Tag: sorbansantri

  • Membangun Soliditas NU Brebes Pasca Muktamar Lampung

    Membangun Soliditas NU Brebes Pasca Muktamar Lampung

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh : H.M. Muhyidin,MH
    wp.sorbansantri.com – Perhelatan Akbar Muktamar NU ke 34 di Lampung paling dinanti oleh NU Brebes. Hajat besar nasional oleh PBNU bagi warga NU Brebes akan bisa menjawab bagaimana NU Brebes yang sebenarnya ? Tentu ukuran benar dan salah atau aspek legal standing suatu organisasi yang secara normatif harus dibuktikan dg SK. Kendatipun SK sudah diterbitkan oleh PBNU namun banyak anggapan yang muncul di masyarakat bawah (grass roots) ,bahwa SK itu bodong, palsu , tanda tangan scan dll.
    Sebagian besar masyarakat menunggu jawaban yang pasti adalah siapa yang akan menjadi peserta sah dalam Muktamar NU di Lampung. Peserta Muktamar NU di Lampung dari PCNU Brebes adalah H.Samsul Ma’arif selaku Ketua Tanfidziah, KH Labib Shodik selaku Rois Syuriah dan KH Nubkhatul Fikri mewakili Kyai Kultural NU Brebes. Beliau bertiga sebesar resmi sebagai peserta Muktamar delegasi dari PCNU Brebes.
    Karena itu Muktamar sebagai bukti dan fakta realita bahwa kekuatan SK sebagai legalstanding organisasi PCNU BREBES tidak bisa dianulir oleh surat keterangan ( Suket PWNU ) atau sebatas rekomendasi.
    Oleh karena itu, sesuai dengan instruksi dari PBNU yg mengharuskan NU dimanapun tempatnya dibutuhkan soliditas organisasi. NU sebagai ormas sosial keagamaan mengedepankan persatuan ummat dan ukhuwah nahdliyah sebagaimana termaktub dalam Qonun Asasi NU ( Mukodimah AD ART NU ) .
    PCNU BREBES sudah sah dan meyakinkan dengan kekuatan hukum formal serta bukti sebagai peserta Muktamar NU di Lampung Karena itu hembusan issue yang tidak bertanggung jawab yg menyatakan bahwa SK itu palsu dan bodong mestinya tidak diganti dengan isu lain yang kurang sehat.
    Mukhtamar ke 34 di Lampung adalah bukti kongkrit yang tidak bisa terbantahkan oleh alasan apapun sebgai jawaban yang meyakinkan bahwa kepemimpinan NU Brebes adalah sesuai SK PBNU.
    Oleh karena itu, Pasca Muktamar menjadi tanggung jawab organisasi utk mensolidkan seluruh MWC NU di seluruh Brebes dengan proses yg elegan sesuai dengan aturan organisasi. Adapun mekanisme Secara formal, PCNU BREBES bisa berkirim surat kepada seluruh MWC NU untuk mematuhi peraturan PBNU dan kembali membangun NU BREBES dengan remojong bahu mambahu dan apabila masih ada yg mbalelo dan tidak patuh terhadap keputusan PBNU, maka langkah yang dilakukan harus sesuai dengan AD/ART dan PO organisasi dan peraturan organisasi wajib di jalankan dengan sebelumnya melakukan langkah-langkah komunikatif. Tahapan berikutnya dengan surat peringatan sampai dengan pembekuan MWC utk dibentuk carateker dan harus melakukan konferensi MWC utk membentuk kepengurusan yg sah dan sesuai AD/ART.
    Hal ini harus kita lakukan, sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
    NU itu Jam’iyah ( organisasi ) bukan hanya jamaah ( kumpulan ), maka sistem, mekanisme dan prosedur organisasi sesuai dengan aspek yuridis organisasi kita jalankan dengan etika organisasi.
    Mari berkhidmah untuk NU Brebes, hilangkan fitnah untuk menjadikan NU berkah. Mari berorganisasi dengan tulus hati tidak dengan emosi agar mendapatkan ridlo Ilahi. (red)
  • Sejumput Tafsir Kekalahan Kyai Sa’id Agil Siradj

