Tag: sorbansantri

  • Muhasabah & Nasionalisme Memperingati Hari Lahir NU

     

    wp.sorbansantri.com – NU (Nahdlatul Ulama) didirikan oleh sejumlah ulama pada 31 Januari 1926. Yang digagas oleh 3 Ulama Besar yaitu KH. Hasyim Asyari (Kakek Gus Dur), KH. Bisri Sansuri dan KH. Wahab Chasbullah. Ketiga ulama tersebut merupakan yang berperan besar demi terbentuknya organisasi NU kita semua yang tersayang.

    NU berdiri juga karena diprakasai oleh KH. Hasyim Asyari, yang adalah Kakek dari Gus Dur kita semua. Pertemuan dari sejumlah ulama ini yang juga digagas oleh KH. Hasyim Asyari saat itu juga membahas tentang bagaimana membentuk wadah Islam tradisional untuk dapat terus dijaga.

    NU yang merupakan organisasi Islam yang besar memiliki visi sebagai organisasi sosiologis kemasyarakatan, keagamaan/religius Islam yang moderat dan juga dalam bidang ekonomi.

    SEJAK AWAL-AWAL DEKLARASI KEMERDEKAAN (Pada Periode Pemerintahan Ir. Soekarno)

    Sejak deklarasi kemerdekaan NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama, yaitu membela juga melindungi Ulama DAN membela NKRI.

    Ketahuilah, slogan “NKRI Harga Mati” itu adalah yang pertama menyebarkan dan menggelorakan adalah Kaum Pesantren dari NU (Nahdlatul Ulama).

    Saat itu NU juga bergerak dalam bidang politik. Bertujuan untuk konfrontasi dengan komunis saat itu. Dengan adanya NU akhirnya NKRI dapat dipertahankan dengan ideologi Pancasila yang sejak awal-awal deklarasi of NKRI kita semua.

    SEJAK AWAL-AWAL ORDE BARU (Pada Periode Pemerintahan Bapak Soeharto)

    Dengan berpindahnya kekuasaan ke Bapak Soeharto, dengan kekuasaan yang kuat itu, lalu NU bersama dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan). NU saat periode itu merupakan sama atau dengan kalimat lain adalah salah satu kelompok dalam PPP. PPP (Partai Persatuan Pembangunan) bersama NU kembali menjadi organisasi sosiologis religius.

    Lalu, menjadi organisasi kembali menjadi NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama. Yaitu untuk Melindungi Ulama DAN mensupport NKRI sebagai Organisasi Muslim/at yang Moderat dengan Pancasila sebagai ideologi dasar NKRI, Pandangan Hidup NKRI dan Falsafah Hidup of NKRI kita semua. Dan berlanjut ke Era Reformasi hingga sekarang ini…

    SEJAK ERA REFORMASI hingga SEKARANG

    Pada masa reformasi hingga sekarang, pola politik NU mulai berubah. NU sepakat kembali ke Khittah. Nahdlatul Ulama kembali menjadi organisasi yang murni sosilogis dan religius, menjaga jarak dengan partai politik yang ada. Karena itu, NU bukan milik siapapun, melainkan milik potensi NKRI kita semua.

    NU (Nahdlatul Ulama) MERUPAKAN CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI KITA SEMUA

    Dengan sejarah yang  lama ini,NU, tidak heran NU (Nahdlatul Ulama) merupakan
    CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI kita semua.
    Dengan peran yang besar semenjak sebelum deklarasi NKRI kita semua hingga jaman sekarang ini. NU adalah KERAMAT dari NKRI kita semua. Patutlah setiap kita dapat menghormati NU dan melindungi NU sebisa kita semua. (abi sorban)
  • Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Brimob (Brigade Mobil) adalah pasukan garda terdepan untuk keamanan NKRI, namun tak hanya itu saja peran Brimob untuk masyarakat ada program sosial keagamaan yang harus di jalankan dan dilakukan salah satunya yakni bakti sosial, kali ini di hari peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, Brimob melakukan kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan di MWCNU kecamatan Kemlagi pada hari senin (28-2-2022) bekerja sama dengan LDNU (Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’) MWCNU kecamatan Ngoro.

    Dalam kegiatan pembukaan khitanan massal tampak hadir ketua Tanfidziyah MWCNU Kemlagi beserta jajarannya, muspika kecamatan Kemlagi, ketua PPNI kabupaten Mojokerto beserta anggotanya, tim kedokteran dari rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Gempol Pasuruan dan tim kedokteran dari TNI AL, dengan jumlah peserta khitan sebanyak 36 anak.

