mengalami Kebingungan tentang suatu hal yang konteksnya identik dengan cerita gus dur tadi, itu adalah kebingungan budaya bukan kebingungan hakiki.

    Kembali Menurut Cak Nun Ternyata Cerita itu sengaja di ceritakan langsung Oleh Gusdur kepada Cak Nun Untuk Mengerjainya ,karena Cak Nun adalah santri Gontor.
    Coba Anda Bayangkan Bagaimana perasaan anda kalau Guru, ulama yang anda hormati atau idol anda dikerjain seperti Gus Dur mengerjai Kiai Gontor , mungkin itu bisa menggambarkan perasaan Cak Nun waktu itu.

    Gus Dur memang terkenal Jahil bahkan dari sejak masih anak-anak. Pernah suatu ketika didalam forum pengajian yang dihadiri Gus Dur dan Cak Nun, ternya Gus Dur masih sempet-sempetnya Ngerjain Orang. korbaanya Tidak lain dan tidak bukan adalah Cak Nun sendiri.
    Waktu Cak Nun Jamnya Mengisi Acara, Cak Nun kebingungan karena baju yang rencananya akan dipakai pada saat mengisi acara tiba-tiba hilang. sempat dicari kemana-mana tidak ketemu, akhirnya karena sudah waktunya tampil mau tidak mau akhirnya Cak Nun terpaksa naik Kepanggung menggunakan kaos seadanya. Setibanya di panggung ternyata baju yang tiba-tiba hilang tadi telah di pakai Gus Dur, dan dengan entengnya Gus Dur tanya, Cari Apa Cak? (abi sorban)

  • DOSA YANG LEBIH BESAR DARI ZINA

    DOSA YANG LEBIH BESAR DARI ZINA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Suatu senja, seorang wanita melangkahkan kaki mendekati kediaman Nabi Musa.

    Setelah mengucapkan salam, dia masuk sambil terus menunduk.
    Air matanya berderai tatkala berkata, “Wahai Nabi ALLAH, tolonglah saya.

    Doakan agar ALLAH mengampuni dosa keji saya”.
    “Apakah dosamu wahai wanita…?” Tanya Nabi Musa.
    “Saya takut mengatakannya,”­ jawab wanita itu.
    “Katakanlah, jangan ragu-ragu…!”desak Nabi Musa.

    Maka perempuan itu pun dengan takut bercerita, “Saya telah berzina.”

    Kepala­ nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
    “Dari perzinaan itu saya hamil. Setelah anak itu lahir,
    langsung saya cekik lehernya sampai mati,” lanjut perempuan itu seraya menangis.

    Mata Nabi Musa berapi-api.
    Dengan muka yang berang dia menghardik.
    “Perempuan celaka, pergi dari sini. Agar siksa ALLAH tak jatuh ke dalam rumahku.

    Pergi…!!!!” teriak nabi Musa sambil berpaling karena jijik.

    Hati perempuan itu bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh.
    Dia menangis tersedu-sedu dan keluar dari rumah Nabi Musa.
    Ia tak tahu harus kemana lagi mengadu. Bahkan dia tak tahu ke mana harus melangkahkan kaki.

    Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana manusia lain bakal menerimanya…?

    Sepeninggalnya wanita tersebut, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.

    Jibril lalu bertanya,
    “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak BERTAUBAT

    dari dosanya…? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari itu…?”

    Nabi Musa terperanjat.
    “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu…?

    Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu…?” Tanyanya.

    “Ada…!!!” Jawab Jibril dengan tegas.

    “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada SERIBU kali berzina.”

    Mendengar penjelasan ini Nabi Musa memanggil wanita tadi,
    lalu berdoa memohon ampunan kepada ALLAH.

    Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja

    tanpa penyesalan seakan menganggap remeh perintah ALLAH.
    Sedangkan BERTAUBAT dan menyesali Dosa dengan sungguh-sungguh­

    berarti masih mempunyai IMAN di dadanya dan Yakin ALLAH itu ada.

