H. Alim Sodikin selaku ketua Ranting NU Canggu dan mewakili takmir masjid Al Musthofa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran jamaah dan semua yang membantu terlaksananya acara kali ini khususnya warga Canggu yang telah membantu dalam penyediaan konsumsi, semoga semua bisa menjadi wasilah meraih ridho Alloh SWT.
Panitia Ngaji Ahadan LDNU
Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada sesuatu hal yang kurang berkenan meskipun persiapan yang di lakukan oleh ranting NU dan takmir masjid sebulan sebelum hari pelaksanaan.
Dari pengurus jajaran MWC NU Jetis KH. Solikhin S. Ag menyampaikan selamat datang kepada semua para kyai kyai semojokerto dan jamaah ngaji jihad ahadan, semoga kehadiran jamaah semuanya bisa membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi warga Jetis khususnya warga desa Canggu.
Dalam pengajian KH. Masrikhan menyampaikan hakikat dari mendirikan sholat. Bahwa sholat itu harus dihayati artinya. Lahirnya sujud, hatinya menghadap kepada Allah. Sehingga dosa-dosanya diampuni dan Allah pasti tahu apa yang diinginkan hambaNya. Tidak mintapun, Allah sudah tahu. Pasti diberi oleh Allah.
Banser bersama Kapolsek Setempat
Pengobatan gratis juga disediakan oleh Banser Basada PC Mojokerto untuk segala penyakit termasuk pemeriksaan kesehatan mata. Sehingga selain mengaji juga mendapatkan pengobatan gratis bagi yang sedang membutuhkan.
Pengobatan Gratis Banser Basada PC Mojokerto
Pengajian LDNU ini diadakan setiap hari Minggu dan bergilir di wilayah kabupaten Mojokerto mulai jam 08.30 sampai dengan selesai.
Sorbansantri.com – Momen bersejarah selalu identik dengan perayaan yang beraneka ragam cara untuk merayakanya salah satunya dalam acara Haul KH. AHMAD QUSYAIRI MANSHUR Sawahan Mojosari Kab.Mojokerto.
Dimana acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 9,11-14 Juli 2022
Pada hari rabu tanggal 13 pukul 13.00wib dilaksanakannya Apel dan Ikrar Kebangsaan di lanjudkan dengan kirab bendera merah putih ber ukuran 3 x 300 meter yang di bentangkan langsung dan dibawa oleh 150 anggota Banser dan 50 anggota Fatayat Kabupaten Mojokerto.
Acara Apel Kebangsaan ini bertempat di halaman rumah KH. Ali Mas’adi (pengasuh PP Darul Hikmah sekaligus Wakil Ro’is Am Jatman) ini begitu meriah pesertanya selain dari Banser dan Fatayar hadir juga dari pejabat Muspika Kabupaten Mojokerto,perwakilan dari tokoh lintas agama, TNI (Raider 503),pelajar SMK Raden Rahmat, kesenian barongsai, santri santri TPQ se kecamatan Mojosari.
Dalam acara Apel Kebangsaan di isi dengan ikrar sumpah setia lintas agama yang bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI serta selalu menjaga kerukunan antar agama yang ada di Mojokerto.
Menurut Kolonel Angkatan Laut Bapak Khasbullah Ahmad selaku Pemimpin Apel dalam amanatnya mengatakan “sosok KH. Qusyairi Manshur adalah tokoh pejuang , beliau selalu mengedepankan uswatun hasanah kepada siapa saja yang beliau temui dari banyaknya ilmu ilmu agama yang beliau miliki maka masyarakat bisa tercerahkan sikap ahklakul karimah yang telah di berikan dan dicontohkan beliau” terangnya
“Sebagai ungkapan rasa terima kasih kita kepada beliau maka kita peringati haulnya yang ke 32 ini dengan berbagai acara, juga rasa terima kasih kita ungkapkan kepada para tokoh tokoh pejuang dan ulama’ yang sudah mendahului kita terutama yang ada di wilayah Mojokerto ini, karena berkat uswatun hasanah yang di miliki KH Ahmad Qusyairi Manshur ini hendaknya kita bisa meneladani dan bisa berupaya mencontohnya terutama jasa jasanya yang sudah di berikan kepada masyarakat umumnya warga Mojosari” Lanjut beliau
Setelah acara apel usai dilanjutkan dengan kirab bendera merah putih di iringi parade grub drum band dan barongsai sebagai penyemangat hiburan yang di suguhkan kepada warga. Hari kamis tanggal 14 merupakan acara puncak dari seluruh agenda panitia yakni gebyar Mojokerto Bersholawat dan pengajian kebangsaan oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya dari jPekalongan Jawa Tengah.