    Sejumput Tafsir Kekalahan Kyai Sa’id Agil Siradj

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ketika seseorang sufi telah mencapai “Maqom Kewalian”, maqom dimana seseorang benar benar mencintai dan dicintai Allah, maka umumnya ia berusaha menyembunyikannya dari pengetahuan manusia, bahkan terkadang ia melakukan hal hal yang secara tafsir agama dilarang hanya untuk menutupi Maqom Kewaliannya itu.
    Salah satu syarat paling penting mencapai Maqom itu adalah tidak ada rasa sombong sedikitpun dan sekecil apapun dalam hatinya, tidak boleh merasa sedikitpun paling baik dari makhluk Allah yang lainnya bahkan dari tumbuhan sekalipun dan tidak memiliki bisikan hati sekecil apapun untuk menyakiti dan merendahkan mahluk Allah.
    Sebagai seorang yang memiliki kedalaman ilmu ilmu agama, khususnya dalam bidang Tasawwuf saya menyakini bahwa Kyai Sa’id Agil Siradj, telah mendekati atau bahkan telah sampai ke Maqom itu.
    Saya menduga, karena nya beliau ingin menutupi maqomnya itu dari khalayak, dan menjaganya dengan cara menghilangkan penyakit hati yang paling membahayakan, yaitu kesombongan, merasa paling benar, dan kehendak menyakiti juga merendahkan siapapun.
    Saya memperkirakan Kyai Sa’id Agil Siradj telah mengetahui bahwa beliau akan kalah dalam pemilihan ketua tanfidhiyah PBNU, namun beliau tetap maju. Mengapa?
    Diantara Alasan paling utama adalah untuk menghilang penyakit hati itu. Sehingga Maqom Kewaliannya tetap bisa terjaga.
    Alasan lainnya, tapi bagi saya tidak penting, adalah untuk memberikan pembelajaran pada warga NU bahwa untuk “berjuang” itu harus “berjuang” dan bahwa perjuangan itu selalu harus dijalankan dengan hati yang bersih dan tulus.
    Terima kasih Abahku Guruku Kyai Sa’id Agil Siradj, saya mencintai panjenengan. Saya juga bangga menyaksikan kebesaran dan kedewasaan ber NU melalui panjenengan dan para kyai lainnya
    Wallahu A’lam. (AufArulminan)
  • Ketua Umum PBNU Terpilih 2021, Gus Yahya: Terima Kasih Guru Saya KH Said Aqil

    Ketua Umum PBNU Terpilih 2021, Gus Yahya: Terima Kasih Guru Saya KH Said Aqil

    SORBANSANTRI.COM
    Ketua Umum PBNU terpilih, Gus Yahya saat cium tangan KH Said Aqil (foto: NU Online)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com  – Selepas perhitungan suara, Gus Yahya menghaturkan ucapan terima kasih pertamanya kepada Kiai Said. Bagi dirinya, Kiai Said merupakan guru yang telah banyak memberikan pengalaman. “Paling awal saya haturkan terima kasih kepada guru saya, yang mendidik saya, menggembleng dan menguji saya tetapi juga membuka jalan untuk saya dan membesarkan saya yaitu prof dr KH Said Aqil Siradj,” tutur Gus Yahya, Jumat (24/12/2021).

    KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya secara resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Dalam penghitungan suara sebagai rangkaian Muktamar ke-34 NU yang digelar di Lampung, Gus Yahya meraih 337 suara, sedangkan, Kiai Said meraih 210 suara.

    Gus Yahya berujar, tak bisa mengganti secara penuh kebaikan yang diberikan oleh Kiai Said selama ini. Keberhasilan yang diperoleh PBNU pun, kata Gus Yahya, tak bisa dilepaskan begitu saja dari peran serta Kiai Said Aqil.

    “Saya tidak tahu apakah akan cukup umur saya untuk membalas jasa-jasa beliau. Kalau ada yang patut dipuji, beliau yang harus dipuji,” katanya. Dia juga mengucap syukur atas terselenggaranya rangkaian acara Muktamar NU ke-34 yang berjalan dengan sukses. Menurutnya, jalannya agenda ini amat dinikmati oleh para peserta.

    “Ini adalah salah satu nikmat NU yang terus dirasakan dari generasi ke generasi, kita berkeyakinan bahwa muktamar itu adalah sumber barokah bagi NU,” pungkasnya.(wal sorban)

  • 9 Ulama/Kiai Sepuh Terpilih sebagai AHWA Muktamar NU

    9 Ulama/Kiai Sepuh Terpilih sebagai AHWA Muktamar NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Pembahasan dan pengesahan Tata Tertib Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama telah selesai, Rabu 22 Desember 2021.
    Sidang pleno yang digelar di GSG UIN Raden Intan Lampung itu juga menyepakati mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan pemungutan suara atau voting.
    Sedangkan pemilihan Rais Aam dilakukan dengan mengusulkan 9 nama calon oleh setiap Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah. Kemudian, dari 9 nama yang diusulkan tersebut akan mencari 9 nama terbesar untuk menjadi AHWA (ahlul halli wal aqdi), dan dari 9 ulama yang terkumpul dalam AHWA akan menunjuk siapa Ulama yang diberi amanah menjadi Rais Aam PBNU.
    Sedangkan penentuan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dilakukan dengan cara pemilihan. Para calon akan memperebutkan dukungan dari pemilik suara, yakni PCNU, PCINU, PWNU, PBNU, dan badan otonom.
    Ketua SC Muktamar ke-34 NU M Nuh mengatakan, pemilihan AHWA dilakukan dengan membagi dalam enam kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 100 orang.
    “Jadi satu kotak besar kita bagi 100 sehingga 3,5 jam itu kita arahkan jam 5 sudah rampung menghitungnya,” kata dia.
    Berikut 9 Ulama yang terpilih sebagai AHWA:
    1. KH. Mustofa Bisri 494 suara;
    2. KH. Ma’ruf Amin 458 suara;
    3. KH. Miftachul Akhyar 395;
    4. KH. Dimyati Rais 503 suara;
    5. KH. TG. Turmudzi 403 suara;
    6. KH. Anwar Mansur 408 suara;
    7. KH. Nurul Huda 384 suara;
    8. KH. Buya Marbun 309 suara;
    9. KH. Zainal Abidin 272 suara.

