Tag: sorbansantri

  • MENGHORMATI DAN BUKAN MINTA DIHORMATI.MENGHORMATI DAN BUKAN MINTA DIHORMATI.

    MENGHORMATI DAN BUKAN MINTA DIHORMATI.MENGHORMATI DAN BUKAN MINTA DIHORMATI.

    Sorbansantri. Com – Minta dihormati akan dinilai jahat.
    Menghormati akan dinilai terhormat.

    Minta dihormati akan dinilai keangkuhan beragama.
    Menghormati akan dinilai kemuliaan agama.

    Minta dihormati itulah cermin lemahnya iman.
    Menghormati itulah cermin kuatnya iman.

    Minta dihormati itulah cermin busuknya hati.
    Menghormati itulah cermin bagusnya budi pekerti.

    Minta dihormati adalah ciri kesombongan hati.
    Menghormati adalah ciri kerendahan hati.

    Minta dihormati adalah ciri gagalnya toleransi beragama.
    Menghormati adalah suksesnya toleransi beragama.

    Minta dihormati akan dinilai gila hormat, moral rusak.
    Menghormati akan dinilai sangat bijak.

    Minta dihormati malah dibalas tidak akan dihormati.
    Menghormati malah dibalas akan semakin dihormati.

    Minta dihormati akan merusak kemanusiaan.
    Menghormati akan berkasih sayang didalam kemanusiaan.

    Minta dihormati adalah ciri hampa hakikat agama.
    Menghormati adalah ciri suksesnya hakikat agama.

    Minta dihormati dgn mematikan rezeki, apalagi rezeki orang kecil, diancam penjara dan denda puluhan juta, yang satunya bilang warung makan hanya boleh buka malam dan yang satunya lagi bilang boleh buka tapi jangan pamer makanan, lalu berteriak hormatilah kami, itulah bentuk zalimnya seseorang beragama.
    Menghormati dan malah menolong orang kecil dalam mencari rezeki, itulah bentuk kemuliaan seseorang beragama.

    Minta dihormati itulah yg dibenci Tuhan.
    Menghormati itulah yg menjadi kekasih Tuhan.

    Saling menghargai, saling bertoleransi, saling menghormati dan ciptakanlah agama cinta.
    Lupakan perselisihan, lupakan perbedaan, mari kita bergandengan tangan didalam agama cinta.
    Tidak ada yg lebih indah dari pada cinta.

    SALAM DAMAI….
    BHINNEKA TUNGGAL IKA…🇲🇨🇲🇨🇲🇨

    Anwar-Sorban

  • PNS Pria Afghanistan Tak Boleh Masuk Kantor, karena Tak Berjanggut

    PNS Pria Afghanistan Tak Boleh Masuk Kantor, karena Tak Berjanggut

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Taliban telah menginstruksikan semua pegawai pemerintah laki-laki untuk memelihara janggut dan mematuhi aturan berpakaian atau akan menanggung risiko hukuman. Pada hari Selasa, pejabat dari Kementerian Taliban untuk Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan terlihat memeriksa pria yang memasuki kantor pemerintah pada hari pertama pedoman kode pakaian baru diterapkan. Karyawan diberitahu bahwa mereka tidak akan diizinkan memasuki kantor dan pada akhirnya dapat dipecat jika mereka melanggar aturan tersebut. Selain tidak mencukur janggut mereka, para pekerja telah diberitahu untuk tidak mengenakan pakaian ala Barat. Mereka malah harus mengenakan atasan dan celana panjang longgar tradisional, dengan topi atau sorban untuk menutupi kepala mereka, menurut orang-orang yang mengetahui hal tersebut.
    Para pria juga diarahkan untuk mendirikan shalat tepat waktu antara fajar dan senja seperti yang dipraktikkan di bawah hukum Islam.

    Dalam kurun waktu 10 hari, Taliban telah kembali memberlakukan sejumlah kebijakan yang diberlakukan saat kelompok itu berkuasa pada akhir 1990-an. Ini berbeda dengan klaimnya yang dibuat segera setelah menggulingkan rezim Ashraf Ghani Agustus lalu, bahwa mereka akan lebih progresif. Pekan lalu Taliban melanggar janjinya untuk mengizinkan anak perempuan bersekolah di sekolah menengah, hanya beberapa saat sebelum para siswa ditetapkan untuk melanjutkan kelas setelah hampir sembilan bulan tidak bersekolah, dalam sebuah langkah regresif yang memicu reaksi dari komunitas internasional.