    Menurut ketua tanfidiyah MWCNU Kemlagi H. Syamsul Arif mengatakatan dalam sambutannya atas nama pengurus MWCNU mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini terutama ucapan terima kasih yang sebesarnya kami ucapkan kepada gus Nafi’ selaku ketua LDNU MWCNU kecamatan Ngoro dan juga kepada H. Suhadi selaku kordinator tim kedokteran, sebagai perwakilan dari para panitia beliau juga meminta maaf apabila di dalam penghormatan dan penyambutannya ada yang kurang berkenan di hati para hadirin semuanya., ucapnya

    Akp. H, Suhadi, s,kep,Ns selaku perwakilan dari tim kedokteran rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan dan juga merupakan anggota dari Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’ kecamatan Ngoro menyampaikan,bahwa kedatangannya kami beserta tim kedokteran baik dari Brimob maupun dati TNI AL ini merupakan kegiatan amal bakti pengabdian kepada masyarakat sesuai selogan “ JIWAKU DEMI KEMANUSIAAN” terangnya

    Lebih lanjut menurut abah Suhadi panggilan akrabnya mengatakan “kegiatan sosial khitanan massal ini kami berikan pelayanannya kepada siapa saja yang membutuhkannya khususnya bagi warga Nahdliyin yang ada di seluruh jawa timur kami siap melayani dengan senang hati apabila di butuhkan dan tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis”

    Harapannya dengan kegiatan seperti ini kita bisa tercipta jalinan silaturrahmi antara Brimob dan masyarakat umum untuk sama-sama bahu membahu dan bergotong royong demi menuju kebaikan.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Karang Taruna Desa Purwojati Bersama Banom NU Mengadakan Gebyar Sholawat

    Karang Taruna Desa Purwojati Bersama Banom NU Mengadakan Gebyar Sholawat

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Karang taruna desa Purwojati kecamatan Ngoro pada hari minggu (27-2-2022) mengadakan kegiatan gebyar sholawat yang bertempat di jalan lingkungan musholla Al Maliki bersama dengan Banom NU Ranting setempat.

    Acara yang di kemas dalam kegiatan sholawatan dan pengajian umum ini berjalan dengan meriah dengan hadirnya grub Hadroh Nurul Barokah Zahir Mania dari Pasuruan,juga di hadiri oleh KH. Imam Ghozali dan Ustad Abdun Nafi’ selaku penceramah dan syekher mania.

    Tidak sekedar warga Nahdliyin saja yang hadir akan tetapi banyak dari para pecinta sholawat atau syekher mania dari berbagai daerah juga tampak hadir..

    Menurut Sugeng Hariyanto selaku kepala desa Purwojati sekaligus mewakili panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan kegiatan tersebut kususnya para donatur dan juga para sponsor, ucapnya

    Masih menurut Sugeng Hariyanto bahwasanya kegiatan ini sebenarnya kita laksanakan dengan rasa was-was pasalnya sekarang keadaan wilayah Mojokerto masih tahap pandemi lefel 3, akan tetapi beliau tetap menghimbau kepada warganya agar selalu tetap berhati-hati dan tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

    Gus Abdun Nafi’ selaku penceramah menyampaikan pesan kepada para panitia dan juga para hadirin semua, bahwasanya setiap orang mampu mengadakan peringatan isro’ mi’roj akan tetapi tidak banyak orang yang melakukan apa makna yang terkandung dalam sejarah isro’ mi’roj tersebut kususnya dalam hal sholad, kita jangan sampai terlena senang gebyarnya saja tapi melalaikan kewajiban sholad yang sudah di perintahkan oleh Allah SWT melalui nabi Muhammad SAW.

    gus Nafi’ seraya berharap mudah-mudahan barokahnya sholawat maksiat minggat, berkah sholawat hidup kita berkah, keluarga kita berkah, rizki kita berkah sehingga kelak di ahir zaman kita selalu mendapat pertolongan dan syafa’at dari baginda nabiyullah Muhammad SAW.