    Semoga Bermanfaat Untuk Kita semua Aamiin

  • Cerita Nabi Musa

    Cerita Nabi Musa

    SORBANSANTRI.COM

    Pada suatu hari,malaikat Izrail diperintahkan Allah utk mencabut nyawa nabi Musa.

    Tiba di kediaman nabi Musa,malaikat mengetuk pintu.
    “Siapa kamu?” tanya nabi Musa dr dlm rumah.
    “Aku,Izrail.” jawab malaikat lantang.
    “Ada perlu apa kau datang kemari?” tanya nabi Musa lagi.
    “Aku diperintahkan Allah utk mencabut nyawamu malam ini.” jawab malaikat lbh lantang.

    Tanpa menjawab,nabi Musa langsung membuka pintu dan memukul wajah malaikat Izrail dgn keras hingga lepaskah sebelah matanya.

    Malaikat Izrail mengaduh kesakitan.
    “Siapa kau berani2nya mencabut nyawaku. Tak tahukah kau siapa aku? Derajat dan kedudukanku? Pergi sana!” hardik nabi Musa dgn sombong.

    Karena malaikat Izrail mengetahui kedudukan nabi Musa di sisi Allah,maka ia segera melesat ketakutan ke langit menghadap Allah.
    Musa,pria gagah perkasa dan mendapat kemuliaan dr Allah shg berjuluk kalamullah,yg bisa berbicara dengan Allah.

    Tiba di langit,malaikat Izrail ditanya oleh Allah, “Kemana sebelah matamu,wahai malaikatku?”
    “Duhai,Rabb… Musa telah memukulku.”
    “Turunlah lagi kebumi,ambil matamu. Dan perintahkan Musa naik ke puncak gunung. Katakan,aku ingin bicara dgnnya.”
    “Baik,ya Rabb.”

    Maka,turunlah malaikat Izrail mengambil sebelah matanya yg lepas sekaligus menyampaikan pesan Rabb-Nya pada nabi Musa.

    Dan,nabi Musa pun naik gunung. Tiba disana,dia menghadap Allah.
    “Wahai,Musa… kuperintahkan engkau untuk turun gunung. Dan carilah makhluk-Ku yg menurutmu paling hina dimuka bumi ini. Kuberi kau waktu seminggu. Bawalah dia kemari.” begitu perintah Allah pd nabi Musa.

    Lalu,nabi Musa pun turun gunung dan mulai melakukan pencarian ke seluruh pelosok negeri,mencari makhluk yg hina.

    Tiba di sebuah desa,nabi Musa melihat seorang laki2 tua,berjalan tertatih menggunakan tongkat. Rambutnya beruban,kulitnya keriput. Pakaiannya lusuh dan bau.
    “Ahh,akhirnya… kutemukan orang yg hina itu.” begitu pikir nabi Musa.
    Lalu dia ajak orang tua itu naik gunung utk menemui Allah. Tapi,ditengah perjalanan nabi Musa berpikir lagi,”Tunggu dulu,orang ini lbh tua drpd aku. Bisa jadi ibadahnya lbh banyak drpd aku. Sedekahnya,tahajjudnya dan amal sholehnya. Tidak mungkin,dia orang yg paling hina.”
    Maka,nabi Musa menyuruh orang tua itu kembali ke desanya setelah memberinya bekal secukupnya.

    Dan,nabi Musa pun melanjutkan perjalanannya.
    Tiba di suatu desa,nabi Musa melihat anak kecil yg berlarian tanpa alas kaki.
    Maka dia bawa anak kecil itu untuk menghadap Allah. Tapi,ditengah jalan nabi Musa berfikir, “Dia masih muda. Bisa jadi dia belum banyak berbuat dosa dan maksiat.”
    Maka,dilepaskan lagi anak kecil itu.