    Kelompok itu juga melarang perempuan bepergian sendirian menggunakan pesawat tanpa adanya kerabat laki-laki, lebih baik lagi jika itu adalah anggota keluarga.

    Dalam pembatasan lebih lanjut, Taliban mengatakan para pengunjung taman akan dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, yang secara efektif menghentikan pasangan dan keluarga pergi ke tempat-tempat ini bersama-sama. Kaum perempuan dapat memasuki taman hanya tiga hari seminggu, sementara pria dapat pergi ke sana pada empat hari lainnya, termasuk akhir pekan.

    Kelompok ini juga telah melarang siaran media internasional – termasuk layanan BBC Pashto dan Persia – dan pertunjukan drama asing. Kemunduran dari Taliban, di mana kelompok ini telah memperkenalkan langkah-langkah yang mengingatkan pada aturan garis keras sebelumnya, telah memicu reaksi kemarahan secara global. “Sungguh minggu yang mengerikan dari kebijakan barbar yang diberlakukan di Afghanistan oleh Taliban,” kata Shabnam Nasimi, penasihat kebijakan menteri pengungsi Inggris seperti dilansir dari Independent, Kamis (31/3/2022). “Namun minggu ini, lebih dari apa pun sejak pengambilalihan, mengungkapkan bahwa dogmatis keras Taliban memiliki keputusan akhir tentang kebijakan. Taliban memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada perempuan setelah memperpanjang larangan sekolah anak perempuan; meluasnya tindakan keras terhadap media; mulai memelihara jenggot. Mengambil sikap yang jelas: menggandakan,” kata Andrew Watkins dari Institut Perdamaian AS.

    Dalam aturan mereka sebelumnya, dari tahun 1996 hingga 2001, Taliban melarang perempuan meninggalkan rumah mereka tanpa anggota keluarga laki-laki, lebih baik lagi ditemani suami atau ayah mereka. Kelompok itu juga meminta pria untuk menumbuhkan janggut. (sumber)

  • Puasa Ramadanmu InsyaAllah Lancar dan Sukses! Lakukan 5 Cara Ini Sekarang

    Puasa Ramadanmu InsyaAllah Lancar dan Sukses! Lakukan 5 Cara Ini Sekarang

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comSebagai umat Muslim yang taat dan patuh pada perintah Tuhannya, Allah SWT, menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan adalah salah satu bukti kita beriman, sanggup melakukan, dan mengamalkan perbuatan baik dengan iklash dan tawakal.

    Ramadan tinggal menghitung hari, bulan penuh berkah dimana ibadah atau perbuatan baik sekecil apapun akan mendapat ganjaran pahala berkalilipat dari bulan-bulan lainnya. Begitu istimewanya bulan Ramadan dosa-dosa kita akan dihapus 10 hari terakhir berpuasa. Maka kita seharusnya berlomba mengerjakan ibadah wajib lebih khusu’, perbanyak berbuat kebaikan, beramal, membaca Al Quran, perbanyak shalat sunnah, dan perbanyak dzikir.

    Ummat Muslim sejati tentu akan menyambut antusias kedatangan bulan Ramadan ini. Untuk itu saya akan bagikan tips buat kamu yang mungkin masih menghadapi kendala ketika menjalankan ibadah puasa. Tentu saja puasanya orang dewasa berbeda dengan cara berpuasanya anak-anak. Lapar, haus, sabar, dan menahan nafsu keduniawian baru dasar dalam tingkatan berpuasa yang lebih tinggi.
    Jadi, mari kita mulai pemanasannya dari sekarang.

    Nah, supaya puasamu bisa lancar dan tidak ‘bolong’ di tengah jalan alangkah lebih baik kita mulai membiasakan diri dari sekarang seperti melakukan ibadah shalat tepat waktu, yang tadinya shalat dilakukan diujung waktu mulai sekarang lakukanlah tepat waktu dimasjid terutama bagi kaum laki-laki.

    “Sebaik-baiknya melaksanakan sholat adalah di awal waktu. Atau ketika mendengar kumandang adzan atau pun menyadari telah masuk waktu sholat”.

  • KUATKAN KEILMUAN, PONPES AL MUAYYAD MANGKUYUDAN LAUNCING LEMBAGA BAHTSUL MASAIL

    KUATKAN KEILMUAN, PONPES AL MUAYYAD MANGKUYUDAN LAUNCING LEMBAGA BAHTSUL MASAIL

    SORBANSANTRI.COM

    Surakarta, wp.sorbansantri.com – Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta gelar kegiatan Launching Lembaga Bahtsul Masail dan Bahtsul Masail Kubro ke-1 pada Ahad, (20/03). Kegiatan ini diselenggarakan di serambi Masjid Al Muayyad, Mangkuyudan, Surakarta.