    (Hasan-Ngoro)

  • Hilangnya 5 Para Ksatria Tanah Jawa dan Hingga Kini Tak Terungkap

    Hilangnya 5 Para Ksatria Tanah Jawa dan Hingga Kini Tak Terungkap

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Indonesia adalah negara yang kaya akan adat istiadat dan budaya. Peradabannya sangat mahsyur dan di kagumi oleh seantero dunia di sebabkan oleh keanekaragaman akan peninggalan para leluhur zaman dahulu yang hingga kini masih lestari dan di jaga kemurniannya. Beberapa peninggalan tersebut berkaitan erat dengan berdirinya beberapa kerajaan yang kuat dan besar jauh sebelum nama Indonesia itu sendiri di kenal. Nama-nama besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Padjajaran dan Mataram Kuno, adalah hanya beberapa dari sederet peradaban lain yang tentunya tidak kalah mentereng. Di antara peninggalan sejarah tersebut, salah satu yang masih sangat membekas dan di ajarkan turun-temurun dalam masyarakat adalah mitos tentang kesaktian para pendekar yang pernah merajai dunia persilatan di masa itu.

    Kisah-kisah akan kesaktian para pendekar tersebut sebagian masih tercatat dalam berbagai tulisan peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan masa lalu. Tetapi tahukah anda, bahwa sebagiannya hingga kini tak pernah terungkap dan tak di ketahui penyebab kematiannya dan di kuburkan di mana? Berikut ulasan 5 pendekar misterius Nusantara yang tidak terungkap hingga kini !

  • Harlah IPNU ke 68 tahun, IPNU IPPNU Kutorejo Gelar Ziarah Muasis

    Harlah IPNU ke 68 tahun, IPNU IPPNU Kutorejo Gelar Ziarah Muasis

    SORBANSANTRI.COM

    Kutorejo, SORBANSANTRI.COM – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nadhotul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nadhotul Ulama (IPPNU) Kecamata Kutorejo Kabupaten Mojokerto hari Kamis (24/2/2022) terlihat difoto tengah melakukan Ziarah ke Makam Muasis lokal yang ada di Kecamatan Kutorejo.

    Kegiatan ziarah ini dilakukan untuk memperingati hari lahir yang ke 68 Tahun sudah berdiri sebagai suatu wadah organisasi terpelajar di Organisasi Nahdatul Ulama yang dikirimkan oleh Kyai Haji Tolha Mansyur pada 24 Februari tahun 1954.

    Kegiatan ziarah ini melibatkan kurang lebih 30 anggota dari pengurus dan ranting IPNU IPPNU se Kecamatan Kutorejo, kegiatan ini juga dihadiri oleh rekan Amir selaku ketua IPNU , koamandan Veri sebagai Komandan CBP, Rico Maulida sebagai Wakil ketua Kaderisasi, dan jajaran pengurus lainnya juga ikut andil dalam kegiatan ziarah ini.

    Rangkaian kegiatan ini dimulai pada pukul jam 20.00 berangkat dari Tri kemudian berangkat menuju ke makam pertama almarhum KH. Mas’ud (pendiri Pondok pesantren Darul Muwahidin) , selesai dari makam pertama kemudian lanjut ke makam kedua yakni ke makam Almarhum Nyai Chotijah (mantan ketua Muslimat PC. Kabupaten Mojokerto), kemudian yang terakhir ke makam almarhum KH. Amir , Yai Muchdor, Yai Faiz, Fai Afif (Mantan Muasis MWC NU Kutorejo).
    Tepat pada pukul 21.45 kegiatan Ziarah selesai dilakukan dan kemudian dilanjut dengan ramah tamah di warung kopi desa Pesanggrahan.

  • Brimob ngaji bareng dengan LDNU  Ranting Kunjorowesi Ngoro

    Brimob ngaji bareng dengan LDNU Ranting Kunjorowesi Ngoro

    SORBANSANTRI.COM

    Ngoro, wp.sorbansantri.com – Diera milinial seperti saat ini banyak pengaruh luar yang menyebabkan kita jauh dari peradaban apalagi mendekatkan diri kepada tuhan sang pencipta, kita yang awam apabila tanpa di dasari ilmu agama yang kuat pasti kita akan terbawa arus jaman bahkan tertindas oleh keadaan yang bisa menjerumuskan.

    Maka untuk menyikapi problematika lingkungan warga sekitar biar tidak terpengaruh oleh budaya dunia luar pimpinan ranting Nahdlatul Ulama’ ranting kunjorowesi kususnya lembaga da’wah nahdlatul ulama’ (LDNU) mengadakan ngaji rutinan setiap hari selasa wage malam setelah mahrib sampai setelah isya’ yang bertempat di aula kantor sekretariat nu ranting kunjorowesi atau rumah abah suhadi.