    Dan,nabi Musa melanjutkan perjalanan lagi.
    Di suatu sudut pasar nabi Musa melihat seekor anjing kurap yg sedang mengais2 sampah mencari sisa2 makanan.
    Pikir nabi Musa,”Akhirnya kutemukan makhluk hina ini.”
    Maka dibawalah anjing itu kepuncak gunung utk menghadap Allah.
    Tapi,lagi2 ditengah jalan nabi Musa berpikir,
    “Bukankah anjing adalah binatang yg tak memiliki akal. Dia hanya sekedar hidup utk makan dan berkembang biak. Tak ada hisab untuknya. Tak perlu beribadah. Tak punya dosa,pun tak ada pahala.”
    Maka,sekali lagi nabi Musa melepaskan anjing itu.
    Sedangkan waktu yg ditentukan oleh Allah sudah habis. Tanpa membawa apa2,nabi Musa menemui Allah.
    “Wahai,Musa…. angkat kepalamu.”
    “Ampun,yaa Rabb… hamba malu. Hamba tak bisa memenuhi perintahMu.” jawab nabi Musa tertunduk.
    “Kenapa?” tanya Allah.
    Lalu,nabi Musa menceritakan tentang kisah pencariannya dan berkata, “Akhirnya,hamba sadari… makhlukMu yg paling hina adalah hamba sendiri yaa,Rabb.”
    “Ketahuilah,Musa… seandainya hari ini kau menghadap Aku dan membawa salah satu dari makhluk-Ku,meskipun hanya anjing itu… maka hari ini juga akan kucabut gelar kenabianmu.
    Akulah satu2nya yg berhak menyombongkan diri,wahai Musa.” kata Allah.
    “Hamba mengerti,yaa Rabb. Ampunilah kekhilafan hamba.”
    Dan,nabi Musa pun bersujud seraya berdzikir mengagungkan Rabb-Nya.

    Smoga kita dpat mngambil makna crita ini..

  • Cerita Sebenarnya Sosok Samson Betawi ( di kutip dari cerita zaman Nabi Muhammad SAW.)

    Cerita Sebenarnya Sosok Samson Betawi ( di kutip dari cerita zaman Nabi Muhammad SAW.)

    SORBANSANTRI.COM
    Benyamin Sueb_ Samson Betawi

    SORBAN SANTRI- Perlu kalian semua ketahui asal dari mula cerita syamson betawi yang kita kenal selama ini sebagai manusia yang punya kekuatan super versi suku betawi ternyata aslinya diambil dari cerita Syam’un versi Zaman sahabat Kanjeng Nabi Muhammad SAW Yang mana ini sebagai salah satu asal mula turunnya surat AlQodar berikut cerita dari Syamson versi Zaman Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lest go..

    Pada Zaman Dahulu Malaikat jibril becerita kepada Nabi Muhammad SAW tentang seorang hamba pada masa bani isro’il yang bernama syamsul al ghozi . Dia telah berperang melawan orang orang kafir selama 1000 bulan dengan hanya bersenjata sehelai rambut jenggot unta. Meskipun hanya dengan senjata tersebut, syam’un bisa membunuh begitu banyak musuh hanya dengan satu sabetan saja. Perlawanan Syam’ un dengan orang orang kafir mampu berjalan setiap hari selama 1000 bulan ( 83 tahun 4 bulan).tidak ada seorang pun dari kaum kaum kafir yang mampu mengalahkan syam’un.

    Lalu mereka meminta bantuan kepada istri syam’un yang juga kafir, untuk membunuh suaminya,
    Ketika syam’un tidur istrinya mengikat dia kua kuat, dan beralasan sekedar bergurau. namun saat terbangun syam’un dapat melepas tali pengikatnya. peristiwa ini terjadi berulang ulang. Hingga akhirnya syam’un memberitahukan pada istrinya bahwa ia hny dpat dikalahkan dengan rambutnya sendiri yang panjang.setelah mengetahui ini, istri memotong delapan utas rambut kepala syam’un. Yang mana ditalikan kepada syam’un ke tangan dan kakinya.