    Launching lembaga Bahtsul Masail ini diselenggarakan setelah adanya ujian syamil yang diikuti oleh calon pengurus lembaga bahtsul masail sebanyak 27 santri pilihan. Ujian syamil yang diselenggarakan sebelumnya adalah dengan menguji pemahaman calon pengurus terhadap kitab Taqrib dan Tadzhib dalam satu waktu, sehingga melalui tes ini dapat membuktikan seberapa kuat pemahaman calon pengurus di dalam mengelaborasi sebuah masalah dengan keterangan yang ada di dalam kitab-kitab Fiqih.

    Pembina Lembaga Bahtsul Masail Pesantren Al Muayyad yang juga merupakan ketua LBM NU Surakarta, Gus Ahmad Muhamad Mustain Nasoha mengatakan terbentuknya Lembaga Bahtsul Masail di Pesantren Al Muayyad sangat maklum adanya. Hal ini sesuai dengan sejarah Pesantren Al Muayyad yang memiliki pengasuh dan guru-guru yang ‘alim dan pakar dalam bidang Ilmu Fiqih. “Kiai Ali Maksum Krapyak, musohih LBM Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama dahulu selalu sowan Kiai Umar Abdul Mannan untuk mentashih hasil keputusan dari musyawarah LBM PBNU. Beliau tidak akan menerbitkan hasil musyawarah LBM PBNU jika belum ditashih oleh Kiai Umar,” terang Gus Musta’in dalam sambutannya.
    “Kegiatan LBM ini diadakan atas dawuh Ketua Yayasan Al Muayyad KH. M. Faisol Rozaq. Semoga bisa istiqomah dan sukses.” Pungkasnya.

  • Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Seseorang yang dianggab berjasa atau orang yang di pandang sebagai sesepuh di suatu daerah pastinya jasanya akan selalu di kenang oleh masyarakat bahkan mendapatkan tempat yang mulia walau beliau sudah wafat.

    Pada hari selasa (22-03-22) malam warga kesemen mengadakan haul mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ke XVII yang bertempat area pesarean di dusun Kesemen desa Kesemen kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto.
    Peringatan haul ini diadakan warga rutin setiap setahun sekali yang di pelopori oleh KH.Ahmadun Bashori selaku tokoh agama di desa tersebut beserta tokoh pemuda Solehuddin dan juga dari pihak pemerintahan desa kususnya Anton Kurniawan selaku kepala desa setempat dan di dukung oleh tokoh agama yang lainnya.

    Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya para tokoh agama, pejabat pemerintahan dan perangkat desa Kesemen, pengurus ranting dan anak ranting NU desa Kesemen, beserta banom banom nya dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut ustad Khoiron selaku ketua panitia mengatakan “acara ini bertujuan untuk kirim doa kepada leluhur dan pelaksanaanya pun selalu di bulan ruwah atau bulan sya’ban tanggal 20 kalender jawa, atau di 10 hari sebelum datangnya bulan suci romadhon tiba”,sebelum pra acara pengajian umum dari panitia melaksanakan kegiatan pembacaan khotmil qur’an semalam suntuk di mulai ba’da sholat isya’ sampai setelah subuh dan hingga hatam, di teruskan malam ini acara puncaknya yakni peringatan pengajian umum yang menghadirkan muballigh dari Mojokerto kyai Mohammad Assa’dullah, yang sebelumnya di awali dengan pembacaan istighosah yang dimpin oleh KH.Ahmadun Bashori, tuturnya

    Menurut pak Wagi dan pak Wiyanto selaku juru kunci pesarean mengatakan bahwasanya pesarean mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ini sangat keramat sekali dan tak ayal banyak peziarah yang datang baik warga lokal maupun warga yang dari luar daerah dengan tujuan ngalab barokahnya dengan mengirimkan doa doa ada juga yang sembari membaca al qur’an ketika berada di dalam area pesarean tersebut.

    Di sekitaran pesarean ada bangunan musholla yang selalu istiqomah di buat sholad berjama’ah yang di pandegani oleh abah Sholeh Muhammad beserta kawula muda di desa kesemen.

    Harapannya semoga dengan acara haul mbah Junggo masyarakat desa kesemen dan sekitarnya semakin guyub, rukun dan mudah mudahan selalu di beri kesehatan, umur panjang serta keberkahan rizki untuk bekal hidup sehari harinya.

    (Hasan-Ngoro)

  • Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.

    Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.

    Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.

    Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.

    Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya

    Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.

    Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Mojokerto.Sorbansantri. Com – Memasuki bulan suci Ramadhan banyak warga melakukan sedekah desa maupun dusun terutama di bulan ruwah ini banyak tradisi atau budaya daerah yang menyelenggarakan kegiatan sedekah bumi atau sejenisnya.

    Seperti pada Jum’at (18/03/2022) di Dusun Sukorejo, Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto yang bertempat di halaman rumah kepala Dusun H. Buadi mengadakan sedekah Desa bertujuan kirim doa kepada leluhur mereka yang dulu telah berjuang untuk babat alas Dusun tersebut.

    Menurut Gus Nurul Huda tokoh agama setempat mengatakan acara ini rutin dilakukan setahun sekali ketika memasuki bulan ruwah atau sya’ban dengan tujuan kirim doa kepada nenek moyang atau leluhur yang sudah wafat supaya di alam kubur selalu mendapat maghfiroh dari Allah SWT.

    Hal serupa dikatakan kepala Dusun Sukorejo H. Buadi atau yang akrap di sapa dengan Pak Polo Buadi ini mengatakan “kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya yang dulu sudah di wariskan oleh nenek moyang kita ketika memasuki bulan ruwah selalu melaksanakan tradisi sedekah Dusun atau kirim doa bersama”

    “Kegiatan ini kita laksanakan 2 hari yang mana tadi malam kita buka dengan gebyar sholawat al banjari lalu pagi ini kita laksanakan dengan acara khotmil qur’an dengan mendatangkan para hufad dan kirap tumpeng keliling Dusun Sukorejo yang nanti malamnya akan ada acara wayang kulit bersama Ki Dalang Hadi. S dengan lakon bagong nagih janji yang rencananya akan di laksanakan semalam suntuk,” ujarnya.

    “Semoga dengan acara ruwah Dusun ini masyarakat semakin guyup dan semoga selalu di beri kesehatan dan keberkahan dalam mencari rizki untuk bekal hidup sehari hari,” harapnya.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Sorbansantri. Com – Kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Ranting desa Ngoro pada hari sabtu (12-03) bersamaan dengan harlah atau ruwah desa Ngoro yang bertempat di halaman kantor kepala desa Ngoro.

    Dalam acara ini yang sengaja di selenggarakan oleh para pejabat perangkat desa bekerja sama dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa setempat dengan tujuan memperingati harlah desa Ngoro yang di kemas dalam acara pengajian akbar dengan mendatangkan muballigh KH. IMAM MUHAJIR pengasuh PP. Al Muhajirin Pungging.

    Menurut ketua panitia mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara kegiatan saat ini dengan lancar dan sukses tanpa suatu halangan apapun, dan beliau juga meminta maaf kepada hadirin semua apabila di dalam kegiatan ini ada suatu hal yang kurang berkenan di hati para hadirin semua. Ucapnya

    Menurut kepala desa Ngoro Suryo Prihartono mengatakan dalam sambutannya bahwasanya kegiatan ruwah desa ini adalah agenda rutin tahunan yang sudah berjalan ke sekian kalinya dan ini sudah merupakan budaya desa Ngoro akan tetapi pada kali ini kita kemas dalam acara pengajian umum dan santunan anak yatim dan dhuafa’,
    “Budaya rumah desa ini jangan sampai dihilangkan selagi budaya tersebut bertujuan untuk menjalin tali silaturrahmi, dan dalam nuansa yang positif,dengan semua kalangan” ungkap kepada desa

    Kegiatan rutinan Rijalul Ansor ini selalu disertai dengan pengajian kitab lubabul hadist yang di sampaikan oleh romo Kyai Mahfud Muhsin, dalam kajian ini beliau menerangkan tentang kisah taubatnya Nabi Adam.

    Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 wib diawali dengan pembacaan sholawat rotibul haddad, istighosah dan kirim doa yang di pimpin oleh para anggota GP Ansor ranting desa Ngoro.

    Semoga dengan acara ruwah desa ini akan semakin mempererat tali persaudaraan dan keguyuban warga desa Ngoro.

    (Hasan sorban -Ngoro)

  • DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Kamis, 03 Maret 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam UIN Surakarta ( PUSKOHIS ) gelar Diskusi Publik Nasional dan  berjudul “Sosialisasi SE Menag No. 5 Tahun 2022 dan Kajian Fiqih Masjid Perspektif Fiqih Perbandingan Madzhab”. Acara kali ini berbeda dengan acara sebelumnya, karena acara ini menghadirkan 2 Pakar disiplin ilmu berbeda dari 2 keahlian berbeda yang pertama Advokat Tata Negara dan yang kedua Ulama Ahli Fiqih Perbandingan Mazhab. Acara ini juga mengundang para ahli hukum, advokat, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dosen, politisi, mahasiswa , praktisi dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia.