    Berikut sahabat sorban melaporkan. (abi sorban)

  • BEREDAR KARANGAN BUNGA HOAX DI LOKASI MUKTAMAR NU LAMPUNG

    BEREDAR KARANGAN BUNGA HOAX DI LOKASI MUKTAMAR NU LAMPUNG

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Suasana tenang dan gembira yang diupayakan oleh semua pihak yang ikut berperan dalam perhelatan besar lima tahunan dari ormas keagamaan terbesar di Indonesia sepertinya tak luput dari goyangan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, hal yang tidak diinginkan tersebut dikhawatirkan akan merusak suasana muktamar, ungkap Luqman, ketua Cabang Ansor Banyumas, yang sore tadi dikonfirmasi oleh anggota terkait suasana Muktamar NU di Lampung.

    Perhelatan Muktamar NU yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung tanggal 22-23 Desember 2021 tersebut, hingga Kamis malam ini masih berfokus pada pemilihan Rois Syuriah PBNU untuk masa hidmat 2021-2026, “meskipun kami tidak dapat hadir langsung ke lokasi, tapi lalu lintaa informasi dari sahabat-sahabat media yang terjun ke lokasi bisa dipertanggungjawabkan” sambung Luqman.
    Saat dikonfirmasi hal ihwal apa yg sedang membuat gundah warga NU di akar rumput, Luqman menjawab dengan lugas bahwa “ada oknum pengusaha yang memasang karangan bunga di lokasi muktamar, dan menurut informasi, karangan bunga tersebut ditengarai mencatut nama beberapa PWNU” tukasnya.
    Seperti diketahui oleh warga NU Banyumas dan sekitarnya, terutama kader Ansor yang mengikuti perjalanan Muktamar NU melalui media, ada keresahan terkait kabar tentang pemasangan ucapan selamat atas terpilihnya salah satu kandidat ketua umum PBNU, “ya setelah kami menanyakan langsung kepada sahabat media di lokasi Muktamar, mereka membenarkan hal itu, padahal hingga malam ini, forum sidang di Muktamar masih berfokus kepada AHWA”.
    Masih menurut Luqman, menyatakan bahwa Ia diminta oleh beberapa kader Ansor di Banyumas, untuk memohon bantuan tim media di lokasi menemui pihak yang tercatut guna konfirmasi kebenaran informasi. “hal ini penting, mengingat foto-foto karangan bunga ditengarai hoax tersebut sudah santer beredar di jaringan informasi grup-grup whatsapp warga NU dengan massif sejak Kamis sore tanggal 23 Desember dan itu belum waktunya memberi ucapan selamat” tegas Luqman.
    “Sepertinya sah-sah saja masyarakat menyebutnya penyebaran kabar hoax, mengingat belum ada yang namanya terpilih sebagai ketua PBNU, bila karangan bunga tersebut memang hanya untuk persiapan, mestinya tidak dipasang dulu di lokasi dong, apa lagi bila tempatnya memang strategis dan mudah dilihat oleh orang-orang yang berada di lokasi muktamar” lanjut Luqman.
    Dari pengamatan media yang ikut memantau laju informasi yang sampai ke wilayah-wilayah ada lebih dari 5 nama / jabatan ketua di jajaran NU wilayah dan Badan Otonom NU yang di catut, sebagaimana informasi tim media Ansor yang berada di lokasi, diantara para ketua yang dicatut namanya antara lain Ketua PWNU Jawa Tengah, PWNU Jawa Timur, PWNU Aceh dan PWNU Sulawesi Selatan.
    Luqman berharap agar kader Ansor di akar rumput untuk senantiasa berprasangka baik mengingat hal tersebut masih proses tabayyun. Ia juga menyayangkan pihak pengusaha karangan bunga yang terlalu bersemangat meraup keuntungan hingga sepertinya melupakan etika dalam melayani pesanan pelanggan, “ini ucapan prematur, dan beresiko dianggap menyebarkan hoax bila tidak segera dikonfirmasi” tutupnya.
    Hingga berita ini dimuat, pihak pengusaha karangan bunga yang namanya terpampang dibawah ucapan ‘selamat atas terpilihnya KH. Said Aqil Sirajd sebagai ketua umum PBNU’ belum dapat dikonfirmasi, dan pihak-pihak yang dianggap dicatut namanya juga belum seluruhnya dapat dihubungi karena padatnya acara di lokasi kecuali bukti chat dari Kyai Marzuki Mustamar srlaku Ketua PWNU Jawa Timur. (PM/Ipul)
  • RESEP HABIB LUTHFI BIN YAHYA AGAR DAPAT MERASAKAN NIKMATNYA BERDZIKIR