    (lebih…)

  • MWC NU Mojosari Sampaikan Program PCNU Kab. Mojokerto ke Ranting

    MWC NU Mojosari Sampaikan Program PCNU Kab. Mojokerto ke Ranting

    SORBANSANTRI.COM

    Mojosari, wp.sorbansantri.com – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nadhatul Ulama (NU) Kecamatan Mojosari (21/2/22) yang bertempat di Kantor MWC NU di Desa Losari Kecamatan Mojosari, tengah mengadakan penyampaian Program Kerja Pengurus Cabang (PC) NU kabupaten Mojokerto pada Hari Senin Malam tanggal 21 Februari 2022.

    Dalam sosialisasi program kerja tersebut dihadiri kurang lebih 50 Orang Anggota yang terbagi dari Ketua Ranting beserta sekertarisnya se Kecamatan Mojosari , Lembaga-lembaga MWC NU se Kecamatan Mojosari , dan pengurus MWC NU se Kecamatan Mojosari.

    Rangkaian acara dimulai pada pukul 9 malam jam yang dipimpin pengertian moderator pertama membacakan tahlil Istighosah kemudian sholawat nabi kemudian dilanjut dengan sambutan dan langsung disusul dengan penyampaian sosialisasi program kerja oleh Kyai Haji Nawawi ketua Kecamatan Mojosari.

    Dalam dalam penyampaiannya Kyai Haji Nawawi Terangkan bahwa ada 7 program kerja pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Mojokerto yang mana harus dijalankan di masing-masing mwc Kabupaten Mojokerto begitupun di Mojosari Kita juga harus ikut mensukseskan program kerja tersebut.

  • Nafsu Tinggi tapi Tak Sanggup Menafkahi, Poligami oh Poligami

    Nafsu Tinggi tapi Tak Sanggup Menafkahi, Poligami oh Poligami

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Ada banyak sunnah lain yang bisa Anda kerjakan! Belum lama ini ada satu lagi kisah poligami yang lucu dan menyayat hati. Kisah ini mengenai seorang pria yang nekat menikah lagi padahal istri pertamanya sudah tidak dinafkahi selama berbulan-bulan. Coba bayangin, sang suami menghilang selama sembilan bulan meninggalkan istri dan anak, dan saat ditemukan sang suami tengah menggelar pesta pernikahan dengan wanita lain. Kurang edan apa coba?

    Di jaman ini ada banyak sekali pria yang tertarik dengan poligami. Salah satu faktor pendukungnya adalah banyaknya seminar sukses poligami yang bertebaran di luar sana dan (entah apakah mereka benar-benar ikut seminar atau tidak) pria-pria ini pun rajin mencari wanita untuk dinikahi.

    Dan… hanya dinikahi begitu saja. Tentunya pernikahan bukan hanya ijab kabul dan malam pertama doang, yang paling penting adalah apa yang terjadi setelahnya, dan apakah mereka sadar betul konsekuensi dari menjalin hubungan suami istri? Ini yang jadi pertanyaan.

  • Sejarah JATMAN, Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah

    Sejarah JATMAN, Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran at-thoriqoh al-mu’tabaroh, yang merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunah wal Jama’ah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafus shalihin, yang bersumber dari Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam, Malaikat Jibril Alaihi Salam atas petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanad yang muttasil.

    Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah merupakan suatu sarana bagi para mursyidin/khalifah, untuk lebih mengefektifkan pembinaan terhadap para murid yang telah berbai’at sekaligus sebagai forum untuk menjalin ukhuwah antar sesama penganut ajaran thoriqoh dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keihlasan di dalam amaliyah ubudiyyah serta meningkatkan rabithah terhadap guru mursyid/khalifah.

    Thoriqoh ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah SWT melalui tahapan-tahapan/maqamat.

    Dengan demikian thoriqoh memiliki dua pengertian. Pertama, ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan.

    Kedua, thoriqoh sebagai persaudaraan kaum sufi yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath atau pondok pesantren, perguruan, atau khalaqah.

    Dinamakan thoriqoh maksudnya menjalankan agama Islam dengan lebih hati-hati dan teliti sebagaimana menjauhi perkara yang masih syubhat dan melaksanakan keutamaan-keutamaan sesudah kewajiban-kewajiban pokok, seperti mengerjakan sholat tahajjud dan sholat sunnat rowatib dan lain sebagainya. Disertai dengan kesungguhan dalam mengerjakan ibadah dan riyadloh, misalnya berpuasa pada hari Senin dan hari Kamis, rajin membaca al-Qur’an, membaca sholawat Nabi, dzikir, tasbih, istighfar dan lain sebagainya.