Harapan panitia pelaksanaan kepada masyarakat dimanapun berada mari berbondong bondong bisa ikut hadir dalam penutupan acara haul KH. Ahmad Qusyairi Manshur ini.
(Hasan sorban)
wp.sorbansantri.com –Sabtu, 25 Juni 2022, 42 Asatidz dan Asatidzah Pondok Pesantren Daarul Qur’an Surakarta ( DQS ) mengadakan Rapat Kerja Tahunan. Rapat Kerja yang dipimpin langsung oleh Kepala Pimpinan Dewan Asatidz yaitu KH. Rd. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H., M.A Al Hafidz ini dihadiri 3 anggota Pimpinan Dewan Asatidz, mereka adalah KH. Syarul Afrizal Sitorus, Lc, M.H. Al Hafidz, KH. Amir Ma’ruf, Lc, M.Pd Al Hafidz dan Nyai Hj. Heni Purwanti, Lc, MA. Al Hafidz.
Acara Raker yang dilaksanakan dengan penuh semangat dan solusi yang solutif ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, acara diawali Penentuan Arah Kebijakan Pimpinan Dewan Asatidz yang dilaksanakan pada Kamis, 23 Juni 2022 di Gedung Utama Fatma Darul Qur’an Surakarta.
Pada hari kedua acara dilanjutkan Rapat Komisi. Rapat Komisi dilaksanakan pada Jumat, 24 Juni 2022 di tiga tempat berbeda, adapun Komisi pertama adalah komisi Tahfidz dipimpin oleh KH. Amir Ma’ruf, Lc, M.Pd Al Hafidz yang dilaksanakan di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Komisi kedua adalah Komisi Kesantrian dan Bahasa Asing yang dipimpin oleh KH. Syahrul Afrizal Sitorus, Lc, M.H. Al Hafidz dan Nyai Hj. Heni Purwanti, Lc, M.A Al Hafidz dilaksanakan di Aula Maryam Kabupaten Karanganyar sedangkan Komisi tiga adalah komisi Tarbiyah dan Madrasah dipimpin oleh KH. Raden Ahmad Muhamad mustain Nasoha, S.H, M.H., M.A. Al Hafidz di Kecamatan Laweyan, Surakarta.
Pada hari ketiga, Rapat puncak sinkronisasi program 3 komisi yang dilaksanakan di Aula Ahmad Maryam, Pondok Pesantren Darul Quran Surakarta, acara puncak ini dihadiri Sesepuh Pondok Putri yaitu Ibunda Hj. Endang Trihayutiningsih, Ibunda Hj. Siti Imsyawati Maulidya dan Ibunda Hj. Siti Wahyuni.
Adapun 9 program spesial diputuskan dalam rapat kerja yang berjalan secara demokratis ini :
Darul Qur’an Surakarta ( DQS ) pada tahun 2022 membentuk Madrasah Diniyyah Awaliyyah ( MDA ), Madrasah Diniyyah Wustho ( MDW ) dan Madrasah Diniyyah Ulya ( MDU ).
Darul Qur’an Surakarta ( DQS ) meluncurkan program MASBRO ( Majelis Sholawat Kubro ), setiap Ahad pertama akan diadakan Pembacaan Maulid Nabi dan Pengajian Umum yang ditujukan untuk seluruh Keluarga Besar Daarul Qur’an Surakarta, wali santri dan Masyarakat Umum.
Darul Qur’an Surakarta ( DQS ) mengadakan Pengajian Kitab Ihya Ulumuddin untuk para ustadz/dzah dan Kitab Ta’lim Muta’lim untuk seluruh santri putra dan putri dalam rangka meningkatkan kwalitas ruhaniyyah, adab, akhlak, Suluk dan tasawuf keluarga Besar Pondok Pesantren Darul Quran Surakarta ( DQS ).
Darul Qur’an Surakarta ( DQS ) mengadakan program Tahsin dan Tahqiq Jama’i, yaitu program pemantapan Makhorijul Huruf dan Tajwid yang diampu langsung oleh KH. Amir Ma’ruf, Lc, M.Pd. Al Hafidz.
Program Kesantrian Reborn yang akan mengadakan program baru seperti ekstra Renang, Ekstra memanah, ekstra Berkuda dan Pencak silat Pagar Nusa yang bersanad ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Adapun program Kesantrian akan digawangi oleh KH. Syahrul Afrizal Sitorus
Mengadakan Program penerapan berbahasa Arab dan Inggris wajib bagi seluruh santri dibimbing oleh para asatidz alumnus Timur Tengah. Program ini digawangi oleh Nyai. Hj. Heni Purwanti, Lc, M.A.