    Diskusi Publik Nasional yang dihadiri 453 peserta ini dipandu oleh Advokat dan Pengacara Moch. Tommi, S.H. dimulai pukul 19.00 WIB. Diskusi Publik Nasional ini diawali dengan Pemaparan argumentasi Ilmiah dari Keynote Speaker yaitu R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H, MA. Yang merupakan Direkur PUSKOHIS UIN Surakarta dan Pengurus Bidang Dakwah dan Pengkajian Masjid Dewan Masjid Indonesia Surakarta. Dosen Ilmu Hukum UIN R.M. Said Surakarta yang aktif dalam kajian dibidang Hukum Tata Negara dan Fiqih Perbandingan Madzhab ini  mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, konsekuensi sebagai negara hukum adalah setiap perkara haruslah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

    Adanya SE Menteri Agama No. 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala ini menjadi batu loncatan berfikir cerdas dari Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas, bahwa dari Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala hendaknya diatur agar menghadirkan kesejukan dan sajian maksimal didalam dakwah islam, SE Menteri Agama ini mengatur bukan melarang sebagaimana berita hoax yang beredar dibeberapa media sosial. Dengan keluarnya SE Menteri Agama, ini menjadi bukti adanya kepekaan Menteri Agama Indonesia dalam setiap masalah keagamaan dari mulai hal terkecil sampai hal terbesar dalam agama.

  • TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    Sorbansantri. Com – Hari minggu (6-2-2022) TNI AL Liting 57.2 bersama rumah sakit Bhayangkara Pusdik (Pusat pendidikan) BRIMOB (Brigade Mobil) Watukosek Gempol Pasuruan melakukan safari amal bhakti nya kepada warga dusun Kauman desa Jrambe kecamatan Dlanggu dengan melaksnakan giat hitanan massal yang di selenggarakan oleh TPQ Nur Al Fitroh yang bertempat di halaman masjid AL FATTAH Kauman Dlanggu.
    acara hitanan massal ini diselenggrakan setiap satu tahun sekali oleh para panitia setempat, dan di barengkan dengan acara wisuda TPQ NUR AL FITROH ke XII tahun 2022.
    Dalam acara hitanan massal ini ada sejumlah 46 anak.

    Pada pelaksanaan kegiatan ini acara yang di hadiri oleh jajaran pengurus PC Nanhdlatul Ulama’, jajaran pengurus MWC NU kecamatan Dlanggu, purnawirawan TNI AL, muspika kecamatan Dlanggu, ta’mir masjid, dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut Akp. H. Suhadi , S.Pd, S,Kep, Ns, M,Kes selaku kordinator dari tim kedokteran dan beliau juga merupakan anggota dari Lembaga da’wah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) MWCNU kecamatan Ngoro ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada para panitia yang masih mempercayai kami selaku tim kedokteran baik dari TNI AL Liting 57.2 maupun dari rumah sakit Bhayangkara BRIMOB Pasuruan untuk di libatkan dalam kegiatan hitanan massal, karena ini sudah merupakan sumpah setia kami untuk selalu mengabdi dan melayani masyarakat terutama dalam hal kesehatan, ucapnya

    H. Suhadi juga mengatakan bahwasanya ini merupakan baksos kami yang kesekian kalinya di wilayah kabupaten Mojokerto, setelah sebelumnya kami mendapat amanah di daerah Kunjorowesi Ngoro, di desa Carat Gempol, MWC NU Kemlagi dan kali ini Alhamdulillah kami di mintai bantuan di wilayah Dlanggu dengan total peserta 46 anak, beliau juga berharap kepada semua warga di manapun berada terutama di wilayah kabupaten Mojokerto mari kita bersama sama untuk saling peduli dan gotong royong demi kebaikan terutama saling membantu kepada warga yang kurang mampu,.

    “Dalam program baksos kami ini murni 100% gratis tidak di pungut biaya sepeserpun, sengaja kami gratiskan ini semua demi rasa pengabdian diri kita sebagai abdi Negara untuk sealu melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, monggo kepada warga siapapun dan dimanpun berada kususnya warga Nahdliyyin yang ada di wilayah kabupaten Mojokerto bila ingin memanggil kami tidak usah malu dan takut kami akan berusaha dan berupaya hadir secara tulus untuk melayaninya” terang H.Suhadi
    (Hasan ngoro – sorban)