    RESEP HABIB LUTHFI BIN YAHYA AGAR DAPAT MERASAKAN NIKMATNYA BERDZIKIR

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Presiden Thoriqoh sedunia, Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan, didalam sebuah pengajiannya memberikan sebuah pesan agar selalu berdzikir menyebut Asma-Nya dimanapun dan dalam keadaan apapun.
    “Hendaknya kita membangun jiwa dengan senantiasa berdzikir menyebut asmaNya. Dengan begitu secara tidak langsung, kita selalu diingatkan bahwa diri kita sedang dilihat dan didengar oleh Allah,” tutur Habib Luthfi.
    Pada tahap awal, mungkin belum bisa merasakan hasilnya. Namun ketika berdzikir terus-menerus akan merasa dilihat dan di dengar oleh Tuhan, tentu itu akan timbul perubahan dalam diri.
    Seperti halnya seorang pesilat. Karena sering berlatih maka sensor refleksnya menjadi hidup. “Ketika terpeleset, sembilan puluh persen dia akan selamat tanpa cidera. Sementara yang tak pernah latihan, akan lebih banyak cideranya ketimbang selamatnya,” kata Beliau membandingkan.
    Latihan-latihan semacam itulah yang akan melahirkan rasa syukur atas segala limpahan karunia yang telah diberikanNya. Dan salah satu aplikasi dari rasa syukur itu adalah dengan menjaga agar indera kita selalu mengerjakan hal kebaikan dan kebenaran.
    Dengan cara menjaga mata dari pandangan yang buruk, menjaga mulut dari ucapan yang kurang baik, dan seterusnya. “Mata, mulut, telinga dan seluruh anggota tubuh itu bisa dilatih. Demikian pula dengan hati.
    Cara menjaganya, adalah dengan selalu berprasangka baik terhadap orang lain,” terang Habib Luthfi memberikan resep.
    Editor: M Anas Mahfudhi
  • KAJI HASIL IJTIMA’ ULAMA, PUSKOHIS UIN SOLO ADAKAN SEMINAR NASIONAL

    KAJI HASIL IJTIMA’ ULAMA, PUSKOHIS UIN SOLO ADAKAN SEMINAR NASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Senin, 20 Desember 2021 Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses mengadakan Seminar Nasional dengan tema : Bedah Fatwa MUI Hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se Indonesia VII Tahun 2021, acara yang mengundang para Advokat, Notaris, Akademisi dan masyarakat umum ini dihadiri oleh 228 peserta melalui zoom virtual.

    Acara yang dimoderatori oleh Ekonom Muhamad Azwan Anas ini diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan opening speech oleh Direktur Puskohis, R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, SH, M.H., M.A. Dosen yang fokus dalam keahlian Hukum Tata Negara dan Fiqih Perbandingan Madzhab Fiqih mengatakan, “PUSKOHIS UIN R.M. Said Surakarta memiliki visi dan misi untuk senantiasa hadir dimasyarakat memberikan pencerahan dan penjelasan dalam semua urusan hukum, konstitusi dan syariat islam. Salah satu yang perlu dijelaskan dan disosialisasikan adalah Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se Indonesia VII Tahun 2021. Masyarakat terkhusus yang beragama islam hendaknya mengetahui dan faham secara komprehensif apa yang menjadi fatwa ulamanya, seorang pakar dari Belanda Van Den Berg pernah mencetuskan sebuah teori ‘receptio in complexu’ yang Intinya, hukum agama (Islam) harus diterima secara keseluruhan oleh masyarakat sekitar yang memeluk agama islam artinya hukum adat mengikuti hukum agama yang dipeluk oleh masyarakat adat itu. Maka dengan adanya Seminar Nasional ini ada harapan besar dari kami Pengurus PUSKOHIS bahwa masyarakat Indonesia yang beragama islam mengetahui isi Ijtima’ Ulama dan bisa melaksakana sebagai pedoman hidup sehari-hari. Prof. Sutandyo mengatakan: “Hukum yang baik itu tidak hanya law in the book tapi juga law in the action” artinya hukum itu yang baik itu adalah hokum yang tidak hany tertulis tapi juga dilaksanakan dengan baik.”

    Acara berikutnya adalah Keynote Speaker oleh Dr. KH. Riyal Fuadi, S.Ag, M.Ag, Penasehat PUSKOHIS dan Dosen Hukum Islam ini menyampaikan bahwa  “Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah merambah ke seluruh aspek kehidupan umat manusia dimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan banyak kemudahan sehingga merasa lebih bahagia dan senang. Tetapi disisi lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memunculkan sejumlah persoalan yang harus diselesaikan termasuk munculnya peristiwa-peristiwa baru yang belum ada sebelumnya dimana kepastian hukumnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Hukum Islam hadir untuk memberikan sebuah kemaslahatan dan menghilangkan kemadharatan yang dikenal dengan Maqashid Syariah.”