Mujahadah yaitu program Riyadhoh dalam rangka peningkatan keberkahan ilmu para santri, program ini diadakan atas perintah Ketua Yayasan Darul Quran Surakarta ( DQS ) KH. Drs. Adib Aji Putra, M.M., Pimpinan Dewan Asatidz merumuskan Mujahadah meliputi antara lain Muqodaman rutin Khataman 30 Juz, Ziarah Walisongo, Dzikir Ratib Al Haddad, Yasin-Tahlil Kamis malam Jumat, Ratib Al-Attos, dan lain-lain.
Membentuk OSDQS ( Organisasi Santri Darul Qur’an Surakarta. Organisasi ini menjadi wadah kreasi dan kreatifitas para santri untuk berkarya, belajar kepemimpinan dan lain-lain.
Semaan Alumni, dalam rangka menjaga hafalan para Alumni maka akan dicanangkan Semaan seluruh Alumni Pondok Pesantren Darul Quran Surakarta. Program ke sembilan ini merupakan usulan dan arahan dari Ketua Pembina Yayasan Darul Quran Surakarta yaitu Bapak H. Slamet Raharjo. Harapan besar dari beliau, agar Alumni yang hafal Al-Quran berpapun juz yang dihafalkan tetap terjaga dengan baik.
Semoga Pondok Pesantren Darul Quran Surakarta semakin maju dan semakin berkah. Amin
Program ini akan dilaksanakan setelah dilaksanakannya Rapat Besar Pimpinan Pondok Pesantren dan Yayasan Daarul Qur’an Surakarta. (abi sorban)
wp.sorbansantri.com – Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.
Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.
Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah”
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.
Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.
‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat usang atau tidak berdaya. Segenap jiwa orang tua adalah untuk melihat anaknya mendapatkan kebahagiaan yang layak mwskipun mereka yang harus menderita.
Bagi mereka, kesuksesan seorang anak adalah kesuksesan orang tua dalam mendidik anaknya dan kegagalan anaknya adalah kegagalan mereka dalam mendidik anaknya. setiap seluk beluk kehidupan orang tua berpusat pada bagaimana sang anak bisa sukses.
Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita tidak menghormati mereka dan bahkan kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.
Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita.
wp.sorbansantri.com – Publik tengah dibuat heboh dengan beredarnya cuplikan video di media sosial yang menunjukkan group kasidah Nasida Ria yang tampil konser di Jerman.
Dilansir dari akun Instagram @insta_julid, dibagikan sebuah video yang menunjukkan penampilan group kasidah Nasida Ria sedang berada di sebuah panggung besar yang ada di Jerman dan ditonton oleh ratusan atau bahkan ribuan warga Jerman.
Diketahui dari berbagai sumber ternyata group kasidah Nasida Ria tengah tampil di perhelatan Opening Week Music Program Documenta Fifteen di Kassel, Jerman pada hari Sabtu, 18 Juni 2022 yang lalu.
Menghebohkan media sosial karena telah go Internasional, tidak sedikit Masyarakat Indonesia yang ikut bangga dan kagum dengan group kasidah yang telah melegenda tersebut.
Group kasidah Nasida Ria yang telah berdiri dan dibentuk puluhan tahun lalu itu telah membawa nama baik Indonesia di kancah Internasional.
Mungkin dari generasi yang lahir di zaman milenial ada yang tidak kenal dengan group kasidah Nasida Ria?
Berikut ini sekilas fakta group kasidah Nasida Ria yang perlu kita ketahui.
wp.sorbansantri.com – Sabtu, 18 Juni 2022, Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta ( DQS ) sukses mengadakan Wisuda Akbar. Acara istimewa yang berlangsung di Gedung Wanita Surakarta ini mewisuda sebanyak 248 santri. Dari jumlah tersebut, 22 santri di antaranya adalah hafizh dan hafizhah 30 juz, 3 santri hafizh 25 juz, 7 santri hafizh 20 juz, 39 santri hafizh 15 juz, 76 santri hafizh 10 juz, dan 92 santri hafizh 5 juz, selain mewisuda para penghafal Al-Qur’an acara ini juga mewisuda sebanyak 150 santri kelas 9 yang dinyatakan lulus dari SMP Daarul Qur’an Colomadu.
Mengutip dari https://daaquso.id/tentang-kami/ bahwa Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta merupakan pondok pesantren yang memadukan program Tahfizh Qur’an, Pendidikan Formal SMP Skillfull Oriented, serta Tarbiyah. Bernafaskan Ahlusunnah wal Jamaah Asy’ariyyah , berfiqih mengikuti empat mazhab fiqih ( Mazhab Syafii, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, dan Mazhab Hambali ).