    Ketika terbangun syam’un tidak bisa melepas ikatan rambutnya, lantas dia dibawa oleh kaum kafir ke suatu bangunan untuk dibantai. Kemudian syam’un berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan supaya bangunan itu merobohi kaum kafir termasuk istrinya. pemintaan syam’un dikabulkan dan ia selamat. sesudah peistiwa itu ia sempat beribadah 1000 bulan lagi. Malam hari shalat malam, siang harinya berpuasa hingga akhirnya mati syahid di medan perang melawan orang orang kafir.

    Mendengar cerita syam’un para sahabat Nabi SAW menangis karena terharu dan tertarik. Kemudian Allah swt menyuruh malaikat jibril turun membawa surat Al Qodar ini kepada nabi Muhammad. Allah memberi keistimwaan berupa satu malam lailatu qodar pada nabi Muhammad dan umatnya yang beribadah pada malam
    itu lebih utama dari pada ibadah 1000 bulan.

    Sumber ( Kitab Durotunnashihin )

  • Islam Hadir Bukan untuk “meng-Arab-kan” Bangsa, Bahasa, dan Budaya

    Islam Hadir Bukan untuk “meng-Arab-kan” Bangsa, Bahasa, dan Budaya

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Islam ada bukan untuk mengubah ucapan “sampurasun” atau “selamat pagi/siang” atau “good morning” atau “Syalom” dan lain sebagainya menjadi “assalamu’alaikum”. Seperti ucapan selamat yang lain, “assalamu’alaikum” juga sama: baik kaum Muslim maupun non-Muslim yang berbahasa Arab akan mengucapkan “kalimat perdamaian” ini. Para kolegaku yang non-Muslim tiap hari bilang “salamu’alaikam-salamu’alaikum”.

    Karena itu jika ada sejumlah kelompok non-Muslim yang “alergi” dengan kalimat “salam damai” ini karena dipandang sebagai “ucapan selamatnya orang Islam” sama lucunya dengan sejumlah kelompok Muslim yang bernafsu ingin mengganti semua ucapan salam dalam bahasa lokal menjadi “assalamu’alikum” karena dipandang “lebih Islami”. Tidak ada hubungannya antara “assalamu’alaikum” dengan “identitas keislaman”.

    Islam hadir bukan untuk “meng-Arab-kan” bangsa, bahasa dan budaya lain: mengubah ayah/bunda, bapak/ibu, bapake/simboke dan lain sebagainya menjadi “abi/umi”, mengganti saudara/saudari menjadi ikhwan/akhwat atau akhi/ukhti dan lain sebagainya. Kehadiran Islam tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlak dan moralitas manusia, agar kaum Muslim menjadi “Muhammad-Muhammad kecil” yang mampu membawa perubahan positif, rahmat dan kedamaian bagi semua umat manusia dan alam raya ini.

    Apalah artinya fasih berbahasa Arab, jika kefasihan itu kalian gunakan untuk mencaci-maki bahasa lain dan menebar kebencian terhadap orang dan budaya lain; apalah artinya pandai berdalil jika dalil itu kau gunakan untuk memfitnah dan menyebarkan kekerasan kepada orang lain; apalah artinya berjidat hitam jika otak dan perilaku kalian hitam-legam sehitam jidat kalian;

    Apalah artinya berjenggot panjang jika keburukan dan kejahatan kalian sama dengan jenggot kalian yang menjuntai itu; dan apalah artinya berpakaian meniru-niru Nabi Muhammad SAW, jika ternyata pikiran dan tindakan kalian seperti “begundal tengik” Abu Jahal wa ala alihi wa ashhabihi ajma’in. (red)

  • Gender Dan Poligami

    Gender Dan Poligami

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Isu gender bagi kalangan para santri terdiri dari 2 arus besar. Bagi para santri yang terus berkecimpung di pesantren dengan pegangan kitab kuning setiap harinya akan terlihat respon penolakannya, atau setidaknya kurang setuju. Sementara bagi arus kedua, para santri yang sudah aktif di lingkungan akademisi, pergerakan, bersentuhan dengan komunitas dan sosial yang beragam biasanya menerima isu gender ini.