    “Hukum Islam ( dalam hal ini Fatwa Ulama ) mengandung dan memberikan semua kemaslahatan bagi manusia baik itu kemaslahatan dunia maupun akhirat, kemaslahatan individu maupun kelompok. Terdapat tiga sifat dalam fatwa, diantaranya: fatwa baru terhadap peristiwa lalu yang belum terdapat fatwanya; fatwa baru atas peristira baru; dan review fatwa atau peninjauan ulang fatwa yang sudah ada. Beberapa pola ijtihad yang dilakukan oleh para ulama, yaitu ijtihad tarjihi; ijtihad insya’i; dan ijtihad jama’i atau kolektif. Dalam ijtihad insya’i terdapat dua penalaran, pertama penalaran ta’lili dan kedua penalaran istihlahi.” Pungkasnya.

    Setelah penyampaian materi dari Keynote Speaker, seminar dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Pembicara pertama yaitu Asep Maulana Rohimat, M.S.I., Dosen Ilmu Fiqih R.M. Said UIN Surakarta ini menyampaikan materi Komisi Asasiyah Wathaniyyah (Masalah Strategis Kebangsaan) , “Asasiyah Wathaniyyah (Masalah Strategis Kebangsaan) meliputi 5 aspek, diantaranya: Fungsionalisme Tanah; Dlawabit dan Kriteria Penodaan Agama; Jihad dan Khilafah; Panduan Pemilu dan Pemilukada; serta Tinjauan Perpajakan.” Katanya.

    Pada dasarnya sistem kepemimpinan dan kebangsaan dalam Islam bersifat dinamis sesuai dengan kesepakatan dan pertimbangan kemaslahatan yang ditujukan untuk kepentingan hirasati al-din (kepentingan menjaga keluruhan agama) wasiyasati al-dunya (mengatur urusan dunia). Dalam sejarah peradaban Islam, terdapat banyak model atau sistem pemerintahan dan mekanisme suksesi kepemimpinan yang semuanya sah secara syar’i. Sistem Khilafah merupakan salah satu model atau atau sistem pemerintahan yang diakui dan dipraktekkan dalam Islam tetapi bukan merupakan satu-satunya model. Dalam dunia Islam juga terdapat model atau sistem pemerintahan seperti monarki (kerajaan), keemiratan, kesultanan, dan republik.” Pungkas Dosen Muda ini.

    Acara berikutnya adalah penyampaian Pemateri kedua yaitu Viror Ghufron Assaifi, Lc., S.Pd, Al Hafidz tentang Fiqih Mu’ashirah, ada 7 materi yang dikupas olehnya yaitu Hukum cryptocurrency (mata uang virtual), Hukum pernikahan online, Hukum Pinjaman Online, Hukum Transplantasi Rahim, Penyaluran Zakat dalam Bentuk Qardhul Hasan, Hukum Zakat Perusahaan dan Hukum Zakat Saham”

    Salah satu hal menarik yang dia sampaikan adalah “Mejelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa hukum menikah secara online atau virtual adalah tidak sah. Akad nikah secara online hukumnya tidak sah jika tidak memenuhi salah satu syarat ijab kabul, yakni dilaksanakan secara ittihadul majlis (berada dalam satu majelis), dengan lafadz yang sharih (jelas) dan ittishal (bersambung antara ijab dan kabul secara langsung). Dalam hal calon mempelai pria dan wali tidak bisa berada dalam satu tempat secara fisik maka ijab kabul pernikahan dapat dilakukan dengan cara tawkil (mewakilkan). Apabila pihak pria dan tidak mau mewakilkan maka pelaksanaan akad nikah secara online dapat dilakukan dengan syarat adanya itthadu majelis, lafadz yang sharih dan ittishal.” Papar Ulama Muda jebolan Hadramaut, Yaman ini.

    Acara terakhir adalah pemaparan materi dari Habib Hasan bin Ja’far Baabud, Lc. Tentang Komisi Qonuniyah (Masalah Peraturan Perundang-Undangan). Dalam hal ini beliau membahas Tinjauan Peraturan Tata Kelola Sertifikasi Halal, Tinjauan Rancangan Undang-Undang Tentang Minuman Beralkohol, Pancasila Lima Asas Pondasi dan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.”

    “Dalam syariat Islam segala tindak pidana telah diatur jika pelanggaran yang dilakukan telah memenuhi syarat untuk mendapat hukum pidana seperti mencuri dihukum potong tangan dengan ketentuan yang telah ditetapkan, kemudian membunuh orang dihukumi qishash dengan syarat-syarat yang ada”

    “Pancasila dengan lima asasnya dari sila pertama sampai sila kelima tidak menyimpang dari agama. Pancasila dengan Al-Qur’an tidak ada pertentangan, justru Pancasila diambil dari Al-Qur’an dan Hadits.” Pungkasnya.