Adapun acara Wisuda Akbar diawali dengan kirab dan dilanjutkan dengan pembacaan Ayat-ayat suci oleh santri Muhammad Lutfi dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Daarul Quran. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan Khotmil Quran juz 30 oleh para Khotimin dan Khotimat.
wp.sorbansantri.com – Scudeto ke-19 akhirnya direngkuh oleh AC. Milan. Tim yang lahir pada 1899 M –sama dengan kelahiran pondok pesantren Tebuireng, Jombang– memastikan juara liga italia pada pekan terakhir Serie A (22 Mei 2022) dengan mengalahkan Sossuolo 3 – 0. Status Juara yang di dapat secara dramatis setelah 11 tahun Rossoneri puasa gelar. Terakhir, tim ini juara pada 2011 saat masih dilatih oleh Maximiliano Allegri, pelatih Juventus saat ini.
Kesuksesan tim berjuluk il Diavolo Rosso ini tidaklah datang dengan tiba-tiba. Momentum kebangkitan justru terjadi saat tim ini berada pada titik nadir dalam sejarah klub. Pada awal musim 2018-2019 Tim ini mengalami krisis Finansial akut, Li Yonghong, investor Cina pemilik klub kala itu, tak bisa menebus cicilan pertamanya sebesar 32 juta euro kepada Elliot Management (EM).Total utangnya mencapai 303 juta euro untuk tambahan modal membeli klub dari tangan Silvio Berlusconi. Total duit yang dikeluarkan oleh Li untuk menebus AC Milan adalah 740 juta euro, termasuk buat menghapus utang sebesar 220 juta euro. Pada Juli 2018, AC. Milan berpindah tangan secara resmi dari Li Yonghong pada Elliot Management.
wp.sorbansantri.com – NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia. Ormas ini didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926. Pembentukan NU tak bisa lepas dari peran sejumlah ulama yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri.
Pendirian organisasi ini bermula dari dibentuknya kelompok-kelompok diskusi oleh sejumlah ulama. Pada tahun 1914 KH Wahab Chasbullah mendirikan kelompok diskusi bernama Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran. Ada juga yang menyebutnya Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran.
Organisasi yang bertujuan memberikan pendidikan sosial-politik kaum santri itu lantas berkembang ke sejumlah kota di Indonesia. Dua tahun setelahnya atau pada 1916, para kiai pesantren mendirikan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air. Ini merupakan organisasi pergerakan untuk melawan penjajahan Belanda.
Kemudian, pada tahun 1918 didirikan Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar, organisasi untuk pedagang di era kolonial. Setelah muncul beberapa organisasi ini, muncul insiatif untuk menggabungkannya. Tujuannya supaya organisasi lebih kuat dan cakupannya lebih luas.
Penggabungan ini juga merespons banyaknya masalah agama, mazhab, sosial, dan kebangsaan yang berkembang di masyarakat. Akhirnya, disepakati berdirinya “Nahdlatul Ulama” atau “Kebangkitan Ulama”. Kala itu KH Hasyim Asy’ari dipercaya sebagai Rais Akbar.
Dengan kata lain, NU adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, namun dengan cakupan dan segmen yang lebih luas.(SorBan Wanasari)
wp.sorbansantri.com – Sabtu, 28 Mei 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Seminar Nasional tentang Konstitusi dan Hukum Islam bertajuk “Implementasi Tafsir Ayat-Ayat Ahkam Dalam Konstitusi dan Sistem Hukum”. Seminar Nasional ini dihadiri 260 peserta secara Offline dan 716 peserta secara Online di channel Youtube PUSKOHIS UIN Surakarta. Adapun pelaksanaan secara offline dilaksanakan di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.
Acara diawali dengan pembacaan Maulid Al Barzanji oleh Rebana Jam’iyyatul Qurro Wal Huffadz UIN Raden Mas Said Surakarta kemudian dilanjutkan pelaksanaan acara Seminar Nasional. Bertindak sebagai moderator adalah Panji Putra Ariyanto. S.Sos dan Aji Ari Wibowo mendapatkan tugas membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.
Acara diawali dengan sambutan Adhimas Alifian Yuwono, sebagai ketua panitia, mahasiswa Semester 6 ini mengatakan bahwa “Kami menghimbau seluruh peserta untuk memperhatikan dengan baik, serta mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan karena pembicara yang diundang dalam seminar ini adalah pembicara sudah melalang buwana diseminar naisonal dan internasional. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah Swt.”
ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)
wp.sorbansantri.com– Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)
Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.
—000—
Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi- sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”. Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.
—ooo—
Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.
Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.
Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.
Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)