    Dinamakan al-Mu’tabaroh itu karena semua amalannya (thoriqohnya) bersambung (muttasil) sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW. yang mana beliau menerima dari Malaikat Jibril AS. dan Malaikat Jibril dari Allah SWT.

    Jam’iyyah ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyah didirikan di Tegalrejo Magelang 20 Rojab 1377 / 10 Oktober 1957.

     

    TOKOH PENDIRI

    Tokoh pendiri Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdiyyah ini ada dua tahap. Pada mulanya Jam’iyyah ini bernama Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh (tanpa an-Nahdliyyah), nama ini dipakai mulai Muktamar I yang diadakan di Tegalrejo, Magelang.

    Pemrakarsa muktamar pertama itu adalah:

    1. KH Muslih Abdurrohman, Mranggen Demak Jawa Tengah
    2. KH Nawawi, Berjan Purworejo Jawa Tengah
    3. KH Masruhan, Mranggen Demak Jawa Tengah
    4. KH Khudlori, Tegalrejo Magelang Jawa Tengah
    5. Andi Potopoi, Bupati Grobogan Jawa Tengah

     

    Nama itu digunakan mulai:

    • Muktamar I TEGALREJO MAGELANG JAWA TENGAH (12 OKT 1957 M / 18 R AWAL 1377 H)
    • Muktamar II PEKALONGAN JAWA TENGAH (9 Nopember 1959 M / 8 Jumadil Ula 1379 H)
    • Muktamar III TULUNG AGUNG JAWA TIMUR (28-30 Juli 1963 M / 26-28 Shafar 1383 H)
    • Muktamar IV SEMARANG JAWA TENGAH (28-30 Oktober 1968 M / 4-7 Sya’ban 1388 H)
    • Muktamar V MADIUN JAWA TIMUR / dengan istilah konggres V (24-27 Rajab 1395 H / 2-5 Agustus 1975 M)

    Kedua, sedang mulai Kongres VI di Kraksaan, Probolinggo sudah menggunakan nama Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah. Nama inilah yang digunakan sampai sekarang, menjelang Muktamar XI.

    Adapun dasar perubahan nama itu adalah Keputusan Muktamar NU ke-26 di Semarang. Keputusan NU itu dibuat berdasarkan usulan sebagian besar tokoh ulama thoriqoh sendiri dengan alasan agar jam’iyyah ini tidak dibawa-bawa ke kancah politik praktis.

    Hasil keputusan itu berupa penetapan bahwa NU mempunyai Badan Otonom yang namanya; Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah.

    Berdasarkan keterangan ini maka disepakati bahwa Tokoh pendiri Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah adalah:

    1. KH. Abdul Wahab Hasbullah, Ro’is ‘Am PBNU
    2. KH. Bisri Syamsuri, Katib ‘Am PBNU
    3. KH. Dr. Idham Cholid, Ketua Umum PBNU
    4. KH. Masykur, Sekjen PBNU
    5. KH. Muslih Abdurrohman, Ro’is ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh.

    Selanjutnya nama itulah yang digunakan dalam muktamar-muktamar berikutnya.

    • Muktamar VI DI KRAKSAAN PROBOLINGGO JAWA TIMUR, (KONGGRES VI) 12-14 Rabiul Awal 1405 H / 5-7 Desember 1984 M
    • Muktamar VII DI MRANGGEN DEMAK JAWA TENGAH (16 J ULA 1410 H / 15 DES 1989 M)
    • Muktamar VIII DI CABEAN PASURUHAN JAWA TIMUR (1-5 R TSANI 1416 H / 27-31 AGUSTUS 1995 M)
    • Muktamar IX DI PEKALONGAN JAWA TENGAH (26-28 pebruari 2000 M / 21-23 Dzulqo’dah 1421 H)
    • Muktamar X DI PEKALONGAN JAWA TENGAH (25-30 maret 2005 / 14-17 Shafar 1426 H)

     

    SIFAT DAN TUJUAN

    Sifat ajaran at-thoriqah al-mu’tabaroh adalah:

    1. Universal artinya: thoriqoh memiliki sifat yang mendunia melampui batas-batas wilayah dan negara karena tiap-tiap aliran thoriqoh walaupun diamalkan oleh tiap-tiap warga negara tetapi secara sanad masing-masing masih berhubungan antara satu dengan yang lainnya.
    2. Sifat menyeluruh artinya pelaksanaan ajaran thoriqoh sekaligus meliputi pelaksanaan al-aqidah, asy-syariah, al-muamalah dan al-akhlaq yang bertujuan untuk wushul ila Allah.
    3. Tertib dan terbimbing, setiap pengamal thoriqoh harus didasarkan kepada kitab-kitab yang mu’tabar dengan bimbingan para mursyid.
    4. Al-Wushul ila Allah, thoriqoh adalah tidak semata-mata bentuk amalan bacaan atau dzikir untuk mencari pahala tetapi thoriqoh bertujuan membentuk manusia seutuhnya, lahiriyah bathiniyah, yang bisa mengembangkan dan merasa didengar dan dilihat oleh Allah, atas dirinya sehingga dapat memiliki beberapa sifat al-khauf, ar-roja’, ash-shidiq, al-mahabbah, al-wara’, az-zuhud, asy-syukur, ash-shabar, al-khaya’ dan al-khusyu’. Semuanya itu merupakan bagian dari syarat dalam mencapai mardhotillah.
    5. Amanah; fathonah; shidiq dan tabligh, sebagai cahaya pancaran dari Baginda Nabi yang seharusnya mewarnai setiap anggota thoriqoh, sehingga dari sifat-sifat tersebut dapat melahirkan sifat handarbeni dan menghargai segala pemberian hak individu dari lingkup yang kecil sampai yang besar baik yang diberikan oleh Allah SWT maupun pemberian oleh sebab manusia.

    Tujuan Jam’iyyah ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyah adalah:

    1. Mengupayakan berlakunya syari’at Islam ala Ahlussunah wal Jama’ah secara konsisten dalam bidang syari’at, thoriqoh, hakikat dan ma’rifat di tengah masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    2. Menyebarluaskan dan mengembangkan ajaran ath-Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyah melalui kegiatan-kegiatan khususiyyah thoriqiyyah/tawajjuhan.
    3. Mengembangkan, mempercepat, mempergiat dan memelihara ukhuwah thoriqiyyah an-Nahdliyyah sesama pengamal thoriqoh, meningkatkan tasamuh antar aliran–aliran thoriqoh dan meningkatkan ilmu nafi’ dan amal shalih dlohir dan bathin menurut ulama shalihin dengan bai’at yang shoheh.

     

    STRUKTUR ORGANISASI

    1. Di tingkat pusat dinamakan IDAROH ALIYYAH JAM’IYYAH THORIQOH AL-MU’TABAROH AN-NAHDLIYYAH
    2. Di tingkat Propinsi dinamakan IDAROH WUSTHO JAM’IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU’TABAROH AN-NAHDLIYYAH
    3. Di tingkat Kabupaten/kodya dinamakan IDAROH SYU’BIYYAH JAM’IYYAH THORIQOH AL-MU’TABAROH AN-NAHDLIYYAH
    4. Di tingkat Kecamatan dinamakan IDAROH GHUSNIYYAH JAM’IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU’TABAROH AN-NAHDLIYYAH
    5. Di tingkat Desa dinamakan IDAROH SA’AFIYYAH JAM’IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU’TABAROH AN-NAHDLIYYAH

    Idaroh/kepengurusan Jam’iyyah ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyah mulai dari Idaroh Aliyyah, Idaroh Wustho, Idaroh Syu’biyah, Idaroh Ghusniyyah dan Idaroh Sa’afiyah masing-masing terdiri dari Majlis Ifta’, Ifadliyyah, Imdla’iyyah dan Imdadiyyah.

  • Jatman Kabupaten Mojokerto gelar Kegiatan Idaroh Syu’biyah di Kecamatan Mojosari

    Jatman Kabupaten Mojokerto gelar Kegiatan Idaroh Syu’biyah di Kecamatan Mojosari

    SORBANSANTRI.COM
    Mojosari, wp.sorbansantri.comJATMAN (Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An nahdliyah) Kabupaten Mojokerto (19/2/22) mengelar kegiatan rutinan di kecamatan Mojosari yang diberi Nama Idaroh Syu’biyah.

    Kegiatan idaroh syu’biyyah ini merupakan kegiatan rutin yang sudah terjadwal setiap hari Sabtu Legi Satu bulan sekali mengelilingi di setiap kecamatan di Kabupaten Mojokerto dan bertepatan hari ini 19 Februari 2022, di masjid al-Isyroq kelurahan sawahan-Kecamatan Mojosari menjadi tempat terselenggaranya kegiatan tersebut.

    (lebih…)