    Rektor UIN R.M. Said Surakarta Prof. Dr. Mudhofir, M.Pd. mengapresiasi acara solutif ini, Pakar Pengkajian Islam ini berharap PUSKOHIS selalu aktif dalam membahas persoalan-persoalan kebangsaan demi memberikan manfaat dan kontrubisi maksimal untuk institusi, Negara dan masyarakat.(abi sorban)

  • RAWI UNIVESITAS IMAM SYAFI’I HADRAMAUT, YAMAN ADAKAN IJTIMA’ NASIONAL

    RAWI UNIVESITAS IMAM SYAFI’I HADRAMAUT, YAMAN ADAKAN IJTIMA’ NASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Rabu, 15 Desember 2021, Ikatan Alumni Universitas Imam Syafi’i, Mukalla, Hadramaut, Yaman yang tergabung dalam organisasi Rabithah Al-Atha’ wal Irfan (RAWI) sukses mengadakan Ijtima’ Nasional dalam rangka menyambut Duf’ah ke empat Alumnus Universitas Imam Syafi’I Mukalla, Hadramaut, Yaman.

    Universitas Imam Syafii Mukalla, Hadramaut, Yaman adalah salah satu Universitas Favorit yang menjadi tujuan para pencari ilmu belajar di Negeri Sejuta Wali Yaman ini, Universitas yang diasuh oleh Ulama Besar Yaman Sayyidi Syaikh Al-Allamah Dr. Muhammad Ali Ba’athiyyah telah menelorkan para juru dakwah yang tersebar diseluruh penjuru nusantara dan dunia.

    Dalam rangka menguatkan persatuan para alumni, RAWI mengadakan Ijtima’ Nasional yang dilaksanakan 2 hari di Pondok Pesantren Matla’ul Anwar Kota Cirebon yang diasuh oleh salah satu alumnus Universitas Imam Syafii Yaman Ustadz Sofi Maulana, Lc, S.Pd, MA. Al Hafidz, RAWI menghadirkan seluruh dai dan Asatidz angkatan ke empat yang berasal dari penjuru Indonesia misalnya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan daerah lainnya.

    Ijtima’ dimulai pukul 16.00 WIB diawali dengan pembacaarn Maulid Nabi yang dipimpin oleh Al Munsid Ustadz Arif Fathur Rahman, M.Pd. dan Ustadz Fadli Aziz, Lc, kemudian dilanjutkan sambutan dari tuan rumah. Dalam sambutannya tuan rumah Ustadz Sofi Maulana selaku tuan rumah merasa bersyukur bisa menjadi tuan rumah, beliau berharap perkumpulan seperti ini selalu istiqomah sebagai bentuk irtibat para alumnus kepada guru Mulia Sayyidi Syekh Dr. Muhammad bin Ali Baatiyah.

     

    Sambutan berikutnya dari Pembina Yayasan Rabithah Al-Atha’ wal Irfan (RAWI) sekaligus Wakil Ketua RAWI Ustadz Hafidz, M.Pd. “Kelulusan kalian Laisa minan Nihayat ( bukanlah akhir dari sebuah perjuangan ) akan tetapi kelulusan kalian dari Hadramaut adalah Nuqtotul Bidayah ( titik awal dari hakikat perjuangan ), maka siapkan diri kalian untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat dan umat dengan niat khidmah kepada Sayyidi Syekh Hafidzahullahu Ta’ala (As-Syaikh Dr. Muhammad bin Aly Ba’atiyah )”.

    “Ciri-ciri kesuksesan seorang penuntut ilmu adalah adanya Irtibat ( sambungan dzahir dan batin ) antara murid dengan guru setelah lulus, dan adanya sambungan antara satu murid dengan yang lain terkhusus kepada alumnus yang lebih dahulu dan hendaknya selalu memiliki sifat Al Ihatiram wa Fadl As-Sabiq.” Pungkas ulama muda yang juga menjadi Pengajar di Pondok Pesantren Darus Sa’adah Malang ini.

    Ketua Yayasan Rabithah Al-Atha’ wal Irfan (RAWI) Ustadz H. Minanurrahman, M.Pd dalam sambutannya merasa bersyukur dengan semangat Duf’ah Robi’ah dalam acara Ijtima’ ini.

    “Saya berharap dengan terselenggaranya Ijtima’ Rabithah Al-Atha wal Irfan (RAWI) ini menjadikan semakin kuatnya hubungan persaudaraan antara pengurus RAWI dan anggota, sehingga RAWI lebih eksis dalam menyebarkan Dakwah Islamiyah, Syiar Syariah, Tarbiyah dan Dakwah berbasis Ahlussunnah Waljamaah di Indonesia sesuai Manhaj Dakwah Sayyidi Syekh Dr. Muhammad bin Aly Ba’atiyah.”