    Arus kedua ini -dalam amatan saya- ada yang langsung menggugat bentuk patriarki dan penempatan wanita dalam kelas dua di beberapa literatur kitab. Namun ada pula yang lebih soft, tidak mendekonstruksi ‘doktrin’ kitab kuning namun mereinterpretasi (menafsirkan ulang) beberapa kitab rujukan tersebut dengan membandingkan dari penjelasan para ulama lain. Biasanya menggunakan tafsir ulama yang berbeda dalam penekanan sisi makna bahasa, atau dengan menggunakan pendekatan Ilmu Ushul Fiqh. Kyai Imam Nakhai yang kemarin menjadi narasumber bersama dengan saya dalam seminar nasional online adalah tipe yang soft ini. Saya memaklumi karena pangkat beliau sudah selevel Al-Ghazali, yakni di depannya sudah pakai “Imam”.

    Dalam penyampaian materi, kyai Imam Nakhai yang juga Dosen di Ma’had Ali Salafiyah Syafi’iyah Situbondo ini memaparkan beberapa dalil, menganalisa beberapa redaksi hadis, memposisikan mana dalil Am dan Khash, Mutlaq dan Muqayyad. Pada titik kesimpulan beliau katakan bahwa laki-laki dan perempuan pada sisi Insaniyah (kemanusiaan) dan Akromiyah (kemuliaan) adalah sama, sederajat. Namun pada sisi Afdlaliyah (keutamaan) terkadang laki-laki memiliki sifat keutamaan tersebut namun tidak menutup peluang bagi wanita untuk mencapai keutamaan tersebut.

    Saya didapuk oleh panitia menyampaikan materi seputar ibadah puasa dan hari raya di masa wabah ini. Jadi, saya hanya fokus dengan materi saya.

    Pada sesi tanya jawab hampir kebanyakan suara yang bertanya diwakili oleh kaum Adam dan bertanya tentang poligami. Beliau menjawab dengan jawaban yang sedikit mengejutkan awalnya, namun bisa dipahami di bagian akhir. Kata beliau poligami bukan ajaran Islam. Tapi ajaran umat terdahulu. Yang terdapat dalam Islam tentang poligami adalah mengatur dan memberi batasan.

    Tanpa diduga moderator menanyakan kepada saya soal poligigi ee poligami. Tentu saya terkejut. Saya menjawab dengan penjelasan yang terdapat dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’iyah:

    ﻭﻧﺪﺏ ﺇﻟﻰ اﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻭاﺣﺪﺓ ﺧﻮﻓﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻮﺭ ﻭﺗﺮﻙ اﻟﻌﺪﻝ، ﻭﻫﺬا ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

    Dianjurkan menikah hanya 1 wanita saja, khawatir ada penyelewengan dan tidak adil. Kedua alasan ini tidak terdapat dalam diri Nabi shalallahu alaihi wasallam (Al-Majmu’ wa Takmilah 16/144)

    Di samping itu, redaksi dalam kitab-kitab Syafi’iyah biasanya ketika menjelaskan poligami menggunakan bahasa boleh (jawaz). Maka ada penuturan dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’i lainnya dijelaskan:

    ﺇﺫَا ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﻛَﺬَا ﻳُﻔْﻬَﻢُ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﺮْﻓًﺎ ﺃَﻥَّ ﺗﺮﻛﻪ ﺃﻭﻟﻰ

    “Jika ada redaksi ‘boleh melakukan ini’ maka dapat dipahami secara umum bahwa sebaiknya tidak dilakukan” (Bujairimi Khatib
    2/174) (kh. ma’ruf khozin)