    “Kita harus kompak, kita harus bersama-sama, tidak boleh ada yang keluar dari jalur dan manhaj Sayyidi Syaikh, karena dengan persatuan yang kokok kita akan lebih mudah dan maju dalam menjalankan visi dakwah mulia ini.” Pungkas Pemuda yang sekarang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mannan Bankalan Madura ini.

    Acara berikutnya adalah penyampaian pesan melalui Telepon dari Hadramaut oleh Ustadz Arif Rahman Rasyadi, M.Pd., beliau menyampaikan bahwa Al Walid Asy Syaikh Muhammad bin Ali Batiyah bersyukur dan senang atas terselengggaranya acara ini. Ada harapan kuat dari Syaikh untuk seluruh peserta agar mengikuti acara seperti ini secara istiqomah.

    Sebelum menuju pada acara musyawarah bersama, peserta terlebih dahulu mendengarkan motivasi dan strategi dakwah dari salah satu Pengurus RAWI pusat yang telah sukses membuat dakwah dan pesantren online yaitu ustadz Ahmad Fahim, M.Pd. Pendakwah yang juga Penulis buku ini mengajak seluruh peserta untuk bergabung bersama, merapatkan barisan untuk bisa menyebarluaskan ilmu yang telah didapatkan dari Yaman.

    Acara dilanjutkan dengan  Pembahasan Strategi Dakwah, Melengkapi Kepengurusan RAWI dan Penyampaian visi misi serta profil RAWI oleh Pengurus. Ijtima’ Ulama menghasilkan semakin lengkapnya stuktur kepengurusan RAWI dengan ditambahnya pengurus baru dari Duf’ah Rabiah.

    Khusus Duf’ah Rabi’ah ( Alumnus Universitas Imam Syafii, Mukalla, Hadramaut, Yaman angkatan keempat ) pada pagi harinya mengadakan pertemuan khusus untuk membentuk kepengurusan Duf’ah. Dan telah terpilih sebagai Syuriyah ( Dewan Pertimbangan dan Penasehat ) :

    1. Raden KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, M.A. ( Pondok Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan, Surakarta )
    2. Habib Hasan bin Ja’far Baabud ( Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ) dan
    3. Al-Ustadz Muhamad Hasyim Asy’ari, Lc. ( Pondok Pesantren Darus Saadah Malang ).

    Adapun Ketua Duf’ah Rabi’ah terpilih adalah Ustadz M. Sofi Maulana, M.A. ( Pondok Pesantren Ma’taul Anwar Cirebon ) dengan sekretaris Ustadz Ahmad Mahdi, Lc ( Pondok Pesantren Darus Solihin, Batu, Malang ) dan bendahara Ustadz Ahmad Haris, Lc. ( Pondok Pesantren Ilmu Qur’an Singosari Malang )

    Dalam rangka melengkapi keberkahan Ijtima’ Nasional ini, peserta Ijtima’ dipimpin oleh tuan rumah mengadakan Ziarah bersama ke Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Makam Syarif Fatahillah ( Pangeran Jayakarta ) dan Syarifah Muda’im ( Nyimas Rarasantang ), setelah ziarah, para peserta Ijtima’ Nasional RAWI mengadakan kunjungan ke ndalem KH. Yahya Zainul Maarif ( Buya Yahya ) di Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon. Dalam pertemuan tersebut para peserta Ijtima’ Nasional RAWI mendapatkan banyak wejangan tentang pentingnya keikhlasan dalam berdakwah dan petingnya kekompakan dan kebersamaan dalm berdakwah. (abi sorban)

  • SAHABATI ROUDLOTUL JANNAH TERPILIH KEMBALI MENJADI KETUA PAC FATAYAT JETIS 2021 – 2025

    SAHABATI ROUDLOTUL JANNAH TERPILIH KEMBALI MENJADI KETUA PAC FATAYAT JETIS 2021 – 2025

     

    Sorbansantri.com – sahabati Roudlotul Jannah terpilih menjadi ketua PAC Fatayat Jetis dalam konferensi pimpinan anak cabang fatayat kecamatan jetis mojokerto yang di laksanakan pada hari minggu (19/12/2021) di kantor MWC NU Jetis.

    Tampak yang hadir dalam acara tersebut pengurus ranting Fatayat se PAC Jetis, pengurus MWC NU, perwakilan dari Banom dan lembaga seMWC NU Jetis, perwakilan MUI Jetis serta pengurus PC Fatayat kabupaten Mojokerto.

    Sebelum acara pemilihan ketua dilaksanakan terlebih dahulu pelantikan pengurus Ranting Fatayat sePAC Jetis yang di pimpim oleh pengurus PC Fatayat Mojokerto, dan setelah istirahat sekitar pukul 12:00wib baru prosesi konferensi di laksanakan.

    Ada dua calon yang di ajukan dari kader Fatayat , pertama sahabati Badriyatin Najah dan sahabati Roudlotul Jannah yang di akhir pemungutan suara menghasilkan sahabati Badriyatin Najah mendapat 4 suara dan sahabati Roudlotul Jannah mendapatkan 10 suara serta saRtu suaraR tidak sah.

    Sahabati Rahmi Lailatul Mubarokah selaku sekertaris PC Fatayat kabupaten mojokerto mengucapkan selamat kepada sahabati Roudlotul Jannah sebagai ketua terpilih di massa khidmat 2021 -2025 semoga bisa membawa PAC Fatayat Jetis kedepan lebih baik.

    Beliau juga menyampaikan selamat kepad pengurus Ranting Fatayat sePAC Jetis yang barusan di lantik serta beliau menitipkan roda organisasi di pundak para pengurus semuanya .

    “Selamat buat semua pengurus Ranting Fatayat se PAC Jetis yang barusan di lantik serta kami titipkan roda organisasi kepada sahabati sahabti semuanya”.

    Ketua terpilih Sahabati Rodlotul Jannah memgucapkan terima kasih kepada sahabati sahabati semuanya yang masih mempercayai beliau untuk memimpin kembali sebagai ketua PAC Fatayat dan meminta kepada semua untuk membantu menjalankan amanah yang telah di berikan.

    “Mohon dengan sangat semua sahabati sahabati membantu saya untuk menjalankan amanah ini karena tanpa sahabati sahabati semua saya ngak bisa menjalankan amanah ini” kata beliau di hadapan semua hadirin.(Dikin sorban)

  • DOKTRIN EKSTRIMIS RADIKALIS TERORIS MENGHANCURKAN ORANG BODOH DAN MELUMPUHKAN ORANG JENIUS

    DOKTRIN EKSTRIMIS RADIKALIS TERORIS MENGHANCURKAN ORANG BODOH DAN MELUMPUHKAN ORANG JENIUS

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Untuk menjadi ekstrimis radikalis teroris tidak butuh orang orang pinter, hanya berbekal dengan semangat takbir dan semangat jihad serta mengepalkan tangan dengan emosi hujatan kebencian dengan membangun klimaks tempramental serta memusuhi orang Yang tidak sepandangan.serta semangat mengkafirkan semua orang.

    Ruang dan potensi para selebritis yang baru hijrah ditahbiskan menjadi ustadz ustadzah tanpa dasar dengan menugasi mengendorsmen produk produk di setigmakan islami dan syar,i dengan sejumlah iklan iklan uang menampakkan dengan balutan ayat dan hadist Nabi Yang dianggap penguat manfaat dan produk tersebut semisal madu kurma habbatussauda dan lain untuk masalah brand pakaian harus memakai katanya ala Nabi,semisal celana cingkrang gamis dll. Padahal tidak semua di Amini Nabi.
    Sedangkan orang orang bodoh yang tak tahu apa apa di manfaatkan sebagai aneksasi agen agen keras pengebombaman dan hujatan serta pembidahan danitu sangat efektif. Karna otaknnya sudah dicuci mereka yang belum paham Agama ditiupkan ditelinganya dengan tidak akan masuk surga tanpa perang melawan orang kafir dengan kebiadapan jargon. Hidup hanya sekali harus berjuang perang yakin melawan kedhaliman bahkan bila perlu syahid bunuh diri.
    Untuk orang orang pinter dilumpuhkan otaknya dengan cara meyakinkan dengan menjadikanya sebagai ketua dan pemimpin lasykar untuk membebaskan umat dari kebodohan dan kejumudan. Kebodohan Yang di maksud adalah tali rantai nasionalisme negara dan bangsa menuju negara islam kaffah dan khilafah.
    Selain itu orang orang pinter baik dari Akademisi praktisi yang cerdas menjadi tumpul karena derasnya doktrinasi dengan iming-iming kenikmatan sek dan poligami yang dikemas Islami. Bukan hanya itu mereka diajak makar mengkritik dan menyerang pemerintah membabi buta dengan alasa kafir thaghut dan dzolim serta memunculkan distrust terhadap Pancasila lalu membuat provokasi dimana-mana terutama di dunia maya.
    Untuk anak kecil mulai paud TK akan di ajari mars dan nyayi dan semangat jihad dan mengibarkan bendera bendera dari negara timur tengah Yang digambarkan masih kemelut dan belum damai bunga benci pada negara dan bangsa sendiri.
    Fenomena fenomena diatas sepertinya tidak kentara dan terlihat jelas namun konsep pembalutan agama dan pengutamaan simbol dan lambang itu nantinya yang akan menjadikan Islam dhahiran sebagaimana Agama formalitas tanpa substansi yang jelas, yakni toleransi kasihnya sayang dan menghargai sesama akan hilang dan munculan intoleran lalu meletupkan gejala radikalitas.
    Yang paling mengerikan ketika hasil doktrinasi itu telah mengerak membuncah pada hati dan pikiran orang bodoh dan orang pinter serta anak anak kecil Yang polos tanpa siraman rohani dari guru dan masyayih. Maka mereka akan menjadi monster monster pembunuh mengatas-namakan jihad dan surga dan memusuhi orang tuanya yang tidak sama dengan pikirannya. (abdulloh faizin)